Anda di halaman 1dari 1

OBSTRUKSI GASTROINTESTINAL

Traktus gastrointestinal dapat mengalami obstruksi pada hampir semua bagian sepanjang perjalanannya. Beberapa penyebab umum obstruksi adalah kanker, kontriksi fibrotik yang merupakan akibat dari ulserasi atau pelekatan peritoneum, spasme dari suatu segmen usus, atau paralisis suatu segmen usus. Akibat-akibat abnormal dari obstruksi bergantung pada tempat di dalam traktus gastrointestinal yang mengalami obstruksi. Jika obstruksi terjadi di pylorus, yang sering terjadi akibat kontriksi fibrotic setelah ulsersi peptic, terjadi muntahan isi lambung yang persisten. Nutrisi yang tertekan ini, juga menyebabkan hilangnya ion hydrogen yang berlabihan dari tubuh dan dapat menyebabkan berbagai tingkat alkalosis. Jika obstruksi terjadi di bawah lambung, gerakan antiperistaltik yang berasal dari usus bergerak mundur masuk ke dalam lambung, dan cairan-cairan ini dimuntahkan bersama sekresi lambung. Pada keadaan ini, orang tersebut kehilangan banyak air dan elektrolit sehingga penderita mengalami dehidrasi berat, tetapi hilangnya asam dan basa mungkin urang sebanding,sehingga hanya terjadi perubahan keseimbangan asam-basa yang kecil. Jika obstruksi terjadi dekat ujung bawah usus halus, maka mungkin untuk memuntahakan

HALAMAN 1