Anda di halaman 1dari 39

LUDWIGS ANGINA DAN LYMPHADENOPATHY

Yayun Siti Rochmah, drg,SpBM

Definisi
Ludwigs Angina adalah suatu infeksi akut, difus selulitis toksik pada space submandibula dan sublingual bilateral dan space sub mental (deep fascia). Ditemukan oleh Ludwig th 1836 Tanda klinis : Three fs yaitu feared, fluctuant, fatal

Etiologi
Infeksi gigi merupakan penyebab 90% atau fenomena post ekstraksi, pada anak-anak penyebab terbanyak : tonsilitis Sialadenitis Compound mandibula fraktur Oral soft tissue laceration Puncture wound of oral floor Secondary infection of oral malignancy

Bakteri penyebab
Streptococcus Mixed oral flora Staphylococcus

Anatomis

Klinis
Infeksi bilateral submandibula dan sublingual dg brawny edema Elevated tongue Airway obstruction Trismus

Pemeriksaan penunjang
Rontgenologi : panoramik, servical Ct scan

Terapi
Mempertahankan airway, bila perlu cricothyroidotomy, trakeostomi Antibiotika (penicillin + metronidazol atau klindamisin, imipenem) Ekstraksi gigi penyebab Hydrasi Insisi drainage bilateral secepatnya dg blind dissection

komplikasi
Obstruksi airway trakeostomi Sepsis Bila tidak ditangani dengan benar

Death

LYMPHADENOPATHY
Yayun Siti Rochmah, drg, SpBM

Pendahuluan

Sistem limfatik merupakan sub sistem dari sirkulasi tubuh


3 fungsi utama sistem limfatik pada tubuh adalah : 1. Mengumpulkan dan mengalirkan kembali cairan interstitiel termasuk plasma protein sehingga balance cairan terjaga 2. Absorbsi lemak dari intestine dimasukkan dalam sirkulasi darah 3. Sistem pertahanan tubuh melalui produksi limfosit

Mengumpulkan dan mengalirkan kembali cairan interstitiel termasuk plasma protein sehingga balance cairan terjaga

Absorbsi lemak dari intestine dimasukkan dalam sirkulasi darah

Sistem pertahanan tubuh melalui produksi limfosit

DEWASA ANAK-ANAK

METASTASE LIMFOGEN
ada korelasi antara lokasi tumor primer dan lokasi metastasis kelenjar getah bening leher

Ada kemungkinan metastase kgb kontralateral

KGB leher dibagi menjadi 6 level


1. Submentalis dan submandibula 2. Jugular profunda atas 3. Jugular tengah 4. Jugular bawah 5. Rantai assessorius (posterior) 6. Central kompartemen(visceral)

I. submental + submandibuler
Bibir bawah Dasar mulut Gingiva bawah Lidah 2/3 anterior

II. Subdigastrikus
Lidah 1/3 posterior Dasar mulut Naso-orofaring Parotis Tiroid (kutub atas)

III. Midjuguler
Hipofaring Laring Tiroid

V. Dorsal
Nasofaring Tiroid

IV. Supraklavikula
Kanan
Kelanjutan III

Kiri
Paru Payudara Saluran cerna Ovarium Prostat

Tonjolan leher
Tumor

Tumor primer
Anak :
leukemia, limfoma maligna Neuroblastoma Tumor jaringan lunak Kanker tiroid

Limfadenopati
Tumor kgb Metastasis

Semua umur Lunak, tidak nyeri


Diatas 40 th Padat/ keras, tidak nyeri

Pemeriksaan fisik
Anamesa
Tonjolan berapa lama? Lokasi awal dimana? Membesar/mengecil/tetap? Ada hubungan dengan makan? Pertumbuhannya cepat/ lambat (mgg/bln/th)? Nyeri?
Spontan/ pada penekanan Lokal/ menjalar

Panas badan?

Keadaan umum
Kondisi tubuh? Sulit tidur? Kegiatan menurun? Berkeringat malam? BB menurun?

Riwayat penyakit dulu


Cabut gigi? Radiasi? Operasi?(dimana, dilakukan apa,oleh siapa)

Tembakau dan alkohol


Sejak usia berapa? Berapa banyak? Sudah berhenti, kapan? Tembakau (rokok, nginang, hisap)

6.2. Pemeriksaan fisik


Lesi
Lokasi Bentuk Ukuran (cm) Batas Suhu kulit diatasnya Warna kulit diatasnya Konsistensi Mobilitas Fiksasi struktur sekitar Nyeri Pulsasi

Pembesaran kgb leher

Inspeksi
Tonjolan leher
Regio? Sikatriks, pernah radiasi? Tanda radang?, fistel? Bergerak dengan menelan? Pulsasi? Asimetri otot leher

Klinis

Palpasi
Dari depan (duduk) Dari belakang (berdiri)
Kgb leher - relaksasi otot leher Intraoral palpasi bimanual Mobilitas horisontal saja
Infiltrasi laring/trakea Lekat neurovascular bundle - paraganglioma

Ingat !!
Tonjolan dileher tanpa nyeri pikirkan metastasis kgb Metastasis kgb leher paling banyak dari saluran aerodidestif atas Metastasis supraklavikula, kemungkinan dari bawah klavikula

Diagnostic work-up
Manifestasi
Tumor primer Metastase kgb
Endoskopi
Direk : hidung,faring, laring Indirek : hidung,faring, laring, paranasal, esofagus

Imaging
X-foto Esofagogrrafi CT/ MRI Scanning radioisotop USG

Konfirmasi diagnosis
Biopsi
Tumor primer
Terlihat dan mudah dicapai anestesi Tak terlihat atau sulit dicapai lokal narkose

Metastasis kgb
FNA Biopsi terbuka, jika :
Hasil FNA tidak konfirmatif Tumor primer tidak diketahui