Anda di halaman 1dari 10

A.

PENDAHULUAN Pelayanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi, khususnya bimbingan konseling, pada prinsipnya telah dilaksanakan sejak tahun 1981. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling ini diawali dengan pelatihan dosen perguruan tinggi negeri di dua fakultas psikologi yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran selama tiga bulan. Dalam pelatihan tersebut masing-masing dosen perguruan tinggi telah menyusun program bimbingan dan konseling untuk perguruan tinggi masing-masing. Pelaksanaannya belum seperti yang diharapkan, karena pimpinan perguruan tinggi ataupun pemerintah belum mampu memfasilitasi berdirinya biro atau pusat pelayanan bimbingan dan konseling. Suatu yang menggembirakan, beberapa IKIP waktu itu telah melaksanakannya termasuk IKIP Padang yang sekarang beralih nama menjadi Universitas Negeri Padang (UNP). Biro Bimbingan dan Konseling inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Unit Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling (UPBK). Tahun 1996, UPBK berkembang dengan adanya Proyek Dirjen Dikti Depdikbud Student Support Services And Career Planning Development (3SCPD). Pelaksanaan di tingkat Departemen adalah Dosen PTN, khususnya dari IKIP Padang (Prof.Dr. A.Muri Yusuf, dkk). Proyek ini mengembangkan pelayanan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia yang langsung melibatkan mahasiswa dengan berbagai jenis layanan bimbingan dan konseling. Sesuai dengan nama proyeknya, di samping mambantu masalah akademik mahasiswa, juga membantu rencana pengembangan karier mahasiswa. Tahun 2000-an proyek ini berakhir, pengembangan selanjutnya diserahkan kepada perguruan tinggi masingmasing. Dari hal tersebut diatas kami akan menjelaskan tentang bimbingan dan konseling yang akan dibahas lebih lanjut pada makalah ini.

B.

KONSEP BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PROSES PERKULIAHAN Bimbingan dan konseling merupakan salah satu unsur terpadu dalam keseluruhan program pendidikan di lingkungan perguruan tinggi. Menurut Achmad Juntika Nurihsan (2006:73), bimbingan dan konseling di perguruan tinggi adalah suatu proses pemberian bantuan kepada mahasiswa yang dilakukan secara bersinambungan, supaya mahasiswa tersebut dapat memahami dirinya sehingga ia sanggup mengerahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan kampus, keluarga, serta masyarakat dan kehidupan pada umumnya. Dengan demikian ia dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberikan sumbangan yang berarti pada kehidupan masyarakat umumnya. Bimbingan dan konseling membantu mahasiswa mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial. Peran bimbingan dan konseling dalam proses perkuliahan merupakan salah satu kompetensi tenaga pendidik yang terpadu dalam keseluruhan kompetensi pribadinya. Dalam hal ini, peran bimbingan dan konseling itu merupakan kompetensi penyesuaian interaksional yang merupakan kemampuan tenaga pendidik untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik mahasiswa dan suasana belajar mahasiswa. C. 1. PENGERTIAN, MAHASISWA Pengertian Bimbingan mahasiswa merupakan salah satu usaha membantu mahasiswa mengembangkan dirinya dan mengatasi problema-problema akademik, serta problema sosial pribadi yang berpengaruh terhadap perkembangan akademik mereka. Bimbingan mahasiswa ini meliputi layanan bimbingan akademik yang diberikan oleh dosen-dosen pembimbing akademik pada tingkat jurusan, dan bimbingan sosial pribadi yang diberikan
2

FUNGSI,

DAN

TUJUAN

BIMBINGAN

oleh tim bimbingan dan konseling pada tingkat jurusan atau fakultas dan universitas suatu lembaga. 2. Fungsi Bimbingan mahasiswa mempunyai beberapa fungsi, yaitu: 1. Pengenalan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi, potensi dan karakteristik siswa. 2. Membantu menyesuaikan diri dengan kehidupan di perguruan tinggi. 3. Membantu mengatasi ploblema-poblema akademik dan ploblema sosial yang berpengaruh terhadap akademik mahasiswa. 3. Tujuan a. Mampu sendiri di dalam memilih sesuatu. b. Mampu menyelesaikan perkuliahan dan segala tuntutan perkuliahan tepat pada waktunya. c. Memperoleh prestasi belajar yang sesuai dengan kemampuan. d. Mampu membina hub. Sosial dengan sesama mahasiswa dan dosen dengan baik. e. Memiliki sikap dan kesiapan profesional. f. Memiliki pandangan yang realistis tentang diri dan lingkungannya.

D. PEMBIMBING 1. Syarat-Syarat Pembimbing Bimbingan mahasiswa yang efisien dan efektif dapat dilaksanakan apabila didukung oleh tenaga pembimbing yang memiliki kualitas kepribadian yang memadai. Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut: a. Syarat kualitas kepribadian dan dedikasi 1) Bertaqwa kepada Allah Swt. 2) Menunjukan keteladanan dalam hal yang baik. 3) Memiliki rasa kasih sayang dan kepedulian kepada mahasiswa. 4) Senantiasa melengkapi diri dengan pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan keperluan bimbingan. Disamping syarat ini ada syarat lainnya sebagai kriteria yang harus dipunyai sebagai pembimbing : bersifat layanan kemasyarakatan Khas dan jelasnya tugas Penggunaan cara-cara ilmiah Petugas yang berwenang dan standar seleksi Sistem ilmu, himpunan ilmu dan pengetahuan Organisasi profesi dan kode etik konseling b. Syarat kualifikasi 1) Pada tingkat universitas, ada satu tim Bimbingan dan Konseling (BK) yang terdiri atas para ahli bimbingan dan pihak-pihak terkait. 2) Pada tingkat fakultas, minimal memiliki satu tim BK. 3) Pada tingkat jurusan, ada tim pembimbing akademik. 4) Dosen Pembimbing Akademik (DPA). 2. Rasio Pembimbing dengan Mahasiswa

Untuk memungkinkan mahasiswa menerima dan dosen memberi layanan serta bimbingan dengan baik, khususnya dalam bimbingan akademik pada tingkat jurusan, rasio Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dengan mahasiswa maksimal 1:20. Adapun rasio anggota tim BK (Konselor) dengan mahasiswa disesuaikan dengan jumlah tenaga yang ada serta permasalahan yang dihadapi. 3. Tugas serta kewajiban tim BK serta dosen pembimbing akademik a. Tim BK Universitas 1. Mengoordinasikan dan mengembangkan kegiatan BK bersama pimpinan universitas dan fakultas. 2. Mengembangkan kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan BK. 3. Melayani kasus-kasus yang dirujuk tim BK fakultas b. Tim BK Fakultas 1. Mengoordinasikan dan mengembangkan kegiatan BK bersama Pimpinan fakultas bagi penyempurnaan layanan BK di jurusan. 2. Menangani kasus-kasus yang relatif berat yang dirujukan oleh tim DPA atau Tim BK universitas atau jurusan. 3. Memberikan rujukan penanganan kepada pihak-pihak yang berwenang. c. Konselor jurusan 1. Bersama ketua jurusan mengembangkan dan menyempurnakan layanan BK dijurusan 2. Mengordinasikan DPA dalam pelaksanaan pelayanan BK. 3. Menangani kasus-kasus khusus d. Dosen pembimbimg akademik (DPA) 1. Menyusun program dan jadwal layanan bimbingan akademik bagi mahasiswa.

2. Menetapkan jadwal kerja bagi layanan individual mahasiswa. 3. Memberikan pertimbangan dan persetujuan pengambilan kontrak SKS.

E. LAYANAN BIMBINGAN : PROBLEMATIKA MAHASISWA Pemberian layanan bimbingan mahasiswa didesak oleh banyaknya problema yang dihadapi oleh para mahasiswa dalam perkembangan studinya. Karakteristik utama dari studi di perguruan tinggi adalah kemandirian, baik dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan pemilihan program studi, maupun dalam pengelolaan dirinya sebagai mahasiswa. Dalam usaha merealisasikan kemandirian tersebut, perkembangannya tidak selalu lancar, banyak hambatan dan problema yang mereka hadapi. Untuk mengembangkan diri dan menghindari serta mengatasi hambatan dan problema tersebut diperlukan bimbingan dari para tenaga pendidik yang dilakukan secara sistematik dan terorganisir. Secara keseluruhan, menurut Achmad Juntika Nurihsan (2006) problema yang dihadapi mahasiswa dikelompokan atas dua kategori, yaitu: 1. Problema Akademik Problema akademik merupakan hambatan atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan dan memaksimalkan perkembangan belajarnya. Seperti : a. b. c. d. e. 2. Kesulitan dalam memilih program studi yang sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia. Kesulitan dalam mengatur waktu belajar disesuaikan dengan banyaknya tuntutan lainnya. Kesulitan dalam mendapatkan referensi. Kurang motivasi belajar. Kurangnya minat terhadap profesi. Problema Sosial Pribadi Problema sosial pribadi merupakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam mengelola kehidupannya sendiri serta menyesuaikan
6

diri dengan kehidupan sosial, baik di kampus maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Seperti: a. Kesulitan ekonomi (biaya kuliah). b. Kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. c. Kesulitan karena masalah-masalah keluarga. d. Kesulitan karena masalah-masalah pribadi.

F. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelas diatas diantaranya : Pelayanan bimbingan dan konseling karier di perguruan tinggi sangat di butuhkan mahasiswa. Karena akan memperbesar dan memperluas informasi bagi mahasiswa. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu unsur terpadu dalam keseluruhan program pendidikan di lingkungan perguruan tinggi. Bimbingan mahasiswa merupakan salah satu usaha membantu mahasiswa mengembangkan dirinya dan mengatasi problemaproblema akademik, serta problema sosial pribadi yang berpengaruh terhadap perkembangan akademik mereka. Bimbingan mahasiswa mempunyai beberapa fungsi, yaitu : a. Pengenalan dan pemahaman yang lebih mendalam kondisi, potensi dan karakteristik siswa. c. Membantu menyesuaikan diri dengan kehidupan di perguruan tinggi. d. Membantu mengatasi ploblema-poblema akademik dan ploblema sosial yang berpengaruh terhadap akademik mahasiswa. Bimbingan mahasiswa mempunyai tujuan, diantaranya: a. Mampu menyelesaikan perkuliahan dan segala tuntutan perkuliahan tepat pada waktunya. b. Memperoleh prestasi belajar yang sesuai dengan kemampuan. c. Mampu membina hub. Sosial dengan sesama mahasiswa dan dosen dengan baik. d. Memiliki sikap dan kesiapan profesional. e. Memiliki pandangan yang realistis tentang diri dan lingkungannya. tentang

DAFTAR PUSTAKA
Masdudi. (2010). Bimbingan dan Konseling Perspektif Sekolah. Cirebon: Al-Tarbiyah Press. Nurihsan, Achmad Juntika. (2009). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: PT. Refika Aditama. Azhari, Akyas. (2003). Psikologi Konseling. Bandung: Pustaka Bani Kuraisy. Gunawan, Yusuf. (1992). Pengantar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Gramedia. http://www.datafilecom.co.cc/2011/06/profesionalisasi konseling-bk.html diakses 05 April 2012 bimbingan dan

BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PERGURUAN TINGGI Tugas Terstruktur Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan Konseling Dosen Pengampu : Ibu.Dra. Hj. Nurul Azmi, M.A

Oleh : Kelompok 9 Dian Suryani Siti Nurhalimah Srinopita Wulandari Yuli Subekhi Tarbiyah Biologi B Semester IV

KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON Jln. Perjuangan By. Pass Sunyaragi Cirebon 2012
10