Anda di halaman 1dari 19

FRAKTUR

Kelompok III

KASUS
Tn A umur 35 th masuk ke RSUD karena mengalami kecelakaan lalulintas. Tn A mengalami: 1. Fraktur transversal pada femoralis dekstra dan 2. Fraktur segmental pada tibia sinistra. 3. Luka robek pada kedua fraktur, 4. Klien tampak lemah, 5. Meringis kesakitan, 6. Klien banyak mengalami pendarahan, 7. Ekstremitas dingin, 8. Tampak pucat, 9. CRT 4 detik, 10. Nadi 100x/ mnt, 11. TD 130/90 mmHg dan RR: 32x/mnt

PERTANYAAN DAN JAWABAN


1. Jelaskan Konsep Peyakit tersebut: Menurut FKUI (2000), fraktur adalah rusaknya dan terputusnya kontinuitas tulang, sedangkan menurut Boenges, ME., Moorhouse, MF dan Geissler, AC (2000) fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang. Back dan Marassarin (1993) berpendapat bahwa fraktur adalah terpisahnya kontinuitas tulang normal yang terjadi karena tekanan pada tulang yang berlebihan. Jenis2 fraktur: a. F. Komplit b. F. Inkomplit c. F. Tertutup d. F. Terbuka e. F. Transversal

CONTINUE

F. Terbuka Fraktur terbuka adalah patah tulang dimana fragmen tulang tersebut secara langsung bersangkutan dengan dunia luar. Fraktur terbuka terbagi atas 3 derajat: 1. Derajat I Luka < 1 cm Kerusakan jaringan lunak sedikit, tak ada tanda luka remuk Robekan kulit dengan kerusakan kulit dan otot Kontaminasi minimal

CONTINUE
2. Derajat II Laserasi > 1 cm Kerusakan jaringan lunak, tidak luas Robekan kulit dengan kerusakan kulit dan otot dengan memar Kontaminasi sedang 3. Derajat III Terjadi kerusakan jaringan lunak yang luas, meliputi struktur kulit, otot, dan neurovaskular serta kontaminasi derajat tinggi

CONTINUE
2. Data-data yang perlu dikaji lebih lanjut! Berapa banyak pngeluaran cairan (perdarahan) Skala/karakteristik nyeri GCS (mengukur Tingkat Kesadaran pasien)

3. Pathway

4. Jelaskan proses penyembuhan tulang a. Fase hematom/inflamasi Dalam waktu 24 jam timbul perdarahan, edema, hematume disekitar fraktur Setelah 24 jam suplai darah di sekitar fraktur meningkat b. Fase granulasi jaringan/poliferasi sel Terjadi 1 5 hari setelah injury Pada tahap phagositosis aktif produk neorosis Itematome berubah menjadi granulasi jaringan yang berisi pembuluh darah baru

CONTINUE
c. Fase formasi callus Terjadi 6 10 harisetelah injuri Granulasi terjadi perubahan berbentuk callus d. Fase ossificasi Mulai pada 2 3 minggu setelah fraktur sampai dengan sembuh Callus permanent akhirnya terbentuk tulang kaku dengan endapan garam kalsium yang menyatukan tulang yang patah

CONTINUE
e. Fase consolidasi dan remadelling Dalam waktu lebih 10 minggu yang tepat berbentuk callus terbentuk dengan oksifitas osteoblast dan osteuctas

5. Pemeriksaan diagnostik yang perlu dilakukan Rontgen Darah lengkap Masa pembekuan dan perdarahan Pemeriksaan urine Fungsi ginjal Golongan darah EKG

6. Diagnosa Nyeri b/d spasme otot, pergeseran tulang Kerusakan integritas jaringan b.d fraktur terbuka , bedah perbaikan Imobilitas fisik b.d cedera jaringan sekitasr fraktur, kerusakan rangka neuromuskuler Syok Hipovolemik b/d perdarahan yang banyak Gangguan perfusi jaringan b/d menurunnya cairan darah akibat cidera

Intervensi Dx 1. Nyeri b/d spasme otot, pergeseran tulang 1. Kaji ulang lokasi, tipe dan intensitas nyeri 2. Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring, gips 3. Berikan lingkungan yang tenang 4. Observasi TTV 5. Kolaborasi dalam pemberian analgesik

CONTINUE

1.

2. 3. 4.

Dx 2. Kerusakan integritas jaringan b.d fraktur terbuka , bedah perbaikan Kaji ulang integritas luka dan observasi terhadap tanda infeksi Monitor suhu tubuh pasien Lakukan perawatan kulit Rawat luka bekas operasi pemasangan pen Ubah posisi dengan teratur

CONTINUE

1.

2. 3. 4. 5.

6.

Dx 3. Imobilitas fisik b.d cedera jaringan sekitasr fraktur, kerusakan rangka neuromuskuler Pertahankan tiranh baring dalam posisi yang diprogramkan Tinggikan ekstremitas yang sakit Bantu klien u/ latihan gerak Jelaskan keterbatsan dalam aktivitas Ubah posisi secara periodik Kolaborasi fisioterapi

CONTINUE
Dx 4. Syok Hipovolemik b/d perdarahan yang banyak 1. Observasi TTV 2. Mengkaji sumber, lokasi dan banyaknya perdarahan 3. Kolaborasi dalm pemberian: Cairan infus Obat koagulasi Pemerikasaan lab (Hb)

CONTINUE

1. 2. 3.

4.

Dx 5. Gangguan perfusi jaringan b/d menurunnya cairan darah akibat cidera Kaji TTV tiap 3-4 jam Lepaskan perhiasan demi ekstremitas yang sakit Kaji aliran kapiler, warna kulit dan kehangatan pd fraktur Awasi posisi serta lokasi alat penyanggah sementara

Tank`s Bwt PERHATIANNYA

All is Well