Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum Patologi Anatomi Endokarditis Blok Cardiovascular System

Asisten: Dessriya Ambar R G1A0010086 Kelompok: Ridhan Habibie Hussein H G1A011083 Rayna Nadia Fauziani N Aulia Tri Puspitasari W G1A011084 G1A011085

JURUSAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU - ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2013

LEMBAR PENGESAHAN

Oleh:

Ridhan Habibie Hussein H Rayna Nadia Fauziani N Aulia Tri Puspitasari W

G1A011083 G1A011084 G1A011085

disusun untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian praktikum Patologi Anatomi Blok Cardiovascular System Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

diterima dan disahkan Purwokerto, April 2013 Asisten

Dessriya Ambar B G1A010086

BAB II ISI

E. Tanda dan Gejala 1. Tanda a. Demam b. Anemia c. Jari tabuh (belakangan) d. Murmur jantung e. Splenomegali f. Deposit kompleks imun g. Tromboembolisme 2. Gejala a. Malaise b. Anoreksia c. Penurunan berat badan d. Berkeringat e. Rigor (Sumber: Gray Huon H, et all. 2002. Lecture Note KARDIOLOGI. Jakarta: Erlangga)

F. Penegakkan Diagnosis Terdapat criteria Duke untuk mendiagnosis endokarditis. Penilaian positifnya seseorang menderita endokarditis yaitu apabila terdapat: 1. 2 kriteria mayor 0 kriteria minor 2. 1 kriteria mayor 3 kriteria minor 3. 0 kriteria mayor 5 kriteria minor Berikut kriteria kriteria tersebut: 1. Kriteria Diagnosis Mayor a. Kultur darah positif untuk organisme organism infektif endokarditis (Streptococcus viridians atau bovis, HACEK(Haemophillus,

Actinobacillus, Cardiobacterium, Eikenella, Kingella spp)), dari 2 kultur darah terpisah atau 2 kultur positif yang dibuat dengan rentan waktu >12 jam satu sama lain (terpisah) , atau 3, atau 4 kultur darah yang setiap pembuatannya diberi jarak 1 jam satu sama lain. b. Ekokardiogram dengan gambaran masa yang bergerak gerak pada katup atau pada struktur penyokong (ostium katup, korda tendinea, dll), atau pada daerah sekitar katup yang lain. 2. Kriteria Diagnosis Minor a. Kondisi jantung dengan faktor predisposisi, atau secara intra-vena. b. Suhu tubuh >38 C (100.4 F) c. Kelainan vaskular: emboli arteria, infark pulmonal, aneurisma mikotik, perdarahan intracranial, hemoragi konjungtiva, lesi Janeway. d. Kelainan imunologik: glomerulonefritis, nodus Osler, bercak/Roth spot, faktor rheumatoid. e. Keadaan mikrobiologik: kultur darah positif namun tidak ditemukan pada criteria mayor, ataupun bukti dengan uji serologis yang sesuai dengan infeksi aktif organism yang dapat menyebabkan endokarditis. f. Ekokardiografi: sesuai dengan endokarditis tetapi tidak ditemukan pada kriteria mayor. penggunaan obat

(Sumber: Durack DT, Lukes AS, Bright DK. New criteria for diagnosis of infective endocarditis: utilization of specific echocardiographic findings. Duke Endocarditis Service. American Journal of Medicine. 96(3):200-9, 1994 Lukes AS, Bright DK, Durack DT. Diagnosis of infective endocarditis. Infect Dis Clin North Am. 1993 Mar;7(1):1-8) G. Patogenesis Mekanisme terjadinya endokarditis infektif pada pasien dengan katup normal masih belum diketahui pasti. Contoh kelainan: katup aorta bicuspid, stenosis katup pulmonal, prolaps katup mitral, ventrikel septal defek, duktus arteriosus paten, koarktasio aorta Aliran darah bersifat turbulensi Endotel rusak Deposisi fibrin + agregasi trombosit Mikrotrombi steril menempel pada endokardium rusak Lesi non bacterial thrombotic endocardial (NBTE) Fokus kecil bakteri terjebak dan bermultiplikasi (Jika) Terinfeksi mikroorganisme Masuk ke sirkulasi melalui infeksi fokal/trauma Endokarditis infektif (Sumber: Gray Huon H, et all. 2002. Lecture Note KARDIOLOGI. Jakarta: Erlangga dan Sudoyo, Aru W., dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, Ed 4. 2009. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI)

H. Patofisiologi 1. Efek destruksi lokal infeksi intrakardiak Infeksi intrakardiak Koloni kuman pada katup merusak katup Katup bocor Terbentuk asbes Vegetasi perivalvular 2. Emboli Septik Vegetasi fragmen septik terlepas Tromboemboli Penjalaran ke paru Emboli paru (vegetasi katup tricuspid) Sampai ke otak: vegetasi sisi kiri 3. Gejala dan tanda Vegetasi melepas bakteri terus menerus Masuk ke sirkulasi (bakterimia kontinus) Gejala konstititusional: demam, malaise, tak nafsu makan, penurunan berat badan, dll 4. Respon antibody humoral dan selular terhadap infeksi mikroorganisme dengan kerusakan jaringan akibat kompleks imun atau interaksi komplemen antibody dengan antigen yang menetap dalam jaringan. (Sumber: Sudoyo, Aru W., dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, Ed 4. 2009. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI)