Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Umum Geologi adalah cabang dari ilmu kebumian yang mempelajari materi penyusunan bumi, proses-proses yang terjadi di dalam kerak bumi dalam kerangka ruang dan waktu. Kata Geologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata Geos dan Logos. Geos berarti bumi, sedangkan Logos berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi secara harfiah, geologi didefinisikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari bumi, yaitu mulai dari sejarah terbentuknya bumi, material pembentuk bumi dan proses-proses yang terjadi didalamnya yang mempelajari batuan dan mineralogi yang mempelajari bahan galian atau mineral. Sedangkan secara khusus, geologi adalah ilmu yang membahas tentang bumi, menyangkut materi penyusunnya, perkembangan kehidupan dan proses yang terjadi pada bumi dalam kerangka ruang dan waktu. Sedangkan menurut beberapa ahli pengertian Geologi adalah sebagai berikut : Geologi adalah ilmu pengetahuan bumi mengenai asal, struktur, komposisi dan sejarahnya (termasuk perkembangan, kehidupan) serta proses-proses yang telah menyebabkan keadaan bumi seperti sekarang ini (Written n Brooks, 1972 ;204). Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet bumi, terutama mengenai materi penyusunnya, proses yang terjadi padanya, hasil proses tersebut. Sejarah planet itu dan bentuk-bentuk kehidupan sejak bumi terbentuk (Bates dan Jakcson, 1990, 272). Geologi adalah suatu cabang ilmu yang pengetahuan yang mempelajari tentang gejala-gajala yang berkaitan dengan proses terbentuknya bumi. Keberadaan bumi serta fenomena lainnya yang berkaitan alam (Munir, 1996). Ilmu geologi selalu berkaitan dengan masalah batuan, hal ini disebabkan karena sebagian bahan penyusun bumi adalah batuan. Umumnya kita mengenal batuan hanya sebagai bahan alam yang bersifat keras dan berwarna gelap, namun sebenarnya batasan tentang batuan tidak sesederhana itu. Menurut ilmu geologi, batuan adalah segala kumpulan atau agregasi dari mineral, baik yang terkonsolidasi kuat maupun lemah, dimana terbentuknya dengan proses alamiah dan menjadi bahan pembentuk kerak bumi. Ahli-ahli geologi memandang bumi sebagai suatu planet yang bagian luarnya tersusun oleh batuan. Oleh karenanya para ahli geologi mempelajari macam-macam 1 dengan dengan bentuk

2 batuan, bagaimana sifatnya, tersusun oleh apa, dimana dan kapan terbentuknya, apa yang telah terjadi pada batuan tersebut sejak terbentuk hingga saat ini dan apa potensi yang dikandung oleh batuan tersebut. Untuk dapat memahami geologi diperlukan pemahaman prinsip-prinsip fisika, matematika, kimia dan biologi. Geologi Teknik merupakan salah satu cabang dari ilmu geologi yang merupakan interaksi antara ilmu geologi dengan ilmu teknik. Beberapa pengertian Geologi Teknik dari para ahli; antara lain : 1. Menurut Rengers (1975) Antara geologi dan teknik sipil terdapat : a. Geologi Teknik yang bekerja dengan dasar empiris dan distriktif. b. Mekanika tanah dan batuan yang bekerja dengan dasar teoritis dan analisis.

2.

Menurut Price (1978) Pekerjaan teknik sipil dibangun diatas tanah atau didalam tanah, dengan bahan baku yang diambil dari tanah atau batuan alam disekitarnya. Aksi dari kegiatan manusia ini akan menimbulkan reaksi dari tanah atau batuan

tersebut. Geologi bertugas untuk mengetahui reaksi ini, pengaruhnya terhadap rencana bangunan dan cara penanggulangan masalah.

1.2. Latar Belakang Masalah Ilmu Geologi Teknik berkaitan erat dengan teknik sipil dan teknik pengairan. Geologi Teknik hampir selalu digunakan dalam pelaksanaan suatu proyek bangunan sipil atau pengairan. Bahkan Geologi Teknik dapat dikatakan sebagai faktor penentu bisa tidaknya suatu bangunan konstruksi didirikan. Selain itu Geologi Teknik juga sebagai penentu masa guna suatu bangunan tersebut. Dalam pelaksanaan suatu proyek bangunan pengairan, geologi memberikan sumbangan dalam hal : 1. 2. 3. 4. Penelitian batu dan tanah sehubungan dengan bangunan yang direncanakan. Penyelidikan geomorfologi dan keairan. Mengetahui struktur geologi. Dalam taraf pembangunan, geologi dapat membantu memberikan informasi tentang bahan bangunan yang ada di suatu daerah. Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat mengetahui bahwa peranan ilmu Geologi Teknik sangat besar dalam ilmu teknik pengairan. Yaitu dengan mempelajari

3 Geologi Teknik, dan mengetahui jenis batuan maka dapat digunakan dalam pembangunan bangunan air. Jenis batuan ini sangat menpengaruhi lama bangunan bertahan dan akan berguna dalam menentukan pondasi. Oleh karena itu, kita mempelajari Geologi Teknik agar dapat digunakan dalam aplikasi di lapangan.

1.3. Tujuan dan Manfaat 1.3.1. Tujuan Pembuatan tugas ini pada dasarnya merupakan suatu metode untuk mempelajari Geologi Teknik, mengingat penyusunannya didukung oleh berbagai referensi atau sumber pustaka serta praktikum Geologi Teknik. Tujuan dari mempelajari ilmu Geologi Teknik adalah : 1. Mengenal macam-macam batuan yang lazim didapatkan di alam, 2. Mengetahui sifat-sifat batuan, 3. Memahami struktur dan tekstur batuan, 4. Mengetahui kemampuan tanah dalam menahan gaya-gaya yang ditimbulkan oleh bangunan diatasnya. Dalam aplikasi di bidang teknik, tujuan utamanya adalah untuk memperoleh hasil yang optimal dalam membangun suatu bangunan.

1.3.2. Manfaat Maksud dari penelitian ini adalah agar mahasiswa jurusan Teknik Pengairan dapat lebih mempelajari jenis-jenis batuan dan sifat-sifatnya. Hal tersebut penting jika kita ingin memperoleh hasil yang optimal pada saat membuat suatu konstruksi bangunan. Misalnya dengan mengetahui sifat dan karakterisasi jenis batuan dan dapat ditentukan dengan mudah tipe pondasi yang akan digunakan dalam bangunan tersebut. Dengan mengetahui proses pembentukannya dapat diketahui kekerasan dan ketahanannya dalam menahan beban.

1.4. Sistematika Pembahasan Dalam pengerjaan tugas Geologi Teknik ini sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut : LEMBAR ASISTENSI FORMAT TUGAS KATA PENGANTAR

4 DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN 1.1. Umum 1.2. Latar Belakang Masalah 1.3. Tujuan dan Manfaat 1.3.1. Tujuan 1.3.2. Manfaat 1.4. Sistematika Pembahasan

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Geologi Teknik Untuk Perencanaan Bangunan Sipil dan Bangunan Air 2.2. Mineral 2.3. Batuan 2.3.1. Batuan Beku 2.3.1.1. Teori Batuan Beku dan Proses Pembentukannya 2.3.1.2. Klasifikasi Batuan Beku 2.3.1.3. Proses Pembentukan Batuan Beku 2.3.1.4. Komposisi dan Sifat-Sifat Batuan Beku 2.3.1.5. Kekuatan Batuan (Rock Strength) 2.3.2. Batuan Sedimen 2.3.2.1. Teori Batuan Sedimen 2.3.2.2. Klasifikasi Batuan Sedimen 2.3.2.3. Proses Pembentukan Batuan Sedimen 2.3.2.4. Komposisi dan Sifat-Sifat Batuan Sedimen 2.3.2.5. Kekuatan Batuan (Rock Strength) 2.3.3. Batuan Metamorf 2.3.3.1. Teori Batuan Metamorf dan Proses Pembentukannya 2.3.3.2. Klasifikasi Batuan Metamorf 2.3.3.3. Proses Pebentukan Batuan Metamorf 2.3.3.4. Komposisi dan Sifat-Sifat Batuan Metamorf 2.3.3.5. Kekuatan Batuan (Rock Strength) 2.4. Tanah dan Proses Pembentukannya

5 2.4.1. Pengertian Tanah 2.4.2. Pelapukan 2.4.3. Klasifikasi Tanah 2.4.4. Gerakan Tanah 2.5. Proses Geologi 2.5.1. Proses Endogenik 2.5.1.1. Teori Tektonik Lempeng 2.5.1.2. Gempa 2.5.1.3. Vulkanisme

2.5.2. Proses Eksogenik 2.5.2.1. Proses oleh Air Permukaan 2.5.2.2. Proses oleh Air Tanah 2.5.2.3. Proses oleh Angin 2.5.2.4. Proses oleh Gelombang Air Laut 2.6. Geohidrologi 2.6.1. Pengertian dan Siklus Air 2.6.2. Sifat Hidrolis Batuan 2.6.3. Jenis - Jenis Akuifer 2.6.4. Pengembangan Potensi Air Tanah 2.6.5. Penyelidikan Geolistrik 2.7. Peta Topografi 2.7.1. Teori Dasar 2.7.2. Tahapan dalam Interpretasi 2.7.3. Simbol-Simbol 2.7.4. Penggambaran 2.8. Peta Geologi 2.8.1. Teori Dasar 2.8.2. Tahapan dalam Interpretasi 2.8.3. Simbol-Simbol 2.8.4. Penggambaran BAB III HASIL PENGAMATAN 3.1. Mineral

6 3.2. Batuan Beku 3.3. Batuan Sedimen 3.4. Batuan Metamorf 3.5. Profil Tanah 3.6. Profil Topografi 3.7. Profil Geologi BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan 4.2. Saran LAMPIRAN