Anda di halaman 1dari 4

Drama anak SD Bawang Merah Bawang Putih Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang

terdiri dari Ayah, Ibu dan 2 orang gadis remaja bernama Bawang merah dan bawang putih. Ibu dan Bawang merah adalah keluarga baru untuk bawang putih. Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih selalu di suruh untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah, sedangkan Ibu dan BM hanya jalan-jalan saja. Merah : Putih!! (tidak ada jawaban) Ibu : putih!putih! cepat kesini kamu! (berkacak pinggang).

Bawang Putih : Ya ya bu, ada apa bu? Ibu B. Putih : Kemana aja sih kamu ha kemana aja? (sambil menarik dan mendorong Putih) dipanggil-panggil dari tadi nggak ada jawaban, kamu tuli ya?! (sambil membuang muka). Bawang Putih : maaf bu (dengan nada ketakutan). Merah : heh putih, kita mau ke pesta jadi cuci baju kita ini yang bersih dan wangi sekarang juga .(baju dilempar) BP : iya bu (menunduk) Ibu B. Merah : Ya bagus, (sambil mengangguk-ngangguk kepala) sekarang kamu cuci baju kita itu sampai bersih mengerti? Awas ya jangan sampai sobek. Ingat Bawang Putih, sebelum Ibu datang cucian ini sudah harus bersih!Dengar.! (nada keras membentak). BP : baik bu.. Ibu : ayo BM sayang , kita pergi.. Maka berangkatlah Bawang Putih ke sungai untuk mencuci baju itu, sambil menangis, Bawang Putih : Ya Allah, ampunilah dosa-dosa Ibu tiriku, berikanlah kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Ya Allah bukakanlah pintu hati Ibu tiriku dan saudara tiriku agar dia mau menyayangiku. (sambil menangis) Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju ibu tirinya. BP : baju ibu hanyut,apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mau dimarahin ibu. Aku harus mencarinya

Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya. BP menangis mendatangi BM dan ibunya BM : hey BM kamu kenapa nangis ? BP : Ibu, maaf baju ibu hanyut.(menangis) Ibu : Dasar ceroboh! bentak ibu tirinya. Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti? Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibu tirinya. Hingga sore putih belum menemukannya. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya. Permisi! kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu. Siapa kamu nak? tanya nenek itu. Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini? tanya Bawang putih. Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah? tanya nenek. Ya nek. Apanenek menemukannya? tanya Bawang putih. Nenek : Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu, Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama 2 hari. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana? BP : Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku, kata Bawang putih dengan tersenyum. Nenek : kamu bantu nyapu ya BP : baik Nenek : sehabis itu beri makan kambing ya BM : Baik nek -2 hari kemudianNenek : Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah! BP : tidak perlu nek, aku tulus dan senang menemani nenek. Nenek : Ambil saja, aku akan sedih kalau kau menolak hadiahku ini.

BP: aku gak ingin buat nenek sedih, baiklah aku pilih yangt kecil. Saya takut tidak kuat membawa yang besar. Nenek tersenyum, BP pun pulang. Sesampainya di rumah, BP : Ibu.. aku memnemukan bajunya.. Setelah menyerahkan baju itu BP masuk kamar dan membelah labu nya . BP : wah..ada emas dan permata banyak sekali. Aku harus memberitahukan Ibu dan bawang merah ..! BP memanggil ibu dan BM.. BP : ibu, merah, coba lihat apa yang aku temukan, didalam labu yang aku belah ada emas dan permata yang banyak sekali. Ibu dan BM merebut perhiasan tsb. Mereka terlihat senang. Ibu : hey BP , bagaimana kamu mendapatkannya? BP : ketika mencari baju ibu yang hanyut, ternyata sesorang nenek yang menemukannya . dia akan mengembalikan kalau aku tinggal 2 hari bersamanya. Kemudian sebelum pulang aku diberi labu sebagai hadiah. Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya langsung menjauh. BM : Ibu, aku juga mau punya perhiasan yang banyak seperti BP Ibu : Ibu juga mau sayang, ah.. bagaimana kalau kau juga seperti bawang putih? BM : maksud ibu ? Ibu : kau mencuci baju, kemudian kau juga menginap dirumah nenek itu, sebelum pulang kau pinta labu darinya, bagaimana? BM : ibu memang pintar... -dirumah nenekBM : nek apa nenek melihat baju yang hanyut ? Nenek : Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu, kata nenek. Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama 2 hari BM : baiklah nenek baik Nenek : kamu bantu nyapu ya BM : tidak mau, aku tidak biasa untuk menyapu

Nenek : kalau begitu kasih makan kambing ya BM : tidak mau, kambing itu bau -2 hari kemudianNenek : BM, ini sudah 2 hari maka kau boleh pergi, ambillah baju ini (menyodorkan baju) BM : Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama 2 hari? tanya bawang merah. Nenek : baiklah kalau kamu meminta hadiah . silahkan pilih dari 2 labu itu (labu besar dan labu kecil) Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi. Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. BM : (berteriak) Ibuu, aku mendapatkan labu nya .. Ibu : apa? Kamu berhasil mendapatkan labunya ? BM : iya, aku sengaja pilih yang besar supaya perhiasan yang kita dapatkan banyak sekali. Ibu : ah, sebelum kita belah, kita harus menyuruh BP pergi supaya dia gak minta bagian. BM : ah.. betul itu bu.. Ibu : Bawang putih.. (BP datang) . BP, kamu main di sungai sana.. yang lama ya.. awas lho kalau gak lama. BP yang disuruh untuk main langsung senang dan pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lainlain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.