Anda di halaman 1dari 3

Cara Bercerita dan Merekamnya

Author : idcerita | April 15, 2011 at 9:02 pm Apakah setiap orang bisa bercerita? Bagaimana cara bercerita? Bagaimana cara merekamnya? Simak yuk. Apakah saya bisa bercerita? Ya! Pasti. Setiap orang adalah pencerita alami Bagaimana cara bercerita yang memikat? Cerita pada dasarnya telah memikat sehingga memudahkan kita untuk bercerita selama emosi antara cerita dan cara bercerita bisa sinkron. Beberapa tipsnya adalah 1. Percaya diri 2. Bercerita penuh antusias Bagaimana tahapan bercerita? 1. Sampaikan salam. Perkenalkan diri dan sebutkan cerita yang akan disampaikan 2. Ajukan pertanyaan dan beri jeda agar memberi kesempatan pada anak untuk merespon pertanyaan. 3. Selingi dengan pertanyaan atau lelucon ditengah cerita agar perhatian anak tetap terpusat 4. Sampaikan pelajaran dari cerita 5. Sebutkan nama pencerita. Jika mau menyebutkan asal organisasi, komunitas atau daerah diperbolehkan Apa alat yang dibutuhkan untuk merekam cerita? Anda dibebaskan menggunakan berbagai peralatan untuk merekam cerita mulai dari hp, bb, mp3 player hingga studio rekaman. Bagaimana cara merekam? Baca dan hayati sebuah cerita sebelum anda merekamnya. Pastikan jarak antara mic dengan mulut tetap terjaga. Apabila menggunakan hp/bb, gunakan posisi menelepon untuk bercerita dan merekamnya. Apakah saya boleh menambahkan podcast cerita anak dengan musik atau bunyi-bunyi lain? Boleh. Bunyi-bunyian bebas anda gunakan agar membuat cerita lebih menarik. Musik bisa digunakan selama memperhatikan hak cipta dari musik yang digunakan.

#EduStory 5: Membuat Cara Bercerita Kita Menjadi Asik


Author : rudicahyo | November 6, 2011 at 10:26 am Bercerita pada anak itu susah-susah mudah. Bagaimana tips bercerita yang asyik?

Bu Tutik, 36 tahun, mulai menyukai bercerita kepada anaknya. Kesenangan bercerita ini belakangan memudar karena muncul ketidakpercayaan diri ketika bercerita. Dia merasa cara berceritanya tidak keren seperti para pencerita yang pernah ia temui di acara-acara seminar atau yang ia lihat di acara televisi. Selain itu, anaknya juga tidak seperti pada waktu awal-awal dulu. Sekarang Dondi, anaknya, lebih cepat bosan dan perhatiannya tidak terfokus pada cerita. Ia lebih senang dengan aktivitasnya sendiri. Seandainya memperhatikan, itu mungkin hanya di lima menit awal saja. Nah, bagaimana kita membantu kesulitan Bu Tutik ini? Bercerita jadi salah satu tantangan tersendiri buat pendamping, orangtua, kakak, atau para pengasuh. Kita tahu manfaat bercerita, kita tahu bahwa budaya bercerita harus dilestarikan, tapi kita masih kesulitan dalam melakukan aksi nyata, yaitu bercerita. Hal ini bisa jadi boomerang, alih-alih bercerita jadi kebiasaan sehari-hari, kesulitan bercerita bisa memusnahkan gairah dalam melakukannya. Mungkin kita membayangkan cerita kita akan didengarkan dengan seksama. Atau mungkin kita melihat performa para pencerita profesional yang sudah luar biasa. Respon anak yang kurang bagus juga menjadi satu alasan semangat bercerita semakin menyusut. Bayangan kita tentang cara bercerita yang spektakuler bisa membuat kita sibuk menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan teknis bercerita, sehingga mengabaikan semangatnya. Rasa takut, khawatir, was-was kalau nantinya cara kita bercerita kurang bagus, juga menjadi penghambat. Efeknya, emosinya tidak terlibat dan anak merasa cerita kita tidak hidup. Anak merasa tidak ikut dalam proses cerita. Akibatnya, reaksi negatif dari mereka juga semakin menyurutkan semangat kita dalam bercerita. Padahal, kita bisa menerapkan cara sederhana yang juga punya efek sama. Misalnya membaca buku cerita dengan suara keras, gerak tanpa suara, atau mendayagunakan tubuh dan ekspresi dalam cerita dengan gaya sendiri. Bagaimana kita bisa memanfaatkan cara dan media sederhana dalam bercerita? Ayo Kakak kita berbagi pengalaman dan pengetahuan di #EduStory 5: Bagaimana Bercerita Menjadi Asik? 1. Membaca Keras Ini adalah cara termudah dalam bercerita, yaitu menggunakan cerita yang sudah ada. Kita tinggal membacakannya kepada anak. Boleh kita baca dulu agar selanjutnya lebih lancar. Cerita yang sudah dikemas dengan gaya bahasa bertutur akan mempermudah. Tapi cerita yang terdapat di buku biasanya butuh dikelola ulang agar bisa dibacakan dengan enak. Nah, berarti kita butuh cara membaca yang menarik. Bagaimana itu? Ayo kita berbagi di #EduStory 5.

2. Gerak Tanpa Suara Cara bercerita seperti ini seperti berpantomim. Tahu kan pantomim? Cara seperti ini memang tidak lumrah. Namun karena tidak lumrah itu, biasanya anak tertarik memperhatikannya. Di sisi lain, karena tidak biasa, maka kita perlu tahu bagaimana caranya. Nah, bagaimana itu? Ayo kita berbagi di #EduStory 5. 3. Mendayagunakan Diri Secara Total Cara bercerita ini yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan kita dan para profesional. Bercerita dengan cara ini menggunakan bahasa verbal dan nonverbal secara total. Menyelaraskan apa yang kita ucapkan dengan ekspresi dan gestur adalah kuncinya. Namun, bagaimana melakukan cara ini dengan baik? Ayo kita berbagi di #EduStory 5. Setiap orang punya caranya sendiri dalam bercerita. Kita tahu bagaimanan membuat itu menarik. Kita juga pasti punya kepekaan untuk mengenali kondisi pendengar dan menyesuaikan bagaimana cara bercerita. Bagaimana agar cara kita bercerita menjadi asyik? Ayo kak sharingkan tipsnya #EduStory Senin, 6 Nopember 2011, 19.00-22.00 WIB.