Anda di halaman 1dari 6

KMB 4 KASUS PERSARAFAN

KELOMPOK 2 TUTORIAL
DOSEN : Ns. UJI KAWURYAN, S.Kep AFNURIKI AMRULLAH ARIFIN SURYA ARISTA PRATAMA ANDIKA DEFFI HARIYANTI HABOBI IKA VIDIASTUTI LAYATI HIDAYAH MARWATI PARLIANI RIKO FUJI HANDOYO SRI HARDIANTI TIRZA UMAMI

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH PONTIANAK 2011

KASUS:
Tn.S umur 54 tahun, dibawa ke RSDS dengan keluhan sedang mencangkul tibatiba terjatuh. Hemiplegi pada kaki kanan dan tangan kanan, bicara pelo, kepala pusing, tengkuk sakit, klien tampak lemas dengan keadaannya. Saat diperiksa TD: 180/140 mmHg, N:110X/menit, suhu : 37,40C. Kapileri refill > 3 detik. Keluarga mengatakan klien perokok berat, tidak pernah olahraga dan suka makan berlemak. JAWABAN : 1. Konsep Penyakit Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang merupakan kegawatdaruratan yang harus ditangani secara tepat dan cepat juga cermat. Stroke adalah syndroma klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif cepat dan berupa defisit neurologis fokal dan/atau globalyang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan semata-mata disebabkan oleh perdarahan otak non traumatik. Stoke terbagi menjadi 2: a. Stroke Non-Hemoragik Merupakan penyakit yang mendominasi kelompok usia menengah dan dewasa tua yang kebanyakan berkaitan erat dengan kejadian arterosklerosis (trombosis) dan penyakit jantung (emboli) yang dicetuskan oleh adanya faktor predisposisi hipertensi. Oklusi pembuluh darah otak dapat disebabkan oleh suatu emboli, trombus antegrad atau penyakit pembuluh darah otak sendiri. b. Sroke Hemoragik Stroke yyang terjadi sebagai akibat pecahnya pembuluh darah yang rapuh di otak. Dua tipe pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan stroke hemoragik yaitu aneurisme dan arteriovenus malformations (AVMS). Aneurime adalah pengembangan pembuluh darah otak yang semakin rapuh sehingga dapat pecah. Atreovenous malformatios

adalah pembuluh darah mempunyai bentuk abnormal sehingga mudah pecah dan menimbulkan perdarahan otak.

2. Analisis Penyebab Masalah a. Pola hidup tidak sehat ( klien perokok berat, tidak pernah olahraga, dan sering makan makanan berlemak) b. Jenis kelamin ( persentasi laki-laki > perempuan ) c. Usia d. TD: 180/140 mmHg (hipertensi berat) 3. Dampak bagi kesehatan individu Akibat atau dampak dari polahidup tidak sehat seperti merokok, tidak pernah olahraga, dan makan makanan berlemak 4. Data Untuk Melengkapi Pengkajian a. Keluhan Utama Riwayat Penyakit sekarang Riwayat penyakitdahulu Riawayat penyakit keluarga

b. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Pemeriksaan GCS Pemeriksaan tonus otot/kekuatan otot Keadaaan gizi TTV Pengkjian skala nyeri

c. Pemeiksaan Penunjang Darah lengkap Foto thorak CT-scan Ekg Hemoglobim Leukosit Trombosit Hemothorak Gula darah Creatinin

uranium

5. Pemeriksaan Diagnostik a. CT-scan : merupakan pemeriksaan pada stroke untuk membedakan infark dan perdarahan b. MRI : lebih sensitif dari CT-scan dalam mendeteksi infark serebri diri dan infark batang otak. 6. Diagnosa keperawatan dan intervensi a. Perubahan perfusi jaringan serebral b/d hemoragi, interupsi aliran darah DO : - hemiplegi pada kaki dan tangan kanan Pasien berbicara pelo TD : 180/140 mmHg N : 110X/menit RR : 30 x/menit

DS : - pasien mengatakan pusing Pasien mengatakan tengkuk sakit

Intervensi : a. Tentukan faktor-faktor yang behubungan dengan keadaan, penurunan perfusi serebral TIK b. Pantau status neurologis c. Pantau TTV d. Catat perubahan dalam penglihatan e. Kaji fungsi-fungsi yang lebih tinggi, seperti bicara f. Letakkan kepala lebih tinggi g. Pertahankan tirah baring h. Cegah mengejan saat defekasi i. Kaji kegelisahan j. Kolaborasi : kolaborasi obat

b.

Kerusakan mobilitas fisik b/d kelemahan, kerusakan neuromuskuler, DO : - penurunan kekuatan/kontrol otot Ketidakmampuan bergerak pada kaki dan tangan kanan

DS : pasien mengatakan sulit melakukan rentang gerak bebas Intervensi : a. Kaji kemampuan secara fungsional kerusakan awal dan dengan cara yang teratur b. Ubah posisi minimal setiap 2 jam c. Melakukan latihan rentang gerak aktif dan pasif pada semua ekstremitas d. Sokong ektremitas dalam posisi fungsionalnya e. Gunakan penyangga lengan ketika pasien berada dalam posisi tegak f. Tinggikan tangan dan kepala g. Bantu untuk mengembangkan keseimbangan tubuh h. Kolaborasi c. Kerusakan komunikasi verbal b/d kelemahan umum, kehilangan

tonus//kontrol otot fasial/oral. DO : - pasien berbicara pelo Pasien cemas pada keaadannya

DS : - pasien mengatakan bahwa beliau jatuh secara tiba-tiba saat mencangkul Intervensi : a. Kaji tipe/derajat difungsi b. Bedakan antara afasia dengan disatria c. Perhatikan kesalahan dalam komunikasi dan berikan umpan balik d. Mintalah pasien untuk mengucapkan tanda sederhana seperti PUS e. Minta pasien menulis nama f. Berikan metode komunikasi alternatif seperti menulis di papan tulis g. Bicaralah dengan nada normal Pasien mengatakan kelelahan seluruh tubuhnya

h. Hindari bicara yang cepat i. Kolaborasi d. Kurang perawatan diri b/d nyeri/ ketidaknyamanan, kehilangan

kontrol/koordinasi otot Intervensi : a. Kaji kemampuan dan tingkat kekurangan untuk melakukan kebutuhan sehari-hari b. Pertahankan dukungan sikap yang tegas c. Gunakan alat bantu pribadi d. Kaji kemampuan pasien tentang berkomunikasi ttg kebutuhan untuk menghindari menggunakan urinal, bedpal. e. Berikan umpan balik yang positif setiap usaha yang dilakukannya f. Kolaborasi e. Gangguan konsep diri b/d peerubahan biofisik, psikososial dan persetual kognitif Intervensi : a. Kaji luasnya gangguan persepsi dan hubungan dengan derajat

ketidakmampuan b. Anjurkan pasien untuk mengekspresikan perasaanya c. Catat daerah yang sakit pada klien d. Tekankan keberhasilan yang kecil sekalipun baik

penyembuhan/kemandirian pasien e. Bantu dan dorong kebiasaan berpakaian dan berdandan yang baik f. Berikan dorongan terhadap usaha klien g. Pantau gangguan tidur h. kolaborasi