Anda di halaman 1dari 2

Pertemukan Karyawan dengan Manajemen

DINAS Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Pekalongan menawarkan upaya konsiliasi kepada karyawan dan PT Mujatex untuk penyelesaian masalah tuntutan PHK. Hal itu dikatakan Slamet Hariyadi SH MHum dari Dinsosnakertrans menyikapi masalah ketenagakerjaan di perusahaan pemintalan benang, PT Mujatex yang masih berlarut-larut, kemarin. Memang sampai aksi mogok karyawan PT Mujatex masih berlangsung dan mereka belum mengakhiri. Katanya sampai terjadi kesepakatan dipenuhinya tuntutan PHK karena menolak melanjutkan hubungan kerja dengan manajemen baru, katanya. Terhadap masalah itu, pihaknya sekarang ini telah menawarkan berbagai upaya penyelesaian masalah itu sebelum sampai pada mediasi di Dinsosnakertrans. Di antaranya adalah menawarkan konsiliasi, agar dapat diselesaikan dengan baik antara perusahaan dan karyawan. Namun apabila, kedua belah pihak menolak tawaran konsiliasi, maka upaya mediasi dengan mempertemukan karyawan dan manajemen perusahaan dengan mediator Dinsosnakertrans akan ditempuh. Sesuai aturan kami harus menawarkan langkah-langkah penyelesaian terlebih dahulu, agar semua pihak dapat menyelesaikannya sendiri dengan baik, kalau sudah tidak bisa, maka mediasi akan dilakukan, tandasnya. Disebutkan, pada permasalahan PT Mujatex, karyawan berhak mengajukan permohonan untuk menolak bergabung dengan manajemen baru, namun karena PHK atas permintaan sendiri, maka pesangonnya 1 kali ketentuan undang-undang ketenagakerjaan, atau berdasarkan hasil kesepakatan bersama. Karena itu, langkah-langkah yang dilakukan adalah untuk mencapai kesepakatan bersama antara karyawan dan manajemen perusahaan, kalau memang tidak bisa kami dari Dinsosnakertrans akan menengahi permasalahannya, ungkapnya.

Karyawan Kopegtel Batal Mogok PURWOKERTO- Karyawan Koperasi Pegawai Telkom (Kopegtel) Purwokerto akhirnya batal mogok kerja. Pembatalan terjadi setelah ada kesepakatan bakal dibentuk tim bersama antara karyawan dan manajemen untuk mengakomodasi aspirasi karyawan.

Kesepakatan tercapai setelah para karyawan bertemu manajemen Kopegtel (manajer, pengurus, dan badan pengawas). Semula karyawan berencana mogok pada 24-31 Agustus karena tuntutan agar Manajer Kopegtel Anton Hanafi mengundurkan diri tak kunjung ditanggapi. Karyawan Kopegtel Purwokerto sekitar 60 orang. Mereka tersebar di Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo. Dalam surat tertanggal 30 Juli mereka meminta melalui pembina, badan pengawas, dan pengurus agar manajer mengundurkan diri. Beberapa alasan mereka sertakan dalam surat itu. Pertama, manajer tak dapat menjalin hubungan baik dengan karyawan. Kedua, tak mau menerima masukan. Ketiga, melakukan mutasi tak sesuai dengan kemampuan dan keadaan hingga meresahkan karyawan. Keempat, tak dapat menjalankan struktur organisasi dengan baik. Kelima, tak menjalankan keputusan pengurus dengan baik. Karyawan mengultimatum jika setelah seminggu surat itu tak diperhatikan, mereka siap mogok kerja. ''Namun kami tak jadi mogok setelah pihak manajemen menyanggupi menyelesaikan aspirasi karyawan,'' ujar Wati, seorang karyawan, kemarin. Berita Acara Sebagai konsekuensi pambatalan mogok adalah pembentukan tim bersama. Tim itu yang beranggota wakil karyawan, pengurus koperasi, dan badan pengawas itu akan segera bertemu untuk menyelesaikan persoalan di Kopegtel. ''Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara. Jika tim tak bisa menyelesaikan permasalahan, karyawan sudah memiliki agenda baru,'' katanya. Hubungan Masyarakat PT Telkom Kandatel Purwokerto, Sukarman, menyatakan tim itu akan mengevaluasi kinerja koperasi. "Diharapkan minggu ini sudah ada hasil,'' katanya. Dia mengharapkan persoalan segera teratasi sehingga karyawan tidak resah. Jika tim tak menghasilkan keputusan terbaik, dia mengaku belum tahu apa yang bakal terjadi. Pembatalan aksi mogok membuat suasana dan pelayanan di Kantor Kopegtel dan PT Telkom, Jalan Merdeka Purwokerto, berlangsung seperti biasa. Pembayaran tagihan rekening telepon tetap berlangsung. Antrean panjang memang tak terlihat, karena kemarin batas akhir pembayaran rekening telah terlewat.