Anda di halaman 1dari 5

kepada, yth. Bapak Tonny Setiadi Di - Tempat Assalamualaikum wr. wb.

Dengan hormat, Sehubungan dengan adanya Peraturan Bank Indonesia No. 14/18/PBI/2012 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum (KPMM), maka dengan ini kami memohon bantuan bapak kiranya dapat memberikan : 1. contoh pedoman tata cara penyusunan KPMM tersebut terkait PBI diatas, sebagaimana hasil konsultasi kita sebelumnya pada saat pelatihan pengembangan produk BPD Sultra di Kendari, 2. melalui surat ini pula kami memohon perkenan bapak untuk dapat memberikan masukkan berupa jobdesk maupun model kertas kerja/laporan apa saja terkait bagian pembinaan cabang (khusus outlet) divisi perencanaan berdasarkan pengalaman bapak sebelumnya. demikian kami sampaikan, kiranya permintaan dimaksud dapat dipenuhi pada kesempatan pertama sebagai bahan referensi kami selanjutnya. Atas perkenan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. TTD Samaluddin (Kabag. Pembinaan Cabang Divisi Perencanaan BPD Sultra) Ejun Samson (Pelaksana Pembinaan Cabang)

mohon maaf sebelumnya, terkait KPMM sesuai PBI no.14/18/PBI/2012 yang kami emailkan sebelumnya, kami mohon bantuan bapak untuk memberikan gambaran sbb : 1. cara menetapkan & menyusun asset keuangan yang digunakan untuk memenuhi CEMA minimum, 2. cara menyusun kebijakan dan prosedur valuasi termasuk memiliki sistem informasi manajemen dan pengendalian proses valuasi yang memadai dan terintegrasi dengan sistem manajemen resiko dan berlandaskan pada prinsip kehati-hatian, 3. cara menyusun pedoman ICAAP yang disesuaikan dengan ukuran, karakteristik, kompleksitas usaha bank dan paling kurang mencakup : a. pengawasan aktif dewan pengawas & direksi, b. penilaian kecukupan modal, c. pemantauan dan pelaporan d. pengendalian internal demikian kami sampaikan sebagai tambahan permohonan kami sebelumnya, atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.

For : BANK SULTRA @Tonny Setiadi

Page 1

Kepada; Dari PerIhal Tanggal

Bpk2 Samaluddin , Ejun Samson & Jeffri Tonny Setiadi Ref your request 12 Janusri 2013

Refer pada email setahun lalu, bersama ini disampaikan hal hal sbb :

Tentang contoh pedoman KPMM


Sebaiknya dalam menyusun pedoman KPMM sesuai dengan PBI no. 14/18/2012 tentang KPMM adalah berpedoman pada contoh SOP yang telah saya kirimkan tempo hari yakni : Lembar pertama berisi dasar konsideran SK Direksi yang beisi dasar bahwa Direksi Bank Sultra memutuskan , tentunya didahului mempertimbangkan, memperhatikan , dan memutuskan dan menetapkan, sebagaiaman SKEP dari Direksi yg biasanya berlaku di Bank Sultra Lembar kedua berupa lampiran dari SKEP tersebut menjelaskan pedoman dan prosedur penyusunan KPMM dengan pokok bahasan sesuai outline kebijakan , Peraturan , Pedoman dan Prosedur serta Formulir yang digunakan Kebijakan : Uraikan tentang hubungan risiko degan modal , bahwa Bank memiliki kebiajakan berapa yang aan menjadi minimum ICAAP nya dstnya Peraturan : Uraikan bahwa sesuai PBI no 14/18 dan kaitkan dengan PBI lain seperti yg berkait dengan ICAAP seperti PBI ttg Risiko Pasar, Operasional , BUKU dll Pedoman & Prosedur: uraikan tentangprosedur yang harus dilakukan , siapa yg berkewajiban membuat ? siapa yg berkewajiban melakukan pencatatan keuangan setiap hari , termasuk dalam prosedur tersebut gambarakan diagram dan rujukan sesuai chart of account nyaserta kapan batas waktu terakhir disampaikan ke BI dan perhatikan pula tentang pengendalian internal yakni siapa yg memebuat, siapa yg memeriksa dan siapa yg menyetujui , usahakan ada keterlibatan beberapa unit kerja ( hindarkan ada pemisahan antara yg melakukan pencatatan dan yg melakukan pelaporan serta quality assurance dari temen temen audit) Formulir yang digunakan Catatan ; tentunya profil risiko adalah hasil perhitungan yg dilakukan oleh unit kerja manajemen risiko sebagai sumber yg dipertiumbangkan setelah menghitung atmr risiko kredit, pasar dan operasional , karena sebagaimana PBI 14/18 besaran KPMM relative karena dipengaruhi oleh Profil Risiko nya
For : BANK SULTRA @Tonny Setiadi Page 2

Tentang CEMA ,
Capital Equivalency Maintained Assets yang selanjutnya disingkat CEMA adalah alokasi dana usaha kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri yang wajib ditempatkan pada asset keuangan dalam jumlah dan persyaratan tertentu dapat disampaikan bahwa CEMA hanya berlaku bagi bank yang berstatus cabang di Indonesia ( bukan badan hokum menurut undang undang Perseroan Terbatas no, UU no. 20/2007 ttg Perseroan Terbatas , sehingga Bank Sultra tidak berkewajiban untuk menygikuti CEMA

Tentang Cara Menyusun Kebijakan Dan Prosedur Valuasi


Dapat disampaikan bahwa valuasi dilakukan untuk instrument yang nilainya berubah seperti yg tercatat pada asset keuangan trading book yakni pos pos siap dijual ataupun diperdagangkan dan serta modal yg berasal dari instrument hybrid dan innovative , prinsip dasar bahwa pendekatannya harus selalu didasarkan perhitungan yg konservativ yakni kalau berkait dengan sisi aktiva sebaiknya diambil yg tertinggi jika disisi liabilitas dan modal diambil yg terendah , Bank wajib melakukan valuasi secara harian terhadap posisi Trading Book secara akurat. Dalam melakukan valuasi Bank wajib memiliki kebijakan dan prosedur valuasi, termasuk memiliki sistem informasi manajemen dan pengendalian proses valuasi yang memadai dan terintegrasi dengan sistem manajemen risiko. ( ingat harus dipisahkan yg melakukan trading dengan yg mencatatnya ) demikian pula sumber informasi adalah hasil posisi end of day pasar terkait ataupun jika tidak tersedia gunakan referensi dari government securities sbg benchmarknya ) Kebijakan dan prosedur valuasi berlandaskan pada prinsip kehati-hatian , ( inget pedoman kita kebijakan, peraturan, prosedur/pedoman , pisahkan yg mencatat dan yg melakukan jual belinya , serta peran pihak independen bias riskmanager bias juga SKAI) Penyesuaian hasil valuasi dilakukan berdasarkan pemantauan harian maupun hasil verifikasi oleh pihak yang tidak ikut dalam pelaksanaan valuasi (masukan dlm pedoman) valuasi yang belum mencerminkan nilai wajar dapat terjadi pada valuasi dengan menggunakan model/teknik penilaian ( masukan dalam pedoman)

Tentang Pedoman menyusun ICAAP


Dikatakan sesuai dengan ukuran , karakteristik dan kompleksitas usaha Bank setidak tidaknya sesuai dengan PBI tersebut maka Bank menyesuaikan dengan besaran profil risikonya sebagai dasar menentukan besaran prosentasi CAR , nah bahwa proses ICAAP = proses pengukuran kecukupan Modal adalah merupakan hasil kerja semua pihak dan sebagaimana prosedur dalam proses manajemen risiko maka perlu

For : BANK SULTRA @Tonny Setiadi

Page 3

Adanya pengawasan aktif dari pengurus ( dewan komisaris dan direksi) ditandai bahwa pedoman tersebut ditandatangani dan dalm pedoman tersebut ada laporan rutin kepada pihak terkait yg ditandatangani oloeh direksi disetujui oleh komisaris Penilaian kecukupan modal dilakukan valuasinya berdasarkan azas jika instrument yg terkait dengan harga pasar maka dilakukan valuasi harian Pemantauan dan pelaporan , adalah adanya unit kerja yg bertanggung jawab untuk melakukan pemantauan dan melaporkan nya kepada direksi komisaris setiap saat tentang posisinya apalagi jika terjadi penurunan ataupun peningkatan salah satu variable penilaian karena hasil valuasi yg menyebabkan aytaupun berpengaruh pada besaran KPMM lebih kecil dari jumlah yg ditentukan Pengendalian internal adalah proses penhitungan benar benar memenuhi kualitas , yakni adanya pembagian peran yg membuat, yg memeriksa dan yg menyetujui serta yg melakukan verifikasi (independen)

Tentang jobdesk dan model kertas kerja pembinaan cabang


Jobdesk Sebelum menyusun jobdesk , alangkah baiknya sudah dilakukan bisnis mapping yakni mengurutkan proses bisnis dari awal pekerjaan itu ada , semisal Bank hanya punya dua pintu yg menyebabkan berubahnya neraca , yakni pintu dari transaksi tunai dan pintu transaksi non tunai , diurutkan menggunakan modek flowchart hingga sampai akhir dari pekerjaa berupa laporan manajemen dan neraca harian dlsbnya. Pada setiap titik tersebut , susunlan pekerjaan apa yg harus dilakukan oleh personel (yg berada pada tiap event dalam flowchart) , sehingga dari flowchart tersebut akan dapat diperoleh gambaran : kompetensi staff yg dibutuhkan , baik dari sisi pengetahuan , keahlian kerja serta perilakunya ( dikenal SKA , Skill, Knowledge dan Attitude nya ) misalnya : Staff yg banyak bicara tidak cocok jika ditempatkan pada pekerjaan posting transaksi dan mengetahui saldo nasabah misalnya..nah itu urusan SDM ha ha ) Dengan flowchart tersebut dapat diperoleh informasi bahwa setiap event itu membutuhkan kualitas pekerjaan yg bagaimana paling minimal agar tidak membebani urutan selanjutnya , juga dapat dilihat paparan risiko yg mungkin terjadi yg membuat urutan selanjutnya akan terpapar risiko yg lebih besar dstnya Nah setelah diperoleh modelnya lakukan kajian berupa persyaratan dasar kompetensi , , misalnya terkait dgn knowledge , apakah jabatan tersebut harus diisi dgn staff yg berpendidikan D3/S1 atau S2 , dilihat dari skill dan pengaruhnya terhadap kualitas urutan pekerjaan selanjutnya pengalaman kerja yg bagaimana yg dibutuhkan agar ketelitian, kecepatan di titik tersebut tidak menjadikan beban bagi urutan pekerjaan selanjutnya sedangkan attitude juga dimasukkan dalam daftar persyaratan kompetensi jabatan tersebut. Masing masing susunlah jobdesk pada setiap titik flowchartdan inget pengen dalian internal haruslah mendasari setiap hasil kerjaan sebagai quality assurance.
For : BANK SULTRA @Tonny Setiadi Page 4

Tentang Model pembinaan Cabang Sebelum menyusun model Pembinaan Cabang temukan bagaimana arahan Direksi dalam perlakuan Cabang , sebaiknya performance pemimpin cabang bertanggung jawab atas hal hal 1) performance keuangan ( laba , kualitas asset, sumber dana dan effisiensi ) nah ratio yg digunakan disesuaikan permintaan Direksi, pada beberapa Bank telah menggunakan konsep EVA , termasuk informasi marketshare dan potensi persaingan dll. , tetapi yg paling sederhana adalah menggunakan ratio ratio yg terkait dengan penghitungan dimensi akutansi dan dimensi tingkat kesehatan Bank , yg sudah maju mencakup tentang pelaksanaan GCG , risk profile , namun yg sederhana menggunakan CAMEL sedangkan ratio ratio keuangan seperti ratio RoA,LDR, BMPK, BoPO, Pertumbuhan Dana, Asset, Laba diperbandingkan dgn rata rata kinerja seluruh kantor sebagai informasi pelengkap 2) pembinaan karyawan , bagi cabang yang mampu melakukan pembinaan karyawan dengan pencapaian ratio produktifitas karyawan yang lebih tinggi dari rata rata produktifitas keseluruhan Bank dan produktifitas dilakukan dnegan beberapa pendekatan seperti ratio karyawan terhadap asset, terhadap laba, terhadap sumberdana, terhadap kualitas kredit, terhadap biaya dana dlsbnya. 3) service level, pemimpin cabang diminta melaporkan tentang jumlah nasabah, lakukan effsiensi jumlah karyawan dgn menghtung jumlah pelayanan dibandingkan dengan jam pelayanan dstnya 4) menjaga asset perusahaan , seperti asuransi, penciptaan transparansi , potensi dan posisi persiangan serta mintakan masing masing cabang menyusun branch goal setting hingga ke masing masing individu dlsbnya Demikian kira kira yg bisa disampaikan dan yg penting semuanya perlu proses karena tidak semudah membalik tangan dan sesuai PBI14/18 , Bank wajib menyampaikan rencana tindak penyesuaian kegiatan usaha, kegiatan valuta asing, penyertaan, dan pemenuhan kewajiban penyaluran kredit atau pembiayaan produktif paling lambat akhir bulan Maret 2013. Semoga membantu

For : BANK SULTRA @Tonny Setiadi

Page 5