Anda di halaman 1dari 4

Garis Besar Teori Hukum Pembangunan Teori Hukum Pembangunan sampai saat ini adalah teori hukum yang

eksis di Indonesia karena diciptakan oleh orang Indonesia dengan melihat dimensi dan kultur masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan tolok ukur dimensi teori hukum pembangunan tersebut lahir, tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi Indonesia maka hakikatnya jikalau diterapkan dalam aplikasinya akan sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat Indonesia yang pluralistik. Kedua, secara dimensional maka Teori Hukum Pembangunan memakai kerangka acuan pada pandangan hidup (way of live) masyarakat serta bangsa Indonesia Teori Hukum Pembangunan (struktur), berdasarkan asas Pancasila yang bersifat kekeluargaan maka terhadap norma, asas, lembaga dan kaidah yang terdapat dalam tersebut relatif sudah merupakan dimensi yang meliputi structure W. Friedman.1 Ketiga,

culture (kultur) dan substance (substansi) sebagaimana dikatakan oleh Lawrence pada dasarnya Teori Hukum Pembangunan memberikan dasar fungsi hukum sebagai sarana pembaharuan masyarakat 2(law as a tool social engeneering) dan hukum sebagai suatu sistem sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang. 3 Konsep hukum pembangunan ini akhirnya diberi nama oleh para muridmuridnya dengan "Teori Hukum Pembangunan" 4atau lebih dikenal dengan Madzhab UNPAD. Ada 2 (dua) aspek yang melatarbelakangi kemunculan teori hukum ini, yaitu: Pertama, ada asumsi bahwa hukum tidak dapat berperan bahkan menghambat perubahan masyarakat. Kedua, dalam kenyataan di masyarakat Indonesia telah terjadi perubahan alam pemikiran masyarakat ke arah hukum modern.5 Oleh karena itu, Mochtar Kusumaatmadja mengemukakan tujuan pokok
1

Lawrence W. Friedman, American Law: An invaluable guide to the many faces of the law, and how it affects our daily our daily lives, W.W. Norton & Company, New York, 1984, hlm. 1-8.
2

Romli Atmasasmita, Menata Kembali Masa Depan Pembangunan Hukum Nasional , Makalah

disampaikan dalam Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII di Denpasar, 14-18 Juli 2003, hlm. 7.
3

Lili Rasjidi dan Ida Bagus Wiyasa Putra, Hukum Sebagai Suatu Sistem, Penerbit: CV. Mandar Maju,

Bandung, 2003, hlm. 5 dstnya


4

Ibid, hlm. 182

Otje Salman dan Eddy Damian (ed), Konsep-Konsep Hukum dalam Pembangunan dari Prof. Dr. Mochtar

hukum bila direduksi pada satu hal saja adalah ketertiban yang dijadikan syarat pokok bagi adanya masyarakat yang teratur. Selanjutnya untuk mencapai ketertiban diusahakan adanya kepastian hukum dalam pergaulan manusia di masyarakat, karena tidak mungkin manusia dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang diberikan Tuhan kepadanya secara optimal tanpa adanya kepastian hukum dan ketertiban.Fungsi hukum dalam masyarakat Indonesia yang sedang membangun tidak cukup untuk menjamin kepastian dan ketertiban. Pengaruh Aliran Hukum Alam dalam Teori Pembangunan Yang dimasudkan dengan hukum alam menurut ajaran ini ialah hukum yang berlaku universal dan abadi. Menilik sumbernya, hukum alam ini ada yang bersumber dari tuhan (irasional) dan yang bersumber dari tuhan dikembangkan misalnya dan terutama oleh para pemikir skolastik pada abad pertengahan seperti Thomas Aquino, Gratianus, John Salisbury, Dante, Piere Dubois, Marsilius Padua, Johannes Haus, dan lain-lain. Hukum alam telah memainkan peranan penting dalam sejarah pemikiran manusia. Ia berdiri sama kuatnya dengan revolusi ide yang terjadi. Hingga kini, hukum alam tetap berpengaruh dan memberikan sumbangan besar terhadap kehidupan manusia. Hukum alam memberikan dasar etika bagi berlakunya hukum positif, memberikan dasar pembenaran bagi berlakunya kebebasan manusia dalam kehidupan bernegara, membarian dasar terhadap pengakuan hak-hak dasar manusia dalam kehidupan bernegara, memberian dasar bagi konstitusi beberapa Negara, member dasar berlakunya hukum internasional sebagai dasar pengubahan hukum romawi menjadi prinsip-prinsip hukum umum dan berbagai manfaat praktis dan teoritis lainnya. Menurut aliran ini, isi hukum adalah keadilan dan moral. 6 Pengaruh Aliran Positivism Hukum dalam Teori Hukum Pembangunan Positivisme adalah salah satu aliran dalam filsafat (teori) hukum yang beranggapan, bahwa teori hukum itu hanya bersangkut paut dengan hukum positif saja. Ilmu hukum tidak membahas apakah hukum positif itu baik atau buruk, dan
Kusumaatmadja,S.H.,LL.M., Penerbit PT.Alumni, Bandung, 2002, hlm. V.
6

Prof.Dr.H.R Otje Salman S.,S.H.,Filsafat hukum (perkembangan&Dinamika Masalah).Jakarta 2010,refika aditama.hlm 43

tidak pula membahas soal efektivitasnya hukum dalam masyarakat 7 .Aliran hukum positif menganggap bahwa kedua hal yaitu hukum dan moral merupakan dua hal yang harus dipisahkan.8 Aliran hukum positif dibagi 2 yaitu aliran hukum positif analitis dan aliran hukum positif murni. Aliran hukum positif yang analitis mengartikan hukum itu sebagai perintah dari pembentuk undang-undang atau penguasa, yaitu suatu perinta dari mereka yang memegang kekuasaan tertinggi atau yang memegang kedaulatan.Hukum secara tegas dipisahkan dari moral, jadi dari hal yang berkaitan dengan keadilan, dan tidak didasarkan atas pertimbangan atau penilaian nilai buruk.9Aliran hukum ini menegaskan bahwa Undang-undang ialah satu-satunya sumber hukum tertulis, mengakibatkan terjadinya kepastian hukum dan mengikat secara umum. Pengaruh Aliran Utilitarianisme dalam Teori Hukum Pembangunan Aliran utilitarianisme yaitu manusia akan bertindak untuk mendapatkan

kebahagiaan yang sebesar-besarnya dan mengurangi penderitaan. 10 Dalam pembentukan undang-undang menurut aliran utilitarianisme

hendaknya dapat melahirkan undang-undang yang dapat mencerminan keadilan bagi semua individu.dengan berpegang pada prinsip itu terletak bahwa suatu perbuatan itu hendaknya bertujuan untukk aliran mencapai yang sebanyak mungkin kebahagiaan .utilitarianisme merupakan meletakan dasar-dasar

ekonomi bagi pemikiran hukum. Prinsip utama pemikiran aliran ini tujuan dan evaluasi hukum.11 Konsep pemikiran utilitarianisme Nampak melekat dalam pembukaan UUD alinea ke 2, terutama pada makna adil dan makmur.sebagaimana dipahami
7

Achmad Roestandi, Responsi Filsafat Hukum. Armico-Bandung, 1992. hlm. 79. Prof.DR.H.LILI RASJIDI,S.H,S.Sos,LL.M. dan IRA THANIA RASJIDI.,op cit ,hlm 55 Ibid, hlm 56 Prof.DR.H.LILI RASJIDI,S.H,S.Sos,LL.M. dan IRA THANIA RASJIDI op cit,hlm 55

10

11

Prof.Dr.H.R Otje salmanS,.SH., Filsafat hukum (perkembangan & dinamika masalah) opcit,.hlm 44

bahwa tujuan hukum pada daarnya adalah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, sebagaimana Bentham menjelaskan the great happiness for the greatest number.12 Pentingnya Teori Hukum Pembangunan Untuk Menjadi Mata Kuliah Wajib S1 fakultas Hukum Unpad Menggantikan Mata Kuliah Filsafat Hukum Filsafat hukum telah memegang peranan di dalam memimpin semua telaah tentang lembaga-lembaga manusia, mulai dari pemikir-pemikir Yunani yang hidup dalam abad kelima sebelum masehi. hukum. Mata kuliah Teori Hukum Pembangunan menggantikan mata kuliah Filsafat Hukum karena teori Hukum Pembangunan mempelajari aliran-aliran dalam filsafat hukum yang melandasi konsepsi hukum sebagai sarana pembangunan, membahas dan mempelajari pengertian hukum, sistem hukum, fungsi hukum, dalam pembinaan serta pendidikan hukum yang sesuai dengan bangsa dan negara Indonesia yang sedang membangun.14
13

Filsafat telah menjadi seorang abdi yang

berguna dalam semua tingkatan dari apa yang pantas kita sebutkan perkembangan

12

Prof.Dr.H.R. Otje Salman S.,SH.dan Anthon F.Susanto,SH., M.HUM., 2004., .hlm 156 Roscoe Pound, Pengantar filsafat hukum,Penerbit :BHRATARA, cetakan ke V .1996.hlm 1

13

14

________, Pedoman Penyelenggaraan Program Pendidikan Sarjana (S1) Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Tahun 2007, Bandung, 2007, hlm. 20.