Anda di halaman 1dari 33

PETA TO PO G RAFI DAN P E N G G U N AA N N YA

Oleh : I MADE SANDY

J A K A R T A O K T O B E R 1988

rewrite by : geoholic'04

DAFTAR ISI PETA DAN PENGGUNAANNYA

1. PENDAHULUAN........................................................................................................3 2. PEMBUATAN PETA....................................................................................................3 3. RANGKA PETA...........................................................................................................3 4. GARIS TEPI PETA.......................................................................................................5 5. DATA DISEKITAR GARIS TEPI................................................................................6 6. UNSUR UNSUR PETA TOPOGRAFI......................................................................7 7. KOORDINAT GRID DAN KOORDINAT GEOGRAFI.............................................8 8. MEMAKNAI PETA....................................................................................................10 9. SEKALA PETA..........................................................................................................10 10. MENGHITUNG JARAK............................................................................................11 11. MENENTUKAN ARAH............................................................................................12 12. MENENTUKAN ARAH DENGAN KOMPAS.........................................................12 13. MENENTUKAN ARAH TANPA KOMPAS..............................................................12 14. MENETAPKAN POSISI DALAM PERJALANAN..................................................13 15. MENETAPKAN POSISI DENGAN KOMPAS.........................................................14 16. MEMBACA GARIS TINGGI.....................................................................................16 17. MENGHITUNG LERENG.........................................................................................26 18. MEMBUAT PENAMPANG.......................................................................................27 19. HURUF.......................................................................................................................29 20. LAIN LAIN.............................................................................................................30 21. BENTUK MEDAN....................................................................................................30 22. JENIS BATUAN.........................................................................................................31 23. RINGKASAN.............................................................................................................32

PETA DAN PENGGUNAANNYA PENDAHULUAN


Salah satu alat yang bisa dipakai untuk menyelamatkan diri adalah peta. Peta dibuat untuk dipakai, bukan untuk disimpan, dipuja, apalagi dirahasiakan. Peta yang dibuat secara masal tidak bisa berisi rahasia Peta adalah gambara sebagian dari muka bumi dalam skala yang lebih kecil dan berisi sesuatu jenis informasi tentang muka bumi yang bersangkutan. Kalau informasinya tentang penduduk, namanya peta penduduk. Kalau informasinya tentang hujan, namanya menjadi peta hujan. Kalau informasinya tentang jaringan jalan, namanya menjadi peta jalan. Kalau informasinya tentan topografi atau muka bumi, namanya menjadi peta topografi. Peta topografi inilah yang biasanya dibekalkan kepada orang orang yang akan bergerak dilapangan. Dengan membawa peta topografi tidak sama dengan membawa jimat, meskipun tujuannya sama, yaitu supaya selamat. Membawa jimat cukup dengan dibawa saja, setelah dibungkus baik baik. Tetapi membawa peta topografi tidak cukup dengan dibawa saja, melainkan selalu harus dikonsultasi, supaya yang membawa peta topografi itu selalu tahu posisi dan supaya dia bisa bersiap atau mengantisipasi apa yang ada atau akan dilalui didepan. Jadi dari pembawa peta topografi dituntut keterampilannya dalam menggunakan peta . Sehubungan dengan itu, dalam karangan ini akan dibahas cara cara menggunakan peta, terutapa peta topografi. Tetapi pembahasan tentang penggunann peta topografi tidak akan bisa jelas, kalau tidak ikut dibahas pula tentang pembuatan petanya, serta unsur unsur dari pada peta topografi, meskipun sepintas. Sistematika karangan ini menjadi :

1. 2. 3. 4.

Pendahuluan Pembuatan peta umumnya dan peta topografi Unsur unsur atau isi peta topografi Penggunaan peta topografi PEMBUATAN PETA

Pada dasarnya pembuatan peta itu tidak susah (lihat gambar 1). membuat itu baru menjadi rumit, kalau daerah yang dipetakan itu cukup luas, skala petanya besar dan terpaksa harus dibuat petanya diatas beberapa lembar kertas. Kalau pembuat peta itu tidak hati hati dan teliti, bisa bisa gambarnya tidak nyambung. Penyelesaian sebuah peta topografi mengikuti tahapan sebagai berikut : 1. mengukur (survey) 2. meramu (menyusun) 3. menggambar 4. mencetak RANGKA PETA pengukuran untuk pembuatan peta peta topografi didahului jauh sebelumnya dengan pemasangan tugu tugu triangulasi. Tugu tugu triangulasi ini adalah tugu tugu yang kedudukannya telah diukur, dicatat dan untuk selanjutnya merupakan titik di muka bumi yang telah diketahui setiap pengukuran selanjutnya, senantiasa mengacu kepada salah satu daripada tugu yang demikian itu. Pemasangan tugu triangulasi makan waktu banyak dan ongkos besar. Rangkaian tugu tugu triangulasi itu kemudian merupakan rangka untuk pengukuran peta topografi yang akan terdiri dari ratusan lembar peta untuk indonesia (gambar 2) Penggunaan Peta Topografi 3

Penggunaan Peta Topografi

GARIS TEPI PETA Setiap lembaran peta mempunyai gari tepi. Peta topografi tidak dibuat berhimpit dengan gambar peta disebelahnya

Penggunaan Peta Topografi

DATA DISEKITAR GARIS TEPI sebuah peta selamanya dibatasi oleh garis-garis tepi. Peta topografi tidak dibuat berhimpit melainkan disambung dengan lembaran peta lainnya. Lembar 1 Lembar 2 Lembar 1 Lembar 2

Gambar 4. berhimpit (overlap)

Gambar 5. bersambung

disekitar grasi tepi dari sebuah lembaran peta yang berskala 1:50.000 dan 100.000 biasanya terdapat data atau keterangan. Keterangan atau data itu haruslah dibaca terlebih dahulu oleh setiap pemakai peta. Data atau keterangan yang terdapat disekitar garis tepi menyangkut : a) Nama lembar peta (ditengah tangah atas). Dengan mengambil nama salahsatu desa, kota, yang dipandang penting yang terdapat pada lembaran peta itu. Kalau tidak ada desa atau kota, kadang kadang dipakai juga nama puncak gunung yang terpenting. Nama sungai, pegunungan yang gambarnya bisa melampaui batas tepi peta tidak dipakai. b) Nomor lembar peta (diatas kanan) Nomor lembar sebuah peta biasanya dinyatakan dengan angka arab, angka rumawi dan huruf besar dari abjad. Contoh : 37 XXXVII D c) Nama wilayah atau pulau (diatas kiri) Untuk nama wilayah biasanya dipakai sebuah nama propinsi. Kesulitan yang timbul pada penggunaan nama propinsi adalah, apabila nanti peta itu menggambarkan daerah perbatasan antara dua profinsi. Dalam keadaan demikian, nama kedua propinsi dicantumkan. Contoh : Jawa Barat / Jawa Tengah Kalau nama Pulau uang dipakai, yang tertera menjadi Sumatera. Jenis Huruf yang dipilih untuk a, b, c, diatas berbeda sedikit dengan jenis huruf huruf lainnya yang terdapat pada peta. d) Nomor lembar peta yang bersebelahan yang digambar pada keempat garis tepi peta. e) Tahun cetak, biasanya dikiri bawah. f) Skala dinyatakan dengan garis yang dibagi-bagi atau dengan pecahan 0 10 20 25 50 | | | | 1: 50.000 g) Keterangan atau legenda (dibawah) (lihat gambar 6) menerangkan semua simbul, dan tanda yang dipakai pada peta, beserta warna, singkatan, interval ketinggian. h) Letak peta Disebut juga peta indeks. Nampak koordinat dari pada lembaran peta dan letaknya terhadap lembaran lembaran peta disebelahnya.

Penggunaan Peta Topografi

i) Proyeksi peta Rangka yang dipergunakan untuk pembuatan peta peta itu. Bagi pemakai peta hal ini tidak penting. Masalah proyeksi peta adalah masalah yang harus dipecahkan oleh pembuat peta. j) gambaran sederhana tentang batas batas administrasi Batas propinsi, kapbupaten yang tersangkut atau kecamatan k) Deklinasi Utara geografis dan Utara magnetik atau kutub Bagi pemakai peta peta di daerah dekat khatulistiwa sebenarnya deklinasi itu tidak begitu penting. l) Faktor Skala. Jarak di peta X Faktor skala = Jarak sebenarnya. UNSUR UNSUR PETA TOPOGRAFI Dengan unsur unsur peta, dimaksudkan segala sesuatu yang menjadi isi peta dan digambarkan didalam garis-garis tepi peta. Unsur unsur itu digambarkan sedemikian rupa, supaya pemakai peta cepat bisa menangkap makna yang digambarkan tersebut. a) Warna merah dan hitam dipakai untuk bangunan dan unsur budaya lainnya seperti kuburan, jalan jalan kereta api, jembatan. b) Warna biru untuk perairan seperti sungai, danau, rawa, sawah. c) Warna cokelat untuk garis tinggi. d) Warna hijau (terutama untuk peta peta indonesia) untuk pemukiman atau kampung e) warna lain kadang kadang dipakai untuk angka grid

Penggunaan Peta Topografi

KOORDINAT GRID DAN KOORDINAT GEOGRAFI Yang disebut koordinat geografi adalah Lntang dan Bujur. Garis garis bujur adalah garis garis yang menyatu di kutub. Karena itu, potongan garis lintang di antara dua garis bujur makin pendek ke arah kutub dari khatulistiwa dan dinyatakan dengan derajat, menit, detik. (lihat gambar 7)

Misalnya : a. Lintang 00 atau Khatulistiwa panjang 10 = 111, 321 Km b. Lintang 10 dari Khatulistiwa panjang 10 = 111, 304 Km c. Lintang 110 dari Khatulistiwa panjang 10 = 109, 289 Km untuk menetapkan letak sebuah titik diatas peta dengan memakai koordinat geografi menjadi susah. Contoh : Tangerang 1130 51' BT 70 55' LS supaya cara penunjukan sebuah titik diatas peta menjadi lebih gampang dengan menghindarkan pecahan menit dan detik dari derajat diciptakan grid. grid adalah garis garis sejajar dengan arah vertikan dan horizontal grid di pecah dalam desimal tiap empat persegi diberi tanda dengan angka dan huruf, dengan mengabaikan koordinat geografi. Contoh : Tangerang B 20 Siapa saja boleh membuat sistem grid Syarat grid : a. Meliputi daerah yang cukup luas b. Mudah digunakan dan dipahami

Penggunaan Peta Topografi

Pada peta peta dari zaman KNIL, ada dikenal Kilometer-ruitering atau kotak-kotak kilometer. Ini sama saja dengan sistem grid. (lihat gambar 8a, b, c). sekarang, yang ingin diterapkan pada peta peta topografi adalah grid UTM yang rangkanya meliputi seluruh dunia.

Penggunaan Peta Topografi

MEMAKAI PETA setiap pemakai peta harus membaca baik baik terlebih dahulu informasi tepi peta SEKALA PETA Dengan sekala dimaksudkan perbandingan ukuran gambar dengan ukuran yang sebenarnya di muka bumi. Contoh : Sekala 1 : 25.000, menunjukkan bahwa 1 cm pada ukuran peta, samadengan 25.000 cm di lapangan. Karena sekala itu adalah sebuah pecahan maka makin besar angka pembaginya, makin kecil sekala peta itu. Misalnya : sekala 1 : 25.000 lebih besar dari 1 : 50.000 1 : 50.000 lebih besar dari 1 : 100.000 1 : 50.000 lebih kecil dari 1 : 10.000 cara menyatakan sekala ada dua : a. 1: 50.000 (sekala pecahan) b. 50 0 50 100 150 (sekala garis) Km x y

Penggunaan Peta Topografi

10

cara yang kedua (b) biasanya dipakai, kalau peta itu pada suatu saat akan dikecilkan atau dirubah ukurannya. Misalnya untuk ilustrasi sebuah karangan dalam majalah. Pada contoh : X Y = 1 cm (diukur) 1 cm = 50 Km 1 : 5.000.000 jenis peta tidak ditentukan oleh skalanya, tetapi oleh isinya, misalnya : Peta topografi adalah peta yang menggambarkan topografi. Sekala bisa bermacam macam Peta penduduk adalah peta yang isinya menggambarkan ikhwal penduduk. Sekala petanya juga bisa bermacam macam. MENGHITUNG JARAK 1. Kalau sekala peta tidak tercantum a. cari jarak dua titik yang diketahui. Misal : Monas Bogor = 60 Km = 6.000.000 cm b. ukur jarak itu pada peta terdapat = 120 cm c. 120 cm = 6.000.000 cm sekala peta = 1 : 50.000 2. Kalau harus mengukur jarak pada peta baik jarak lurus atau berbelok belok. a. Ambil secarik kertas dengan sisi yang lurus b. Beri tanda tanda pada peta di tempat yang akan diukur c. Ukur dengan kertas tadi d. Sesuaikan dengan sekala garis. e. Hitung(lihat gambar 9) jarak yang didapat dari ukuran: 40 cm. Sekala peta 1:50.000 atau 1 cm pada peta samadengan 50.000 cm dilapangan. Ini berarti 40 cm dalam peta samadengan 40 x 50.000 cm = 2.000.000 cm atau 20 Km dilapang.

Gambar 9 Mengukur jarak pada peta

Penggunaan Peta Topografi

11

MENENTUKAN ARAH Ada beberapa cara untuk menentukan arah, tetapi yang lazim adalah dengan azimut. Azimut sebuah tempat atau titik Pondok gede, adalah sudut antara arah utara, titik awal A dengan Pondok gede.

MENENTUKAN ARAH DENGAN KOMPAS Dengan sebuah kompas, arah utara dan selatan dapat ditentukan dengan baik MENENTUKAN ARAH TANPA KOMPAS Meskipun tiap lembaran peta topografi selalu dibuat dengan Utara diatas, tetapi arah utara dilapangan tidak selamanya diketahui, sehingga perlu terlebih dahulu dicari. Untuk mencari arah Utara itu dapat dilakukan dengan jalan sebagai berikut : 1. pasang sebuah tonggak ditempat yang tidak terlindung 2. perhatikan bayangan tonggak itu pada kira kira pukul 11.00 dan tarik garis bayangan itu ditanah. 3. Kemudian perhatikan bayangan tonggak itu lagi pada kira kira pukul 13.00. Tarik lagi garis bayangan itu di tanah. 4. Tarik garis yang membagi sudut yang terdapat antara kedua bayangan tadi dari tonggak awal yang dipasang. Itulah arah Utara - Selatan. Penggunaan Peta Topografi 12

5. Tegak lurus dengan arah itu adalah Barat Timur (lihat gambar 10) cara lain : 1. tancapkan sebuah patok (kira kira 4 jengkal) diatas tanah yang datar dan tidak terlindung. 2. Tandai ujung bayangan patok dengan batu kerikil 3. tunggu beberapa puluh menit, sampai bayangan bergerse. 4. Tandai ujung bayangan yang baru dengan kerikil lain. 5. Tarik garis antara kedua kerikil. Ini adalah arah Timur Barat. 6. Tegak lurus dengan itu adalah garis Utara Selatan (lihat gambar 11)

MENETAPKAN POSISI DALAM PERJALANAN Langkah 1 : a. Tetapkan posisi awal b. Tetapkan posis tujuan Langkah 2 : Sambil berjalan tetapkan posisi setiap saat dengan selalu menyesuaikan peta dengan medan, dan meperkirakan selalu jarak yang telah ditempuh. Untuk menyesuaikan peta dengan posisi, lihat unsur unsur medan yang mungkin ada pada peta, misalnya : Kuburan, Masjid, Gereja, danau, Jembatan, Pabrik, Belokan Sungai, Ujung Sawah atau lainnya (lihat gambar 12). proses ini namanya dead reckoning, kalau dilaut. Meskipun begitu didaratpun bisa.

Penggunaan Peta Topografi

13

Gambar 12 Menyesuaikan peta dengan medan MENETAPKAN POSISI DENGAN KOMPAS Bidikkan kompas kearah sebuah tonggak seperti sebuah pohon besar, gedung besar. Tarik garis lurus dari titik tempat berdiri ke tonggak itu. Lakukan hal yang sama terhadap dua tonggak lain, yang terletak pada sudut yang berbeda dengan tonggak pertama. Titik temu ketiga garis bidikan itu adalah posisi atau titik tempat orang yang bersangkutan berdiri. Sesuaikan unsur unsur peta dengan medan, untuk meyakinkan (lihat gambar 13 b) pada gambar 13-a tempat berdiri orangnya berbeda. Sedangkan orang yang dibidik satu

Penggunaan Peta Topografi

14

Gambar 13 a dan b Menentukan posisi dengan kompas

gambar 13 a

gambar 13 b Penggunaan Peta Topografi 15

MEMBACA GARIS TINGGI untuk menyatakan ketinggian dan bentuk medan di pergunakan garis garis tinggi. Ingatkan : 1. garis tinggi adalah proyeksi dari bentuk medan di bidang datar 2. garis tinggi yang satu dengan yang lain tidak pernah berpotongan 3. garis tinggi garis tinggi yang digambar rapat menunjukkan terjal, yang digambar jarang menunjukkan datar. 4. Medan yang dilalui sungai, baik yang selalu berair, atau yang berair musiman, digambar dengan runcing kedalam 5. garis tinggi dengan cembungannya keluar, menunjukkan arah turun kepada ketinggian yang lebih rendah (lihat gambar 14 a, b, c, d, e, f, g, h, i)

Penggunaan Peta Topografi

16

Penggunaan Peta Topografi

17

Penggunaan Peta Topografi

18

Penggunaan Peta Topografi

19

Penggunaan Peta Topografi

20

Penggunaan Peta Topografi

21

Penggunaan Peta Topografi

22

Penggunaan Peta Topografi

23

Penggunaan Peta Topografi

24

Penggunaan Peta Topografi

25

MENGHITUNG LERENG Lereng dinyatakan dengan derajat dan juga dengan persen. Lereng yang paling terjal adalah 900

Penggunaan Peta Topografi

26

Sudut lereng adalah sudut yang dibuat oleh lereng dengan bidang datar. Menyatakan lereng dengan persen dilakukan dengan memperhitungkan jarak. Kalau kita jalan 100 m, lalu naik satu meter berarti lereng jalan itu adalah 1 pesen.

MEMBUAT PENAMPANG Langkah : 1. pada sebuah kertas milimeter buat ordinat atau garis vertikal dengan pembagian disesuaikan dengan interval garis tinggi pada peta. 2. letakkan sisi peta bersentuhan dengan kertas milimeter 3. tarik garis A-B diatas peta, yang akan dibuat penampangnya 4. pasang titik titik pada garis sepanjang garis A B 5. pndahkan titk titik itu kegaris milimeter, sesuai dengan ketinggian titiknya 6. Hubungkan semua titik (lihat gambar 15 a, b)

Penggunaan Peta Topografi

27

Gambar 15 a dan b cara cara membuat penampang,

Penggunaan Peta Topografi

28

HURUF Peta yang dicetak mempergunakan beberapa macam ukuran dan jenis huruf. Untuk ibukota propinsi, ibukota kabupaten, ibukota kecamatan, ibukota desa dan kampung, ukuran hurufnya berbeda beda besarnya. Untuk perairan, seperti danau, sungai, waduk, saluran air, selat, laut, huruf yang dipakai miring, dan pada cetakan warnanya biru. Huruf lainnya dicetak tegak. Nama nama perairan dan penunjuk unsur topografi dicetak terpisah, sedangkan nama nama lainnya dijadikan satu. Penggunaan Peta Topografi 29

Contoh : Kursif Kursif kursif

Kursif

- Kali Krukut - Kalisetail - Ci Manuk - Batang Gadis - Gunung Salak - Gunungsari - Gunungsindur - Rawa Pening - Rawakerbo - Pulau Dewa - Pulaumas

(sungai) (kota) (sungai) (sungai) (gunung) (kota) (kota) (rawa) (tempat pemukiman) (pulau) (tempat pemukiman) LAIN LAIN

Berkaitan dengan garis ketinggian : a.1. Dari kira kira ketinggian 500m 900m biasanya banyak pacet, ular berbisa jarang. Hati hati berkemah atau istirahat a.2. a.3 a.4 a.5 a.6 Hujan pada ketinggian ini biasanya banyak. Pada waktu air keruh. Karena itu ambil air minum secepatnya, air biasanya masih belum tercemar. sungai mendadak bisa meluap. Karena hujan diatas, karena itu kemah jangan terlalu dekat ke tepi sungai. pada bulan bulan musim kemarau pun bisa ada hujan dadakan. Diatas ketinggian 1.000 meter pacet, nyamuk sudah jarang, tetapi suhu sudah cukup rendah malam hari. Diatas 2.000 meter satu selimut biasanya tidak cukup. Jangan duduk diam lama lama pada suhu rendah diatas ketinggian ini tanpa pemanas badan yang memadai. Kalau tidak ada pemanas badan, usahakan bergerak terus. (malam) Dibawah ketinggian 500 meter, biasanya serangga baik jumlah dan jenisnya banyak. Demikian juga ular. Serangga selalu mengganggu seperti nyamuk, rematuk, rengit, tawon, lebah, pelbagai semut. Kalau pada peta ada gambar rawa, jangan bergerak sendiri dekat rawa. Bergeraklah paling tidak berdua dan usahakan membawa tali, sepanjang 20 meter. Air dibawah ketinggian 500 meter biasanya sudah tercemar. Karena itu bawa pil air dan rebus air minum paling tidak 20 menit. Air rawa biasanya asam, dan tidak baik untuk diminum. Ambil air dari sungai yang airnya mengalir. BENTUK MEDAN Puncak bukit atau gunung tidak ada airnya. Kecuali di Irian Jaya pada gunung es dan salju

a.7

a.8 a.9 a.10

b.1

b.2 Bentuk garis tinggi yang cembung keluar tidak terdapat air. Alur sungai pada peta digambarkan runcing kedalam. Ditempat tempat yang runcing demikian itulah tempat mencari Penggunaan Peta Topografi 30

air (lihat gambar 16)

Gambar 16 Bentuk medan yang ada air JENIS BATUAN Ada beberapa jenis batuan yang bisa mengandung air. Tetapi sering sulit diketahui dari peta. Batuan kapur selalu kering dipermukaan (lihat gambar 17). Pada peta kompleks batuan kapur digambarkan dengan lingkaran lingkaran kecil. Penggunaan Peta Topografi 31

Gambar 17 Bentuk medan yang tidak ada air

RINGKASAN 1. Setiap pemakai peta harus pada langkah pertama memperhatikan informasi garis tepi tentang simbul yang dipakai, warna dan huruf 2. Grid dipakai untuk memudahkan kita menetapkan letak sebuah titik diatas peta, dengan tidak perlu menghitung derajat, menit, detik. Tetapi dengan membaca kombinasi huruf dan angka, atau hanya angka angka saja. 3. Peta harus disesuaikan arahnya terlebih dahulu (diorientasi). Mencari arah utara bisa dengan kompas, bertanya pada orang lewat menyesuaikan dengan peta medan, atau dengan matahari. 4. Mengetahui posisi sendiri bisa dilakukan dengan bertanya, menyesuaikan dengan unsur unsur medan, dengan mencari titik temu dua atau tiga garis, atau dengan senantiasa mencatat titik dan jarak tempuh (dead reckoning) 5. Perhatikan angka ketinggian dan bentuk medan untuk keselamatan di lapangan. Bergerak di dataran rendah , banyak gangguan serangga dan air tercemar 6. Bergerak di rawa jangan sendirian dan bawa tali. Perincian lebih lanjut langkah langkah Dimana saya ini ? 1. sesuaikan simbol pada peta dengan kenyataan di lapang (lihat gambar 12). atau dikatakan juga orientasikan peta dengan lapangan. 2. kalau ada orang yang bisa dijumpai, bertanyalah kepadanya. Kalaupun begit, biasanya yang kita terima sebagai jawaban hanyalah nama kampung. Kita masih harus mencari, pada peta, diatas bagian mana dari kampung itu kita berdiri. 3. Kalau kita tidak bisa bertanya lagi : a. harus tahu mata angin dulu. 1. Dengan kompas. Abaikan deklinasi Penggunaan Peta Topografi 32

2. tidak dengan kompas, pakai matahari. (lihat gambar 10 dan 11) b. Kalau mata angin sudah ketemu, sesuaikan peta (orientasikan peta) Mana tujuan saya ? 1. 2. 3. 4. titik yang menjadi tujuan beri tanda silang pada peta. tarik garis dari tempat berdiri ketujuan itu. tetapkan arahnya (azimuthnya) hitung jaraknya (lurus) a. perlu memahami sekala. b. ukur dengan secari kertas (lihat gambar 9) c. Angka faktor sekala abaikan (di Indonesia) kalau tujuan itu jauh (100 km), buat tujuan antara (10 km)

5.

Apa yang akan saya hadapi di perjalanan ? 1. perhatikan bentuk dan unsur medan yang akan dilalui baik-baik dari peta. a. Untuk bentuk medan, perhatikan jalannya garis garis tinggi. Kalau jarang bisa berarti landai, tetapi juga bergelombang. Kalau garis tingginya rapat rapat, berarti terjal. b. Untuk unsur medan, perhatikan sungai, rawa, jenis batuan seperti kapur. anda berdiri dan bergerak pada medan dengan ketinggian berapa? cari unsur medan yang selalu bisa terlihat. Misalnya, pohon tinggi, puncak bukit atau lain. kalau ada kompas, bidikkan kompas itu tiap 15 30 menit ke tanda yang dikenal itu. Untuk melihat apakah azimuth masih tetap. Kalau berubah, berapa. kalau tidak ada kompas, pasang harapan (antisipasi) dengan menelaah unsur unsur medan dari peta dengan seksama. Di depan saya akan menemui ..... pada jarak .....km. Dari sini. Akan ada air atau tidak. tidak selalu kita bisa berjalan lurus dan langsung mencapai tujuan. Sering ada penghalang, seperti rawa, sungai besar, bukit terjal. Buat rencana trase tempuh diatas peta. Catat azimuth tiap 15 menit jalan, sampai kembali ke arah dan garis semula pada peta.

2. 3. 4. 5. 6.

Grid (rangka segiempat pada peta) Tujuannya : 1. Untuk menghindarkan bekerja dengan derajat, menit, detik, yang sering sangat membingungkan 2. Untuk memudahkan mencari sebuah titik diatas muka peta, tanpa perlu mengacak seluruh muka peta itu.

Penggunaan Peta Topografi

33