KATA PENGANTAR

Kebijakan otonomi daerah yang dilaksanakan semenjak tahun 2001 lalu, saat ini telah mengalami penyempurnaan-penyempurnaan seiring dengan diberlakukannya Undang-Undang No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Hal ini membawa implikasi penyempurnaan subsistem otonomi daerah lainnya termasuk sistem perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah. Sistem pengelolaan keuangan daerah yang sebelumnya diatur dengan Peraturan Pemerintah No 105 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kepmendagri Penyusunan No APBD, 29 Tentang Tentang Tata Usaha Pedoman Keuangan Pengurusan, Daerah dan Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Pelaksanaan Penyusunan Perhitungan APBD, diganti dengan paket perundangan lain,

diantaranya; Undang-Undang No 17 Tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah No 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permerndagri No 13 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri No. 59 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (pelengkap dari Permendagri No. 13 Tahun 2006). Dalam perspektif teori manajemen anggaran publik (public

expenditure management), pemberlakuan ketiga payung hukum pengelolaan keuangan daerah tersebut dapat dilihat sebagai alat untuk menciptakan keterpaduan pengelolaan keuangan negara disamping memperkuat terciptanya outcome pengelolaan keuangan publik, berupa; teralokasinya sumber pembiayaan publik pada bidang dan sektor pembangunan yang strategis (strategic allocation), terciptanya efisiensi pengelolaan keuangan daerah (technical efficiency) dan Discipline). terciptanya disiplin anggaran (Fiscal

Untuk menghindari permasalahan yang timbul dan agar pengeluaran Anggaran Daerah berdasarkan pada kewajaran ekonomi, efisien, dan efektif, maka Anggaran Daerah harus disusun berdasarkan kinerja yang akan dicapai oleh Daerah. Dengan menggunakan Anggaran Kinerja tersebut, maka Anggaran Daerah akan lebih transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu instrumen yang diperlukan untuk menyusun Anggaran Daerah dengan pendekatan kinerja adalah Analisis Standar Belanja (ASB). Laporan ASB ini terdiri dari metodologi penyusunan serta pendekatanpendekatan yang dilakukan dalam merumuskan ASB untuk Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Laporan ini mungkin masih terdapat kekurangan di dalamnya, untuk itu kepada berbagi pihak diharapkan sumbang saran demi penyempurnaan laporan ini. Kepada berbagai pihak yang telah membantu berlangsungnya pengembangan dan penyelesaian laporan ini diucapkan terima kasih. Semoga laporan ini bermanfaat.

Tenggarong, 01 September 2008

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I-1 I-2 I-3 I-4 I-5

A. Umum B. Dasar Hukum C. Definisi Standar Analisis Belanja D. Tujuan Pengembangan ASB E. Posisi ASB dalam Penganggaran BAB II GARIS BESAR DAN METODOLOGI PENGEMBANGAN ASB A. Garis Besar Pengembangan ASB 1. Langkah-langkah Pengembangan ASB 2. Metode Pengumpulan Data 3. Metode Analisis 4. Asumsi Penyusunan ASB B. Metodologi Pengembangan ASB C. Metode Pengembangan ASB BAB III HASIL PENGEMBANGAN ASB A. Hasil Tahapan Pengembangan ASB B. Ekualisasi Kegiatan C. Tahap-Tahap Perolehan Nilai Perhitungan D. Kebijakan Penyajian ASB E. Uji Model F. Format Penyajian ASB G. Pelaksana LAMPIRAN Hasil dan Jenis-Jenis Analisis Standar Belanja

II-1 II-1 II-3 II-4 II-4 II-5 II-8

III-1 III-3 III-4 III-4 III-4 III-5 III-8

BAB I PENDAHULUAN

A.

Umum

Laporan ini secara umum berisi uraian tentang dasar penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB), metodologi dan metode pengembangan Analisa Standar Belanja ( ASB ) dan hasil jenis-jenis Analisa Standar Belanja ( ASB )

Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hasil pengembangan Analisa Standar Belanja ( ASB ) Kabupaten Kutai Kartanegara ini nantinya diharapkan dapat digunakan oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pengguna anggaran dalam menjalankan

program/kegiatan yang jenis dan beban kerjanya dapat disetarakan.

Analisa Standar Belanja ( ASB )

yang dikembangkan hanya untuk

kegiatan belanja langsung sifatnya strategis yang data sekundernya berasal dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran - Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPASKPD) setiap satuan kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara . Penggunaan Dokumen Pelaksana Anggaran - Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA – SKPD) didasarkan pada pertimbangan bahwa dokumen ini merupakan hasil kesepakatan antara eksekutif dan legislatif (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ). Sehingga hasilnya diharapkan dapat diterima baik oleh eksekutif maupun oleh dewan.

I-1

I-2 . Analisis Standar Belanja. Kode Rekening APBD. Analisis Standar Belanja. indikator kinerja. PPA. Peraturan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 7 Tahun 2008 Tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 65. 4.B. Peraturan Menteri Dalam Negeri 13 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 89 Huruf e: Dokumen sebagai lampiran meliputi KUA. Standar Satuan Harga. Format RKA-SKPD. dan Standar Satuan Harga 3. dan Standar Pelayanan Minimal 2.Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Pokok . Dasar Hukum Dasar hukum pengembangan Standar Analisa Belanja atau disebut juga Analisis Standar Belanja bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara adalah: 1. PP 58 Tahun 2005 Pasal 38 ayat 2: Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kerja dilakukan berdasarkan capaian kinerja.

6. Kebijakan Umum APBD (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Format RKA SKPD Kode Rekening APBD Analisis Standar Belanja (ASB) Standar Satuan Harga C. Analisa Standar Belanja ( ASB ) adalah standar yang digunakan untuk menganalisis kewajaran beban kerja atau biaya setiap program atau kegiatan yang akan dilaksanakan oleh suatu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam satu tahun anggaran. 5. 4. Dapat menentukan kewajaran belanja untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan tupoksinya. 2. Penerapan Analisa Standar Belanja ( ASB ) memberikan manfaat antara lain: 1.Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menerbitkan pedoman penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) berdasarkan prinsip-prinsip kinerja dengan Surat Edaran (SE) Kepala Daerah. Definisi Analisa Standar Belanja Analisa Standar Belanja (ASB) merupakan salah satu komponen yang harus dikembangkan sebagai dasar pengukuran kinerja keuangan dalam penyusunan APBD dengan pendekatan kinerja. 2. 3. Meminimalisir terjadinya pemborosan anggaran yang menyebabkan inefisiensi anggaran. pada dasarnya akan I-3 . Adapun Isi Surat Edaran Kepala Daerah : 1.

Salah satu instrumen yang diperlukan untuk menyusun anggaran daerah dengan pendekatan kinerja adalah Analisa Standar Belanja ( ASB ). Unit kerja mendapat keleluasaan yang lebih besar untuk menentukan anggarannya sendiri. I-4 . Tujuan Pengembangan Analisa Standar Belanja ( ASB ) Anggaran daerah dalam konteks otonomi dan desentralisasi menduduki posisi yang sangat penting. maka anggaran daerah akan lebih transparan. maka anggaran daerah harus disusun berdasarkan kinerja yang akan dicapai oleh daerah. tetapi tidak disertai dengan penentuan skala prioritas dan besarnya plafon anggaran. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan Keuangan Daerah. Penentuan anggaran berdasarkan pada tolok ukur kinerja yang jelas. Lemahnya perencanaan anggaran juga diikuti dengan ketidakmampuan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan penerimaan Daerah secara berkesinambungan. Dengan menggunakan anggaran kinerja tersebut. Untuk menghindari permasalahan yang timbul di atas dan agar pengeluaran anggaran daerah berdasarkan pada kewajaran ekonomi. 5. efisien dan efektif. 4. Keadaan tersebut pada akhirnya memunculkan kemungkinan underfinancing atau overfinancing. Namun saat ini kualitas perencanaan Anggaran Daerah yang digunakan masih relatif lemah. D. yang semuanya mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas unit-unit kerja pemerintah daerah. adil.3. dan dapat dipertanggungjawabkan. sementara di pihak lain pengeluaran terus meningkat secara dinamis. Proses perencanaan Anggaran Daerah dengan paradigma lama cenderung lebih dominan.

yang I-5 . Posisi Analisa Standar Belanja ( ASB ) dalam Penganggaran Analisa Standar Belanja ( ASB ) digunakan pada saat proses perencanaan anggaran. ASB merupakan pendekatan yang digunakan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mengevaluasi usulan program. kegiatan. Untuk mengetahui beban kerja dan beban biaya yang optimal dari setiap usulan program atau kegiatan yang diusulkan.E. langkah yang dilakukan adalah dengan menggunakan formula perhitungan Analisa Standar Belanja ( ASB ) terdapat pada masing-masing jenis Analisa Standar Belanja ( ASB ). dan anggaran setiap satuan kerja dengan cara menganalisis beban kerja dan biaya dari usulan program atau kegiatan yang bersangkutan. Analisa Standar Belanja ( ASB ) digunakan pada saat mengkuantitatifkan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) menjadi Dokumen Pelaksanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ).

(4) Pendalaman arah kebijakan Otonomi Daerah sebagaimana yang tercermin dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.BAB II GARIS BESAR DAN METODOLOGI PENGEMBANGAN ASB A. Langkah I: Kajian Pustaka (1) Kajian terhadap mekanisme dan metodologi perencanaan Anggaran Daerah. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah beserta penjelasannya yang termuat dalam Permendagri No. (2) Kajian terhadap metode analisis dan evaluasi kinerja Anggaran Belanja Daerah (performance measurement). Garis Besar Pengembangan ASB 1. (3) Kajian terhadap literatur mengenai teori dan praktek yang diterapkan beberapa negara-negara lain yang berkaitan dengan penerapan performance measurement dan financial control dalam proses atau siklus Anggaran Daerah. Langkah-Langkah Pengembangan ASB Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan ASB Kabupaten Kutai Kartanegara adalah sebagai berikut: a. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah (PP) No. II . UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah .1 .

para pakar dari Perguruan Tinggi dan lembaga-lembaga lainnya mengenai hasil analisis dalam penyiapan Model Perencanaan Anggaran Daerah yang berorientasi pada Kinerja. Survey ini telah dilakukan di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai sampel sebagaimana tersebut di atas. c. Berbagai data yang diperoleh. khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang banyak terlibat dalam proses perencanaan Anggaran Daerah. (7) Kajian terhadap format dan struktur Anggaran Daerah dan berbagai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis). Langkah IV: Diskusi Awal Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaring persepsi para praktisi di daerah.2 .(5) Kajian tentang berbagai peraturan dan produk hukum yang terkait dengan proses atau siklus penganggaran pemerintah daerah yang berlaku saat ini maupun yang akan berlaku. Langkah II: Survey dan Pengumpulan Data Langkah ini diawali dengan penyusunan daftar pertanyaan dan format kuesioner serta wawancara yang dilakukan pada berbagai jenjang birokrasi. II . d. Langkah III: Analisis Data Kegiatan ini dilakukan untuk melihat karakteristik data dan informasi dalam rangka pengembangan berbagai kajian yang akan dilaksanakan. baik data primer maupun sekunder akan dianalisis berdasarkan pendekatan serta metodologi yang sesuai dan sejalan dengan tujuan dan sasaran penelitian. b. (6) Kajian terhadap berbagai peraturan dan ketentuan tentang tugas pokok dan fungsi Dinas/Unit Kerja Daerah.

para perangkat pemerintah daerah khususnya TAPD dan para pakar dari Perguruan Tinggi dan lembaga-lembaga lainnya mengenai hasil analisis dalam perumusan Laporan akhir pengembangan model perencanaan anggaran yang berorientasi pada kinerja dalam bentuk model Analisa Standar Belanja ( ASB ). Langkah VII: Diskusi Akhir Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaring persepsi para praktisi. Metode Pengumpulan Data Sumber data yang digunakan dalam analisis ini berasal dari data primer maupun data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kunjungan lapangan (survey) di daerah penelitian. Langkah V: Penyusunan Model Dalam kegiatan ini dipersiapkan model Analisa Standar Belanja ( ASB ). yang akan digunakan dalam bentuk model statistik yang dapat digunakan sebagai upaya perbaikan kinerja pengeluaran daerah. 2. f. Perbaikan tersebut dilakukan dengan berdasarkan masukan dan saran yang didapatkan pada kegiatan diskusi awal. g. Langkah VI: Perumusan Akhir Laporan akhir yang telah didiskusikan pada kegiatan diskusi awal selanjutnya perlu dirumuskan kembali melalui berbagai perbaikan. II . Sedangkan data sekunder diperoleh melalui berbagai sumber data yang tersedia pada berbagai satuan kerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara .3 .e.

ada beberapa asumsi yang digunakan. yang kemudian mendudukkan kembali hasil penelitian yang didapat pada konsep umumnya (Muhadjir.4 .Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA–SKPD) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah memenuhi sistem dan prosedur yang benar. Metoda diskriptif analitis dimaksudkan bahwa pengungkapan atau gambaran tentang keadaan yang faktual dan akurat tentang objek yang diamati yang dibahas secara analitis. Asumsi-asumsi tersebut antara lain: 1) Proses penyusunan Dokumen Pelaksana Anggaran . bertitik tolak dari pemikiran. dapat disintesiskan ke dalam konsep yang sistematis.3. 1992). Metoda kualitatif- rasionalistik ini didasarkan atas pendekatan holistik berupa suatu konsep umum (grand concepts) yang diteliti pada objek tertentu (specific object). Dalam proses pengembangan Analisa Standar Belanja ( ASB ) ini. paradigma ataupun teori yang melandasi atau berkaitan dengan program terkait. II . Metode Analisis Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda kualitatif-rasionalistik. Metoda pemaparan penelitian ini dilakukan dengan metoda diskriptif analitis dan metoda sintesis preskriptif. 4. Asumsi Penyusunan ASB Penyusunan Analisa Standar Belanja ( ASB ) di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggunakan data Dokumen Anggaran Satuan Kerja setiap SKPD pada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Sedangkan metoda sintesis preskriptif dimaksudkan untuk membangun kembali hasil analisis kritis yang telah dilakukan agar faktor-faktor yang relevan dan penting yang diperlukan. konsepsi.

5 . B. Metodologi Pengembangan Analisa Standar Belanja (ASB) Metodologi merupakan himpunan prinsip-prinsip atau langkah-langkah sistematik yang berlaku umum yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. 3) Dokumen Pelaksana Anggaran . Setelah bentuk akhirnya disepakati maka keseluruhan jenis Analisa Standar Belanja ( ASB ) bisa dikembangkan dengan bentuk dan kandungan yang sama.Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA–SKPD) pada proses penetapannya tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan angka-angkanya. Analisis merupakan tahap pertama yang dilakukan untuk memilah-milah tatanan yang ada ke dalam bagian-bagian yang sesuai untuk menentukan apa yang sedang terjadi dan menentukan apa yang harus dihadirkan dalam standar analisis belanja yang akan datang. 1. disain. Pada dasarnya setiap pengembangan sistem atau model mencakup empat tahap utama yaitu: analisis. Disain merupakan tahapan yang dilakukan untuk menentukan bagaimana standar akan dibangun tanpa benar-benar menghadirkannya secara fisik. konstruksi. dan implementasi.2) Dokumen Pelaksana Anggaran .Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA–SKPD) merupakan representatif dari sistem anggaran yang berbasis kinerja yang mengacu pada Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku. 2. Analisa Standar Belanja ( ASB ) dikembangkan dengan kemiripan pola dengan pengembangan sistem dengan pendekatan prototyping. II . Protoyping merupakan langkah untuk menyusun prototipe (bentuk awal) untuk memperoleh gambaran hasil final dengan memunculkan satu contoh Analisa Standar Belanja ( ASB ) hasil final.

Analisis dilakukan agar model tidak menggambarkan sesuatu secara keliru yang akan mengakibatkan solusi yang dihasilkan juga keliru. penentuan kebutuhan untuk menentukan tingkat kebutuhan pengguna dan berbagai peralatan yang diperlukan. dan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan Analisa Standar Belanja ( ASB ). aplikatif. Tahap ini mencakup perancangan atas output (bentuk yang ringkas. Implementasi merupakan tahap terakhir untuk menghadirkan standar final yang bisa diterapkan pada pengguna sebenarnya.3. serta luwes (fleksibel) yang bisa diterapkan bagi para penggunanya.6 . ataupun alokasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. perancangan atas input. memadai dan tangguh. Berbagai alat yang diperlukan untuk penggunaan Analisa Standar Belanja ( ASB ) sebagai alat kebijakan strategis juga ditentukan dalam aktivitas ini. Pemilihan atas solusi yang terbaik perlu dilakukan untuk menentukan solusi yang paling optimal. penyelidikan awal untuk menentukan cakupan permasalahan yang dipecahkan. Beberapa alternatif solusi akan mampu dihasilkan selepas tahap di atas. II . padat. Tahap ini mencakup deteksi masalah untuk mendefinisikan masalah yang sebenarnya. sesuai dengan kebutuhan. Disain merupakan tahap pengembangan Analisa Standar Belanja ( ASB ) untuk menentukan bagaimana Analisa Standar Belanja ( ASB ) akan dibangun tanpa benar-benar menghadirkannya dalam bentuk fisik yang sebenarnya. Definisi kebutuhan dilakukan untuk menentukan berbagai kebutuhan yang harus dihadirkan dalam Analisa Standar Belanja ( ASB ) yang baru. Konstruksi menghadirkan merupakan secara tahapan standar yang yang dilakukan dimaksud untuk yang fisik merupakan alat referensi atau rujukan bagi para penggunanya. 4. sumber daya yang dikonsumsi. ketersediaan sumber daya. dan mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna). dan perancangan atas prosedur atau ketentuan-ketentuan yang harus diikuti dan dipenuhi oleh para pengguna.

Jika kurang bagus alpha test bisa dilaksanakan lagi sehingga disebut alpha 2 (alpha two atau alpha dua) dan yang semula disebut dengan alpha 1 (alpha one). Kekurangsempurnaan model bisa diperbaiki dan dilakukan pengujian kembali pada mereka yang disebut dengan beta 2 (beta two atau beta dua) dan tahap sebelumnya disebut beta 1 (beta one atau beta satu). Implementasi merupakan tahap terakhir untuk menghantarkan model Analisa Standar Belanja ( ASB ) yang telah dibangun agar dapat digunakan dengan baik oleh para penggunanya. Beberapa analis dan praktisi sebagian menggolongkan testing dalam kategori disain sementara sebagian lagi menggolongkannya dalam tahap implementasi. Sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada para pengguna tentang tata cara penggunaan Analisa Standar Belanja ( ASB ) secara langsung. serta menanjak ke tahap yang lebih tinggi adalah penggunaan ASB sebagai alat kebijakan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Tahap implementasi mencakup dua aktivitas utama yaitu sosialisasi dan pendampingan teknis. dan mekanisme penggunaannya pada tahap ini. Alpha testing merupakan pengujian model terhadap pengguna yang dikondisikan atau orang luar yang dikondisikan seakan-akan merupakan pengguna sebenarnya. Penggunaan Analisa Standar Belanja ( ASB ) untuk kebijakan strategi dirumuskan bentuk. nilai. nilai belanja tetap dan belanja variabel setiap aktivitas dalam satuan rupiah.7 . Beta testing atau pengujian beta merupakan pengujian model terhadap pengguna sebenarnya. Sebelum tahap ini diberlakukan seringkali didahului dengan pengujian model (model testing). teknik penggunaan dan penyesuaiannya di masa depan. Pengujian model mencakup dua jenis yaitu: alpha testing dan beta testing. Berbagai kendala pemahaman dan penjelasan teknis II . Satu contohnya bisa berupa lembaran Analisa Standar Belanja ( ASB ) yang memuat berbagai ketentuan yang harus diikuti. Pada tahap inilah model yang telah dirumuskan benar-benar dibangun dan dihadirkan secara fisik sebagai satu contoh bentuk final.Setelah disain yang terpilih ditetapkan tahap pengembangan masuk ke tahap konstruksi.

Data kegiatan dari berbagai satuan kerja perangkat daerah dikumpulkan untuk dirinci untuk memperoleh gambaran awal atas berbagai jenis kegiatan yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Sedangkan pendampingan teknis hanya diperlukan jika pengguna masih kesulitan juga untuk menggunakan Analisa Standar Belanja ( ASB ) ini. C. Metode Pengembangan Analisa Standar Belanja (ASB) Metode merupakan himpunan prinsip-prinsip atau langkah-langkah yang berlaku spesifik sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di lapangan yang berbeda-beda. Aktivitas ini seharusnya tidak perlu dihadirkan jika pada aktivitas sosialisasi berbagai keterangan disimak dengan baik dan berbagai perbedaan pemahaman dikomunikasikan secara langsung. II . Metode pengembangan Analisa Standar Belanja ( ASB ) untuk Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai berikut: mencakup beberapa tahapan 1) Tahap Pengumpulan Data. Pendampingan teknis dilakukan untuk memberikan bimbingan bagi para pengguna satu orang demi satu orang untuk menunjukkan berbagai mekanisme pemahaman dan penghitungan variabel ataupun rentang batasan yang ada.yang sulit dipahami melalui panduan bacaan yang dihadirkan dapat dikonfirmasikan di sini.8 .

Nilai Batas Atas dan Batas Bawah kadang-kadang tidak bisa langsung digunakan sebagai indikator dan penentuan kebijakan karena sangat sering memunculkan nilai ketidakmungkinan. Dengan demikian. setiap penambahan kuantitas akan dapat dianalisis peningkatan belanja variabelnya. II . Nilai belanja dari tiap jenis kegiatan dipisahkan dalam nilai belanja tetap dan nilai belanja variabel. Pencarian Nilai Belanja Tetap (fixed cost) dan Belanja Variabel (variable cost) untuk setiap jenis kegiatan. Penyetaraan kegiatan dilakukan untuk menggolongkan daftar berbagai kegiatan yang diperoleh dari tahap di atas ke dalam jenis atau kategori kegiatan yang memiliki kemiripan pola kegiatan dan bobot kerja yang sepadan. Model awal dibentuk untuk memperoleh gambaran nilai belanja dan alokasinya yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. c. Pencarian Nilai Rata-rata (Mean).2) Tahap Penyetaraan Kegiatan. b. Batas Atas dan Batas Bawah. 3) Tahap Pembentukan Model Awal. Pencarian Pengendali Belanja (cost driver) dari tiap-tiap jenis kegiatan.9 . Nilai mean. batas atas dan bawah dicari untuk memperoleh gambaran awal atas rata-rata dari pengalokasian belanja setiap jenis kegiatan dan pengendali belanjanya. Tahap ini mencakup tiga langkah utama yaitu: a.

Sesuai dengan metodologi di atas maka model diuji dengan alpha test dan beta test. Hasil diskusi yang berupa masukan-masukan kemudian dianalis untuk dijadikan dasar perbaikan dari model awal yang telah dikembangkan. Yogyakarta. Model awal yang telah disusun kemudian didiskusikan dengan para pelaku penyusunan anggaran di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebagai tim pembahas rencana anggaran eksekutif.10 . Alpha test merupakan uji coba awal dari model ini yang akan dilakukan dengan menggunakan responden mahasiswa Universitas Gadjah Mada.4) Tahap Pengujian Model. Sedangkan beta test juga merupakan uji coba model Analisa Standar Belanja ( ASB ) kepada pengguna langsung Analisa Standar Belanja ( ASB ) yaitu para penyusun anggaran seluruh satuan kerja pengguna anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangka mengkaji kelayakan dan keberterapan (aplikabilitas) model. 5) Tahap Perbaikan Model. II .

Dari hasil wawancara diperoleh berbagai masukan dan saran sebagai landasan pengembangan Analisa Standar Belanja ( ASB ). perumusan.Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) 2007 dan 2008 untuk masing-masing satuan kerja.BAB III HASIL PENGEMBANGAN ANALISIS STANDAR BELANJA A. Dokumen Pelaksanaan Anggaran . Tahap-tahap yang telah dilewati sampai pada penyusunan Laporan ini adalah: Langkah I: Survey Dan Pengumpulan Data Pada tahap survey.Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) ini berisi seluruh kegiatan/program yang telah dilaksanakan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mencakup jenis kegiatan dan anggarannya. III . Hasil Tahapan Pengembangan ASB Persiapan. Survey ini dilakukan dengan metode wawancara. dan pengembangan Analisis Standar Belanja Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah dilaksanakan melalui mekanisme dan tahapan sebagai mana yang dijelaskan pada bab 2. Selain itu pada tahap ini diperoleh data sekunder berupa Dokumen Pelaksanaan Anggaran . penyusun melakukan survey ke Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara guna memperoleh gambaran kegiatan yang dilaksanakan.1 . Tahapan pengembangan yang telah dilaksanakan hingga laporan ini dibuat adalah telah sampai pada proses model awal Analisa Standar Belanja ( ASB ) Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah disusun.

Belanja langsung merupakan belanja yang eksistensinya dipengaruhi secara langsung oleh adanya kegiatan yang direncanakan (terprogram).Langkah II: Entry Data Setelah seluruh data sekunder terkumpul. Data yang dientri adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran . Hal ini dilakukan karena beberapa alasan sebagai berikut: III . Pada tahapan ini. penyusun menganalisis karakteristik masing-masing data yang dilihat berdasarkan belanja langsung dan belanja tidak langsung. Belanja langsung merupakan belanja yang eksistensinya dipengaruhi secara langsung oleh adanya kegiatan yang direncanakan (terprogram). Analisa Standar Belanja ( ASB ) ini dikembangkan berdasarkan pada data belanja langsung dari setiap satuan kerja. baik data primer maupun sekunder dianalisis berdasarkan pendekatan serta metodologi yang sesuai dan sejalan dengan tujuan dan sasaran pengembangan. Untuk Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2008 belanja langsung yang dientri adalah belanja langsung selain kegiatan-kegiatan dalam Program Pelayanan Administrasi Kantor dan kegiatan pemeliharaan.Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) tahun 2008 untuk komponen Belanja Langsung. Dikarenakan kegiatan-kegiatan tersebut sebenarnya merupakan kegiatan yang sulit diukur ukuran kinerjanya. Data kegiatan dari seluruh satuan kerja perangkat daerah dikumpulkan untuk dirinci untuk memperoleh gambaran awal atas berbagai jenis kegiatan yag terjadi di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah III: Analisis Data Berbagai data yang telah dikumpulkan.2 . Sedangkan belanja tidak langsung merupakan belanja yang eksistensinya tidak dipengaruhi secara langsung oleh adanya kegiatan yang direncanakan (terprogram). maka tahap selanjutnya adalah melakukan entry data.

Belanja langsung dianggarkan untuk setiap program/kegiatan yang diusulkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah. Berdasarkan belanja langsung yang terdapat pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran . 2. maka masing-masing program atau kegiatan satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dilakukan proses ekualisasi.Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) tahun 2008 (selain kegiatan dalan program Pelayanan Administrasi) kemudian dilakukan proses pembobotan beban kerja dan kewajaran belanja. Ekualisasi Kegiatan Untuk memudahkan proses pembobotan beban kerja dan belanja suatu kegiatan. Dari hasil penyetaraan ini dapat dikembangkan jenis kelompok Analisa Standar Belanja ( ASB ) yang sifatnya umum. B. 3. total Analisa Standar Belanja ( ASB ) yang dapat dimunculkan sampai dengan penyusunan Laporan ini berjumlah 20 ( Dua Puluh ) jenis ASB. Hasil dari ekualisasi dilakukan dengan cara mengelompokkan program atau kegiatan ke dalam satu kelompok/jenis yang sama. Berdasarkan hasil ekualisasi kegiatan.3 . Belanja langsung dapat diukur/dibandingkan secara langsung dengan output program/kegiatan. Namun jumlah tersebut pada III . Variabilitas jumlah belanja langsung dipengaruhi langsung oleh target kinerja/tingkat pencapaian. Selanjutnya dilakukan proses penyetaraan atas dasar belanja langsung untuk masing-masing program atau kegiatan satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Jumlah ini sudah merupakan hasil diskusi dari pihak Universitas Gadjah Mada sebagai Narasumber dalam penyusunan Analisa Standart Belanja (ASB).1. Penyetaraan kegiatan dilakukan dengan cara mengelompokkan kegiatan ke dalam satu kelompok/jenis yang sama atau setara.

dan Batas Atas disajikan dalam nilai pembulatan hingga dua digit dibelakang koma ƒ Nilai perhitungan satuan pengendali belanja tetap (fixed cost) dan satuan pengendali belanja variabel (variable cost) merupakan nilai pembulatan ke angka ribuan ke atas. Batas Bawah. E. Hasil dari perhitungan tersebut disajikan dengan ketentuan sebagai berikut: ƒ Mean. Uji Model Tahap pengujian selanjutnya dilakukan melalui diskusi secara langsung dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai III . C.proses perkembangan lebih lanjut memungkinkan akan bertambah atau berkurang.4 . Penambahan atau pengurangan jenis Analisa Standart Belanja (ASB) tersebut semata-mata untuk menghadirkan jenis Analisa Standart Belanja (ASB) yang akurat dan andal sebagai salah satu instrumen pada sistem anggaran berbasis kinerja. dan Batas Atas disajikan dalam bentuk prosentase terhadap Belanja Total suatu program atau kegiatan ƒ Nilai Mean. D. Tahap-Tahap Perolehan Nilai Perhitungan Tahapan pengukuran untuk memperoleh hasil dilakukan dalam dua tahap utama yaitu tahap pengukuran awal dan tahapan berikutnya hanyalah merupakan teknik untuk menyesuaikan nilai masing-masing sesuai dengan tahun yang bersangkutan. Kebijakan Penyajian ASB Angka-angka yang terdapat dalam ASB ini diperoleh melalui suatu perhitungan yang detail. Hasil dan jenis Analisa Standart Belanja (ASB) tersebut dapat dilihat pada lampiran daftar Analisa Standart Belanja (ASB) kegiatan. Batas Bawah.

Kartanegara. Batasan Alokasi Objek Belanja Batasan Alokasi Objek Belanja merupakan proporsi dari objek belanja suatu kegiatan. III . b. Satuan Pengendali Belanja Tetap (Fixed Cost) Menunjukkan besarnya belanja tetap dari suatu kegiatan tanpa dipengaruhi oleh perubahan/penambahan volume kegiatan. Pengendali Biaya (cost driver) Pengendali Belanja menjelaskan faktor apa yang memicu biaya/belanja dari suatu kegiatan. Deskripsi Merupakan penjelasan dari masing-masing Analisa Standart Belanja (ASB) yang ada. F. Definisi Operasional Format Analisa Standar Belanja (ASB) Hal-hal penting yang tercantum dalam Analisa Standart Belanja (ASB) ini perlu dijelaskan agar memudahkan dalam mengoperasionalkan penggunaan Analisa Standart Belanja (ASB). e. Proporsi tersebut terbagi dalam 3 (tiga) jenis. Total keseluruhan proporsi objek belanja harus 100%. Selain itu. dan batas atas. c. Diskusi yang mendalam ini diharapkan akan memperoleh banyak masukan dan perbaikan guna meningkatkan tingkat kebenaran model yang diajukan. batas bawah. deskripsi juga menjelaskan rentang waktu pengunaan Analisa Standart Belanja (ASB) untuk masingmasing kegiatan. Format Penyajian Analisa Stándar Belanja (ASB) 1.5 . yaitu mean. Satuan Pengendali Belanja Variabel (Variable Cost) Menunjukkan besarnya perubahan belanja variabel untuk masingmasing kegiatan yang dipengaruhi oleh perubahan/penambahan volume kegiatan. d. yaitu: a.

2.90 persen dari data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). satuan kerja dapat mengikuti langkah-langkah sebagi berikut: a) Satuan kerja harus mengetahui kegiatan yang akan dilaksanakan tergolong dalam jenis Analisa Standart Belanja (ASB) yang mana dari daftar Analisa Standart Belanja (ASB) yang tersedia. Dalam penggunaan Analisa Standart Belanja (ASB). c) Menentukan target kinerja dari masing-masing kegiatan yang akan dilaksanakan. d) Menghitungkan besarnya total belanja untuk kegiatan dengan menggunakan formula yang ada pada Analisa Standart Belanja (ASB) tersebut. III . Formula Perhitungan Belanja Total sebelum penambahan factor inflasi.6 . b) Satuan kerja harus memahami apa yang menjadi pengendali belanja (cost driver) sehingga mampu membedakan antara fixed cost dan variable cost. Teknik Penggunaan ASB ini seharusnya digunakan oleh setiap satuan kerja pada tahap awal penyusunan angggaran. dari data tersebut diasumsikan sebagai prediksi laju tingkat inflasi untuk Anggaran 2009 masa yang akan datang.90 Dalam Perhitungan Belanja Total dari suatu Kegiatan dimana penjumlahan antara Fixed Cost dan Variable Cost dikali dengan laju tingkat inflasi year on year ( Juni 2008 terhadap Juni 2007 mencapai 14. Formula ini merupakan penjumlahan antara fixed cost dan variable cost g.f. Formula Perhitungan Belanja Total x Laju Tingkat Inflasi 14. Merupakan rumus dalam menghitung besarnya belanja total dari suatu kegiatan.

3. Proses penyesuaian ini harus dilakukan melalui suatu teknik penyesuaian yang dijelaskan dalam suatu rumus/formula. Teknik penyesuaian yang dilakukan adalah menggunakan angka penyesuaian (contohnya: angka estimasi inflasi) pada tahun yang bersangkutan.e) Perhitungan alokasi proporsi belanja dapat menggunakan angka Mean atau angka diantara batas bawah dan batas atas. Teknik Penyesuaian Tahun Selanjutnya ASB ini disusun dan dihitung berdasarkan data Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) tahun 2008 setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Analisa Standart Belanja (ASB) ini tidak dapat digunakan untuk tahun selanjutnya tanpa dilakukan penyesuaian terhadap nilai-nilai yang ada. ƒ Apabila ada komponen-komponen yang tidak sesuai dengan kebutuhan (bisa lebih atau kurang dari nilai mean). f) Apabila satuan kerja merencanakan kegiatan yang belum memiliki Analisa Standart Belanja (ASB) maka anggaran yang diusulkan harus seijin dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). maka satuan kerja dapat menggeser proporsi/nilai nominal anggaran pada masing-masing objek belanja dengan menggunakan batas bawah dan batas atas tetapi prosentase total belanja tidak melebihi 100%. Penggunaan tanpa melalui proses penyesuaian akan menghasilkan nilai yang tidak akurat pada proses penyusunan anggaran.7 . Angka penyesuaian yang digunakan merupakan kebijakan yang dibuat oleh bagian tim anggaran eksekutif yang tertuang III . ƒ Apabila menggunakan proporsi yang standar adalah menggunakan proporsi alokasi belanja sesuai dengan proporsi mean dan total alokasi belanja harus 100% dari belanja total.

menyiapkan (mobilisasi) personil III . Peningkatan Kinerja melalui Pengukuran Kinerja: ƒ ƒ Kinerja Efisiensi. Beberapa fungsi Analisa Standart Belanja (ASB) untuk strategi adalah: a. Berdasarkan surat edaran tersebut.dalam surat edaran. Produktivitas ini menunjukkan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Kebijakan efisiensi merupakan pencapain output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan output dengan input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan. 4. b. ASB Sebagai Alat Kebijakan Strategis Analisa Standart Belanja (ASB) ini dapat digunakan sebagai alat kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada saat penyusunan anggaran. G PELAKSANA Kegiatan ini pada prinsipnya merupakan hasil kerjasama antara pihak Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada ( UGM ) Yogyakarta dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. c. Kebijakan Produktivitas Produktivitas merupakan kemampuan pencapaian output yang diharapkan dengan penggunan input yang ditetapkan. masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah melakukan penyesuaian terhadap angka-angka pada belanja tetap dan belanja variabel.8 . Kebijakan Efisiensi. Kinerja Produktivitas.

.Si Drs.SE..9 .Si Rusmawati. Anggota Anggota Anggota : : : : Prof.Bus.Si. Ahli Keuangan Daerah 2..MBA. Staf : : : : : : : : : Dr. Yanti Murahadi.M.Akt Irwan Taufik Ritonga.SE. Ahli Penganggaran Daerah 4. Ir.Pd Fita Nurul Yuanita. 3. adalah: Penanggung jawab Ketua Tim 1.SE.Sos.SE. Rusman R Manik. SE. Ahli Kelembagaan 3.Md Sedangkan Nara sumber pendamping dari Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong sbb: Ketua Tim 1. Ahli Penganggaran Daerah 5. Personil pelaksana kegiatan ini. Ahli Statistik 7.SE. S.SE.M. Ahli Statistik 6.M. DR. S. 2. Agus Supriyanto. A.Tenaga Ahli sebagai Nara sumber sedangkan Pelaksana/Tim Teknis adalah dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.Akt Ehermann Suhartono. Heru Suprapto.M. Muhammad Firdaus. Muhammad Silman.M. Iskandar. Tenaga ahli sebagai pelaksana kegiatan dipersiapkan Sekolah Pasca Universitas Gadjah Mada ( UGM ) Yogyakarta yang memiliki pengalaman dalam menangani kegiatan penelitian dan capacity building sektor publik daerah di Indonesia.Si Sudirman. Tim Teknis Pendamping dan pengumpul data Fasilitasi Penyusunan Analisa Standar Belanja ( ASB ) Kabupaten Kutai Kartanegara Anggaran III .. Abdul Halim.

10 . Ir. Penanggung Jawab III. Dra. M.Si Siti Nurwidyawati.Sy Vanessa Vilna Sis. Koordinator Iii VI. Ar. M. M. III . M. MP.Sos. M. MM. M. Dr. Aswin. M.M Drs. Ir. H.. Fathan Djoenaidi. MM Bambang Arwanto. Ketua X. terdiri atas personil sbb ini adalah : I. Pengarah II. Koordinator V IX. B. Kelompok Kerja I (Pembahasan ASB) : 1. SE.A 4. Fredy Wardana. Nz. Jane. Ap.Sc 2. Bupati Kutai Kartanegara Nomor : 357 Tahun 2008. Diplom. SE. H. Salderi. Koordinator VIII. Setianto.M. Munir Fasihu. Kelompok Kerja I (Penyusunan ASB) : 1. H.. Machmudan. Afrizal.Tahun 2008 berdasarkan keputusan Plt. Hardi. Rodi Hartono. SH. Wakil Ketua XI. M. Anne Hasanah D.Si H. Hj. M. MT 5. Arsyad. Samsuri Aspar.Si 6. SE A.M. Shinta Andriyani Susilo.Si 3. MM. Drs. Aji. Koordinator I IV.. 2. Ir. Surya Alam.M.Bw 5.Si Heriansyah.Si Wiyono. H. MM Drs. Koordinator Iv VII.N. Mardinata. M. Sekretaris : : : : : : : : : : : Drs. Sip.Sc 3.Rizali. S.M. H. Sutrisno Drs.M. 7.Si 4. M. SE. Koordinator Ii V.

1.64% 6. per Penerima Penghargaan Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp.00% 0.87% Batas Bawah (%) 25.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 001 : No 1 2 3 4 5 6 7 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Jasa Kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Sewa Belanja Makan & Minum Rata-Rata (%) 41.73% 1.ASB–001 APRESIASI KINERJA PERSONAL/LEMBAGA Deskripsi: Apresiasi atau penghargaan atas kinerja personal merupakan kegiatan yang dilakukan oleh suatu satuan kerja perangkat daerah untuk memberikan penghargaan kepada orang-orang yang telah menunjukkan kinerja atau pengabdian di bidang tertentu atau kepada lembaga.431.00% Batas Atas (%) 57.01% 33.19% 10.18% 0. x Jumlah Penerima Penghargaan) = Total Belanja x 14.19% 4.48% Contoh Kegiatan ASB 001 No Satker Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kegiatan 1 Pemberian Penghargaan Tenaga Kependidikan yang Berprestasi 1 . satuan kerja perangkat daerah yang lain.00% 0.56% 29.978.20% 0.00% 80.00% 0. Pihak-pihak yang diberi penghargaan kinerja bisa merupakan pegawai di lingkungan satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan. penyusunan/pendataan nominator. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah Penerima Penghargaan Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp.086 . 19.358 per kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp 1. pemilihan dan penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang layak menerima serta pertanggungjawaban kegiatan kepada pihak yang berwenang.086. ataupun masyarakat umum.431.76% 3. 19.96% 14. Kegiatan ini mencakup perencanaan rincian kegiatan.00% 0.38% 12.00% 0.358 + (Rp.978.11% 1.

SD.SMP dan SMA/SMK Pemberian Penghargaan bagi PNS yang Berprestasi Pelaksanaan Uji Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pemilihan Guru Berprestasi) 4 2 .2 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sekretariat Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pengelolaan PAK Kenaikan Pangkat Guru TK.

000.ASB–002 ASISTENSI ATAU BIMBINGAN DENGAN PENDAMPINGAN Deskripsi: Asistensi atau bimbingan dengan pendampingan merupakan kegiatan untuk memberikan bimbingan atau pendampingan kepada pegawai atau subyek pelaksana harian atas mekanisme kerja tertentu yang melibatkan pihak luar dalam rangka memberikan panduan tersebut.22% 0.72% 5.00% 0.00% 0. 594.00% Batas Atas (%) 44.57% ASB ini hanya menganggarkan objek belanja seperti tersebut diatas. sesuai kebutuhan rill dan harus sepengetahuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)..975.14% 3.000 .90% Batas Bawah (%) 0.25% 1.00% 100.30% 53.22% 14. 594.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 002 : No 1 2 3 4 5 6 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Jasa Kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makan & Minum Rata-Rata (%) 16.per Lembaga per bulan Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp13..00% 0.00% 55.x Jumlah Lembaga x jumlah bulan) = Total Belanja x 14.000 + (Rp.29% 1. per kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp. Contoh Kegiatan ASB 002 No Satker Kegiatan 1 2 Bappeda Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pendampingan Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah Pendampingan Kegiatan Tugas Pembantu Dana APBN Th 2007 3 . Pengendali belanja (cost driver): Jumlah lembaga yang didampingi dan Durasi Pendampingan Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp13.975.00% 3.000. dan jika ada penambahan objek belanja (contoh : belanja perjalanan dinas) dapat ditambahkan dengan perhitungan dengan standar yang berlaku.00% 0.54% 21.

No Satker Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Sekretariat Daerah BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kegiatan 3 Pendamping Pemberdayaan Usaha Kecil Pedesaan 4 Pendampingan Lembaga Perkreditan Desa Pendamping Pembebasan Tanah Buku Putih (GD) di 17 Kecamatan Kab. untuk Pelaksanaan Permen No 13 16 Badan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Peningkatan Kelembagaan masyarakat Desa 17 Pembuatan dan Pembinaan KUB ( Kelompok Usaha Bersama) 18 19 20 Badan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Pembinaan Menejemen Pasar Desa Pembinaan & Pelatihan Lembaga Latihan Swasta Pembinaan Organisasi Ketenagakerjaan (LKS Tripartit & Dewan Pengupahan Daerah) 4 . Bendahara Penerima. 5 6 7 8 9 10 11 Badan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Pendidikan Luar Sekolah. Pemuda dan Olah Raga Sekretariat Daerah Peningkatan kualitas aparatur badan pemberdayaan masyarakat Pembinaan & Penempatan Tenaga kerja (Pembinaan Usaha Pemberi Kerja) Pembinaan Norma Ketenagakerjaan 12 Pemberantasan Buta Huruf (KF) Pengembangan Usaha Mikro Kecil Melalui Pengelolaan Unit Usaha Simpan Pinjam Pemberdayaan dan Pengembangan Lembaga Perkreditan Desa/Lembaga Keuangan Mikro 13 14 Sekretariat Daerah 15 BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Pendampingan Adm. KUKAR Asistensi Penyusunan Rancangan Pengelolaan Keuangan Darah Kabupaten/Kota Asistensi Penyusunan RKA Bagi Seluruh SKPD Dinas/Instansi/Kecamatan Kab. Pengeluaran & Barang. PPK & Bendahara. 2007 Bagi Seluruh PPTK. Kukar Tahun 2007 Asistensi Pelaksanaan APBD Th.

No Satker Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Kegiatan 21 Pembinaan SD Kunjung 22 Pembinaan & Dekranasda 23 Pembinaan Kemetrologian 24 Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Fasilitas Pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli KB 25 Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri 26 Pemantapan Kelembagaan Koperasi 27 Dinas Pendidikan Luar Sekolah. Pemuda dan Olah Raga Kantor Arsip Kantor Arsip Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Penyelenggaraan Paket B Setara SMP (P) 28 29 30 Pelatihan dan Bimbingan Teknis Dalam Rangka Pengembangan SDM Pemdes di Bidang Pengelolaan Administrasi Kearsipan Monitoring dan Pembinaan Kearsipan Pengadaan Staf Khusus/Konsultan Bidang Pendidikan 31 Pengembangan Sekolah Satu Atap SD/SMP 32 33 34 Pengembangan SMP Terbuka Pengembangan Sekolah Filial(SD) Pengembangan Sekolah Filial(SMP) 5 .

74% 3.ASB–003 BIMBINGAN ATAU PELATIHAN TEKNIS Deskripsi: Bimbingan teknis merupakan kegiatan untuk memberikan bimbingan/pelatihan kepada para pegawai di lingkungan satuan kerja perangkat daerah untuk memperoleh keahlian teknis tertentu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan keahlian teknis untuk masalahmasalah yang sifatnya operasional yang menjadi kebutuhan utama.93% 1.16% 2.74% 0.36% Batas Bawah (%) 0.300 per Kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp.100 x Jumlah Peserta x Jumlah Hari Pelatihan) = Total Belanja x 14.A.300 + (Rp. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah Peserta dan jumlah hari pelatihan. dan jika ada penambahan objek belanja (contoh : belanja perjalanan dinas) dapat ditambahkan dengan perhitungan dengan standar yang berlaku. 178.64% 11.46% 1.31% 1. Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp. 178.50% 0.965.00% 2.79% 0. Jika Pengiriman Peserta keluar daerah dalam rangka mengikuti Pelatihan /Bimbingan teknis dianggarkan dalam belanja Non Urusan (Ex B.965. kegiatan ini bukan hanya memberikan pelajaran tutorial saja tetapi juga memberikan contoh dan panduan rinci pada tiap-tiap peserta atas keahlian teknis yang dituju.17% 1.48% 4. sesuai kebutuhan rill dan harus sepengetahuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).23% Catatan : 1.49% Batas Atas (%) 4. 2. ASB ini hanya menganggarkan objek belanja seperti tersebut diatas.00% 0.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 003 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Material Belanja Bahan habis Pakai Belanja Jasa Kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Sewa Belanja Makan & Minum Rata-Rata (%) 2.78% 7.00% 0.U) 6 . 14.00% 0.64% 100. 14.05% 6.72% 82.00% 0.100 per Jumlah Peserta per Jumlah Hari Pelatihan Rumus Perhitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp.69% 0.

Kutai Kartanegara Magang Guru SMK Pembinaan bagi Pendidik dan Tenaga Pendidikan(KKP SMP/SMA) 7 8 9 Magang Pengembangan Ukir Kayu ke Jepara 10 Studi Efektitivitas dan Magang IK Kerajinan Kayu dalam Menunjang Kegiatan Promosi dan Pemasaran 11 Badan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Sosial Pelatihan /orientasi substantive pemberdayaan masyarakat dan studi pembelajaran 12 Pelatihan Ketrampilan berusaha bagi Keluarga Miskin 13 Dinas Sosial Pelatihan Ketrampilan Bagi Penyandang Masalah kesejahteraan sosial 14 Dinas Tenaga Kerja Pelatihan/Penerapan Pengembangan Teknologi Tepat Guna (Perluasan Kesempatan Kerja) 15 16 17 Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan Pengembangan Ternak Rakyat di Pedesaan Pelatihan dan Temu Usaha AGRIBISNIS Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi 7 .Contoh Kegiatan ASB 003 No 1 2 3 4 5 Satker Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kegiatan Pembinaan kelompok Kerja Guru(KKG) Pembinaan KKP TK/SD Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di SMP Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di SMA Peningkatan Mutu Pondok Pesantren 6 Dinas Sosial Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Pembinaan Karang Taruna & Organisasi Sosial Kab.

Asap & Abon Ikan bagi IKM Kec. Samboja & Marang Kayu 29 30 Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Bandeng Presto. Muara Jawa 31 32 Pelatihan dan Penyiapan Peralatan Penunjang Investasi Pelatihan bagi Kepala Desa di Balai PMD Yogyakarta 33 BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Pelatihan Pengelolaan Keuangan Daerah Tentang Sistem dan Prosedur Pembuatan Laporan Penerimaan PAD di Jakarta 34 Bimbingan Tehnis Implementasi Paket Regulasi Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah 8 .No 18 Satker Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kegiatan Pendidikan dan PelatihanFormal Tenggarong (Pembinaan KKG SMK) Pendidikan dan Pelatihan Formal Pengawas TK/SD (Pengendalian dan Evaluasi Pendidikan) pendidikan dan pelatihan Formal Guru SD/MI 5 Mata Pelajaran Pendidikan dan Pelatihan Formal Guru SMP/MTS pendidikan dan Pelatihan Formal Guru Geografi SMP/MTS 19 20 21 22 23 Dinas Pendidikan dan kebudayaan Pendidikan Berbasis Luas (Life Skill/pendidikan Kecakapan Hidup)pd SD/MI. Muara Jawa. SMA/MA DAN smk 24 25 26 27 28 Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Pelatihan Sekolah Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik(MKKS SLTP/SLTA) Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik(KKS SMP/SMA) Pelatihan Pengawas Tingkat TK/SD Pelatihan Pengawas Tingkat SLTP/SLTA Pelatihan AMT Bagi Usaha Industri Kecil Pemuda di Kec. SMP/MTS.

No

Satker
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Kegiatan
Bimbingan Tehnis Penyusunan RKA-SKPD Bagi Seluruh SKPD Se-Kab. Kukar

35

36

Diklat Tim Teknis Kecamatan Guna Peningkatan Pendapatan Daerah

37 38 39 40 41 42 43 44 45

Badan Pemberdayaan Masyarakat Bapedalda Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Dinas Sosial

Pelatihan Fasilisator Pelatih P3MD Pendidikan dan Pelatihan Formal Pendidikan Dan Pelatihan Formal Pelatihan Tenaga Pengelola SIAK Pembinaan Administrasi Catatan Sipil Pembinaan Petugas Pembuat Akte Catatan Sipil Pembinaan Program KB Lapangan Penyiapan tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga Pendidikan dan Pelatihan Formal Pendidikan Dan Pelatihan Formal Pelatihan Keterampilan & Praktek Belajar Kerja Bagi Anak Terlantar Pendidikan & Pelatihan Bagi Penyandang Cacat & Eks Trauma

46

47

Dinas Sosial

48

Dinas Sosial

49

Dinas Sosial

Pendidikan & Pelatihan Ketrampilan Berusaha Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial Di Kec. Marang Kayu

50

Dinas Tenaga Kerja Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga

Pendidikan Dan Pelatihan Formal

51

Pelatihan Tutor Kejar Paket C Setara SMU

9

No

Satker Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga Dinas Perhubungan

Kegiatan

52

Pelatihan Tutor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

53

Pelatihan Tutor Keaksaraan Fungsional(KF)

54

Pelatihan Pertukangan Meubel

55

Pelatihan Perbengkelan Las

56

Pelatihan Perbengkelan Sepeda Motor,Mesin Ces dan Elektronik beserta Bantuan Modal Bekal Usaha

57

Ketrampilan Modes Puta Putri,Pembuatan Sablon se Kab. Kukar

58

Life Skill Bordir (SKB TGR)

59

Life Skill Kompor Briket Batu Bara (SKB TGR)

60

Pelatihan Salon Kecantikan (SKB Tenggarong)

61

Pelatihan Salon Kecantikan (SKB Ma. Jawa)

62

Pelatihan Bordir (SKB Ma.Jawa)

63

Pelatihan Pengolahan Sabut Kelapa (SKB Ma. Jawa)

64

Pelatihan Salon Kecantikan (SKB Kota Bangun)

65

Pendidikan dan Pelatihan Formal

10

No
66

Satker Dinas Peternakan

Kegiatan Pembinaan Pos Kesehatan Hewan

67

Dinas Peternakan

Pengamanan Kesehatan Masyarakat Veterriner (Kesmavet)

68 69 70 71 72 73 74 75

Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan BADAN PENGAWAS DAERAH BADAN PENGAWAS DAERAH

Pengembangan Pusat Pembibitan Ternak Kerbau Pengembangan Pusat Pembibitan Ternak Kambing Pengembangan Pusat Pembibitan (Breeding Center) Ternak Babi Pengembangan Bibit Ternak EMBRIO Tansper (ET) Pengembangan Usaha Tani Ternak Berbasis Agrinbisnis Pengembangan Pusat Pembibitan Ternak Ayam Buras Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis Pendidikan dan Pelatihan Formal

76

Pelatihan Pengembangan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan

77

SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD Kantor Perpustakaan Umum
Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Pendidikan dan Pelatihan Formal

78 79

Bimbingan Teklnis Implementasi Peraturan PerundangUndangan Pendidikan dan Pelatihan Formal
Pelatihan dan penatausahaan Keuangan(PERMENDAGRI 13) pada 13 Cab. Dis Pendidikan Pelatihan Pendidikan Guru Bahasa Inggris di new Zealand Pelatihan Pendidikan Certificate Tsl Transfer Degre ke Master Applied Linguistics di Australia Pelatihan Penilaian Angka Kredit bagi Guru

80

81

82

83

11

No
84

Satker
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Sekretariat Daerah

Kegiatan
Bimbingan Tehnis Pembuatan Karya Tulis Ilmiah

85

Pendidikan dan Pelatihan Formal

86

Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan

87

Pembinaan Industri Kecil dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri (Pelatihan Teknis Sablon)

88

Pembinaan Industri Kecil dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri (Pelatihan Pembuatan Kue Kering)

89

Pelatihan Penjahitan, Perbengkelan Sepeda Motor & Partisipasi pada Ajang Promosi Produk IKM

90

Pelatihan Teknis Modifikasi Pembuatan Stempel

91

Kontak Informasi Teknis Produksi Pengolahan Limbah Kayu menjadi Kerajinan Tikar Kayu

92

Pelatihan Pelayanan Administrasi Perijinan Industri (Wilayah Ulu, Pesisir dan Tengah)

93

Pelatihan Penerapan Teknologi Diversifikasi Pengelohan Buah Nenas bagi IKM Kec. Samboja

94

Pemantapan Kelembagaan dan Usaha Simpan Pinjam

95

Pelatihan Teknis Perangkat Pemerintah DesaDalam Penataan Tapal Batas Desa & Kelurahan Pelatihan dan Bimbingan Teknis (BPD) dalam Wilayah Kab. KUKAR Pelatihan Jurnalistik Pelatihan dan Peningkatan Teknis Audio Visual

96 97 98

Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah

12

13 Tahun 2006 di Lingkungan Sekretariat DPRD 110 Pesantren Kilat dan Safari Ramadhan 111 SEKRETARIAT DPRD Aplikasi dan Implementasi Permendagri No. Kutai Kartanegara 102 SEKRETARIAT DPRD Pendidikan dan Pelatihan Formal 103 SEKRETARIAT DPRD Bimbingan Teklnis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan 104 Sekretariat Daerah Pelatihan Teknis Staf Bagian Pemdes/Kelurahan Dalam Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah 105 106 107 108 Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perangkat Pemerintah Wilayah Bimbingan Teknis dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Mengikuti Bintek Keprotokolan Pelatihan Pengelolaan dan Pertanggung Jawaban Keuangan 109 SEKRETARIAT DPRD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aplikasi dan Implementasi Permendagri No. 13 Th.No 99 Satker BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kegiatan Pengaktifan & Sosialisasi Mesin Absensi Magnetik 100 Pendidikan Akuntansi bagi Staf PPK pada SKPD di Lingkungan Pemkab. 2006 di Lingkungan Sekretariat DPRD (P) 113 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pendidikan Kab Kukar dengan Fakultas Kedokteran Unlam Banjarmasin 13 . 13 Tahun 2006 di Lingkungan Sekretariat DPRD 112 Sekretariat Daerah Aplikasi dan Implementasi Permendagri No. Kukar 101 Pelatihan Bagi Juru Pungut Pajak dan Retribusi se Kab.

Kota Bangun 122 Bappeda Peningkatan SDM perencanaan 123 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Peningkatan Kualifikasi Guru Bahasa Inggris 124 Pengembangan Kemampuan Aparatur bidang Perdagangan 14 .Peningkatan Mutu SMP/SMA 118 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kerjasama FMTK Thr National Technical University College of Malaysia(KUTKM) Malaka Peningkatan Motivasi Guru Daerah Terpencil 119 120 Dinas Sosial Pendayagunaan Para Penyandang Cacat & Eks Trauma 121 Dinas Sosial Pemberdayaan Eks Penyandang Penyakit Sosial Di Kec.No Satker Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kegiatan Pelaksanaan Kerjasama secara Kelembagaan di Bidang Pendidikan(UGM Yogyakarta) 114 115 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pendidikan Kab Kukar dengan IPB Bogor 116 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah/Dinas Pendidikan Kab Kukar dengan ITB Bandung 117 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kerjasama Prestasi Junior Indonesia(PJI).

300 per kegiatan Satuan Pengendali Belanja Variabel (Variable cost) = Rp 11.57% 0. Satu kali koordinasi setara dengan satu minggu.ASB–004 FORUM KOMUNIKASI ATAU KOORDINASI Deskripsi: Forum komunikasi atau koordinasi merupakan kegiatan untuk menyelenggarakan komunikasi atau koordinasi dengan lembaga atau instansi lain yang terkait dengan maksud dan tujuan tertentu.25% 100.63% 57.00% Batas Atas (%) 65.13% 0.00% Contoh Kegiatan ASB 004 No Satker Kegiatan 1 Bapedalda Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura 15 .450.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 004 : No 1 2 3 4 5 6 7 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Sewa Belanja Makan & Minum Belanja Perjalanan Dinas Rata-Rata (%) 30.00% 0. (1 instansi = 5 orang perwakilan instansi = 5 lembaga di luar instansi /perwakilannya = 1 jaringan di luar instansi pemerintahan.63% 0.300 + (Rp 11.20% 9.96% 2. satu bulan koordinasi setara dengan 4 kali atau 4 minggu proses koordinasi.84% 1.800 per Jumlah Lembaga per Durasi dalam Minggu Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp 34. 1 lembaga setara dengan 40 orang peserta bebas tanpa lembaga).800 x Jumlah Lembaga x Durasi dalam Minggu) = Total Belanja x 14.28% 0.450.00% 0.12% 11. Satuan Pengendali Belanja Tetap (Fixed Cost) = Rp 34. Hasil dari kegiatan ini berupa kesepakatan dan kesepahaman tentang masalah yang ingin dipecahkan dan tercapainya tujuan yang diharapkan.73% 3.006.49% Batas Bawah (%) 0.01% 0.00% 0.70% 0. Satuan pengendali biaya (cost driver): Jumlah lembaga yang dicakup dalam forum komunikasi atau koordinasi serta durasi proses komunikasi atau koordinasi dilakukan.006.04% 5.52% 1.

Pemuda dan Olah Raga SEKRETARIAT DPRD Sekretariat Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Sekretariat Daerah 4 Rapat Koordinasi Dikluspora Kab Kukar 5 6 7 Konsultasi Penyusunan Buku Akhir Tahun 2007 Koordinasi Humas dan Informasi Pembangunan Jaringan Kurikulum dan Penilaian SMA Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pendidikan Bermutu dan Studi Pengembangan Dewan Pendidikan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Komite Sekolah Penyelenggaraan Pendidikan Bermutu Rapat Koordinasi Pembinaan Pengawas Agama Konsultasi ke Departemen Perindustrian Tentang Kemitraan & Promosi Hasil Industri Konsultasi Penyelesaian Tapal Batas Desa 8 9 10 11 12 13 Sekretariat Daerah Koordinasi dan Bimbingan Unit Usaha Perusahaan Daerah di Lingkungan Kabupaten 14 BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Koordinasi Realisasi Setoran Retribusi Daerah Pada Instansi Yang Terkait Koordinasi Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah di Kab.No Satker Kegiatan 2 Bapedalda Koordinasi Penyusunan AMDAL Fasilitas Penyelesaian Prosedur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial 3 Dinas Tenaga Kerja Dinas Pendidikan Luar Sekolah. 1999 Dalam Rangka Peningkatan Pengetahuan 15 16 16 . Kutai Kartanegara Konsultasi Tehnis ke Depdagri Tentang Penagihan Pajak & Retribusi Daerah Permen No. 43 Th.

Pimpinan/Anggota Organisasi Sosial dan Masyarakat Pelaksanaan Musrebang kecamatan Penyelenggaraan Musrenbang Kab Peningkatan Capaian Kinerja SKPD 25 26 27 28 29 30 Sekretariat Daerah Bappeda Bappeda Bapedalda 17 .No Satker BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SEKRETARIAT DPRD Kegiatan 17 Koordinasi Realisasi Setoran Pajak Daerah Pada Instansi Yang Terkait Koordinasi Dan Pengumpulan Data Guna Mencari SumberSumber Pembiayaan Untuk Meningkatkan PAD Koordinasi Data Kelengkapan Penerbitan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran Koordinasi dan Sinkronisasi Pada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Lain Mengenai Pengelola Keuangan Daerah Koordinasi Dana Perimbangan Daerah Ke KPKN & Dirjen Anggaran Jakarta Koordinasi dengan Instansi TK.tokoh Masyarakat. Kecamatan Dalam Rangka Pemutihan Pajak dan Retribusi Daerah Untuk Peningkatan PAD 18 19 20 21 22 23 Konsultasi Peremajaan sistem Nomenklatur Mapatda AS 400 24 Konsultasi Pada Instansi Terkait Dalam Rangka Pelaksanaan Pemutihan Wajib Pajak/Retribusi Daerah Konfirmasi Pungutan Bagi Hasil Provinsi dan Bantuan Keuangan dari Provinsi Konsultasi Penyusunan Buku Akhir Tahun 2007 Dialog/Audensi dengan Tokoh .

Pemilihan peserta harus mempertimbangkan relevansi (kesesuaian) dan kapabilitas (kemampuan) peserta dengan masalah atau topik tersebut dan bukan asal menghadirkan orang agar hasil kajian yang diperoleh memiliki kualitas yang cukup baik.80% 16.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 005 : No 1 2 3 4 5 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makan & Minum Rata-Rata (%) 13.21% 3.82% Catatan: ASB ini hanya menganggarkan objek belanja seperti tersebut diatas. 210.00% 9.53% 15.14% Batas Bawah (%) 0.040 x Jumlah Peserta x Jumlah Hari = Total Belanja x 14. 18 .33% 64. dan jika ada penambahan objek belanja (contoh : belanja perjalanan dinas ) dapat ditambahkan dengan perhitungan dengan standar yang berlaku.00% 0. Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp 210.46% 86. Satuan kerja perangkat daerah harus mendeskripsikan secara singkat setiap peserta sesuai dengan relevansi dan kapabilitasnya.66% 12.040 per Jumlah Peserta Rumus Penghitungan Belanja Total: Tarif Belanja Variabel x Jumlah Peserta x Jumlah Hari = Rp.ASB–005 KAJIAN BERSAMA/DISKUSI/SARASEHAN Deskripsi: Kajian bersama/diskusi/sarasehan merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk membahas masalah atau topik memperoleh masukan dengan melibatkan orang/pihak lain yang dipandang memiliki kemampuan untuk ikut memecahkan masalah atau meningkatkan kualitas topik yang dibahas.20% 41.56% 1.46% Batas Atas (%) 25.43% 0. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah peserta. sesuai kebutuhan rill dan harus sepengetahuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).87% 9.

Contoh Kegiatan ASB 005 No Satker Kegiatan Hearing/Dialog dan Koordinasi Dengan Pejabat Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat/Tokoh Agama Pembinaan Gugus TK dan SD Negeri dan Swasta 1 SEKRETARIAT DPRD Dinas Pendidikan dan kebudayaan 2 3 SEKRETARIAT DPRD Hearing/Dialog dan Koordinasi Dengan Pejabat Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat/Tokoh Agama 4 Badan Pemberdayaan Masyarakat Musrembang Desa/Kelurahan dan pendataan evaluasi penyusunan prog masuk Desa th 2007 19 .

932.36% 9.00% 1.57% 0.70% 32.143 x Jenis Obyek yang dimonitor/ diawasi/ diperiksa x titik pengamatan) = Total Belanja x 14.52% ASB ini hanya menganggarkan objek belanja seperti tersebut diatas.27% 5. Contoh Kegiatan ASB 006 No 1 2 Satker Bapedalda Badan Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Prokasih/Superkasih Evaluasi Kegiatan LPD/FUKP dan Lumbung Pangan Masyarakat Desa(LPMD) Gerbang Dayaku 20 .467 Per kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp.00% 0. 16.ASB–006 MONITORING/PENGAWASAN/ PENGAMATAN Deskripsi: Monitoring/pengawasan/pengamatan adalah kegiatan untuk mengawasi obyek atau titik amatan atau obyek amatan sesuai dengan tujuan yang digariskan dalam kegiatan tersebut.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 006 : No 1 2 3 4 5 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makan & Minum Rata-Rata (%) 43. Jumlah pengamatan Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp.74% 10. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah obyek yang diawasi /diperiksa.932.53% 7. titik pemeriksaan/pengawasan /pemeriksaan. sesuai kebutuhan rill dan harus sepengetahuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).87% 0. 363. bersifat abstrak.143 per Jenis Obyek yang dimonitor/diawasi/diperiksa per titik pengamatan per Jumlah Pemeriksaan Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp.00% Batas Atas (%) 67. 363. Obyek bisa berupa kegiatan dengan fokus pada suatu lokasi. dan jika ada penambahan objek belanja (contoh : belanja perjalanan dinas) dapat ditambahkan dengan perhitungan dengan standar yang berlaku.92% 23. 16.76% Batas Bawah (%) 19.74% 83. ataupun berujud fisik.467 + (Rp.19% 22.

2007 Pendataan & Perencanaan Tata Guna Tanah. Kukar Pemantauan Kualitas Lingkungan Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Pengujian Emisi Udara Akibat Aktivitas Industri Pengawasan Warga Negara Asing (WNA) Di Kab. Kukar Th. Evaluasi dan Pelaporan Monitoring. Evaluasi Lahan Pasca Tambang Evaluasi Situs Purbakala di Kec. Anggana dan Kota Bangun 19 Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Kota & Desa 20 Pengawasan Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Kesehatan 21 . Pengawasan Higiene Perusahaan 4 5 6 7 8 9 10 Dinas Pertanahan 11 Dinas Sosial 12 13 Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Pendidikan Luar Sekolah. Tata Ruang Serta Monitoring Izin & Evaluasi Serta Penyuluhan Inventarisasi Tanah Milik Pemda & Administrasi Kemilikan Tanah Penanganan Masalah-Masalah Strategis Yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat & Kejadian Luar Biasa Pembinaan & Pengawasan Keselamatan & Kesehatan Kerja Pembinaan.No Satker BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Bapedalda Bapedalda Bapedalda Bapedalda Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pertanahan Kegiatan 3 Evaluasi Sumber-Sumber Penerimaan dan Penyetoran PAD Kab. Pemuda dan Olah Raga Dinas Peternakan DINAS KEHUTANAN DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI DINAS PARIWISATA BADAN PENGAWAS DAERAH BADAN PENGAWAS DAERAH 14 Monitoring Perijinan Khusus 18 kecamatan 15 16 17 18 Pengamatan dan Penyidikan Penyakit Hewan Monitoring.

Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan APBD II. Evaluasi dan Pelaporan Monitoring.Evaluasi dan Pelaporan Pemantauan Pelaksanaan Program Pembangunan Monitoring.No Satker Kegiatan 21 BADAN PENGAWAS DAERAH BADAN PENGAWAS DAERAH BADAN PENGAWAS DAERAH BADAN PENGAWAS DAERAH BADAN PENGAWAS DAERAH KECAMATAN LOA KULU Kecamatan Samboja Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Sekretariat Daerah Pengawasan Administrasi Kelurahan dan Desa 22 Pengawasan Kredit Usaha Kecil Pedesaan di Kab. Monitoring dan Evaluasi Pendataan Koperasi dan UKM 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Monitoring Realisasi Kapasitas Produksi Industri 35 Pengawasan Depot Air Minum Monitoring. APBD I. Pembinaan dan Sosialisasi Penilaian Program P2KWSS. BKB. dan APBN Pembangunan di KUKAR Evaluasi Gakin Kab Kukar Evaluasi dan Monitoring Guru T3D Kab Kukar Pengendalian dan Evaluasi Pendidikan Supervisi. GSI/KSI dan Perusahaan terbaik Monitoring & Evaluasi Pengelolaan Kredit Usaha Kecil Pedesaan 36 37 Sekretariat Daerah 22 . Evaluasi Hasil Pengawasan serta Informasi Masyarakat (P0 Monitoring. Kukar 23 Pengawasan Inventarisasi Aset kekayaan daerah 24 Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Bawaskab Kutai Kartanegara Monitoring.

Evaluasi & Pelaporan Disiplin Pegawai Monitoring. Evaluasi & Pelaporan Tata Laksana Evaluasi dan Pengkajian Penggabungan dan Penghapusan Desa/Kelurahan Monitoring dan Evaluasi Tugas Kepala Dusun Sebagai Aparat Desa Monitoring dan Evaluasi Tugas dan Fungsi Lembaga Adat sesuai UU No. Palawija serta Pengembangan Peternakan dan Perkebunan 49 BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Monitoring Implementasi Permendagri 13 Tentang Penatausahaan Bendahara Pengeluaran Pada SKPD 50 Evaluasi Monitoring Lapangan di 18 Kecamatan 51 Evaluasi dan Pengumpulan Data-Data SPJ Untuk Perhitungan APBD 2007 52 Monitoring Tunggakan Pajak dan Retribusi Daerah 23 . Kabupaten 39 Sekretariat Daerah 40 Sekretariat Daerah Monitoring Peningkatan Pemberdayaan UKM 41 42 43 44 Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Monitoring dan Evaluasi Pelayanan PDAM terhadap Masyarakat Monitoring. 32 45 Sekretariat Daerah 46 Sekretariat Daerah 47 Sekretariat Daerah Monitoring dan Pengawasan pupuk dan pestisida serta keadaan stok pangan 48 Sekretariat Daerah Monitoring Harga Gabah.No Satker Kegiatan 38 Sekretariat Daerah Monitoring & Inventarisasi Kegiatan Industri kecil di Wilayah Kabupaten Monitoring pergudangan dalam Wil.

No Satker BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kantor Arsip Kecamatan Muara Muntai Kecamatan Muara Jawa Kecamatan Anggana Sekretariat Daerah Kegiatan 53 Tim Evaluasi Tunggakan Pajak Daerah 54 Tim Evaluasi Tunggakan Retribusi Daerah 55 Pemantauan SPTPD dan Penyampaian NPWPD/NPWRD Monitoring. Inventarisasi dan Pelaporan 60 61 62 63 64 65 Pengendalian Pengelolaan SP2D Kab. Evaluasi dan Pelaporan kondisi situasi Data Monitoring.Evaluasi dan Pelaporan Monitoring.Proyek APBD II 24 . Evaluasi dan Pengawasan Pengeloalaan Aset . Evaluasi dan Peloporan Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Desa Persiapan Menjadi Desa Definitif Inventarisasi.Evaluasi dan Pelaporan Monitoring. Evaluasi dan Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Urusan Keuangan Penyusunan. Inventarisasi dan Pelaporan 56 57 58 59 Monitoring.aset Pemkab Kukar yang menghasilakn PAD Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala 66 Sekretariat Daerah 67 Sekretariat Daerah 68 Sekretariat Daerah Pengendalian Proyek . Kukar Monitoring. Monitoring dan Evaluasi Laporan Keuangan Berkala Monitoring. Monitoring.

11% 12.x Jumlah SDM Pelaksana Pungutan x Jumlah Bulan = Total Belanja x 14.04% 2.000.00% 0..00 Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp.82% 12. 0.00% 2.94% 31.19% Batas Atas (%) 12.308.24% Batas Bawah (%) 1.50% 0.88% 1.06% 50.308.000.91% 1.00% 0.03% 0.per SDM Pelaksana Pungutan per Bulan Rumus Penghitungan Belanja Total: Tarif Belanja Variabel x Jumlah SDM Pelaksana Pungutan x Jumlah Bulan = Rp.ASB–007 OPERASIONALISASI PUNGUTAN PAJAK DAERAH Deskripsi: Operasionalisasi pungutan pajak daerah adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas pemungut pajak yang berwenang pada suatu satuan kerja perangkat daerah untuk melaksanakan pungutan pajak daerah. 2.26% 44.99% 100.85% 0..28% Contoh Kegiatan ASB 007 No 1 Satker Dinas Pertanahan BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kegiatan Retribusi Tanah Kabupaten Kutai Kartanegara 100 Personil 2 Penggalian Pajak dan Retribusi Daerah Untuk Peningkatan PAD 25 . Pengendali belanja (cost driver): Jumlah SDM Pelaksana Pungutan dan Jumlah Bulan Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): =Rp. Berbagai pungutan yang resmi dalam konteks ini semuanya dikategorikan dalam pungutan pajak.24% 4.20% 28.11% 0.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 007 : No 1 2 3 4 5 6 7 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Jasa Kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makan & Minum Belanja Perjalanan Dinas Rata-Rata (%) 7. 2.

ASB–008 MENGIKUTI PAMERAN Deskripsi: Mengikuti Pameran adalah kegiatan satuan kerja perangkat daerah untuk berpartisifasi dalam menampilkan kepada masyarakat luas tentang hasil karya seni.632.51% 7.01% 80.00% 0. Pengendali belanja (cost driver): Durasi Hari Pameran.00% Batas Atas (%) 18.87% 86.00% 0.70% 6.97% 31.000 per hari pameran Rumus Penghitungan Belanja Total: = Rp 17.00% 0. tulisan.82% 2.00% 0. sesuai kebutuhan rill dan harus sepengetahuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). dan jika ada penambahan objek belanja (contoh : belanja perjalanan dinas) dapat ditambahkan dengan perhitungan dengan standar yang berlaku.22% 8.81% 39. Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp.000 x Jumlah Hari Pameran = Total Belanja x 14.26% 3.00% 0.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 008 : No 1 2 3 4 5 6 7 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Jasa kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Sewa Belanja Makan & Minum Rata-Rata (%) 9.13% 0.68% 18. teknologi. Contoh Kegiatan ASB 008 No Satker Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Kegiatan 1 Pembinaan GKM Industri 2 Pembinaan Usaha Non Pertanian 26 .20% ASB ini hanya menganggarkan objek belanja seperti tersebut diatas.632. Kegiatan ini dimulai sejak dipersiapkannya kegiatan hingga selesainya pameran secara tuntas dan diterbitkannya laporan hasil kegiatan.28% Batas Bawah (%) 1.20% 1.20% 25. 17. dan berbagai karya lain yang dapat diperlihatkan wujud fisiknya yang bertempat di suatu lokasi tetap sementara waktu sampai kegiatan tersebut berakhir.

3 Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) DINAS PARIWISATA Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Pengembangan Kemitraan Promosi dan Pemasaran Hasil Industri Pameran Promosi Pariwisata dalam luar Negeri 4 5 Mengikuti Pameran Keluar Daerah 6 Promosi Dagang Dalam dan Luar Negeri 7 Promosi Dagang Informasi Usaha 8 Pengembangan Promosi Komoditi Daerah 9 10 11 Pameran Promosi Dalam Negeri Penunjang Kegiatan Pameran Dalam Negeri Pameran AGRO and Food Agribisnis 27 .

89% 23.90% 14.00% 0.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 009 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Material Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Jasa kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makan & Minum Belanja Perjalanan Dinas Rata . bukan pada jenis tanaman tertentu. 2. pembersihan lahan dan penanaman pelestarian dan pengembangan bibit buahbuahan unggul lokal khas kutai(tsbr 18 kec) Pengembangan Produksi Holtikultura 2 3 28 .01% Batas Bawah (%) 1.04% 1.43% 0.29% 0.54% 7.00% 4.ASB–009 PEMBAHARUAN LAHAN UNTUK TANAMAN Deskripsi: Pembaharuan lahan untuk tanaman memiliki pengertian kegiatan untuk memperbaharui lahan yang digunakan untuk tanaman.64% 0.08% 0.15% 1. Pengendali belanja (cost driver): Luas Lahan dalam Hektar Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp.94% Batas Atas (%) 10.04% 100.Rata (%) 6.000 per Luas Lahan yang ditanami dalam Hektar Rumus Penghitungan Belanja Total: = Rp.000 x Luas Lahan yang ditanami dalam Hektar = Total Belanja x 14.67% 0.56% 50.25% 0.957.82% 0.00% 1.65% 3.08% Contoh Kegiatan ASB 009 No 1 Satker Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kegiatan Pengembangan padi dan Palawija dan Mekanisme Pertanian (15 kec) Pengembangan Komoditi pisang.957.09% 1. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberdayakan lahan. 2.43% 43.98% 25. Kegiatan ini dimulai sejak dipersiapkannya kegiatan sampai dengan selesainya proses tanam dan pengawasannya serta diterbitkannya pertanggungjawaban laporan hasil kegiatan.

4 Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pengembangan Produksi Tanaman Pangan 29 .

27% 0. 57.767.00% Batas Atas (%) 100.ASB–010 PEMBENTUKAN BADAN ATAU ORGANISASI Deskripsi: Pembentukan badan atau organisasi merupakan kegiatan untuk menghadirkan badan atau organisasi baru baik di dalam satuan kerja perangkat daerah perangkat daerah ataupun di luar satuan kerja perangkat daerah.17% 1. Kegiatan ini akan menghasilkan badan atau organisasi baru sebagai pertanggungjawaban satuan kerja perangkat daerah pelaksana kegiatan yang bersangkutan. Organisasi yang dibentuk memiliki status yang sah baik secara legal (hukum) maupun formal.06% 0.21% 2.00% 0.53% 0. Organisasi bisa berupa organisasi di dalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan. 57.00% 0.500 x Jumlah Organisasi = Total Belanja x 14.05% 0.767. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah Badan atau Unit Organisasi Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp.85% Batas Bawah (%) 0.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 010 : No 1 2 3 4 5 6 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Jasa kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makan & Minum Rata-Rata (%) 89.00% 2.51% 6.00% 10. Kutai Kartanegara 2 BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Penyusunan dan Pengangkatan Bendahara dan Pembantu Bendahara 30 .500 per Jumlah Organisasi Rumus Penghitungan Belanja Total: = Rp.27% 0.87% Contoh Kegiatan ASB 010 No Satker Kegiatan 1 Sekretariat Daerah Pembentukan KPAID Kab.07% 2.04% 1.19% 6.

..15% 2. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah Peserta dan Jumlah Hari Pelatihan Dengan ketentuan: 1 Hari Pelatihan = 8 jpl.43% 13.00% Batas Atas (%) 15.41% Batas Bawah (%) 3.905.53% 17.x Peserta x Hari Pelatihan) = Total Belanja x 14. atau kebutuhan yang bukan merupakan kebutuhan teknis atau operasional.06% 5.per kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp 287. Diklat ini lebih bersifat pemenuhan kebutuhan suatu posisi/jabatan/peran tertentu.00% 0.850.00% 3..15% 14.00% Contoh Kegiatan ASB 011 No 1 2 Satker Dinas Peternakan DINAS KEHUTANAN Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan Pelatihan Formal Kegiatan 31 .04% 0.86% 5.58% 0.000.62% 4. 11.58% 0.905.850. Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp 11.per orang per hari Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp.ASB–011 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI Deskripsi: Pendidikan dan pelatihan untuk pegawai merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh satuan kerja perangkat daerah dalam memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai di satuan kerja perangkat daerah atau satuan kerja perangkat daerah tertentu untuk mencapai keahlian atau kemampuan tertentu.00% 2. atau untuk menghadapi permasalahan yang tidak dapat ditentukan kemunculan kebutuhannya.19% 100.67% 10.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 011 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Material Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Sewa Belanja Makan & Minum Belanja Perjalanan Dinas Rata-Rata (%) 9.49% 5.00% 18.00% 29.+ (Rp 287.000..55% 0.39% 46.46% 7.

No Satker DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI DINAS PARIWISATA Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kantor Arsip Sekretariat Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kecamatan Muara Jawa Kegiatan 3 Pendidikan dan Pelatihan Formal 4 5 6 7 Pendidikan dan Pelatihan Formal Pendidikan dan Pelatihan Formal Tersebar Sekabupaten Kutai Kartanegara pendidikan dan Pelatihan Formal Guru SMA/MA Pendidikan dan Pelatihan Formal Guru SMP/SMA 8 Pendidikan dan Pelatihan Formal 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pendidikan dan Pelatihan Formal Pendidikan dan Pelatihan Formal Pelatihan Guru SMK se Kab Kukar Pelatihan dan Penataran Guru SMK Diklat Kepala Sekolah TK/SD/SMP/SMA/SMK Pendidikan dan Pelatihan bagi Pengawas Agama Islam Pendidikan dan Pelatihan bagi Pendidik dan Tenaga Pendidik(Agama Islam) Pendidikan dan Pelatihan bagi Guru Agama Islam Pendidikan dan Pelatihan bagi Guru TK Penunjang Kegiatan Pendapatan Wajib Pajak di Kecamatan Muara Jawa 18 19 Penunjang Kegiatan Bendahara Khusus Penerima BPKD 20 Penunjang Kegiatan Pendapatan Wajib Pajak di Kecamatan Muara Badak Pendidikan dan Pelatihan Formal 21 32 .

No 22 23 24 25 26 Satker Kantor PUSDATTINKOM RSU Aji Batara Agung Dewa Sakti Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Formal Pendidikan dan Pelatihan Formal Pembekalan Bagi Perangkat Desa Dalam Rangka Pengelolaan Alokasi Dana Desa Pembekalan Dan Orentasi Tugas Pengelolaan Keuangan Desa Hasil Pemekaran Pelatihan Penatausahaan Keuangan Desa 33 .

Alokasi Obyek Belanja ASB 012 : No 1 2 3 4 5 6 Objek Belanja Honorarium PNS Honorarium non PNS Belanja Bahan Pakai Habis Belanja Jasa Kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makanan & Minuman Rata-Rata (%) 13. Pengendali belanja (cost driver): Nilai Sarana Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp.15% 1.095. 79.90 % = Total Belanja Keseluruhan Nilai keseluruhan tersebut selain Nilai Sarana harus didistribusikan dalam alokasi belanja sebagaimana diatur dalam tabel berikut ini. 79.28% 6.61% 3.095.Kota Bangun Pembangunan Jalan Muara Belayan .789 + (0.75% 2.94% 0.46% 100.00% 0.00% 0.00% 5.16% Batas Bawah (%) 6.789 per Kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = 0.20% 73.789 + (1.Kembang Janggut 34 .81% 3.ASB–012 PENDIRIAN PRASARANA JALAN DAN JEMBATAN.036 per Nilai Sarana Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp. 79.74% 12.72% Contoh Kegiatan ASB 012 No 1 2 3 4 Nama SKPD PU PU PU PU Nama Kegiatan Pembangunan Jalan Desa Tubuhan ke Jalan Poros Pembangunan Ruas Jalan Muara Belayan Pembangunan Jalan Poros Selerong .52% 0.13% 6.00% 0. Deskripsi: Pendirian prasarana jalan dan jembatan merupakan kegiatan untuk menghadirkan prasarana jalan dan jembatan yang dibutuhkan oleh satuan kerja perangkat daerah ataupun masyarakat umum yang berhubungan langsung dengannya agar prasarana tersebut dapat berfungsi.095.36 x Nilai Sarana) + Nilai Sarana = Total Belanja x 14.00% Batas Atas (%) 19.036 x Nilai Sarana) = Rp.

Wahidin Kel. Jawa Pembangunan Jembatan Ulin Asrama Polsek Muara Wis Pembangunan Jembatan Beton Jl.GN.Sentul Kel.Melayu Pembangunan Jalan Muara Belayan . Loa Kulu Pembangunan Jalan Produksi Sawit Long Mehli Pembangunan Jalan Usaha Tani Desa Ponoragan Pembangunan Jalan Jembatan Kayu Ulin Desa Jantur. Tenggarong Pembangunan Jalan Desa Jonggon Kec. 07 Muara kaman Ilir Pembangunan Jembatan Sungai Pela 35 . DR. Badak Ulu Pembangunan Jembatan Kutai Lama Pembangunan Jembatan GG. Kaman Ulu Seberang Pembangunan Jembatan Ulin Di Desa MA. Tabang Pembangunan Jembatan Ulin MA. Keluarga Kampung Kajang Sel. Kenohan Pembangunan Jembatan Permanen Jl. Badak Ilir Pembangunan Jembatan Sungai Kahala-Lamin Telihan Kec.35 Pembangunan Jalan Martadipura ke Sebelimbingan Pembangunan Jalan dan Jembatan Desa Tuana Tuha .Belah . Bina Cipta Menuju Ke Laut Desa MA.Desa Gentig Tanah Pembangunan dan Peningkatan Jalan Padaidi-Karang Mumus Desa Badak Mekar Pembangunan Jalan Kelekat . Jira Tanggul Kel. Jantur Selatan Pembangunan Jembatan Gantung di Kec. MA.Tabang Pembangunan Jalan dan Parit RT. Sanga Sanga Dalam Pembuatan Jembatan Konstruksi Kayu Ulin Pelabuhan Nelayan Toko Lima Desa MA.Pela .Muara Wis Pembangunan Jalan Tembus Muara Muntai-Muara Wis Pembangunan Jalan Dan Normalisasi Sungai Tanggi Pembangunan Jalan Amborawang Laut Menuju Tanjung Harapan Pembangunan Jalan Lingkungan Pondok Sosial KM.Sebulu) Pembangunan Jalan Usaha Tani Desa Rapak Lambur Kec.No 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Nama SKPD PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU Nama Kegiatan Pembangunan Ruas Jalan Sungai Siring-L2 Tenggarong Seberang Pembuatan Jalan Tembus GN.12 Desa Badak Baru Pembangunan Jalan (Pengaspalan Jalan Segihan Kampung Kec. Meriam Pembangunan Jembatan Beton Beralokasikan di Desa Sebulu Ilir 30 M Pembangunan Jembatan Kayu Dusun Panji Desa Manunggal Daya SP 2 Pembangunan Jembatan Ulin Perum Guru RT.Kec. Pantuan-Tani Baru Pembangunan Jembatan GG.

Jawa Semenisasi Gang Supina Kel.Muara Jawa Ulu Semenisasi GG.Marangkayu Pengaspalan Jalan Desa Bangun Rejo Tenggarong Seberang Peningkatan Jalan dan Jembatan Dusun Suko Rejo Desa Bukit Pariaman Pengaspalan Jalan Desa Buana Jaya Tenggarong Seberang Pengaspalan Jalan Desa Suka Maju Tenggarong Seberang Peningkatan Jalan Desa Loh Sumber-Desa Bukit Biru Kec. Muara Badak Peningkatan Jalan Ruwan Pembangunan Jembatan Umum di Jalan Poros dan Jembatan Kanal Jl.No 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Nama SKPD PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU Nama Kegiatan Pembangunan Jalan Jembatan Ulin (Gang) Desa Kota Bangun Seberang Pembuatan Jalan Jembatan Ulin Gang RT.8 Desa Sei Meriam Peningkatan Jalan Desa Selerong Kec.Tenggarong Peningkatan Jalan Mahakan Dusun 2 RT 5.Sebulu Peningkatan Jalan Enggang dan Punai Kel.Marangkayu Peningkatan Jalan Sarinadi (SP V) Ke Kedang Ipil Kec.7.Kota Bangun Peningkatan Jalan Poros Dari Marangkayu-SemangkokKersik Kec.MA.Yani Kel.18 KTB .MA. VIII & X Pembangunan Jembatan Ulin Desa Badak Ilir (Toko Lima) Pembangunan Jembatan Gantung Tahap II Desa Ritan Lama-Ritan Baru Pembangunan Jalan dan Jembatan Desa Sebelimbingan Kec.Brunei Jl.Reformasi Jl.Tenggarong Peningkatan Jalan Desa Rantau Hempang Peningkatan Jalan Desa Rapak Lambur-Dusun Sirbaya Semenisasi Gang Apel Kel.MA Jawa Kec.6. Kenohan Pekerjaan Draianse di Desa Santan Ulu Pekerjaan Drainase Desa Santan Ulu Peningkatan Jalan Sukun Desa Loa Duri Ulu Kec. Perikanan Peningkatan Jalan Karet dan Tembus Desa Loa Janan Ulu Peningkatan Jalan dan Jembatan Dusun Suka Karya Desa Bukit Pariaman Peningkatan Jalan dan Jembatan Dusun Suka Sari Desa Bukit Pariaman Semenisasi GG. A. Panji Kec.Yani Kel Muara Jawa Ulu Pengerasan Jalan Desa Santan Ulu Tembus Equator Kec. Loa Janan Peningkatan Jalan dan Semenisasi Samboja III Menuju Kec.Sebulu Menuju Desa Rantau Hempang Kec. Jawa Peningkatan Jalan Provinsi KM. Samboja Peningkatan Jalan Salo Lai-Salo Palai Kec.A.Muara Kaman Semenisasi Jalan Desa Sanggulan Kec.MA Jawa Kec.Jonggon Jaya 36 .

Sebulu Peningkatan Kondisi Jalan Desa Purwajaya Menuju Simpang Putak Semenisasi Handil III Gelendrong Pengerasan Jalan Selingsing Desa Jembayan Peningkatan Jalan KM.04 Desa Bakungan Pengadaan Peningkatan Jl.MA Jawa Tengah Pengadaan Semenisasi Jalan Patin Kuning Kel.10.sisasbel KM.Mangga Dua Kel. Sopoyono Peningkatan jl.Samboja Peningkatan Jalan Desa Bukit Merdeka Jl.Selok Api Laut-Amborawang Laut Kec.5 Peningkatan jalan dan jembatan reboisasi hutan rakyat tanah datar peningkatan jalan dan drainase jalan baru amd badak ilir Peningkatan jalan dan jembatan gg.Rafinda Semenisasi Jalan Menuju Kuburan KP. 7 desa jahab menuju desa ponoragan Pengerasan jalan usaha tani blok 15 bangun rejo Peningkatan Jalan Usaha Tani Gunung Rezeki Tenggarong Seberang Peningkatan Jalan Gunung Belah Menuju Triti Tenggarong Peningkatan Jalan Ruas Jam Bentong Pal Lima Peningkatan Jalan Desa Jonggon-Desa Sungai Payang-Desa 37 .Sido Rukun RT.Gunung Pegat .Timbau Tenggarong Pengadaan Peningkatan Jalan Naga Kel.Muara Kaman Peningkatan Jalan dan Jembatan Dari Desa Sanggulan-Desa Rapak Lambur Kec.Loa Kulu Peningkatan Jalan Komplek Perumahan Tambak Rel Pengerasan Jalan Desa Teratak Sepanjang 5KM Kec.Jl.Beringin IV Tenggarong Peningkatan Jalan Gudang Pemda Kutai Kartanegara Semenisasi Jl.Timbau Pengadaan Peningkatan Jalan GG.03 dan RT.19 Kec.Mba'Tutut Tembus RS Samboja Peningkatan Jalan dan Semenisasi Dari SLTP I Menjuju Jalan Kapitan Toko Lima Muara Badak Peningkatan Jalan Loa Kulu Kota RT.Timbau Tenggarong Pengadaan Peningkatan Jalan Kemuning RT.No 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 Nama SKPD PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU Nama Kegiatan Peningkatan Jalan Dari Desa Segihan Menuju Desa Bloro Peningkatan Jalan/Jembatan GG.abdul hamid RT.48 Sei Merdeka Peningkatan Jalan dan Jembatan Desa Argosari Semenisasi gang bugis Semenisasi gang h.12 Timbau Peningkatan Badan Jalan Jalur Dua Desa Sebulu Pekerjaan Cor Beton K-225 RT.11.12 DUSUN III DESA ANGGANA (Luncuran 2006) Peningkatan Jalan Darul Amin Handil Kel.

Muara Kaman Peningkatan Jalan Desa Rempanga (RT.Dusun Puan Cepak Peningkatan Jalan Mitra Wahyu Kel.Pesut Kel.Care RT. Tenggarong Semenisasi GG.No Nama SKPD Margasari Nama Kegiatan 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU PU Peningkatan Badan Jalan Desa Lempatan Baru dan Desa Sungai Payang Kec.Tenggarong Peningkatan Jalan Di Komplek Ponpes Al-Mujahirin.Pesut.Tenggarong Peningkatan Jalan Wahidin .Salman Jl. Jawa Tengah Semenisasi GG.Nusa Indah Kel.Cipanas Kec.Ramayana RT.Keluarga Jl.Delima Kel.Sanga Sanga Pengaspalan Jalan dan Pembuatan Parit Di Wilayah RT.Timbau Semenisasi GG.Ampera Kel.VIII/3 Peningkatan Jalan Tebalai Indah Kec.Pengurugan dan Semenisasi GG.Muara Jawa Ulu Semenisasi GG.A Yani Kec.Muara Badak Peningkatan Jalan Tanjung Limau Kec.Loa Kulu Peningkatan Jalan Badak I-Tanjung Limau Kec.Melayu Peningkatan Jalan Komplek Perumahan Batalion 611 (Jl.Lingkungan Baru) Peningkatan Jalan Komplek Perumahan Pendidikan Nasional di Tenggarong Seberang Pelebaran/Penurapan.Loa Kulu Peningkatan Jalan Rigit Pavement Dalam Kota Tenggarong (Luncuran) Peningkatan Jalan dan Jembatan Maluhu-Spontan Kec.STM Jl.A.Loa Kulu Semenisasi Jalan Kec.MA.Loa Ipuh Peningkatan Jalan Gang I Tembus Gang Jl.Nyuport Jl.Melayu Kec.Samboja Semenisasi GG.Nusa Indah Kel.Loa Sakoh.Muara Jawa Ulu Semenisasi GG.Muara Badak Semenisasi Jalan Ujung Toko Lima Badak 8 Kec.Muara Jawa Peningkatan Jalan Peningkatan Jalan Dari Desa Loh Sumber Menuju Lempatan Baru Kec. BatuBatu Semenisasi GG.Jawa Ulu Semenisasi GG.Yani Kel.Jend.Pengurugan dan Semenisasi 38 .Sejahtera Kel.Tenggarong Peningkatan Jalan UPT Rapak Lambur Kec.Marangkayu-Desa Sebuntal Kec.2 Kel.Kel.Loa Ipuh.MA.MA.Muara Badak Peningkatan Jalan Santan Ulu Peningkatan Jalan 2 Jalur Jl.9) Kec. Jawa Ulu Semenisasi Jl.XC Peningkatan Jalan Desa Sabintulung .Imam Bonjol.Kembang Janggut (Hambau. dan Genting Tanah) Peningkatan Jalan Ulaq Naga Peningkatan Jalan Dari Desa Tudungan Menuju Lembonang RT.Amborawang.34 Kel. Tenggarong Pelebaran/Penurapan.GG.

Kumala 39 .MA.Bhakti RT.4M X 150M Jl.Kota Bangun Peningkatan Jalan Sekeliling P.Jawa Ulu Peningkatan Jalan Penghubung SP V-SP VI Kec.Sekolahan UK.No Nama SKPD Nama Kegiatan GG.Danau Murung Tembus Kartini 141 142 143 PU PU PU Semenisasi GG.Delima Kel.XXXIII Jl.

056 x Nilai Jasa Konsultan Rumus Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp. 156. 156.000.48% 3.76% 6.84% 2. sesuai kebutuhan rill dan harus sepengetahuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).29% 4.49% 7.53% 0.69% Jika diperlukan penambahan objek belanja (contoh : belanja Perjalanan Dinas ) dapat ditambahkan dengan perhitungan dengan standar yang berlaku.056 x Nilai Jasa Konsultan) + Jasa Konsultan = Total Belanja x 14.50% 0.97% 13. Pengendali belanja (cost driver): Nilai Jasa Konsultan Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp.ASB–013 PERENCANAAN PRASARANA BANGUNAN Deskripsi: Perencanaan prasarana bangunan merupakan kegiatan untuk merencanakan dalam rangka menghasilkan dokumen yang memuat perencanaan terhadap prasarana bangunan yang dibutuhkan oleh satuan kerja perangkat daerah ataupun masyarakat umum. ASB ini dimulai dari persiapan.92% Batas Atas (%) 74..per Kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = 0.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 013 Nilai keseluruhan tersebut selain jasa konsultan harus didistribusikan dalam alokasi belanja sebagaimana diatur dalam tabel berikut ini. No 1 2 3 4 5 6 Objek Belanja Honorarium PNS Honorarium Non PNS Belanja Bahan Pakai Habis Belanja Jasa Kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makanan & Minuman Rata-Rata (%) 63. survey hingga menyusun dokumen rencana.80% Batas Bawah (%) 51.50% 7.02% 3.000 + (0. Contoh Kegiatan ASB 013 NO 1 2 3 NAMA SKPD PU PU PU NAMA KEGIATAN Perencanaan Penurapan Sheet Pile Kec Muara Kaman Perencanaan Jalan Dalam Kota Perencanaan Peningkatan Jalan se-Kabupaten Kukar 40 .10% 20.70% 33.18% 4.55% 0.00% 1.

4 5 6 PU PU PU Perencanaan Intersection PKM dan Under pass L.IV Datar Rawa Perencanaan Landscape dan Jalan Lingkungan Perluasan Kantor Bupati dan bappeda Perencanaan Pemeliharaan Rutin jalan Jembatan 41 .

d. 10.d.00 10.d. ASB Administrasi Fisik & Pengawasan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45 Tahun 2007 Tanggal.20 s.000 250.90 1.d. Catatan : Kontruksi Bangunan Sederhana untuk ASB Perencanaan.d. 0.83 s. 1. 10.82 s.90 s.18 42 . 6.43 s. 250. 1. Bangunan Sederhana adalah bangunan yang berlantai 1 dengan luasan maksimal 250 M2.d.16 2. 4.27 3.000 s. 0.16 s.9 s. 6.d. 3.d.65 1.26 1.d.000 100.d.) 250 s. 4.9 s.000 s.000 s. 2.00 s.50 0.28 0.000 s.000 25.500 s.000 10.50 s.73 s.d.000 s.44 s.d.d. 1.500 2.73 2.d.d.65 s.d.ASB–014 PENDIRIAN PRASARANA BANGUNAN SEDERHANA Deskripsi: Pendirian prasarana bangunan sederhana merupakan kegiatan untuk menghadirkan prasarana bangunan sederhana yang dibutuhkan oleh satuan kerja perangkat daerah ataupun masyarakat umum yang berhubungan langsung dengannya agar prasarana tersebut dapat berfungsi.75 s.9 3.d.80 0.80 s.20 s. 4. 2.d. 1.d.d.26 s.35 s.d.27 s.d. 500.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8.000 s.8 5. 5. 27 Desember 2007.000 s.28 s. 50.d. 1. KOMPONEN KEGIATAN 250 s. 2.63 5. yang tidak meliputi biaya pengawasan.d.65 s.d.d.28 s.27 s. 1.62 s. 3.18 14.d.85 s.62 4.28 3. 2. 3.d.d.44 2.63 s.d. 25. 0.85 2.75 6. 1.000 5. 0. 2. 3.d. 5. 27 Desember 2007 Alokasi Obyek Belanja ASB 014 : Tabel terlampir TABEL B1 PROSENTASE KOMPONEN BIAYA PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA KLASIFIKASI SEDERHANA SEDERHANA BIAYA KONSTRUKSI FISIK (JUTA RP. 100.23 1 PERENCANAAN KONSTRUKSI (%) 8.83 6.000 1.d.000 50.d.65 4.35 2 PENGAWASAN KONSTRUKSI (%) 5.27 2. 2.9 3. 1.00 3 PENGELOLAAN KEGIATAN (%) 14 s.d. untuk biaya pengawasan ditambahkan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45 Tahun 2007 Tanggal.d.43 1.92 1.94 s.d.d. 2.92 s.94 1. 500 500 s.d.d.82 2. 1.d.23 s. 1.d.20 1.20 4. Tetapi sebaran belanja akan dibuatkan Distribusinya.

d.ASB–015 PENDIRIAN PRASARANA BANGUNAN TIDAK SEDERHANA Deskripsi: Pendirian prasarana bangunan tidak sederhana merupakan kegiatan untuk menghadirkan prasarana bangunan tidak sederhana yang dibutuhkan oleh satuan kerja perangkat daerah ataupun masyarakat umum yang berhubungan langsung dengannya agar prasarana tersebut dapat berfungsi.28 3.93 s. 27 Desember 2007. 2. 2.75 s.d.d.00 s. 2. 6.25 11.d.58 s.d. Bangunan Tidak Sederhana adalah bangunan yang berlantai lebih dari 1. 3. 5.92 s.d.25 2 MANAJEMEN KONSTRUKSI (%) 7.80 s. 2. 3. 0.72 2.55 7.d.d. untuk biaya pengawasan ditambahkan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45 Tahun 2007 Tanggal. 1.20 5.00 s.37 5.d.80 3.42 1. 1.000 10. 250. 500 500 s. 5. 1.d. Catatan : Kontruksi Bangunan Tidak Sederhana untuk ASB Perencanaan.d.80 s. 0.d. 3.70 2.55 s.25 3.000 5.d.50 2.d.000 250.d.10 s.89 ATAU 6. KOMPONEN KEGIATAN 250 s.60 s.d.20 6.d.d.000 1.00 2.72 s. 3.d.000 50.d. 2.d.92 3. 7. 2.500 s.000 s.75 7. Tetapi sebaran belanja akan dibuatkan Distribusinya.d. yang tidak meliputi biaya pengawasan.30 s. 1.28 s. 2.37 s. 0.d. 2.50 s.d.d.35 6.35 s. 2.93 0.70 s. ASB Administrasi Fisik & Pengawasan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45 Tahun 2007 Tanggal.d.d.d. 5.d.80 s.50 4. 1. 3.10 5.80 3.25 s.20 s. 5.000 100.50 s.19 s.000 25.20 s. 4.78 1.25 s.d. 5.30 2.d.45 s. 3.d. 2.d.00 s.000 s. 50. 3.45 4.000 s.20 s.31 s.00 PENGAWASAN KONSTRUKSI (%) 6.d.55 s.d.d.60 1.78 s. 4. 3.000 s.d.00 s.15 2.d. 10.d.42 s.000 s.91 43 . 4.48 2.500 2.32 7.42 3.20 3. 2.80 2.d.d. 500.d. 2.d.d.58 0.00 1 PERENCANAAN KONSTRUKSI (%) 9.d.00 2.02 s.55 4. 11.00 3 PENGELOLAAN KEGIATAN (%) 16.d.42 s.000 s.d. 6. 100. 0.d. 7.d.00 s.50 16.000 s.19 2.48 s. 25.25 5.) 250 s.d.02 3.25 s.15 s. 27 Desember 2007 Alokasi Obyek Belanja ASB 015 : Tabel terlampir TABEL B2 PROSENTASE KOMPONEN BIAYA PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA KLASIFIKASI TIDAK SEDERHANA TIDAK SEDERHANA BIAYA KONSTRUKSI FISIK (JUTA RP.31 0. 1.25 s.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 9.d.

yang tidak meliputi biaya pengawasan. 5.000 s.89 6.d.d.d.d. 250. 3. 2.49 2.d. 1.95 s. 0.) 250 s.d. 2. 0.00 3 PENGELOLAAN KEGIATAN (%) 16.10 s.91 44 . 2.d.75 7.d.d.6 s.15 s.31 s.15 2.25 s. 4.d.93 0.75 7.d.000 10.d.d. 3. KOMPONEN KEGIATAN 250 s. 4. 0.000 s.7 5.00 s. 11.6 3.000 s. 6.d.d. 3.d.75 1 PERENCANAAN KONSTRUKSI (%) 9.000 1.10 5.87 4.28 s.93 s.85 5. 5. ASB Administrasi Fisik & Pengawasan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45 Tahun 2007 Tanggal.77 s.d.85 s. 5 5 s.d.ASB–016 PENDIRIAN PRASARANA BANGUNAN KHUSUS Deskripsi: Pendirian prasarana bangunan khusus merupakan kegiatan untuk menghadirkan prasarana bangunan khusus yang dibutuhkan oleh satuan kerja perangkat daerah ataupun masyarakat umum yang berhubungan langsung dengannya agar prasarana tersebut dapat berfungsi.d.000 100.d.9 s.d.1 3.7 s.58 0. 27 Desember 2007 Alokasi Obyek Belanja ASB 016 : TABEL B1 PROSENTASE KOMPONEN BIAYA PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA KLASIFIKASI KHUSUS KHUSUS BIAYA KONSTRUKSI FISIK (JUTA RP. 50.d.45 3.d.500 2.d.1 s.85 s.d.000 25.000 5.d.58 s.d. 27 Desember 2007.28 3.d.500 s. 500. 7.1 3. 500 500 s.77 2.3 2. 5. 2.25 11.45 s.68 s.31 0. 2.d.3 s. 2. 4.49 s. untuk biaya pengawasan ditambahkan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45 Tahun 2007 Tanggal.d.75 s. 3. Tetapi sebaran belanja akan dibuatkan Distribusinya.87 s.2 8. 2.000 s.15 s. 8.17 16.000 250.d.2 s. 0.d.9 2. 5.d.d. Catatan : Kontruksi Bangunan Khusus untuk ASB Perencanaan.1 s.42 s.85 3.d.89 s.68 6.42 1.d.000 s.75 s. 10.d. 3.35 s.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 9.d.000 s.000 s.35 4. 1.15 4.95 2 MANAJEMEN KONSTRUKSI (%) 7. 3.d. 6.d. 100.d. 25. 2.000 50.

00% 0.00% 0. = Total Belanja x 14. Pengadaan sarana merupakan kegiatan yang diadakan khusus untuk menghadirkan sarana tersebut karena adanya kebutuhan tertentu dalam untuk mendukung aktivitas satuan kerja perangkat daerah secara berkelanjutan dan bukan hanya untuk mendukung kegiatan sekali waktu.00% Batas Atas (%) 74.15% ASB ini hanya menganggarkan objek belanja seperti tersebut diatas.00% 0. 45 . 35. Kegiatan ini bukan merupakan pecahan dari kegiatan yang telah dideskripsikan oleh ASB yang telah dinyatakan secara eksplisit karena ASB yang telah ada umumnya telah mencakup pengadaan sarana dalam rangkaian kegiatannya.624 per Kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = (0.53% 16.019 x Nilai Sarana Fisiknya) Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp.00% 0.67% 100.00% 8.32% 7.33% 3.ASB–017 PENGADAAN SARANA FISIK NON KONSTRUKSI (BELANJA MODAL) Deskripsi: Pengadaan sarana fisik merupakan kegiatan untuk memperoleh berbagai alat sebagai sarana fisik yang digunakan untuk kegiatan utama satuan kerja perangkat daerah ataupun kegiatan pendukung lainnya.27% 33. Pengendali belanja (cost driver): Nilai Sarana Fisik Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 017 : No 1 2 3 4 5 6 Objek Belanja Honorarium PNS Honorarium Non PNS Belanja Bahan Pakai Habis Belanja Jasa Kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Makanan & Minuman Rata-Rata (%) 43.20% Batas Bawah (%) 12.40% 6.22% 14.14% 0.019 x Nilai Sarana Fisiknya) + Nilai Sarana Fisiknya.251.48% 6.624 + (0.65% 24. 35. dan jika ada penambahan objek belanja (contoh : belanja perjalanan dinas) dapat ditambahkan dengan perhitungan dengan standar yang berlaku. sesuai kebutuhan rill dan harus sepengetahuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).251.

Contoh Kegiatan ASB 017 : No Satker Dinas Pendidikan Luar Sekolah. Pemuda dan Olah Raga Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Badan Pemberdayaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat Bapedalda Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pendaftaran Penduduk (Capil) Dinas Pertanahan Dinas Pertanahan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Dinas Sosial Dinas Sosial Dinas Sosial Kegiatan 1 Penunjang Kegiatan Taman Baca Masyarakat (TBM)"Jam Bentong" 2 Pengembangan Industri Kecil Logam & Energi Briket 3 4 5 6 Pengadaan Kendaraan dinas/operasional Pengadaan Mebeluier Pengadaan Kendaraan dinas/operasional Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional 7 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional 8 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 9 Pengadaan Meubelair 10 Pembangunan Dan Pengoperasian SIAK Secara Terpadu 11 12 13 14 15 16 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Pengadaan Peralatan Gedung Kantor pengadaan mebeluair Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan Meubelair 46 .

Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah. Pemuda dan Olah Raga Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan DINAS PERKEBUNAN DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI Kegiatan Pengadaan Sarana & Prasarana Kantor Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional 19 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 20 Pembebasan Lahan untuk PPLOR Kab Kukar 21 Pengadaan Sarana dan Prasarana PON XVII(Roadrace.No 17 18 Satker Dinas Sosial Dinas Tenaga Kerja Dinas Pendidikan Luar Sekolah.ITT) 22 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 23 Pemasangan Fasilitas Lalu Lintas Jalan dan Sungai 24 Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Lalu Lintas 25 Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Lalu Lintas Darat dan Air 26 27 Pengerukan Alur Sungai Mahakam Samping Pulau Kumala Pengadaan Tanah untuk jembatan timbang 28 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 29 30 31 Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional Pengadaan Meubelair Pengadaan Sarana & Prasarana Kantor 32 Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional 47 . Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Luar Sekolah.

Pertamanan Dan pemakaman Kantor Kebersihan. Pertamanan Dan pemakaman Kegiatan 33 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional 34 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor 35 36 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Pengadaan Peralatan Rumah Jabatan/Dinas 37 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 38 39 40 41 42 43 44 Pengadaan Meubelair Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional Pengadaan Meubelair Pengadaan Peralatan Kantor Pengadaan Meubelair Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan Mebeluer 45 Pengadaan Mebeluer 46 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 47 Pengadaan Sarana & Prasarana Kantor 48 Penyediaan Prasarana Dan Sarana pengelolaan 48 . Pertamanan Dan pemakaman Kantor Kebersihan.No Satker BADAN PENGAWAS DAERAH BADAN PENGAWAS DAERAH SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD KECAMATAN TENGGARONG KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KECAMATAN MARANG KAYU Kecamatan Kota Bangun Kecamatan Samboja Kecamatan Kembang Janggut Kecamatan Tabang Kantor Kebersihan.

Pertamanan Dan pemakaman Kantor Kebersihan. Pertamanan Dan pemakaman RSU AM Parikesit RSU AM Parikesit RSU AM Parikesit RSU AM Parikesit RSU AM Parikesit Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kegiatan 49 Sarana & Prasarana Kebersihan Di Kecamatan 50 Pembuatan & Renovasi Papan Himbauan & Pengadaan Kontainer TPS 51 52 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Biaya Operasional dan Pemeliharaan RSUD AM Parikesit 53 Pengadaan Fasilitas Rawat Inap RSU AM Parikesit (Subprop) 54 Pengadaan Alat Medis RSU AM Parikesit 55 56 57 58 59 60 61 62 Alat Kantor RSUD AM Parikesit Fasilitasi Pembuatan dan Pemasangan PBU/PBA untuk Penataan Batas Wilayah antar Kecamatan Pengadaan Alat-Alat Rumah Sakit Penataan Tapal Batas Desa /Kelurahan dalam Wilayah Kec Tenggarong Penyelesaian dan Penataan Tapal Batas Wilayah Desa Kab Kukar Penataan Tapal Batas Kelurahan Pengadaan Kendaraan dinas/operasional Pengadaan Mebelair Pengadaan Perangkat Lunak Komputer Aplikasi TUKD & Sistem Akuntansi Pengadaan Mebelair TK Pengadaan Mebeluer SD 63 64 65 49 .No Satker Kantor Kebersihan.

Pahlawan. Aw.SLTA(Sekolah Negeri) 71 Kendaraan Dinas/Operasional 72 Pembuatan Outlet Promosi dan Pameran Dagang 73 Pengembangan IKM Briket Batubara 74 75 Pengadaan Sarana Pengolaan dan Penyimpanan Arsip Pengadaan Peralatan Kamera Shooting Profesional & Editing Pemasangan dan Pemindahan LPJU di Jl. Tembus Jl. Am. serta Pemindahan LPJU di Jl. Suka Damai. Sabran. Jelawat. Perangat Baru Tahap I 76 77 Sekretariat Daerah BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 78 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional 79 Pengadaan Meubelair 80 Pemeliharaan System Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara 50 .No Satker Dinas Pendidikan dan kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Kegiatan 66 67 68 69 70 Pengadaan Perlengkapan Laboratorium Bahasa SD Pengadaan Peraga/Media Pendidikan Siswa SLTA Pengadaan Meubelair Sekolah Menengah Pengadaan Meubelair SMP Penyediaan Mobilitas TK.SDLB. Muksin Pemasangan Jaringan Distribusi SUTM/SUTR di Desa Tanah Datar. dan Jl. Jl. Naga ke Jl. Akh. Jl. Badak Mekar. Sudirman. Jl.SLTP. Sangaji. Mawar.

No Satker SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD Kantor Arsip Kantor Arsip Kantor Arsip Kecamatan Muara Muntai Kecamatan Muara Jawa Kecamatan Anggana Kecamatan Sanga-Sanga Kecamatan Sanga-Sanga RSU Aji Batara Agung Dewa Sakti RSU Aji Batara Agung Dewa Sakti RSU Aji Batara Agung Dewa Sakti RSU Aji Batara Agung Dewa Sakti Sekretariat Daerah Kegiatan 81 82 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Pengadaan Perlengkapan Rumah Jabatan/Dinas 83 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Pengadaan Peralatan Rumah Jabatan/Dinas Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan Meubelair Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan Mebeluier Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Pengadaan Meubelair Pengadaan Meubelair Pengadaan Mebeluer Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Pengadaan Mebeluer Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Pengadaan Meubelair 98 Pengadaan Alat Medis RSUD Aji Batara Dewa Sakti Samboja 99 Pengadaan Kendaraan Truck 51 .

alat Studio Pengadaan alat . Kukar Pengadaan Peralatan Pecah Belah keperluan Pendopo dan Rumah Jabatan Bupati Pengadaan Baring Inventaris Keperluan Pendopo Odah Etam (5) Pengadaan Barang untuk Pemkab Kutai Kartanegara Pengadaan Alat Drum Band Pemkab Kutai Kartanegara Pengadaan Alat .alat Komunikasi 52 .No 100 101 102 103 104 Satker Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Kegiatan Pengadaan Kendaraan Pemadam Kebakaran & Simulator Fire Training Pengadaan Kendaraan Operasional Pengadaan Ambulance Kecamatan Pengadaan Kendaran Jenazah Kecamatan Pengadaan Speed Boat 105 Pengadaan Kendaraan Alat Berat 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 Pengadaan Bus Sekolah Pengadaan Kapal Wisata (Phinisi) Pengadaan Perlengkapan Asrama Pelajar di Yogyakarta dan Makasar Pengadaan Sound Sistem keperluan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Camat Loa Janan Pengadaan Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Sekretariat Pengadaan Interactive Touchboard di Tenggarong Pengadaan Baring Inventaris Kantor kepeluan 18 Kecamatan se Kab.

No 120 121 122 123 124 125 126 127 Satker Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Kegiatan Pengadaan Interior dan Furniture Gedung Peluasan Kantor Bupati A dan B Pengadaan Meubelair Pengadaan Meubelair Rumah Jabatan Bupati Pengadaan Meubelair Kantor Kec. Loa Janan Pengadaan Meubelair Kantor Kejaksaan di Tenggarong Pekerjaan Lanjutan Interior dan Furniture Pendopo Bupati Penataan Barang di Gudang Sekretariat Daerah Pendistribusiannya ke Bagian. Dinas dan Kecamatan Decission Suport System Pengadaan Sarana dan Prasarana Bagian Pemdes dan Kelurahan (P) Pengadaan Perangkat Lunak Komputer Aplikasi TUKD & Sistem Akuntasi Pengembangan Sekolah Unggul SMAN 3 Tenggarong(APBN) 128 129 130 131 Pemantapan Usaha Koperasi 132 Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan IKM 133 Pemantapan PKM 134 Pemantapan Organisasi dan Manajemen Koperasi 53 .

96% 1.00+ (Rp.450.10% 2. 50. 50.74% 59. 54. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah Perda/Perbub yang dibuat Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp.00% 0.82% 0.32% 18.95% 15.695.00% perda/perbup Alokasi objek belanja pada ASB ini harus sesuai seperti tersebut diatas. 54.31% 0.450.900.71% Batas Bawah (%) 4.900.00% 5.00 per kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp.66% 11.81% 100.00 per Jumlah perda/perbup yang dibuat Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel x Jumlah = Rp.695.00 yangdibuat) = Total Belanja x 14.87% 47.972.ASB–018 PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH/PERATURAN BUPATI Deskripsi: Penyusunan Peraturan Daerah/Peraturan Bupati merupakan kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja perangkat daerah dalam rangka menyusun peraturan daerah.00% Batas Atas (%) 28.53% 19.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 018 : No 1 2 3 4 5 6 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja bahan habis pakai Belanja cetak &penggandaan Belanja sewa Belanja Makan&minum Rata-Rata (%) 16.972.19% 34.00% 0. Contoh Kegiatan ASB 018 No Satker SEKRETARIAT DPRD Kegiatan 1 Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah 54 . dan hanya dapat ditambahkan objek belanja perjalanan dinas sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang dicapai serta sepengetahuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Aktivitas ini terhitung sejak dipersiapkannya kegiatan sampai dengan terbentuknya atau tersusunnya peraturan daerah/peraturan Bupati final.

No Satker SEKRETARIAT DPRD Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Kegiatan Penyusunan dan Pemantapan Rancangan RKA/DPA DPRD dan Sekretariat DPRD TA 2007 Legislasi Rancangan Peraturan Perundang-Undangan Penetapan Jabfung LPD Penyusunan Perda Tapal Batas sesuai undang-undang No. 32 Tahun 2004 Penyusunan Peraturan Daerah Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah 2007 Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati Tentang Penjabaran APBD Kutai Kartanegara Tahun 2007 Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD Tahun 2007 2 3 4 5 6 7 8 9 Sosialisasi Sistem dan Prosedur Pelayanan Restitusi 10 Sosialisasi Pedoman Tata Cara Pelayanan Keberatan Pajak & Retribusi Daerah 11 Sosialisasi Sisdur Pengelolaan Keuangan Daerah 12 Penyusunan Peraturan Bupati Tentang Sistem & Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Penyusunan dan Pemantapan Rancangan RKA/DPA DPRD dan Sekretariat DPRD TA 2007 Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pengelolaan Barang Penyusunan Peraturan Bupati Tentang Pengelolaan Barang Penyusunan Legal Drafting Kebijakan Alokasi Dana Desa 13 14 15 16 17 55 .

77% Batas Bawah (%) 6.95% 54.89% 7.27% 44.00% Contoh Kegiatan ASB 019 : No Satker BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kegiatan 1 Persiapan Data Gaji PNS Se-Kab.81% 0.95% 1.500 x Jumlah Jenis Standar yang dibuatkan) = Total Belanja x 14.00% Batas Atas (%) 18.13% 4.90 % = Total Belanja Keseluruhan Nilai keseluruhan tersebut selain Nilai Sarana harus didistribusikan dalam alokasi belanja sebagaimana diatur dalam tabel berikut ini.300 + (Rp 1.300 per kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp1.00% 0.02% 1.62% 3.406. 46.321.29% 13.40% 2.49% 0.61% 4.41% 100.500 per Jumlah Jenis Standar yang dibuatkan x Jumlah Buku. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah Jenis Standar yang dibuatkan.321. Kukar Tahun 2007 56 .ASB–019 PENYUSUNAN STANDAR Deskripsi: Penyusunan standar merupakan suatu kegiatan dalam rangka menghasilkan standar atau patokan atas praktik yang telah berlaku selama ini.91% 0. Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp 46. Alokasi Obyek Belanja ASB 019 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Jasa Kantor Belanja Cetak & Penggandaan Belanja Sewa Belanja Makan & Minum Belanja Perjalanan Dinas Rata-Rata (%) 12.00% 0.17% 13. Standar yang dihasilkan menjadi acuan bagi lembaga yang terkait langsung dengan ketetapan standar tersebut. Rumus Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp.00% 0.49% 4.406.59% 16.00% 0.

2 BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Pencetakan Data Gaji dan Rapel PNS Se-Kab. Kutai Kartanegara 3 Penyusunan Anggaran Pendapatan Kabupaten Kutai Kartanegara Th. 2007 Penyusunan Analisa Standar Belanja Penyusunan Standar Satuan Harga Penyusunan Standar Pelayanan Prima 4 5 6 57 .

88% 1.388.388.755.813.94% 0.ASB–020 SOSIALISASI PROGRAM/PRODUK Deskripsi: Sosialisasi program atau produk merupakan kegiatan untuk memperkenalkan program atau produk dari satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan kepada masyarakat melalui kegiatan tatap muka dan penyuluhan tentang program atau produk tersebut secara langsung.00 x Jumlah Peserta Sosialisasi) = Total Belanja x 14.65% 0.813.755.00% 0.14% 27.15% 8.52% 14.09% 8.00% 2.00% 0.00% 0.00 per Jumlah Peserta Sosialisasi Rumus Penghitungan Belanja Total: Belanja Tetap + Belanja Variabel = Rp.91% 3. 276.00% Contoh Kegiatan ASB 020 No 1 2 Satker Dinas Peternakan Bapedalda Kegiatan Pembinaan Sumber Daya Pelaku Peternakan Sosialisasi Peraturan Per-UU-an Lingkungan Hidup 58 . 30.90% 6.00% Batas Atas (%) 50. 276.44% 3.93% 41.00% 0. Pengendali belanja (cost driver): Jumlah Peserta Sosialisasi Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost): = Rp.21% 100.82% Batas Bawah (%) 0.00 per Kegiatan Satuan pengendali belanja variabel (variable cost): = Rp.32% 0. 30.Perjalanan dinas Rata-Rata (%) 25.00 + (Rp.53% 19.90 % = Total Belanja Keseluruhan Alokasi Obyek Belanja ASB 020 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Objek Belanja Belanja Honorarium PNS Belanja Honorarium Non PNS Belanja bahan material Belanja bahan habis pakai Belanja cetak &penggandaan Belanja sewa Belanja Makan&minum Belanja.94% 3.00% 0.

Sosialisasi Perijinan IKM yang Belum Ada UKL / UPL Amdal 13 14 Sosialisasi Undang-undang kekerasan dalam Rumah Tangga Sosialisasi Kesadaran Hukum dan Kesetaraan serta keadilan Gender 15 Sekretariat Daerah Evaluasi Sosialisasi Bantuan Sosial 16 17 Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Penunjang Kegiatan Pengembangan Seni Budaya Sosialisasi Analisis Beban Kerja 59 . Pemuda dan Olah Raga SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Prindagkop) Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Sosialisasi Berbagai Peraturan Tentang Ketenagakerjaan (Pembinaan & Penyuluhan Syarat-Syarat Kerja) 5 Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Anak Usia Dini 6 Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan 7 Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan 8 9 Kadarkum di Kab Kukar Sosialisasi Produk Hukum Daerah 10 Sosialisasi Peraturan Daerah yang Berhubungan dengan Kewenangan Bupati yang Diserahkan pada Camat 11 Sosialisasi HAKI Kepada Usaha Mikro Kecil Menengah 12 Identifikasi.No Satker Kegiatan 3 Bappeda Sosialisasi program pembangunan pedesaan (dalm rangka gerbang dayaku) 4 Dinas Tenaga Kerja Dinas Pendidikan Luar Sekolah.

Kutai Kartanegara 20 Sosialisasi Peraturan Daerah Tentang Pajak Daerah 21 22 Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Sosialisasi Pengelolaan Barang Milk Daerah & Inventarisasi Asset Pemkab Kukar 23 Sekretariat Daerah 24 Dinas Tenaga Kerja Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja Melalui Sosialisasi Jabatan Tenaga Kerja 60 .No Satker Kegiatan 18 Sekretariat Daerah Subsidi Ongkos Angkut Beras untuk Rumah Tangga Miskin di Kab. KUKAR 19 Sekretariat Daerah BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SEKRETARIAT DPRD SEKRETARIAT DPRD Sosialisasi Mutu Agribisnis Kab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful