Anda di halaman 1dari 17

Glaukoma Sekunder

Glaukoma Pigmentasi
Ditandai oleh pengendapan abnormal pigmen di bilik mata depan (terutama di anyaman trabekular) dan di permukaan kornea posterior (Krukenbergs spindle) mengganggu aliran keluar aqueous. Temuan klinis glaukoma pigmentasi dapat berupa: Krukenbergs spindle pada endotel kornea. Nyeri. Penurunan lapangan pandang setelah berolahraga atau saat pupil berdilatasi.

Glaukoma Pseudoeksfoliasi
Pada sindrom eksfoliasi terlihat endapanendapan bahan berserat warna putih di permukaan anterior lensa, di processus ciliares, zonula, permukaan posterior iris, melayang bebas di bilik mata depan, dan di anyaman trabekular (bersama dengan peningkatan pigmentasi).

Glaukoma Akibat Kelainan Lensa


a. Dislokasi Lensa Lensa kristalina dapat mengalami dislokasi akibat trauma atau secara spontan. Dislokasi anterior dapat menimbulkan sumbatan pada apertura pupil yang menyebabkan iris bombe dan penutupan sudut. Dislokasi posterior ke dalam vitreus juga berkaitan dengan glaukoma meskipun mekanismenya belum jelas. Hal ini mungkin disebabkan oleh kerusakan sudut pada waktu dislokasi traumatik.

b. Intumesensi Lensa Lensa dapat menyerap cukup banyak cairan sewaktu mengalami perubahan-perubahan katarak sehingga ukurannya membesar secara bermakna. Lensa ini kemudian dapat melanggar batas bilik depan, menimbulkan sumbatan pupil dan pendesakan sudut, serta menyebabkan glaukoma sudut tertutup.

c. Glaukoma Fakolitik Sebagian katarak stadium lanjut dapat mengalami kebocoran kapsul lensa anterior, dan memungkinkan protein-protein lensa yang mencair masuk ke dalam bilik mata depan. Terjadi reaksi peradangan di bilik mata depan, anyaman trabekular menjadi edema dan tersumbat oleh protein-protein lensa, dan menimbulkan peningkatan tekanan intraokular akut.

Glaukoma Akibat kelainan Uvea


a. Uveitis Anyaman trabekular dapat tersumbat oleh sel-sel radang dari bilik mata depan, disertai edema sekunder, atau kadang-kadang dapat terlibat dalam proses peradangan yang secara spesifik mengenai sel-sel trabekular (trabekulitis). b. Tumor Melanoma traktus uvealis dapat menimbulkan glaukoma akibat pergeseran corpus ciliare ke anterior yang menyebabkan penutupanpenutupan sekunder, meluas ke sudut pigmen, dan neovaskularisasi sudut. c. Pembengkakan Corpus Ciliare Rotasi corpus ciliare ke depan, menyebabkan pergeseran diafragma irislensa ke anterior dan glaukoma sudut tertutup sekunder; rotasi ini juga dapat terjadi akibat bedah vitreoretina atau krioterapi retina, pada uveitis posterior.

Glaukoma Akibat Trauma


Darah bebas menyumbat anyaman trabekular, yang juga mengalami edema akibat cedera. Laserasi atau robek akibat kontusio pada segmen anterior sering disertai dengan hilangnya bilik mata depan. Apabila bilik mata tidak segera dibentuk kembali setelah cedera baik secara spontan, dengan inkarserasi iris kedalam luka, atau secara bedah akan terbentuk sinekia anterior perifer dan menyebabkan penutupan sudut yang ireversibel.

Glaukoma Akibat Bedah Okular


a. Glaukoma Sumbatan Siliaris (Glaukoma Maligna) Tindakan bedah pada mata yang menimbulkan peningkatan tekanan intraokular dan sudut tertutup dapat menyebabkan glaukoma sumbatan siliaris. Segera setelah pembedahan, tekanan intraokular meningkat hebat dan lensa terdorong ke depan akibat penimbunan aquous di dalam dan di belakang korpus vitreum. Pasien awalnya merasakan penglihatan jauh yang kabur, tetapi penglihatan dekatnya membaik. Ini diikuti dengan nyeri dan peradangan. b. Sinekia Anterior Perifer Seperti halnya trauma pada segmen anterior, tindakan bedah yang menyebabkan mendatarnya bilik mata depan akan menimbulkan pembentukan sinekia anterior perifer

Glaukoma Neovaskular
Neovaskularisasi iris (rubeosis iridis) paling sering disebabkan oleh iskemia retina yang luas seperti yang terjadi pada retinopati diabetik stadium lanjut dan oklusi vena sentralis retina. Glaukoma mula-mula timbul akibat sumbatan sudut oleh membran fibrovaskular, tetapi kontraksi membran selanjutnya menyebabkan penutupan sudut.

Glaukoma Akibat Steroid


Penggunaan steroid topikal jangka panjang dpt membentuk giloksaminoglikan dan lipopolisakarida di trabekular meshwork dan menyumbat aliran HA. Dapat memperparah glaukoma sudut terbuka primer.

Glaukoma Kongenital

Epidemiologi: frekuensi 0,001% diantara 250.000 penderita. Dan 2/3 adalah laki-laki. Patogenesis: belum diketahui dgn jelas. 1. menurut Anderson: a. Adanya jaringan mesenkim embrional yang persisten, dibagian perifer KOA menutupi trabekula. b. Kanal schlemn tidak terbentuk.

2. Seefelder: insersi iris terletak pada garis Schwalbe atau 1/3 bag anterior trabekula. 3. W.B Clark: M. Siliaris longitudinal berjalan kedepan dan berinsersi pd trabekula, sehingga bila seratserat ini berkontraksi menyebabkan kanal Schlemn tertutup.

Tanda-tanda dini: fotofobia, lakrimasi, blefarospasme Diagnosis: Diameter kornea besar 13-15mm Robekan membran Descemet Kornea keruh

Pengobatan: goniotomi untuk memotong jar mesenkim yg menutupi trabekula atau memotong iris/M. Siliaris yg berinsersi pd trabekula. goniopuncture