P. 1
Keseimbangan Pasar Dan Kurva Is

Keseimbangan Pasar Dan Kurva Is

|Views: 15|Likes:
Dipublikasikan oleh leli191

More info:

Published by: leli191 on Jun 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

Keseimbangan Pasar dan Kurva IS

Debby A. Menurut Pandangan Klasik dan Keynesian Klasik Terdapat pemisah antara pasar uang (sektor moneter) dengan pasar barang. Kondisi pasar tersebut dalam terpisah dapat mencapai posisi keseimbangannya masing- masing tanpa ada saling ketergantungan atau yang disebut classical dichotomy.

Keynes Antara pasar uang dan pasar barang mempunyai saling ketergantungan. Keseimbangan pasar barang akan mempengaruhi pasar uang dan keseimabangan pasar uang akan mempengaruhi pasar barang. Variabel yang menghubungkan kedua pasar tersebut adalah pendapatan (Y) dan tingkat bunga (i).  Gambar di slide

B. Definisi Pasar Barang ( Comodity Market) Pasar Barang yaitu Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu. Pasar barang sering disebut sektor riil Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri. Mega C. Kurva IS Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa. Kurva IS juga menyatakan “investasi” dan “tabungan” yang menunjukkan keseimbangan dalam pasar barang. Slope pada kurva IS negatif , yang menunjukka perbandingan terbalik antara pendapatan dengan tingkat bunga yaitu saat tingkat bunga naik , maka pendapatan akan turun dan sebaliknya saat tingkat bunga turun maka pendapatan akan naik.  Gambar di slide D. Keseimbangan Pasar Barang

Keseimbangan pasar barang menunjukkan bagaimana terciptanya suku bunga dengan pendapatan nasional, keseimbangan ini sedikit berbeda dengan keseimbangan pendapatan nasional yang investasinya bersifat endogen, namun disini investasinya dipengaruhi oelh tingkat suku bunga I = I0 – ki * I0 = autonomus investmen k = koefisien tingkat bunga i = suku bunga Izza E. Keseimbangan pasar 2 sektor Bisa dicari dengan : (i) Mencari keseimbangan pendapatan dan pengeluaran (ii) Mencari keseimbangan kebocoran dan injeksi Contoh Soal : Diketahui fungsi konsumsi C=40+0,8Y dan fungsi Investasi I=55-200i. Tentukan keseimbangan pasarnya ! Jawab : Y = AE Y = C+I Y = 40+0,8Yd+55-200i Y-0,8Y = 95-200i 0,2Y = 95-200i Y = 475-1000i S=I -40+0,2Y = 55-200i 0,2Y = 95-200i Y = 475-1000i grafik dipahami dari slide F. Keseimbangan pasar 3 sektor Bisa dicari dengan : (i) Mencari keseimbangan pendapatan dan pengeluaran (ii) Mencari keseimbangan kebocoran dan injeksi Contoh Soal : Pada suatu negara diketahui fungsi konsumbinya C=100+0,75Yd, sedangkan fungsi investasinya I=125-600i dan fungsi pajaknya Tx=20+0,2Y. Apabila pengeluaran pemerintah sebesar 50 , tentukan keseimbangan pasarnya ! Jawab : Y=AE Y = C+I+G

(i)

Y = 100+0,75(Y-20-20Y)+125-600i+50 Y-0,6Y = 260- 600i 0,4Y = 260-600i Y = 650-1500i S+T = I+G -100+0,25(Y-20-20Y)+20+20Y = 125-600i+50 -100+0,25Y-5-5Y+20+20Y = 175-600i 0,4Y = 260-600i Y = 650-1500i  grafik dipahami dr slide Roy G. Keseimbangan pasar 4 sektor Bisa dicari dengan : (i) Mencari keseimbangan pendapatan dan pengeluaran (ii) Mencari keseimbangan kebocoran dan injeksi Contoh soal : Fungsi konsumsi suatu negara C=99+0,8Yd, besarnya pajak dan subsidi adalah 10 dan 5 dengan fungsi investasi I=70-1000i. Jika pengeluaran pemerintah sebesar 50 , ekspor 200 dan impor 100. Tentukan keseimbangan pasarnya ! Jawab : Y = AE Y = C+I+G+(X-M) Y = 99+0,8(Y-10+5)+70-1000i+50+(200-100) Y = 319+0,8Y-4-1000i 0,2Y = 315-1000i Y = 1575-5000i S+T+M=I+G+X -99+0,8(Y-10+5)+10-100=70-1000i+50+200 Y = 319+0,8Y-4-1000i 0,2Y = 315-1000i Y = 1575-5000i  Grafik dipahami dari slide Ondy H. Persamaan kurva IS Y= AE * AE = C+I+G * C = a+bYd * Yd = Y-Tx-TR

* Tx = Tx+tY * I = I0 – ki Y = C+I+G Y = a + bYd + I0 - ki + G Y = a+b(Y-Tx-tY+Tr)+I0-ki+G Y = a+bY-bTx-btY+bTr+I0-ki+G Y = a+bY-btY-bTx+bTr+G+I0-ki Y = a+b(1-t)Y-bTx+bTr+G+I0-ki Y-b(1-t)Y = a-bTx+bTr+G+I0-ki (1-b(1-t)Y = a-bTx+bTr+G+I0-ki • Y= 1 a-bTx+bTr+G+I0- 1 ki (1-b(1-t) (1-b(1-t) atau Y =α.A – αki dimana * A = a-bTx+bTr+G+I0 *α = 1 (1-b(1-t) I. Pergeseran Kurva IS 1. Konsumsi otonom 2. Investasi 3. Pengeluaran pemerintah Apabila konsumsi otonom, investasi, dan pengeluaran pemerintah bertambah maka kurva akan bergeser ke kanan , dan apabila berkurang akan bergeser ke kiri. 4. Pajak dan Transfer  jika pajak naik dan transfer turun , maka kurva akan bergeser ke kiri , jika pajak turun dan transfer naik maka pajak akan bergeser ke kanan. 5. Ekspor dan Impor jika ekspor turun dan impor naik , maka kurva akan bergeser ke kiri , dan jika ekspor naik dan impor turun maka pajak akan bergeser ke kanan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->