Anda di halaman 1dari 20

Kasus 1 Kehamilan Seorang perempuan berusia 15 tahun, dimana dia hamil 6 bulan tidak bersuami dan dia sekolah

menengah umum. Dia berniat untuk kembali melanjutkan sekolahnya setelah melahirkan bayinya. Dia mempunyai kebiasaan merokok untuk menghindari masalah yang sedang ia hadapi dan minum air kelapa muda setiap pagi yang dianjurkan oleh ibunya. Kebiasaan lainnya adalah membawa sapu lidi kemana pun ia pergi juga menggunakan panglay. Dia tinggal bersama ibu dan ke-4 adiknya yang masih kecil-kecil. Ibunya adalah seorang pekerja dan dia mengatakan pada anaknya yang sedang hamil bahwa dia boleh tetap tinggal di rumah, tapi dia harus mengikuti perintah ibunya dan mengasuh adik-adiknya. Klien rajin datang ke puskesmas ditemani ibunya untuk melakukan kontrol. Klien mengeluhkan BAK menjadi sering, kaki sedikit bengkak dan sering kram pada malam hari, hasil pemeriksaan fisik : kesadaran CM, BB 72 kg, TB 155 cm, TD : 90/60 mmHg, Nadi : 78x/m, RR: 20x/m, Suhu: 36.5C, cloasma gravidarum (+), kolostrum (-), abdomen tidak simetris nampak linea nigra dan striae gravidarum. Hasil pemeriksaan Leopold : presentasi terendah teraba bulat lunak, TFU 1 jari diatas pusat, DJJ 140x/m, daerah tungkai didapatkan edema ++, Homans sign (-/-), varises (-/-), reflek patella (+/+).

Kehamilan ini dibagi menjadi tiga priode, tiga bulan atau trimester yaitu: 1) Trimester pertama adalah: priode minggu pertama - minggu ke13. 2) Trimester kedua adalah: priode minggu ke 14 ke 26 3) Trimester ketiga adalah: ke 27 cukup bulan (38 40) Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40) 2. Manifestasi klinis Tanda-tanda Presumtif : Berhentinya Menstruasi (Amenorea) Pada seorang wanita sehat yang sudah mengalami menstruasi spontan, teratur dan dapat diperkirakan.jika dengan penghentian mendadak menstruasinya sangat mendukung terjadinya kehamilan. Mual dan Vomiting) Muntah (Nause and

A. KONSEP 1. Definisi Kehamilan Hamil adalah suatu masa dari mulai terjadinya pembuahan dalam rahim seorang wanita sampai bayinya dilahirkan. Kehamilan terjadi ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa ovulasi atau masa subur (keadaan ketika rahim melepaskan sel telur matang), dan sperma (air mani) pria pasanganya akan membuahi sel telur sel telur matang wanita tersebut. Telur yang telah dibuahi sperma kemudian akan menempel pada dinding rahim, lalu tumbuh dan berkembang selama kirakira 40 minggu (280 hari) dalam rahim pada kehamilan normal (Suririnah, 2008: 1). Menurut (Bobak,et al, 2004: 143). Kehamilan berlangsung selama 9 bulan menurut penanggalan internasional, 10 bulan menurut penanggalan lunar, atau sekitar 40 minggu.

Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama, karena sering terjadi pada pagi hari (morning sicness). Perubahan pada Payudara Payudara membesar,tegang dan sedikit nyeri yang disebabkan oleh adanya pengaruh hormon yaitu estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Meningkatnya pigmentasi kulit Meningkatnya pigmentasi kulit ini dipengaruhi oleh hormon kortikosteroid

plasenta.Dijumpai dimuka (cloosma gravidarum), areola, leher, dan dinding perut (linea nigra). Letih (Fatique) Mudah letih adalah ciri kehamilan dini yang sering terjadi dan memberikan ciri diagnostik yang berharga. Kondisi tersebut disebabkan oleh perubahan perubahan fisik yang terjadi. Rasa lelah yang sangat pada tahap kehamilan ini normal adanya. Seperti sebagian besar gejala awal kehamilan, rasa lelah itu akan berkurang pada kira kira pengunjung triwulan pertama. Akan tetapi kelelahan akan kembali muncul pada dalam triwulan terakhir akibat berat ekstra bayi. Ngidam Makanan Merasa sangat ingin menikmati makanan tertentu, biasanya buahbuahan yang rasanya asam. Sering Miksi Seiring membesarnya rahim, kandung kemih mendapat tekanan dari rahim. Hal ini menyebabkan anda lebih sering buang air kecil. Peningkatan hormone progesterone juga merangsang otot kandung kemih sehingga merasa ingin buang air kecil, walaupun kandung kemih tidak penuh. Konstipasi Sakit Kepala Hal ini sering disebabkan oleh adanya pengaruh hormon,dan dapat diatasi dengan teknik relaksasi, istirahat, atau mandi air hangat. Tidak tahan suatu bau bauan Anoreksia

a. Perut Membesar b. Uterus membesar c. Tanda Hegar Istmus lunak. d. Tanda Chadwick Serviks dan vagina agak kebiruan e. Tanda Piscaseck f. Braxton hicks Kontraksi tidak teratur, tidak nyeri pada bulan ke-4 g. Teraba Ballotement

Tanda pasti (tanda positif ) a. Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasakan atau diraba, juga bagian bagian janin. b. Denyut jantung janin ( DJJ ) c. Terlihat tulang tulang janin dalam foto rontgen.

Anoreksia dikarenakan adanya mual dan muntah.

Tanda tanda kemungkinan hamil

3. Perubahan-perubahan pada wanita hamil a. Perubahan Fisiologis Perubahan yang kelihatan 1) Perubahan pada kulit Muka menyerupai topeng yang disebut cloasma gravidarum Pada areola dan papilla mammae mengalami hyperpigmentasi, dan papilla lebih menonjol Pada perut terdapat linea alba (garis hitam yang terbentang di atas symphisis sampai pusat) dan linea nigra (lebih hitam terbentang di tengah-tengah di atas pusat ada striae gravidarum yang merupakan garis-garis pada kulit yang dibedakan menjadi striae livide (berwarna hitam) dan striae albican (berwarna putih). Pada vagina dan vulva timbul tanda chadwick yaitu warna kebiruan disebabkan oleh hipervaskularisasi karena hormon estrogen 2) Perubahan tungkai Pada hamil tua sering oedem pada salah satu tungkai yang disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar terkadang juga terjadi varises hal ini varises hal ini terjadi karena pengaruh hormon estrogen sehingga vena mengalami hypervaskularisasi 3) Perubahan sikap

Pada wanita hamil uterus membesar karena terisi oleh hasil konsepsi yang tumbuh menjadi janin dan juga karena perenggangan pada perut, maka untuk mengimbangi berat tersebut akan mengalami lordose. 4) Perubahan tulang dan gigi Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen melunak (softening) dana terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian. Perubahan yang tidak terlihat a. Darah Volume darah bertambah sekitar 30 % sedangkan sel darah bertambah sekitar 20 % curah jantung bertambah sekitar 30 %. Pertambahan sel darah tidak sesuai dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Biasanya tekanan darah tidak naik biarpun volume darah bertambah bahkan cenderung turun karena kepekatan darah bertambah bahkan cenderung turun karena kepekatan berkurang elastisitasnya. b. Alat-alat Kencing Ginjal bekerja lebih berat karena harus menyaring ampas dari dua orang yaitu ibu dan janin. Pada trimaster kedua kehamilan akan terjadi sering buang air kecil karena uterus lebih antefleksi dan membesar sehingga menekan kandung kemih. c. Rahim atau Uterus Akan mengalami hypertrofi atau hyperplasia dari yang semula sebesar jempol dengan berat 30 gram, pada kehamilan cukup bulan akan membesar dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. Berat uterus akan naik menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan)

menyebabkan hipersalivasi, morning siknes, emisis gravidarum. Progesteron menyebabkan gerakan peristaltik semakin berkurang sehingga dapat mengakibatkan Konstipasi.

b.

Perubahan Psikologis

Perubahan psikologis pada wanita hamil menurut teori Reva Rubin dibedakan menjadi : Trimaster I dan khawatir : Ambivalen, takut, fantasi

Trimaster II : Perasaan lebih enak, meningkatnya kebutuhan untuk mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan janin, kadang kelihatan egosentrik dan sel centered Trimaster III : Berperasaan aneh, sembrono, menjadi lebih introvert, merefleksikan terhadap pengalaman masa lalu. Menurut Pusdiknakes (2003), gangguan yang mungkin dialami ibu hamil yaitu : Trimester Satu Data psikososial yang perlu dikaji pada trimester satu adalah : Penerimaan keluarga khususnya pasangan suami istri terhadap kehamilannya, Bagaimana perubahan kehidupan sehari-hari, Bagaimana reaksi keluarga terhadap perubahan tersebut, Bagaimana cara keluarga memberi dorongan kepada ibu hamil, Siapa yang akan bertanggungjawab terhadap perawatan bayi,

a.

b. c. d. e.

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pada masa ini adalah : a. Mual dan muntah b. Pengaruh obat terhadap janin c. Perubahan body image atau citra tubuh (khususnya bagi ibu hamil yang masih remaja atau muda), d. Kebutuhan nutrisi. Trimester Dua

d. Sistem pernafasan Ibu hamil mengalami atau mengeluh sesak dan pendek nafas serta pernafasan lebih dalam 20-25 % dari biasanya. Hal ini terjadi karena desakan diafragma yang terdorong oleh rahim yang semakin membesar. e. Saluran pencernaan Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat sehingga

Pada masa ini, ibu hamil dan keluarga memasuki masa transisiyaitu dari masa menerima kehamilan ke masa persiapan

kelahiran dan menerima bayi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah : a. Peningkatan tekanan darah dan berat badan, b. Rasa ketidaknyamanan, c. Aktifitas seksual. Trimester Tiga

Lamanya amenorhoe Tingginya fundus uteri (hanya berguna untuk letak kepala) 12 minggu 16 minggu 20 minggu 24 minggu 28 minggu 32 minggu 36 minggu : 3 jari diatas symphisis : symphisis pusat : 3 jari di bawah pusat : setinggi pusat : 3 jari diatas pusat : pusat dengan px : 3 jari dibawah px

Kehamilan merupakan suatu krisis yang mematangkan dan dapat menimbulkan stress, oleh karena itu wanita harus siap memasuki fase baru dan mempunyai tugas penting untuk memelihara janinnya sampai cukup bulan dan menghadapi persalinan. Trimester tiga sering disebut juga sebagai periode menunggu dan waspada sebab pada saat ini, ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya dan merasa khawatir bila bayinya akan lahir sewaktuwaktu, sehingga ibu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda dan gejala persalinan. Saat ini juga merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran bayinya dan menjadi orang tua. Beberapa ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul saat persalinan dan mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya sehingga ibu akan kehilangan perhatian yang diterimanya selama kehamilan. Pada trimester inilah ibu memerlukan dukungan dari suami, keluarga dan bidan.

d. Lama Kehamilan Menurut Prawirohardjo (2006), lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu atau sembilan bulan tujuh hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir, dengan perhitungan sebagai berikut: Kehamilan sampai 28 minggu dengan berat janin 1000 gram bila berakhir disebut keguguran. Kehamilan 29 sampai 36 minggu bila terjadi persalinan disebut premature. Kehamilan berumur 37 sampai 42 disebut aterm. Kehamilan melebihi 42 minggu disebut kehamilan lewat waktu atau postdatism (serotinus).

4. Komplikasi Pada Trimester Tiga

Kehamilan

c. Pembagian Usia Kehamilan Usia kehamilan di bagi dalam 3 Trimaster, yaitu : a. b. c. Trimaster I : 0-12 minggu

Menurut Wiknjosastro (2002), adalah sebagai berikut : a. Persalinan Prematuritas Persalinan prematuritas yaitu persalinan yang terjadi diantara umur kehamilan 28 sampai 36 minggu dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Sebab persalinan prematuritas : 1) Hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda. 2) Kehamilan disertai komplikasi (PreEklamsia, Eklamsia). 3) Kehamilan disertai komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, kurang gizi). b. Kehamilan Ganda

Trimaster II : 13-27 minggu Trimaster III : 28-40 minggu

Menurut Prawirohardjo (2006), kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai tiga bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai enam bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai sembilan bulan. Tuanya kehamilan diperiksa atau ditentukan berdasarkan :

Kehamilan ganda dapat terjadi apabila seorang hamil mempunyai faktor keturunan kembar dalam keluarga, perut terasa cepat membesar, keluhan hamil muda lebih berat dan gerakannya dirasa lebih banyak. c. Kehamilan Dengan Perdarahan Plasenta Previa Plasenta previa adalah keadaan dimana implantasi plasenta sedemikian rupa sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim. Solutio Plasenta Salutio plasenta adalah lepasnya plasenta dari implantasi yang normal (fundus uteri) sehingga menunjukkan rasa sakit dan gangguan nutrisi pada janin. Perdarahan Vasa Previa Perdarahan vasa previa adalah penyilangan pembuluh darah pada mulut rahim yang berasal dari insersio felamentosa plasenta. d. Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini Kehamilan dengan ketuban pecah dini yaitu pecahnya ketuban sebeluminpartu yaitu bila pembukaan pada primi kurang dari tiga dan pada multikurang dari lima cm. e. Kehamilan Dengan Kematian Janin Dalam Rahim Gerakan janin merupakan tanda bahwa janin hidup sehat. Berkurang atau menghilangnya gerakan janin dapat dirasakan oleh ibu yang merupakan tanda janin mengalami kematian janin dalam rahim. f. Kehamilam Lewat Waktu Kehamilan lewat waktu yaitu kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari 42 minggu. g. Kehamilan Dengan PreEklampsia dan Eklampsia Kehamilan dengan preeklampsia dan eklampsia kumpulan gejala yang terdiri dari trias HPE (Hipertensi, Protein Uria dan Edema) dan klasifikasi sebagai berikut : 1. Pre-eklamsia Ringan

Tanda dan gejala pre-eklamsi antara lain tekanan darah 140 per 90(140 / 90) mmHg atau kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg dandiastolik 15 mmHg. Pengeluaran protein urin 0,3 gr per-liter atau kualitatifpositif (+) satu sampai possitif (+) dua, edema (bengkak pada kaki, tangan dan lainnya), dan kenaikan berat badan lebih dari satu kg per-minggu. 2. Pre-eklamsia Berat Pre-kelampsia berat merupakan kelanjutan dari pre-eklampsiaringan, dengan tanda dan gejala antara lain tekanan darah 160 per 110 (160 / 110) mmHg atau lebih, kadar protein urin lebih dari lima gram dalam 24 jam, terjadi penurunan produksi urin kurang dari 400 mili liter (ml) per 24 jam, edema paru-paru dan cianosis dan terasa sesak nafas, serta nyeri daerah perut.

5. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang kehamilan dapat dilakuakn dengan menggunakan tes kehamilan sebagai berikut : Tes ELISA Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera danmudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih. Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin, kadar HCG berlipat ganda setiap 2 hari. Mendengarkan denyut jantung janin. Denyut jantung janin bisa terdengar melalui stetoskop khusus atau USG Doppler. Dengan bantuan steteoskop khusus, denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu; sedangkan jika menggunakan USG Doppler, denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 12-14 minggu. Merasakan pergerakan janin. Ibu bisa merasakan gerakan janin pada kehamilan 16-20 minggu. Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan meraskan gerakan janin ini lebih awal. Memeriksa rahim dengan USG. Rahim yang membesar bisa dilihat dengan USG pada kehamilan 6 minggu,

demikian juga halnya dengan denyut jantung janin Jadwal pemeriksaan (usia kehamilan dari hari pertama haid terakhir) : Sampai 28 pekan : 4 pekan sekali 28 - 36 pekan :2 pekan sekali Di atas 36 pekan : 1 pekan sekali Kunjungan I (12-24 pekan) Anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik & obstetri, Pemeriksaan lab., Antopo metri, penilaian resiko kehamilan, KIE Kunjungan II ( 28 32 pekan ) Anamnesis, USG, Penilaian resiko kehamilan, Nasehat perawatan payudara & Senam hamil), TT I Kunjungan III ( 34 pekan) Anamnesis, pemeriksaan ulang lab. TT II Kunjungan IV, V, VII & VIII ( 36-42 pekan) Anamnesis , perawatan payudara & persiapan persalinan KECUALI jika ditemukan kelainan / faktor risiko yang memerlukan penatalaksanaan medik lain, pemeriksaan harus lebih sering dan intensif.

akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur. Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian tengah dan belakang sel sperma yang tidak hentihentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur 2) Minggu ke 2 : Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula. Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kirakira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium 3) Minggu 3 Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm 4) Minggu ke-4 : Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif. Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung). 5) Minggu ke-5 : Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing. 6) Minggu ke-6 :

6. PERKEMBANGAN JANIN 1) Minggu ke-1 : Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir Anda Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen. Sel sel telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahariSel ini akan bertemu dengan sel2 sperma dan memulai proses pembuahan,5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada

Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak 7) Minggu ke-7 : Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru 8) Minggu ke 8 : Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan. bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna 9) Minggu ke-9 : Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 2230 mm dan beratnya sekitar 4 gram. 10) Minggu ke-10 : Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama.Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram. 11) Minggu ke-11 : Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya

mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri 12) Minggu ke-12 : Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut.Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram. Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata. 13) Minggu ke-13 : Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala. 14) Minggu ke-14 : Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak 15) Minggu ke-15 : Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram

dan panjang 113 mm. Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup 16) Minggu ke-16 : Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Janin mulai bergerak ,Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram 17) Minggu ke-17 : Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya.Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk 18) Minggu ke-18 : Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat. 19) Minggu ke-19 : Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm. 20) Minggu ke-20 : Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini. Proses penyempurnaan paru-paru dan

system terlihat

pernafasan.Pigmen

kulit

mulai

21) Minggu ke-21 : Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar.Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm 22) Minggu ke-22 : Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari.Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional 23) Minggu ke-23 : Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram. Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna. 24) Minggu ke-24 : Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang Kulit bayi mulai menebal 25) Minggu ke-25 : Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan.Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm. 26) Minggu ke-26 :

Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm. 27) Minggu ke-27 : Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm. 28) Minggu ke-28 : Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh,Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paruparunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. 29) Minggu ke-29 : Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui). Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm. 30) Minggu ke-30 :

Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa. Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm. 31) Minggu ke-31 : Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban. Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm. 32) Minggu ke-32 : Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi. 33) Minggu ke 33:

Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 18001900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm 34) Minggu ke-34 : Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm. 35) Minggu ke-35 : Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm. 36) Minggu ke-36 : Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi badan 47-48 cm 37) Minggu ke-37 : Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan

bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 4849 cm 38) Minggu ke-38 : Hingga minggu ke-40 : Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.

7. Penatalaksanaan a. Asuhan Antenatal Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu mak perlu penanganan yang sesuai dengan keadaan perubahan yang terjadi. Ibu hamil harus lebih sering dikunjungi jika terdapat masalah dan ia hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan jika ia merasakan tanda-tanda bahaya atau jika ia merasa khawatir untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan sehubungan dengan hal-hal diatas petugas kesehatan akan memberikan asuhan antenatal yang lebih baik dengan tujuan : Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan dan tumbuh kembang bayi Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi Mengenali secara dini adanya ketidak normalan / komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat (ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin) Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

ASUHAN ANTENATAL STANDAR 7 T

dan cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan. 4) Leopold IV

Timbang berat badan. Ukur tekanan darah. Ukur Tinggi fundus uteri Beri Imunisasi TT Beri Tablet Fe Test PMS Temu wicara dalam rangka rujukan LANGKAH-LANGKAH ANTENATAL ASUHAN

Pemeriksa berubah sikapnya ialah melihat kearah kaki si penderita, dengan keduatangan, tentukan apa yang menjadi bagian bawah.Tentukan pula apakah bagian bawah sudah masuk kedalam pintu atas panggul, dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul. d. Pemeriksaan auskultasi ( periksa dengar )

Dilakukan dengan menggunakan stestoscope yang biasa digunakan adalah jenis monokuler untuk memeriksa detak jantung janin. Melakukan pemeriksaan laborat. Memberikan konseling tentang : a. Gizi : menyarankan penderita untuk mengkomsumsi makanan yang mengandung protein dan zat besi. b. Latihan senam hamil

Sapa ibu dan keluarganya dan membuatnya merasa nyaman. Mendapatkan riwayat kehamilan ibu dengan cara mendengarkan dengan teliti (melakukan anamnese). Melakukan pemeriksaan fisik yang terdiri dari : a. Keadaan umum dan tanda-tanda vital termasuk tinggi badan,berat badan. b. Status obstetric berupa inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. c. Melakukan pemeriksaan Leopold I-IV yaitu : 1) Leopold I

c. Perubahan fisiologis : perubahan pada payudara, berat badan bertambah,mual pada trimester I ,varises. d. Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera jika ia mendapati tanda-tanda : perdarahan pervaginam, sakit kepala lebih dari biasa, gangguan penglihatan, pembengkakan pada wajah, nyeri abdomen (epigastrik) janin tidak bergerak sebanyak biasanya. e. Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang aman dan bersih. f. Menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, buah dada, daerah genetalia) dengan cara dibersihkan dan dikeringkan. g. Menjelaskan cara merawat payudara terutama pada ibu yang mempunyai putting susu rata atau masuk kedalam dilakukan 2 kali sehari selama 5 menit h. Memberikan tablet zat besi 90 tablet mulai minggu ke 20. i. j. k. Memberikan imunisasi TT 0,5 cc Menjadwalkan kunjungan berikutnya. Mendokumenkan kunjungan tersebut.

Kaki penderita dibengkokan pada lutut dan lipat paha, pemeriksa berdiri sebelah kanan penderita dan melihat kearah muka penderita. Rahim dibawa ketengah dan tentukan tinggi fundus uteri serta tentukan bagian apa dari anak yang terdapat di fundus ini untuk menentukan tuanya kehamilan. 2) Leopold II

Kedua tangan pindah kesamping menentukan dimana punggung janin. punggung janin terdapat di pihak yang memberikan rintangan yang terbesar, dan carilah bagian-bagian kecil yang biasanya terletak bertentangan dengan fihak yang memberikan rintangan yang terbesar. 3) Leopold III

Dipergunakan satu tangan saja, bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari yang lainnya

Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut : Mengupayakan kehamilan yang sehat. Melakukan deteksi dini komplikasi,melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan. Persiapan persalinan yang bersih dan aman. Perencanaan antisipasi dan persiapan dini melakukan rujukan, jika terjadi komplikasi.

Data psikologis dan perubahan-perubahan yang perlu dikaji adalah : Penerimaan keluarga khususnya psutri terhadap kehamilannya hari Bagaimana perubahan kehidupan sehari-

Bagaimana reaksi keluarga terhadap perubahan tersebut Bagaimana cara keluarga memberikan dorongan pada ibu hamil Siapa yang bertanggung jawab terhadap perawatan bayi Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pada masa ini adalah : Mual muntah Pengaruh obat terhadap janin

Kebijakan-kebijakan 1. Kebijakan program 2. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan minimal 4x selama hamil TM I 1x, TM II 1x, TM III 2x. Pelayanan / asuhan standar minimal termasuk 7 T Timbang BB Ukur tekanan darah Ukur tinggi fundus uteri

Perubahan body image / citra tubuh (khususnya bagi ibu hamil yang masih muda / remaja usia 12-19 tahun) Kebutuhan nutrisi

Pemeberian imunisasi (tetanus toksoid) TT lengkap Pemberian tablet zat besi Test terhadap PMS

Trimester II Pada masa ini ibu hamil dan keluarga memasuki masa transisi yang massa menerima kehamilan kemassa menyiapkan kelahiran dan menerima bayi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah : Peningkatan BB dan tekanan darah Rasa tidak nyaman Aktivitas seksual

Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan 3. Kebijakan Teknis Penatalaksanaan ibu hamil secara teknis / keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut : Mengupayakan kehamilan yang sehat

Trimaster III Pada masa ini perhatian lebih diarahkan pada Persiapan untuk kelahiran Persiapan menyusui Rencana perawatan bayi yang

Melakukan deteksi dini komplikasi, melaksanakan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan Persiapan persalinan yang bersih dan aman Perencanaan antispasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi

Kemungkinan-kemungkinan mungkin timbul

Gangguan yang dialami ibu hamil

Trimaster I

Nasehat-nasehat untuk Ibu Hamil

a.

Diet

hati -

Perdarahan pervaginam Pada minggu terakhir coitus harus hatiBila ketuban sudah pecah coitus dilarang

Dianjurkan makan 4 sehat 5 sempurna, sebagai pengawasan gizi ibu dan kandungan dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badan rata-rata 6,5-16 kg selama hamil. Kenaikan berat badan yang berlebihan atau bila BB ibu turun 5 tahun kehamilan TM II, haruslah menjadi perhatian. Tabel kebutuhan sehari-hari wanita hamil dan menyusui

Dikaitkan bahwa pada hamil tua coitus dapat menyebabkan kontraksi uterus. d. Gerak Badan badan yang melelahkan dilarang, dianjurkan berjalan-jalan di pagi hari dalam udara yang masih segar. e. Pakaian Hamil

Gerak

Bahan

Bumil TM II Ibu Menyusui dan TM III Gram URT 2 gelas 3x kotak korek api tebal 4x kotak korek api tebal Padat 3 gelas /daun 6 gelas 8x kotak korek api tebal gelas Gram 500 75 URT 3 gelas 3x kotak korek api tebal 4x kotak korek api tebal Padat 3 gelas /daun 6 gelas 8x kotak korek api tebal gelas 1.

Beras Daging

400 75

Gunakan pakaian yang longgar terbuat dari kain katun sehingga mempunyai kemampuan menyerap keringat terutama pakaian dalam Bra dianjurkan yang longgar dan mempunyai kemampuan menyangga payudara yang makin berkembang Memakai sepatu / sandal yang tumit yang tidak terlalu tinggi f. Pemberian Obat

100 Tempe 300 Sayur 200 Buah (papaya) Susu

125

300

200

100

100

Pengobatan penyakit saat hamil harus selalu diperhatikan apakah obat tersebut tidak berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin.

Gizi pada Ibu Hamil

Gizi pada ibu hamil sangat penting karena untuk pertumbuhan janin dan ibu hamil sendiri khususnya untuk produksi ASI yang berkualitas. Karena faktor gizi juga akan mempengaruhi umur kehamilan, berat badan. Gizi untuk ibu hamil diantaranya: Kebutuhan energi

b.

Pekerjaan rumah tangga

Pekerjaan masih dapat dilakukan, pekerjaan disesuaikan dengan kemampuan dan kurangi pekerjaan dengan seiring tuanya kehamilan. c. Hubungan seksual

Rekomendasi dari national research council untuk meningkatkan asupan kalori dalam kehamilan adalah dengan penambahan 300 kcal/hari selama trimester ke2 dan ke3 untuk total asupan sehari-hari yaitu 2500 kcal/hari. Rekomendasi RDA untuk asupan kalori selama proses laktasi adalah 2700 kcal/hari tambahan

Coitus tidak dihalangi, kecuali jika ada sejarah : Sering abortus atau prematur

500 kcal/hari jika dibandingkan dengan ibu yang tidak hamil. Selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. Di trimester II dan III, kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. Berdasarkan perhitungan, pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil. ini berfungsi untuk pertumbuhan janin dan produksi ASI, energi ini dapat di temui pada : Nasi, Roti, Ubi, Jagung, Kentang. 2. Vitamin dan mineral

makanan melliputi buah jeruk, melon, stroberi, tomat, kentang dan sayuran hijau mentah. Vitamin D Vitamin D diperlukan untuk absorbsi kalsium dan fosfor dari saluran pencernaan dan mineralisasi pada tulang dan gigi ibu dan janin. Vutamin E Merupakn antioksidan yang penting pada manusia. Vitamin E dibutuhkan untuk memelihara integritas dinding sel dan memelihara sel darah merah. Defisiensi pada vitamin ini berhubungan dengan anemia dam kegagalan reproduksi. Vitamin E ditemukan dalam asam lemak tak jenuh ganda. 3. Protein

Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Tak cuma itu. Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat. Vitamin A Kontribusi terhadap foto kimia dalam retina .vitamin A juga dibutuhkan dalam sintesis glikoprotein, yang mendorong pertumbuhan sel dan deferensiasi sel, pembentukan tunas gigi, pertumbuhan tulang. Sumber makanan untuk vitamin A meliputi sayuran yang berdaun hijau, sayuran dan buah-buahan yang kuning pekat, hati sapi dan susu. Vitamin B Vitamin B1 ( tiamin ), vitamin B2( riboflavin ), dan vitamin B3( niasin ) diperlukan untuk metabolisme energi. Sumber-sumber makanan meliputi daging, hati, susu, mentega, dan telur. Vitamin B6 ( piridoksin ) merupakan koenzim yang dibutuhkan untuk metabolisme asam amino dan glikogen. Asupan janin yang cepat terhadap vitamin B6 dan meningkatkan asupan vitamin B6 dalam kehamilan. Vitamin C Vitamin C berfungsi sebagai anti oksidan dan dibutuhkan untuk fungsi leukosit, respon imun, penyembuhan luka dan reaksi alergi. Sumber

Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. Artinya, wanita hamil butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil. Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun plasenta dan janin. Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel. Untuk pertumbuhan, mengangkut sat gizi. Sumbernya dari : daging, ikan, telur, tahu, tempe. 4. Lemak

Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir. 5. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi dan pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.

8. Mitos Pada saat Kehamilan Jenis kelamin bayi berdasarkan bentuk perut sang ibu. Mitos ini sangat lazim kita dengar. Jika bayi dalam kandungan perempuan maka perut ibu cenderung membundar penuh. Sementara itu, jika bayi yang dikandung lakilaki maka perut sang ibu membulat tetapi terlihat meruncing. Banyak yang mendapati hal tersebut benar sehingga lambat laun banyak yang mengira hal tersebut merupakan fakta medis. Namun sebenarnya bukan. Bentuk perut ini dan jenis kelamin tidak memiliki korelasi yang jelas sebab rupa perut saat hamil dipengaruhi oleh kekuatan otot perut ibu dan juga posisi bayi di dalam perut. Jika posisi bayi melintang maka dipastikan perut si ibu akan melebar ke samping. Dan, jika volume ketuban berlebih maka tentu perut ibu akan lebih besar bukan? Lebih lanjut, para peneliti juga menemukan fakta bahwa jika wanita baru pertama kali mengandung, perutnya cenderung bulat meruncing sebab otot di perutnya masih kuat menopang rahim. Dan pada kehamilan berikutnya akan bertambah besar tetapi tidak lagi runcing karena otot perut tak lagi kuat menopang rahim layaknya di kehamilan pertama. Jangan mempersiapkan perlengkapan bayi sebelum kelahiran! Mitos yang satu ini juga tak kalah populernya. Tak jarang yang amat sangat mempercatainya meski jika dinalar cukup menggelikan. Mungkin dahulu para orang tua kita di masa lampau jera membeli perlengkapan bayi laki-laki dan yang lahir adalah bayi perempuan. Betapa ruginya! Namun saat ini teknologi sudah demikian maju. Kita sudah bisa memastikan kelamin sang bayi di usia kehamilan tertentu. Dan alangkah repotnya jika semua perlengkapan dibeli setelah bayi lahir, bukan? Ibu hamil dan suami tidak diperbolehkan membunuh binatang. Larangan ini harus dilakukan jika tidak maka bayi yang ada di dalam rahim si ibu akan cacat. Membunuh binatang memang perbuatan yang buruk, hamil

atau tidak, tetap tak diperkenankan! Dan, kalaupun Anda yang sedang hamil terpaksa membunuh kecoa, percayalah bahwa bayi dalam perut Anda baik-baik saja! Ibu hamil harus selalu membawa gunting atau pisau dan disimpan atau direkatkan di pakaian. Mitos seputar kehamilan yang satu ini juga banyak dipercaya oleh calon ibu. Padahal, betapa berbahayanya membawa benda tajam saat beraktifitas. Jangan cemaskan soal mahluk halus! Benda semacam gunting dan pisau bukan aksesoris dan sama sekali bukan hal yang bisa melenyapkan makhluk astral. Jangan memakai sendok besar saat makan, nanti mulut bayi dower! Mitos yang satu ini, terlalu jika dipercaya! Tak ada hubungannya sama sekali. Tapi di luar daripada konteks kehamilan, memakai sendok yang terlalu besar akan sangat merepotkan bukan? Melihat seseorang berwajah buruk akan membuat wajah bayi Anda ikut buruk. Melihat saja bukan hal yang salah kecuali jika Anda mencela! Namun bagaimanapun tak ada hubungannya dengan wajah sang bayi. Hal tersebut genetis! Selain mitos seputar kehamilan yang terkait dengan perilaku, ada juga sederet mitos yang terkait dengan pola makan pun minuman. Berikut uraiannya: Minum minyak kelapa satu sendok makan setiap hari menjelang hari kelahiran bayi. Hal ini dimaksudkan agar persalinan lancar. Tahukah Anda bahwa hal ini hanya mitos. Saluran pencernaan dan rahim tidak terkoneksi. Minyak justru akan diserap oleh tubuh setelah dipecah di dalam usus halus. Jadi simpan minyak kelapa Anda untuk dipakai menggoreng ya. Minum air es akan membuat ukuran bayi besar. Hal ini secara medis tidak benar sebab hal yang menyebabkan ukuran bayi membesar adalah nutrisi yang diberikan sang ibu dan juga dipengaruhi oleh faktor genetis. Minum es bukan hal haram. Hanya saja jumlah serta frekuensinya harus dibatasi sebab bisa membuat ulu hati terasa sesak.

B. Asuhan Keperawatan PENGKAJIAN I. Biodata 1. Nama : Ny X 2. Usia : 15 tahun 3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Diagnosa Medis : Hamil Trisemester ke-II II. Riwayat Kesehatan 1. Keluhan utama : BAK menjadi sering, kaki sedikit bengkak dan sering kram di malam hari. 2. Riwayat kesehatan sekarang (PQRST) 3. Riwayat kesehatan dahulu : Tidak dikaji 4. Riwayat kesehatan keluarga : Tidak dikaji 5. Riwayat kehamilan dan persalinan : Ini merupakan kehamilan yang pertama 6. Riwayat kesehatan lingkungan : Tidak Dikaji Pemeriksaan fisik

Orientasi : normal b. Tanda-tanda vital - Temperatur : 36.5C - HR : 78 x/m - RR : 20 x/m - TD : 90/60 mmHg c. Antropometri BB : 72 kg TB : 155 cm d. Pemeriksaan Fisik - Cloasma gravidarum (+) - Kolostrum (-) - Abdomen tidak simetris nampak linea nigra dan striae gravidarum III. Data Penunjang - Hasil pemeriksaan leopold : presentasi terendah teraba bulat

a. Keadaan umum - Kesadaran : CM - lunak, TFU 1 jari diatas pusat, puki, DJJ : 140x/m - Daerah tungkai edema ++ - Homans sign (-/-) - Varises (-/-) - Reflek Patella (+/+) ANALISA DATA Data yang menyimpang DO:

Etiologi

Masalah keperawatan Perubahan kenyamanan

DO:

Penurunan curah jantung

DO:

Resiko tinggi komplikasi kehamilan

Perubahan eliminasi urin

Diagnosa Keperawatan 1. Perubahan kenyamanan berhubungan dengan kehamilan ditandai dengan kaki sedikit bengkak , sering kram di malam hari, daerah tungkai didapatkan edema (+)(+), Homan sign (-)(-), varises (-)(-), reflek patela (+)(+). 2. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan fisiologis kehamilan (penurunan aliran balik vena) ditandai dengan kesadaran CM, BB 72 kg, TB 155 cm, TD 90/60 mmHg, N 78x/menit, RR 20x/menit, T 36.5oC 3. Resiko tinggi komplikasi kehamilan berhubungan dengan perilaku merokok saat hamil ditandai dengan kebiasaan merokok untuk menghindari masalah yang sedang dihadapi. 4. Perubahan eliminasi urin berhubungan perubahan fisiologis kehamilan (uterus menekan kandung kemih dan dilatasi ureter) ditandai dengan BAK jadi sering, abdomen tidak simetris, nampak linea nigra. 5. Ketidakefektifan koping berhubungan dengan sistem pendukung yang tidak memuaskan ditandai dengan kebiasaan merokok, usia 15 tahun, tinggal tanpa ayah dari anak yang dikandungnya, tinggal bersama ibu dan 4 adik yang masih kecil.

Intervensi keperawatan Diagnosa 1 Perubahan kenyamanan berhubungan dengan kehamilan ditandai dengan kaki sedikit bengkak , sering kram di malam hari, daerah tungkai didapatkan edema (+)(+), Homan sign (-)(-), varises (-)(-), reflek patela (+)(+). Tujuan Intervensi Rasional Wanita mampu 1. Ajarkan tentang kejadian dan 1. Agar klien meredakan penurunan ketidaknyamanan minor, mengetahui cara ketidaknyamanan perawatan diri dan pendekatan yang tepat untuk minor selama alami untuk mengurangi menangani kehamila ketidaknyamanan dan ketidaknyaman meningkatkan kesehatan. minor saat kehamilan. Kram Kaki - Duduk, luruskan kaki, dorong atau tarik ibu jari kaki ke arah lutut. - Pijat otot-otot yang kram. - Berjalan berkeliling jika memungkinkan. - Rendam kaki yang kram dalam air hangat atau gunakan bentalan pemanas. Edema - Duduk pada bak mandi berisi air hangat atau panas selama 20-30 menit.

- Berbaring atau duduk dengan kaki dinaikkan. - Hindari makanan tinggi garam. - Konsumsi makanan tinggi protein. 2. Rujuk kepada dokter atau sumber komunitas jika ketidaknyamanan terjadi terus-menerus untuk mendapatkan perawatan lanjutan. 2 Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan fisiologis kehamilan (penurunan aliran balik vena) ditandai dengan kesadaran CM, BB 72 kg, TB 155 cm, TD 90/60 mmHg, N 78x/menit, RR 20x/menit, T 36.5oC 1. Anjurkan klien untuk istirahat yang Wanita cukup. mampu 2. Makan-makanan bergizi : minum teh meredakan manis, susu manis, roti kering atau ketidaknyama biskuit. nan minor 3. Duduk dengan kaki diangkat selama kapanpun jika memungkinkan. kehamilan Sindrom hipotensi bisa saja terjadi pada beberapa wanita hamil. Walaupun seperti itu, wanita tetap harus bisa mempertahan kan kondisi tubuh seoptimal mungkin. 1. Berikan konseling mengenai Wanita dapat keuntungan bagi janin dengan mengidentifika berenti merokok dan pengaruh si komplikasi rokok terhadap janin. potensial. 2. Berikan petunjuk mengenai efek Wanita dan merokok pada kesehatan . keluarga 3. Rujuk ke program berhenti memahami merokok. perkembanga 4. Berikan konseling perihal n kehamilan. mengendalikan rasa lapar, Wanita mengatur istirahat, menghindari mengetahui lingkungan merokok, menyikat gigi dampak dari setelah makan, mengubah rokok pada rutinitas, berolahraga. kehamilan. 5. Berikan konseling mengenai tanda Wanita dan gejala aborsi spontan, memutuskan persalinan preterm, pecah ketuban berhenti dini, sulosio plasenta, dan plasenta merokok. previa.

2. Tenaga kesehatan seperti dokter atau yang lainnya dapat merokemendasikan dan memberikan cara lain untuk mengatasi ketidaknyamanan minor. 1. Membuat wanita relaks. 2. Memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk ibu dan janinnya. 3. Memperlancar aliram balik vena.

3 Resiko tinggi komplikasi kehamilan berhubungan dengan perilaku merokok saat hamil ditandai dengan kebiasaan merokok untuk menghindari masalah yang sedang dihadapi.

1. meningkatkan pengetahuan dasar.

2. Meningkatkan pengetahuan dasar. 3. Untuk mendukung berhenti merokok. 4. Penambah pengetahuan dan mendukung usaha klien untuk berhenti merokok 5. Meningkatkan pengetahuan dasar.

4 Perubahan eliminasi urin berhubungan perubahan fisiologis kehamilan (uterus menekan kandung kemih dan dilatasi ureter) ditandai dengan BAK jadi sering, abdomen tidak simetris, nampak linea nigra. 5 Ketidakefektifan koping berhubungan dengan sistem pendukung yang tidak memuaskan ditandai dengan kebiasaan merokok, usia 15 tahu, tinggal tanpa ayah dari anak yang dikandungnya, tinggal bersama ibu dan 4 adik yang masih kecil.

wanita mempelajari perawatan diri dan pemeliharaan kesehatan selama kehamilan.

Wanita membuat keputusan dan meneruskan upaya yang tepat untuk mengubah cara koping yang tidak tepat.

6. Berikan petunjuk pada klien mengenai cara menghitung gerakan janin, cara palpasi dan menghitung kontraksi uterus, mengetahui kapan menghubungi atau datang ke pelayanan kesehatan. 1. Beritahukan pada klien bahwa perubahan eliminasi saat kehamilan itu normal karena terjadinya dilatasi ureter dan dilatasi ureter pada umumnya akan pulih seperti sedikala dalam 4 sampai 6 minggu setelah pelahiran, walaupun dapat juga menetap sampai minggu ke-12 sampai 16 setelah melahirkan. 2. Beritahukan klien untuk tetap mencaga asupan cairan. 3. Keringkan daerah alat kelamin setelah BAK. 1. Bina hubungan dengan klien

6. Meningkatkan pengetahuan dasar adan meningkatkan perilaku perawatan diri.

1. Meningkatkan pengetahuan dasar.

2. Mencegah dehidrasi. 3. Mencegan infeksi. 1. Menumbuhkan kepercayaan klien pada petugas kesehatan. 2. Mengetahui penyebab klien melakukan koping yang tidak tepat. 3. Mengetahui tingkat depresi klien sehingga mempermudah petugas kesehatan dalam memberikan tindakan. 4. Intervensi kognitif membantu individu meraih kembali kontrol atas hidupnya. 5. Keluarga mengerti kondisi klien dan memberikan dukungan yang poditif.

2. Kaji faktor melakukan merokok.

penyebab klien koping dengan

3. Kaji tingkat depresi.

4. Bantu klien mengembangkan strategi pemecahan masalah yang tepat. Dan lakukan penyuluhan kesehatan. 5. Ikut sertakan keluarga (ibu) ketika melakukan penyuluhan kesehatan.

Anda mungkin juga menyukai