P. 1
Fasilitas - Pola Aliran Pemindahan Bahan

Fasilitas - Pola Aliran Pemindahan Bahan

|Views: 488|Likes:
Dipublikasikan oleh GaniS.Gani
Tata Letak Fasilitas
Tata Letak Fasilitas

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: GaniS.Gani on Jun 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2015

pdf

text

original

POLA ALIRAN PEMINDAHAN BAHAN TIPE TATA LETAK FASILITAS

Manakah yang harus dilakukan terlebih dahulu, sistem pemindahan bahan ataukah tata letak fasilitas (layout)?

Pertimbangan sistem pemidahan bahan yang mempengaruhi jenis layout:

 

Kebijaksanaan sentralisasi atau desentralisasi dari gudang barang setengah jadi Keputusan penggunaan lintasan tetap Besarnya beban yang harus dipindahkan saat proses produksi Derajat atau tingkat teknologi yang digunakan dalam proses pemindahan Tingkat pengendalian persediaan bahan di gudang

 Jawaban: membuat beberapa alternatif sistem pemindahan bahan dan merancang layout yang tepat untuk setiap alternatif tersebut sehingga layout yang dipilih berdasar pertimbangan total sistem produksi .

Tipe Tata Letak dan Dasar Pemilihannya     Product layout Fix material location layout Product family – Group Tech Process Layout .

Product Layout .

Product Layout     Mesin dan fasilitas produksi diatur berdasarkan aliran produksi Prinsip “machine after machine” Merupakan tipe layout paling populer Disebut juga flow/line layout .

Dasar Utama Penempatan     Hanya satu atau beberapa standar produk Produk dibuat dalam jumlah besar dengan jangka waktu yang lama Adanya kemungkinan mempelajari studi gerak dan waktu Adanya keseimbangan lintasan .

menggunakan conveyor Lebih sering mengunakan tipe mesin special purpose .Dasar Utama Penempatan     Memerlukan aktivitas inspeksi yang sedikit Satu mesin untuk satu operasi dengan jenis komponen serupa Aktivitas pemindahan mekanis.

Kelebihan       Biaya material handling rendah Total waktu relatif singkat WIP jarang terjadi Insentif dapat meningkatkan produktivitas karyawan Tiap unit produksi memerlukan area minimal Proses pengendalian produksi mudah .

akan menghambat proses produksi total Fleksibilitas rendah Stasiun kerja lambat akan menghambat aliran produksi Investasi besar .Kekurangan     Ketika salah satu mesin rusak.

Fixed Material Location Layout .

Dasar Penempatan     Tipe ini tidak banyak digunakan Material atau komponen utama akan tinggal tetap Fasilitas produksi bergerak menuju lokasi material Tools dan peralatan kerja mudah dipindahkan .

Kelebihan     Perpindahan material bisa dikurangi Kontinyuitas proses produksi bisa dilaksanakan sebaik-baiknya Pengkayaan kerja mudah diberikan. kualitas kerja meningkat Fleksibilitas kerja sangat tinggi .

Kekurangan     Adanya peningkatan frekuensi pemindahan fasilitas produksi Memerlukan skill operator yang tinggi Adanya duplikasi peralatan kerja Perlunya pengawasan khusus dan kordinasi kerja dalam penjadwalan produksi .

Group Technology .

Dasar Penempatan    Pengelompokan produk yang dibuat berdasar langkah proses. mesin atau peralatan. bentuk. efisiensi tinggi . dsb Mesin atau fasilitas produksi ditempatkan dalam sebuah mfg cell Product family memiliki urutan proses yang sama.

pendayagunaan mesin maksimal Lintasan aliran kerja lebih lancar. jarak perpindahan material lebih pendek Adanya kelompok kerja.Kelebihan      Dengan pengelompokan produk. suasana kerja baik Kombinasi product dan process layout Menggunakan mesin general purpose .

Kekurangan      Diperlukan keterampilan operator yang tinggi Supervisi ketat Kelancaran kerja tergantung kegiatan pengendalian produksi Keseimbangan aliran setiap sel sulit dicapai Operasi tipe special purpose sulit dilakukan .

Process/Functional Layout .

Dasar Penempatan    Pengaturan dan penempatan mesin serta peralatan produksi yang sama dalam satu departemen Digunakan untuk industri mfg dengan volume relatif kecil dan tidak standart Lebih fleksibel dibanding aliran produk (job order) .

Dasar Pertimbangan      Produk dari banyak model yang khusus Volume produk kecil dan jangka waktu singkat Aktivitas studi gerak dan waktu sulit dilaksanakan Perlu banyak pengawasan Tipe mesin general purpose .

Kelebihan      Total investasi yang rendah Fleksibilitas tenaga kerja dan fasilitas produksi cukup besar Kemudahan aktivitas supervisi yang lebih baik dan melalui spesialisasi kerja Pengendalian dan pengawasan lebih mudah Breakdown mesin mudah diatasi .

Kekurangan      Menyebabkan aktivitas pemindahan material Diperlukan penambahan space area untuk WIP Storage Proses dan pengendalian produksi lebih kompleks Diaplikasikan untuk job order Diperlukan skill tinggi .

Tipe Layout VS Kuantitas Produksi .

Pola Aliran Pemindahan Bahan .

Proses Aliran Material    Gerakan perpindahan semua elemen dari sumber asalnya menuju ke pabrik yang akan mengelolanya Gerakan perpindahan material di dalam dan di sekitar pabrik selama proses produksi berlangsung Gerakan perpindahan yang meliputi aktivitas distribusi produk jadi .

Keuntungan aliran material yang baik:       Meningkatkan efisiensi proses produksi Pendayagunaan floor space lebih baik Aktivitas material handling lebih sederhana Idle time dapat dikurangi Mengurangi waktu pengerjaan Pendayagunaan tenaga kerja lebih efisien .

Keuntungan aliran material yang baik:       Mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan produk Mengurangi jarak perpindahan material Memudahkan aktivitas supervisi Menyederhanakan pengawasan Mempermudah proses handling Mengurangi kecelakaan kerja .

Pola Umum Aliran Bahan  Pola Aliran Bahan untuk Proses Fabrikasi  Straight Line  Serpentine atau Zig-Zag (S-Shape)  U-Shape  Circular  Odd Angle  Pola Aliran Bahan untuk Proses Perakitan  Combination Assembly Line Pattern  Tree Assembly Line Pattern  Dendretic Assembly Line Pattern  Overhead Assembly Line Pattern .

total jarak perpindahan bahan kecil  Serpentine atau Zig-Zag (S-Shape)  Sesuai untuk aliran proses produksi yang lebih panjang dari luas area tersedia  U-Shape  Akhir proses produksi pada lokasi yang sama dengan awalnya  Transportasi dan pengawasan keluar masuk .Pola Aliran Bahan untuk Proses Fabrikasi  Straight Line  Sesuai untuk proses produksi singkat dan sederhana  Jarak antar mesin sependek-pendeknya .

Pola Aliran Bahan untuk Proses Fabrikasi  Circular  Mirip dengan U-Shape  Odd Angle  Proses handling secara mekanis  Keterbatasan ruangan  Memperoleh garis aliran produk antara area yang berkaitan .

Pola Aliran Bahan untuk Proses Perakitan  Combination Assembly Line Pattern  Memerlukan lintasan main assembly panjang  Tree Assembly Line Pattern  Lintasan main assembly dapat diperkecil  Dendretic Assembly Line Pattern  Kurang teratur  Overhead Assembly Line Pattern  Line pada beda tingkatan lantai .

Faktor dasar pola aliran bahan  3 faktor yang mendasari bermacam-macam pola aliran bahan:  Luas area yang tersedia  Dimensi dari lantai  Luas area yang dibutuhkan setiap mesin/fasilitas .

Pengaturan Mesin  Bentuk Lurus (straight line arrangement)  Area panjang dan sempit Area pendek tapi lebar  Bentuk Diagonal (diagonal arrangement)   Bentuk Tegak Lurus (perpendicular arrangement)  Area yang lebih lebar dari tipe Diagonal  Bentuk Lingkaran (circular arrangement) Satu operator dapat menjalankan lebih dari satu mesin  Umumnya mesin special purpose  .

Penting untuk tugas besar. .Pelajari mengenai langkah-langkah perencanaan aliran bahan dari buku (Sritomo: hal 170 – 173).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->