Anda di halaman 1dari 25

Kelompok 9

Tugas Nama Anggota : KIMIA FISIKA - LARUTAN : Handriko Dwi S Mega Anggita M Ardian H Putri Rembulan Syarifah nur R. :3C

Kelas

FAKULTAS FARMASI DAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA

LARUTAN

APA ITU LARUTAN ?


Larutan adalah suatu campuran dari dua atau lebih komponen yang membentuk suatu dispersi molekul yang homogen. Larutan terdiri dari : zat pelarut (solvent) da zat terlarut ( solute)

REAKSI DALAM LARUTAN


Ada 2 reaksi dalam larutan, yaitu: a) Eksoterm yaitu proses melepaskan panas dari sistem ke lingkungan, temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat- zat kimia yang bersangkutan akan turun. b) Endoterm yaitu menyerap panas dari lingkungan ke sistem, temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat- zat kimia yang bersangkutan akan naik.

SIFAT SIFAT LARUTAN


Sifat fisik zat dapat dikelompokkan dalam tiga sifat, yaitu : Sifat koligatif Sifat aditif Sifat konstitutif

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN


Sifat koligatif larutan adalah teknan osmosis, penurunan tekanan uap, penurunan titik beku, dan kenaikan titik didih. Sifat koligatif larutan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1. sifat koligatif larutan nonelektrolit 2. sifat koligatif larutan elektrolit Hal ini disebabkan zat terlarut pada larutan elektrolit bertambah jumlahnya karena terurai menjadi ion ion, sedangkan zat terarut nonelektrolit jumlahnya tetap karena tidak terurai menjadi ion ion.

SATUAN KONSENTRASI
1. Persentase (%)

jumlah gram zat terlarut dalam tiap 100 gram larutan. % = gram zat terlarut x 100 % gram larutan

2. Fraksi mol (X) perbandingan jumlah mol suatu zat dalam larutan terhadap jumlah mol seluruh zat dalam larutan. X = mol suatu zat : mol seluruh zat

3. Kemolaran (M)

jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. M = (1000 : V ) X (gram : Mr)

4. Kemolalan (m) jumlah mol zat terlarut dalam tiap 1000 gram pelarut. m = (1000 : p) X (gram : Mr) 5. Kenormalan (N) jumlah grek zat terlarut dalam tiap liter larutan. N = grek : liter = mgrek : ml Grek = mol x jumlah H+ atau OH -

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN NONELEKTROLIT


1. Penurunan tekanan uap (DP) DP = P0 . Xt P= P0 - DP 2. Kenaikan titik didih (Dtb) Dtb= Kb . M 3. Penurunan titik beku (Dtf) Dtf = Kf . m 4. Tekanan osmotik (p) p= M. R.T

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT


1. Penurunan tekanan uap (DP) DP = P0 . Xt. i P= P0 - DP 2. Kenaikan titik didih (Dtb) Dtb= Kb . M. i 3. Penurunan titik beku (Dtf) Dtf = Kf . M. i 4. Tekanan osmotik (p) p= M. R.T.i

Keterangan ;
I = Faktor Vant Hoff R= tetapan gas= 0,082 liter atm/ molK N= jumlah koefisien kation dan anion a= derajat ionisasi Kb= konstanta kenaikan titik didih molal pelarut. Kf= konstanta penurunan titik beku molal pelarut. nt= mol terlarut np= mol pelarut T= derajat Kelvin M= molar= mol/liter P= tekanan uap larutan.

SIFAT ADITIF LARUTAN


Sifat aditif larutan bergantung pada andil atom total dalam molekul atau pada jumlah sifat konstituen dalam larutan. contohnya ; berat molekul yaitu jumlah massa atau konstituen.

SIFAT KONSTITUTIF LARUTAN


Sifat konstitutif larutan adalah sifat yang memberikan petunjuk terhadap aturan senyawa tunggal dan kelompok molekul dalam sistem. Sifat ini bergantung pada penyusunan dan untu jumlah yang lebih sedikit pada jenis dan jumlah atom dalam suatu molekul.

MACAM MACAM LARUTAN


Larutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
a) Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang partikelpartikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh ( masih dapat larut).

b) Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat jenuh

c) Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap).

Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut, larutan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: a) Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute dibanding solvent. b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding solvent.

ZAT TERLARUT
Zat terlarut (solute) adalah Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan. contoh zat terlarut : gula, garam dll Zat terlarut terbagi menjadi du kelompok utama, yaitu : Larutan elektrolit Larutan non elektrolit

LARUTAN ELEKTROLIT
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat mengantarkan listrik karena terdapat ion ion yang bergerak bebas. Larutan elektrolit terbagi menjadi 2 : elektrolit lemah dan elektrolit kuat

Elektrolit kuat : zat yang dalam air akan terurai seluruhnya menjadi ion-ion (terionisasi sempurna) contoh ; Nacl, KOH, NaOH, HCL Elektrolit lemah : zat yang dalam air tidak seluruhnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sebagian) contoh : CH3COOH, NH4OH

PERBEDAAN
ELEKTROLIT KUAT ELEKTROLIT LEMAH

1. Asam-asam kuat ( asam halogen, HNO3, H2SO4 ) 2. Basa-basa kuat ( Basa alkali, Sr(OH)2, Ba(OH)2 ) 3. Hampir semua garam adalah elektrolit kuat 4. Reaksinya berkesudahan (berlangsung sempurna ke arah kanan)

1. Asam asam lainnya adalah asam-asam lemah. 2. Basa-basa lainnya adalah basa-basa lemah. 3. Garam yang tergolong elektrolit lemah adalah garam merkuri (II) 4. Reaksinya kesetimbangan (elektrolit hanya terionisasi sebagian).

LARUTAN ELEKTROLIT MENGANDUNG 2 SENYAWA, YAITU :


Senyawa ion (senyawa yang terbentuk melalui ikatan ion), contohnya adalah: NaCl, CaCl2, AlCl3, MgF2, LiF (sebagian besar berasal dari garam) Senyawa kovalen polar (senyawa melalui ikatan kovalen yang bersifat polar/memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar antar atom), contohnya adalah: HCl, NaOH, H2SO4, H3PO4, HNO3, Ba(OH)2 (berasal dari asam dan basa)

LARUTAN NON ELEKTROLIT


Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. contoh larutan non elektrolit : larutan gula, larutan alkohol, larutan urea dll Senyawa kovalen non polar merupakan senyawa non elektrolit

ZAT PELARUT
Zat pelarut (solvent) adalah zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan. contoh Zat pelarut : air

SELESAI

TERIMAKASIH