Anda di halaman 1dari 12

11/14/2008

Perioperatif
Dr. Budi Tjatur Prasetijo, SpAn.

Tujuan Perioperatif
Menggali informasi kondisi fisik dan mental penderita (Anamnese) Menilai status fisik / Phisical State (PS) Merencanakan tehnik anestesi Menyiapkan kondisi terbaik (mental fisik) Menjelaskan resiko anestesi - pembedahan

11/14/2008

Manfaat Perioperatif
Mengurangi anxietas Pemilihan tehnik anestesi Pemilihan obat anestesi Pemilihan obat-obat premedikasi Pemilihan obat-obat / alat resusitasi Memberikan anestesi yang aman dan efektif Mengurangi costs

Pelaksanaan Perioperatif
Penderita rawat inap maupun rawat jalan Sebaiknya sehari sebelum operasi Anamnese dan pemeriksaan fisik Kelengkapan pemeriksaan penunjang Tehnik atau rencana operasi Inform consent Premedikasi

11/14/2008

Perioperatif operasi emergency


Kurang maksimal Waktu terbatas Pemeriksaan serba terbatas Dilakukan secara cepat

Anamnesa
Identitas (umur, sex, BB, TB) Riwayat penyakit dan obat-obatan Alergi Riwayat pembedahan dan anestesi Perjalanan penyakit saat ini Kehamilan Riwayat keluarga

11/14/2008

Pemeriksaan Fisik
Breath (B1): jalan napas, pola napas, suara napas, suara napas tambahan Blood (B2) : T, N, perfusi, suara jantung, suara tambahan, kelainan anatomis dan fungsi jantung Brain (B3) : GCS, riwayat stroke, kelainan saraf pusat/perifer lainnya

lanjutan

Bladder (B4) : GGA, GGK, produksi urine Bowel (B5) : makan minum terakhir, bising usus, gangguan peristaltik, gangguan lambung, gangguan metabolik, massa, kehamilan Bone : Patah tulang, kelainan postur tubuh, kelainan neuromuskuler

11/14/2008

Evaluasi jalan napas


Sangat penting Penting untuk memberi napas buatan Memprediksi tingkat kesulitan intubasi (Mallampathi) Gigi ompong Resiko gigi tanggal / patah

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium : DL, LFT, RFT, Serum Elektrolit, Faal Haemostasis, dll Radiologis : Thorax Foto, BOF, USG, CT-Scan, dll EKG, Echocardiografi, Treadmill, dll

11/14/2008

Phisical Status (PS)


PS 1: penderita tanpa kelainan sistemik, kecuali penyakit yang akan dioperasi, misal penderita dewasa muda dengan rencana operasi hernia PS 2: penderita dengan penyakit / kelainan sistemik ringan sampai sedang, termasuk penyakit yang akan dioperasi, misal penderita DM

lanjutan

PS 3 : penderita dengan penyakit / kelainan sistemik berat, yang membatasi aktifitas penderita, misal riwayat Infark Miokard yang mengalami angina dan masih minum obat PS 4: penderita dengan kondisi lifhtreathening, dimana aktifitasnya sangat terbatas, misal penderita CHF

11/14/2008

lanjutan

PS 5: Penderita Moribund dimana 50% akan meninggal dalam 24 jam pasca bedah PS 6: penderita yang akan donor organ Simbol E (Emergency) atau D (darurat) ditambahkan untuk penderita gawat darurat yang akan menjalani operasi

Premedikasi
Dr. Budi Tjatur Prasetijo, SpAn.

11/14/2008

Tujuan Premedikasi
Memberi kenyamanan penderita (menghilangkan kecemasan, memberi sedatif amnesia, analgesia) Mencegah terjadinya masalah-masalah pada saat diberi anaestesi (mengurangi salivasi, mengurangi sekresi bronkhial, mencegah refleks vagal, mengontrol hiper/hipotensi) Mencegah mual-muntah Mencegah aspirasi / infeksi

Premedikasi
Farmakologis Non Farmakologis

11/14/2008

Menghilangkan kecemasan
Nonfarmakolgis : Preop Visit Farmakologis (Golongan Benzodiazepine) Diberikan malam atau beberapa jam sebelum operasi - Diazepam 0,15 - 0,25 mg/kgBB po - Midazolam 0,07 0,1 mg/kgBB im atau 0,5 1 mg/kgBB iv (dapat diulang) - Lorazepam - Promethazine

Amnesia
Midazolam diberikan 0,05 0,15 mg/kgBB iv memberikan 60-96% amnesia Amnesai terjadi 2 - 5 menit setelah pemberian Durasi 20 30 menit Lorazepam Scopolamin

11/14/2008

Analgesia
Morfin : 0,1 0,2 mg/kgBB im Pethidin : 1 2 mg/kgBB im Fentanyl : 1 2 mcg/kgBB iv Sulfentanyl

Mencegah hipersekresi
Sudah jarang digunakan Glycopirolat : 0,2 mg im Sulfas Atropin : 0,25 0,5 mg im

10

11/14/2008

Refleks Vagal
Terjadi karena manipulasi jalan napas Bradikardi hebat Dicegah dengan antikolinergik (Sulfas Atropin, menghilangkan rangsangan)

Nausea Vomiting
Terjadi baik pre / post op (10 55%) Dicegah dengan memberi antiemetik Contoh : droperidol, ondansetron, metoclopramide

11

11/14/2008

Mencegah Aspirasi
Rapid sequence induction dan Intubasi Intubasi sadar Puasa Mengurangi produksi dan keasaman asam lambung (H2 Blocker, Proton Pump Inhibitor, Antacid) Mempercepat pengosongan lambung (Metoklopramid)

12