Anda di halaman 1dari 1

Secangkir ukhuwah

Diri ini merasa sepi padahal begitu ramai, ada apa gerangan dengan hati. Apa yang salah dengannya. Atau yang salah keramaiannyakah. Begitu banyak teman, tapi hanya menjadi buih tak bermakna. Berlalu bagai fatamorgana. Tak ayal membuat hati ini begitu gusar. Teman, ku merindukan teman sejati, tempat berbagi. Tempat mencurahkan segala isi hati. Coba merenungi, adakah yang salah dengan diri ini. Coba merenungi apa makna dari kata teman. Ya, karena teman ialah memberi bukan meminta. Renungi kisah beberapa sahabat yang kehausan ketika selesai berperang. Yang membutuhkan seteguk air untuk melepaskan dahaga. Namun sahabat yang mulia itu lebih memililh ketinggian jiwa dengan mendahulukan saudara-saudaranya yang lain. Sehingga mereka semua syahid dalam ruh ukhuwah, dalam ruh persaudaraan. Persaudaran sejati, pertemanan sejati dimana Allah swt akan mempertemukan mereka semua disurga firdaus duduk berdampingan. Ada satu hal yang membuat para sahabat rasulullah melakukan hal itu, melakukan hal yang mungkin sulit ditemukan di zaman ini. Di zaman yang penuh dengan omong kosong, persaudaraan hanya menjadi sebuah kamuflase belaka. Tapi mereka(read:sahabat), mereka disatukan karena Iman. Ya hanya dengan Iman kepada Allah yang menggerakkan hati-hati mereka. Sehingga terpaut menjadi satu bagai bangunan yang kokoh . bagaikan satu tubuh yang jika satu bagiannya sakit, maka semuanya merasakan sakit. Tapi Iman akan menjadi kosong jika tak ada cinta didalamnya. Cinta menjadi ruh bagi Iman itu sendiri. Yang menjadikan Iman bergejolak dalam hati. Seperti air yang mergolak di kuali. Maka munculkanlah cinta dalam jiwamu. Cinta kepada Allah. Cinta kepada rasulullah. Dan cinta kepada semua orang yang memiliki keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tak perlu kau tanyakan apa arti cinta. Karena cinta hanya cukup dirasakan. Coba rasakan kehangatan mentari pagi. Tak perlu kau terjemahkan apa itu kehangatan mentari pagi. Tapi cukup dengan merasakan. Terjemahkanlah cintamu menjadi kerja, menjadi amal nyata. Untuk selalu mencintai saudaramu. Berjuang bersamanya dalam suka dan duka. Berjuang dalam meraih ridho dan cinta-Nya.