Anda di halaman 1dari 15

7.

Virus
24 April 2012

Definisi Virus
Agen infeksius berukuran kecil (20-14.000 nm) Bersifat parasit intraseluler obligat mutlak memerlukan sel inang hidup untuk dapat tumbuh dan bermultiplikasi Mengandung asam nukleat (DNA/RNA) Mengandung protein selubung (coat protein) Kadang tertutup oleh envelope dari lipid, protein dan karbohidrat

Virus vs Bakteri

Definisi Virion
Partikel virus yang lengkap, sempurna, dan telah berkembang penuh serta bersifat infeksius Tersusun atas asam nukleat dikelilingi protein selubung yang melindungi dari kondisi lingkungan Dilengkapi dengan peralatan untuk transmisi dari satu sel inang ke sel inang yang lain

Struktur Virus

Struktur Virus
Asam Nukleat
Berupa DNA atau RNA, beruntai tunggal (single stranded)/beruntai ganda (double stranded) Berbentuk linear ataupun sirkuler
Virus influenza; asam nukleatnya merupakan segmen-segmen yang terpisah

Kapsid (coat protein)


Susunan protein yang mengelilingi asam nukleat virus Strukturnya ditentukan oleh asam nukleat virus Tersusun atas subunit-subunit protein kapsomer Pada beberapa virus, kapsid ditutupi oleh envelope. Envelope ini dapat ditutupi oleh struktur mirip paku (spike) yang merupakan kompleks karbohidrat dan protein

Spike
Berperan dalam perlekatan virus pada sel inang.
Pada non-enveloped virus (kapsid tidak tertutupi envelope), perlekatan pada sel inang dilakukan oleh kapsid

Morfologi Umum Virus

Morfologi Umum Virus


Virus heliks
Menyerupai bentuk batang yang panjang Bersifat kaku ataupun fleksibel Asam nukleat virus ditemukan dalam lekuk kapsid silindris Contoh: virus rabies, virus Ebola

Morfologi Umum Virus


Virus polihedral
Terdiri dari banyak sisi Kapsid berbentuk ikosahedron, polihedron reguler dengan 20 permukaan triangular dan 20 sudut Kapsomer di setiap permukaan berbentuk segitiga sama sisi Contoh: adenovirus, poliovirus

Morfologi Umum Virus


Virus bersampul (enveloped)
Berbentuk bulat Virus heliks bersampul enveloped helical virus Virus polihedral bersampul enveloped polyhedral virus Contoh: virus influenza (heliks bersampul), virus herpes simplex (polihedral bersampul)

Morfologi Umum Virus


Virus kompleks (complex virus)
Memiliki struktur yang kompleks Contoh:
Bakteriofag, kapsid berbentuk polihedral dengan ekor berbentuk heliks Poxvirus, kapsid tidak jelas terlihat dengan protein selubung di sekeliling asam nukleat

Multiplikasi Virus

Multiplikasi Virus
Tahapan:
Adsorpsi
Interaksi spesifik virus dan inang melalui reseptor khusus

Penetrasi dan pelepasan selubung


Bakteriofag: serabut ekor berkontraksi sehingga paku ekor tercengkeram pada membran sel bakteri dan DNA virus masuk melalui pori-pori pada ujung ekor Virus hewan:
Proses fagositosis seluruh virion (viriopeksi) Lipoprotein bersatu dengan membran sel inang

Replikasi dan sintesis komponen virus


Bagi virus DNA, didahului dengan replikasi DNA Bagi virus RNA, didahului dengan pembentukan cDNA

Perakitan (assembly)
Pada virus DNA berlangsung di nukleus Pada virus RNA berlangunsg di sitoplasma

Pelepasan (release)
Lisis Fagositosis

Siklus Hidup Virus


Siklus Litik
Diakhiri dengan lisisnya dinding sel inang dan kematian sel inang akibat virus mensintesis enzim lisozim yang menyebabkan rusaknya dinding sel inang

Siklus Lisogenik
Siklus hidup virus dimana DNA virus terintegrasi dengan DNA inang

Siklus Hidup Virus