Anda di halaman 1dari 20

Nefrolithiasis Sinistra

Pembimbing dr. Tommy Yuwono, Sp.U

Disusun oleh: Aji Prabowo Mariyam Satrio BP Wijaya 110.2008.014 110.2008.197 110.2007.255

KEPANITERAAN BEDAH UROLOGI RSUD GUNUNG JATI 2012

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Alamat Tanggal masuk RS ANAMNESIS KU RPS Pasien datang ke poli RSUD Gunung Jati pada tanggal 14 - 04 - 2013 dengan keluhan nyeri pada pinggang kiri. Nyeri yang dirasakan hilang timbul. Os merasakan nyeri sudah setahun yang lalu namun jarang muncul sehingga os membiarkan. Sejak 25 hari yang lalu os mulai merasa rasa nyerinya sering muncul sehingga membuat os datang berobat. Pasien mengatakan bahwa air kencing nya pernah keluar berwarna kemerahan. Air kencing yang dikeluarkan kira-kira sebanyak 1000cc tiap buang air kecil. Pasien memiliki kebiasaan sedikit minum (1,5 botol 750cc/hari) dan sering menahan BAK. Pasien sebelumnya berobat di dokter spesialis penyakit dalam lalu pasien di rujuk ke spesialis bedah. Riwayat kencing batu atau pasir halus tidak diakui oleh pasien. Adanya trauma disangkal. Riwayat demam di sangkal. RPD Pasien pernah mengalami keluhan yang sama 1 tahun yang lalu. Riwayat hipertensi. DM, dan asam urat tidak diketahui. RPK Riwayat keluarga yang mengalami keluhan yang sama disangkal : Nyeri pinggang kiri : Tn. D : 61 tahun : Laki-laki : Buruh : Kuningan : 15 - 04 - 2013

PEMERIKSAAN FISIS STATUS GENERALIS


2

TD N RR S

: 130/80 mmHg : 80x/menit : 20x/menit : 36.2C

STATUS INTERNA Kepala Mata Leher : Normocephal : Kedua konjungtiva tidak anemis, kedua sklera tidak ikterik. : Tidak ada pembesaran KGB Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Trakea tepat berada di tengah Cor : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Pulmo : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Abdomen : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Iktus kordis tidak tampak : Iktus kordis teraba di SIC IV linea midclavicula : Jantung normal : BJ I BJ II reguler, murmur (-), Gallop(-) : Simetris dalam keadaan statis dan dinamis : Fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri : Sonor pada semua lapang paru : Vesikuler kanan dan kiri, wheezing (-), ronkhi (-) :Datar, asites (-) : nyeri tekan kuadran kiri atas dan kiri bawah (+) : tympani pada ke 4 kuadran abdomen : bising usus normal

Ekstremitas

: Akral hangat,
3

Sianosis

Edema ekstremitas

a/r flank

: nyeri ketok -/massa -/-

a/r suprapubis : nyeri tekan + Diagnosis Sementara : Susp. Nefrolithiasis Sinistra Diagnosis Banding : PEMERIKSAAN PENUNJANG Lab darah rutin dan urin rutin WBC RBC HGB HCT Glukosa sewaktu Ureum Kreatinin SGOT SGPT : 8,5 : 3,69 : 7,6 g/dl : 25,6 % : 96 mg/dl : 22,7 mg/dl : 1,02 mg/dl : 11 U/I : 10 U/I H 103/mm3 104/mm3 (4,0-11,0) (4,00-6,20) (11,0-18,0) (35,0-55,0) (<140) (15-45) (0,6-1,1)

- Pemeriksaan Urinalisis Mikroskopis o Eritrosit o Leukosit o Epitel : banyak : banyak :+ (0-1/lpb) (<5/lpb) (5-15/lpk) (-)

o Kristal Ca Oksalat : (+) o Benang lendir : (+)

Kimiawi o Berat jenis o pH : 1020 :7,0 (1003-1030) (4,8-7,5)

Pemeriksaan Penunjang Foto rontgen abdomen

RESUME Pasien datang dengan keluhan nyeri pada pinggang kiri. Nyeri yang dirasakan nya hilang timbul. Pasien mengatakan bahwa air kencing nya pernah keluar berwarna kemerahan. Pasien memiliki kebiasaan sedikit minum (1,5 botol 750cc/hari) dan sering menahan BAK. Riwayat kencing batu atau pasir halus tidak diakui oleh pasien. Adanya trauma disangkal. Pemeriksaan Fisik a/r flank : nyeri ketok -/massa -/a/r suprapubis : nyeri tekan + Pemeriksaan Penunjang : Foto rongten abdomen didapatkan gmbaran radioopak pada renal sinistra

DIAGNOSIS KERJA Nefrolithiasis Sinistra PEMERIKSAAN ANJURAN BNO IVP RENCANA TERAPI Terapi konservatif o Intake air cukup o IVFD RL 20gtt/menit o M edikamentosa : Analgetik Antibiotik PROGNOSIS QUO AD VITAM QUO AD FUNCTIONAM : ad bonam : ad bonam

BATU SALURAN KEMIH


Penyakit batu saluran kemih sudah dikenal sejak zaman Babilonia dan zaman mesir kuno. Sebagai salah satu buktinya adalah diketemukan batu pada kandung kemih seorang mumi. Penyakit ini dapat menyerang penduduk diseluruh dunia tidak terkecuali penduduk di Indonesia. Angka kejadian penyakit ini tidak sama di berbagai belahan bumi. Di Negaranegara berkembang banyak dijumpai penyakit batu saluran kemih bagian atas ; hal ini dikarenakan adanya pengaruh status gizi dan aktivitas pasien sehari-hari. Di Amerika Serikat 5-10 % penduduknya menderita penyakit ini,sedangkan diseluruh dunia rata-rata terdapat 1-12 % penduduk yang menderita batu saluran kemih. Penyakit ini merupakan tiga penyakit terbanyak dibidang urologi disamping infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat benigna.

Etiologi
Terbentuknya batu pada ginjal diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap ( idiopatik ). Secara epidemiologis, terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih pada seseorang. Faktor itu meliputi faktor instreinsik,yaitu keadaan yang berasal dari tubuh seseorang dan faktor ekstrinsik,yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Faktor intrinsik itu antara lain adalah : a. Hereditair dan Ras Penyakit nefrolithiasis diduga diturunkan dari orang tuanya dan ternyata anggota keluarga nefrolithiasis lebih banyak mempunyai kesempatan untuk menderita penyakit yang sama dari pada orang lain. Misalnya faktor genetik familial pada hipersistinuria, hiperkalsiuria primer dan hiperoksaluria primer.Batu saluran kemih juga lebih banyak ditemukan di Afrika dan Asia sedangkan pada penduduk Amerika dan Eropa jarang ditemukan. b. Umur. Penyakit nefrolithiasis paling sering didapatkan pada usia 30 sampai 50 tahun. c. Jenis kelamin

Jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan dan pada pria lebih banyak ditemukan batu ureter dan buli-buli sedangkan pada wanita lebih sering ditemukan batu ginjal atau batu piala ginjal. Faktor ekstrinsik antara lain adalah : a. Geografi Pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu yang lebih tinggi daripada daerah lain, sehingga dikenal sebagai daerah stone belt. b. Iklim dan temperature Tempat yang bersuhu panas, misalnya di daerah tropis, di kamar mesin, menyebabkan banyak mengeluarkan keringat yang akan mengurangi produksi urin dan mempermudah pembentukan batu. Sedangkan pada daerah yang dingin, akan menyebabkan kurangnya asupan air pada masyarakatnya.

c. Asupan air Kurangnya asupan air menyebabkan kadar semua substansi dalam urin akan meningkat dan akan mempermudah pembentukan batu dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikomsumsi dapat meningkatkan insidensi batu. d. Diet Diet banyak purin, oksalat dan kalsium mempermudah terbentuknya batu.Pada golongan masyarakat yang lebih banyak makan protein hewani, angka morbiditas batu berkurang sedangkan pada golongan masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi rendah lebih sering morbiditas meningkat.Penduduk vegetarian yang kurang makan putih telur lebih sering menderita batu buli-buli dan uretra dan hanya sedikit yang ditemukan menderita batu ginjal atau batu piala ginjal. e. Pekerjaan Penyakit nefrolithiasis sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktivitas atau sedentary life f. Infeksi Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan nekrosis jaringan ginjal dan akan menjadi inti pembentukan batu. Infeksi oleh bakteri yang memecah ureum ( urea splitting organism ) dan membentuk amonium akan mengubah pH urin menjadi alkali dan akan
8

mengendapkan garam-garam fosfat sehingga akan mempercepat pembentukan batu yang telah ada. g. Obstruksi dan stasis urin Adanya obstruksi saluran kemih, misalnya oleh tumor, striktur dan hiperplasi prostat, akan menyebabkan stasis urin sedangkan urin sendiri adalah substansi yang banyak mengandung kuman sehingga mempermudah terjadinya infeksi dan pembentukan batu. Selain faktor-faktor di atas terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi, misal gangguan metabolisme. Gangguan metabolisme yang dimaksud adalah yang dapat mengakibatkan peningkatan kadar produk yang dapat mengendap dan menjadi batu. Misalnya hiperkalsemia yang disebabkan oleh hiperparatiroidisme, sindroma susu alkali, mieloma multiple, metastase Ca dan sarkoidosis. Hiperurikemia dan terapi dengan sitostatika atau diuretika yang lama, serta hipersistinemia yang disebabkan oleh renal tubular acidosis.

Patofisiologi
Secara teoritis, batu dapat terbentuk di seluruh saluran kemih, terutama pada tempattempat yang sering mengalami hambatan aliran urine ( stasis urine ), yaitu pada sistem kalises ginjal atau buli-buli. Adanya kelainan bawaan pada pelvikalises ( stenosis uretero pelvis ), divertikulum, obstruksi intravesika kronis seperti pada hiperplasi prostat benigna, striktura dan buli-buli neurogenik merupakan keadaan-keadaan yang memudahkan terjadinya pembentukan batu. Batu terdiri atas kristal-kristal yang tersusun oleh bahan-bahan organik maupun anorganik yang terlarut di dalam urine. Kristal-kristal tersebut tetap berada dalam keadaan tetap terlarut ( metastable ) dalam urine jika tidak ada keadaan-keadaan tertentu yang menyebabkan terjadinya presipitasi kristal. Kristal-kristal yang saling mengadakan presipitasi membentuk inti batu ( nukleasi ) yang kemudian akan mengadakan agregasi, dan menarik bahan-bahan lain sehingga menjadi kristal yang lebih besar. Meskipun ukurannya cukup besar, agregat kristal masih rapuh dan belum cukup mampu menyumbat saluran kemih. Untuk itu, agregat kristal menempel pada epitel saluran kemih, membentuk retensi kristal, dan dari sini bahan-bahan lain diendapkan pada agregat sehingga membentuk batu yang cukup besar untuk menyumbat saluran kemih.
9

Kondisi metastable dipengaruhi oleh suhu, pH larutan, adanya koloid di dalam urine, konsentrasi solute di dalam urine, laju aliran urine di dalam saluran kemih atau adanya korpus alienum di dalam saluran kemih yang bertindak sebagai inti batu .Kemih yang terus menerus bersifat asam dapat terjadi pada asidosis metabolik dan pada keadaan pireksia, sedangkan kemih yang terus menerus bersifat basa menyatakan adanya infeksi pada saluran kemih, keadaan asidosis tubulus ginjal, kekurangan kalium dan pada sindrom Fanconi.

Komposisi Batu
Batu saluran kemih pada umumnya mengandung unsure : kalsium oksalat atau kalsium fosfat,asam urat,magnesium-amonium-fosfat (MAP),xanthyn dan sistin,silikat dan senyawa lainnya. Data mengenai kandungan/komposisi zat yang terdapat pada batu sangat penting untuk usaha pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya batu residif.

Batu Kalsium Batu jenis ini, paling banyak dijumpai, yaitu sekitar 70-80% dari seluruh batu saluran kemih.Kandungan batu jenis ini, terdiri atas kalsium oksalat, kalsium fosfat atau campuran dari kedua unsur itu.Batu kalsium oksalat biasanya terbentuk pada suasana urine asam.Batu kalsium bentuknya bergerigi sehingga jarang keluar spontan. Faktor terjadinya batu kalsium adalah : a. Hiperkalsiuri,yaitu kadar kalsium dalam urine > 250-300 mg/24 jam. Terdapat 3 macam penyebab terjadinya hiperkalsiuria, antara lain :

Hiperkalsiuria absorbtif : keadaan hiperkalsiuria absorbtif terjadi karena adanya peningkatan absorbsi kalsium melalui usus Hiperkalsiuri renal : keadaan hiperkalsiuria renal dapat terjadi karena adanya gangguan kemampuan reabsorbsi kalsium melalui tubulus ginjal Hiperkalsiuria resorptif : keadaan hiperkalsiuria resorptif terjadi karena adanya peningkatan resorpsi kalsium tulang. Banyak terjadi pada hiperparatiroidisme primer atau pada tumor paratiroid.

b. Hiperoksaluri adalah ekskresi oksalat urine melebihi 45 gram / hari. Keadaan hiperoksaluria banyak dijumpai pada pasien dengan gangguan pada usus setelah menjalani pembedahan usus dan pada pasien yang banyak mengkomsumsi makanan kaya
10

akan oksalat seperti teh, kopi instant, soft drink, kokoa, arbei, jeruk, sitrun, dan sayuran berwarna hijau terutama bayam. c. Hiperurikosuria adalah kadar asam urat di dalam urine melebihi 850 mg/24 jam. Asam urat yang berlebihan dalam urine, bertindak sebagai inti batu / nidus untuk terbentuknya batu kalsium oksalat.Sumber asam urat di dalam urine berasal dari makanan mengandung banyak purin seperti daging, ikan, unggas maupun berasal dari metabolisme endogen. d. Hipositraturia : dapat terjadi pada asidosis tubulus ginjal, sindrom malabsorbsi, atau pemakaian diuretik golongan thiazide dalam jangka waktu lama e. Hipomagnesiuria ; penyebab tersering hipomagnesiuria adalah penyakit inflamasi usus( inflammatory bowel disease ) yang diikuti gangguan malabsorbsi.

Batu Struvit Batu struvit disebut juga sebagai batu infeksi, karena terbentuknya batu struvit disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih.Kuman penyebab infeksi adalah kuman golongan pemecah urea yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah urine menjadi bersuasana basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak.Suasana basa memudahkan garamgaram magnesium, amonium, fosfat dan karbonat membentuk batu magnesium amonium fosfat dan karbonat apatit. Karena terdiri atas 3 kation, dikenal sebagai batu triple phosphate. Kuman-kuman yang termasuk pemecah urea diantaranya adalahProteus spp, Klebsiella, Serratia, Enterobacter, Pseudomonas, dan Stafilokokus Batu Asam Urat Batu asam urat merupakan 5-10% dari seluruh batu saluran kemih.Sebagian besar terdiri atas batu asam urat murni, sisanya merupakan campuran kalsium oksalat.Penyakit batu asam urat banyak diderita oleh pasien-pasien penyakit gout, mieloproliferatif, pasien dengan terapi antikanker, dan banyak menggunakan obet urikosurik, antara lain sulfinpirazole, thiazide, dan salisilat.Kegemukan, peminum alkohol, dan diet tinggi protein berpeluang besar mendapat penyakit ini.Batu asam urat berbentuk bulat dan halus sehingga seringkali keluar spontan.
11

Sumber asam urat berasal dari diet mengandung purin dan metabolisme endogen di dalam tubuh. Purin di dalam tubuh didegradasi oleh asam inosinat, dirubah menjadi hipoxanthin,.Dengan bantuan enzim xanthin oksidase, hipoxanthin dirubah menjadi xanthin yang akhirnya dirubah menjadi asam urat.Pada manusia, karena tidak memiliki enzim urikase, maka asam urat diekskresikan ke dalam urine dalam bentuk asam urat bebas dan garam urat. Garam urat lebih sering berikatan dengan natrium membentuk natrium urat, yang lebih mudah larut di dalam air dibandingkan asam urat bebas. Asam urat bebas relatif tidak larut di dalam urine, sehingga pada keadaan tertentu mudah sekali membentuk kristal asam urat dan selanjutnya membentuk batu asam urat. Beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya batu asam urat adalah :

Urine yang terlalu asam ( pH urine < 6 ) Volume urine yang jumlahnya sedikit ( < 2 liter / hari ) atau dehidrasi Hiperurikosuria atau kadar asam urat yang tinggi

BATU GINJAL DAN BATU URETER Batu ginjal terbentuk pada tubuli ginjal kemudian berada di kaliks, infundibulum, pelvis ginjal, dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal. Batu yang mengisi pielum dan lebih dari dua kaliks ginjal memberikan gambaran menyerupai tanduk rusa sehingga disebut batu staghorn. Kelainan atau obstruksi pada system pelvikalises ginjal (penyempitan infundibulum dan stenosis ureteropelvik) mempermudah timbulnya batu saluran kemih. Batu yang tidak terlalu besar didorong oleh peristaltik otot pelvikalises dan turun ke ureter menjadi batu ureter. Tenaga peristaltic ureter mencoba untuk mengeluarkan batu hingga turun ke buli-buli. Batu yang ukurannya kecil (<5 mm) pada umumnya dapat keluar spontan sedangkan yang lebih besar seringkali tetap berada di ureter dan menyebabkan reaksi radang (periureteritis) serta menimbulkan obstruksi kronis berupa hidroureter atau hidronefrosis. Batu yang terletak pada ureter maupun system pelvikalises mampu menimbulkan obstruksi saluran kemih dan menimbulkan kelainan struktur saluran kemih bagian atas. Obstruksi ureter menimbulkan hidroureter dan hidronefrosis,batu di pielum dapat menimbulkan hidronefrosis, dan batu di kaliks mayor dapat menimbulkan kaliektasis pada kaliks yang bersangkutan. Jika disertai dengan infeksi sekunder dapat menimbulkan
12

pionefrosis, urosepsis, abses ginjal, abses perinefrik ataupun pieolonefritis. Pada keadaan yang lanjut dapat terjadi kerusakan ginjal, dan jika mengenai kedua sisi mengakibatkan gagal ginjal permanen.

Gambaran Klinis
Keluhan yang disampaikan oleh pasien, tergantung pada posisi batu, ukuran batu dan penyulit yang telah terjadi.Keluhan yang paling dirasakan oleh pasien adalah nyeri pada pinggang, baik berupa nyeri kolik maupun bukan kolik.Nyeri kolik disebabkan oleh adanya aktivitas peristaltik otot polos sistem kalises meningkat dalam usaha untuk mengeluarkan batu dari saluran kemih. Peningkatan peristaltik menyebabkan tekanan intraluminal meningkat sehingga terjadi peregangan dari terminal saraf yang memberikan sensasi nyeri.Sedangkan nyeri non kolik terjadi akibat peregangan kapsul ginjal karena terjadi hidronefrosis atau infeksi pada ginjal akibat stasis urine. Hematuria sering dikeluhkan oleh pasien akibat trauma pada mukosa saluran kemih karena batu.Kadang hematuria didapatkan dari pemeriksaan urinalisis berupa hematuria mikroskopik.Jika didapatkan demam, harus dicurigai suatu urosepsis. Pada pemeriksaan fisis, mungkin didapatkan nyeri ketok pada daerah kosto-vertebra, teraba ginjal pada sisi yang sakit akibat hidronefrosis, terlihat tanda-tanda gagal ginjal, dan adanya retensi urine. Pada pemeriksaan sedimen urine, menunjukkan adanya leukosituria, hematuria dan dijumpai kristal-kristal pembentuk batu. Pemeriksaan kultur urine mungkin menunjukkan adanya pertumbuhan kuman pemecah urea.

Diagnosis
Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis, dan pemeriksaan fisik, selain itu perlu ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium, radiologik, dan dengan pencitraan untuk menentukan kemungkinan adanya gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakan diagnosis antara lain : Laboratorium : Urin pH urin o Batu kalsium, asam urat dan batu sistin terbentuk pada urin dengan pH yang rendah (pH<7).
13

o Batu struvit terbentuk pada urin dengan pH yang tinggi (pH> 7) Sedimen o Sel darah meningkat (90%), pada infeksi sel darah putih akan meningkat. o Ditemukan adanya kristal, misalnya kristal oksalat o Biakan urin untuk melihat jenis mikroorganisme penyebab infeksi saluran kemih Darah Hemoglobin, adanya gangguan fungsi ginjal yang kronis dapat terjadi anemia Leukosit, infeksi saluran kemih oleh karena batu menyebabkan leukositosis Ureum kreatinin, parameter ini digunakan untuk melihat fungsi ginjal Kalsium, dan asam urat.

Radiologi 1. Foto Polos Abdomen Bertujuan untuk melihat kemungkinan adanya batu radioopak di saluran kemih.Batu jenis kalsium oksalat dan kalsium fosfat bersifat radioopak dan paling sering dijumpai, sedangkan batu asam urat bersifat radiolusen. 2. Pielografi Intra Vena Bertujuan menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal.Selain itu juga dapat mendeteksi adanya batu semi opak ataupun batu non opak yang tidak dapat terlihat oleh foto polos perut. Jika pielografi intra vena ( selanjutnya disebut dengan PIV ) belum dapat menjelaskan keadaan sistem saluran kemih akibat adanya penurunan fungsi ginjal, sebagai gantinya adalah pemeriksaan pielografi retrograde. 3. Ultrasonografi Dikerjakan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan PIV, yaitu pada keadaan alergi terhadap bahan kontras, faal ginjal yang menurun dan pada wanita yang sedang hamil. Pemeriksaan ultrasonografi dapat menilai adanya batu di ginjal atau di buli-buli ( yang ditunjukkan sebagai echoic shadow ), hidronefrosis, pionefrosis, atau adanya pengkerutan ginjal.
14

Penatalaksanaan
Ignatavicius, dkk (2001:1620) mengatakan bahwa tujuan pengelolaan batu saluran kemih terdiri dari beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: menghilangkan obstruksi, menghilangkan rasa nyeri, mengobati infeksi, mencegah terjadinya kekambuhan. Langkah-langkah untuk mencapai tujuan ini adalah sebagai berikut: 1. Menghilangkan obstruksi, infeksi, dan rasa nyeri. 2. Analisis batu. 3. Mencari latar belakang terjadinya batu. 4. Mengusahakan mencegah pembentukan kembali batu. 5. Memberikan diet terapi rendah kalsium, phospat, magnesium dan lain-lainnya sesuai dengan jenis batu. 6. Membatasi aktivitas yang berlebih. Medikamentosa Terapi medikamentosa ditujukan untuk batu yang ukurannya kurang dari 5 mm, karena diharapkan batu dapat keluar spontan.Terapi yang diberikan lebih bersifat simtomatis, yaitu bertujuan untuk mengurangi nyeri, memperlancar aliran urine dengan memberikan diuretikum, dan minum banyak supaya dapat mendorong batu keluar. ESWL ( Extracorporeal Shockwave Lithotripsy ) Alat ESWL dapat memecah batu ginjal tanpa melalui tindakan invasif dan tanpa pembiusan.Batu dipecah menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih.Tidak jarang, pecahan-pecahan batu yang sedang keluar menimbulkan perasaan nyeri kolik dan menyebabkan hematuria. Endourologi Tindakan endourologi adalah tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan batu, tindakan tersebut terdiri atas memecah batu, dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih.Alat tersebut dimasukkan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan). Proses pemecahan batu dapat dilakukan secara mekanik, dengan memakai energi hidroulik, energi gelombang suara, atau dengan energi laser. Beberapa tindakan endourologi untuk mengeluarkan batu pada ginjal adalah :
15

a. PNL ( Percutaneous Nephro Litholapaxy ) Yaitu mengeluarkan batu di dalam saluran ginjal dengan cara memasukkan alat endoskopi ke sistem kalises ginjal melalui insisi pada kulit. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu menjadi fragmen-fragmen kecil. b. Litotripsi Memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan memasukkan alat pemecah batu (litotriptor) kedalam buli-buli. Pecahan batu dikeluarkan dengan evakuarot Ellik. c. Uretero atau Uretero-renoskopi Yaitu memasukkan alat ureteroskopi per uretram guna melihat kedaan ureter atau sistem pielokaliks ginjal.Dengan memakai energi tertentu, batu yang berada di dalam ureter maupun sistem pelvikalises dapat dipecah melalui tuntunan ureterorenoskopi. d. Ekstraksi Dormia Mengeluarkan batu ureter dengan menjaringnya melalui alat keranjang dormia. Bedah Laparoskopi Pembedahan Laparoskopi untuk mengambil batu saluran kemih saat ini sedang berkembang. Cara ini banyak dipakai untuk mengambil batu ureter. Bedah Terbuka Di klinik-klinik yang belum mempunyai fasilitas yang memadai untuk tindakantindakan endourologi, laparaskopi maupun ESWL, pengambilan batu masih dilakukan melalui pembedahan terbuka. Pembedahan itu antara lain adalah pielolitotomi atau nefrolitotomi untuk mengambil batu pada saluran ginjal. Tidak jarang pasien harus menjalani tindakan nefrektomi karena ginjalnya sudah tidak berfungsi dan telah terjadi pionefrosis, korteksnya sudah sangat tipis atau mengalami pengkerutan akibat batu yang menimbulkan obstruksi dan infeksi yang menahun

Pencegahan
Setelah batu dikeluarkan dari saluran kemih,tindakan selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah upaya menghindari timbulnya kekambuhan. Angka kekambuhan saluran kemih rata-rata 7 % pertahun atau kurang lebih 50 % dalam 10 tahun. Pencegahan yang dilakukan adalah berdasarkan atas kandungan unsur yang menyusun batu yang diperoleh dari analisis batu. Pada umumnya pencegahan itu berupa :

16

Menghindari dehidrasi dengan minum cukup dan diusahakan produksi urine sebanyak 2-3 L/hari Diet untuk mengurangi kadar zat komponen pembentuk batu Aktivitas harian yang cukup Pemberian medikamentosa

Beberapa diet yang dianjurkan untuk mengurangi kekambuhan adalah : 1. Rendah Protein karena protein akan memacu ekskresi menyebabkan suasana urin menjadi lebih asam 2. Rendah oksalat 3. Rendah garam karena natriuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuria 4. Rendah purin Diet rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada pasien yang menderita hiperkalsiuria absorbtif tipe II Tindakan atau terapi untuk pencegahan timbulnya kembali batu saluran kemih Jenis Batu Faktor predisposisi Pengobatan ynag dibutuhkan Kemih asam ( pH < 6 ) Kalsium oksalat Hiperkalsiuria Kemih basa ( pH > 6 ) Sayuran, cranberry ) Natrium Kristal asam urat Kemoterapi gout Kemih basa Infeksi saluran kemih Triple fosfat sitrat Kemih asam Daging, roti, makanan berprotein, jus cranberry, plum, plum kering mandelanin Hiperkalsiuria, Kalsium fosfat lama
17

kalsium urin dan

pencegahan

untuk mencapai pH kemih

susu,

buah

( kecuali plum, plum kering,

bikarbonat

atau

imobilitas

Prognosis
Prognosis batu pada saluran kemih, dan ginjal khususnya tergantung dari faktor-faktor ukuran batu, letak batu, adanya infeksi serta adanya obstruksi.Makin besar ukuran suatu batu, makin jelek prognosisnya.Letak batu yang dapat menyebabkan obstruksi dapat mempermudah terjadinya infeksi. Makin besar kerusakan jaringan dan adanya infeksi karena faktor obstruksi akan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, sehingga prognosis menjadi jelek.

Komplikasi
Obstruksi ureter dapat menimbulkan hidroureter dan hidronefrosis.Batu di pielum dapat menimbulkan hidronefrosis, batu di kaliks mayor dapat menimbulkan kaliekstasis pada kaliks yang bersangkutan.Jika disertai dengan infeksi sekunder, dapat menimbulkan pionefrosis, urosepsis, abses ginjal, abses perinefrik, ataupun pielonefritis.Pada keadaan lanjut, dapat terjadi kerusakan ginjal, dan jika mengenai kedua sisi dapat mengakibatkan gagal ginjal permanen.

18

DAFTAR PUSTAKA
1. Ashadi T., 1998, Manfaat Diagnosa Radiografi pada Batu Saluran Kemih, 24 (8), hal ; 544 9, Medika 2. Ismadi M., 1976, Penelitian Tentang Urolithiasis Pada Perhatian Dengan Sifat Biokimiawi Air Kencing, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 3. Palmer P.E.S., 1995, Petunjuk Membaca Foto Untuk Dokter Umum, Penerbit EGC, Jakarta. 4. Price S. A., Wilson L. M., 1995. Batu Ginjal dan Saluran Kemih dalam Patofisiologi, konsep klinis proses-proses penyakit, ed 4, hal ; 797 8, EGC, Jakarta 5. Purnomo B., 2003, Batu Ginjal dan Ureter dalam Dasar-Dasar Urologi, hal ; 57 68, Sagung Seto, Yogyakarta 6. Raharjo J. P., 1996, Batu Saluran Kencing dalam Ilmu Penyakit Dalam, ed 3, hal ; 337 40, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta 7. Sabiston C. D. Jr, MD., 1997, Batu Ginjal dan Ureter dalam Buku Ajar Bedah 2, hal ; 472 3, EGC, Jakarta 8. Sjahriar dkk, 2000, Nefrolitiasis, Radiologi Diagnostik, Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta 9. Stuart J., Nefrolithiasis,www.eMedicine.com, 2005 10. Tisher C. Craig., Wilcox C., 1997, Penyakit Batu Ginjal dalam Buku Saku Nefrologi, ha1 ; 86 99, EGC, Jakarta
19

20

Anda mungkin juga menyukai