Anda di halaman 1dari 45

RANCANGAN SURVEI DAN SURVEI DI KEDOKTERAN GIGI

Dr. Haris Budi Widodo

I. Arti dan maksud Arti survei: pengumpulan data Maksud: mengumpulkan bahanbahan dan keterangan mengenai keadaan suatu penyakit di masyarakat

II. Tujuan 1. Menentukan tipe, luas dan hebatnya penyakit gigi dan keadaan-keadaan yg ada hubungannya dengan permasalahan kesehatan lain 2. Untuk penyelidikan epidemiologi prevalensi, insidens penyakit gigi, keadaan kes gigi pada gol. masy yg berbeda serta menerangkan faktor-faktor penyebab perbedaan atau yg berhub dgn perbedaan yg terdapat di antara gol-gol tsb.

3. Mengumpulkan data yg objektif untuk menilai efektivitas suatu usaha kesehatan 4. Menetapkan seberapa jauh masyarakat/negara dapat dan mampu menyelenggarakan usaha kuratif dan preventif yg bermanfaat. 5. Untuk usaha penyuluhan kesehatan gigi

EPIDEMIOLOGIS Memperoleh gambaran mengenai sifat suatu penyakit dalam masyarakat. Contoh: frekuensi caries menurut umur, jenis kelamin, bangsa, pekerjaan, kebiasaan, pola makan, sosial ekonomi dst.

Program planning Merencanakan suatu program kesehatan, sehingga untuk itu selain data mengenai sifat penyakit, perlu sumber daya yang ada di dalam masyarakat. Contoh: Nakes yg ada, RS yg ada, dst.

Program evaluation Survei (ulangan) untuk melihat apakah suatu program sudah berjalan.

RENCANA SURVEI DI KEDOKTERAN GIGI


1. Menentukan tujuan survei 2. Menentukan populasi, batas daerah, dst. 3. Menentukan keterangan yg akan dikumpulkan (tergantung tujuan survei) Dapat dibagi 3 golongan keterangan: a. Keterangan umum untuk identifikasi, contoh: nama, umur, jenis kelamin, bangsa, pekerjaan/sekolah, alamat, nama pemeriksa, tanggal dan tempat pemeriksaan dst.

b.Keterangan khusus mengenai penyakit yg diselidiki c. Keterangan lain yang ada hubungannya dengan penyakit atau kebutuhan masyarakat Contoh: Kadar fluor

4. Menentukan cara pengumpulan data a. Langsung: interview, pemeriksaan langsung b. Tidak langsung: melalui telepon, surat/kuesioner 5. Menetukan sampel yg mencerminkan populasi yg akan diselidiki representatif

6. Merencanakan formulir: Hal yg harus ada: a) Keterangan untuk identifikasi Tempat diagram yg memuat keterangan mengenai keadaan gigi Keterangan mengenai gigi (sulung/tetap) Keterangan mengenai keadaan gigi (sehat, caries, dst) b) Tempat pemeriksa memberi catatan/diagnosis lebih lanjut c) Keterangan/data mengenai: maloklusi, colorisasi, keadaan gusi dst.

Keterangan lain mengenai kebutuhan atau kondisi daerah, misal: kandungan mineral air minum, kandungan fluor air, dst. Jangan menggunakan istilah: baik, cukup, jelek kecuali batasannya dapat ditentukan dgn jelas. Semua pertanyaan maupun pernyataan dan definisi dinyatakan dengan jelas sehingga tidak timbul keragu-raguan Susunan formulir sedemikian rupa sehingga memudahkan pemeriksa/operator

Yang ditangani drg. dalam survei 1. Kebersihan mulut 2. Karies gigi 3. Penyakit periodontal

Instrumen untuk survei KG


I. Kaca mulut

2. Sonde dan pinset Menurut ADA (clinical testing of dental caries preventives) a) Sonde Sickle SS-White 3 dan 23 untuk memeriksa permukaan oclusal, bucal dan lingual.

Sonde sickle SS White 23 (shepherd's hook)

b) Sonde right angle (SS white 13 dan 14) Untuk memeriksa permukaan aproximal

pinset

3. Chip Blower atau kompresor udara

4. Dental Sterilisator Kering

Dental Sterilisator Basah

5. Portable Dental Chair

Diagnostic lamp atau penerangan lain

b. Tenaga Pembantu
Paling tidak 2 orang 1. Mengatur yg diperiksa (mengisi identitas formulir dan mensterilkan alat) 2. Mencatat hasil pemeriksaan, agar tidak keliru, pencatat harus dapat langsung melihat ke dalam mulut penderita/objek spy tidak salah dalam mencatat. Sebaiknya sudah dikompromikan istilah yang dipakai dalam pemeriksaan

c. Bila pemeriksa lebih dari satu, terlebih dahulu harus dilakukan kalibrasi atau latihan penyesuaian. Cara pemeriksa memeriksa 10-15 orang yg sama, hasil pemeriksaan dicocokkan, perbedaan yg ada didiskusikan agar dicapai kesepakatan.

d. Cara memeriksa (Soggness, 1940) dilaporkan bahwa: 1. Menggunakan sonde dan kaca mulut dari 3407 gigi ada 19,1% caries 2. Ditambah pengeringan gigi ada 22,7% caries 3. Disertai pembersihan gigi: 24,5% caries 4. Disertai rntgen foto: 25,8% caries

Soggnees berpendapat: 1. Caries pit dan fissure dapat ditemukan dengan sonde dan kaca mulut 2. Caries proximal dengan Rntgen foto 3. Smooth surface caries harus diperiksa dgn teliti.

Knutson: perlu tongue spatel

Indeks Untuk Caries Gigi


Guna mendapatkan gambaran kuantitatif keadaan suatu penyakit karies gigi a. Untuk Dewasa (DMF) D: Jumlah Gigi Karies yang masih dpt ditumpat M: Jumlah Gigi yang telah/akan dicabut karena karies F : Jumlah Gigi yg sudah ditumpat

Dari 4 orang didapatkan penderita karies sbb: 1. Amir : 5 2. Ali : 3 3. Rika : 7 4. Gumbreg: 2 DMF = 17 DMF rata-rata = 17/4 = 4,25

Di suatu RT ditemukan DMF 200 Jumlah Penduduk RT tsb 100 orang Maka angka rata-rata DMF = 200/100 = 2

Jadi rata-rata tiap orang di RT tsb mempunyai 2 karies.

Untuk indeks M, hal-hal berikut tidak dapat diklasifikasikan M, yaitu: 1. Gigi yg dicabut dlm rangka perawatan ortodontik 2. Gigi yg dilapis dgn emas/perak atau logam lain

b. Untuk gigi anak: def d=D e = exfoliation gigi decidui indikasi cabut f =F

Misal survei di suatu desa didapatkan angka sbb: Gol Umur DMF 5-20 15 21-35 7 36-50 9

Besar/kecilnya angka DMF/def menunjukkan hebatnya aktivitas karies pada masyarakat tersebut pada golongan umur tertentu

Kelemahan indeks Karies: 1. Indeks ini tidak menggambarkan jumlah kavitas yg sesungguhnya: DMF-T DMF-S Bila menggunakan DMF-S dapat dilihat permukaan gigi yang mengalami lubang Misal: ada lubang pada permukaan buccal dan palatal maka ditulis D: 2

2. Angka ini tidak menggambarkan orang yg bebas karies (caries free) Pada indeks def: e: untuk gigi yg harus dicabut, tetapi bukan untuk gigi susu yg telah hilang

Guna DMF
1. Penyelidikan: a. Frekuensi karies menurut umur b. Membandingkan frekuensi karies antar kelompok umur dalam masyarakat c. Melihat hubungan karies dengan variabel kesehatan lain. Misal kandungan fluor di suatu daerah

2. Program planning a. Untuk menentukan dimana sebaiknya program sebaiknya dimulai. Di daerah A DMF 2,5 (D: 1; M: 0,5; F:1) Penduduk 100 org maka D:100; M: 50; F: 100) Daerah B: DMF 2,5 (D:1, M: 1,5; F:0) Dari 2 angka yg sama dpt ditarik simpulan: Daerah B masyarakat kurang sadar mengenai kesehatan gigi karena di B terdapat angka M yg cukup banyak yaitu: 1,5 yg berarti ada 1,5 gigi yg hancur dan tidak berusaha menumpat terbukti F: 0)

b. Untuk menentukan jumlah tenaga kesehatan gigi yg dibutuhkan: Misal; Hasil survei thd 3000 orang anak didapatkan DMF: 2,43 (D = 2; M 0,24; F: 0,9) tiap anak Maka harus dikerjakan: 3000 x 2 = 6000 tumpatan 3000 x 0,24 = 720 pencabutan Bila satu tumpatan perlu 20 menit, maka diperlukan waktu 6000 x 20 = 120000 menit = 2000 jam untuk 6000 tumpatan

Bila extractie perlu 5 menit untuk 720 pencabutan maka diperlukan waktu: 5 x 720 = 3600 menit atau 60 jam Seluruhnya diperlukan waktu 2060 jam. Jika seorang drg bekerja 5 jam/hari, maka diperlukan waktu 2060/5 = 412 hari atau lebih dari 1 tahun agar selesai dalam 6 bulan atau 750 jam maka diperlukan 2060/750 = 3 drg.

c. Untuk mengetahui berapa jumlah anak yg dapat dikerjakan oleh seorang perawat gigi: Contoh: DMF 2 D: 2; M: 0; F:0 Satu tumpatan perlu waktu 30 menit, jika d = 2 maka perlu waktu 60 menit atau satu jam. Bila jam kerja satu hari 5 jam, maka dalam satu hari dapat menangani 10 anak

3. Evaluasi Program DMF (pra) Pelatihan DMF (pasca)

Membuat instrumen survei perilaku


Bloom: 1. Kognitif 2. Afektif 3. Psikomotor

Kognitif dan Afektif


Perhatikan antara pernyataan atau pertanyaan favorabel dan unfavorable Kedua macam bentuk pertanyaan atau pernyataan tsb harus seimbang jumlahnya tetapi tidak harus sama persis Lakukan uji coba di luar lokasi penelitian namun kondisi daerah tempat uji coba harus semirip mungkin dengan lokasi penelitian termasuk karakteristik dari calon responden tempat uji coba.

Kognitif
Contoh kalimat favorable Makanan yang banyak mengandung gula menyebabkan terjadinya gigi berlubang

Contoh kalimat unfavorable: Menggosok gigi dengan menggunakan serbuk batu bata merupakan cara yang efektif untuk membersihkan gigi karena gigi akan

Afektif
Kalimat favorable Saya setiap hari menyikat gigi setiap selesai makan dan sebelum tidur

Kalimat unfavorable Saya menggunakan serbuk arang untuk membersihkan gigi supaya gigi tampak putih dan cemerlang.