Anda di halaman 1dari 127

BAB I

KONSEP DASAR MANAJEMEN KEUANGAN DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN (Financial Management Main Frame)
1.1 KEUANGAN DAN BISNIS Keuangan didefinisikan dalam Gitman (2009:4) adalah seni dan ilmu dalam mengelola uang. Keuangan memiliki arti yang luas dan sangat dinamis mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Saat ini, banyak karier yang ditawarkan di bidang keuangan, dimana ruang lingkup dapat terbagi dalam 2 (dua) kelompok, financial service dan managerial finance. Dalam bukunya, Gitman menyebutkan bahwa financial service is the area of finance concerned with the design and delivery of advice and financial products to individuals, business and government. Sedangkan managerial finance berhubungan dengan the duties of financial manager in the business firm. 1.2 BENTUK-BENTUK ORGANISASI BISNIS Pemilihan bentuk organisasi bisnis ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut: Jenis usaha yang dijalankan (perdagangan, industri, dsb). Ruang lingkup usaha Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha Besarnya resiko kepemilikan Batas-batas pertanggungjawaban terhadap utang-utang perusahaan Kebutuhan modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha Kemampuan manajerial yang dimiliki untuk menjalankan proses manajemen perusahaan Jangka waktu berdirinya perusahaan Peraturan-peraturan pemerintahan

Masing-masing bentuk bisnis yang dikelola antara lain sebagai berikut (Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal organisasi dan Informal yang Kementerian Pendidikan Nasional 2010) : Perusahaan dikelola dan Perseorangan, diawasi oleh bentuk satu bisnis orang, dimana pengelola

perusahaan memperoleh semua keuntungan perusahaan, dan ia juga menanggung semua resiko yang timbul dalam kegiatan perusahaan. Pendirian perusahaan perseorangan tidak diatur dalam KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) dan tidak memerlukan perjanjian karena hanya didirikan oleh satu orang pengusaha saja. Persekutuan Firma, bentuk organisasi bisnis yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan jawab bersama. Dalam baik firma semua anggota maupun bertanggung sepenuhnya sendiri-sendiri

bersama terhadap utang-utang perusahaan kepada pihak lain. Bila perusahaan mengalami kerugian akan ditanggung bersama, kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi mereka. Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV), bentuk organisasi bisnis berupa persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan. Para anggota persekutuan menyerahkan uangnya sebagai modal perseroan dengan jumlah yang tidak perlu sama sebagai tanda keikutsertaan di dalam persekutuan. Perseroan Terbatas, adalah bentuk organisasi bisnis berupa Badan Hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 2

Gambar 1.1 memperlihatkan contoh struktur organisasi bisnis perusahaan dengan fungsi keuangan yang dijalankan dalam operasi bisnis.

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Bisnis Perusahaan Sumber : Gitman 2009

Koperasi adalah bentuk organisasi bisnis berupa badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 3

gerakan

ekonomi

rakyat

yang

berdasarkan

atas

asas

kekeluargaan.

Yayasan, adalah bentuk organisasi yang berbentuk korporasi dengan memberikan layanan sosial kepada masyarakat dan tidak bertujuan untuk menghasilkan

keuntungan.

1.3

PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN Untuk mencapai tujuan perusahaan, perusahaan harus Fungsi-fungsi perusahaan

menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik.

minimal meliputi fungsi keuangan, fungsi pemasaran, fungsi sumber daya maanusia dan fungsi operasional. Keempat fungsi tersebut memiliki peran sendiri-sendiri dalam perusahaan dan pelaksanaannya saling berkaitan. Brigham (2008, 4) menyebutkan ruang lingkup finance yang diberikan di Universitas secara umum terbagi dalam 3 (tiga) area : (1) financial management, (2) capital markets, dan (3) investments. Financial management yang disebut juga corporate finance to acquire, berfokus kepada decisions relating to how much and what types of assets to acquire, how to raise the capital needed to buy assets, and how to run the firm so a to maximize its value. Capital Markets berhubungan dengan pasar dimana tingkat suku bunga, berkaitan dengan harga saham dan obligasi, ditentukan. Sedangkan investments berkaitan dengan keputusan pada penempatan assets perusahaan terutama pada saham dan obligasi. Manajemen keuangan (Financial Manajemen) adalah segala aktifitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai dengan tujuan perusahaan secara menyeluruh. Dengan kata lain manajemen keuangan merupakan manajemen (pengelola) mengenai bagaimana memperoleh asset, mendapat aset dan mengelola aset untuk mencapai tujuan perusahaan. 1.3.1 TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 4

Tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk maximize the wealth of the owners for whom it is being operated. Menurut Gitman (2009:15), kemakmuran dari pemegang saham diukur dari harga pasar saham (share price of stock) yang dipengaruhi oleh timing of returns, magnitude dan risk. Manajemen keuangan sebagai aktivitas memperoleh dana, menggunakan dana dan mengelola aset secara efisien untuk mencapai beberapa tujuan dan sasaran. Untuk menilai apakah tujuan tersebut telah mencapai atau belum, maka dibutuhkan beberapa standar dalam mengukur efesiensi keputusan perusahaan. Sebagai tujuan normatif (seharusnya) tujuan manajemen keuangan berkaitan dengan keputusan dibidang keuangan untuk memaksimumkan nilai perusahaan ( maximizing value of the firm). Bagi perusahaan yang sudah go public, maka maksimasi nilai perusahaan akan tercermin dari nilai pasar sahamnya. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. Bagi perusahaan yang belum go public, maka nilai perusahaan adalah nilai yang terjadi apabila perusahaan tersebut dijual. 1.3.2 FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN Dari definisi tersebut diatas terdapat 3 (tiga) fungsi utama dalam manajemen keuangan yaitu melakukan : 1. Keputusan Investasi (Investment Decision) 2. Keputusan Pembiayaan (Financing Decision) 3. Keputusan Dividen (Dividend Decision) 1. Keputusan Investasi (Investment Decision) Keputusan investasi berkaitan dengan bagaimana manajer keuangan mengalokasikan dana yang diperoleh kedalam asset yang akan menghasilkan keuntungan dimasa yang akan datang. Keuntungan dimasa yang akan datang dipengaruhi oleh ketidakpastian yang berkorelasi dengan besarnya resiko yang akan dihadapi.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 5

Sumber: Gitman, 2009

Gambar 1.2 Keputusan Investasi

2. Keputusan Perdanaan (Financing Decision) Keputusan pembiayaan yang diambil oleh suatu perusahaan akan terlihat pada stuktur modalnya dalam Neraca. Keputusan yang diambil harus memperhatikan tingkat ekonomis dari sumber dana yang digunakan.

Gambar 1.3. Keputusan Pembiayaan


Sumber: Gitman, 2009

Sumber dana yang diperlukan perusahaan jika ditinjau dari asalnya

sumber dana bisa dipisahkan kedalam 2 jenis yaitu :


a. Sumber dana intern Merupakan sumber dana yang berasal dari laba yang tidak dibagikan, modal yang disetor dari pemilik, cadangan-cadangan dan sumber dana intensif, yaitu dana dari penyusutan-penyusutan aktiva tetap. b. Sumber dana ekstern Merupakan sumber dana yang berasal dari luar perusahaan seperti pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya, dan hasil penjualan saham kepada masyarakat di Pasar Modal.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 6

Eksternal

Hutang / Debt / Liabilities (jangka pendek danpanjang)

Modal Sendiri/Equity ( saham )

Sumber Dana
Laba tidak dibagi / Retained Earning (laba ditahan)

Internal

Depresiasi (Penyusutan)

Gambar 1.4 Sumber Dana Perusahaan

3.

Keputusan Dividen (Dividend Decision) Keputusan Dividen merupakan keputusan yang berkaitan dengan atau tidaknya bagian dari keuntungan yang diperoleh

dibagikan

perusahaan kepada para pemegang saham, jika dibagikan akan berkaitan dengan proporsi, jenis dan waktu pembagian. 1.3.3 TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KEUANGAN Manajer pengambilan 3 keuangan (tiga) yang memiliki di atas tugas jelas berkaitan harus dengan keputusan melakukan

pengalokasian sumber-sumber ekonomi agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan dapat menghadapi perubahan lingkungan berkiatan dengan pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Riyanto (1998) terdapat 4 (empat) kegiatan yang dilakukan oleh manajer keuanganya, yakni menyangkut : 1. Peramalan dan perencanaan keuangan 2. Keputusan besar dalam investasi dan pembiayaan 3. Pengkoordinasikan dan pengendalian 4. Interaksi dengan pasar modal Secara skematis kegiatan manajer keuangan dapat digambarkan sebagai berikut :

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 7

(2) Aktiva Perus ahaan Manajer Keuangan

(1)

(4b) (4a)

(3)

Pasa r Keua ngan

Gambar 1.5 Kegiatan-kegiatan Utama Manajer Keuangan


Sumber Husnan, 2006.

Keterangan : (1) Manajer keuangan perlu memperoleh dana (keputusan pembiayaan) dari pasar keuangan (financial market) . Pasar keuangan menunjukkan pertemuan antara supply dan demand akan dana. Pasar keuangan pada prakteknya dibedakan menjadi 2 (dua), pasar keuangan (money market) dan pasar modal (capital market) ditinjau dari periode pembiayaan. Keputusan ini akan terlihat dari sisi pasiva perusahaan. (2) Dana yang diperoleh kemudian diinvestasikan pada berbagai aktiva perusahaan (keputusan investasi) . Keputusan ini akan terlihat dari sisi aktiva perusahaan. (3) Dari keputusan investasi tersebut diharapkan akan diperoleh profit, yang akan diputuskan apakah akan dikembalikan kepada pemilik dana (4a) atau diinvestasikan kembali ke perusahaan (4b) (4a) Jika keputusan ini diambil, maka perusahaan akan memberikan return kepada pemilik dana berupa bunga (pemegang obligasi) maupun dividen (pemegang saham). (4b) Jika keputusan ini diambil, maka akan menambah pos laba ditahan, yang harus diperhitungkan dengan jelas tingkat pengembalian di masa yang akan datang. Keputuan 4a dan 4b ini disebut dengan keputusan dividen. 1.4 FINANCIAL INSTITUTIONS AND MARKET Perusahaan dapat memperoleh pembiayaan dari lingkungan

eksternal yang berasal dari 3 (tiga) sumber, yakni : 1. Financial Institutions, yakni institusi yang berfungsi sebagai perantara (intermediary) yang menghubungkan antara peminjam (loans) dan penyimpan (savings) dana. Sebagai contoh : commercial banks,

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 8

mutual funds, saving and loans, credit unions, saving banks, insurance companies and pension funds. 2. Financial Markets, yakni suatu forum yang menghubungkan antara suppliers dan demanders dari dana yang dapat langsung bertransaksi dalam bisnis secara langsung, dalam hal ini adalah pasar uang (money market) dan pasar modal (capital market). 3. Private Placement, yakni penjualan dari penerbitan baru atas surat berharga, yakni obligasi dan saham preferen, langsung kepada investor atau grup dari investor.

Gambar 1.6 Aliran Dana untuk Financial Institution dan Financial Market
Sumber: Gitman, 2009

Aspek lingkungan yang penting dipahami para manajer keuangan seperti yang terangkum dari buku Brigham & Houston adalah sektor keuangan di bidang perekonomian, yang terdiri dari pasar keuangan (financial 1. markets), lembaga keuangan (financial institutions) dan instrumen keuangan (financial instruments). Pasar keuangan, menunjukkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan aktiva finansial (financial asset) atau sering disebut sebagai sekurities. Sekuritis adalah secarik kertas (surat) yang mempunyai nilai pasar karena surat tersebut menunjukkan klaim atas

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 9

aktiva riil perusahaan (misalnya mesin-mesin, pabrik, bahan baku, barang dagangan, merek dagang, dll.) 2. Lembaga keuangan yaitu lembaga yang berperan sebagai lembaga intermediary (financial intermediation) dengan mempertemukan unit surplus dengan unit defisit. Contoh lembaga keuangan dalam sistem moneter adalah Bank Sentral, Bank Pencipta Uang Giral/Bank Umum. Lembaga keuangan dan diluar sistem moneter (Bank Bukan Pencipta Uang Giral/BPR), lembaga pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, lembaga di bidang pasar modal, dll. 3. Instrumen Keuangan, contohnya adalah uang, saham, hutang, dan surat berharga di pasar uang dan pasar modal lainnya. Berdasar pada tujuan yang ingin dicapai yaitu memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga sahamnya, mengharuskan manajer keuangan untuk memahami keputusan-keputusan keuangan dan reaksi pasar terhadap keputusan-keputusan keuangan tersebut. Oleh karena itu, manajer keuangan harus memahami betul fungsi Pasar Uang dan Pasar Modal dalam kegiatan ekonomi. Pasar Uang merupakan pasar untuk pemenuhan kebutuhan dana jangka pendek, sehingga Pasar Uang merupakan tempat untuk mempertemukan calon peminjam dan pihak yang mempunyai dana berlebih untuk dipinjamkan. Pasar Uang terbentuk karena adanya penawaran dan permintaan dana jangka pendek dalam bentuk surat berharga, seperti commercial paper, sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan sertifikat deposito atas unjuk. Sedangkan Pasar Modal adalah pasar untuk transaksi jangka panjang seperti transaksi saham dan obligasi (hutang jangka panjang) yang diperjualbelikan di bursa saham contohnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Disamping Pasar Modal dan Pasar Uang yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menarik dana, ada lembaga keuangan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Lembaga keuangan adalah perantara yang menyalurkan tabungan para individu, perusahaan dan pemerintah kepada peminjam atau investor (berupa kredit atau dana investasi).

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 10

1.5

MASALAH KEAGENAN (AGENCY PROBLEM) Masalah keagenan atau Agency Problem seperti yang dikutip dari

Widyaningdyah (2001) adalah konflik yang timbul antara pemilik, karyawan, dan manajer perusahaan di mana ada kecenderungan manajer lebih mementingkan tujuan individu daripada tujuan perusahaan. Agency problem muncul terutama apabila perusahaan menghasilkan free cash flows yang sangat besar (Jensen, 1992, dalam Agus Sartono, 1998). Free cash flows adalah aliran kas bersih yang tidak dapat diinvestasikan kembali karena tidak tersedia kesempatan investasi yang profitable. Masalah keagenan dapat timbul antara: 1. Pemegang saham dengan manajer (sering terjadinya perbedaan kepentingan antara pemegang saham dan manajer, sehingga untuk meminimalisasinya pemilik biasanya memberikan fasilitas yang bagus dan kadang juga berupa saham kepada manajer,agar manajer bertindak seperti sebagai pemegang saham) 2. Manajer dengan kreditor (misalnya, ketika perusahaan sudah dalam keadaan pailit, dan kreditor menginginkan perusahaan dilikuidasi, tapi manajer masih berusaha untuk mempertahankan perusahaan dan berusaha untuk memperbaikinya) 3. Manajer, pemegang saham dan kreditor dalam kasus perusahaan menghadapi kesulitan keuangan Dalam upaya meminimumkan agency problem diperlukan biaya yang disebut agency costs dan tercermin dalam empat alternatif: 1. Pengeluaran untuk monitoring seperti halnya biaya untuk pemeriksaan akuntansi dan prosedur pengendalian intern. 2. Pengeluaran insentif sebagai kompensasi untuk manajemen atas prestasi yang konsisten memaksimumkan nilai perusahaan. Bentuk insentif yang umum adalah stock option yaitu pemberian hak kepada manajemen untuk membeli saham perusahaan di masa yang akan datang dengan harga yang telah ditentukan. Bentuk yang kedua

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 11

adalah

performance

shares

yaitu

pemberian

saham

kepada

manajemen atas pencapaian tujuan pencapaian tingkat return tertentu. Bentuk insentif lain adalah cash bonus atau bonus kas yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan tertentu. 3. Fidelity bond adalah kontrak antara perusahaan dengan pihak ketiga di mana pihak ketiga bonding company setuju untuk membayar perusahaan jika manajer berbuat tidak jujur sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan. 4. Golden parachetus dan poison pill dapat dipergunakan pula untuk mengurangi konflik antara manajemen dan pemegang saham. Golden parachutes adalah suatu kontrak antara manajemen dan pemegang saham yang menjamin bahwa manajemen akan mendapat dibeli oleh kompensasi sejumlah tertentu apabila perusahaan

perusahaan lain atau terjadi perubahan pengendalian perusahaan. Poison pill adalah usaha pemegang saham untuk menjaga agar perusahaan tidak diambil alih oleh perusahaan lain. SOAL LATIHAN MANDIRI 1. Apa perbedaan antara stock price maximization, firm value

maximization and stockholder wealth maximization 2. Jelaskan pengertian agency problem dan agency costs.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 12

BAB II ANALISIS RASIO KEUANGAN


(Financial Analysis Ratio)
II.1 PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN Laporan suatu keuangan pada adalah suatu laporan saat yang memuat Laporan hasil-hasil Keuangan

perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan tertentu. melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan. II.2 TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. (Dermawan Sjahrial, 2007:27). II.3 JENIS LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berlaku di Indonesia menurut Kieso dan WeyGandt (2007) terdiri dari: a. Neraca (balance sheet) : laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu menunjukkan posisi keuangan (aktiva, utang dan modal) pada saat tertentu. Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 200x)

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 13

b. Laporan laba rugi (Income Statement = Profit and Loss Statement) : suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu c. Laporan arus kas (Cash Flow Statement) : Menunjukkan arus kas selama periode tertentu. II.4 PENYUSUTAN Definisi penyusutan menurut PSAK No. 17 adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Aktiva yang dapat disusutkan adalah aktiva yang: a. diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode akuntansi; dan b. memiliki suatu masa manfaat yang terbatas; dan c. ditahan oleh suatu perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau memasok barang dan jasa, untuk disewakan, atau untuk tujuan administrasi. Masa manfaat adalah: a. periode suatu aktiva diharapkan digunakan oleh perusahaan; atau b. jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aktiva oleh perusahaan. Estimasi dari masa manfaat suatu aktiva yang dapat disusutkan atau suatu kelompok aktiva serupa yang dapat disusutkan adalah suatu masalah pertimbangan yang biasanya berdasarkan pengalaman dengan jenis aktiva yang serupa. Jumlah yang dapat disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama masa manfaat aktiva dengan berbagai metode yang sistematis. Menurut PSAK No.17 penyusutan dapat dilakukan dengan berbagai metode yang dapat dikelompokkan menurut kriteria berikut: a. berdasarkan waktu: I. metode garis lurus (straight line method) II. metode pembebanan yang semakin menurun

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 14

III. metode jumlah angka tahun (sum of the years digit method) IV. metode saldo menurun (declining balance method) b. berdasarkan penggunaan I. II. I. II. III. II.5 metode jam-jasa (service hours method) metode jumlah unit produksi (productive-output method) metode berdasarkan jenis dan kelompok (group and composite method) metode anuitas (annuity method) sistem persediaan (inventory method) ARTI PENTING ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi bankers, mengenai pihak kinerja keuangan sendiri suatu perusahaan lain sangat yang bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, manajemen dan pihak-pihak berkepentingan. Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut: 1. Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier 2. Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi. 3. Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya. 4. Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.

c. berdasarkan kriteria lainnya

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 15

5. Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja Berdasarkan sumbernya, analisis rasio keuangan dapat dibedakan menjadi: 1. Analisis Trend atau Time Series atau Analisis Deret Berkala, adalah analisis rasio perusahaan untuk beberapa periode. Dengan analisis trend ini akan terlihat apakah prestasi perusahaan itu meningkat atau menurun selama periode tertentu.

2. Analisis Cross Sectional, dengan analisis ini membandingkan rasio


perusahaan dengan rata rasio perusahaan sejenis atau industri.

Berikut contoh perbandingan rata-rata rasio antar industri :

Gambar 2.1 Perbandingan Rata-rata Rasio Antar Industri Sumber : Gitman, 2009 3. Analisis Kombinasi, sebagai gabungan antara cross sectional analysis dan time series analysis.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 16

Gambar 2.2 Analisis Kombinasi (Crossectional Analysis & Time Series Analysis) Sumber : Gitman, 2009 Menurut Gitman (2009) terdapat beberapa pengelompokkan rasio keuangan yang didasarkan pada kegunaanya : 1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan didalam memenuhi kewajiban (hutang) jangka pendek 2. Rasio Hutang (Leverage Ratio), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur seberapa besar assets perusahaan dibiayai dengan menggunakan hutang 3. Rasio Aktivitas (Activity Ratio), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menjalankan operasionalnya 4. Rasio Kemampuan dalam menghasilkan laba (Profitability), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan 5. Rasio Penilaian (Valuation) atau Market Ratio, yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam meningkatkan value of the firm . Untuk lebih jelas dapat dilihat contoh ilustrasi perhitungan yang didaptasi dari Gitman (2009) rasio keuangan PT Belly sebagai berikut : Tabel 2.1 Belly Company Neraca Tanggal 31 Desember 2009

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 17

(dalam ribuan dolar) Assets Current assets Cash Marketable securities Account receivable Inventories Total current assets Gross fixed assets (at cost) Land and buildings Machinery and equipment Furniture and fixtures Vehicles Other(includes financial leases) Total gross fixed assets (atcost) Less: Accumulated depreciation Net fixed assets Total assets 300 206 100 $4,15 6 1750 $2,40 6 $3,80 1 275 250 95 $3,99 5 1650 $2,34 5 $3,61 9 31-Dec 2009 2008 $550 70 500 275 $1,39 5 $2,05 0 1500 $519 50 350 355 $1,27 4 $1,95 0 1425

31-Dec Liabilities and Stockholders' Equity Current liabilities Account payable Notes payable Accruals Total current liabilities Long-term debt (includes financial leases) Total liabilities Stockholders' equity Preferred stock-cumulative 5%, $100 par, 2000 shares 2009 $425 75 125 $625 $1,1 00 $1,7 25 $200 2008 $350 100 75 $525 $1,0 50 $1,5 75 $200

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 18

outhorized and issued Common stock-$3, 100,000 shares authorized, shares issued and outstanding in 2009; 76,000 ; in 2008; 75,995 Paid-in capital in excess of par on common stock Retained earnings Total stockholders' equity Total liabilities and stockholders' equity

228 442 1206 $2,0 76 $3,8 01

227 432 1185 $2,0 44 $3,6 19

Tabel 2.2 Belly Company Laporan Laba Yang Ditahan untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2009 (dalam ribuan dolar) retained earning balance (January 1, 2009) $1,185 Plus: Net profits after taxes (for 2009) $136 Less: Cash dividend (paid during 2009) Preferred stock $15 Common stock 100 Total dividend paid $115 Retained earning balance (Dec31, 2009) $1,206

Sales Revenue

Table 2.3 Laporan Laba Rugi Belly Company Per 31 Desember (dalam ribuan dolar) 2009 $2,500 1,550 $950 $175

Less: Cost of good sold Gross profits Less: Operating expenses Selling expense

2008 $1,90 0 1,150 $750 $110

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 19

General and administrative expense Lease expense Depreciation expense Total operating expense Operating profits Less: Interest xpense Net profits before taxes Less: Taxes (rate = 20%) Net profits after taxes Less: Preferred stock dividend Earning available for common stockholders Earning per share (EPS) Dividend per share (DPS) Dengan ketentuan bahwa :

210 75 225 $685 $265 95 $170 34 $136 15 $121 $1.59 $1.32

175 50 190 $525 $225 90 $135 27 $108 15 $93 $1.22 $0.79

a. Jumlah lembar saham biasa yang beredar pada tahun 2008 sebanyak 75,995 lembar dan pada tahun 2009 sebanyak 76,000 lembar. b. Jumlah dividen yang dibagikan pada tahun 2008 sebesar $60,000 dan tahun 2009 sebesar $ 100,000. II.6 1. PERHITUNGAN ANALISIS RASIO KEUANGAN Berikut ditampilkan rasio-rasio keuangan berikut perhitungannya: Rasio memenuhi Likuiditas, memenuhi yakni kemampuan jangka perusahaan dalam kewajiban pendeknya ( short-term

obligations) dengan aktiva lancar (current assets, seperti yang disadur dari Gitman (2009) . Terdapat beberapa ukuran yang dipergunakan : a. Current Ratio yakni dipergunakan untuk mengukur solvabilitas jangka pendek dengan membandingkan antara current assets dengan short term liabilities. a. Current Assets meliputi cash, marketable securities, inventory, account receivable. b. Short-term Liabilities tax liabilities, hutang gaji, hutang pajak, hutang wesel dan lainnya yang kurang dari 1 (satu) tahun. meliputi utang pajak, utang bunga, utang wesel, utang gaji, jangka pendek lainnya. Rumusnya adalah :

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 20

Contoh : Current Ratio Perusahaan tahun 2009 Current Ratio =


$1395 x100% = 223% = 2,23kali $625

Artinya : Kemampuan perusahaan dalam memenuhi setiap 1$ kewajiban jangka pendeknya adalah sebesar 2.23 kali atau untuk setiap 1$ current liabilities maka kemampuan perusahaan dalam memenuhi dengan current asset sebesar $ 2.23. b. Quick Ratio (Acid Test Ratio) yakni dipergunakan untuk mengukur solvabilitas jangka pendek tetapi dengan tidak memperhitungkan inventory karena inventory digolongkan kepada current assets yang paling tidak likuid. Dihitung dengan membandingkan current assets dikurangi dengan inventory dibandingkan dengan current liabilities. Rumusnya adalah :

Contoh : Quick Ratio Perusahaan tahun 2009 Quick Ratio =


$1395 $275 x100% = 179% = 1,79kali $625

Artinya : Setiap $1 hutang lancar dijamin oleh aktiva lancar yang cepat cair sebesar $1,79. c. Cash Ratio yakni dipergunakan untuk mengukur kemampuan dalam memenuhi kewajiban membayar current liabilities dengan cash dan securities yang mudah untuk ditunaikan Rumusnya adalah : CashRatio = Cash + Securities x100% CurrentLiabilities

Contoh : Cash Ratio Perusahaan tahun 2009

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 21

CashRatio =

$550 + 70 x100% = 99,2% = 0,992kali $625

Artinya : Untuk setiap $1 current liabilities maka akan dijamin oleh cash dan securities sebesar $0,992. d. Working Capital to Total Assets Ratio dipergunakan untuk mengukur likuiditas dari net working capital dibandingkan dengan tottal assets. Rumusnya adalah: WorkingCapitalToTota lAssetsRatio = CurrentAssets CurrentLiabilities x100% TotalAssets

Contoh : Working Capital to Total Assets ratio Perusahaan tahun 2009


WorkingCapitalToTota lAssetsRatio = $1395 $625 x100% = 20,25% $3801

Artinya : Komposisi working capital adalah 20.25% dari total assets 2. Rasio Leverage, yakni rasio yang mengukur seberapa besar leverage (utang) yang ditanggung oleh perusahaan, dengan kata lain memperlihatkan besarnya kebutuhan pendanaan perusahaan yang dibiayai oleh hutang (pinjaman). Sutrisno (2005, 233) menyebutkan bahwa penggunaan dana hutang bagi perusahaan tersebut mempunyai 3 (tiga) dimensi : (1) pemberi kredit akan menitikberatkan pada besarnya jaminan atas kredit yang diberikan; (2) dengan menggunakan dana hutang, maka apabila perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari beban tetapnya maka pemilik perusahaan penggunaan keuntungannya hutang maka akan meningkat; dan (3) dana dengan tanpa pemilik mendapatkan

kehilangan pengendalian pada perusahaannya. a. Total Debt to Total Asset Ratio, digunakan untuk mengukur besarnya proporsi sumber dana yang diperoleh dari hutang ( debt). Rumusnya adalah: Total Debt Debt to Total Assets = Assets x 100% Total

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 22

Contoh : Total Debt to Total Asset Ratio Tahun 2009


TotalDebtToTotalAssetRatio = $1725 x100% = 45,38% $3801

Artinya : Aktiva perusahaan 45.38% dibelanjai dari hutang. Semakin tinggi debt ratio maka akan menunjukkan resiko perusahaan semakin tinggi. Hal ini akan sejalan dengan high risk, high return b. Debt to Equity Ratio, digunakan sebagai ukuran untuk melihat perimbangan antara penggunaan hutang ( debt) dan modal sendiri (equity). Rumusnya adalah: Total Debt Debt to Equity Ratio = Total Equity x 100%

Contoh : Total Debt to Total Equity Ratio Tahun 2009 Artinya Ketika :
TotalDebtToTotalEquityRatio = $1725 x100% = 83,09% $2076

hasilnya

menunjukkan

di

bawah

100%,

maka

berarti

penggunaan sumber dana yang berasal dari modal sendiri ( equity) lebih besar dibanding dari sumber eksternal. Untuk pendekatan konservatif, besarnya hutang maksimal sama dengan modal sendiri (100%). c. Time Interest Earned Ratio (Interest Coverage Ratio), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan didalam memenuhi kewajiban beban tetap yang berupa bunga. Semakin tinggi nilai yang dihasilkan, berarti semakin bagus kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban tersebut. Rumusnya adalah : Time Interest Earned Ratio = Earning Before Interest and Taxes Interest

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 23

Contoh : Time Interest Earned Ratio =

$265 x1time = 2,79kali $95

Artinya : Setiap $1 pembayaran beban bunga dijamin oleh laba operasi bersih sebesar 2,79 kalinya. d. Fixed-Payment Coverage Ratio , yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajiban yang bersifat tetap seperti : loan interest, lease payments, dan preferred stocks devidends. Rumusnya adalah ; Earning Before Interest and Taxes +Lease Fixed-Payment Coverage Ratio = Payments Interest + Lease Payments + [(Principal Payments + Prefferred Stock Dividends) x (1/(1Contoh : FixedCh arg eCoverageRatio =
$265 + $75 x1time = 2kali $95 + $75

Artinya : Setiap $1 pembayaran beban bunga dan sewa dijamin oleh laba operasi bersih ditambah dengan uang sewa sebesar 2 kalinya.

3.

Rasio

Aktivitas,

yakni

rasio

yang

dipergunakan dalam

untuk

mengukur

efektivitas

perusahaan

menjalankan

operasionalnya
a. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola persediaan. Semakin tinggi rasio yang dihasilkan, artinya semakin efektif pengelolaan yang dilakukan. Rumus :
Inventory Turnover = Cost of Good Sold x1time = 2,79kali Inventory

Contoh : InventoryTurnover =

$1550 x1time = 5,55kali $275

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 24

Artinya : persediaan (barang atau bahan baku) berputar 5.55 kali dalam setahun. Sedangkan untuk mengetahui berapa lama rata-rata persediaan tersebut tersimpan di gudang sebelum terjual atau masuk ke proses produksi selanjutnya, maka dihitung dengan rumus sbb : Average Day' sInventory = Average Inventory x360 COGS

b. Perputaran Piutang (Average Collection Period), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam pengelolaan piutang. Semakin cepat, maka semakin baik, karena jelas piutang timbul akibat penjualan yang dilakukan secara kredit. Rumus :
Average Collection Period = Account Receivable s Average Sales per Day

Contoh :
Average Collection Period = $75 = 10,95hari ($2500 : 365)

Artinya : Lamanya periode pengumpulan piutang rata-rata adalah 11 hari. c. Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turnover) yakni rasio

yang dipergunakan untuk mengukur efektivitas dari pengelolaan aktiva tetap dalam menghasilkan penjualan. Semakin besar tingkat perputaran Rumus : Total Asset Turnover = Sales Fixed Assets yang dihasilkan, menunjukkan semakin efektif pengelolaan aktiva yang dilakukan.

d. Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur efektivitas pengelolaan aktiva dalam menghasilkan penjualan. Semakin besar tingkat perputaran yang dihasilkan, menunjukkan semakin efektif pengelolaan aktiva yang dilakukan.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 25

Rumus : TotalAssetTurnover = Sales Total Assets


$2500 x1time = 0,66 kali $3801

Turnover = Contoh : TotalAssets

Artinya : Dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva ratarata dalam satu tahun berputar 0,66 kali atau setiap $1 aktiva selama setahun dapat menghasilkan pendapatan sebesar $0.66.

e. Average Payment Period, yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur efektivitas dalam pengelolaan hutang. Rumus :
Average Payment Period= Account Payable Average Purchase Per Day

4.

Rasio

Profitabilitas, yakni rasio yang dipergunakan untuk

mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan a. Profit Margin, merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan Profit dan dibandingkan Net Profit. dengan tingkat penjualan semakin yang baik dihasilkan. Dapat mempergunakan nilai Gross Profit, Operating Semakin tinggi maka kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Gross ProfitMargin = Sales - COGS Sales Operating Profits Sales

Operating ProfitMargin = Net ProfitMargin =

Earning Available forCommon Stockholde rs Sales

b. Return On Investment (ROI) atau Return on Total Assets, yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur efektivitas keseluruhan dari perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan seluruh assets yang dimiliki. Semakin tinggi, semakin baik.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 26

ROI=

Earning Available for Common Stockholde rs TotalAssets on Common untuk yang Equity (ROE) tingkat dari , yakni rasio yang yang mengukur pengembalian

c. Return diperoleh

dipergunakan

dihasilkan

keputusan

pendanaan

menggunakan common equity.


ROE= Earning Available for Common Stockholde rs Common Stock Equity

d. Earning per Share (EPS), yakni rasio yang dipergunakan untuk mengukur besarnya keuntungan yang diperoleh pemegang saham per lembar saham yang dimiliki.
EPS= Earning Available for Common Stockholde rs Number of Shares of Common Stock Outstandin g

5.

Rasio Penilaian (Valuation) atau Market Ratio, a. Price/ Earning (P/E) Ratio , yakni rasio yang dipergunakan untuk mengevaluasi penilaian pemilik terhadap nilai saham. Rumus :
P/E Ratio = Market Priceper Share of Common Stock Earning per Share

b. Market/Book (M/B) Ratio, yakni rasio yang dipergunakan untuk mengevaluasi kinerja harga pasar saham dibandingkan dengan nilai bukunya. Sebelum menghitung M/B ratio, harus dihitung terlebih dahulu Book Value per Share of Common Stock :
Book Value per Share of Common Stock =

Common Stock Equity Number of Shares of Common Stock Outsta

Setelah itu, baru dimasukkan dalam rumus sbb :


Market / Book (M/B) Ratio = Market Priceper Share of Common Stock BookValueper Share of Common Stock

Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 27

Perbedaan metode akuntansi yang dipakai sehingga menimbulkan perbedaan persepsi bahkan tidak tertutup kemungkinan untuk adanya manipulasi data.

Kesulitan

untuk

menentukan

jenis

industri

apabila

perusahaan

mempunyai berbagai lini produk, karena kebanyakan perusahaan justru menginginkan tingkat yang lebih baik dari rata rata industri. Oleh karena itu lebih tepat jika difokuskan pada industri leaders ratios. o Kecocokan dengan rasio gabungan industri bukan suatu jaminan bahwa perusahaan tersebut sedang berjalan normal dan dipimpin dengan baik. o Perusahaan dapat melakukan window dressing yaitu suatu aksi dari corporate untuk menaikkan harga sahamnya, guna memperbagus pada pembukuannya menjelang akhir tahun (penutupan buku). II.7 ANALISIS DUPONT Menurut Keown (2004), analisa Du Pont merupakan sistem rasio keuangan yang dirancang untuk menyelidiki determinan
Harga Pokok rasio Penjualan

pengembalian ekuitas pemegang saham dan pengembalian aktiva. Penggunaan persamaan Du Pont memungkinkan manajemen melihat Biaya Penjualan
Penjualan lebih jelas faktor pemicu tingkat pengembalian ekuitas serta hubungan

antara margin laba bersih, perputaran aktiva dan rasio utang.


dikuran gi

Biaya Administrasi Bunga

Laba Bersih

Total Biaya Margin Laba dibagi Pajak

Penjualan ROI dikali Penjualan Aktiva Lancar dibagi ditamba h Aktiva Tetap Bank Kas

Perputaran total aktiva

Rangkuman Manajemen Keuangan 1


Total aktiva

Page 28

Piutang

Persediaan

Gambar 2.3 Bagan Du Pont Sumber: Weston dan Copeland, 1999

II.8

PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN Pro forma financial statement yang disadur dari Sutrisno 2005

merupakan estimasi susunan dari laporan keuangan pada periode yang akan datang. Contoh : Berdasarkan rasio industri tahun 2009 di bawah ini, susunlah neraca dan proyeksi rugi laba. Adapun data rasio industri sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Total Debt to Total Equity Ratio Acid Test Ratio Total Assets Turnover Receivable Collection Period 60% 140% 3x 39 hari (1 tahun = 360

hari) 5. Gross Profit Margin 45% 6. Inventory Turnover 9x 7. Common Stock Rp.250.000.000 8. Retained Earning Rp.175.000.000 Catatan : - Semua hutang adalah utang lancar - Semua penjualan adalah penjualan kredit Jawab :
Total Debt Total Debt to Total Equity Ratio = Total Equity

1.

0.6 =

Total Debt 250.000.000 + 175.000.000

Total Debt =0.6(425.000.000) =Rp. 255.000.000

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 29

Total Aktiva = Total Pasiva = Total Utang + Total Modal Sendiri

2.

Total Aktiva = Total Pasiva = Rp. 255.000.000 + Rp. 425.000.000 Total Aktiva = Total Pasiva = Rp. 680.000.000

Acid test Ratio =

Kas +Piutang Current Assets

3.

Kas +Piutang 1.4 = Rp. 255.000.000 Kas +Piutang = 1.4 (Rp. 255.000.000) =Rp. 357.000.000

Sales Total Assets turnover = Total Assets

4.

Sales 3= Rp. 680.000.000 Sales = 3 (Rp. 680.000.000) =Rp. 2.040.000.000

Receivable Collection Period =

Average Re ceivable x 360 hari Sales

5.

39 =

Average Re ceivable x 360 hari Rp. 2.040.000.000 39 (Rp. 2.040.000.000) =Rp. 221.000.000 360

Average Re ceivable =

Kas + Piutang = Rp.357.000.00 0 Kas + Rp. 221.000.00 0 =Rp. 357.000.00 0 6. Kas =Rp. 357.000.00 0- Rp. 211.000.00 0 =Rp. 146.000.00 0
Gross Profit Margin = Laba Kotor Sales

7.

0.45 =

Laba Kotor Rp. 2.040.000.000

Laba Kotor =0.45 (Rp. 2.040.000.000) =Rp. 918.000.000

COGS Average Inventory COGS = Sales - Gross Profit COGS =Rp. 2.040.000. 000 - Rp. 918.000.00 0 8. COGS =Rp. 1.122.000. 000 Rp. 1.122.000. 000 9= Average inventory Inventory =Rp. 1.122.000. 000 : 9 =Rp. 124.666.66 7 Inventory Turnover =

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 30

9.
Aktiva Tetap = Total Aktiva - (Kas + Piutang + Inventory)

Aktiva Tetap = Rp. 680.000.000 - (Rp. 146.000.000 + Rp. 221.000.000 + Rp. 124.666.667 Aktiva Tetap = Rp. 188.333.333

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disusun neraca dan laporan rugi laba pro-forma sebagai berikut : Neraca Pro-forma AKTIVA Aktiva Kas Piutang Inventory Aktiva tetap Jumlah Aktiva PASIVA Utang 146.000.0 Utang lancar 00 221.000.0 Modal saham 00 124.666.6 Laba ditahan 67 188.333.3 33 680.000.0 00 Jumlah Utang dan Modal 255.000.0 00 250.000.0 00 175.000.0 00

680.000.0 00

Laporan Rugi-Laba Pro-forma Penjualan Harga pokok penjualan Laba Kotor 2.040.000.000 1.122.000.000 918.000.000

SOAL LATIHAN MANDIRI


A. TINJAUAN KONSEP 1. Jelaskan pentingnya hasil dari suatu analisis rasio keuangan bagi perusahaan. 2. Pihak-pihak mana saja yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan. 3. 4. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis rasio keuangan. Pilihlah sebuah perusahaan, lalu carilah laporan keuangannya dan susun sesuai dengan jenis rasio keuangannya.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 31

B. HITUNGAN KASUS Buatlah lampiran 1. 1. Bandingkan rasio keuangan perusahaan untuk setiap periode berjalan 2. Bandingkan antara rasio keuangan perusahaan dengan rasio industrinya sehingga dapat dianalisis kondisi keuangan perusahaan, apakah sehat atau tidak. Jika dari hasil analisis tidak sehat maka dicari penyebabnya untuk kemudian diperbaiki. analisis rasio keuangan dari Laporan Keuangan pada

BAB KE-3 (Tiga)


ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA (FUND STATEMENT ANALYSIS) Analisa sumber dan penggunaan dana adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui darimana kebutuhan dana diperoleh dan bagaimana dana tersebut digunakan. Hal ini berkaitan erat dengan proses pengambilan keputusan pendanaan ( financing) dan investasi (investing). Untuk menganalisis sumber dan penggunaan dana, harus dipahami, apa saja yang termasuk dalam sumber dana, dan apa yang termasuk dalam kategori penggunaan dana. Pemahaman ini diperlukan, agar kita bisa mengelola keuangan dengan benar, dan tidak terjadi missmatch antara sumber dan penggunaan dana. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam menyusun Laporan Sumber dan Penggunaan dana adalah sebagai berikut : 1. Menyusun laporan perubahan neraca yang disusun dari neraca 2 (dua) tahun berurutan 2. Melakukan analisis elemen-elemen dari neraca yang memperbesar dana dan memperkecil dana 3. Melakukan pengelompokkan elemen yang memperbesar dan memperkecil dana 4. Menyusun laporan sumber dan penggunaan dana, baik dalam definisi kas maupun modal kerja.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 32

Dalam analisa sumber dan penggunaan dana, dana diartikan dalam 2 (dua) definisi, dalam artian kas dan modal kerja. 13.1 DANA DALAM DEFINISI KAS Pengertian dana kas yaitu menggambarkan suatu ringkasan sumber dan penggunaan kas selama periode yang bersangkutan. Penggunaan kas disusun untuk menunjukan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaannya. Laporan perubahan kas dapat digunakan untuk menaksir kebutuhan kas di masa mendatang dan kemungkinan sumbersumber yang ada dan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau di masa yang akan datang.

Elemen-elemen yang memperbesar dan memperkecil dana : Elemen yang Memperkecil Dana Bertambahnya aktiva lancar selain kas : Elemen yang Memperbesar Dana Berkurangnya aktiva lancar selain kas : - Berkurangnya barang (inventory) - Berkurangnya piutang - Berkurangnya surat-surat berharga Bertambahnya aktiva tetap (bruto / netto) Berkurangnya utang Berkurangnya modal Kerugian operasi perusahaan (efek) Berkurangnya aktiva tetap (bruto / netto) Bertambahnya setiap jenis utang Bertambahnya modal Adanya keuntungan dari operasi perusahaan Contoh :

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 33

Neraca P TS ejahtera
31 D es 2009 Assets Current Assets Cash Marketable Securities Account Receivable Inventory F ixed Ass ets Machine Less : Accumulated Depreciation Building Less : Accumulated Depreciation Land Total Assets L iabilitiesand S tockholders' Equity Current L iabilities Account Payable Notes Payable L ongTermDebt S tockholder's Equity Common Stock Retained Earnings Total L iabilities and S tockholders ' Equity 31 D es 2010

3,375,000 3,937,500 6,750,000 12,375,000 22,500,000 (2,250,000) 22,500,000 (3,375,000) 12,937,500 78,750,000

3,937,500 2,812,500 5,625,000 14,625,000 28,125,000 (3,375,000) 22,500,000 (5,062,500) 20,812,500 90,000,000

8,437,500 5,625,000 25,312,500 33,750,000 5,625,000 78,750,000

5,625,000 6,750,000 33,750,000 33,750,000 10,125,000 90,000,000

L aporan R ug iL aba P TS ejahtera


Sales Less : COGS Gross Profit Less : Operating Expenses Operating Profit Interest Earning Before Taxes Less: Taxes E arningAfter Taxes 135,000,000 (90,000,000) 45,000,000 (27,000,000) 18,000,000 (6,750,000) 11,250,000 (2,812,500) 8,437,500

RUPS memutuskan untuk membagi sebagian laba sebagai deviden sebesar Rp.21,875,000

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 34

Maka dapat dihasilkan laporan sumber dan penggunaan dana sbb :


III.1.1LAPORAN DALAM ARTI KAS a. Dihitung terlebih dahulu Laporan Perubahan Neraca
1. Laporan Perubahan dalam arti Kas
a. Laporan Perubahan Neraca 31 Des 2009 31 Des 2010 Assets Current Assets Cash Marketable Securities Account Receivable Inventory Fixed Assets Machine Less : Accumulated Depreciation Building Less : Accumulated Depreciation Land Total Assets Perubahan Sumber Penggunaan

3,375,000 3,937,500 6,750,000 12,375,000 22,500,000 (2,250,000) 22,500,000 (3,375,000) 12,937,500 78,750,000

3,937,500 2,812,500 5,625,000 14,625,000 28,125,000 (3,375,000) 22,500,000 (5,062,500) 20,812,500 90,000,000

562,500 1,125,000 1,125,000 2,250,000 5,625,000 1,125,000 1,687,500 7,875,000

Liabilities and Stockholders' Equity Current Liabilities 8,437,500 Account Payable 5,625,000 Notes Payable 25,312,500 Long Term Debt 33,750,000 Stockholder's Equity Common Stock 5,625,000 Retained Earnings 78,750,000 Earning After Taxes Dividen Retained Earning 8,437,500 21,875 8,415,625

5,625,000 6,750,000 33,750,000 33,750,000

2,812,500 1,125,000 8,437,500

10,125,000 4,500,000 90,000,000 19,125,000

19,125,000

Dari laporan rugi laba, diperoleh laba sebesar Rp.8,437,500,- dan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen sebesar Rp. 3,937,500,- sehingga ada laba ditahan sebesar Rp. 4,500,000,-. Dari b. informasi tersebut dapat dibuat laporan sumber dan

penggunaan dana sebagai berikut: Penyusunan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 35

Laba Operasi

Sumb er

Juml 8,437,50 ah
0 2,812,50 0 1,125,00 0 1,125,00 0 1,125,00 0 8,437,50 0

Penggun Bertambahnya aan


Kas

Juml ah 562,50
0

Penyusutan Berkurangnya Efek Berkurangnya Piutang Bertambahnya Hutang Bertambahnya Obligasi

Bertambahnya Persediaan Bertambahnya Mesin Bertambahnya Tanah Berkurangnya Hutang Dagang Pembayaran Dividen

2,250,00 0 5,625,00 0 7,875,00 0 2,812,50 0 3,937,50 0

23,062, 500

23,062, 500

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 36

Dari

laporan

sumber

dan

penggunaan

kas

tersebut

bisa

disimpulkan bahwa pada tahun 2010 perusahaan melakukan perluasan atau ekspansi dengan menambah mesin, bangunan dan persediaan. Sumber dana untuk memenuhi perluasan tersebut berasal dari laba yang tidak dibagi, penyusutan dan hutang obligasi. 3.1.2 LAPORAN DALAM ARTI MODAL KERJA

a. Laporan Perubahan Neraca 31 Des2009 Cash Marketable Securities Account Receivable Inventory Total Aktiva Lancar Current Liabilities Account Payable Total HutangLancar Bertambahnya Modal Kerja
b. Penyusunan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Sumber Laba Operasi Penyusutan Bertambahnya Obligasi Jumlah Penggunaan Jumlah 5,625,000 7,875,000 3,937,500 2,250,000 19,687,500

31Des2010 3,937,500 2,812,500 5,625,000 14,625,000 27,000,000 5,625,000 6,750,000 12,375,000

Sumber

3,375,000 3,937,500 6,750,000 12,375,000 26,437,500 8,437,500 5,625,000 14,062,500

Perubahan Penggunaan 562,500 1,125,000 1,125,000 2,250,000 2,812,500

1,125,000 3,375,000 2,250,000

5,625,000

8,437,500 Bertambahnya Mesin 2,812,500 Bertambahnya Tanah 8,437,500 Pembayaran Dividen Bertambahnya Modal Kerja 19,687,500

SOAL LATIHAN MANDIRI A. TINJAUAN KONSEP 1. Jelaskan arti pentingnya analisis sumber dan penggunaan dana. 2. Jelaskan proses dari menyusun laporan sumber dan penggunaan dana berdasarkan pengertian dana dalam laporan keuangan 3. Jelaskan elemen-elemen perubahan apa saja yang mempunyai efek memperbesar kas dan yang memperkecil kas.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 37

4. Jelaskan perubahan-perubahan apa saja yang mempengaruhi besar kecilnya modal kerja. B. HITUNGAN KASUS Dari Laporan Keuangan yang digunakan pada pertemuan Ke-tiga dan Keempat (3 & 4), susunlah Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.

BAB IV ANALISIS LEVERAGE


4.1 PENGERTIAN LEVERAGE Leverage adalah results from the use of fixed cost assets or funds to magnify returns to the firm's owners yang merupakan kebijakan yang diambil oleh manajemen dalam kaitannya dengan keputusan investasi atau pendanaan yang diikuti dengan adanya beban/ fixed cost yang harus ditanggung perusahaan. 4.2 JENIS-JENIS LEVERAGE

1. Operating Leverage, berfokus kepada hubungan antara penjualan perusahaan dan Earnings Before Interest and Taxes (EBIT). Dengan mengetahui tingkat leverage operasi, maka dapat diperkirakan dampak yang terjadi akibat perubahan penjualan terhadap laba operasi. Ukuran yang digunakan adalah Degree of Operating Leverage (DOL). Semakin tinggi nilai DOL, maka perusahaan akan dinilai makin

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 38

beresiko, karena artinya harus menanggung biaya tetap yang semakin besar. 2. Financial Leverage, berfokus kepada hubungan antara Earnings Before Interest Share (EPS). dapat dilihat and Taxes (EBIT) dan Common Stock Earnings Per akibat dari perusahaan menggunakan sumber Dengan mengetahui tingkat leverage finansial, maka

pendanaan yang berasal dari hutang sehingga perusahaan harus menanggung biaya tetap. 3. Total Leverage, berfokus kepada hubungan antara firms sales revenue dan EPS. 3 ( tiga) jenis leverage ini dapat digambarkan sbb :
Sales Revenue Less : Cost of Goods Sold Operating Leverag e Gross Profits Less : Operating Expenses Earnings Before and Taxes (EBIT) Less : Interest Net Profit Before Taxes Financial Leverage Earnings Available for Comm on Stockholders Earnings per S hare Total Leverage

Penjelasan lebih lanjut mengenai jenis leverage yang didefinisikan dengan acuan daftar laba rugi yang diambil dari berbagai literatur adalah sebagai berikut : 1. Leverage Operasi (Operating Leverage) Merupakan penggunaan aktiva dengan fixed cost yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutup fixed cost dan variabel serta dapat meningkatkan profitabilitas. Dengan adanya biaya tetap pada struktur biaya perusahaan, maka untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, perusahaan harus mampu menghasilkan penjualan pada tingkat minimum tertentu. Jika biaya sebuah perusahaan bersifat variable, maka tidak ada risiko bagi perusahaan. Biaya tetap dapat diklasifikasikan menjadi: a. Biaya tetap operasi Biaya tetap operasi menimbulkan risiko operasi bagi perusahaan, biaya ini timbul dari kegiatan operasi keuangan.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 39

b. Biaya tetap keuangan Biaya tetap keuangan menimbulkan risiko keuangan, biaya ini timbul karena penggunaan hutang sebagai sumber dana perusahaan. c. Biaya tetap total Biaya tetap total adalah penjumlahan dari biaya tetap operasi dengan biaya tetap keuangan. Seluruh biaya tetap menimbulkan risiko bagi perusahaan. Risiko yang ditimbulkan oleh biaya tetap operasi disebut risiko operasi. Tingkat risiko tersebut secara kuantitatif dapat diukur dengan leverage operasi. Risiko yang ditimbulkan dari biaya tetap keuangan disebut risiko keuangan. Tingkat risiko tersebut secara kuantitatif dapat diukur dengan leverage keuangan. Secara keseluruhan risiko operasi dan risiko keuangan disebut risiko bisnis atau risiko perusahaan. Tingkat risiko tersebut secara kuantitatif dapat diukur dengan leverage total. Leverage operasi mengukur perubahan pendapatan atau penjualan terhadap keuntungan operasi perusahaan. Dengan mengetahui tingkat leverage operasi, maka manajemen bisa menaksir perubahan laba operasi sebagai akibat adanya perubahan penjualan. Oleh karena itu, leverage operasi berkaitan dengan penjualan perusahaan dan laba sebelum bunga dan pajak. Ukuran leverage operasi adalah tingkat operating leverage yang disebut dengan Degree of Operating Leverage (DOL). DOL didefinisikan sebagai persentase perubahan dalam laba operasi sebagai akibat prosentasi perubahan dalam unit yang dijual.
Prosentasi Perubahan Laba Operasi Tingkat DOL = Prosentasi Perubahan Unityang Terjual atau 1.Rumus yang dipakai jika diketahui total dari biaya - biaya : TS - TVC DOL Q = TS - TVC - TFC 2.Rumus yang dipakai jika diketahui biaya per unit Q (P- VC) DOL Q = Q (P- VC) - FC

Keterangan : TVC = Total biaya variabel

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 40

P TVC VC TS

= Harga jual/unit = Total biaya variabel = Biaya variabel/unit = Hasil penjualan

2. Leverage Keuangan (Financial Leverage) Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkat keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham. Financial leverage dengan demikian menunjukan perubahan laba per lembar saham (Earning Per Share atau EPS) sebagai akibat perubahan EBIT . Leverage keuangan terjadi akibat perusahaan menggunakan sumber dana dari pinjaman dan saham preferent yang menyebabkan perusahaan harus menanggung beban tetap berupa pembayaran bunga dan dividen saham preferent. Biaya-biaya tersebut harus dibayar tanpa memperhatikan jumlah EBIT yang tersedia. Leverage keuangan mengukur pengaruh perubahan keuntungan operasi (EBIT) terhadap perubahan pendapatan bagi pemegang saham (EAT), yang pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap pendapatan per lembar saham (EPS). Oleh karena itu, leverage keuangan berkaitan dengan laba perusahaan sebelum bunga dan pajak serta pendapatan saham biasa per lembar. Ukuran leverage keuangan adalah Degree of Financial Leverage (DFL). DFL didefinisikan sebagai persentase perubahan pendapatan per lembar saham sebagai akibat prosentasi perubahan dalam laba operasi (EBIT).
Prosentasi Perubahan EPS Tingkat DFL = Prosentasi Perubahan EBIT Atau EBIT DFL = EBIT - Interest Q (P - VC) - TFC DFL = Q (P- VC) - FC - Bunga

Jika dalam struktur modal perusahaan menggunakan saham preferent, maka perhitungan DFL digunakan rumus :

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 41

EBIT DFL = Div EBIT - Bunga -( ) (1- t

Perusahaan yang menggunakan dana dengan beban tetap dihadapkan pada 2 keadaan, yaitu : a. Favourable Financial Perusahaan yang menggunakan dana dengan beban tetap dikatakan menghasilkan leverage yang menguntungkan (favorable financial leverage) atau efek yang positif kalau pendapatan yang diterima dari penggunaan dana tersebut lebih besar daripada beban tetap dari penggunaan dana itu. Kalau perusahaan dalam menggunakan dana dengan beban tetap itu menghasilkan efek yang menguntungkan dana bagi pemegang saham biasa (pemilik modal sendiri) yaitu dalam bentuknya memperbesar EPS-nya, dikatakan perusahaan itu menjalankan trading on the equity b. Unfavourable Financial Financial leverage itu merugikan (unfavorable leverage) kalau perusahaan tidak dapat memperoleh pendapatan dari penggunaan dana tersebut sebanyak beban tetap yang harus dibayar. Salah satu tujuan dalam pemilihan berbagai alternative metode pembelanjaan adalah untuk memperbesar pendapatan bagi pemilik modal sendiri atau pemegang saham biasa.

Dalam

kenyataan

pelaksanaan

trading

on

equity,

mungkin

perusahaan melakukan : a. Trading in thick equity Yaitu kebijakan suatu perusahaan yang lebih banyak menggunakan modal sendiri dari pada modal pinjaman b. Trading in thin equity Yaitu kebijakan suatu perusahaan yang lebih banyak menggunakan modal pinjaman daripada modal sendiri. 3. Leverage Total / Leverage Gabungan (Combine Leverage)

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 42

Leverage kombinasi merupakan pengaruh perubahan penjualan terhadap perubahan laba setelah pajak ataupun pendapatan per lembar saham (EPS). Untuk mengukur secara langsung efek perubahan penjualan terhadap perubahan laba bagi pemegang saham atau EAT dapat dilihat dari Degree of Combine Leverage (DCL). DCL menurut Susan Irawati (2006: 176) didefinisikan sebagai persentase perubahan pendapatan per lembar saham sebagai akibat prosentasi perubahan dalam unit yang terjual.
Prosentasi Perubahan EPS Tingkat DCL = Prosentasi Perubahan Unityang Terjual atau Q (P- V) DCL Rp = Q (P- V)- F- C

Jika dalam struktur modal perusahaan menggunakan saham preferent, maka perhitungan DCL digunakan rumus :

DFL =

TS TVC EBIT Bunga [ Div (1 t )]

Contoh diambil dari Sartono 2001 : Ada dua alternatif mesin yang bisa dipilih oleh perusahaan untuk mendukung proses produksinya. Kedua mesin tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. Mesin X mempunyai fixed cost tinggi, tapi biaya variabelnya rendah, sedangkan Mesin Z mempunyai fixed cost rendah, tapi variable costnya tinggi. Berikut data kedua mesin tersebut : Mesin X
Harga per unit Variable cost Fixed cost Rp.10.000 Rp.4.000 Rp. 750.000.00

Mesin Z
Rp.10.000 Rp.6.000 Rp. 250.000.00

Volume penjualan diperkirakan sebesar 300.000 unit per tahun dan perusahaan termasuk kelompok pembayar pajak 40%. Untuk membeli mesin tersebut perusahaan melakukan penarikan pinjaman yang berbeda untuk kedua mesin tersebut, sehingga beban bunga yang dibayarpun

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 43

berbeda. Pembayaran bunga untuk mesin X Rp.250.000.000 dan untuk mesin Z Rp.175.000.000. Dari data tersebut dapat dihitung Degree of Operating Leverage (DOL) Perhitungan laba operasi Keterangan
Penjualan (200.000 unit) Variable cost Kontribusi marjin Fixed cost EBIT Bunga EBT Pajak 40% EAT

Mesin X
3.000.000.000 1.200.000.000 1.800.000.000 750.000.000 1.050.000.000 250.000.000 800.000.000 320.000.000 480.000.000

Mesin Z
3.000.000.000 1.800.000.000 1.200.000.000 250.000.000 950.000.000 175.000.000 775.000.000 310.000.000 465.000.000

Rp. 3.000.000. 000 - Rp. 1.200.000. 000 DOL =1.7 X = Rp. 3.000.000. 000 - Rp. 1.200.000. 000 - Rp. 750.000.00 0

Bila penjualan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 30% dengan penggunaan mesin X, maka EBIT perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 51% (1.7 x 30%), sehingga besarnya EBIT menjadi Rp.1.585.500.000 (1.050.000.000 x 151%).

Rp. 3.000.000. 000 - Rp. 1.800.000. 000 DOL =1.3 Z = Rp. 3.000.000. 000 - Rp. 1.800.000. 000 - Rp. 250.000.00 0

Bila penjualan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 30% dengan penggunaan mesin Z, maka EBIT perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 39% (1.3 x 30%), sehingga besarnya EBIT menjadi Rp.1.320.500.000 (950.000.000 x 139%). Degree of Financial Leverage (DFL)
Rp. 1.050.000. 000 DFL =1.3 X = Rp. 1.050.000. 000 - Rp. 250.000.00 0

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 44

Bila

EBIT

perusahaan 65% (1.3 x

mengalami 50%),

kenaikan

sebesar

50% EAT

dengan menjadi

penggunaan mesin X, maka EAT perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar sehingga besarnya Rp.792.000.000 (480.000.000 x 165%).
Rp. 950.000.00 0 DFL =1.2 Z = Rp. 950.000.00 0 - Rp. 175.000.00 0

Bila

EBIT

perusahaan 60% (1.2 x

mengalami 50%),

kenaikan

sebesar

50% EAT

dengan menjadi

penggunaan mesin X, maka EAT perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar sehingga besarnya Rp.744.000.000 (465.000.000 x 160%). Degree of Combine Leverage (DCL)

Rp. 3.000.000. 000 - Rp. 1.200.000. 000 DCL =2. X = Rp. 3.000.000. 000 - Rp. 1.200.000. 000 - Rp. 750.000.00 0- Rp. 250.000.00 0

Bila penjualan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 30% dengan penggunaan mesin X, maka EAT perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 167.5% (2.25 x 30%), sehingga besarnya EAT menjadi Rp.804.000.000 (480.000.000 x 167.5%).

Rp. 3.000.000. 000 - Rp. 1.800.000. 000 DCL =1.6 X = Rp. 3.000.000. 000 - Rp. 1.800.000. 000 - Rp. 250.000.00 0- Rp. 175.000.00 0

Bila penjualan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 30% dengan penggunaan mesin X, maka EAT perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 48% (1,6 x 30%), sehingga besarnya EAT menjadi Rp.688.200.000 (465.000.000 x 148%). 4.3 HUBUNGAN ANTARA LEVERAGE OPERASI, KEUANGAN DAN Leverage gabungan mencerminkan pengaruh kombinasi dari

GABUNGAN leverage operasi dan keuangan suatu perusahaan. Leverage keuangan

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 45

dan operasi yang tinggi akan menyebabkan leverage kombinasi yang tinggi, demikian juga sebaliknya. Hubungan antara pengaruh operasi dan pengaruh keuangan dapat ditunjukkan dengan laporan rugi laba berikut : Format Rugi-Laba Penjualan Bersih Biaya operasi variabel Total Biaya Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) Leverage Bunga pinjaman Kombinasi Laba sebelum pajak (EBT) Pajak penghasilan (40%) Deviden saham prefen Rp 750.000,Rp. 300.000,Rp. 150.000,Rp 300.000,3.000,Leverage Keuangan Rp. 250.000,Biaya operasi tetapRp.1.000.000,Rp4.000.000,Rp1.000.000,Rp5.000.000,Rp3.000.000,Leverage Operasi

Laba setelah pajak (EAT) kombinasi bisa Rp dihitung 450.000,Sehingga leverage dengan : Laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa

Laba per lembar saham (EPS) 100.000 Rp DCL =lembar DOL x DFL

4.4

INDIFFERENT POINT ANTARA HUTANG DAN SAHAM Kebutuhan dana suatu perusahaan dapat sepenuhnya dipenuhi

dengan saham biasa, atau sebagian dengan saham biasa dan sebagian lain dengan saham preferen atau obligasi, dimana dua sumber dana yang terakhir adalah disertai dengan beban tetap (dividen saham preferen dan bunga). Untuk menentukan income effect dari berbagai pembayaran (mix) atau berbagai alternafif metode pembelanjaan terhadap pendapatan pemegang saham biasa (pemilik modal sendiri) perlulah diketahui tingkat EBIT (Earning Before Interest & Tax) yang dapat menghasilkan EPS (Earning Per Share) yang sama besarnya antara berbagai pertimbangan atau alternative pemenuhan dana tersebut.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 46

Tingkat EBIT yang dapat menghasilkan EPS yang sama besarnya pada berbagai perimbangan pembelanjaan (financing mix) dinamakan Indifferent Point atau Break-event point (dalam financial leverage). Pembedaan tingkat EBIT akan mempunyai income effect yang berbeda terhadap EPS pada berbagai perimbangan pembelanjaan atau financing mix. Pada suatu tingkat EBIT tertentu, suatu peimbangan pembelanjaan Hutang - Saham Biasa: 40 60 (atau leverage factor 40%) mempunyai income effect yang paling besar terhadap EPS dibandingkan dengan perimbangan yang lain, misalkan: 15 85 ( LF 15%). Apabila tingkat EBIT turun misalkan, maka mungkin perimbangan yang lain yang mempunyai efek paling menguntungkan terhadap EPS. Untuk dapat mengetahui perimbangan pembelanjaan yang mana yang mempunya income effect yang terbesar terhadap EPS pada setiap tingkat EBIT, maka perlulah ditentukan lebih dahulu indifference point antara Contoh : Alternatif I Hutang 45 % Saham Biasa 55% Jumlah dana yang diperlukan Dipenuhi dengan: 1) Saham Biasa Lembar saham (Rp 100,00 /lembar) 2) 5% Obligasi EBIT = Rp 60.000,00 EBIT Bunga Obligasi (5%) Keuntungan Sebelum Pajak (EBT) Pajak Penghasilan (50%) Keuntungan Netto sesudah Pajak (EAT) Rp 2.000.000,00 Rp 1.100.000,00 11.000 lembar Rp 900.000,00 Rp 60.000,00 Rp 45.000,00 Rp 15.000,00 Rp 7.500,00 Alternatif II Hutang 20 % Saham Biasa 80% Rp 2.000.000,00 Rp 1.600.000,00 16.000 lembar Rp 400.000,00 Rp 60.000,00 Rp 20.000,00 Rp 40.000,00 Rp 20.000,00 Alternatif III Hutang 0 % Saham Biasa 100% Rp 2.000.000,00 Rp 2.000.000,00 20.000 lembar Rp 0,00 Rp 60.000,00 Rp 0,00 Rp 60.000,00 Rp 30.000,00 berbagai perimbangan pembelanjaan tersebut. Analisis indifference point ini sering pula disebut analisis EBIT EPS

Rp 7.500,00

Rp 20.000,00

Rp 30.000,00

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 47

Alternatif I Hutang 45 % Saham Biasa 55% Pedapatan per lembar saham (EPS) = EAT Jml lembar saham biasa

Alternatif II Hutang 20 % Saham Biasa 80%

Alternatif III Hutang 0 % Saham Biasa 100%

Rp 0,68

Rp 1,25

Rp 1,50

Dari tabel tampak bahwa pada tingkat EBIT Rp 60.000,00 alternatif yang mempunyai efek pendapatan yang paling besar terhadap EPS adalah alternatif III dimana EPS-nya adalah Rp 1,50, sedangkan alternatif I dan II masing-masing sebesar Rp 0,68 dan Rp 1,25. Berdasarkan rumus tersebut, indifference point dari contoh di atas dengan mengambil alternatif I dan III dapat dihitung sbb.: 0,5 x a. Saham Biasa versus Obligasi : 20.00 = 0,5 (x 45.000) 11.000

0 0,5 x (11.000) = 20.000 (0,5 x 22.500) 5.500 x = 10.000 x 450.000.000 4.500 x = 450.000.000 x = 100.000 x = Rp 100.000,00

Apabila diambil alternatif II dan III, hasilnya pun akan sama, yaitu: b. Saham Biasa versus Obligasi : 0,5 x = 0,5 (x 20.000)

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 48

20.00

16.000

0 0,5 x (16.000) = 20.000 (0,5 x 10.000) 8.000 x = 10.000 x 200.000.000 2.000 x = 200.000.000 x = 100.000 x = Rp 100.000,00 Bila digambarkan hubungan antara EBIT dengan EPS, sebagai berikut :
Pendapatan per lembar saham biasa (EPS) (dalam rupiah)

3, 0 2, 5

Indifferent Point Saham biasa hutang

3, 0 3, 1 3, 0

III

II

20

Gambar 4.1 EBIT (dalam ribuan Hubungan Antara EBIT - EPS


rupiah)

40

100

120

Dari

Alternatif I = Hutang 40% ; Saham 60% Alternatif II = Hutang 15%; Saham biasa 85% gambar grafik hubungan antara Alternatif III= Hutang 0%; Saham biasa EBIT 100%

dan EPS, dapat disimpulkan

bahwa indifferent point dapat digunakan sebagai tingkat pembatas dalam pemilihan sumber dana. Bila EBIT lebih besar dari indifferent point maka

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 49

perusahaan sebaiknya menggunakan sumber dana yang berasal dari obligasi/pinjaman, tetapi jika EBIT lebih kecil dari indifferent point, maka sebaiknya menggunakan sumber dana dari saham/modal sendiri.

SOAL LATIHAN MANDIRI


A.TINJAUAN KONSEP 1. Apa yang dimaksud dengan leverage, jelaskan. 2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis dari leverage. 3. Apakah leverage operasi dengan leverage keuangan berhubungan jika ditunjukkan dalam laporan rugi laba. 4. Apa manfaat dari penggunaan leverage bagi perusahaan, sebutkan dan jelaskan. 5. Jika sebuah perusahaan menggunakan leverage, dampak seperti apa yang akan dihadapi oleh perusahaan 6. Apa yang dimaksud dengan indifferent point, jelaskan.

B. HITUNGAN KASUS (diambil dari dari Dermawan dan Sutrisno)


1. Perusahaan SEHAT adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan. Perusahaan SEHAT memproduksi obat-obatan dengan kapasitas 125.000 botol per bulan, dengan harga jual per botol sebesar Rp. 7.500,-. Total biaya tetap sebesar Rp. 175.000.000,- dan total biaya variabel sebesar Rp. 275.000.000,-. Berdasarkan data tersebut hitunglah BEP dalam unit dan rupiah 2. Taksiran distribusi penjualan untuk tahun yang akan datang perusahaan SEHAT (soal no1) adalah sebagai berikut: Penjualan
150.000 176.000 210.000 223.000 278.000

Probabilitas
0,15 0,21 0,34 0,20 0,10

Dengan menggunakan tafsiran tersebut , berapakah probabilitas penjualan tidak akan mempu mencapai break even? 3. Perusahaan SEHAT (soal nomor 1) saat ini menggunakan hutang sebesar Rp. 450 juta dan membayar bunga 16% per tahun.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 50

Berapakah 4. berapakah

tingkat

Leverage tingkat

finansial Leverage

pada

saat

perusahaan finansial

memperkirakan penjualan sebesar 375.000 unit? kombinasi operasi dan Perusahaan SEHAT pada soal nomor 1 dan 3 tersebut? 5. Jika perusahaan SEHAT (soal nomor 1dan 3) menginginkan agar kombinasi tingkat Leverage operasi dan finansial tidak lebih besar dari 10x, apa yang harus dilakukannya? 6. Satu perusahaan mempunyai fungsi biaya sebagai berikut. TC = 75 +8x + 1,5X2 Dalam hal ini X adalah unit yang dihasilkan dan dijual. Sedangkan harga jual produk yang dihasilkan tetap sebesar Rp.50 per unit. Apabila perusahaan merencanakan akan memproduksikan dan menjual sebanyak 15 unit, berapa laba atau rugi yang akan diperoleh? a. Berapa unit yang harus di hasilkan dan dijual agar memberikan laba maksimum? b. Berapa banyak besarnya laba maksimum tersebut? 7. Sebuah perusahaan sedang memilih dua alternatif mesin yang akan dibeli untuk mendukung proses produksinya. Mesin X berkarakterstik fixed cost tinggi tapi biaya variabelnya rendah, mesin Y ber fixed cost rendah tapi biaya variabelnya tinggi. Berikut data kedua mesin tersebut : (data dalam jutaan rupiah) MESIN X Harga per unit Biaya variabel Fixed cost Rp. 10.000,00 Rp. 4.000,00 Rp. 800,00 MESIN Y Rp. 10.000,00 Rp. 6.000,00 Rp. 200,00

Volume penjualan diperkirakan sebesar 200.000 unit per tahun, bunga yang dibayarkan untuk mesin X Rp. 400.000.000,00 dan Mesin Y Rp. 200.000.000,00 Diminta : a. b. Menghitung Degree of Operating Leverage dan efeknya terhadap EBIT bila ada kenaikan penjualan sebesar 30% Menghitung Degree of Financial Leverage dan efeknya terhadap EAT bila ada kenaikan EBIT sebesar 50%

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 51

c.

Menghitung Degree of Combine Leverage dan efeknya bila ada kenaikan penjualan sebesar 30%

8. Perusahaan BAJAHANA saat ini beroperasi dengan total aktiva sebesar Rp.950.000.000,00 350.000.000,00 dengan bunga komposisi 15% per modal tahun. saham Tahun Rp. depan 600.000.000,00 @ Rp. 20.000,00 per lembar, dan hutang Rp. dengan perusahaan akan menambah modalnya sebesar Rp. 250.000.000,00 dengan harapan akan meningkatkan keuntungan sebelum bunga dan pajak sebesar Rp. 200.000.000,00. Tambahan dana sebesar Rp. 250.000.000,00 tersebut bisa dipenuhi dengan dua alternatif sumber dana yaitu : a. Modal saham dengan mengeluarkan 15.000 lembar saham b. Obligasi dengan tingkat coupon 16% Diminta : a. seharusnya dipilih b. pointnya Hitung indifferent Mana alternatif yang

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 52

BAB V
ANALISIS BEP

(Break Even Analysis)


5.1 PENGERTIAN BEP Break Even Point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. Dengan kata lain, BEP adalah suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan = total biaya) 5.1.1 Manfaat BEP Analisis break even secara umum dapat memberikan informasi kepada pimpinan, bagaimana pola hubungan antara volume penjualan, cost/biaya, dan tingkat keuntungan yang akan diperoleh pada level penjualan tertentu. Analisis break even dapat membantu pimpinan dalam mengambil keputusan mengenai hal-hal sebagai berikut: a. Jumlah penjualan minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. b. Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu. c. Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi. d. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh. Setelah mengetahui betapa bermanfaatnya BEP dalam usaha yang telah dijalankan, dalam hal ini komponen yang berperan yaitu biaya, dimana biaya yang dimaksud adalah biaya variabel dan biaya tetap, dimana pada prakteknya untuk memisahkannya atau menentukan suatu

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 53

biaya itu biaya variabel atau tetap bukanlah pekerjaan yang mudah, Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi ataupun tidak memproduksi, sedangkan biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produksi jadi tetapi jika tidak produksi maka tidak ada biaya variable. Selain memiliki manfaat, BEP pun memiliki kelemahan, dimana salah satu kelemahan dari BEP adalah bahwa hanya ada satu macam barang yang diproduksi atau dijual. Jika lebih dari satu macam maka kombinasi atau komposisi penjualannya ( sales mix) akan tetap konstan. Jika dilihat dari perkembangan ekonomi saat ini, perusahaan harus melakukan peningkatan daya saingnya melalui menciptakan banyak produk yang unik dan dengan satu asumsi lagi yaitu harga jual persatuan barang tidak akan berubah berapa pun jumlah satuan barang yang dijual atau tidak ada perubahan harga secara umum. Hal ini demikian pun sulit ditemukan dalam kenyataan dan prakteknya Secara definisi, Break Even Analysis adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan profit. Atau dengan kata lain Break Even Analysis adalah suatu analisa berupa metode break even point dimana revenue = cost sehingga terjadi titik impas (tidak ada profit atau pun loss). 5.2 KEGUNAAN BREAK EVEN ANALYSIS 5.2.1 ANGGAPAN-ANGGAPAN DAN KETERBATASAN ANALISA BREAK-EVEN Analisis break even dapat dirasakan manfaatnya apabila titik break even dapat dipertahankan selama periode tertentu. Keadaan ini dapat dipertahankan apabila biaya-biaya dan harga jual adalah konstan, karena naik turunnya harga jual dan biaya akan mempengaruhi titik break even. Dalam kenyataan analisis ini agak sukar untuk diterapkan. Oleh sebab itu perlu diketahui bahwa analisis break even mempunyai limitasi-limitasi tertentu, yaitu:

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 54

Fixed cost haruslah konstan selama periode atau range of output tertentu Variabel cost dalam hubungannya dengan sales haruslah konstan Sales price perunit tidak berubah dalam periode tertentu Sales mix adalah konstan

Berdasarkan limitasi-limitasi tersebut, Break Even Point (BEP) akan bergeser atau berubah apabila: 1. Perubahan fixed cost atau FC, terjadi sebagai akibat bertambahnya kapasitas produksi, dimana perubahan ini di tandai dengan naik turunnya garis fixed cost dan total cost-nya, meskipun perubahannya tidak mempengaruhi kemiringan garis total cost. Bila fixed cost naik Break Even Point akan bergeser keatas atau sebaliknya. 2. Perubahan pada variabel cost ratio atau VC per unit, dimana perubahan ini akan menentukan bagaimana miringnya garis total cost. Naiknya biaya VC per unit akan menggeser Break Even Point keatas atau sebaliknya. 3. Perubahan dalam sales price per unit Perubahan ini akan mempengaruhi miringnya garis total revenue (TR). Naiknya harga jual per unit pada level penjualan yang sama walaupun semua biaya adalah tetap, akan menggeser kebawah atau sebaliknya. 4. Terjadinya perubahan dalam sales mix Apabila suatu perusahaan memproduksi lebih dari satu macam produk maka komposisi atau perbandingan antara satu produk dengan produk lain (sales mix) haruslah tetap. Apabila terjadi perubahan misalnya terjadi kenaikan 20% pada produk A sedangkan produk B tetap maka BEP pun akan berubah. 5.2.2 KEGUNAAN ANALISIS BREAK-EVEN BAGI MANAGEMENT Menurut Harahap (2002 ) kegunaan Break Even Point sebagai berikut : 1. Hubungan antara penjualan biaya dan laba 2. Untuk mengetahui struktur biaya tetap dan variable 3. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan memberikan margin untuk menutupi biaya tetap

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 55

4. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menekan biaya dan batas dimana perusahaan tidak mengalami laba dan rugi. Sedangkan menurut Syafaruddin Alwi (1994 : 266) analisa break event secara umum dapat memberikan informasi kepada pimpinan, bagaimana pola hubungan antara volume penjualan, biaya dan tingkat keuntungan yang akan diperoleh pada level penjualan tertentu, sehingga break even dapat membantu pimpinan dalam mengambil keputusan antara lain mengenai : 1. Jumlah minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian 2. Jumlah penjualan yang harus dibayar untuk memperoleh keuntungan tertentu 3. Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi 4. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh Tujuan dari pada analisis break even yang digunakan perusahaan adalah untuk : a. Mengevaluasi tujuan laba dari perusahaan secara keseluruhan b. Menyajikan data-data biaya dan laba kepada top managemen

c. Mengganti system laporan yang tebal-tebal dengan suatu grafik yang


mudah dibaca dan dimengerti. 5.3 1. 2. ASUMSI YANG DIGUNAKAN Biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dikelompokan dalam biaya variabel dan biaya tetap. Besarnya biaya variabel secara total berubah-ubah secara proporsional dengan volume produksi atau penjualan. Ini berarti bahwa biaya variabel per unitnya adalah tetap. 3. Besarnya biaya tetap secara total tidak berubah meskipun ada perubahan volume produksi atau penjualan. Ini berarti bahwa biaya tetap per unitnya berubah-ubah karena adanya perubahan volume kegiatan.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 56

4. 5. 6.

Jumlah unit produk yang terjual sama dengan jumlah per unit produk yang diproduksi. Harga jual produk per unit tidak berubah dalam periode tertentu. Perusahaan hanya memproduksi satu jenis produk, apabila lebih dari satu jenis komposisi masing-masing jenis produk dianggap konstan (tetap).

5.4

METODE PERHITUNGAN BEP

5.4.1 Dengan Pendekatan Matematik: Ada dua cara perhitungan BEP dengan pendekatan matematik, yaitu: (1). Atas dasar unit :

QBEP =

TFC P - VC

(2). Atas dasar rupiah :


QRp = TFC V 1p

Contoh: Contoh: Misalnya ada perusahaan konveksi kaos anak-anak dengan harga jual satu buah kaos adalah Rp. 10.000 dengan biaya variabel sebesar Rp. 5.000 dan biaya tetap sebesar Rp. 10.000.000 Hitung BEP baik dalam : (1) unit ; (2) rupiah. 1) BEP dalam Unit
TFC P - VC

Q BEP =

10.000.000 Q BEP = =2.000 unit 10.000 - 5.000

2) BEP dalam Rupiah

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 57

QRp =

TFC V 1p 10.000.000 =Rp. 200.000.00 0 5.000 110.000

QRp =

5.4.2 Dengan Pendekatan Grafik: Berdasarkan contoh di atas, kita akan menentukan BEP dengan menggunakan pendekatan grafik: Y4
/ TR Garis Pendpt Penjualan

Y3 Y2 (Rp. 200.000.000)
Variabel / TVC

Garis T otal Biaya / TC

Biaya

Y1

Garis Biaya Tetap /

TFC

Rugi 0
Volume / Q

X1

X2000 Unit Gambar 5.1

X3

5.4.3 MARGIN OF SAFETY Merupakan persentase batas penurunan penjualan sampai dengan keadaan BEP. Margin Of Safety ini juga merupakan batas risiko penurunan penjualan hingga tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Rumus
Margin OfSafety = AnggaranPe njualan - BEP x100% Anggaran Penjualan

Contoh: Misalnya pada contoh di atas dianggarkan sebesar Rp. 1.000.000.000 Maka margin of safetynya adalah:
Margin OfSafety = Anggaran Penjualan - BEP x100% Anggaran Penjualan

Margin OfSafety =

1.000.000. 000 - 950.000.00 0 x100% =5% 1.000.000. 000

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 58

Anggaran Penjualan BEP Artinya: bila realisasi penjualan turun lebih dari 5%, maka perusahaan akan mengalami kerugian. 5.4.4 SHUT DOWN POINT Suatu usaha harus dihentikan apabila pendapatan yang diperoleh tidak dapat menutup biaya tetap tunainya ( Cash cost atau out of pocket costs). Contoh biaya tunai : gaji pengawas pabrik dan biaya pemeliharaan Contoh biaya terbenam : biaya depresiasi, amortisasi dan deplesi * Rumus :
Titik Penutupan Usaha = Biaya Tetap Tunai Contribu tion Margin Ratio

Titik penutupan usaha dalam satuan produk


Titik Penutupan Usaha = Biaya Tetap Tunai Pendapatan Penjualan - Biaya Variabel

Contoh: Perusahaan XYZ yang menjual produknya dengan harga Rp. 20.000 per unit, biaya variabel Rp. 12.000 per unit, dan fixed cost sebesar Rp. 400.000.000 (40% fixed cost tunai), maka:
TitikPenutupan Usaha unit = TitikPenutupan Usaha unit = Biaya Tetap Tunai Pendapatan Penjualan - Biaya Variabel 160.000.00 0 20.000 - 12.000

160.000.00 0 TitikPenutupan Usaha =20.000 unit unit = 8.000 Laba Kontribusi = HargaJual per Unit - Biaya Variabel per Unit Laba Kontribusi =20.000 - 12.000 =8.000 Laba Kontribusi Kontribusi Margin Ratio= HargaJual per Unit 8.000 Kontribusi Margin Ratio= =0.4 =40% 20.000 TitikPenutupan Usaha rupiah= Biaya Tetap Tunai Kontribusi Margin Ratio

160.000.00 0 TitikPenutupan Usaha =400.000.00 0 rupiah= 0.4

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 59

Artinya : Jika perusahaan hanya mampu menjual produknya sebanyak 20.000 unit atau jika perusahaan hanya mampu mendapatkan laba sebesar Rp. 400.000.000, maka secara ekonomis sebaiknya perusahaan ditutup karena pendapatan penjualannya hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tunai saja

SOAL LATIHAN MANDIRI (diambil dari Gitman, 2009) A. TINJAUAN KONSEP 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan break event point 2. Apa yang melatarbelakangi munculnya break event point 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan variable cost dan fixed cost, berikan contoh dari kedua jenis biaya tersebut 4. Apa manfaat dari adanya break event point. 5. Apa yang dimaksud dengan dengan shut down point. Jika perusahaan sudah mencapai titik ini, apa yang harus dilakukan oleh perusahaan, berikan penjelasannya. B. HITUNGAN KASUS diambil dari Sutrisno 2005 1. PT. JAYA sedang merencanakan penjualan untuk tahun 2009. Perusahaan mempunyai kapasitas normal sebanyak 60.000 unit dalam

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 60

setahun. Pada tahun 2009 ini perusahaan akan bekerja dengan kapasitas 40.000 unit dengan biaya biaya per unit sebagai berikut : Biaya bahan baku Biaya TKL Biaya FOH Variabel Biaya FOH Tetap Biaya Komersial Variabel Biaya Komersial Tetap Harga jual ditentukan sebesar Diminta : a. b. I. II. III. c. Hitunglah BEP Hitunglah besarnya penjualan minimal bila ditetapkan target laba : Rp. 190.000.000,00 25% dari penjualan 25% dari biaya variabel Menghitung besarnya Margin of Safety bila anggaran penjualan seperti pada point b-ii. Rp. 8.000,00 Rp. 6.000,00 Rp. 5.000,00 Rp. 6.500,00 Rp. 3.000,00 Rp. 3.500,00 Rp. 40.000,00 per unit

2. PT.

SEJAHTERA

merencanakan

akan

memproduksi

barang

jadi

sebanyak 60.000 unit. Rencana biaya yang akan dikeluarkan untuk memproduksi barang tersebut adalah sbb: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Variabel Biaya Overhead Pabrik Tetap Biaya Operasi Variabel Biaya Operasi Tetap Diminta: a. b. Menghitung BEP Menghitung besarnya penjualan minimal bila diinginkan laba Rp. 500.000.000 Rp. 350.000.000 Rp. 250.000.000 Rp. 350.000.000 Rp. 175.000.000 Rp. 70.000.000

Harga produk tersebut ditetapkan sebesar Rp. 60.000 per unit.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 61

- Rp. 250.000.000 - 15% dari penjualan c. Margin of safety bila anggaran penjualan sebesar Rp. 1.050.000.000

3. PT. SEJAHTERA pada tahun 2002 mampu menjual produknya sebesar


25.000 unit dengan harga Rp. 35.000 per unit, biaya variabel per unit Rp. 22.000. Pada tahun tersebut perusahaan dalam kondisi BEP. Tahun 2003 perusahaan akan meningkatkan kinerjanya agar dapat dihasilkan keuntungan yang optimal. Untuk itu perusahaan akan menambah biaya promosi sebesar Rp. 76.000. dan akan memberikan bonus pada tenaga pemasaran dan pengecer sebesar Rp. 2.000 per unit. Dan harga juga akan dinaikkan menjadi Rp. 45.000 per unitnya. Diminta: a. Hitunglah besarnya BEP b. Menghitung besarnya penjualan minimal bila diinginkan laba Rp.350.000.000 c. Kapan perusahaan harus ditutup bila 60% dari fixed cost merupakan fixed cost tunai.

BAB VI MODAL KERJA (WORKING CAPITAL)


6.1 PENDAHULUAN Manajemen harus aktif dalam menyediakan modal kerja yang diperlukan dalam menunjang kegiatan perusahaan. Peran modal kerja sangat penting bagi setiap perusahaan, walaupun peran tersebut berbeda pada setiap jenis usaha. 6.2 PENGERTIAN MODAL KERJA

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 62

Pengertian Modal Kerja dan Modal berbeda dalam pandangan pedagang, ahli ekonomi, kreditur dan ahli hukum (Manullang, 2005). RD Kennedy dan SY Mc Mullen (dalam Manullang, 2005:13) memberi pengertian modal kerja sbb : 1. Working Capital is the current assets over current liabilities, the amount of current assets that has been supplied by long term creditors and the stockholders. In the other words, working capital represents the amount of current assets that have not been supplied byt current, short term creditors. This definitions is qualitative of current assets in excess of the current liabilities, . 2. Working capital is the amount of the current assets. This interpretation is qualitative in characters, since it represents the total amount of funds used for current operating purposes. Sutrisno (2005,44) mengemukakan tiga konsep pengertian modal kerja, yaitu : 1. Konsep Kuantitatif Konsep ini didasarkan atas kualitas dana yang ditanam dalam unsurunsur aktiva lancar, yaitu aktiva yang dipakai sekali dan akan kembali dalam bentuk semula, atau aktiva dengan dana tertanam di dalamnya yang akan bebas lagi dalam waktu singkat. Konsep ini disebut Gross Working Capital.

2. Konsep Kualitatif Konsep ini didasarkan pada aspek kualitatif, yaitu kelebihan aktiva lancar dari hutang lancarnya. Modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dihunakan untuk membiayai operasi perusahaan yang bersifat rutin tanpa mengganggu likuiditasnya. Konsep ini disebut Net Working Capital. 3. Konsep Fungsional

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 63

Konsep

ini

didasarkan Setiap untuk

pada

fungsi

dana

dalam dalam

menghasilkan perusahaan kalkulasi

pendapatan. dimaksudkan

dana

yang

digunakan

menghasilkan

pendapatan,

dengan

sebagian dana digunakan untuk menghasilkan pendapatan pada periode tersebut (current income) dan sebagian lagi digunakan untuk menghasilkan pendapatan pada periode-periode berikutnya ( future income). 6.3 PERBEDAAN MODAL KERJA DENGAN MODAL Perbedaan antara modal kerja dengan modal tetap dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu :
Tabel 6.1 Perbedaan Antara Modal Kerja dan Modal

No.
1.

ITEM
Perputar an

Modal Kerja
Tingkat perputaran untuk menjadi uang tunai kurang dari satu tahun Besar kecilnya kebutuhan modal kerja lebih mudah untuk disesuaikan dengan rencana produksi/penjualan perusahaan

Modal
Tingkat perputaran untuk menjadi uang tunai lebih dari satu tahun Besar kecilnya kebutuhan modal kerja tidak mudah untuk disesuaikan dengan rencana produksi/penjualan perusahaan Struktur kekayaan pada berbagai unsur modal tetap tidak mengalami perubahan kecuali dalam jangka waktu lebih dari satu tahun, misalnya karena adanya penyusutan modal kerja. Tidak mengalami perubahan bentuk.

2.

Fleksibil itas

3.

Variabili tas

Struktur kekayaan pada berbagai unsur modal kerja (kas, piutang, persediaan, dan efek) dapat berubah setiap saat

4.

Fisik

Secara fisik mengalami perubahan bentuk karena adanya kegiatan proses produksi

6.4

JENIS MODAL KERJA Seperti dikutip dari Sutrisno (2005;45) kebutuhan modal kerja dari

waktu ke waktu dalam satu periode belum tentu sama, hal ini disebabkan

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 64

oleh berubah-ubahnya proyeksi volume produksi yang akan dihasilkan oleh perusahaan. Perubahan itu sendiri kemungkinan disebabkan adanya permintaan yang tidak sama dari waktu ke waktu, seperti adanya permintaan disebabkan musiman. Oleh karena itu kebutuhan modal kerja juga bisa mengalami perubahan. Menurut A.W. Taylor modal kerja bisa dikelompokkan ke dalam dua jenis sebagai berikut: 1. Modal Kerja Permanen Modal kerja permanen adalah modal kerja yang selalu harus ada dalam perusahaan agar perusahaan dapat menjalankan kegiatannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Modal kerja permanen dibagi menjadi dua macam yakni: a. Modal Kerja Primer Modal kerja primer adalah modal kerja minimal yang harus ada dalam perusahaan untuk menjamin agar perusahan tetap bisa beroperasi. b. Modal Kerja Normal Merupakan modal kerja yang harus ada agar perusahaan bisa beroperasi dengan tingkat produksi normal. Produksi normal merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang sebesar kapasitas normal perusahaan. 2. Modal Kerja Variabel Modal kerja variable adalah modal kerja yang jumlahnya berubahubah sesuai dengan perubahan kegiatan ataupun keadaan lain yang mempengaruhi perusahaan. Modal kerja variable terdiri dari: a. Modal Kerja Musiman Merupakan sejumlah dana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi apabila ada fluktuasi kegiatan perusahaan, misalnya perusahaan biscuit harus menyediakan modal kerja lebih besar pada saat musim hari raya. b. Modal Kerja Siklis Adalah modal kerja yang jumlah kebutuhannya dipengaruhi oleh fluktuasi konjungtur. c. Modal Kerja Darurat Modal kerja ini jumlah kebutuhannya dipengaruhi oleh keadaankeadaan yang terjadi di luar kemampuan perusahaan.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 65

Bila digambarkan, jenis-jenis modal kerja akan tampak seperti pada gambar dibawah ini. MK Darurat MK Siklus Modal Kerja Normal MK Musiman Modal Kerja Primer

Gambar 6.1. Jenis-Jenis Modal Kerja Sumber: Dermawan, 2007

6.5

KEBIJAKAN MODAL KERJA Kebijakan modal kerja yang disadur dari buku Sutrisno (2005;45)

merupakan strategi yang diharapkan oleh perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerja dengan berbagai alternatif sumber daya. Seperti diketahui bahwa sumber dana untuk memenuhi modal kerja bisa dipilih dari sumber dana berjangka panjang atau sumber dana berjangka pendek. Masing-masing alternatif mempunyai konsekuensi dan keuntungan. Modal kerja pada dasarnya adalah dana yang masa perputarannya berjangka pendek, tapi karena ada dana (modal kerja) yang selalu harus ada dalam perusahaan (modal kerja permanen) artinya dana tersebut harus ada dalam jangka panjang, maka perlu kebijaksanaan untuk mencari sumber pembelanjaan sehingga diperoleh biaya dana yang paling murah. Kebijaksanaan modal kerja apa yang harus diambil oleh perusahaan ini tergantung dari seberapa besar manajer berani mengambil risiko. Kebijaksanaan modal kerja yang bisa diambil oleh perusahaan adalah: a. Kebijaksanaan Konservatif

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 66

Rencana pemenuhan kebutuhan dana konservatif merupakan rencana pemenuhan dana modal kerja yang lebih banyak menggunakan sumber dana jangka panjang dibandingkan sumber dana jangka pendek. Dalam kebijakan ini modal kerja permanen dan sebagian modal kerja variabel dipenuhi oleh sumber dana jangka panjang, sedangkan sebagian modal kerja variabel lainnya dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek. Kebijaksanaan ini disebut konservatif (hati-hati), karena sumber dana jangka panjang mempunyai jatuh tempo yang lama, sehingga perusahaan memiliki keleluasaan dalam pelunasan kembali artinya perusahaan mempunyai tingkat keamanan atau margin of safety yang besar. Bila digambarkan kebijakan konservatif nampak sebagai berikut.

Gambar 6.2 Kebijakan Konservatif Sumber : Sutrisno, 2005 Dari gambar tersebut bisa dilihat bahwa sebagian modal kerja variabel didanai sumber jangka panjang, risikonya apabila kebutuhan modal kerja variabel kecil akan mengakibatkan adanya dana menganggur. Dana menganggur ini akan ditanamkan ke dalam surat berharga jangka pendek. b. Kebijaksanaan Moderat Pada kebijaksanaan atau strategi pendanaan ini perusahaan membiayai setiap aktiva dengan dana yang jangka waktunya kurang lebih sama dengan jangka waktu perputaran aktiva tersebut. Artinya aktiva yang bersifat permanen yakni aktiva tetap dan modal kerja permanen akan didanai dengan sumber dana jangka panjang, dan aktiva

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 67

yang bersifat variabel atau modal kerja variabel akan didanai dengan sumber dana jangka pendek. Kebijakan ini didasarkan atas prinsip matching principle yang menyatakan bahwa jangka waktu sumber dana sebaiknya disesuaikan dengan lamanya dana tersebut diperlukan. Bila dana yang diperlukan hanya untuk jangka pendek maka sebaiknya didanai dengan sumber dana jangka pendek, demikian pula kalau dana tersebut diperlukan untuk jangka panjang maka sebaiknya didanai dengan sumber dana jangka panjang. Dengan demikian risiko yang dihadapi hanya berupa terjadinya penyimpangan aliran kas yang diharapkan. Oleh karena itu kesulitan yang dihadapi adalah memperkirakan jangka waktu skedul arus kas bersih dan pembayaran hutang, yang slalu terdapat unsur ketidakpastian. Dan pada kebijakan ini akan muncul trade-off antara profitabilitas dan risiko. Semakin besar margin of safety yang ditentukan untuk menutup penyimpangan arus kas bersih semakin aman bagi perusahaan, tetapi harus menyediakan dana yang jangka waktunya melebihi kebutuhan dana yang digunakan, akibatnya akan terjadi dana menggur dan hal ini akan menurunkan profitabilitas. Dengan kata lain bila risiko rendah akan mengakibatkan profitabilitas juga rendah. Bila digambarkan akan nampak seperti berikut.

c. Kebijaksanaan Agresif

Gambar 6.3 Kebijakan Konservatif Sumber : Sutrisno, 2005

Bila pada kebijakan konservatif perusahaan lebih mementingkan faktor keamanan sehingga margin of safety-nya sangat besar, tetapi tentunya akan mengakibatkan tingkat profitabilitas menjadi rendah. Sebaliknya dengan kebijakan agresif, maka sebagian kebutuhan dana

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 68

jangka panjang akan dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek. Pada pendekatan ini perusahaan berani menanggung risiko yang cukup besar, sedangkan trade-off yang diharapkan adalah memperoleh profitabilitas yang lebih besar. Pendekatan ini bila digambarkan seperti di bawah ini.

Gambar 6.4 Kebijakan Konservatif Sumber : Sutrisno, 2005 Untuk aplikasinya akan disajikan ilustrasi ketiga alternatif strategi, dengan contoh sebagai berikut: (Sutrisno, 2005;45) PT. Elang Sakti sedang mempelajari untuk menentukan tingkat aktiva lancar yang optimal untuk tahun depan. Manajemen memperkirakan bahwa penjualan akan meningkat Rp. 200.000.000,karena ditawarkannya produk baru. Perusahaan ingin tetap mempertahankan rasio utangnya 50% dan nilai aktiva tetap saat ini sebesar Rp. 80.000.000,-. Tingkat bunga baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang saat ini 12%. Manajer keuangan PT. Elang Sakti menginginkan untuk menganalisis tiga alternatif kebijakanan yakni: a. Kebijakan penjualan. b. Kebijakan moderat dengan mempertahankan aktiva lancar sebesar 50% dari penjualan. c. Kebijakan agresif dengan tingkat aktiva lancar 40% dari penjualan. Mana kebijakan yang sebaiknya diambil dengan mengukur ukuran return on equity untuk ketiga alternatif tersebut dengan asumsi: EBIT sebesar 10% dari penjualan dan pajak sebesar 25%. konservatif dengan tingkat aktiva lancar 60% dari

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 69

Untuk memilih alternatif mana sebaiknya yang diambil oleh perusahaan, maka kita mencari return on equity untuk masing-masing alternatif.

Aktiva Aktiva Tetap Aktiva Lancar

Konserv atif 80.000.00 0 120.000.0 00 200.000.0 Aktiva 00 100.000.0 00 100.000.0 dari 00 20.000.00 0 12.000.00 0 8.000.000 2.000.000 6.000.000 6,00%

Moderat 80.000.00 0 100.000.0 00 180.000.0 00 90.000.00 0 90.000.00 0 20.000.00 0 10.800.00 0 9.200.000 2.300.000 6.900.000 7,67%

Agresif 80.000.00 0 80.000.00 0 160.000.0 00 80.000.00 0 80.000.00 0 20.000.00 0 9.600.000 10.400.00 0 2.600.000 7.800.000 9,75%

Total Aktiva Hutang/Total (50%) Modal Sendiri EBIT (10%

penjualan) Bunga 12% EBT Pajak 25% EAT Return on Equity

Dari perhitungan tersebut, ternyata kebijakan agresif memberikan return on equity paling besar. Namun demikian jumlah aktiva lancar yang rendah menunjukan bahwa likuiditas perusahaan juga rendah, sehingga akan meningkatkan risiko ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. Kebutuhan modal kerja permanen sebaiknya ditanggung oleh pemilik perusahaan atau para pemegang perusahaan. Semakin besar

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 70

jumlah modal kerja yang dibiayai atau berasal dari investasi pemilik perusahaan, maka credit rating akan semakin baik dan jaminan bagi kreditor jangka pendek semakin besar. Sumber modal kerja bagi suatu perusahaan seperti disebutkan dalam R.D Kennedy and S.Y, Muller (dalam Manullang, 2005), dapat berasal dari : 1. Working capital provided by current operations 2. Profit on the sale of marketable securities 3. Sale of fixed assets, long term investments and other non current assets. 4. Federal income tax refunds and other similar extra ordinary gain items 5. Sales of bonds and capital stock and contributions of funds by owners 6. Bank and other short term loans 7. Trade creditors (accounts, trade acceptances and notes payables).

6.6

RASIO PENGUKUR MODAL KERJA Tujuan dari rasio ini adalah untuk melakukan analisis hubungan

dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan sebagai dasar interpretasi kondisi keuangan dari hasil operasional suatu perusahaan. Beberapa rasio yang sering digunakan : 1. Current Ratio 2. Acid Test Ratio 3. Turnover of Receivables 4. Inventory Turnover 5. Turnover of Net Working Capital Dengan melakukan analisis menggunakan rasio, maka dapat diketahui dan diinterpretasikan posisi keuangan jangka pendek perusahaan serta meneliti efisiensi dan penggunaan modal kerja dalam perusahaan

LATIHAN SOAL MANDIRI (Sutrisno, 2005;57)


1. Tahun depan manajemen yang cukup memperkirakan signifikan, PT. akan Kresna tejadi sedang kenikanpermintaan

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 71

mempelajari untuk menentukantingkat modal kerja yang optimal untuk tahun depan. Manajemen memperkirakan bahwa penjualan akan meningkat sebesar Rp. 250.000.000,Perusahaan dengan ingin adanya tetap peningkatan promosi penjualan.

mempertahankan struktur modalnya sebesar 50% dan nilai aktiva tetap saat ini sebesar Rp. 120.000.000,-. Tingkat bunga hutang jangka pendek dan jangka panjang sebesar 16%. Manajer keuangan PT. Kresna menginginkan untuk menganalisa tiga alternatif kebijakan modal kerja, yakni: a. Kebijakan konservatif dengan tingkat aktiva lancar 60% dari penjualan. b. Kebijakan moderat dengan mempertahankan aktiva lancar 50% dan c. Kebijakan agresif dengan tingkat aktiva lancar hanya 40% dari penjualan. Diminta: a. Tunjukkan return on equity untuk ketiga alternatif kebijaksanaan tersebut, anggaplah bahwa EBIT sebesar 15% dari penjualan dan tarif pajak sebesar 30%, maka kebijaksanaan mana yang paling baik? b. Bagaimana komentar saudara dengan kebijakan tersebut? 2. Perusahaan Baruna mempunyai rencana produksi 2.400 unit barang jadi dalam sebulan. Untuk membuat satu unit barang jadi tersebut dibutuhkan 2 kg bahan baku dengan harga Rp. 1.250,- per kg. bahan baku tersebut rata-rata disimpan di gudang selama 10 hari sebelum masuk proses produksi. Lamanya proses produksi 5 hari. Barang jadi berada digudang sebelum terjual rata-rata 15 hari. Rata-rata piutang tertagih selama 45 hari. Upah langsung per unit barang jadi sebesar Rp. 1.500,-. Biaya tunai lainnya adalah biaya pemasaran tunai sebulan sebesar Rp. 21.000.000,-. Biaya administrasi & umum sebulan Rp. 16.500.000,- dan biaya-biaya lain per bulan rata-rata Rp. 13.500.000,-. Kas minimal ditentukan sebesar Rp. 5.000.000,-. Hitunglah besarnya modal kerja.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 72

BAB VII MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA


Kas adalah suatu bentuk kekayaan perusahaan yang paling likuid. Menurut Indriyo (1995:61), kas adalah sebagai nilai uang kontan yang ada dalam perusahaan beserta pos-pos lain yang ada dalam jangka waktu dekat dapat diuangkan sebagai alat pembayaran kebutuhan financial, yang mempunyai sifat paling tinggi tingkat likuiditasnya. Menurut Manullang (2005:24), dalam neraca perusahaan biasanya kas dicatat dalam 2 (dua) kategori ;

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 73

1. Cash, yang termasuk dalam kategori ini adalah uang tunai dan valuta asing yang disimpan dalam kas register, petty cash dan bank. Uang ini dapat segera digunakan untuk membayar kewajiban-kewajiban yang ada. 2. Marketable Securities, Jika perusahaan mempunyai kasi yang berlebihan maka dapat diinvestasikan ke dalam investasi jangka pendek. Manajer keuangan akan membeli surat surat berharga yang beresiko rendah dengan likuiditas tinggi yang dapat diuangkan dengan cepat bila ada keperluan mendadak. 7.1 JENIS-JENIS ALIRAN KAS Ditinjau dari segi perputarannya menurut Dermawan Sjahrial (2007;125), pola kas meliputi : 1. Aliran kas masuk, terbagi atas: a. bersifat kontinyu, misalnya hasil penjualan produk tunai dan penerimaan piutang b. bersifat tidak kontinyu (intermittent) , misalnya penyertaan pemilik perusahaan, penjualan saham, penerimaan kredit bank, penjualan aktiva tetap yang tidak terpakai. 2. Aliran kas keluar, terbagi atas: a. bersifat kontinyu, misalnya pembelian bahan baku/mentah, pembayaran upah langsung, pembayaran gaji, biaya operasional : biaya administrasi & umum, pembayaran utang dagang b. bersifat tidak kontinyu (intermittent) , misalnya pembayaran bunga, pembayaran deviden, pembayaran pajak penghasilan, pembayaran angsuran utang bank, pembelian aktiva tetap. Ditinjau dari segi aliran menurut Dermawan Sjahrial (2007;127), meliputi : 1. Aliran Operasi, aliran kas yang berhubungan dengan perputaran produksi dan penjualan 2. Aliran Investasi, aliran kas yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan aktiva tetap serta investasi dan divestasi pada bisnis lainnya 3. Aliran Pembiayaan, aliran kas yang berhubungan dnegan sumber pembiayaan/pinjaman jangka pendek dan panjang serta

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 74

penerbitan/penjualan saham (ekuitas) dan pembelian kembali serta pembayaran deviden tunai. 7.2 MOTIF MEMILIKI KAS Sebagaimana diungkapkan oleh teori ekonomi dari John Maynard Keynes yang dikutip dari buku Sutrisno (2001;74) dengan teori Liquidity preference-nya,masyarakat cenderung untuk menguasai uang berbentuk tunai dengan tiga motif di belakang pemikirannya, yaitu: 1. Motif Transaksi (Transaction Motive), Berarti seseorang atau perusahaan memegang uang tunai untuk keperluan realisasi dari berbagai transaksi bisnisnya, baik transaksi yang rutin (reguler) maupun yang tidak rutin. Seperti pembayaran upah, pembayaran hutang, pembelian bahan dan pembayaran-pembayaran tunai lainnya baik yang dibayar dengan uang tunai maupun dengan cek. 2. Motif Spekulasi (Speculation Motive) Berarti seseorang atau perusahaan memegang uang tunai yang dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya kebutuhan-kebutuhan yang bersifat mendadak. Pada perusahaan motif berjaga-jaga ini bisa dilihat dari saldo kas minimum yang ditetapkan. Besarnya saldo kas minimum yang ditentukan sebagai indikator penyimpangan aliran kas yang dianggarkan. Penerimaan dan pengeluaran di perusahaan biasanya diprediksikan melalui anggaran kas atau budget cash. Apabila antara penerimaan dan pengeluaran bisa diprediksi dengan tepat, maka kebutuhan kas yang bersifat mendadak bisa ditentukan sekecil mungkin berarti saldo kas minimum kecil, tetapi bila prediksi penerimaan dan pengeluaran kas tidak bisa diprediksi dengan akurat, maka membutuhkan saldo kas minimum yang besar karena kemungkinan kebutuhan kas mendadak sangat besar. 3. Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive) Adalah memotivasi seseorang atau perusahaan memegang uang dalam bentuk tunai karena adanya keinginan memperoleh keuntungan yang besar dari suatu kesempatan investasi, biasanya investasi yang bersifat liquid. Misalnya pada saat kondisi ekonomi yang kurang baik di mana harga surat berharga seperti saham mengalami penurunan yang

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 75

drastis, maka perusahaan bisa menggunakan uangnya untuk membeli sekuritas tersebut harganya juga akan ikut naik. Terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah kas, yakni : 1. Tersedianya kredit jangka pendek dari bank 2. Tingkat suku bunga pasar 3. Variasi dan fluktuasi aliran kas 4. Compensating Balance, yakni saldo minimum yang ditentukan oleh bank. 5. Persediaan besi kas. 7.2.1 ANGGARAN KAS (CASH BUDGET) Semua ramalan yang dibuat perusahaan baik ramalan penjualan, ramalan biaya, ramalan kebutuhan aktiva tetap, ramalan persediaan, ramalan penagihan piutang, pembayaran pajak, pembayaran gaji dan upah, pembayaran bunga, pembayaran dividen, pembayaran sewa, pembayaran bahan baku dan lain sebagainya diikhtisarkan dalam bentuk anggaran kas (cash budget) yang merupakan proyeksi arus kas masuk dan keluar untuk periode tertentu. Jika perusahaan terdiri dari beberapa divisi, anggaran kas yang dibuat setiap divisi harus dikonsolidasikan dalam satu anggaran kas perusahaan yang menyeluruh. 7.2.2 BENTUK ANGGARAN KAS 1. Bagian 1 Kas Penerimaan (Cash Inflow), terdiri dari: Penjualan Tunai Penjualan Kredit Bulan penerimaaan uang tidak sama dengan saat penjualan Budget Pengumpulan Piutang. 2. Bagian 2 Kas Pengeluaran (Cash Outflow), terdiri dari: Pembelian tunai atau pembelian kredit bahan baku/bahan mentah. Pembayaran upah langsung. Pembayaran gaji dan biaya administrasi & umum.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 76

Biaya perjalanan. Pembayaran asuransi, pajak. Pembayaran Utang pokok dan bunga simpanan. Pembayaran dividen. Menunjukkan besarnya aliran kas neto ( net cashflow) dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi defisit.

3. Bagian 3 Sumber Pembiayaan (Financing), terdiri dari:

7.2.3 KEGUNAAN BUDGET KAS (Dermawan, 2007;127) 1. Dapat digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan dana karena defisit dan surplus 2. Dapat dipergunakan untuk mencapai target dan mengukur keberhasilan 3. Dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan. 7.3 MANAJEMEN KAS YANG EFISIEN

Saldo kas dan saldo pengaman kas seperti yang dikutip dari Dermawan (2007;132) dipengaruhi oleh : produksi perusahaan teknik penjualan prosedur penagihan piutang pembayaran utang

Pengelolaannya akan terlihat dengan menggunakan analisa : 1. Siklus Operasi (Operation Cycle), yakni waktu yang diperlukan mulai dari adanya pengeluaran untuk membeli bahan baku dan membayar tenaga kerja untuk keperluan proses produksi sampai diperolehnya uang kas yang didapat dari penjualan produk akhir. Operation Cycle (OC) = Average Age Inventory (AAI) + Average Collection Period (ACP) Contoh :

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 77

Sebuah perusahaan akan menjual semua produknya secara kredit, dimana pelanggan yang tertarik diharuskan membayar dalam jangka waktu 60 hari dari waktu penjualan. Perusahaan menghitung rata-rata waktu yang diperlukan yaitu 85 hari untuk memproduksi sampai saat menjual barang jadi dan rata-rata periode penagihan piutang yaitu 70 hari. Siklus operasi = 85 hari + 70 hari = 155 hari 2. Cash Convertion Cycle (CCC), yakni sejumlah waktu dimana uang kas perusahaan terikat antara pembayaran untuk input produksi dan penerimaan atas pembayaran dari penjualan barang jadi; dikalkulasikan sebagai jumlah hari dalam siklus operasi perusahaan dikurangi rata-rata periode pembayaran utang dagang. Cash Convertion Cycle (CCC) = Operation Cycle OC Average Payment Period (APP) Cash Convertion Cycle (CCC) = AAI + ACP APP Contoh Syarat kredit untuk sebuah perusahaan jika ingin membeli bahan baku adalah membayar dalam jangka waktu 340 hari sejak pembelian dilakukan dan tenaga kerja dibayar setiap 15 hari. Perusahaan menghitung rata-rata tertimbang periode pembayaran utang dagang untuk bahan baku dan tenaga kerja adalah 30 hari CCC = 155 hari 35 hari = 120 hari
Siklus Operasi (SO) 155hari =85 +70

Pembelian Bahan Baku Secara Kredit

Penjualan BarangJadi Secara Kredit

Penagihan Piutang Dagang

Rata-rata Umur Persediaan 85 hari 0 Rata-rata Periode Pembayaran 35 hari 35 85

Rata-rata Periode Tagih 70 hari 155

Pembayaran Utang Dagang Siklus Konversi Kas 120hari =155 - 35 Kas Keluar Waktu (hari) Kas Masuk

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 78

Gambar 7.1 Siklus Operasi dan Siklus Konversi Kas

7.4

SURAT-SURAT BERHARGA Surat-surat berharga seperti dikutip dari Dermawan (2007;141)

dalam arti sempit seperti saham adalah instrument pasar modal jangka pendek menghasilkan keuntungan (return) yang dengan mudah ditukar kedalam bentuk uang tunai/kas. Surat berharga dalam arti luas dapat berupa surat pengakuan utang, wesel/promes, saham, obligasi sekuritas kredit atau turunan (derivatif) dari surat berharga atau kepentingan lain atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar dan pasar modal. Motif memiliki surat berharga adalah : a. Sebagai pengganti kas, pada umumnya untuk mengganti jumlah minimum kasi yang harus ada (safety cash) misalnya deposito b. Sebagai investasi sementara, seperti pada perusahaan yang beroperasi musiman atau mempunyai rencana modernisasi. 7.5 KARAKTERISTIK SURAT BERHARGA Dalam memilih surat berharga seperti yang dikutip dari Dermawan (2007;141) perlu diperhatikan beberapa hal: a. Surat berharganya haruslah yang dengan segera dapat dijual (marketability) dan dapat dilihat dari: luasnya suatu pasar yaitu jumlah pembeli dari surat berharga tersebut, kedalaman pasar yaitu kemampuan pasar untuk bisa membeli atau menjual surat berharga dalam jumlah besar. b. Jaminan utama bahwa surat berharga hendaknya dapat dijual minimum sama atau kurang sedikit dari nilai pada saat membeli surat berharga tersebut. Surat berharga yang dapat menjadi kas tanpa penurunan nilai pokoknya merupakan sarana investasi jangka pendek yang baik. 7.6 MODEL-MODEL KONVERSI KAS

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 79

Manajer Keuangan menghadapi tanggung jawab yang penting untuk menentukan jumlah optimal surat berharga yang diubah ke dalam bentuk kas jika diperlukan tambahan kas dan sebaliknya untuk menentukan jumlah optimal dari kas yang diubah menjadi surat berharga jika terjadi surplus kas. Perusahaan mengelola persediaan kas dengan menghitung dua macam biaya : a. Biaya konversi dari surat berharga menjadi kas dan sebaliknya (convertion cost) b. Biaya memegang kas dibanding memegang surat berharga (opportunity cost) 1. MODEL BAUMOL, model ini menentukan konversi kas yang

merupakan suatu model sederhana untuk menetapkan biaya saldo kas transaksi kas yang efisien dengan menentukan kuantitas konversi kas yang optimal. Asumsi model ini adalah permintaan akan kas dapat diprediksi dengan pasti sehingga dapat menentukan Conversion Quantity (ECQ).
ECQ = 2 x Coversion Costx Permintaan Uang Kas Opportunit yCost

Economic

Total Biaya = (biaya per konversi x jumlah konversi) + (biaya kesempatan x rata2 saldo kas) Tujuan Model Baumol adalah menghitung ECQ dari kas untuk meminimumkan total biaya. Contoh PT PP mengantisipasi pembayarn untuk tahun yang akan datang sebesar Rp.95.000.000. Perusahaan menentukan bahwa biaya untuk mengkonversi surat berharga menjadi kas dan sebaliknya sebesar Rp.21.000. Saat ini investasi pada portofolio surat berharga menghasilkan 14% setahun. ECQ =
2 xRp 21000 xRp95000000 = Rp.5.338.539 0.14

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 80

Nilai sebesar Rp.5.338.539 diterima setiap pengisian kas. Selama setahun ada 18 konversi (Rp.95.000.000 : Rp.5.338.539). Rata-rata saldo kas adalah sebesar Rp.2.669.270 (Rp.5.338.539 : 2). Total biaya untuk mengelola kas sebesar : (Rp.21.000 x 18) + (0.14 x Rp.2.669.270) = Rp.751.698
S aldo Kas (Rp) E C Q

E C Q/ 2

Rata -rata Saldo Kas

0 WAKTU

Gambar 7.2 Model Baumol Sumber : Weston 2006

2. MODEL MILLER-ORR, model ini memberikan efisiensi biaya saldo kas dengan menentukan batas atas (nilai maksimum) dan titik balik (return point) yang merupakan target titik saldo kas. Saldo kas diperbolehkan berfluktuasi antara batas atas dan bawah, dimana mengasumsikan menjadi saldo nol. Nilai yang dipilih perusahaan untuk titik balik tergantung pada : a. Biaya konversi b. Biaya kesempatan dana harian c. Varians dari aliran kas bersih harian Varians diperkirakan dengan menggunakan aliran kas bersih hasrian (aliran kas masuk dikurangi dengan aliran kas keluar per hari).
TitikBalik = 3xBiaya Konversi x Varians Harian dari Aliran Kas Bersih 4 xBiaya Kesempatan Harian

Contoh Perusahaan ABC mengeluarkan biaya sebesar Rp.25.000 untuk mengkonversi surat berharga menjadi kas dan sebaliknya. Portofolio surat berharga menghasilkan 14% per tahun. Varians aliran kas bersih per hari diperkiraan sebesar Rp.5.500.000

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 81

Titik Balik =

3 x 25000 xRp5.500.000 = Rp.16.056.540 4 x0.0004

Batas atas adalah 3x titik balik = 3 x Rp.16.056.540 = Rp. 48.169.622 Saldo kas perusahaan akan bervariasi antara Rp. 48.169.622. Jika batas atas dicapai, maka Rp.32.113.082 (Rp. 48.169.622 - Rp.16.056.540) dikonversi dari kas ke surat berharga. Jika saldo kas = 0 batas bawah, maka Rp.16.056.540 akan dikonversi dari surat berharga ke kas (Rp. 16.056.540 (Rp. 16.056.540-0))
Saldo Kas (Rp)

Batas Atas (Upper Limit)

Kas ditransfer ke Surat Berharga

Titik Pengembalian (Return Point)

Surat Berharga ditransfer ke Kas

Gambar 7.2 Model Miller-Orr

SOAL LATIHAN MANDIRI HITUNGAN KASUS Disadur dari Dermawan (2007;146) dengan beberapa penyesuaian. SOAL 1 PT. BANA yang telah beroperasi sejak tahun 2004 memiliki rencana penjualan dan biaya pada tahun 2008 sbb : 1. Rencana Penjualan Januari Februari Maret Rp. 9.000.000 Rp. 9.600.000 Rp. 11.100.000 Kuartal 2 Kuartal 3 Kuartal 4 Rp.13.800.000 Rp.16.000.000 Rp.19.200.000

Penjualan bulanan : a. Penjualan bulanan berdasarkan transaksi awal bulan b. Penjualan tunai 50% dengan discount 5%

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 82

c. Penjualan kredit dengan syarat 5/20 net 30 d. 50% dari penjualan kredit menggunakan hak discount e. Penjualan kredit yang tidak menggunakan hak discount tersebut 80% diterima pada bulan yang sama, sedangkan 20% lagi diterima pada bulan atau kuartal berikutnya. Penjualan Kuartalan a. Penjualan tunai 50% dengan discount 5% b. Penjualan kredit dengan syarat 5/20 net 30 c. 80% dari penjualan kredit menggunakan hak diskon dan 20% diterima pada kuartal berikutnya 2. Rencana pengeluaran biaya a. Gaji pegawai Januari Februari Maret b. Bahan baku Januari Februari Maret Rp. 1.950.000 Rp. 2.250.000 Rp. 2.900.000 Rp.8.100.000 Kuartal 4 Rp.6.500.000 c. Hutang pajak tahun lalu akan dibayar pada kuartal IV Rp.1.000.000 d. Pembelian alat-alat kantor direncanakan pada bulan Februari Rp.1.500.000 3. Saldo kas pada 31 Desember 2007 sebesar Rp.550.000 dan perusahaan menetapkan bahwa saldo kas minimal sebesar Rp.350.000 Hitunglah : 1. Rencana pengumpulan piutamg tahun 2005 2. Anggaran kas dengan ketentuan : a. Pisahkan antara transaksi usaha dengan financial b. Jika defisit akan ditutup dengan pinjaman dari bank dengan bunga 5% per bulan c. Jika surplus diusahakan untuk mengangsur pinjaman Kuartal 2 Rp.6.000.000 3 Kuartal Rp. 750.000 Rp. 1.100.000 Rp. 1.650.000 Kuartal 2 Kuartal 3 Kuartal 4 Rp.3.600.000 Rp.3.600.000 Rp.3.600.000

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 83

SOAL 2 Pabrik Particle Board PT PP mempunyai perputaran persediaan barang 6 kali setahun dan mempunyai rata-rata waktu penagihan 45 hari dan ratarata pembayaran utang dagangnya 30 hari. Investasi tahunan dalam siklus operasi perusahaan sebesar Rp.120.000.000.000. Diasumsikan 1 tahun = 360 hari a. Hitunglah siklus konversi kas perusahaan, pengeluaran kas harian dan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendukung siklus konversi kas b. Hitunglah siklus konversi kas perusahaan dan dana yang dibutuhkan jika ada ada perubahan sbb : i. Rata-rata umur persediaan diperpendek 5 hari ii. Penagihan piutang dipercepat rata-rata 10 hari iii. Memperlambat periode pembayaran selama 10 hari c. Jika perusahaan membayar dana pinjaman 13% per tahun, berapa besar dana yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan laba sebagai akibat adanya perubahan seperti pada poin b? d. Jika biaya tahunan untuk mencapai laba dari poin c sebesar Rp.1.200.000.000 tindakan apa yang dapat saudara rekomendasikan kepada perusahaan?

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 84

BAB VIII MANAJEMEN PIUTANG


8.1 PENGERTIAN PIUTANG Piutang timbul akibat perusahaan menjual barangnya secara kredit. Jumlah piutang ditentukan oleh faktor (1) jumlah penjualan kredit, (2) rata-rata waktu penagihan yang sangat bergantung pada kondisi perekonomian dan (3) kebijaksanaan kredit. Kebijaksanaan kredit menyangkut standar kredit, persyaratan kredit dan kebijaksanaan

penagihan. Standar kredit menyangkut resiko maksimum yang dapat ditolerir, persyaratan kredit menyangkut tentang lamanya kredit diizinkan dan persentase pemberian potongan pada pembayaran yang cepat. 8.2 EVALUASI KREDIT DAN PEMBERIAN ANGKA Kredit yang diberikan akan memunculkan piutang dagang, dan piutang dagang ini tidak ada jaminan undang-undangnya, sehingga apabila terjadi piutang tidak terbayar (macet) maka sulit di selesaikan di pengadilan. Risiko yang selalu dihadapi oleh perusahaan yang menjual produknya secara kredit adalah tidak terbayarnya piutang tersebut. Oleh karena itu untuk mengantisipasi sedini mungkin terjadinya risiko kredit tersebut, maka sebelum memberikan kredit perlu diadakan evaluasi terhadap calon-calon pelanggan. Pertimbangan yang lazim digunakan untuk mengevaluasi calon pelanggan sering disebut dengan prinsip 5

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 85

(lima) C atau the five Cs principles. Prinsip tersebut menurut Sutrisno (2005;62) adalah : 1. Character Data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat pribadi, kebiasaan, cara hidup, keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya. Character ini untuk mengetahui apakah nantinya calon nasabah ini secara jujur berusaha untuk memenuhi kewajibannya, dengan kata lain inimerupakan willingness to pay. 2. Capacity Kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya yang dapat dilihat dari pendidikannya, pengalaman mengelola usaha ( business record), sejarah perusahaan yang pernah dikelola (pernah mengalami masa sulit apa tidak, bagaimana mengatasi kesulitan). Capacity ini merupakan ukuran dari ability to pay atau kemampuan dalam membayar. 3. Capital Kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. Hal ini bisa dilihat dari neraca, laporan rugi-laba,struktur permodalan, ratio-ratio keuntungan yang bisa diperoleh seperti return on equity, return on investment. Dari kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon pelanggan diberi kredit, dan berapa besar plafon kredit yang layak diberikan. 4. benar-benar tidak Collateral Jaminan yang mungkin bisa disita apabila ternyata calon pelanggan bisa memenuhi artinya kewajibannya. bilamana Collateral ada ini diperhitungkan paling akhir, masih suatu

kesangsian dalam pertimbangan-pertimbangan yang lain, maka bisa menilai harta yang mungkin bisa dijadikan jaminan. 5. Conditions Kredit yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan aspek usaha calon nasabah. Ada suatu usaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlu mengkaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon pelanggan. 8.3 PEMBERIAN ANGKA KREDIT

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 86

Pemberian

angka

kredit

menurut

Dermawan

(2007;169)

merupakan proses perhitungan suatu peringkat angka untuk seorang pelanggan yang didasarkan pada informasi yang dikumpulkan, kredit yang kemudian diberikan atau ditolak berdasarkan pada hasil angka kredit tersebut. Angka kredit merupakan prosedur yang dihasilkan dalam bentuk angka untuk mengukur keseluruhan kemampuan peminjam dalam membayar kredit, yaitu dengan pembobotan rata-rata data keuangan dan karakteristik kredit. Angka kredit biasa digunakan oleh perusahaan yang memiliki operasi kredit yang besar.

Contoh : PT ABC menggunakan metode angka kredit untuk membuat suatu keputusan pemberian kredit bagi konsumennya. Setiap pemohon kredit harus mengisi daftar isian dan mengajukan permohonan kredit ke perusahaan. Permohonan diperiksa dan dinilai oleh analis kredit perusahaan dan kemudian informasi yang relevan diinput ke computer. Proses lainnya, meliputi pembuatan keputusan kredit yang menghasilkan surat penerimaan atau penolakan permohonan dan pengiriman kredit secara otomatis. PERHITUNGAN ANGKA KREDIT
Bobot Karakteristik Keuangan dan Kredit Angka ( 0 s.d 100) 80 100 70 80 80 90 yang Ditentuka n 0.15 0.15 0.25 0.25 0.10 0.10 1 Bobot Angka 12.00 15.00 17.50 20.00 8.00 9.00 81.50

Referensi Kredit Kepemilikan Rumah Tingkat Pendapatan Riwayat Pembayaran Lamanya tinggal di Alamat Terakhir Lamanya di Pekerjaan Terakhir Total Angka Kredit

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 87

STANDAR ANGKA KREDIT Angka Kredit


>75 65 75 <65 Dapat diberikan kredit Dapat diberikan kredit tetapi terbatas. Jika pelaksanaanya baik setelah satu tahun dapat diberikan kredit sesuai standar kredit Ditolak Bila standar kredit perusahaan 75, maka debitur tersebut bisa mendapat kredit

Tindakan

Terdapat pelanggan

persyaratan yang

minimum

untuk

memberikan Kredit.

kredit Untuk

kepada dapat

diistilahkan

dengan

Standar

mendapatkan gambaran bagaimana pengambilan keputusan atas standar kredit tersebut, terdapat variable utama yang akan dipertimbangkan, yakni : 1. Volume penjualan (unit) atau hasil penjualan (Rupiah) 2. Investasi pada piutang 3. Biaya piutang ragu-ragu Persyaratan kredit mencantumkan jangka waktu kredit dan jumlah potongan bila dibayar lebih awal. Misalnya kepada pelanggan diberikan persyaratan 2/10 net 30 artinya akan diberikan potongan 2% apabila pelanggan dapat melunasi dalam waktu 10 hari, dan bila tidak memanfaatkan potongan tersebut seluruh tagihan harus dilunasi dalam waktu 30 hari. Jika dalam persyaratan hanya menyebutkan net 60 berarti tidak ada potongan dan piutang harus dibayar dalam waktu 60 hari. Piutang yang diberikan kepada para pelanggan tentunya harus bisa mendatangkan manfaat bagi perusahaan. Untuk itu perlu diketahui efisiensi piutang tersebut. Untuk mengukur tingkat efisiensi piutang bisa digunakan dua ukuran yakni tingkat perputaran piutang atau rata-rata terkumpulnya piutang. Semakin tinggi tingkat perputaran piutang semakin efisien piutang tersebut atau semakin cepat piutang dibayar semakin efisien.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 88

Perputaran piutang Piutang sebagai salah satu elemen modal kerja selalu dalam keadaan berputar. Tingkat perputaran piutang tergantung dari syarat pembayaran yang diberikan oleh perusahaan. Makin lama syarat pembayaran semakin lama dana terikat dalam piutang, yang berarti semakin rendah tingkat perputaran piutang. Tingkat perputaran piutang atau receivable turnover dapat diketahui dengan cara membagi penjualan kredit dengan jumlah rata-rata piutang.
Re ceivable Turnover = Penjualan Kredit Rata rata Piu tan g

Sedangkan

periode

terikatnya

dana

dalam

piutang

atau

periode

pengumpulan piutang (Average Collection Period) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Average Coll Period = 360 Re ceivable Turnover

Piutang bagaimanapun merupakan aktiva lancar yang kurang liquid, karena tidak bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu. Perusahaan pada dasarnya lebih menginginkan aliran uang tunai ( cashflow) daripada jumlah piutang yang besar, karena kas bisa segera dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Dalam penjualan kredit, saat penjualan barang tidak bersamaan waktunya dengan penerimaan kas. Oleh karena itu atas penjualan kredit tersebut perlu dibuat perencanaan kapan piutang tersebut bisa diterima kas. Kegiatan perencanaan penerimaan piutang menjadi uang tunai tersebut disebut anggaran pengumpulan piutang (receivable collection budget). Budget pengumpulan piutang dapat disusun berdasarkan anggaran penjualan kredit dengan memperhatikan kebiasaan pembayaran pelanggan dalam melunasi piutang. 8.4 PERUBAHAN PERSYARATAN KREDIT Persyaratan kredit seperti yang dikutip dari Dermawan (2007;179) adalah syarat pembayaran yang dibutuhkan para pelanggan. Misalnya, syarat kredit dinyatakan seperti 2/10 n/30 artinya pembeli menerima

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 89

potongan tunai seperti 2% bila pembayaran dilakukan dalam masa periode diskon / potongan tunai 10 hari, tetapi jika pelanggan tidak mengambil potongan tunai maka keseluruhan pembayaran harus dilakukan dalam periode kredit 30 hari setelah awal periode kredit. Persyaratan kredit terdiri dari 3 hal yaitu: 1. Potongan tunai, jika ada, misalnya 2%. 2. Periode potongan tunai, misalnya 10 hari. 3. Periode kredit, misalnya 30 hari. 8.5 POTONGAN TUNAI DAN PERIODE POTONGAN TUNAI Jika suatu perusahaan bermaksud memberikan potongan tunai, maka: Volume penjualan akan meningkat dan pengaruhnya terhadap laba positif. Investasi dalam piutang dagang yang disebabkan oleh pelanggan non potongan tunai membayar lebih cepat akan menurun, tetapi pengaruhnya terhadap laba positif. Investasi pada piutang dagang untuk pelanggan baru meningkat, tetapi pengaruhnya terhadap laba negatif. Biaya piutang ragu-ragu akan menurun, tetapi pengaruhnya terhadap laba positif. Laba per unit menurun, sehingga pengaruh secara keseluruhan terhadap laba perusahaan negatif. 8.5.2 PERIODE POTONGAN TUNAI Pengaruh perubahan periode potongan tunai dari 2/10 n/30 menjadi 2/20 n/30 sangat tergantung dari kondisi yang dihadapi perusahaan. Misalnya, jika periode potongan tunai diperpanjang dari 2/10 menjadi 2/20, maka: Volume penjualan akan meningkat dan pengaruhnya terhadap laba positif. Investasi dalam piutang dagang yang disebabkan oleh pelanggan non potongan tunai membayar lebih cepat akan menurun, tetapi pengaruhnya terhadap laba positif.

8.5.1 POTONGAN TUNAI

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 90

Investasi pada piutang dagang untuk pelanggan baru meningkat, tetapi pengaruhnya terhadap laba negatif. Biaya piutang ragu-ragu akan menurun, tetapi pengaruhnya terhadap laba positif. Laba per unit menurun, sehingga pengaruh secara keseluruhan terhadap laba perusahaan negatif. Jika perusahaan memperpendek periode potongan tunai maka

dampaknya mungkin berlawanan dengan yang dijelaskan.

SOAL LATIHAN MANDIRI diambil dari Dermawan (2007) dan Sutrisno (2005) HITUNGAN KASUS 1. Manakah persyaratan kredit di bawah ini yang menghasilkan biaya paling tinggi apabila potongan tunai tidak dimanfaatkan? a. 4/10 n/45 b. 2/10 n/30 c. 3/15 n/40 d. 5/30 n/60

2. PT X merencanakan membuat anggaran pengumpulan piutang untuk 6 bulan pertama tahun 2008. Anggaran penjualan kredit selama 6 bulan pertama tahun 2008 adalah sebagai berikut : Januari Februari Maret Syarat penjualan Rp. 115.000.000 Rp. 122.000.000 Rp. 125.000.000 pembayaran 7/10-n/60. April Rp. 132.000.000 Mei Juni Rp. 110.000.000 Rp. 143.000.000 dianggap awal bulan,

Penjualan

bulan November dan Desember 2007 masing-masing

sebesar Rp. 95.000.000 dan Rp. 100.000.000. Menurut pengalaman, pembayaran piutang adalah sebagai berikut : a. b. c. d. 35% dibayar dengan memanfaatkan masa diskon 15% dibayar pada bulan penjualan tanpa memanfaatkan masa 45% dibayar satu bulan setelah penjualan 5% dibayar dua bulan setelah penjualan

diskon

Buatlah anggaran pengumpulan piutang!!

BAB IX
Rangkuman Manajemen Keuangan 1 Page 91

MANAJEMEN PERSEDIAAN
9.1 PENGERTIAN MANAJEMEN PERSEDIAAN Terdapat tiga jenis persediaan menurut Dermawan (2007;190), yaitu (1) persediaan bahan baku, (2) persediaan barang dalam proses dan (3) persediaan barang jadi. Penyebab timbulnya persediaan tersebut karena tidak sinkronnya permintaan dengan penyediaan dan waktu yang digunakan untuk memproses bahan baku. Terdapat empat faktor yang dijadikan sebagai fungsi perlunya persediaan, yaitu waktu, ketidakpastian waktu yang akan datang, ketidakpastian penggunaan dalam pabrik dan faktor ekonomis. Masalah penentuan besarnya investasi atau alokasi modal dalam persediaan merupakan masalah yang penting bagi perusahaan, karena mempunyai efek langsung terhadap keuntungan perusahaan. Bila investasi dalam persediaan lebih besar dari kebutuhannya menurut Dermawan (2007;189), maka : Akan memperbesar beban bunga, terutama sumber modal kerja yang berasal dari pinjaman Akan memperbesar biaya penyimpanan dan pemeliharaan Akan memperbesar kerugian karena kerusakan persediaan Turunnya kualitas persediaan Persediaan dapat mengalami keusangan, ketinggalan mode Sebaliknya investasi yang terlalu kecil akan mengakibatkan

kekurangan bahan baku sehingga kapasitas produksi tidak penuh yang pada akhirnya akan mengakibatkan biaya produksi menjadi tinggi. Pengertian persediaan mencakup pengertian yang sangat luas karena sangat tergantung kepada sifat, jenis dan bidang usaha perusahaan. Persediaan bagi perusahaan yang satu mungkin bukan merupakan persediaan bagi perusahaan yang lain. Pada perusahaan dagang, sesuai dengan kegiatannya dimana perusahaan ini melakukan kegiatan membeli barang untuk dijual lagi, maka persediaan utama yang dimiliki berupa persediaan barang dagangan, dan persediaan bahan

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 92

penolong

serta

persediaan

perlengkapan dalam

kantor. bentuk

Perusahaan persediaan

jasa

mempunyai

persediaan

biasanya

bahan

pembantu atau persediaan yang habis pakai, termasuk di didalamnya persediaan kertas, karbon, stempel, tinta, materai dan persediaan lainnya yang berhubungan dengan jasanya. Sedangkan untuk untuk perusahaan manufaktur mempunyai beberapa macam persediaan utama sebagai berikut: a. Persediaan bahan baku (raw material inventory) b. Persediaan bahan setengah jadi (work in process inventory) c. Persediaan barang jadi (finished goods inventory) Bab ini akan menggunakan perusahaan manufaktur sebagai contoh, dimana pada umumnya memiliki 3 (tiga) jenis persediaan, yakni : 1. Persediaan bahan baku / bahan pembantu 2. Persediaan barang dalam proses 3. Persediaan barang jadi. 9.2 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEDIAAN

BAHAN BAKU Dalam bukunya, Dermawan (2007;193) menjelaskan faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku adalah: 1. Volume yang dibutuhkan untuk melindungi jalannya perusahaan terhadap gangguan kehabisan persediaan mengakibatkan produksi terganggu 2. Volume produksi yang direncanakan sangat tergantung pada volume penjualan yang direncanakan 3. Besarnya pembelian bahan baku setiap kali pembelian untuk mendapatkan biaya pembelian yang minimal 4. Estimasi fluktuasi bahan baku di masa yang akan datang 5. Peraturan Pemerintah yang menyangkut persediaan material / bahan baku 6. Harga pembelian bahan baku 7. Biaya penyimpanan dan resiko penyimpanan di gudang 8. Tingkat kecepatan bahan baku menjadi rusak atau turun kualitasnya.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 93

9.3

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESAR KECILNYA Menurut Dermawan (2007;194) faktor yang mempengaruhi besar

SAFETY STOCK kecilnya safety stock adalah: 1. Resiko kehabisan persediaan, besar kecilnya dipengaruhi oleh : a. Kebiasaan para supplier menyerahkan barangnya apakah tepat waktu atau terlambat b. Besar kecilnya jumlah bahan baku yang dibeli setiap saat c. Dapat diduga atau tidaknya dengan tepat kebutuhan bahan baku untuk produksi 2. Hubungan antara biaya penyimpanan di gudang di satu pihak dengan biaya-biaya ekstra yang harus dikeluarkan sebagai akibat dari kehabisan persediaan di lain pihak. 9.4 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESAR KECILNYA PERSEDIAAN MINIMAL BARANG JADI Menurut Dermawan (2007;194) faktor yang mempengaruhi besar kecilnya persediaan minimal barang jadi adalah: 1. Sifat penyesuaian jadwal produksi dengan pesanan tambahan (ekstra) 2. Sifat persaingan industri 3. Hubungan antara biaya penyimpanan di gudang ( carrying cost) dengan biaya kehabisan persediaan (stockout cost) 9.5 BIAYA PERSEDIAAN Tujuan manajemen persediaan adalah untuk menyediakan jumlah bahan baku yang tepat, lead time yang tepat dan biaya minimum. Biaya persediaan didasarkan pada parameter ekonomis yang relevan dengan jenis biaya sbb : 1. Biaya pembelian (purchase cost) adalah harga per unit apabila item dibeli dari pihak luar atau biaya produksi per unit apabila diproduksi dalam perusahaan. 2. Biaya pemesanan (order cost/set-up cost/procurement cost) adalah apabila biaya yang berasal dari pembelian pesanan atau biaya persiapan apabila item diproduksi dalam pabrik. Sebagai contoh : biaya

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 94

pengiriman pesanan, biaya penerimaan (pembogkaran dan pemasukan ke gudang, pemeriksaan), pemrosesan pembayaran. 3. Biaya penyimpanan (carrying cost / holding cost/storage cost) adalah biaya yang dikeluarkan atas investasi dalam persediaan, biaya pemeliharaan persediaan dan biaya investasi sarana fisik untuk menyimpan persediaan. 4. Biaya kekurangan persediaan (stockout cost) adalah konsekuensi ekonomis apabila terjadi kekurangan dari luar perusahaan maupun dari dalam perusahaan. Sebagai contoh : biaya penggunaan/sewa ruangan gudang, pajak daripada stock yang ada dalam gudang, biaya asuransi. 9.6 TEKNIK-TEKNIK MANAJEMEN PERSEDIAAN Menurut Dermawan (2007;196) teknik manajemen persediaan ada 3 (tiga) teknik yang digunakan, yaitu: 1. Pendekatan ABC, merupakan pendekatan yang sederhana untuk manajemen persediaan dengan dasar pemikiran adalah membagi persediaan dalam 3 (tiga) kelompok. Pemikiran utamanya adalah bahwa suatu bagian kuantitas yang kecil dari persediaan mewakili suatu porsi yang dari nilai persediaan. Sebagai contoh, situasi ini selalu ada untuk suatu pabrik/manufaktur yang menggunakan bahan baku yang bernilai tinggi, komponen-komponen teknologi tinggi dan bahan baku yang bernilai rendah dalam memproduksi produknya.
Perc enta g e of Inventory Va lue 8 0 6 0 4 0 2 0 0 2 0 4 0 6 0 8 0 1 0 0 Perc enta g e of Inventory Item s 4 0 % 5 0 % 1 0 % 5 7 % 2 7 % 1 6 %

Gambar 9.1

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 95

Perbandingan ABC dalam bentuk persentase nilai persediaannya yang mewakili masing-masing kelompok terhadap persentase barang yang diwakilinya Sumber: Dermawan, 2007

Gambar tersebut memperlihatkan bahwa kelompok A yang porsinya hanya 10% dari total persediaan mempunyai nilai persediaan tertinggi meliputi nilai persediaan 57% dari total nilai persediaan, Sebaliknya untuk kelompok C, yang porsinya 50% dari total persediaan mempunyai nilai persediaan paling kecil yaitu 16% dari total nilai persediaan.

2. Model Kuantitas Pesanan yang Paling Ekonomis (Economic Order Quantity Model = EOQ Model) Model ini digunakan untuk menentukan jumlah pembelian bahan baku yang optimal yaitu jumlah yang harus dipesan dengan biaya yang paling rendah (ekonomis). Ada dua keputusan dasar dalam EOQ, yaitu: 1. Berapa jumlah bahan baku yang harus dipesan pada saat bahan baku tersebut perlu dibeli kembali (Replenisment Cyle) 2. Kapan perlu dilakukan pembelian kembali (Reorder point) Kondisi EOQ terjadi pada saat carrying cost sama dengan ordering cost, atau dengan kata lain pada saat total cost mencapai nilai minimum

Gambar 9.2

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 96

Total cost pada saat bernilai Nilai minimum Sumber : Sutrisno (2001;94)

Dengan demikian jumlah pemesanan yang paling optimal adalah sebesar :


EOQ = 2. R. O C

KEBIJAKAN PERSEDIAAN DENGAN ADANYA LEAD TIME

Gambar 9.3 Sumber : Sutrisno (2001;96)

9.7

DAMPAK INFLASI PADA EOQ Selama masa inflasi, model EOQ harus disesuaikan. Sehingga

asumsi yang mendasari penggunaan model EOQ adalah : a. Jumlah kebutuhan bahan baku sudah dapat ditentukan lebih dahulu secara pasti untuk penggunaan selama 1 tahun/ 1 periode tertentu. b. Penggunaan bahan baku selalu pada tingkat yang konstan secara kontinyu c. Pesanan persis diterima pada saat tingkat persediaan sama dengan nol (0) atau di atas safety stock (persediaan minimal) d. Harga konstan selama periode tertentu 9.8 PENGELOLAAN PERSEDIAAN BERDASARKAN PERMINTAAN

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 97

Ada

(dua)

macam

pengelolaan

persediaan

berdasarkan

permintaan, yaitu : 1. Material Requirement Planning, dimana pemikiran dasarnya adalah setiap waktu tingkat persediaan barang jadi telah ditentukan, kemungkinan untuk menentukan tingkat persediaan barang dalam proses harus cocok dengan kebutuhan terhadap barang jadi. MRP khususnya sangat penting untuk produk-produk yang rumit untuk mana dibutuhkan berbagai macam komponen yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang jadi. 2. Just in Time Inventory, merupakan pendekatan modern untuk mengelola ketergantungan terhadap persediaan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir persediaan, selanjutnya memaksimalkan perputaran. SOAL LATIHAN MANDIRI diambil dari dari Sutrisno 2001 HITUNGAN KASUS 1. Perusahaan ABC mempunyai informasi persediaan sbb: Pesanan hanya dilakukan dg kelipatan 100 unit Penggunaan per tahun 300.000 unit (asumsi: 50 minggu/th) Biaya penyimpanan 30% dr harga beli Harga beli $10/unit Biaya pemesanan $50/pesanan Safety stock 1000 unit (tdk termasuk stok selama pengiriman) Masa pengiriman 2 minggu

Tentukan: a. EOQ optimal b. Jumlah pesanan dalam 1 thn c. Tingkat persediaan untuk melakukan pemesanan ulang 2. PT BMC membeli biaya simpan 8000 unit produk setiap tahun dengan harga per unit per tahun. Seorang supplier

Rp.10.000 per unit. Biaya pemesanan Rp.30.000 setiap kali pesan dan Rp.3.000 menawarkan diskon khusus untuk sementara waktu harga turun dari

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 98

Rp.10.000 per unit menjadi Rp.9.000 per unit. Apakah tawaran diskon tersebut cukup ekonomis? 3. Sebuah perusahaan computer beroperasi dalam kondisi persaingan pasar yang sangat tajam dalam pembuatan semi konduktor. Direktur perusahaan tersebut sangat sensitive terhadap hilangnya goodwill yang disebabkan oleh adanya stock out. Ia meminta manajer gudang untuk mempertahankan persediaan pengaman sebesar 10.000 unit. Penjualan tahunan diperkirakan sebesar 5.000.000 unit. Biaya pembuatan semi konduktor Rp.10.000 per unit. Biaya simpan adalah 40% karena tingkat keusangan yang tinggi. Biaya jalannya jadwal produksi (scheduling production run) Rp. 500.000 Diminta : a. Berapa skala produksi yang paling ekonomis (gunakan Model EOQ) b. Berapa biaya persediaan total setiap tahun c. Jika persediaan pengaman diturunkan menjadi 5000 unit,bagaimana pengaruhnya terhadap biaya persediaan d. Jika biaya production run meningkat menjadi sebesar Rp.800.000 , berapakah kuantitas produksi optimal 4. Perusahaan MILANA dalam setahunnya membutuhkan bahan baku sebesar 15.000 unit. Untuk mendapatkan bahan baku tersebut perusahaan harus memesan terlebih dahulu dengan biaya pesan sebesar Rp. 225.000,- untuk setiap kali pesanan. Sedangkan untuk menjaga kualitas bahan, bahan baku harus dirawat dan diasuransikan, sehingga mengeluarkan biaya simpan per unit bahan baku sebesar 20% dari harga bahan baku. Harga bahan baku tersebut per unitnya sebesar Rp. 6.750,-. Namun bila perusahaan membeli dalam jumlah yang banyak akan diberikan diskon, dengan ketentuan sebagai berikut. Jumlah pesanan 2.500 unit s/d 3.999 unit Lebih 4.000 unit Harga per unit Rp. 5.900 Kurang dari 2.500 unit Rp. 6.750 Rp. 5.200

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 99

Dari

data

tersebut,

apakah

sebaiknya

perusahaan

mengambil

kebijaksanaan pembelian bahan baku sesuai dengan EOQ. Bila tidak pada unit berapa sebaiknya perusahaan membeli bahan baku setiap kali pembelian.

BAB X PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK


10.1 PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK Seperti disebutkan pada bab I, salah satu tugas manajer keuangan adalah mencari sumber pembiayaan. Salah satu sumber pembiayaan adalah dengan menggunakan sumber pembiayaan jangka pendek. Manajemen Keuangan Jangka Pendek (Short-Term Financial Management) merupakan pengelolaan aktiva lancar (kas, surat berharga, piutang, persediaan) dan pasiva lancar perusahaan (hutang dagang, wesel bayar, kewajiban yang masih harus dibayar) untuk mencapai keseimbangan antara laba dan risiko agar memberi kontribusi nilai positif terhadap nilai perusahaan. Misalnya aktiva lancar dalam jumlah besar berakibat pada peningkatan risiko tidak dapat membayar pada saat jatuh tempo. Pembiayaan Jangka Pendek (Short-Term Financing) merupakan hutang dengan jangka waktu 1 tahun atau kurang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan musiman dan aktiva lancar. Pembiayaan spontan

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 100

(spontaneous financing) adalah pembiayaan yang diperoleh dari operasi normal perusahaan dengan dua sumber pembiayaan meliputi hutang dagang (account payable) dan kewajiban yang masih harus dibayar (accruals hutang akibat jasa yang diterima yang pembayarannya belum dilakukan). Account Payable dan Accruals merupakan Unsecured ShortTerm Financing, yaitu sumber pembiayaan jangka pendek yang diperoleh tanpa menjaminkan aktiva tertentu sebagai agunan. Mengapa perusahaan membutuhkan pendanaan jangka pendek? Beberapa alasan antara lain:

Laba boleh jadi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan sehubungan dengan pertumbuhan perusahaan Pihak manajemen cenderung memilih untuk meminjam sekarang terhadap kebutuhannya daripada menunggu hingga perusahaan memiliki cukup dana untuk membiayainya.

Sumber pendanaan jangka pendek lebih mudah tersedia dan biasanya lebih rendah biayanya dibanding dengan sumber pendanaan jangka panjang. Bila pihak manajemen menggunakan pendanaan jangka pendek

untuk

menutupi

defisit

kas,

maka

beberapa

hal

yang

menjadi

pertimbangan antara lain; biayanya, risiko, batasan kredit, fleksibilitas pendanaan, situasi modal kerja perusahaan. Beberapa pertanyaan yang perlu diajukan sehubungan dengan pendanaan jangka pendek termasuk:

Berapa lama pendanaan tersebut dibutuhkan perusahaan? Berapa besar jumlah uang kas yang dibutuhkan? Akan digunakan untuk apa dana yang dipinjam tersebut? Kapan dan bagaimana perusahaan akan mengembalikan pinjaman tersebut Didalam sumber pembiayaan perusahaan yang berupa hutang,

terdapat jenis hutang yang berdasarkan maturity-nya memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun yang bisa disebut dengan hutang jangka pendek (short-term debt). Martin et.al. (1998 : 137) juga menyatakan bahwa semua sumber pembiayaan yang harus dibayar kembali paling lama satu tahun digolongkan sebagai sumber pembiayaan jangka

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 101

pendek. Dalam hal ini sumber pembiayaan jangka pendek hanya digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya temporer. Dalam konsep pembiayaan jangka pendek yang lebih modern, Martin et.al. (1998 : 140) menampilkan beberapa bentuk instrumen hutang jangka pendek lain, seperti : 1. Line of Credit Merupakan dimana saling pengertian atau perjanjian dana informal bisa bank menyediakan sejumlah yang

dipinjam sewaktu-waktu dibutuhkan oleh perusahaan dan nasabahnya yang terpercaya. 2. Transaction Loans Merupakan suatu pinjaman dari bank untuk keperluan suatu transaksi khusus. 3. Commercial Paper Merupakan surat promes jangka pendek berisikan janji debitur untuk membayar sejumlah pinjaman (plus bunga). 10.2 TIPE PENDANAAN JANGKA PENDEK : 1. Pendanaan Spontan adalah jenis pendanaan yang berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan (misal dilihat dari penjualan perusahaan). Contoh : utang dagang dan utang akrual. Jenis pendanaan ini memiliki karakter jika aktifitas perusahaan berubah maka sumber pendanaan pun ikut berubah secara otomatis. Beberapa bentuk sumber dana spontan antara lain : utang dagang rekening-rekening akrual (misalnya pembayaran upah atau gaji atau pembayaran pajak). Utang dagang timbul karena perusahaan membeli pasokan dari supplier dengan kredit, sedang utang pajak terjadi karena pajak dibayar setiap tanggal tertentu dalam satu tahunnya.
Re rata utang dagang = Nilai Utang Perputaran Utang

Perputaran utang dalam satu tahun =

Periode Waktu Jangka Waktu Kredit

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 102

2. Pendanaan Tidak Spontan adalah jenis pendanaan yang tidak berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. Contoh : utang yang diperoleh dari bank. Jenis pendanaan ini memiliki karakter bahwa untuk memperoleh, menambah maupun mengurangi dana, perusahaan membutuhkan waktu untuk negosiasi atau perundingan secara formal. Beberapa bentuk sumber dana tidak spontan antara lain : 1) Commercial Paper. Merupakan surat utang jangka pendek (jangka waktu 30-90) hari tanpa jaminan yang dikeluarkan perusahaan besar dan dijual langsung ke investor. Biasanya hanya perusahaan besar yang bisa mengeluarkan commercial paper. 2) Pinjaman Kredit. Berasal dari lembaga keuangan dan lembaga keuangan non bank. Pinjaman dari bank ada 2 jenis : (a) Kredit Transaksi, yaitu kredit yang ditujukan untuk tujuan spesifik tertentu. (b) Kredit Lini, dengan pinjaman ini, peminjam bisa meminjam sampai jumlah maksimum tertentu, yang menjadi plafon (batas atas pinjaman) 3) Faktoring atau anjak piutang berarti menjual piutang dagang. Dari segi perusahaan yang mempunyai piutang, faktoring memunyai manfaat karena perusahaan tidak perlu menunggu sampai piutang jatuh tempo untuk memperoleh kas. Piutang juga memperoleh manfaat karena faktoring merupakan alternative investasi. 4) Menjaminkan Piutang. Alternatif lain dari menjual piutang adalah menggunakan pinjaman. piutang Dengan sebagai alternatif jaminan ini, untuk memperoleh kepemilikan

piutang masih ada di tangan perusahaan. Jika pinjaman tidak terbayar, piutang yang dijadikan jaminan bisa digunakan untuk melunasi pinjaman. 5) Menjaminkan Barang Dagangan (Persediaan). Perusahaan bisa menjaminkan barang dagangan untuk memperoleh pinjaman. Prosedur yang dipakau akan sama dengan penjaminan piutang.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 103

Pemberi jaminan akan mengevaluasi nilai persediaan, kemudian akan memberikan pinjaman dalam presetase tertentu dari nilai persediaan yang dijaminkan. 6) Akseptasi Bank 7) Report Untuk menentukan sumber pendanaan jangka pendek manajer keuangan bisa mengevaluasi dengan menggunakan kerangka : Strategi pendanaan secara keseluruhan Biaya Ketersediaan Fleksibilitas Termasuk dalam kategori pinjaman jangka pendek yang diperoleh dalam usaha biasanya terdiri dari bank loan dan commercial papers. Pinjaman Bank (bank loans) sebagai sumber utama pendanaan yang dapat memberikan pinjaman jangka pendek tanpa jaminan untuk usaha. Pinjaman bank merupakan short-term, self- liquidating loan yaitu pinjaman jangka pendek tanpa jaminan yang digunakan untuk membiayai piutang dan persediaan pada saat kebutuhan modal meningkat secara musiman, diharapkan piutang dan persediaan dapat menjadi kas secara cepat (likuid) sehingga dana yang dibutuhkan untuk membayar pinjaman dapat diperoleh dengan sendirinya. 10.3 PERHITUNGAN TINGKAT BUNGA PINJAMAN ( LOAN INTEREST RATES) Secara umum, terdapat tiga metoda perhitungan tingkat bunga: 1. Collect basis Contoh: kredit yang diterima Rp. 100 juta. Tingkat bunga 15%. Pada akhir tahun debitur membayar bunga Rp. 15 juta (plus Rp. 100 juta pokok pinjaman). Dengan demikian, tingkat bunga efektifnya: (Rp. 15 juta / Rp. 100 juta) x 100% = 15%. 2. Discount basis

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 104

Contoh: apabila debitur hanya menerima Rp. 85 juta pada awal tahun (karena bunganya diminta terlebih dahulu) dan membayar Rp. 100 juta pada akhir tahun, maka tingkat bunga efektifnya adalah: (Rp. 15 juta / Rp. 85 juta) x 100% = 17.65% 3. Add-on basis Contoh: apabila digunakan add-on basis, maka perusahaan diminta membayar secara angsuran (misalnya per bulan), maka pembayaran per bulan sebesar: {Rp. 100 juta (1.15) / 12} = Rp. 9.583.000,-. Dengan demikian, tingkat bunga per bulan dapat dihitung dengan menggunakan konsep time value of money: 12 9.583.000 100.000.000 = t = 1 (1 + i) 12 dengan cara trial and error, akan diperoleh i (tingkat bunga sekitar 2,2% per bulan. Dengan demikian, tingkat bunga per tahun sekitar: (1 + 0.022)12 1 = 29,84% 10.4 DASAR PEMBAGIAN TINGKAT BUNGA PINJAMAN 1. Prime rate of interest Bunga terendah yang dibebankan oleh bank nasional atau bank komersil dengan reputasi terbaik kepada debitur korporasi dengan credit rating yang tinggi. 2. Fixed rate loan Suku bunga kredit yang ditetapkan sebesar prime rate of interest setelah ditambah spread (margin) dan berlaku tetap sampai dengan tanggal jatuh tempo kredit. 3. Floating-rate loan Suku bunga kredit yang ditetapkan sebesar prime rate of interest setelah ditambah spread (margin) dan berlaku mengambang (bisa berubah-ubah) meskipun kredit belum jatuh tempo Contoh: Diketahui : Jumlah kredit $ 20,000 Bunga 1 tahun $ 1,000

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 105

Ditanyakan tingkat effective annual rate: Apabila bunga dibayarkan setelah tanggal jatuh tempo? ($1,000 / $20,000) x 100% = 5%. Apabila bunga dibayarkan di depan (pada saat penerimaan pinjaman)? {$1,000 / ($20,000 $1,000) x 100%} = 5,26% 10.5 BENTUK PINJAMAN JANGKA PENDEK Secara umum, terdapat tiga bentuk pinjaman jangka pendek tanpa jaminan yang banyak diaplikasikan, yaitu: 1. Single payment notes Kredit jangka pendek bersifat akad kredit berlaku untuk sekali dan kredit harus lunas pada saat jatuh tempo. 2. Compensating balances Jumlah saldo yang harus dipelihara oleh debitur dengan jumlah misalnya 10% sampai 20% dari jumlah limit kredit sebagai cadangan pembebanan bunga atau biaya administrasi kredit lainnya. Contoh: Limit kredit $1,000,000 Suku bunga 10% per tahun atau 10% x $1,000,000 = $100,000 per tahun. Compensating balances 20% atau $200,000 Akan tetapi, the effective annual rate of the funds sebenarnya adalah: ($100,000/$800,000) x 100% = 12.50% (bukan 10%) 3. Annual clean-up Untuk meyakinkan bahwa kredit yang dipinjam untuk pembiayaan sesuai perjanjian, bank sering meminta adanya annual cleanup, yaitu Rekening Pinjaman bersaldo nihil pada hari-hari tertentu pada tahun masih berlakunya masa pinjaman, hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya penyalahgunaan tujuan kredit, misalnya kredit berjangka pendek digunakan untuk kredit jangka panjang. 10.6 SURAT BERHARGA (COMMERCIAL PAPER/CP)

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 106

Merupakan salah satu bentuk pembiayaan jangka pendek yang terdiri dari promes tanpa jaminan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memiliki standar kredit yang tinggi. Umumnya hanya perusahaanperusahaan besar saja dengan kondisi keuangan dan reputasi yang baik yang dapat menerbitkan commercial paper.

10.6.1

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN COMMERCIAL PAPER

Rendahnya tingkat bunga CP dibandingkan tingkat bunga pinjaman bank. Tidak diperlukan adanya agunan khusus untuk CP yang diterbitkan perusahaan penerbit. Akan tetapi ada lini kredit dengan jumlah nominal sama dengan CP yang diterbitkan untuk menjamin bila CP yang diterbitkan tidak laku dijual atau untuk menjamin pembayaran CP bila telah jatuh tempo.CP mendatangkan sejumlah besar dana jangka pendek dalam tiap penerbitannya. CP juga meningkatkan nama baik dan prestasi perusahaan penerbitkarena opini umum yang berlaku bahwa hanya perusahaan dengan kredibilitas tinggi saja yang dapat menerbitkan dan menjual CP di pasaran. Perusahaan penerbit akan lebih mudah memperoleh pinjaman lain dari bank komersial di masa yang akan datang. CP dapat bertindak sebagai jembatan antara satu pinjaman bank dengan yang lainnya, sehingga kebutuhan dana yang muncul pada selang waktu antara dua pinjaman bank dapat ditutupi dengan dana dari penjualan CP. 10.6.2 KETERBATASAN COMMERCIAL PAPER

Sifat CP sulit diramalkan perkembangannya dibandingkan dengan pinjaman bank, sehingga sering mengakibatkan CP memiliki kadar risiko yang lebih tinggi. Dengan demikian, beberapa keterbatasan penerbitan CP adalah sebagai berikut: Masih ada kemungkinan CP tidak laku dijual sedangkan pinjaman bank sudah pasti akan diterima pada periode tertentu. Dengan demikian, bila CP tidak laku ada kemungkinan dana yang diperlukan tidak tersedia pada periode yang telah direncanakan. Bila perusahaan penerbit mengalami kesulitan keuangan saat CP jatuh tempo sehingga tidak mampu membayar kembali CP tersebut, sulit meminta waktu penundaan

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 107

pembayaran pada para investornya. Perusahaan kecil dengan kredibilitas tinggi dalam masalah kreditnya, tidak dapat ikut menerbitkan CP sebagai sumber dana jangka pendeknya. Perhitungan bunga efektif commercial paper. Tingkat suku bunga efektif CP ditentukan oleh berapa besar discount yang diberikan dan lamanya jatuh tempo, penjualan CP dapat dilakukan dengan perhitungan discount dari nilai par ( par value atau face value) dan bunga sebenarnya yang diperoleh pembeli ditentukan dengan perhitungan tertentu. Contoh: PT Venus menerbitkan commercial paper seharga Rp.

4.000.000,- yang akan jatuh tempo dalam waktu 90 hari dan menjual dengan harga Rp. 3.840.000,-. Pada hari ke-90 pembeli akan menerima Rp. 4.000.000,- untuk investasi sebesar Rp. 3.840.000,-. Bunga yang dibayar pada pembiayaan ini sebesar Rp. 160.000,- dengan pokok Rp. 3.840.000,-. Tingkat bunga efektifnya dengan demikian adalah (Rp. 160.000,- : Rp.3.840.000,-) = 4,17% untuk 90 hari. Bila diasumsikan commercial paper diperpanjang setiap 90 hari sepanjang tahun, maka tingkat bunga efektif untuk commercial paper dengan persamaan:

EAR = (1 + I) n - 1 adalah sebesar (1 + 4,17%) 4 1 = 15,51%


m

di mana: EAR = tingkat bunga efektif (effective annual rate) k = tingkat bunga nominal m = compounding frequency (frekuensi pemajemukan) Contoh di atas menunjukkan bahwa m = 4 diperoleh dari informasi bahwa commercial paper jatuh tempo setelah 90 hari di mana asumsi 1 tahun = 360 hari, dengan demikian m = 360/90 = 4. 10.7 PENDANAAN SPONTAN 1. Jenis Pendanaan Spontan Jenis pendanaan ini mengikuti kegiatan perusahaan. Ada beberapa contoh jenis pendanaan yang spontan: hutang dagang dan rekeningrekening akrual. Hutang dagang timbul karena perusahaan membeli pasokan dari supplier dengan kredit.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 108

2. Mengevaluasi Tawaran Potongan Kas Potongan kas bisa dilakukan oleh perusahaan yang memberikan penjualan kredit (kreditor). Tujuan potongan tersebut adalah agar debitur melunasi hutangnya lebih cepat. Biaya ditanggung oleh kreditor. Tetapi jika ada tawaran potongan kas dan perusahaan (debitur) tidak memanfaatkannya, maka ada biaya kesempatan (opportunity cost) yang hilang. Contoh: Perusahaan ditawari term kredit: 4/10 n/30 Term ini berarti, jika perusahaan melunasi utang dagang pada hari ke-10 atau sebelumnya maka akan mendapat potongan sebesar 4% Utang dagang tersebut akan jatuh tempo dalam waktu 30 hari. Apakah perusahaan menerima tawaran tersebut? Biaya bunga efektif dari tawaran tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini (satu tahun diasumsikan 360 hari). 4 96 360 20 Kd = = 75% Perhitungan diatas menggunakan tingkat bunga sederhana (tidak memasukkan efek penggandaan). Jika kita ingin memasukkan efek penggandaan, sebagai berikut ini 4 kd = ( 1 + ) 360 / (30-10) 1 = 79,95% 96 kita bisa menghitung

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 109

BAB XI NILAI WAKTU DARI UANG (Time Value of Money)


Pemahaman konsep nilai waktu dari uang ( Time Value of Money) diperlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan baik keputusan mencari sumber dana ( financing) maupun memutuskan investasi pada suatu aktiva (investment). Secara bahasa, time value of money adalah nilai waktu uang. Namun secara definisi, time value of money adalah nilai uang dari beberapa waktu yang berbeda, terkadang nilai uang dimasa depan atau nilai uang saat ini. Uang yang secara nominal sama namun memiliki nilai yang berbeda di waktu yang berbeda lebih disebabkan oleh opportunity cost yang dimiliki uang tersebut. Misalnya saja, dengan memiliki uang saat ini Rp. 10 juta, apakah akan digunakan untuk investasi atau dihabiskan untuk konsumsi? Apabila dengan melakukan investasi kita mendapatkan bunga lebih besar, maka lebih baik kita gunakan uang itu untuk investasi. Bila tidak, kemungkinan dihabiskan saja. Selain bunga bisa dilihat pula dampak dari inflasi, dimana semakin naik inflasi maka nilai uang akan semakin berkurang.. Pada future dasarnya maupun banyak untuk cara yang dapat digunakan dengan dalam cara menghitung nilai waktu dari uang ( time value of money) baik itu untuk value present value yaitu

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 110

komputerisasi present value.

dengan

program

excel,

kalkulator

scientific

dan

menggunakan cara manual yaitu dengan tabel future value maupun tabel

11.1 FUTURE VALUE Sesuai namanya future value digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang apabila uang tersebut diberikan sekarang berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu. a. Perhitungan future value dengan bunga tunggal FV = PV ( 1 + i ) waktu
n

Dimana FV : Future Value ; PV = Present Value ; i= bunga ; n = jangka

b. Perhitungan Future Value dengan bunga majemuk


FV = PV ( 1 + i/ m) n.m Dimana FV : Future Value ; PV = Present Value ; i= bunga ; n = jangka waktu; m = banyaknya bunga dibagikan dalam 1 (satu) tahun Contoh: Apabila seorang pengusaha makanan ingin memperluas bisnisnya dan membutuhkan dana dengan sebesar Rp.10.000.000 yang bersumber dari bank untuk membeli lemari pajang dengan jangka waktu pinjaman 5 tahun dan bunga sebesar 15% p.a. Berapa jumlah pinjaman yang harus dibayarkan oleh pengusaha tersebut pada akhir tahun ke 5? FV = PV ( 1 + i )
n

= 10.000.000 ( 1 + 0.15 ) 5 = 20.113.572 Jadi dengan perhitungan sederhana itu, disimpulkan bahwa dengan meminjam dana dari Bank sebesar Rp. 10.000.000 di tahun ke 1 maka pada jatuh tempo di akhir tahun ke-5 jumlah yang harus dibayarkan oleh perusahaan mencapai Rp. 20.113.752 11.2 PRESENT VALUES Sedangkan present value, digunakan untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang .

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 111

PV =

FV n (1 + i) n

= FV n

1 1 + i

Dimana FV : Future Value ; PV = Present Value ; i= bunga ; n = jangka waktu Mencari nilai sekarang disebut diskonting ( discounting) yang merupakan kebalikan dari penggandaan (compounding). Suatu jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan datang jika dinilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu (discount factor). Suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu ( compound factor) Contoh : Saat pensiun 25 tahun lagi Tn.Brata akan mendapatkan uang sebesar Rp. 500.000.000, berapakah nilai uang Rp. 500.000.000 saat ini, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun?
P V = 500.000.000 = Rp. 73.008.952 (1 + 0.08) 25

Jadi, dengan perhitungan sederhana itu, uang Rp. 500.000.000 pada 25 tahun lagi sama nilainya dengan uang Rp. 73.008.952 saat ini dengan asumsi inflasi konsisten sebesar 8% setiap tahun selama 25 tahun Dapat disimpulkan bahwa konsep time value of money dapat digunakan untuk menggambarkan nilai uang di masa depan atau nilai saat ini yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pandangan berapa uang yang diterima atau yang harus dibayarkan setelah jatuh tempo. Selain itu, dapat juga terlihat berapa nilai saat ini ketika kita menerima uang di masa depan. Kenapa time value of money penting? Setidak-tidaknya terdapat dua alasan kenapa demikian, 1. Resiko pendapatan di masa mendatang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan saat ini.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 112

2. Ada

biaya

kesempatan

(opportunity diterima

cost)

pendapatan kita

masa bisa

mendatang.

Jika pendapatan

sekarang,

menginvestasikan pendapatan tersebut (misal pada tabungan), dan akan memperoleh bunga tabungan. Nilai waktu uang merupakan konsep sentral dalam manajemen keuangan. Ada beberapa pakar yang mengatakan bahwa pada dasrnya manajemen keuangan merupakan aplikasi konsep nilai waktu uang. Pemahaman nilai waktu uang sangat penting dalam studi manajemen keuangan. Banyak keputusan dan teknik dalam manajemen keuangan yang memerlukan pemahaman nilai waktu uang. Biaya modal (Cost Capital), analisis keputusan investasi (Capital Budgeting), analisis alternatif dana, penilaian surat berharga (Valuation), penetapan skedul pelunasan hutang, investasi, pembelian peralatan merupakan contoh-contoh teknik dan analisis yang memerlukan pemahaman konsep nilai waktu uang. 11.3 TABEL BUNGA Perhitungan future value dan present value dapat juga dengan menggunakan tabel bunga yakni dengan mengalikan yaitu dengan mengalikan jumlah uang baik pada saat PV atau FV dengan interest factor sesuai dengan kebutuhan (discount factor untuk present value atau compound factor untuk future value ) . Contoh : Future Value, dengan menggunakan contoh hitungan di atas , maka : FV = PV (FVIFi, n) = 10.000.000 (FVIF15%, 20.110.000 Present Value dengan menggunakan contoh hitungan di atas, maka : PV = FV (PVIFi, n ) = 500.000.000 (PVIF8%, 25) = 500.000.000 (0.146) = 73.000.000 11.4 PERHITUNGAN SUKU BUNGA Pada penggunaan rumus Future Value maupun Present Value, jelas terdapat 4 (empat) komponen yang terlibat, yakni PV, FV, tingkat
5

) = 10.000.000 (2.011) =

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 113

suku bunga (i) dan jangka waktu (n). Artinya dalam satu kasus tertentu, terdapat kemungkinan yang dicari adalah nilai atau jangka waktu (n). Contoh : Tn. Indra ditawari untuk menginvestasikan dananya kedalam surat berharga (obligasi). Obligasi ditawarkan untuk dibeli seharga $150 yang memiliki masa jatuh tempo 7 tahun dengan maturity sebesar $210. Berapa besarnya bunga obligasi yang ditawarkan kepada Tn.Indra? Jawab : a. Menggunakan compound factor FV $210 (FVIF
i.7

tingkat suku bunga (i)

= PV (FVIFi, n) = $150 (FVIF i. 7) ) = $210/$150 = 1.4

Dalam tabel FVIF dengan jangka waktu 7 (tujuh) ditemukan nilai 1.4 sesuai jika i= 5%. b. Menggunakan discount factor PV $150 = FV (PVIFi, n ) = $210 (PVIFi, 7 )

(PVIFi, 7 ) = 0.714 Dalam tabel PVIF dengan jangka waktu 7 (tujuh) ditemukan nilai 0.714 sesuai jika i= 5%.

11.5 ANUITY Anuitas (annuity) adalah rangkaian pembayaran/penerimaan sejumlah uang, umumnya sama besar, dengan periode waktu yang sama untuk setiap pembayaran. Angsuran kredit pemilikan rumah (KPR) dan bunga obligasi adalah beberapa contoh anuitas; sedangkan perpetuitas (perpetual annuity) adalah anuitas tak hingga yaitu jika periode waktu relatif tidak terbatas seperti pembayaran dividen saham, uang pensiun, royalty, dan hak cipta.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 114

11.5.1 satu

JENIS ANUITAS periode lagi, atau setelah beberapa periode. Jika

Pembayaran/penerimaan pertama sebuah anuitas bisa hari ini, pembayaran/penerimaan adalah hari ini, anuitas disebut anuitas di muka atau annuity due atau annuity in advance. Jika pembayaran/penerimaan adalah satu periode lagi atau di akhir periode, maka anuitas disebut anuitas biasa atau ordinary annuity atau annuity in arrears. Comparison of Ordinary Annuity and Annuity Due Cash Flows ($1,000, 5 years) Annual cash flows End of Annuity A Annuity B (annuity year (ordinary) due) 0 $0 $1,000 1 1,000 1,000 2 1,000 1,000 3 1,000 1,000 4 1,000 1,000 5 1,000 0 Totals $5,000 $5,000 Pada ilustrasi perbandingan antara anuitas biasa dengan anuitas di muka, tidak memiliki jumlah yang perbeda tetapi hanya periodenya cash flownya saja yang berbeda.

11.5.2

MENGHITUNG NILAI YANG AKAN DATANG DENGAN

ANUITAS BIASA $ 1,967 1,83 8 1,71 8 1,60 5 $1,50 $1,50 $1,50 $1,50 $1,50 1,50

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 115

0 $

0 1 2 3 4 5 8,628 Ilustrasi diatas adalah bahwa jika Bapak Budi memiliki uang sebesar $1,500 sekarang dan dia memilih mendepositokan uangnya dengan tingkat bunga 7%, maka berapa besar uangnya pada akhir tahun ke 5? Jawab : a. Menggunakan Persamaan

FVAn = PMT x (FVIFAi;n ), FVIFAi;n = (1 + i ) t 1


t =i n

= 1.500x (1 +1.070 +1.145 +1.225 +1.311) = 8.628

b. Menggunakan Tabel Future Value Interest Factor Annuity (FVIFAi.n) Dalam tabel, diperoleh FVIFA 7%.5 = 5.751 FVAn = PMT (FVIFA 7%.5) = 1.500 (5.571) = 8.628 11.5.3 Menghitung Nilai Sekarang Dengan Anuitas Biasa 0 $ 935 $ 857 $ 794% 735 681 $ 3,993 Ilustrasi diatas dapat digambarkan ketika Bapak Budi selaku direktur sebuah perusahaan mainan, akan pembayaran atas sebuah transaksi dengan cara annuity biasa dengan tingkat pengembalian minimal 8%, jika pembayaran dicicil selama 5 tahun dimana besarnya cicilan tiap akhir tahun sebesar $ 1,000, makaberapa pembayaran total yang dikeluarkan oleh Bapak Budi? Jawab : 1 $ 1,000 2 $ 1,000 3 $ 1,000 4 $ 1,000 5 $ 1,000

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 116

a. Menggunakan Persamaan

FVAn = PMT x (PVIFAi;n ), FVIFAi;n = 1 t 1 t =i (1 + i )


n

= 1.000x ( 0.926 +1.783 + 2.577 + 3.312 + 3.993) = 3.993

b. Menggunakan Tabel Present Value Interest Factor Annuity (PVIFAi.n) Dalam tabel, diperoleh PVIFA 8%.5 = 3.993 PVAn = PMT (PVIFA 8%.5) = 1.000 (3.993) = 3993 11.5.4 MENGHITUNG NILAI YANG AKAN DATANG DENGAN

ANUITAS DI MUKA Setelah membahas mengenai anuitas biasa, sekarang kita beralih pada anuitas jatuh tempo atau anuitas di muka. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa arus kas dari suatu anuitas jatuh tempo terjadi pada awal periode. Konversi sederhana diterapkan dengan menggunakan faktorfaktor nilai bunga masa depan untuk suatu anuitas biasa dengan anuitas jatuh tempo. Untuk lebih mempermudah memahami, berikur disajikan ilustrasi soal latihan: Bapak Budi memiliki uang sebesar $1,500 sekarang dan dia memilih mendepositokan uangnya dengan tingkat bunga 7%, maka berapa besar uangnya pada akhir tahun ke 5? Jawab :

Menggunakan Persamaan
FVA n = PMT x (FVIFA i;n ), FVIFAi ;n = FVIFAi;n (1 + i )

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 117

FVIFA7%;5yrs (annuity due)

= FVIFA7%;5 x (1 + 0.07) = 5.571 x 1.07 = 6.154

FVA5

= $1.500 x 6.154 = $9.231

Jika dibandingkan hasil perhitungan nilai yang akan datang dengan menggunakan 2 anuitas yang berbeda, nilai dari anuitas di muka selalu lebih besar dibandingkan dengan nilai anuitas biasa. Hal ini terjadi karena arus kas pada anuitas di muka terjadi pada awal periode sementara pada anuitas biasa terjadi pada akhir periode. Anuitas Biasa = $ 8.628 11.5.5 MUKA Menghitung nilai yang akan datang dengan anuitas di muka dapat dilakukan dengan menyesuaikan perhitungan anuitas biasa. Seperti ilustrasi diawal materi anuitas, bahwa anuitas di muka merupakan kebalikan dari anuitas biasa. Untuk lebih mempermudah pemahaman, berikut disajikan ilustrasi soal: Bapak Budi selaku direktur sebuah perusahaan mainan, akan melakukan pembayaran atas sebuah transaksi dengan cara annuity biasa dengan tingkat pengembalian minimal 8%, jika pembayaran dicicil selama 5 tahun dimana besarnya cicilan tiap akhir tahun sebesar $ 1,000, maka berapa pembayaran total yang dikeluarkan oleh Bapak Budi? Jawab : Menggunakan Persamaan
PVA n = PMT x (PVIFA i;n ), PVIFAi ;n = PVIFAi;n x (1 +i )
PVIFA8%;5yrs (annuity due) = PVIFA8%;5 x (1 + 0.08) = 3.993 x 1.08 = 4.312 FVA5 = $1.000 x 4.312 = $4,312

Anuitas Di Muka = $ 9.231

MENGHITUNG NILAI SEKARANG DENGAN ANUITAS DI

Jika dibandingkan hasil perhitungan nilai yang akan datang dengan menggunakan 2 anuitas yang berbeda, nilai dari anuitas di muka selalu lebih besar dibandingkan dengan nilai anuitas biasa. Hal ini terjadi karena

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 118

arus kas pada anuitas di muka terjadi pada awal periode sementara pada anuitas biasa terjadi pada akhir periode. Anuitas Biasa = $ 3.993 Anuitas Di Muka = $ 4.312

11.6 MENGHITUNG PRESENT VALUE OF A PERPETUITY Perpetuitas adalah anuitas dengan periode waktu yang tak terbatas, sebuah anuitas yang terus menerus sama jumlahnya pada setiap akhir periode. Contoh soalnya adalah Bapak Budi ingin menyumbangkan sebagian pendapatannya untuk bangku kuliah pada almamater tempat dia dahulu kuliah, pihak kampus mengatakan bahwa dibutuhkan $100.000 per tahun untuk mendukung perbaikan bangku kuliah, dan sumbangan akan dialokasikan sebesar 10% per tahun. Untuk menentukan jumlah besarnya yang harus diberikan oleh Bapak Budi kepada kampusnya, kita harus menentukan nilai sekarang sebesar $100.000 dengan diskon perpetuitas sebesar 10%. Tingkat bunga nilai sekarang yang sesuai dapat ditemukan dengan membagi 1 dengan 0.10, atau mensubstitusi hasil factor, PVIFA 10%, = 10 dan nilai perpetuitas, PMT = $100.000, maka didapatkan hasil nilai sekarang sebesar $1.000.000 untuk perpetuitas. Dengan kata lain, untuk menghasilkan $100.000 setiap tahun selama periode tertentu dengan jumlah permintaan $ 1.000.000 maka Bapak Budi dapat memberikan 10% sumbangannya. Jika pihak kampus dapat menghasilkan bunga 10% per tahun dari $1.000.000, pihak kampus akan dapat $100.000 per tahunnya tanpa mengganggu jumlah total yang akan disumbangkan. 11.7 PENGGABUNGAN ANTARA DUA ANUITAS 11.7.1 FUTURE VALUE DENGAN PENGGABUNGAN ANUITAS Menentukan nilai yang akan datang dari aliran campuran arus kas secara langsung mudah untuk dipahami. kita menentukan nilai yang akan datang dari setiap arus kas di masa yang akan datang ditentukan dan kemudian tambahkan semua nilai masa yang akan datang untuk mencari total nilai masa datang. Berikut disajikan ilustrasi soal latihan:

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 119

PT. Citizen mengharapkan untuk menerima aliran campuran berikut arus kas selama 5 tahun ke depan dari salah satu pelanggannya. Jika PT. Citizen mengharapkan untuk mendapatkan 8% dari investasi yang dilakukannya, berapa yang akan didapatkannyapada akhit tahun ke 5 jika segera menginvestasikan arus kas ini ketika mereka diterima End Year 1 2 3 4 5 of Cash Flow $ 12.000 $ 15.000 $ 10.500 $ 17.500 $ 19.000 Jawab: Year Cash Flow (1) 12.000 15.000 10.500 17.500 19.000 Number of Years Earning Interest (n) (2) 5-1=4 5-2=3 5-3=2 5-4=1 FVIF8
%,n a

Future Value [(1)x(3)] $ $ $ $ (4) 16.320 18.900 12.243 18.900

1 2 3 4 5

5-5=0 Future Value of Mixed Stream Ket: a= berdasarkan tabel b= (1+0.08)0 = 1

$ $ $ $ $

(3) 1.36 1.26 1.166 1.08 1b

$ 19.000 $ 85.359

11.7.2

PRESENT VALUE DENGAN PENGGABUNGAN ANUITAS

Pada dasarnya tidak berbeda pada saat kita akan mencari nilai yang akan datang dari aliran campuran arus kas. kita menentukan nilai sekarang dari setiap arus kas di masa yang akan datang ditentukan dan kemudian tambahkan semua nilai sekarang untuk mencari total nilai sekarang. Berikut disajikan ilustrasi soal latihan:

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 120

PT. Citizen mengharapkan untuk menerima aliran campuran berikut arus kas selama 5 tahun ke depan dari salah satu pelanggannya. Jika PT. Citizen mengharapkan untuk mendapatkan 8% dari investasi yang dilakukannya, berapa yang akan didapatkannya pada akhit tahun ke 5 jika segera menginvestasikan arus kas ini ketika mereka diterima

End Year 1 2 3 4 5 Jawab: Year Cash Flow

of Cash Flow $ 1.000 $ 5.000 $ 1.500 $ 1.000 $ 900 PVIF8


%,n a

Future Value [(1)x(3)] (4) $ 926 $ 4.285 $ 1.191 $ 735 $ 612.9 $ 7.746

(1) (3) $ 1.000 1 0.926 $ 5.000 2 0.857 $ 1.500 3 0.794 $ 1.000 4 0.735 $ 900 5 0.681 Present value of Mixed stream Ket: a= berdasarkan tabel 11.7.3

PENGGABUNGAN BUNGA LEBIH DARI SATU TAHUN

11.7.3.1 SEMIANNUAL COMPOUNDING Semiannual compounding dilakukan dengan cara menggabungkan dua compounding dalam 1 periode yang sama. Dimana tingkat bunga dibayar dua kali dalam satu tahun periode. 11.7.3.2 QUARTERLY COMPOUNDING

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 121

Quarterly compounding dilakukan dengan cara menggabungkan empat compounding dalam 1 periode yang sama. Dimana tingkat bunga yang dibayar empat kali dalam satu tahun periode. Contoh soal: Bapak Budi akan mendepositokan uangnya sebesar $250 dengan tingkat bunga 10% secara semiannually compounded dan compounded quartely. Jawab: Untuk semiannually:
FV 2 = $250 x (1 + FV2 = 303.88 0.1 2 x 2 ) 2

Untuk quartely:
FV 2 = $250 x (1 + FV2 = 304.60 0.1 4 x 2 ) 4

11.7.3.3 CONTINUOUS COMPOUNDING Dalam beberapa kasus tingkat bunga dapat ditambah terus menerus. Penambahan tersebut dapat terjadi sedemikian cepatnya. FVIFi,n (Continuous compounding) = ei x n FVn (Continuous compounding) = PV x (ei x n) Contoh soal : Untuk mendapatkan uang yang lebih, Bapak Budi mendepositokan uang sebesar $250 selama 4 tahun dengan bunga tahunan sebesar 8% yang terus menerus bertambah. Jawab:
0.08 x 2 FV 2 (continuouscompounding ) = $250 x e 0.08 x 2 FV2 (continuouscompounding ) = $250 x 2.7183

FV2 (continuouscompounding ) = $250 x 1.1735 = $293.375


11.7.4 INTEREST NOMINAL AND EFFECTIVE ANNUAL RATES OF

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 122

Baik dalam dunia bisnis dan investor perlu membuat perbandingan objektif mengenai biaya pinjaman atau pengembalian investasi selama periode majemuk. untuk menempatkan suku bunga secara umum, sehingga memungkinkan perbandingan, kita membedakan antara tingkat tahunan nominal dan efektif. Untuk tingkat tahunan menyatakan tahunan tingkat tahunan kontraktual nominal, atau bunga yang

dibebankan oleh pemberi pinjaman atau dijanjikan oleh peminjam. Untuk tingkat efektif, atau tingkat tahunan (EAR) adalah tingkat bunga tahunan yang sebenarnya dibayar atau diperoleh. bunga tahunan yang efektif mencerminkan efek dari frekuensi majemuk, sedangkan tingkat tahunan nominal tidak. EAR = (1 + i m ) 1 m

Contoh soal: Bapak Budi ingin mendapatkan tingkat bunga yang efektif dengan bunga 10% ketika tingkat bunga majemuk : 1. Annually (m = 1) 2. Semiannually (m = 2) 3. Quarterly (m = 4) Jawab Untuk Annually (m = 1)
EAR = (1 + 0.1 1 ) 1 1 EAR = (1 + 0.1)1 1 EAR = 1 + 0.1 1 EAR = 0.1 =10%

Untuk Semiannually (m = 2)
EAR = (1 + 0.1 2 ) 1 2 EAR = (1 + 0.05) 2 1 EAR = 1.1025 1 EAR = 0.1025 = 10.25%

Untuk Quarterly (m = 4)

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 123

EAR = (1 +

0.1 4 ) 1 4 EAR = (1 + 0.025) 4 1 EAR = 1.1038 1 EAR = 0.1038 = 10.38%

SOAL LATIHAN MANDIRI


1. Seorang nasabah mempunyai uang sebesar Rp.20.000,000 saat ini dan disimpan di bank dengan bunga 7% per tahun, yang dibayarkan bulanan. Uang tersebut tidak pernah diambil sampai dengan tahun kelima. Berapa nilai uang nasabah tersebut pada akhir tahun kelima? 2. Sebuah investasi membutuhkan dana sebesar Rp.500.000.000 dengan umur ekonomis 6 tahun. Perkiraan cash inflow adalah sbb : Tahun 1 Rp.150.000.000 Tahun 2 Rp.155.000.000 Tahun 3 Rp.225.000.000 Tahun 4 Rp.230.000.000 Tahun 5 Rp.225.000.000 Hitunglah Net Present Value proyek tersebut bila keuntungan yang diharapkan sebesar 12% 3. Seorang nasabah memerlukan dana sebesar Rp 225.000.000,- pada akhir tahun ke 5. Nasabah tersebut akan membayar sejumlah tertentu setiap tahunnya ke rekening tabungan dengan bunga 12% per tahun. Pembayaran pertama dilakukan pada akhir tahun pertama.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 124

Diminta: a. berapa rencana jumlah yang akan dibayarkan tahunan untuk sampai jumlah tersebut. b. Jika nasabah menyetorkan uang sekaligus, berapa yang harus nasabahkan setorkan untuk sampai jumlah tersebut pada akhir tahun 5. 4. Seorang ayah merencanakan untuk menabung guna membiayai kuliah anaknnya ke luar negeri. Anaknya saat ini berusia 10 tahun dan akan memasuki universitas 8 tahun lagi dan akan meyelesaikan kuliah 4 tahun. Saat ini biaya kuliah $ 10.000 dan ada inflasi 8% per tahun. Anak tersebut saat ini memiliki $ 15.000 yang disimpan di bank dengan memperoleh bunga 6%. Kekurangan biaya akan ditambah oleh ayahnya. Sang ayah merencanakan akan menabung setiap tahun mulai tahun sekarang sampai dimana anaknya masuk universitas. Ia menabung dalam dollar di suatu bank dengan bunga 8%. Berapa besar tabungan yang harus dilakukan sang ayah setiap tahun agar anaknya dapat menyelesaikan kuliahnya.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 125

DAFTAR PUSTAKA Agus Sartono., 2001, Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi), Edisi Keempat, Yogyakarta, BPFE Alwi, Syafaruddin. 1994. Alat-alat Analisis Dalam Pembelanjaan. Andi Offset. Yogyakarta. Bambang Riyanto, 1998, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi 4, BPFE, Yogyakarta Brealey,Richard A., and Myers, Stewart C.,And Marcus, Alan J., 1998, Fundamental of Corporate Finance, Second Edition, Irwin McGrawHill, New York Brigham, Eugene F, and Houston, Joel F.,2008, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi Kesembilan, Salemba Empat, Jakarta Buku 5 Modul 4 Legalitas Bentuk Perusahaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Formal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional 2010 Dermawan Sjahrial. 2007. Manajemen Keuangan. Mitra Wacana Media : Jakarta. Gitman, 2009, Principles of Managerial Finance, twelfth edition, Prentice Hall, Gitosudarmo, Indriyo, Drs., dan Drs. Basri. (1995). Manajemen keuangan. Yogyakarta : BPFE Harahap, Sofyan Syafri. 2002. Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Ikatan Akuntan Indonesia, 1999. Standar Akuntansi Keuangan. PSAK No. 17, Cetakan Keempat, Buku Satu, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Keown, Arthur. J, dkk, 2004, Manajemen Keuangan Prinsip-prinsip dan Aplikasi, Edisi Kesembilan. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia. Kieso, Donald J. Dan Jerry Weygandt. 2007. Intermediate Accounting. 12st edition. John Wiley and Sons, Inc. Manullang, 2005, Pengantar Andi,Yogyakarta. Manajemen Keuangan, Penerbit

Martin, John D., William Petty, Arthur J. Keown and David F. Scott Jr., 1998. Basic Financial Management, Prentice Hall Ridwan S. Sundjaja & Inge Barlian, 2002, Manajemen Keuangan I, Prenhallindo, Jakarta Suad Husnan dan Eny Pudjiastuti, 2006, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi 5, UPP STIM YKPN, Yogyakarta. Suad Husnan, 1998, Manajemen Keuangan, Teori dan Penerapan, Buku 1 dan 2, Edisi 3, BPFE, Yogyakarta.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 126

Susan Irawati. 2006. Manajemen Keuangan. Pustaka: Bandung. Sutrisno, 2005, Manajemen Keuangan, Yogyakarta, konisia FE UII Van Horne, James C.,and Wachowicz, John M.,1998, Fundamental of Financial Management, Tenth Edition, Prentice Hall, Singapore Weygandt, Jerry J and Kieso, Donald E and Kimmel, Paul D, 2007, Accounting Principles Pengantar Akutansi, Edisi Ketujuh, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Weston, Fred J. & Brigham F. Eugene, 1996, Essential of Financial Management, Tenth Edition, Erlangga: Surabaya.. Weston J, Fred dan Copeland Thomas E, 1999, Manajemen Keuangan, Jilid 1, Terjemahan Jaka Wasana dan Krisbandono, Penerbit Kina Rupa Aksara, Jakarta.

Rangkuman Manajemen Keuangan 1

Page 127

Anda mungkin juga menyukai