Epidemiology communicable disease Dosen: dr.

Titiek Editor: Tiara, GE: Sussy General Editor’s message: Bacanya yang sabar yak temen2… -,-‘ aku bold yang kira2 penting, yang lain gak dibaca juga gak apa2..hehe.. Setelah kuliah ini, kamu harusnya bisa : - Mendeskripsikan epidemiologi dari HIV, TBC, DHF dan malaria yang berkaitan dengan kecendereungan waktu, variasi geografis dan kelompok yang rentan - Menginterpretasikan perubahan epidemiology dari HIV, TBC, DHF dan malaria - Mendeskripsikan faktor utama yang akan mempengaruhi trends mada depan HIV, TBC, DHF dan malaria

What is EPIDEMILOLOGY???
Menurut bahasa klasiknya epi = upon; demon = people; ology = science Jadi, epidemiology adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang orang /populasi yang menjembatani ilmu pengetahuan biomedical, social dan tingkah laku. Intinya epidemilogi itu kompleks banget, karena dari DNA manusia yang sangat tak terlihat itu sampai sejumlah orang-orang dalam bentuk masyarakat yang itu semuanya dipelajari Variable epidemiology yang penting : Mortalitas = angka kematian Prevalensi = untuk mengetahui tentang kasus-kasus yang sudah lama Insidensi = untuk mengetahui kasus-kasus baru Variable epidemiology yang baru : Tuberculosis Surveillance Research Unit (TSRU) menemukan indeks epidemiologik yang baru  RISK OF INFECTION Definisi Risk of infection: prosentase populasi yang terinfeksi dalam satu tahun. Istilah lain adalah Annual Rate of Infection Dengan melakukan tes tuberkulin pada kelompok tertentu, biasanya adalah populasi anak-anak. Definisi modernnya : Studi tentang kejadian dan distribusi yang berhubungan dengan kesehatan penyakit atau peristiwa dalam populasi tertentu, termasuk studi tentang determinan yang mempengaruhi negara-negara tersebut, dan penerapan pengetahuan ini untuk mengontrol masalah kesehatan (Porta M, Last J, Greenland S. A Dictionary of Epidemiology, 2008) Epidemiologist itu siapa? Seorang profesional yang berusaha untuk mempelajari dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit atau kesehatan yang berhubungan dengan kondisi dan kejadian pada populasi dan masyarakat tertentu, dia ini memiliki pengalaman dalam pemikiran populasi dan metode epidemiologi, juga pengetahuan tentang kesehatan masyarakat dan inferensi kausal dalam kesehatan (Porta M, Last J, Greenland S. A Dictionary of Epidemiology, 2008) Epidemiologist are required to have some knowledge of : Epidemiologist harus memiliki pengetahuan mengenai: • Public health: karena kaitanya dengan penekanan dan pencegahan penyakit •Clinical medicine: karen kaitannya dengan penekanan pada klasifikasi penyakit dan diagnosis (pembilang) • Pathophysiology: karena adanya kebutuhan untuk memahami mekanisme biologis dasar dalam penyakit (sejarah alam) 1

• • •

• Biostatistics: karena adanya kebutuhan untuk mengukur frekuensi penyakit dan hubungan pada penyakit terdahulu (penyebut, pengujian hipotesis) • Social sciences: karena adanya kebutuhan untuk memahami konteks sosial di mana penyakit terjadi (determinan sosial fenomena kesehatan) Tujuan dari epidemiology : 1. Untuk mengetahui sifat / tingkat kesehatan yang berhubungan dengan fenomena di masyarakat / mengidentifikasi prioritas 2. Untuk mempelajari sejarah alam dan prognosis kesehatan-masalah yang saling berhubungan 3. Untuk mengidentifikasi penyebab dan faktor risiko masalah kesehatan 4. Untuk merekomendasikan / membantu dalam penerapan / mengevaluasi intervensi terbaik (tindakan pencegahan dan terapeutik) 5. Untuk memberikan landasan bagi kebijakan public Penerapan Epidemiologi • Klasik: deskriptif, observasional, lapangan, analitis, eksperimental, terapan, kesehatan, perawatan primer, rumah sakit, CD (Comunicable Diseases), NCD (Non-communicable Diesases), lingkungan, pekerjaan, psikososial, dll • Modern: faktor risiko, molekul, genetika, hidup saja, CVD, gizi, kanker, bencana, dll Mengapa sekarang muncul emerging communicable disease? Globalisasi  pergerakan orang dan barang yang pesat perkembangan pesat  Urbanisasi (ex: TB) Deforestasi –penebangan hutan-  (ex: Malaria) Terlalu banyak mengonsumsi produk hewani praktek peternakan dan pertanian yang intensif Kegagalansistem kesehatan - Terlalu fokus pada perawatan kuratif - Mengabaikan kesehatan masyarakat - Penggunaan antibiotik yang berlebihan HIV/AIDS EPIDEMILOGY Penilaian epidemiology tahun 2007 : GE’s message: aq gak tau inti dari paragraph di bawah ini apa, yang jelas HIV makin meningkat pesat seiring banyaknya pengguna obat melalui suntikan dan pekerja seks komersil, apalagi di papua dan penjara, yang kebanyakan napi nya masih ‘make obat’. Jadi? Tergantung keimanan temen2, mau lanjut baca kebawah atau gak..hehe.. (gak apa2 lah baca sekilas u/ menambah pengetahuan) Jumlah orang-orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia pada tahun 2007 ditaksir 33,2 juta orang; sedikitnya sekitar 30,6 juta atau banyaknya sekitar 36,1 juta. Secara keseluruhan, prevalensi HIV untuk dewasa 15-49 tahun ditaksir 0,1 persen pada tahun 2005 atau 1 per 100. Prevalensi bertambah sejak tahun 1987 Populasi yang beresiko diantaranya pekerja sex, pengguna obat injeksi dan homo sex. Berdasarkan data national 2002 Metode estimasi yang dgunakan oleh kementrian kesehatan pada populasi beresiko tinggi sekitar 90.00-130.00 penderita HIV/AIDS di Indonesia Sebuah revisi dari taksiran ini drencanakan untuk bulan agustus 2006 dari tanggal 31 desember 2005, angka kumulatif dari kasus AIDS dan kematian adalah 5.321 dan 1.332 berturut-turut. Rasio laki-laki perempuan dilaporkan pada 2003 adalah 4,7 : 1 Kasus infeksi HIV meningkat cepat di Papua dan pengguna obat Injeksi semakin marak khusunya di penjara, hal ini menyebabkan keprihatinan yang mendalam Epidemi IDU (Injecting Drugs Users – Pengguna Obat Suntik) telah menyebabkan peningkatan pesat dalam jumlah kasus HIV / AIDS sejak pertengahan 90-an di Jakarta, Jawa Barat dan Bali, dan infeksi yang menyebar dari 2

-

prevalensi HIV pada pekerja seks komersial meningkat dari sekitar 1 atau 2 persen menjadi 16 persen di Sorong. pasangan seks.000 orang. yang merupakan angka kasus yang dilaporkan dari 40 per 100.000 diperkirakan pengguna narkoba suntik. Epidemi di Papua sekarang dianggap sebagai umum.Tingkat viremia .000 dan 14. terkonsentrasi di sejumlah pusat-pusat populasi besar dengan setidaknya seperempat hidup dengan HIV.37 persen pada tahun 2003.039.000.000.Prevalensi rata-rata dari berbagai penelitian HIV di antara pengguna narkoba suntikan adalah sekitar 48%. .Jumlah pria yang melaporkan seks dengan pekerja seks tampaknya meningkat.Jumlah diperkirakan resmi infeksi HIV di Papua adalah antara 8. Prevalensi Infeksi HIV pada Dewasa. Depkes memperkirakan ada sekitar 160. . pokoknya kalo ditotal semuanya ada 22.Infektivitas dan keganasan strain HIV 3 . 9 persen di Timika dan 5 persen di Jayapura. Survei dari wanita hamil di beberapa daerah di Papua (Timika dan Merauke) menunjukkan tingkat prevalensi lebih dari 1 persen. Pada 31 Desember 2005.(tinggi maksudnya). atau sekitar 0. Di banyak wilayah di Indonesia epidemi sedang didorong oleh transmisi heteroseksual antara pekerja seks dan klien mereka. 4 juta orang di Asia Selatan dan Asia Tenggara dan 1.Tingkat infeksi HIV di kalangan pekerja seks perempuan adalah 3.6 hingga 1 persen dari total populasi orang dewasa. Papua telah melaporkan 832 kasus AIDS. • Bagaimana dengan daerah lain? Ternyata. Pada tahun 2007 aja.pengguna suntikan ke non-suntikan.08% tetapi secara signifikan bervariasi dari daerah ke daerah. Banyak bukaaan? Dinamika penyebaran HIV 1. Dari tahun 1998 hingga 2004. termasuk pekerja seks komersial. Variable biologi . tahun 1990-2007: Perbandingan Sub-Sahara Afrika dan Kejadian Rata-rata di Dunia • Sub-Sahara Afrika tetap menjadi daerah dengan angka HIV / AIDS yang wow. 15 persen di Merauke. .6 juta di Eropa Timur dan Asia Tengah hidup dengan HIV / AIDS.5 juta ODHA di Sub-Sahara Afrika. .. atau 20 kali rata-rata nasional dari 2 per 100. Perkiraan resmi dari pekerja seks perempuan di Indonesia adalah 233. Di Jakarta mencapai 6. 14 persen di Nabire. Tingginya tingkat infeksi menular seksual di kalangan pekerja seks komersial di Papua (sekitar 62 persen) juga mempengaruhi penularan HIV. satu dari setiap tiga orang di dunia yang hidup dengan HIV itu tinggal di Afrika sub Sahara.

E TUBERCULOSIS)  mempengaruhi penyebaran penyakit menular seperti TB. Dampak Serius pada Program Kesehatan Nasional BUDGETING  Keuangan ACCOMPANYING EPIDEMIC OF OTHER EPIDEMIC  berhubungan dengan epidemic penyait lainnya. diantaranya: 1. Increment of hospital base AIDS care ( from 2  9. CONTAGIOUS DISEASES ( I.kemiskinan dan kurangnya pendidikan .status wanita . - 4 .spesifitas secara geografi ataupun topografi . pemerosotan harapan hidup Dampak pada Sektor Kesehatan Konon pada 90-an di Afrika… Kematian pada pasien yang dirawat di RS 50% karena AIDS.rata-rata dari perkembangan penduduk yang pindah ke kota (urbanisasi) .kinerja dari system pelayanan kesehatan .7% in 1990)  kenaikan kebutuhan AIDS dasar di RS (dari 2 menjadi 9.ratio pria : wanita .pola bercampur-campur pasangan (apa bedanya sama ganti-ganti pasangan.pola migrasi atau perpindahan penduduk .. selama menstruasi dan oral .peperangan dan gangguan social .tanggapan atau respon terhadap suatu wabah .faktor ekonomi dan politik ..sikap terhadap perilaku sex Dampak Epidemi HIV/AIDS dampak epidemic HIV bervariasi pada setiap negara.proporsi kelompok atau daerah yang paling aktif melakukan seks (bebas) .7% pada tahun 1990) maksudnya aq juga agak agak gak ngerti.size of and rate of contact with core groups .??) . meningkatnya kematian pada usia dewasa dan anak < dari 5 tahun 3. Hal ini tergantung dari tingkat epidemic dan faktor spesifik lainya. variable demografi .prevalensi pengguna obat suntik terlarang 3.infeksi yang udah nyerang partnernya duluan .jenis hubungan sexual seperti anal.hehe.- Prevalensi penyakit infeksi menular seksual lainya Kurangnya sirkumsisi pada laki-laki Penggunaan produk vagina sembarangan 2. Variable perilaku berganti-ganti pasangan . penurunan laju pertumbuhan populasi 2.jarangnya penggunaan kondom .

TB telah mengambil 1 milyar kehidupan Setiap tahun. kuman dan zat beracun mencapai jaringan alveolar dalam jumlah yang lebih besar. risiko perkembangan dari infeksi penyakit. pengungsi. HIV/ AIDS. sehingga meningkatkan kerentanan terhadap TB paru. 2 juta orang meninggal akibat TB Bila terus berlanjut. dan / atau CD4 + limfopenia. • Merokok mempengaruhi kemajuan klinis lesi TB. • Merokok meningkatkan risiko infeksi Mycobacterium tuberculosis. usia tua. kemiskinan Migrasi/pindah. cacat pada respon imun makrofag. pelancong Perokok. lebih dari delapan juta orang mengembangkan TB secara aktif dan setiap tahun. mengubah struktur mukosiliar melalui penghancuran sel dan disfungsi dan mengurangi fungsi lisosim. Risiko TB meningkat dengan seringnya durasi merokok dibandingkan dengan jumlah rokok yang dihisap setiap hari. paru makin lebih cepat berlubang. Hal ini menginduksi apoptosis pada makrofag baik aktif dan non-aktif. akan ada 36 juta kematian akibat TB di tahun 2020 Faktor resiko Sipa yang paling beresiko? Malnutrisi. Akibatnya. perokok pasif mempercepat pengembangan TB aktif. yang menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor risiko untuk infeksi TB dan untuk pengembangan TB paru. • Risiko prevalensi infeksi TB lebih tinggi di kalangan perokok pasif saat ini daripada orang yang tidak pernah perokok. kuman TB makin banyak deh. • Merokok mengurangi pertahanan pada permukaan mukosa pernapasan. dan risiko kematian di antara pasien TB. silicosis - TB dan merokok • Hubungan antara merokok dan penyakit TB didukung oleh bukti penting epidemiologi yang dikumpulkan selama 50 tahun terakhir. mempengaruhi makrofag dan leukosit.Epidemiology TB • • • • Pendahuluan Penyakit ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu Merupakan penyebab kematian yang utama pada masa lalu Dengan penemuan OAT  angka kematian menurun tajam Saat ini terjadi peningkatan kembali angka kejadian tuberkulosis (TB) TB mengambil nyawa manusia setiap 15 menit Sepertiga populasi dunia telah terinfeksi TB Setiap detik. Di antara anak-anak yang hidup dengan seorang pasien dengan TB paru aktif. karena dengan rokok. 5 . • Hampir 61% kematian akibat TB yang diakibatkan oleh merokok. satu orang terinfeksi TB baru di dunia Berabad yang lalu. hingga mengganggu fungsi mekanik silia. • Dasar biologis dengan yang merokok meningkatkan risiko TB mungkin melalui respon imun menurun. alkoholik kronis Co morbidity : kencing manis.. Merokok juga menghasilkan perubahan pada sistem imunitas.

Faktor-faktor yang mempunyai hubungan bermakna dengan ketidak sembuhan orang yang sedang berobat TB paru tersebut adalah merokok (OR=7.78%).159%).86%). 2006 Intinya: Asia tenggara memiliki insidensi TB tertinggi.Intervensi terhadap TB harus mencakup pesan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok. Para penderita ini sebenarnya pernah menerima pengobatan dari Puskesmas.52%).56%). dan keadaan gizi (OR=9. rumah sakit. penghasilan (OR=7. pengetahuan tentang TB paru (OR=5. tapi lebih banyak di negara berkembang Orang-orang yang punya immune-compromised. akan tetapi baru sekitar 71% yang berhasil disembuhkan. positive HIV atau nutrisi lemah. PMO (OR=4. Epidemiology TB di Berbagai Wilayah • • • • - Table 1: Estimates of TB incidence. sikap terhadap proses pengobatan TB paru (OR=6. • • • 2. jarak ke fasilitas kesehatan (OR=6. Penelitian ini telah mendeteksi faktor-faktor yang mempunyai hubungan bermakna dengan kesembuhan/ketidaksembuhan orang yang berobat TB paru di Poli Paru Rumah Sakit Persahabatan Jakarta pada bulan Februari sampai dengan Desember tahun 2005.East Asia Region.51%). Tindakan terhadap gaya hidup merokok dan berbahaya dan kondisi hidup dapat membantu mengurangi dampak TB di masyarakat. program OAT gratis dari Pemerintah (OR=4. dan pusat pengobatan lain di Jakarta.59%) Rekomendasi: • diperlukan peningkatan promosi kesehatan dan peningkatan akses pelayanan dimana permaslaahanya? Dimana2. perilaku (OR=6. 6 .27%). Studi Aspek Epidemiologi Pengobatan Penderita Tuberkulosis Paru (2005) Lokasi: provinsi DKI Jakarta Angka kesembuhan TB 2003 DKI Jakarta masih di bawah target nasional (<85%) Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sekitar 4.83%). prevalence and mortality in the South.021 kasus TB paru (BTA positif) pada tahun 2002.

Tuberculosis in the world. 2002 numbers (rates/100K) People infecte  2 billion New TB cases 8. Nigeria 5. China 3. 2002 numbers (rates/100K) People infected  686m New TB cases 2.29m (81) Change incidence rate 0. Indonesia 4. Pakistan 7. Bangladesh 6.89m (182) New ss+ TB cases . India 2. Ethiopia 8.02%/yr • Prevalence HIV in new adult cases 4% • Prevalence MDR in new cases 2-3% • Deaths from TB (inc HIV) 625K (39) • • • • • 10 negara TB terbanyak 1.8m (141) New ss+ TB cases 3. South Africa 10.2 % • Deaths from TB (inc HIV) 1.9m (62) Change incidence rate 1% / yr • Prevalence HIV in new adult cases 12 % • Prevalence MDR in new cases 3. Philippines 9. DR Congo Situasi Epidemiologik > 250 7 .8m (29) • • • • Tuberculosis in the SE Asia Region.

Global partnership for development  kerjasama antar Negara untuk pembangunan 5 targets for global TB control MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS "to have halted and begun to reverse incidence. Universal primary education  pendidikan dasar bagi seluruh umat manusia 3. maksudnya bersih dan bebas penyakit gitu lingkungannya." Implementation (DOTS) Indicator 24 (target year 2005) Case detection 70% (> 6 m diagnosed) Treatment success 85% (> 5 m cured DOTS) Impact Indicator 23 (target year 2015 cf 1990) Prevalence 50% of ≈ 300/100K Deaths 50% of ≈ 30/100K (< 1m deaths) Diagnosis masalah epidemilogi • Dengan mendeteksi BTA dengan pewarnaan Ziehl Nielsen dan atau Kinyon Gabett • Untuk mendapatkan dahak dengan BTA (+) diperlukan minimal 5000 kuman/ ml sputum • Kultur M. Tuberkulosis diperlukan jumlah kuman 50 – 100/ ml sputum Sources of TB information 1. Surveillance 3. Environmental sustainability  ketahanan lingkungan. sepuluh tahun kemudian >300. malaria and other diseases  Basmi HIV/AIDS. 8. See? Semua penyakit meningkaat. Mortality statistics 8 . Notification of cases 2. kenapa epidemiology begitu rumit dengan ppt 181 slide kalo semua penyakit intinya meningkat? #deritaeditor Situasi Epidemiologik 2000 300+ Millennium development goals 2005  MDG’s 2005 1.. Improve maternal health meningkatkan kesehatan ibu dan anak 6. :P) 7. Combat HIV/AIDS.1997 masih >250. Eradicate poverty and hunger  membasmi kemiskinan dan kelaparan 2. Reduce child mortality  mengurangi mortalitas pada anak 5. Empower women  PEREMPUAN BERKUASA *hahaha* 4. malaria dan penyakit lain (dokter gak laku nanti.

fasilitas kesehatan lainnya.hygiene. 2. Pemberitahuan adalah sumber yang paling penting dari data untuk mengikuti epidemiologi TB dan untuk inisiasi pelacakan kontak. Interpreting trends 1: real trends Environmental: (nutrition.g. wealth housing. decline in TB mortality due to  cara membasmi TB – elimination of poverty  memberantas kemiskinan – improved nutrition  memperbaiki nutrisi masyarakat – medical care (streptomycin reduced deaths in UK by 51% 1948-1971). peningkatan HIV Multi Drug Resistant strains of TB (MDR-TB) • MDR-TB adalah TB yang resistan terhadap 2 atau lebih jalur utama obat anti-TB. – aging populations. klinik rawat jalan. negara-negara berkembang cenderung memiliki pelayanan kesehatan yang lebih dasar dan informasi juga miskin. • MDR-TB di seluruh dunia meningkat • Lebih dari 50 juta orang mungkin sudah terinfeksi 9 • • • • . Faktor penyebab penyakit (agent). Changing TB mortality • In the West. sociodemographics. populasi lansia – increasing travel and migration1. TB rates increasing TB infection rates are projected to increase. HIV/AIDS infection). 2-4. rawat inap. travel. Host changes: susceptibility (e. terutama morbiditas. sociopolitical). dan 3. Service activities data 1. Agent changes: Development of drug resistant strains of TB.  pelayanan kesehatan yang baik MODEL EKOLOGI EPIDEMIOLOGIC TRIANGLE (MODEL SEGITIGA EPIDEMIOLOGI) Agent (Vektor) Environment Host 1.  peningkatan orang yang pergi2 dan migrasi – increasing drug-resistance. Secara khusus. Faktor lingkungan (environment). Data TB. atau kontak dengan pelayanan kesehatan yang digunakan oleh pasien dengan TB: klinik dada. migration. due to. TB salah satu penyakit yang paling penting di seluruh dunia.4. Semua sumber-sumber ini memiliki keterbatasan tertentu dalam hal akurasi dan kelengkapan. Faktor inang atau penjamu (host). Surveillance termasuk sertifikat kematian pemantauan. cenderung meremehkan. peningkatan resistensi obat – increasing HIV prevalence.

• Sebagian besar kasus akan terjadi di negara berkembang • • • • • TB control and prevention. jika kontrol tidak diperkuat. 40% juga memiliki TB. lemah dan eldery most vulnerable HIV positive people vunerable and major threat to feture trends Multi drug resistance TB Penyebab : Pemakaian obat tunggal dalam terapi TB Panduan terapi yang tidak tepat - kombinasi yang tidak tepat.• kepatuhan yang Buruk terhadap pengobatan HIV / AIDS • 1994: Dari 14 juta orang HIV + ve. dosis yang tidak tepat Addition syndrome Kombinasi obat yang mengganggubiobalitas antar obat Penyediaan obat yg tidak regular Terapi yg tidak teratur - 10 . • besar risiko misdiagnosis TB di HIV dan pengobatan yang tidak memadai selanjutnya. Main strategies include: BCG vaccination  vaksin BCG Case finding menemukan kasus TB itu sendiri Effective therapy terapi yang efektif Health Education  edukasi kesehatan Chemoprophylaxis  kemoprofilaksis TB adalah : Merupakan penyakit infeksi penyebab kematian Mudah untuk terjadinya peningkatan resisten obat Travel and migrasi adalah kunci faktor resiko Kemiskinan.000 lebih banyak orang yang baru terinfeksi.000. 200 juta akan sakit dan 70 juta akan meninggal karena TB.000. • penyebab utama kematian TB jika HIV + ve • kekebalan lemah meningkatkan risiko infeksi TB berkembang menjadi penyakit. • Diperkirakan bahwa antara sekarang sampai tahun 2020 akan ada hampir 1.

Terapi yang ''kacau'': resep dosis yang tidak memadai / kombinasi obat .biaya yang tinggi .Rendahnya tingkat konversi ..ada pendaftaran. tidak ada pelaporan . • Tidak dikendalikannya penggunaan obat lini kedua di rumah sakit dan sektor swasta (kuinolon.Faktor risiko peningkatan MDR di Indonesia (1) . Terapi • Amat sulit  obat baru masih dalam tahap pengembangan • Memerlukan waktu lama  bisa sampai 24 bulan • Dasar terapi adalah “tailor made”  berdasar hasil uji kepekaan Hasil • Response rate 65% kasus dan kesembuhan pada 56%  pada penderita non HIV • Angka kematian pada penderita TB dg MDR dan HIV (+) 70 – 80% What is “burden”? • DALY = YLL (death) + YLD (disability) • For TB ~ 90% DALYs due to death • death is why TB is among top 10 in “burden” league table 11 . Faktor risiko MDR meningkat di Indonesia (3): • Saat ini kasus TB kronis tidak dapat diobati (tidak ada DOTS ditambah tersedia) Kasus-kasus kronis terus mengirimkan TB yang resistan terhadap obat • TB-HIV meningkat. pemantauan tidak ada . kanamisin dll) • Kinerja pengolahan Buruk di kebanyakan rumah sakit: ..persediaan dan dstribusi obat yang tidak memadai Faktor risiko MDR meningkat di Indonesia (2) • Banyak pasien TB yang diobati oleh penyedia layanan swasta (tidak mengikuti DOTS).pengobatan tanpa pengawasan.Rendahnya tingkat kesembuhan karena banyak pasien drop-out dari pengobatan.

9 Road traffic accidents 2.6 Tuberculosis 2.PEMERIKSAAN PENUNJANG : a.5 Diarrhoeal diseases 4.1 Malaria 2.1 HIV/AIDS 6. Mikroskopis ( dahak SPS ) b.3 Cerebrovascular disease 3.0 Unipolar depressive disorders 4.5 How to measure/estimate TB deaths? • Vital registrations • Population surveys • Incidence × case fatality TB deaths computed in different ways for different purposes PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERCULOSIS DI PUSKESMAS Penemuan pasien TB Strategi di lapangan : • Penemuan pasien TB dilakukan secara pasif dengan promosi aktif ( Pasive Promotif Case Finding ) • Pemeriksaan terhadap kontak pasien TB terutama yang BTA positif Gejala klinis pasien TB paru Gejala Utama pasien TB Paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih dapat diikuti dg : • Dahak bercampur darah • Sesak nafas • Badan lemas • BB menurun • Malaise • Berkeringat malam hari tanpa aktivitas fisik • Demam meriang lebih dari 1 bulan Penegakan diagnosis TB 1. lain2 sesuai indikasi 12 .0 Childhood diseases 3.1 Ischaemic heart disease 4. Foto Thorak d. Pemeriksaan Biakan c.LOSS OF HEALTHY LIFE DUE TO TB Rank 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Condition % DALYs Lower respiratory infections 6.KLINIS 2.

Pagi. Berat 4.Bakteriologis a.Tersangka Penderita TBC/ Suspek TBC Periksa Dahak Sewaktu.Lokasi atau organ tubuh yang kena a. Tingkat keparahan penyakit a.Sewaktu (SPS) Hasil BTA +++ ++Hasil BTA --- Hasil BTA +-- Antibiotik Non OAT Tdk ada perbaikan Foto Thoraks dan Pertimbangan Dokter Ada perbaikan Pemeriksaan Dahak Mikroskopis Hasil BTA +++ ++Hasil BTA --- Foto Thoraks dan Pertimbangan Dokter TB Paru Bukan TB Paru Klasifikasi penyakit TB 1.Riwayat Pengobatan sebelumnya a. Extra Paru 2. BTA Positif b. memutuskan rantai penularan dan mencegah resistensi kuman PRINSIP PENGOBATAN : 1. Ringan b. Paru b.Transfer In f.Relaps c.Default d.dlm jumlah cukup dan dosis yang tepat sesuai kategori pengobatan.Kasus Baru b.Failure e. 2.lain2→kasus kronik pengobatan TB TUJUAN : menyembuhkan pasien. OAT diberikan dalam bentuk kombinasi bbrp obat. BTA Negatif 3. Untuk menjamin kepatuhan pasien minum obat dilakukan pengawasan langsung (DOT=Directly Observed Treatment) oleh seorang PMO 13 .

Mengingatkan pasien utk periksa dahak pd saat yg ditentukan 3.Sembuh b.Tinggal dekat dengan pasien 3. Pemantauan kemajuan pengobatan TB pada orang dewasa dilaksanakan dg pemeriksaan ulang dahak secara mikroskopis 2x (S-P) B. Persyaratan PMO 1.Pindah e. Hasil Pengobatan Pasien TB a.Gagal Tipe Pasien Uraian Px baru BTA Akhir tahap (+ ) kat.Pengawasan menelan obat A.Pengobatan lengkap c.Meninggal d.dipercaya dan disetujui oleh pasien dan petugas kesehatan . Tugas Seorang PMO 1.Putus berobat ( Default ) f.Dikenal.Bersedia dilatih dan mendapat penyuluhan bersama pasien B.Tugas PMO bukanlah untuk mengganti kewajiban pasien mengambil obat di unit pelayanan kesehatan Pemantauan dan hasil pengobatan TB A.Bersedia membantu pasien dengan sukarela 4.Mengawasi pasien TB agar menelan obat sec. teratur sp selesai pengobatan 2. dan disegani serta dihormati pasien 2. 1 intensif Hasil BTA Neg Tindak Lanjut Tahap Lanjutan OAT Sisipan 1 bln → tahap lanjutan SEMBUH GAGAL → Kategori 2 Pos Neg Pos Sebln sblm AP atau Akhir Pengobatan 14 .

1 mjd Kat 2 15 . rujuk uji kepekaan obat SEMBUH KRONIK → Rujuk ke Spesialis Paru Px BTA (+ ) Akhir tahap kat. neg atau TB extra paru→ Tx dihentikan →observasi→ parah →periksa ulang SPS/Biakan b. Kat. bila . 2 intensif Sebln sblm AP atau Akhir Pengobatan Neg Pos  Kat. bila : a. 1 mjd Kat 2 b.neg → lanjutkan Tx . 2 dirujuk ke Spesialis Paru 3.pos → pengobatan <5bln → lanjutkan Tx → pengobatan >5bln a. (=kategori) Tatalaksana pasien yang berobat tidak teratur 1. Putus obat < 1 bln lacak → diskusikan → lanjutkan Tx 2. Kat. Putus obat 1-2 bln lacak → diskusikan → Periksa dahak SPS. positif salah satu maka : .Tipe Pasien Pasien baru BTA (-) Rontgen (+) Uraian Akhir tahap intensif Hasil Tindak Lanjut BTA Neg Tahap Lanjutan sp selesai→Pengobat an Lengkap Pos Ganti kategori 2 dimulai dari awal Tipe Pasien Uraian Hasil BTA Neg Pos Tindak Lanjut Tahap Lanjutan OAT Sisipan 1 bln→ tahap lanjutan. Putus Obat > 2 bln (DEFAULT) -Periksa dahak SPS.Kat.

5 → 54 orang 16 .000 penduduk dlm waktu 1 th Jml suspect yg diperiksa Jumlah penduduk x 100. 2 dirujuk ke Spesialis Paru Indikator Program Penanggulangan TBC 1.000 maka perkiraan TB BTA (+) 107/100. Jml pasien TB BTA (+) yg ditemukan x 100% Jml seluruh suspek yg diperiksa Angka ini sekitar 5-15% 3. Case Detection Rate ( CDR ) Persentase Jumlah penderita baru BTA(+)yg ditemukan dibanding jumlah penderita baru BTA (+) yg diperkirakan ada di wilayah tsb Jml penderita baru BTA (+) Perkiraan Jml penderita baru BTA (+) x 100% Target CDR PenanggulanganTBC Nasional : 70 % Perkiraan jumlah pasien TB BTA positif yg ada di suatu Wilayah = angka perkiraan nasional (daerah) penderita baru BTA (+) x jumlah penduduk wil tsb Contoh : Pusk Sibela penduduk 50.000 jiwa Jawa Tengah perkiraan BTA (+) = 107/100.Proporsi Pasien TB BTA Positif diantara Suspek Persentase penderita BTA (+) yg ditemukan diantara semua suspek yg diperiksa dahaknya..000 2.Kat.000 X 50.000 = 53.Angka Penjaringan Suspek Jumlah suspek yang diperiksa dahaknya diantara 100.

Angka Konversi ( Conversion Rate ) Persentase penderita TBC Paru BTA (+) yg mengalami konversi menjadi BTA (-) stlh pengobatan fase intensif 2 bln Jml penderita BTA (+) yg konversi Jml penderita BTA (+) yg diobati x 100% Angka minimal yg hrs dicapai adalah 80 % 5. ada sekitar 50 sampai 100 juta kasus demam berdarah (DF) dan beberapa ratus ribu kasus demam berdarah dengue (DBD) per tahun. Jml sediaan (+) palsu + Jml sediaan (-) palsu Jml seluruh sediaan yang diperiksa x 100% Angka ini menunjukkan kualitas pembacaan slide Error Rate hanya bisa ditoleransi maksimal 5 % Situasi epidemiologi DBD di Indonesia • Secara global. • Ini adalah penyakit yang muncul kembali (re-emerging) di seluruh dunia di daerah tropis Faktor yang berkontribusi terhadap munculnya dan re-emerging arthropoda-borne diseases • Mayor demografi perubahan global (urbanisasi dan pertumbuhan penduduk) 17 . • 2. Angka Kesembuhan ( Cure Rate ) Persentase penderita BTA (+) yg sembuh stlh selesai masa pengobatan diantara semua penderita BTA (+) yg tercatat Jml penderita BTA (+) yg sembuh Jml penderita BTA (+) yg diobati x 100% Angka minimal yg harus dicapai adalah 85 % Angka ini menunjukkan keberhasilan program 4. Error rate Angka kesalahan laboratorium yg menyatakan persentase kesalahan pembacaan slide yg dilakukan oleh laboratorium pertama stlh di cross check oleh BLK. penularan demam berdarah dan frekuensi dari epidemi demam berdarah telah meningkat sangat di sebagian besar negara tropis.5 miliar orang berisiko di seluruh dunia • Dalam 20 tahun terakhir.4.

vektor transmisi suatu virus dengue • Empat berkaitan erat RNA beruntai tunggal virus Dengue (DEN-1. (Habitat Domestik) • Munculnya resistensi terhadap insektisida terkait dengan penyalahgunaan mereka meningkat. • kontrol yang tidak memadai. diikuti oleh. DEN-2.Antibodi ibu pada bayi • Host genetika • Usia (kasus fatal antara anak & dewasa muda).Risiko DBD adalah terbesar untuk DEN-2. aegypti.Infeksi sebelumnya . aegypti-penyakit yang ditularkan. Virus.• Perubahan demografi telah mengakibatkan perubahan sub-standar sanitasi lingkungan yang memfasilitasi transmisi Ae. (Overcrowding di kota-kota dengan sanitasi yang buruk) • Peningkatan perjalanan dengan pesawat udara sehingga meningkatkan pertukaran virus dengue dan patogen lainnya. DEN-3 DEN-4 dan DEN-1 . penggunaan semprotan insektisida ruang untuk nyamuk dewasa terbukti tidak efektif pendekatan untuk mengendalikan Ae. • tinggi risiko infeksi sekunder • tinggi resiko di lokasi dengan dua atau lebih serotipe beredar secara simultan pada tingkat tinggi (hiper-endemik transmisi) 18 . dan jangka pendek lintas-kekebalan (Seseorang dapat terinfeksi sebanyak empat kali. DEN-3 dan DEN-4) • Setiap serotipe memberikan kekebalan seumur hidup tertentu. sekali dengan serotipe masing-masing) • Semua serotipe dapat menyebabkan penyakit parah dan fatal Transmission of Dengue Virus by Aedes aegypti Mosquito feeds / acquires virus Mosquito refeeds / transmits virus Intrinsic incubation period Extrinsic incubation period Viremia 0 5 8 12 16 DAYS 20 Viremia 24 28 Illness Human #1 Illness Human #2 Faktor risiko dilaporkan DBD • Virus serotipe .

. dengan kelemahan dan depresi mental • Kelangsungan hidup terkait langsung dengan rawat inap awal dan perawatan suportif agresif • DBD Ditangani dikaitkan dengan tingkat kematian 3% • DBD yang tidak diobati dikaitkan dengan tingkat kematian 50%. tindakan pencegahan terbaik adalah pengendalian vektor. metode pengendalian vektor • kontrol Biologi . tapi DBD adalah kondisi yang berbeda (DHF.Penghapusan habitat larva..Option: pelihara ikan dalam kolam agar larva dimakan • pengendalian Lingkungan . partisipasi masyarakat • keterlibatan masyarakat dan partisipasi aktif untuk mengurangi sumber perkembangbiakan larva adalah kunci untuk pencegahan dan pengendalian.. Pencegahan • perlindungan pribadi terhadap gigitan nyamuk .) . • Kontrol Kimia • Larvicides dapat digunakan untuk membunuh tahap air matang • Ultra-low fumigasi volume efektif melawan nyamuk dewasa Aedes aegypti sebagai sepenuhnya dijinakkan • Nyamuk mungkin memiliki ketahanan terhadap semprotan aerosol komersial. bacaa.DBD membunuh hanya dengan perdarahan  Pasien meninggal akibat shock .Sebagian besar eksperimental .DBD adalah masalah keluarga berpenghasilan rendah  Semua kelompok sosial ekonomi yang terpengaruh Prognosis • manifestasi klinis yang buruk harus diberikan cairan dan elektrolit yang agresif. • Mendidik masyarakat dalam dasar-dasar demam berdarah. .Pakaian pelindung . .Ini adalah metode yang paling mungkin efektif dalam jangka panjang.Penerapan repellents nyamuk di kulit yang terkena • Namun.Skrining pintu dan jendela .bacaa. bahkan pasien yang ditangani dengan baik pun bisa jadi parah. wadah air Sampul holding.Dimana nyamuk bertelur . inget ada haemoragic loh yaa). aman dan terjangkau tidak akan tersedia dalam waktu dekat. gejala dan pengobatan 19 . Buang wadah buatan. Dengue vaksin??? • Tidak ada vaksin yang berlisensi saat ini • Vaksin yang efektif harus tetravalen • Bidang pengujian vaksin tetravalen dilemahkan sedang berlangsung • vaksin yang efektif.Dengue + pendarahan = DBD  Sebenernya butuh 4 kriteria WHO & permeabilitas kapiler . seperti: .Informasi umum tentang penularan demam berdarah. • pemulihan dapat diperpanjang.Hubungan antara larva dan nyamuk dewasa .Manajemen yang buruk berubah menjadi DBD dengue  pengelolaan dengue yang jelek bisa membuat dengue lebih parah.DBD adalah penyakit pediatric  Semua kelompok umur bisa kena dengue ..Kesalahpahaman Umum tentang demam berdarah dengue (penting ini..

581/ 1992 : 1. DEN-3 meningkat 1-2 tahun sebelum epidemi 5. yang infeksi sekunder 65%. Sekuensing DNA sedang berlangsung. 64% -> positif dengan uji HI. aegypti. Diintensifkan sebelum musim penularan 20 . mual. c. nyeri epigastrium adalah gejala yang paling umum.Gunakan obat nyamuk. DEN-3 (37%) dan DEN-4 (19%) dominan. Sakit kepala. muntah. b. .Tidur di bawah kelambu di daerah yang terkena. Epidemi 2004: a. Transmisi musim: musim hujan 4. 2. . Penanggulangan DBD oleh Pemerintah dan Masyarakat 2. DBD meningkat & menyebar dengan epidemi setiap 5 tahun. Program pemberantasan DBD Penyebab maslaah : Kurangnya perhatian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan khususnya pasien DBD Kebijaksanaan : KEPMENKES No.pendidikan publik • Demam berdarah adalah TIDAK menular melalui kontak dari orang-ke-orang • rawat inap dini penting.Kenakan pakaian pelindung. Kasus DBD bergeser ke dewasa 3. • Vaksin TIDAK tersedia. • Mengurangi Sebuah populasi vektor aegypti • Mengurangi paparan A. Indonesian Dengue Outbreak By Serotype 50 40 30 20 10 0 D1 D2 D3 D4 Mixed Trend Epidemiologi 1. bukan DEN-3 dan DEN-2 d. .

Sekolah -Guru Petugas sanitasi Murid KELUARGA Pengelola tempat umum Pemberantasan sarang nyamuk Upaya bersama masyarakat dan pemerintah @ DARI – OLEH – UNTUK MASYARAKAT @ “POKJA DBD”  KEPALA DESA/KEL TOKOH MASY.PELAKSANA/INSTANSI DAN KEGIATANNYA SASARAN -Instansi kesehatan -Sektor penerangan -Swasta Masyarakat luas TOMA\TOGA Kader\PKK Kepala Desa -Kep. KADER /JUMANTIK @ USAHA KES. SEKOLAH @ KETERLIBATAN SEMUA PIHAK @ BIMTEK PUSKESMAS @ KOMITMEN PEMERINTAH SURVEY PEMANTAUAN JENTIK BERKALA (PJB) OLEH PUSKESMAS SETIAP DESA/KEL : 100 RUMAH • DIBUAT DAFTAR HASIL PJB • DILAPORKAN KE CAMAT (FEED BACK DLM RAPAT POKJANAL DBD KECAMATAN TIAP 3 BULAN) • BUPATI/WALIKOTA (FEED BACK DLM RAPAT POKJANAL DBD KABUPATEN TIAP 3 BULAN) 21 .

behavioral.Ringkasan : • DBD masih akan menjadi masalah kesehatan masy. • Penelitian2: klinik. • Kewaspadaan tinggi sblm musim penularan untk mencegah KLB.vaksin dll pidemiology malaria Malaria and Ecology and Burden Intrinsic and Extrinsic Factors Control and prevention measures Human Social. economic and political factors Parasite Mosquit o Environmental conditions Malaria Ecology and Burden Clinical Manifestations Infected Mosquito Acute febrile illnes s Severe illness Hypoglycemi a Anemi a Respiratory distress Cerebral malaria Death Infected Human Chroni c effects Anemi a Neurologic / cognitive Development al Impaired growth and developmen t Malnutrition Pregnanc y Fetu s Maternal Low birth weight Infant mortality Impaired productivity Acute illness Anemia 22 .epidemiologi. • Diperlukan KOMITMEN yang lebih besar dari semua pihak. • Upaya selama ini telah berhasil menurunkan angka kematian.virologi.entomologi. • Penggerakan PSN belum berhasil mengurangi angka kesakitan.

III. strategies. II.• • • • Interventions. education. community Health education Management Effectiveness Health systems effectiveness (quality). education Chemoprophylaxis Intermittent treatment (pregnancy)* Radical therapy for relapses (P. tactics Surveillance Monitoring and evaluation Malaria di indonesia Main activities Prevention and control of local transmission and the risk factors Early diagnosis and Prompt treatment Strengthening the surveillance epidemiology and outbreak control Strengthening communication information . community empowerment and support from local gov’t in malaria control • • • • • • • • • • • • • • • I. curtains. family. Control and Economics Type of control vector Environmental modification (urban)* Chemical and biological larvicides* Indoor residual insecticide spraying* Outdoor residual insecticide spraying *costly and effective Type of control personal protection 2 Insecticide–impregnated materials: nets. IV.ovale) * cost effective Type of Control Social Action Mobilization of individual. planning. 23 . policies. efficiency Leadership. P. referral. clothing* House screening House location Repellents Fumigants * Shown cost effective for low-income countries Type of control antyplasmodyal Patient management: early diagnosis. treatment.vivax.

keluarga. efisiensi • Kepemimpinan. Diagnosis dini dan pengobatan Prompt III. penyemprotan Terbuka * mahal tapi efektif Pengendalian vector tipe 2. penyemprotan Indoor * • insektisida residual. • Terbatasnya sumber daya • Kondisi GEOGRAFIS yang terpencil / daerah terisolasi TUJUAN POST PEMBENTUKAN DESA MALARIA (VMP .vivax. Penguatan informasi komunikasi. pengobatan. kebijakan. strategi. (untung pake kerudung. perencanaan. perlindungan pribadi: • memakai kelambu. pendidikan • Kemoprofilaksis • Intermittent pengobatan (kehamilan) * • terapi Radikal untuk kambuh (P. Jenis Aksi Kontrol Sosial: • Mobilisasi masyarakat individu. • Pendidikan kesehatan Pengendalian vector tipe 5. Memperkuat epidemiologi pengawasan dan pengendalian wabah IV.VILLAGE MALARIA POST): Untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas malaria di daerah terpencil melalui: 24 . Jenis kontrol antyplasmodyal: • manajemen Pasien: diagnosis dini. Efektivitas manajemen: • Sistem kesehatan efektivitas (kualitas).Intervensi. P. rujukan. baju panjang. taktik • Pengawasan • Pemantauan dan evaluasi Malaria di Indonesia kegiatan utama I. pendidikan.ovale) * Biaya efektif Pengendalian vector tipe 4. Pengendalian dan Ekonomi Pengendalian vector tipe 1: • modifikasi Lingkungan (perkotaan) * • Kimia dan larvicides biologi * • insektisida residual. Pencegahan dan pengendalian transmisi lokal dan faktor risiko II. pemberdayaan masyarakat dan dukungan dari gov't setempat dalam pengendalian malaria GAMBARAN MALARIA DI 5 PROVINSI INDONESIA TIMUR • kejadian Malaria di bagian timur merupakan kejadian tertinggi di negara ini • Kematian karena Malaria adalah peringkat ketiga di antara penyakit lainnya • Lebih dari 8 juta orang yang saat ini terpengaruh dengan beban akibat malaria MASALAH: • Buruknya akses diagnosis dan pengobatan malaria. :D) • skrining Rumah ] • Lokasi Rumah • repellents * biaya lebih efektif untuk negara berpenghasilan rendah Pengendalian vector tipe 3.

lebih dari 25% dari kasus malaria dirawat oleh kader malaria di Pos Desa Malaria. mepet MCQ.Temuan kasus.T Bagaimana pun. *berkaca-kaca terharu* Semales apapun temen2 bacanya. meningkatkan peran masyarakat untuk memerangi malaria • Village Post Malaria adalah pelajaran belajar untuk mengurangi kejadian malaria di desa terpencil Gak percayaa kalo editannya bakal beres sehari abis responsi. Motivator untuk melakukan kegiatan kesehatan lingkungan khusus membersihkan tempat perkembangbiakan nyamuk • Di Indonesia. • Melalui VMP. Penemuan kasus secara aktif melalui pemeriksaan darah smear dan memberikan pengobatan untuk malaria klinis 2. Advokasi kepada pemegang Stake di semua tingkat pemerintahan administrasi untuk pembentukan VMP 2. . Pelatihan kader oleh HC staf Peran kader MALARIA 1. semoga kita semua lulus blok 19 dengan nilai amat memuaskan… Amiin… 25 .Preparat & . Bed Net / dsitribution LLIN 5.. Penyebarluasan informasi kepada masyarakat VMP 3.. Rekrutmen kader 4. saya maklum. promosi kesehatan 3.Malaria pengobatan oleh kader Malaria PROSES PEMBENTUKAN POS DESA MALARIA: 1.. Bekerja sama dengan bidan desa dan petugas melakukan pertemuan bulanan 4.T.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful