Anda di halaman 1dari 46

UJI PROTEIN

UJI KOMPOSISI DASAR ( Uji Komposisi Elementer )


MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN untuk mengetahui / menunjukan adanya gugus karbon oksigen dan hidrogen CARA KERJA a. Siapkan 1 buah tabung reaksi bersih dan kering diisi dengan sedikit contoh albumin cair ( putih yelur ) 0,5 ml panaskan dengan secara berangsur angsur dan perhatikan baunya bau rambut terbakar adalah spesifik untuk senyawa nitrogen kegosongan ( warna hitam ) menunjukan adanya karbon, sedangkan kondensasi air dibagian atas menandakan adanya oksigen dan hidrogen b. Siapkan 1 buah tabung reaksi bersih dan kering diisi dengan sedikit contoh albumin cair ( putih yelur ) 0,5 ml tambahkan kristal NaOH sejumlah 2 x lebih banyak gantungkan kertas lakmus yang basah dibibir babung panaskan hati hati, perhatikan baunya dan pengaruh perubahan pada kertas lakmus bau amonia yang keluar dan perubahan kertas lakmus menjadi biru menunjukan adanya nitrogen dan hidrogen c. Siapkan 2 tabung reaksi : diisi dengan tepung contoh dan tepung albumin tambah 5 ml NaOH 10 % didihkan tambah 10 tetes larutan Pb asetat yang mengakibatkan warna menjadi gelap tambah 1 ml HCl pekat dengan hati hati perhatikan bau yang khas terjadi

HASIL PENGAMATAN a. albumin padat bau seperti rambut terbakar endapan hitam b. albumin + NaOH kristal kertas lakmus berwarna biru larutan berwarna orange c. tepung albumin + NaOH 10% + lar. Pb asetat + 1ml HCl larutan berwarna hitam pekat + lar. Abu-abu endapan hitam

UJI BURET
MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN untuk mengetahui kandungan protein untuk menunjukan reaksi positif yang memiliki gugus CONH2; C(NH)NH2; CSNH2 dan membentuk ikatan peptida dalam protein CARA KERJA a. Siapkan 4 tabung reaksi isi dengan : 4 ml lar. Albumin padat + 2 ml NaOH 10 % + 1 tetes lar. CuSO4 4 ml lar. Albumin 2 % + 2 ml NaOH 10 % + 1 tetes lar. CuSO4 4 ml lar. Air susu 2 % + 2 ml NaOH 10 % + 1 tetes lar. CuSO4 4 ml lar. Urea + 2 ml NaOH 10 % + 1 tetes lar. CuSO4

campurkan dengan baik dan kalau tidak terbentuk warna ungu muda atau ungu tambahkan beberapa tetes larutan CuSO4 b. larutkan uji ini dengan albumin 2 % c. sedikit urea dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan dipanaskan hati hati hingga urea melebur jangan sampai gosong. dinginkan dengan segera dan perhatikan baunya larutkan dalam air dan lakukan uji buret seperti a HASIL PENGAMATAN a. albumin terbentuk cincin ungu larutan berwarna bening b. albumin 2% terbentuk cincin ungu larutan berwarna bening c. lar. Susu 2% terbentuk cincin ungu (+) (+) (+)

larutan berbentuk gel putih d. urea terbentuk cincin ungu larutan berwarna bening (+)

UJI NINHIDRIN
MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN untuk menunjukan adanya ikatan aldehida dan adanya reaksi amoniak a. Siapkan tabung reaksi isi dengan : Albumin padat, Albumin 2 % 1 ml, Air susu 2 % 1 ml. b. Tambahkan dengan 1 ml 0,1 M buffer asam asetat pH 5 dan 20 tetes 0,1 % larutan ninhidrin. Panaskan diatas penangas air mendidih selama 10 menit dan warna biru yang terbentuk. c. Larutkan uji ini dengan albumin 2 % HASIL PENGAMATAN a. lar. Susu 2% ketika dipanaskan berwarna biru setelah diangkat kembali berwarna putih (pemanasan kurang sempurna) b. albumin padat gel berwarna biru lar. Berwarna putih c. albumin 2% ketika dipanaskan berwarna biru setelah diangkat kembali berwarna putih (pemanasan kurang sempurna) (+) ( + ++ ) (+)

CARA KERJA

UJI XANTOPROTEIN
MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN untuk menunjukan bahwa adanya gugus benzen, tirosin, triptofan, fenilalanin pada asam amino ( protein ) CARA KERJA a. sediakan beberapa tabung reaksi sbb : b. 2 ml larutan contoh ( albumin 2 %, susu 2 %, albumin padat ) + 0,5 HNO3 pekat, perhatikan endapan putih yang terbentuk lalu panaskan hati hati hingga terbentuk warna kuning. Dinginkan bawah air keran lalu tembahkan hati hati larutan NaOH 10% atau NH4OH hingga basa, ditandai dengan terjadinya perubahan warna dari kuning menjadi kuning tua kemudian jingga c. jelaskan hasil dan reaksi yang terjadi HASIL PENGAMATAN a. 2ml albumin 2% larutan bening kental endapan putih setelah di tambah NaOH 10% larutan berwana kuning cerah endapan berwarna jingga b. 2ml albumin pdat larutan bening endapan putih dipanaskan endapan kuning ( ++ ) dipanaskan endapan kuning

setelah ditanbahkan NaOH 10%

larutan kuning endapan jingga c. 2ml susu 2% larutan bening endapan putih setelah ditanbahkan NaOH 10% larutan kuning endapan jingga dipanaskan

( +++ )

endapan kuning

(+)

PEMBENTUKAN ENDAPAN DENGAN ASAM DAN ALKALI


MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh asam dan alkali pada protein CARA KERJA a. sediakan tabung reaksi sebagai berikut b. masing masing diisi dengan lar. contoh ( lar. susu dan albumin ) c. tabung I : teteskan dengan lar. HCl pekat, lalu catat perubahan yang terjadi. Diamkan selama 30 menit, perhatikan perubahan warna yang terjadi lalu kocok pelan pelan dan panaskan hati hati. d. Tabung II: ditambah dengan asam asetat glasial. e. Tabung III : ditambah lar NaOH 10%.

HASIL PENGAMATAN a. - Lar susu + HCl pekat 1ml larutan tetap putih endapan putih - lar. albumin + HCl pekat ( ++++ ) ( +++ )

ada endapan putih & mengental

b. lar susu + asam asetat glasial

( +++ )

tidak terbentuk endapan - lar. albumin + asam asetat glasial lar bening ada endapan seperti gel c. lar susu + NaOH 10% terbentuk sedikit endapan - lar. albumin + NaOH 10% lar kuning ada endapan ( +++ ) ( +++ ) ( +++ )

PEMBENTUKAN ENDAPAN DENGAN GARAM DARI LOGAM BERAT


MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN untuk mengetahui pengaruh logam berat pada protein

CARA KERJA a. siapkan tabung reaksi bersih dan kering b. 2ml lar contoh ( susu dan albumin ) ditambah 1 tetes lar 0,2% CuSO 4, hingga terjadi endapan dan perhatikan setiap perubahan yang terjadi pada setiap kali penetesan. c. Ulangi percobaan b dengan menambahkan larutan 2% Pb asetat, 2% CuSO4, 2% HgCl2, 2% FeCl3 . HASIL PENGAMATAN Lar susu 0,2% CuSO4 Larutan putih kebiruan albumin Endapan kuning 0,2% CuSO4 Larutan putih kental Endapan putih Endapan biru Endapan putih 2% CuSO4 Larutan 2% HgCl2 Larutan putih cair 2% FeCl3 Larutan kuning endapan kasar Endapan orange

agak biru

PENGENDAPAN PROTEIN OLEH ASAM ASAM KOMPLEKS


MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN untuk mengetahui pengaruh asam kompleks ( reagen ) terhadap pengendapan protein CARA KERJA a. sediakan 3 buah tabung reaksi dan diisi dengan 2ml lar contoh ( susu dan albumin ).

b.

Tabung I: ditambahkan tetes demi tetes asam pikrat jenuh Tabung II : ditambah tetes demi tetes TCA Tabung III : ditambah phospomobidat

c. perhatikan penambahan sedikit demi sedikit reagen terhadap pengendapan HASIL PENGAMATAN a. 2ml albumin + asam pikrat jenuh larutan bening terdapat endapan 2ml albumin + TCA larutan berwarna bening timbul endapan putih 2ml albumin + phospomobidat larutan berwarna putih timbul endapan b. 2ml larutan susu + asam pikrat jenuh tidak timbul endapan

2ml larutan susu + TCA larutan berwarna bening timbul endapan putih susu 2ml larutan susu + phospomobidat

larutan berwarna putih kehijauan timbul endapan tapi kurang sempurna

PENGENDAPAN DENGAN PELARUT ORGANIK


MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN untuk mengetahui kelarutan protein dalam air

CARA KERJA a. isi tabung reaksi dengan 3ml larutan contah ( susu dan albumin ) b. tambahkan 10ml larutan alkohol 95%,aduk baik baik. Apakah terbentuk endapan? c. Bila terjadi endapan, ambil sedikit dan periksa kelarutannya dalam air. HASIL PENGAMATAN 3ml larutan susu + 10ml lar alkohol 10% timbul endapan putih kelarutan dalam air : larut tetapi tidak sempurna 3ml larutan albumin + 10ml lar alkohol 10% timbul endapan ( menggumpal ) putih kelarutan dalam air : tidak larut \

BAB

PEMBAHASAN
Protein adalah zat dengan molekul raksasa ( massa molekulnya bervariasi, ada yang mencapai 1juta. protein ada yang berasal dari hewan yang biasa disebut sebagai protei hewani dan ada yang berasal dari tumbuhan yang biasa disebut juga protein nabati. Kata protein berasal dari protos atau proteos yang berarti pertama atau utama. Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau manusia. Oleh karena itu sel merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein yang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama pembentukan dan pertumbuhan tubuh. Protein terdiri atas unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen serta belerang dan phospor. Molekul protein tersebut ialah polimer dari molekul molekul sederhana yang disebut asam amino. Sekitar lebih dari 50 asam amino protein telah dapat di identifikasi. Satu protein rata rata terdiri atas 20 jenis asam amino yang berikatan anatara satu dengan yang lain dalam satu susunan yang khas. Ikatan antara asam amino dalam protein disebut ikatan peptida. Dengan ikatan peptida ini molekul asam amino dapat membentuk makro molekul protein. Satu peptida yang mempunyai dua ikatan peptida atau lebih dapat bereaksi dengan ion Cu ++ dalam suasana basa dan membentuk senyawa kompleks yang berwarna ungu. Reaksi ini disebut juga reaksi buret, yang merupakan dasar penentuan protein secara kuantitatif. Pada uji buret semakin tua warna ungu yang dihasilkan maka semakin tinggi kandungan proteinnya. Di tinjau dari strukturnya protein dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu golongan protein sederhana dan protein gabungan. Yang dimaksud dengan protein sederhana ialah protein yang hanya terdiri dari molekul molekul asam amino. Sedangkan protein gabungan ialah proteoi yang terdiri atas protein dan gugus yang bukan protein. Gugus ini disebut juga gugus prostetik yang terdiri atas karbohidrat, lipid dan asam nukleat. Protein sederhana dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan bentuk molekulnya, yaitu protein fiber dan protein globular. Protein fiber mempunyai bentuk molekul panjang seperti serat atau serabut, sedangkan protein globular berbentuk bulat seperti

albumin yang merupakan protein yang dapat larut dalam air serta dapat terkoagulasi oleh panas. Larutan albumin dalam air dapat diendapankan dengan penambahan amonium sulfat hingga jenuh. Albumin antara lain terdapat dalam serum darah dan bagian putih telur. Pada uji komposisi dasar, albumin yang dipanaskan menghasilkan bau rambut yang terbakar dan berwarna hitam karena menunjukkan adanya karbon. Sedangkan pada tabung reaksi yang diisi dengan larutan contoh ( larutan susu 2% dan albumin 2% ) dan ditambah dengan NaOH, maka kertas lakmus akan berubah menjadi biru yang menunjukkan adanya nitrogen serta hidrogen yang bersifat asam, juga tercium bau amoniak. Tabung reaksi yang ditambahkan NaOH 10% dan larutan Pb asetat menyebabkan larutan menjadi berwarna hitam dan mengasilkan bau yang khas. Dalam uji ninhindrin sebagai oksidator lunak asam amino akan bereaksi dengan ninhindrin ( triketonhidrin-hidrat ) akan membentuk aldehida yang berikutnya yang lebih rendah sambil melepaskan CO2 dan amoniak serta memberikan warna biru ( kuning untuk prolin dan hidroksiprolin ). Pada uji ninhindrin, susu, albumin, dan albumin 2% menghasilkan uji yang positif dan mengandung protein. Reaksi ksantoprotein, larutan HNO3 pekat yang ditambahkan pada larutan protein, setelah dicampur menghasilkan endapan putih yang berubah menjadi kuning setelah dipanaskan. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Jadi reaksi ini positif untuk protein yang mengandung tirosin, fenilalanin, dan triptopan. Protein yang larut dalam airakanm membentuk ion yang mempunyai muatan positif dan negatif. Dalam suasana asam molekul protein akan membentuk ion positif, sedang dalam suasana basa akan membentuk ion negatif. Pada titik isolistrik protein mempunyai mutan positif dan negatif yang sama, sehingga tidak bergerak kearah elektroda positif maupun negatif apabila ditempatkan diantara kedua elektroda tersebut. Ion-ion positif yang dapat mengendapan protein adalah Ag+, Ca++, Zn++, Hg++, Fe++, Cu++, dan Pb++. Sedangkan ion-ion negatif yang dapat mengendapkan protein ialah ion salisilat, triklorasetat, pikrat, tanat, dan sulfosalisilat.

KESIMPULAN UJI KOMPOSISI DASAR ( Uji Komposisi Elementer )


endapan warna hitam menunjukan adanya ikatan karbon timbul bau seperti rambut terbakar menunjuka spesifik untuk nitrogen kondensasi air dibagian atas tabung menunjukan adanya oksigen dan air perubahan kertas lakmus menjadi berwarna biru menunjukan adanya ikatan nitrogen dan hidrogen setelah didinginkan larutan berubah warna menjadi hitam pekat, hal ini menunjukan adanya ikatan karbon. Warna hitam pekat disebabkan oleh larutan Pb asetat.

UJI BURET
terbentuknya cincin berwarna ungu pada larutan albumin dan susu menunjukan adanya protein yang terkandung. Semakin tua warna ungu yang terbentuk maka semakin tinggi protein yang terkandung dalam larutan. Uji buret menunjukan adanya ikatan peptida.

UJI NINHIDRIN
perubahan warna biru yang terbentuk setelah dipanaskan menunjukan adanya ikatan aldehid. Tetapi pada pemanasan yang kurang sempurna, setelah didinginkan larutan bisa kembali berwarna putih. Pada pemanasan tersebut dilepaskan CO2 dan amoniak.

UJI XANTOPROTEIN
perubahan warna menjadi kuning disebabkan oleh asam pekat yang ditambahkan pada larutan protein yang kemudian dipanaskan.

Sedangkan warna jingga menunjukan larutan dalam keadaan basa. Uji xantoprotein yang ditambahkan menunjukan adanya asam amino yang mengandung gugus benzen, tiroksin, triptofan, dan fenilalanin.

PEMBENTUKAN ENDAPAN DENGAN ASAM DAN ALKALI


albumin dan susu dengan penambahan HCl pekat, asam asetat glasial, dan NaOH 10% menimbulkan endapan kecuali pada larutan susu yang ditambah asam asetat glasial.

PEMBENTUKAN ENDAPAN DENGAN GARAM DARI LOGAM BERAT


semakin banyak endapan yang ditimbulkan oleh penambahan bahan dari logam berat menunjukan semakin banyak protein yang terkandung. Penambahan asam pikrat, TCA, phospomolibdat pada susu dan albumin menimbulkan endapan kecuali pada larutan susu yang ditambahkan asam pikrat jenuh.

PENGENDAPAN PROTEIN OLEH ASAM ASAM KOMPLEKS


penambahkan larutan 2% Pb asetat, 2% CuSO4, 2% HgCl2, 2% FeCl3 pada larutan susu dan albumin, semua reagen tersebut menimbulkan endapan. Endapan yang terbentuk tersebut merupakan endapan yang permanen.

PENGENDAPAN DENGAN PELARUT ORGANIK


asam, alkali, garam dari logam, asamkompleks, dan alkohol atau pelarut organik mampu mengendapkan protein yang terdenaturasi. Penambahan albumin pada alkohol menimbulkan endapan, begitu juga pada penambahan alkohol pada susu. Tetapi pengendapan yang trjadi kurang sempurna.

PERTANYAAN
1. Tuliskan reaksi buret dari hasil pemanasan urea ? 2. Senyawa apakah yang memberikan warna ungu pada reaksi uret itu ? 3. Diantara zat zat di bawah ini manakah yang memberikan reaksi buret positif dan negatif ( albumin, casein, glatin, pepton, dipeptida, dan asam amino ) ? 4. bagaiman pengaruh logam terhadap pengendapan protein? 5. jelaskan ewristiwa dengan pengendapan logam logam? 6. apakah semua reagen inidapat membentuk endapan? 7. apakah endapan ini larut kembali bila ditambah reagen berlebih atau dipanaskan? 8. bagaimana prinsip pengendapan protein oleh pelarut organik?

DAFTAR PUSTAKA
Hadi, Sarwono. 1993. Ilmu Kimia. Erlangga : Jakarta. Poedjiadi, Anna. 1988. Dasar-dasar Biokimia. Yayasan Cendraasih : Bandung.

PEMBAHASAN
a. Definisi Protein Protein merupakan senyawa organic yang tersusun dari aam-asam amino dengan ikatan kovalen peptide membentuk molekul besar (polimer). Asam amino adalah senyawa organic yang mengandung gugus amino dan karboksil, sehingga bersifat asam dan basa. Asam amino penyusunan protein sebanyak 20 macam, dan di dalam protein merupakan asam -amino kecuali prolin dan hidroksi prolin. Struktur umum asam amino : Atom karbon berikatan dengan gugus amino dengan gugus karboksil. Gugus lainnya dapat berupa senyawa alifatik atau aromatic, dan dapat juga mengandung gugus lain. Sebagai contoh struktur fenilalanin, leusin dan metionin.

Beberapa sifat asam amino tidak seperti sifat khas senyawa organic. Sebagai contoh, dengan garam anorganik dan air dapat larut, tidak larut dalam pelarut non polar, titik leburnya relative tinggi, umumnya sekitar 200 deajat celcius. Asam amino merupakan senyawa yang bermuatan (zwitter ion) dan molekul yang tidak terionisasi. Dua asam amino berikan melalui cincin amida yang disebut ikatan peptide, dan hasilnya dipeptida. Suatu rantai gabungan dari banyak asam amino melalui ikatan peptide disebut polypeptide. Protein merupakan polipeptida yang panjang. Protein dapat mengalamin pemutusan hydrogen, ikatan hidrofob, atau ikatan ionic sehingga menyebabkan terbentuknya konfigurasi tiga dimensi yang baru, yang dapat mempengaruhi kelarutan aktifitas biologinya seperti hormone, antibody-antigen, atau aktifitas enzimatik. Proses denaturasi protein umumnya irreversibleyang menyebabkan terbentuknya agregat dan endapan dari bentuk larutannya. Denaturasi dapat terjadi (1) secara fisika dengan pemanasan (seperti telur dan susu) pembekuan, sinar-X, sinar Ultra violet dan ultrasonik ; (2) secara kmia dengan perubahan pH, pelarut organic atau pereaksi lainnya ; (3) secara biologi, seperti enzim proteolitikyang menyebabkan reaksi hidrolisis. Uji Ninhidrin Uji ini dilakukan untuk mengetahui asam amino bebas. Semua asam amino bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa aldehid yang lebih sederhana disertai pembebasan CO2 dan NH3. uji ini positif jika terbentuk warna biru (warna kuning untuk prolin hidroksiprolin). Semua asam amino bereaksi dengan ninhidrin (triketohidrin-hidrat), selain itu senyawa-senyawa amoniak kuat, amina-amina, hamper semua peptide dan protein memberikan reaksi yang sama meskipun ada yang tidak membebaskan CO2 dan amoniak. Uji Biuret Uji ini dilakukan untuk mengetahui ikatan peptide. Larutan protein dalam basa kuat dengan larutan CuSO4 akam membentuk warna ungu. Reaksi in terjadi

karena pembentukan kompleks Cu2+ dengan NH-dari rantai peptide. Uji ini adalah uji umum untuk protein. Uji Ksantoprotein Prinsip dari uji ini adalah berdasarkan nitrasi inti benzene yang terdapat didalam molekul protein. Bila asam pekat ditambahkan pada larutan protein akan memberikan endapan putih yang bila dipanaskan akan berubah menjadi kuning. Warna akan menjadi jingga bila dalam keadaan basa. Reaksi ksantoprotein positif mutlak semua asam amino yang mempunyai gugus benzene, tirosin, triptofan fenilalanin.

DAFTAR PUSTAKA
Hadi, Sarwono. 1993. Ilmu Kimia. Erlangga : Jakarta. Penuntun Praktikum Biokimia . Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. 2006. Sumedang Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Laboratorium Terpadu Basic Science Universitas Padjadjaran Poedjiadi, Anna. 1988. Dasar-dasar Biokimia. Yayasan Cendraasih : Bandung. BAB PEMBAHASAN Protein adalah zat dengan molekul raksasa ( massa molekulnya bervariasi, ada yang mencapai 1juta. protein ada yang berasal dari hewan yang biasa disebut sebagai protei hewani dan ada yang berasal dari tumbuhan yang biasa disebut juga protein nabati. Kata protei berasal dari protos atau proteos yang berarti pertama atau utama. Protein merupakan komponen penting atau komponen utma sel hean atau manusia. Oleh karena itu sel merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein Kimia Program

yang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama pembentukan dan pertumbuhan tubuh. Protein terdiri atas unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen serta belerang dan phospor. Molekul protein tersebut ialah polimer dari molekul molekul sderhan yang disebut asam amino. Sekitar lebih dari 50 asam amino protein telah dapat di identifikasi. Satu protein rata rata terdiri atas 20 jenis asam amino yang berikatan anatara satu dengan yang lain dalam satu susunan yang khas. Ikatan antara asam amino dalam protein disbut ikatan peptida. Dengan ikatan peptida ini molekul asam amino dapat membentuk makro molekul protein. Satu peptida yang mempunyai dua ikatan peptida atau lebih dapat bereaksi dengan ion Cu++ dalam suasana basa dan membentuk senyawa kompleks yang berwarna ungu. Reaksi ini disebut juga reaksi buret, yang merupakan dasar penentuan protein secara kuantitatif. Pada uji buret semakin tua warna ungu yang dihasilkan maka semakin tinggi kandungan proteinnya. Di tinjau dari strukturnya protein dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu golongan protein sederhana dan protein gabungan. Yang dimaksud dengan protein sederhana ialah protein yang hanya terdiri dari molekul molekul asam amino. Sedangkan protein gabungan ialah proteoi yang terdiri atas protein dan gugus yang bukan protein. Gugus ini disebut juga gugus prostetik yang terdiri atas karbohidrat, lipid dan asam nukleat. Protein sederhana dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan bentuk molekulnya, yaitu protein fiber dan protein globular. Protein fiber mempunyai bentuk molekul panjang seperti serat atau serabut, sedangkan protein globular berbentuk bulat seperti albumin yang merupakan protein yang dapat larut dalam air serta dapat terkoagulasi oleh panas. Larutan albumin dalam air dapat diendapankan dengan penambahan amonium sulfat hingga jenuh. Albumin antara lain terdapat dalam serum darah dan bagian putih telur. Pada uji komposisi dasar, albumin yang dipanaskan menghasilkan bau rambut yang terbakar dan berwarna hitam karena menunjukkan adanya karbon. Sedangkan pada tabung reaksi yang diisi dengan larutan contoh ( larutan susu 2% dan albumin 2% ) dan ditambah NaOH, maka kertas lakmus akan berubah

menjadi biru yang menandakan adanya nitrogen dan hidrogen yang bersifat asam. Serta tercium bau amoniak. Tabung reaksi yang ditambah NaOH 10% dan larutan Pb asetat menyebabkan larutan menjadi hitam dan mengeluarkan bau yang khas. Dengan uji ninhindrin sebagai oksidator lunak asam amino akan bereaksi dengan ninhindrin ( triketonhindrin-hidrat ) akan membentuk aldehida beriknya yang lebih rendah sambil elepaskan CO2 dan amoniak serta memberikan warna biru ( kuning untuk prolin dan hidroksi prolin ). Pada uji ninhindrin susu, albumin 2% dan albumin padat menghasilakan reaksi yang positif dan mengandung protein. Reaksi ksantoprotein larutan HNO3 pekat yang ditambahkan kedalam larutan protein setelah dicampur terjadi endapan putih yang berubah menjadi kuning setelah dipanaskan. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Jadi reaksi ini positif unuk protein yang mengandung tirosin, fenil alanin dan triptopan. Protein yang larut dalam airakanm membentuk ion yang mempunyai muatan positif dan negatif. Dalam suasana asam molekul protein akan membentuk ion positif, sedang dalam suasana basa akan membentuk ion negatif. Pada titik isolistrik protein mempunyai mutan positif dan negatif yang sama, sehingga tidak bergerak kearah elektroda positif maupun negatif apabila ditempatkan diantara kedua elektroda tersebut. Ion-ion positif yang dapat mengendapan protein adalah Ag+, Ca++, Zn++, Hg++, Fe++, Cu++, dan Pb++. Sedangkan ion-ion negatif yang dapat mengendapkan protein oleh ion salisilat, triklorasetat, pikrat, tanat, dan sulfosalisilat. Berdasarkan sifat tersebut, putih telur dan susu dapat digunakan sebagai antidotum atau sebagai penawar racun apabila orang keracunan logam berat.

PROTEIN DAN METABOLISMENYA


Protein adalah zat organik yang mengandung carbon, hydrogen, nitrogen, oxygen, sulfur dan phosphor. Zat tersebut merupakan zat makanan utama yang mengandung nitrogen. Urutan komposisi dasar dari protein adalah sebagai berikut:
Persen Carbon Hydrogen Nitrogen Oxygen Sulfur Phosphor 51.0 sampai 55.0 7.3 6.5 sampai 15.5 sampai 18.0 21.5 sampai 23.5 2 . 0 0.5 sampai 0.0 sampai 1.5

Protein adalah esensial bagi kehidupan karena zat tersebut merupakan protoplasma aktif dalam semua cel hidup. Pada tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak hanya protoplasma pada cel hidup terdiri terutama dari protein tetapi nucleusnyapun yang mengawasi aktivitas dari setiap cel adalah protein. Pada tumbuhtumbuhan sebagian besar dari protein umumnya terkumpul di bagian reproduktif dan di bagian.yang tumbuh aktif sepertinya daun. Pada hewan tidak hanya protoplasma akan tetapi dinding celnya adalah terutama protein. Oleh karena itu protein merupakan bagian terbesar dari urat daging, slat-slat tubuh, tulang rawan dan jaringan ikat don jugs jaringan-jaringan luar lainnya sepertinya kulit, rambut, wol, Irnlii, kuku dan tanduk. Protein merupakan bagian utama dari susunan syrrrrtf dan zat tersebut merupakan bagian penting pula dari tulang kerangka Yang memberikan pada tulang tersebut kekuatan dan kekenyalan.

Fungsi protein dalam ttabuh termasuk : (1) memperbaiki jaringan, (2) pertumbuhan dari jaringan haru, (3) metabolisma (deaminasi) untuk enersi, (4) metabolisma ke dalam zat-zat vital dalam fungsi tubuh (zat-zat vital tersebut termasuk zat anti darah yang menghalanghalangi infeksi, (5) enzym-enzym yang esensial bagi fungsi tubuh yang normal dan (6) hormon-hormon tertentu. Tumbuh-tumbuhan mempunyai kesanggupan untuk membentuk asam amino (dan protein) dari nitrogen, sulfur, phosphor dan air berasal dari tanah dan carbon dioxida (C02) berasal dari udara dengan prows photosynthesis. Hewan tidak dapat membuat asam-asam amino. Oleh karenanya hewan perlu mendapat zat-zat tersebut langsung dari makanan yang diperolehnya atau dari mencerna bakteri yang mengandung zat-zat tersebut dan yang terdapat di dalam tractus digestivus dari hewan (ruminansia). Bakteri-bakteri membuat protein dari zat-zat sederhana yang mengandung nitrogen sepertinya urea dan garam-garam amonium.
STRUKTUR PROTEIN

Untuk mudahnya struktur protein dibagi menjadi empat golongan dasar: Yaitu struktur primer, sekunder, tertier dan kwarter. Struktur primer. Protein adalah merupakan polimer dari asam-asam amino yang digabung dengan ikatan-ikatan peptide, yaitu asam amino terikat gugus alfa-karboksilnya dengan gugus alfa-amino dari asam amino lain:

Sejumlah asam-asam amino dan terikat dengan ikatan peptide ini menghasilkan sebuah rantai polipeptide dalam protein.

Istilah struktur primer (Lihat juga gambar 10-1) menunjukkan urutan kedudukan asam-asam amino sepanjang rantai polipeptide dari protein. Dalam hal ini, urutan kedudukan yang tepat dari asam amino sebagai faktor terpenting Yang menentukan sifat-sifat protein. Misalnya, penggantian genetik dati hanya satu asam amino dengan yang lain pada homoglobin menyebabkan guatu penyakit yang disebut "sickle sell anemia." Urutan kedudukan asam annino khusus sangat kritis bila ada kelainan/penggantian ujung yang aktif pada enzime.

(b) Sekunder

(b) Sekunder

(d) Kuarter

Gambar 10.1 Gambaran bentuk ikatan/ struktur


R

Struktur sekunder. Aktivitas biologik dari protein tidak saja tergantung urutan kedudukan (struktur primer) asam amino tetapi juga dari jarak penataan dari rantai peptide, yangg panjang, sehingga struktur yang lebih kompleks terjadi di mana ikatan-ikatan rantai peptide membentuk sebuah spiral "right-hand alfa

helix." Terbentuknya spiral dimungkinkan karena terikatnya gugus imino (NH) dengan karboksil(CO) seperti tertera pada gambar 10.1. Ikatan hidrogen dapat terjadi karena atom hidrogen membagi bersama-sama elektron dengan atom oksigen. Sebagai tambahan adanya ikatan hidrogen struktur sekunder mempunyai ikatan disulfide seperti tertera pada gambar 10.2.

Ikatan hidrogen (titik-titik) Gambar 10.2. Ikatan-ikatan hidrogen dan disulfide antara asam-asam dalam rantai peptide. Struktur tertier. Dalam protein menentukari,komipak mantapnya protein yang disebabkan oleh melingkarnya dan melipanya molekul-molekul (gambar 10. 1). Kestabilan struktur dimungkinkan oleh tarik'an gugus-gugus dari residuresidu asam-asam amino (ikatan rantai peptide). Hal ini ditambah lagi dengan struktur sekunder dari ikatan disulfide antara residu-residu dua asam amino sistein. Sebagai tambahan lagi, asam-asam amino dikarboksilat dan asam-asam amino basa juga berperanan dalam ikatan-ikatan karboksil-ainino (garam). Bila residu-residu golongan alifatik atau aromatik ada dalam kedudukan dekat satu sama lain, daya Van der Wall'timbul dan meriamrbahlst4bilnya struktur tertier. Susunan struktur tertier proteip dapat dikdt4bui, dengan penggunaan difraksi penyinaran sinlar-X..Susunan tiga d mensi struktur sekunder dan tertier protein tergantung kpmposisi struktur Primer ikatan rantai peptide dalam protein, tetapi sifat-sifat katalitik dari kebanyakan protein' keljhatannya tergantung dari struktur tertier.

Struktur kuarter, terlihat pada penggabungan dari tiap subunit dalam ruangan (gambar 10.1). Misalnya, fosforilase mengandung 4 subunit, yang bila berdiri sendiri tidak mempunyai sifat enzimik, tetapi bila kesemua subunit diikat menjadi satu, terbentuk unit enzime yang aktif. Pembicaraan lebih lanjut akan lebih menggambarkan bahwa struktur protein adalah kompleks. Berat molekul sering digunakan untuk menjelaskan protein, kisaran berat molekul protein.adalah dari 20.000 sampai 200.000 atau lebih. Protein virus mempunyai berat molekul sampai beberapa juta. Istilah berat molekul mungkin mengarah kesalah pengertian, karena beberapa polimer dapat mengalami disosiasi menjadi subunit lebih kecil bila berbagai faktor iadakan
misalnya pelarutan, perubahan pH dan temperatur.

I Penggolongan Protein Protein dapat digolongkan ke dalam: 1. Protein sederhana. Golongan ini termasuk protein-protein yang pada hydrolisis menghasilkan hanya asam-asam amino atau derivat-derivatnya. Protein sederhana meliputi albumin, globulin, glutelin, protein yang larut dalam alcohol, albuminoid, dan protamin. 2. Protein gabungan. Ialah protein sederhana bergabung dengan radical nonprotein. Ke dalam golongan ini termasuk: a. Nucleoprotein. Adalah gabungan dari satu atau lebih molekul protein dengan asam nucleic (terdapat dalam lembaga biji-bijian dan dalam jaringan kelenjar). b. Glycoprotein. Gabungan dari molekul protein dan zat yang mengandung gugusan carbohydrat selain asam nucleic. Misal mucin. c. Phosphoprotein. Gabungan dari molekul protein dengan zat yang mengandung phosphor selain asam nucleic atau lecithin. Misal : casein. d. Hemoglobin. Gabungan dari molekul protein dengan hematin atau zat-zat yang sejenis. Misal: hemoglobin. e. Lecithoprotein. Gabungan dari molekul protein dengan lecithin. Misal: jaringan fibrinogen.

3. Protein asal. Protein tersebut berasal dari protein bermolekul tinggi yang mengalami degradasi karena pengaruh panas, enzym atau zat-zat kimia. Golongan ini terdiri dari: a. Protein primer. Misal: protean. b. Protein sekunder. Misal: proteosa, pepton, peptida. Peptida terdiri dari dua atau lebih asam-asam amino yang merupa kan hasil hydrolisa terakhir dari protein. II. Asam amino Asam amino terdiri dari gugusan amino yang mengandung amoniak dan gugusan carbon-hydrogen (carboxyl) yang dibangun dengan kombinasi asamasam lemak. Asam lemak untuk gugusan carboxyl dapatpula dilengkapi dari metabolisma carbohydrat dan lemak melalui cyclus asam citrat. Asam amino diperoleh sebagai basil akhir hydrolitik bila protein dimasak selama beberapa jam dengan asam kuat atau bila enzym-enzym tertentu bekerja pada protein tersebut. Asam amino merupakan pula basil akhir dari pencernaan protein dan merupakan zat pembangun bagi proteintubuh di samping merupakan hasil antara dalam katabolisma protein. Sebagian besar dari asam-asam amino tersebut adalah derivat dari asam lemak rendah. Semuanya kecuali glycin adalah aktif di alato. Yang terdapat di alam mempunyai bentuk L. Sebagian besar dari asam amino tersebut larut dalam air. Karena asam amino mempunyai gugusan amino dan gugusan carboxyl maka dianggap sebagai electrolit arliphoterik. Zat tersebut bereaksi sebagai asam dalam lingkungan base dan sebagai base dalam lingkungan asaln. Asam amino yang berlainan mempunyai titik isoelectrik yang berlainan. Seperti halnya tumbuh-tumbuhan, hewan mesintesis protein yang mengandung duapuluh dua asam amino. Akan tetapi tidak seperti halnya tumbuhtumbuhan, hewan tidak dapat mesintesis semua asam amino tersebut. Asam amino yang tidak dapat disintesis oleh hewan dan dengan demikian harus disediakan dalam ransum digolongkan dalam asam amino esensial. Asam amino yang dapat disintesis oleh hewan disebut asam amino nonesensial. Dari asam amino ini

sebagian kecil tidak dapat disintesis dalam waktu yang cukup cepat guna pertumbuhan maksimum dan dengan demikian perlu disediakan dalam ransum. Asam amino esensial dan nonesensial seperti yang dibutuhkan oleh ayam dipaparkan dalam Tabel 5.1. Penyebaran relatif dari 12 dari asam-asam amino dalam protein tubuh berbagai spesies seperti yang dikemukakan oleh Williams dan kawan-kawannya diperlihatkan dalam Tabel 5.2. Perlu diperhatikan bahwa gambarannya adalah sama untuk ketiga spesies yaitu tryptophan adalah yang paling rendah untuk semuanya sedangkan arginin, leucin dan lysin adalah yang tertinggi. TABEL 5.1. PENGGOLONGAN ASAM AMINO Tidak disintesa pada ayam (Esensial) Arginin Lysin Histidin Leucin Isoleucin Valin Methionin Threonin Tryptophan Phenylalanin Disintesa dari substrat tertentu* Tyrosin Cystin Hydroxylysin Siap disintesa pa da ayam dari subs strat Alanin Asam aspartic Asparagin Asam glutamic Glutamin Hydroxyprolin Glycin** Serin ** Prolin***

* Tyrosin disintrsiN dari penylalanin, cystin dari methionin, hydruxylisin dari lysin. **Dalam beberapa hal nintenin cycin titan serin tidak cukupuntukpertumbuhan yangcepat; dengan dernikian serin titan Klycin perlu disediakan dalam ransum. **Bila ransum disusun dari asam-asam amino kristal, prolin diperlukan untuk mem peroleh pertumbuhan maksirnum. Sumber : Milton L. Scott, Maiden C. Nesheim clan Robert J. Young, The Animal 's need for amino acids, Nutrition of the Chicken, 59, 1976

TABEL 5.2. KADAR ASAM AMINO DARI PROTEIN TUBUH (GRAM PER 16 GRAM NITROGEN) Asam amino Arginin Histidin Tikus 5.89 2.16 Ayam 6.71 1.96 Babi 7.12 2.65

Isoleucin 3.49 Leucin 6.46 Lysin 7.61 Methionin 1.71 Penylalanin 3.69 Threonin 3.87 Tryptophan 0.76 Valin 5.51 Tyrosin 2.88 Cystin 1.49 Sumber: Leonard A. Mynard and John Nutrition, 122, 1973 III Determinasi Kimiawi dari Protein

4.12 3.84 6.63 7.14 7.46 8.55 1.76 1.77 3.95 3.77 4.02 3.79 0.77 0.74 6.72 6.00 2.49 2.59 1.75 1.01 K. Loosli, Amino Acids, Animal

Protein dalam bahan makanan termasuk semua zat-zat yang mengandung nitrogen. Untuk mengetahui kadar protein dari bahan makanan tersebut perlu ditentukan kadar nitrogennya secara kimiawi. Kemudian angka tersebut dikalikan dengan faktor 6.25. Faktor tersebut digunakan karena zat nitrogen mewakili kurang lebih 16 persen dari protein (100 : 16 = 6.25). Kandungan protein dari bahan makanan adalah penting tidak hanya dari sudut ilmu makanan akan tetapi karena bahan makanan kaya akan protein adalah mahal. Cara yang umum digunakan untuk penetapan kadar nitrogen dalam bahan makanan ialah cara KjeldahL Cara tersebut terdiri daripada : 1. Oxidasi dari bahan makanan yang akan diselidiki dan perubahan N-protein ke dalam ammonium sulfat. 2. Pemecahan amonium sul('at dengan alkali yang kuat dan penyulingan dari amonia yang timbul ke dalam asam standar. 3. Titrasi dari asam standar dengan basa standar. 4. Perhitungan kadar protein yang terdapat dalam bahan dari beratnya dan volume asam standar yang dinetralisier oleh amonia

Ad. 1. Proses oxidasi (Proses destruksi)

Oxidasi dari bahan dilakukan dalam labu Kjeldahl dengan cara memanaskan bahan tersebut dengan asam belerang pekat untuk membentuk C02 dan air dan untuk melepaskan N sebagai amonia. Amonia ini dalam larutan asam belerang terdapat sebagai amonium sulfat tetapi COl dan airnya terus menguap. S02 adalah basil reduksi dari sebagian asam belerang dan zat ini juga menguap. Zat organik + H2SO4 3C02+H2O+(NH4)2SO4+SO3

Pada proses oxidasi ini digunakan macam-macam katalisator untuk mempercepat pemecahan dari bahan. Cu, Hg dan selenium adalah katalisatorkatalisator yang sering digunakan. Campuran dipanaskan terus hingga larutan jernih dan berwarna hijau. Ad. 2. Proses penyulingan Setelah larutan jernih dan berwarna hijau labu destruksi di dinginkan dan larutan dimasukkan ke dalam labu penyuling dan terus diencerkan dengan 300 ml air. Pengenceran ini perlu untuk mengurangi kehebatan reaksi yang nanti akan terjadi apabila larutan ditambah alkali. Larutan dijadikan basa dengan menambahkan 100 ml NaOH 33, dan labu dipasang dengan cepat ke alat penyuling. Sulingan (NH 4 dan air) ditangkap dalam suatu labu Erlenmeyer yang terlebih dahulu telah diberi sejumlah H2SO4 dengan titar tertentu dan 2 tetes indicator campuran. 2NH.3+2H2SO4 (NH 4)2 SO4+H2SO4

Penyulingan diteruskan hingga semua N dari cairan tertangkap oleh H2SOn yang ada dalam labu Erlenmeyer (bila 2/3 dari cairan dalam labu penyuling telah menguap).

Ad. 3. Titrasi

Labu Erlenmeyer yang berisi sulingan diambil dan kelebihan HLSO, yang digunakan untuk menangkap N dititar dengan NaOH yang mempunyai titar tertentu. HzSO4 + 1/2 NaOH Na.2SO4 + 2 H20 Perubahan warna dari hiru kchijau menandakan titik akhir. Ad. 4. Perhitungan kadar protein-kasar Titrasi blanco - titrasi dari kelebihan H2SO4 yang digunakan untuk menangkap N = jumlah asam yang dinetraliser oleh amonia dari bahan. Misal : Untuk titrasi kelebihan asam dalam blanco dibutuhkan Y ml 0,3 N NaOH. Untuk titrasi kelebihan asam yang digunakan untuk menangkap N dari bahan dibutuhkan Z ml 0,3N NaOH. Maka :(Y-Z) x 0,3 ml NaOH adalah seharga (equivalen) dengan amonia (atau N) yang disuling dari bahan. 0,014 x (Y-Z) x 0,3 gram N terdapat dalam bahan (1 ml larutan alkali equivalen dengan 1 ml larutan N yang mengandung 0,014 .gram N). 0,014 x (Y-Z) x 0,3 x 6,25 gram protein terdapat dalam bahan. (6,25 ialah faktor protein untuk rnenghitung N ke dalam protein) Kadar protein kasar = 0,014 x (Y - Z) Xtitar x 6,25 x 100% X IV. Zat-zat Nitrogen bukan Protein Zat-zat nitrogen bukan protein adalah zat-zat yang terdapat dalam tumbuhtumbuhan dan biji-bijian yang mengandung nitrogen akan tetapi tidak dalam bentuk protein. Ke dalam zat-zat tersebut termasuk amida, asam amino, glucosida dan lemak yang mengandung nitrogen, alkaloida, garam ammonium dan lainlainnya. Dari zat-zat tersebut hanya amida dan asam amino yang banyak terdapat dalam beberapa bahan makanan. Biji yang sedang tumbuh, pada permulaannya tinggi akan kadar zat nitrogen bukan protein akan tetapi rendah pada waktu biji tersebut masak. Sebagai tambahan dari zat nitrogen bukan protein yang terdapat dalam bahan makanan ada pula zat nitrogen bukan protein yang penting atau sebagai bagian esensial atau bagian aktif dari berbagai jaringan dan sekresi.

Asparagin dan glutamin adalah amida-amida yang terdapat dalam keadaan bebas pada tumbuh-tumbuhan. Zat-zat tersebut adalah bentuk di mana asam-asam aminonya yang sesuai, yaitu masingmasing aspartic dan glutamic, terdapat dalam jumlah yang banyak sekali dalam molekul protein. Glutamin bekerja sebagai alat penyimpan dan alat pengangkut dalam tubuh untuk gugusan amino. Urea, diamida dari asam carbonic adalah hasil akhir utama clar metabolisma nitrogen pada mammalia dan pada sebagian besar ikan Urea bila diberikan kepada ruminansia melengkapi sebagiauc dar protein hewan yang dibutuhkan karena urea tersebut disintvsis Men jadi protein oleh microorganisma dalam rumen. Untuk hn l Iersehu diperlukan sumber enersi sepertinya jagung atau malasse . Pada Waktu sekarang urea diprodusir secara komersiil dengan proses yang menggunakan nitrogen dari udara. Formulanya adalah sebagai berikut :

Urea urea Asam uric adalah hasil akhir utama dari katabolisma purin pada manusia dan katabolisma protein pada burung dan reptilia. Asam uric dan urat adalah hasil ekskresi nitrogen utama pada serangga.

Asam uric Pada mammalia selain manusia dan monyet, hasil akhir utama dari katabolisme purin bukanlah asam uric, melainkan hasil oxidasinya yaitu allantoin, Asam hippuric terdapat dalam jumlah banyak dalam urine hewan

herbivora dan dalam jumlah sedikit dalam urine hewan lain, termasuk manusia. Zat tersebut adalah suatu kombinasi dari asam benzoic dan asam amino glycocol atau glycin, makanya disebut benzoylglycin. Digolongkan sebagai hasil detoxikasi dalam arti kata bahwa asam benzoic yang tidak dapat digunakan oleh tubuh dan sebenarnya berbaha,ya, kemudian diubah dengan cara penggabungan dengan glycin nienjadi zat yang tidak berbahaya yang siap dikeluarkan tubuh.

Creatin, asam acetic methylguanidin, terdapat dalam tubuh hewan terutama dalam urat daging. Zat tersebut dikeluarkan sebagai anhidrida, creatinin, yang merupakan bagian yang normal dari urine. Ekskresi creatinin adalah suatu ukuran dari katabolisma nitrogen basal. Hubungan antara dua kelompok tersebut dijelaskan oleh formula

Guanidin

Creatin

Creatinin

Creatin terdapat dalam urat daging sebagai phosphat yang mudah dihydrolisir yaitu phosphocreatin atau phosphagen, yang terurai dalam aktivitas urat daging, berfungsi sebagai sumber ikatan phosphat berenersi tinggi. Glutahion adalah suatu tripeptida yang mengandung asam-asam amino cystein, asam glutamic dan glycin yang mempunyai peranan dalam oxidasioxidasi faali. ASAM AMINO DAN KWALITAS PROTEIN Kwalitas protein dalam bahan makanan dinyatakan tinggi atau rendah hal

ini tergantung dari asam-asam amino esensial yang terkandung dalam bahan makanan tersebut dalam keseimbangan yang baik. Protein berasal hewan (daging, susu, telur) adalah tinggi kwalitasnya sedangkan protein dari tumbuh-tumbuhan sepertinya biji kapok dan bungkil wijen berkwalitas rendah. Pengecualian di antara protein tumbuh-tumbuhan adalah bungkil kacang kedele yang mempunyai protein berkwalitas cukup tinggi.

V. Pembentuhkn Protein pada Tumbuh-tumbuhan Tumbuh-tumbuhan sanggup membuat molekul protein kompleks dari garam-garam nitrogoneus anorganik sederhana sepertin,ya nitrat-nitrat yang diserap dari tanah melalui akar-akarnya. llntuk membentuk protein maka nitrogen bergabung dengan carbon, hydrogen dan oxygen dari gula atau carbohydrat sederhana lnintiya dan umumnya dengan sejumlah kecil sulfur. Beberapa dari protein penting mengandung pula phosphor. Tumbuh-tumbuhan leguminosa sanggup secara tidak langsung menggunakan gas nitrogen dari udara untuk membuat protein. Hal tersebut dilaksanakan melalui penambahan gas nitrogen bebas oleh bakteri leguminosa yang terdapat dalam bonggol-bonggol akar leguminosa. Bakteri tersebut membuat nitrogen dari udara menjadi ikatan nitrogen organik yang nantinya digunakan oleh tumbuh-tumbuhan leguminosa. VI. Pembentuhan Protein pada Hewan Hewan membuat protein jaringan tubuhnya terutama dari asamasam amino hasil pencernaan protein dari makanannya. Sebelum protein bahan makanan dapat diserap dan digunakan oleh hewan maka zat tersebut harus dirombak ke dalam asam-asam amino selama pencernaan. Untuk membuat molekul suatu protein tubuh diperlukan berbagai asam amino dan zat-zat tersebut harus dalam suatu perbandingan tertentu untrrk setiap macam protein. Suatu kenyataan penting dalam pemberian ransum pada hewan ternak ialah bahwa hewan dengan lambung sederhana mempunyai kesanggupan yang sangat terbatas untuk merubah tiap asam amino yang kelebihan ke dalam asam

amino lainnya yang diperlukannya. Hewan dapat membuat beberapa asam amino sederhana dari asam amino lainnya yang dipunyai berlebihan. Sebaliknya hewan tidak sanggup membuat asam amino tertentu dari suatu sumber lainnya. Asamasam amino tertentu tersebut yang disebut asam amino esensial karenanya diperlukan untuk kehidupannya dan harus disediakan dalam jumlah cukup dalam makanannya. Protein dalam bahan makanan tertentu mengandung tidak cukup beberapa dari asam amino yang hewan harus mempunyainya. Agar manusia dan hewan ternak berlambung sederhana mendapatkan makanan sempurna maka bahan makanan perlu dicampur dengan bahan makanan lainnya yang mengandung banyak asam-asam amino tersebut. Suatu keuntungan ialah bahwa bakteri yang mencerna cellulosa dan carhohidrat lainnya dalam lambung hewan ruminansia sanggup membuat sernua asam amino dari ikatan nitrogen lainnya. Hewan tersebut memerlukan protein lengkap dari sumber makanan yang tidak dapat digunakan secara sempurna oleh hewan berlambung satu. Hewan ruminansia akhirnya sanggup mencerna bakteri dalam tractus digestivus. Dengan cara demikian hewan tersebut menjamin kebutuhan asam amino yang dibtatuhkan tubuh meskipun ransum yang dimakannya mengandung sejumlah asam amino tertentu yang tidak akan mencukupi bagi hewan berlambung sederhana. Kejadian yang Sama terdapat dalam usus besar dan caecum kuda dan dalam batasbatas tertentu dalam usus besar dari hewan lainnya. VII. Sintesis dari Asam Amino Non-esensial Istilah esensial dan non-esensial menunjukkan suatu kebutuhan dalam ransum. Semua asam amino yang terdapat dalam protein tubuh adalah metabolik esensial untuk sintesisnya dalam proses-proses makanan. Karena protein tubuh tcrdiri drrri asam amino nonesensial sampai sejumlah 40 persen maka sumber makanan dan sumber metabolik dari zat-zat tersebut, dalam jumlah besar adalah penting. Dua daripada asam amino non-esensial membutuhkan asam esensial khusus untuk pembentukannya. Misaln,ya : untuk sintesis cystin dibutuhkan

methionin guna memperoleh zat belerangnya. Phenylalanin dibutuhkan untuk pembentukan gugusan hydroxynya yaitu tyrosin. Jadi meskipun cystin dan tyrosin digolongkan sebagai asam amino nonesensial maka dalam kekurangannya pada ransum, akan lebih banyak methionin dan phenylalanin dibutuhkan. Kedua misal tersebut adalah dua kejadian dimana asam-asam amino esensial dibutuhkan untuk membentuk asam-asam amino nonesensial. Asam nonesensial dapat pula dibentuk dengan jalan lain. Gugusan amino dari berbagai sumber dapat bergabung menjadi suatu keto atau asam hydroxy untuk membentuk asam amino bersangkutan. Jadi berbagai asam amino dapat saling berubah melalui transaminasi. Sebagai misal : NH3 yang memisahkan diri dari asam glutamic dapat bergabungdengan asam pyruvat untuk membentuk alanin : Gugusan aminonya tidak perlu berasal dari asam amino tapi dapat diperoleh dari garam ammonium sepertinya ammonium citrat. penelitian dengan tikus tetapi ada bukti-bukti bahwa penemuan yang sama mengenai penggunaan dari sumber nitrogen monspesifik untuk pembentukan asam nonesensial berlaku pula pada ayam dan mungkin species lainnya. VIII. Protein; Protein Kasar; Protein Murni Tumbuh-tumbuhan mengandung beberapa ikatan nitrogen sederhana seringkali disebut "nitrogen bukan protein". Jumlah ikatan semacam itu adalah sedikit dalam biji dan tumbuh-tumbuhan tua. Akan tetapi zat tersebut dapat merupakan sepertiga dari seluruh ikatan nitrogen pada tumbuh-tumbuhan yang sangat muda. Pada rumput maupun hijauan yang diawetkan maka ikatan nitrogen sederhana terdapat dalam jumlah yang lebih besar karena sebagian dari protein dalam hijauan tersebut dirombak ke dalam ikatan yang lebih sederhana. Pada kebanyakan bahan makanan bagian terbesar dari ikatan nitrogen sederhana terdiri dari asam-asam amino dan kombinasi dari asam-asam amino yang kurang kompleks daripada protein. Ikatan tersebut adalah sama dengan hasil yang diperoleh bila protein dicerna oleh hewan dan karenanya zat tersebut dapat digunakan sama seperti protein dalam tubuh.

Tumbuh-tumbuhan mengandung pula sejumlah kecil ikatan nitrogen sederhana lainnya terutama ikatan yang disebut amida. Amida tersebut terdapat dalam jumlah besar pada tumbuh-tumbuhan muda. Pada amida ikatan nitrogen melekat kepada molekul dengan cara yang berbeda dari pada halnya asam amino. Sebagai akibatnya hewan dalam lambung sederhana tidak dapat menggunakan amida sebagai pengganti asam-asam amino esensial meskipun zat tersebut berfungsi sebagai sumber panas dan enersi seperti halnya carbohydrat. Akan tetapi hewan ruminansia dan mungkin pula kuda dapat menggunakan amida sebagai pengganti protein dengan perantaraan bekerjanya microorganisma dalam alat pencernaannya. Istilah protein kasar yang juga hanya disebut protein biasanya digunakan untuk menggolongkan semua ikatan nitrogen dalam bahan makanan. Untuk mudahnya biasanya dalam hal ini digunakan istilah protein sebagai pengganti protein kasar. Bila dikehendaki untuk membedakan zat-zat yang tersusun merupakan protein dari ikatan nitrogen sederhana maka istilah protein murni digunakan untuk protein sejati. IX. Komposisi Protein Hewan Daging, susu dan telur adalah sumber-sumber sempurna dari protein. Kwalitas protein ditentukan dari kesanggupannya untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan. Protein hewan adalah unggul daripada protein tumbuhtumbuhan untuk hewan berlambung satu lainnya, karena protein hewan adalah berimbang dalam asam-asam amino esensialnya. Zein (protein agung) adalah suatu misal dari suatu protein tumbuh-tumbuhan tidak sempurna (Tabel 5.4). Protein tersebut defisien terhadap amino lysin dan tryptophan. Protein hewan merupakan sumber ; puma dari lysin. Juga banyak yang merupakan sumber sempurna tryptophan terutama susu dan telur.

TABEL 5.3. KOMPOSISI DARI BEBERAPA BAHAN MAKANAN HASIL TERNAK


Air Enersi Protein Lemak CHO

9% makanan*
Daging sapi Daging babi (Ham) Daging ayam 66,6 56,5 73,7 197 308 130

%
20,2 15,9 20,6 12,3 26,6 4,7 0,0 0,0

Kalkun Susu : Keseluruhan Skim Tidak berlemak,kering Es cream Keju (cottage) Keju (cheddar) Mentega Telur : Keseluruhan Putihnya Kuningnya Keseluruhan, kering Ikan cod Madu
*Calori per 100 gram bahan makanan

64,2 87,2 90,5 3,0 63,2 78,3 37,0 15,5 73,7 87,6 51,1 4,1 81,2 17,2

218 6,6 36 36,3 193 106 398 716 163 51 348 592 78 304

20,1 3,5 3,6 35,9 4,5 13,6 25,0 0,6 12,9 10,9 16,0 48,0 17,6 0,3

14,7 3,7 0,1 0,8 10,6 4,2 32,2 81,0 11,5 jarang 306 41 2 03 0,0

0,0

4,9 5,1 52,3 20,8 2,9 2,1 0,4 0,9 0,8 06 4,1 0,O 82,3

Sumber : Diubah dari John R. Cambell and John F. Lasley, Composition Animal Products, The Science of Animals that Serve Mankind 29 TABEL 5.4. PERSENTASE KOMPOSISI ASAM AMINO DARI BAHAN MAKANAN HEWAN TERPILIH (DAN JAGUNG)
Asam amino Daging sapi D ag in g babi Daging ayam Susu Telur Zein

Arginin

6,4

6,7

6,7

4,3

6,4

1,8

Cystin Histidin* Isoleucin* Leucin* Lysin* Methionin* Phenylalanin* Threonin* Tryptophan* Tyrosin Valin * Jumlah

1,3 3,3 5,2 7,8 8,6 2,7 3,9 4,5 l,0 3,0 5,1 52,8

0,9 2,6 3,8 6,8 8,0 1,7 3,6 3,6 0,7 2,5 5,5 46,4

1,8 2,0 4,1 6,6 7,5 1,8 4,0 4,0 0,8 2,5 6,7 48,5

1,0 2,6 8,5 11,3 7,5 3,4 5,7 4,5 1,6 5,3 8,4 64,1

2,4 2,1 8,0 9,2 7,2 4,1 6,3 4,9 1,5 4,5 7,3 63,9

0,8, 1,2 4,3 23,7 0,0 2,3 6,4 2,2 0,2 5,9 1,9 50,7

* Esensial bagi manUsia. Sumber :.John R. Campbell and John F. Lasley, Protein, The Science of Animals that Serve Mankind, 30, 1969.

X. Protein Tumbuh-tumbuhan Versus Protein Hewan Meskipun beberapa hewan adalah golongan carnivora dan yang lainnya termasuk golongan herbivora dan yang lainnya lagi adalah omnivora seperti ayam maka penggolongan tersebut didasarkan atas jenis, ter'tentu bahan makanan yang biasanya dimakan oleh berbagai hewan dalam kehidupan alamiahnya dan bukannya didasarkan atas suatu perbedaan khusus dalam nilai gizi protein tumbuh-tumbuhan versus protein hewan. Penelitian terdahulu memperlihatkan bahwa sumber protein hewan sepertinya tepung ikan, tetelan daging dan susu skim kering, bila ditambahkan dalam ransum unggas memberikan hasil yang lebih unggul dibandingkan dengan ransum yang hanya mengandung protein tumbuhtumbuhan. TABEL 5.5. KOMPOSISI ASAM AMINO ESENSIAL DARI PROTEIN DAGING AYAM, TELUR DAN RANSUM JAGUNG-BUNGKIL KACANG KEDELE UNTUK AYAM PETELUR" Persen protein Ransum Asam amino Jaringan Bulu mentah jagung ayam Telur keseluruhan bungkil kacang ayam kedele 6,7 6,2 7,3 6,7
A r gi n in Cy stin H i s ti d in Isoleucin Leucin Lysin Methionin 1,8 2,0 4,1 6,6 7,5 1,8 2,4 2,1 8,0 9,2 7,2 3,4 7,4 0,6 6,4 8,5 1,6 0,5 1, 8 2,4 5,1 9,6 4,9 1,7

Ph eny la lan in Th r e o ni n Tryptophan Valin

4,0 4,0 0,8 6,7

6,3 4,9 1,5 7,3

5,5 4,7 0,7 8,9

5,2 4,1 1,2 5,1

* Sumber: Milton L. Scott cs., Composition of Animal Proteins, Nutrition of the Chicken, 60, 1976.

Pada saat ini telah diketahui bahwa protein tumbuh-tumbuhan yang tinggi daya cernanya dan yang telah mendapat perlakuan pemanasan untuk menghilangkan zat-zat penghalang pertumbuhon dan kemudian dilengkapi dengan asam-asam amino esensial yang cliperlukan akan memberikan hasil yang sama malahan kadang-kadang lebih unggul dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari protein hewan. Faktor-faktor yang menyebabkan protein hewan lebih unggul dibandingkan dengan protein tumbuh-tumbuhan adnlnh: (1) adanya calcium dan phosphorus berasal dari tulang prrda protein hewan; vitamin B-complex terutama riboflavin pada susu skim kerir}g; (3) vitamin Biz yang terdapat pada semua bahan hewan akan tetapi tidak pada tumbuh-tumbuhan; dan terakhir (4) asam amino methionin dan lysin yang terdapat pada protein ikan, telur dan susu dalam kadar yang lebih tinggi daripada pada protein berasal tumbuhtumbuhan. XI. Kwalitas Protein; "Pengaruh Suplementer" Banyak dari bahan makanan biasa mengandung terlalu sedikit satu atau lebih asam-asam amino esensial untuk memberikan hasil yang baik bila digunakan sebagai sumber satu-satunya untuk hewan sepertinya babi atau unggas. Sebaliknya beberapa bahan makanan sepertinya susu, telur dan daging menyediakan berbagai asam amino dalam perbandingan yang mendekati kesempurnaan untuk penggunaan yang baik. Bahan makanan atau ransum yang memberikan jumlah asam-asam amino esensial yang tidak cukup dikatakan bahan makanan berkwalitas protein rendah. Bahan makanan dengan perbandingan asam amino esensial yang tepat dikatakan bahan makanan berkwalitas protein tinggi. Untungnya bahan makanan yang mempunyai protein berkwalitas rendah tidaklah semuanya defisien dalam asam amino yang sama. Karena alasan tersebut

maka protein dalam dua bahan makanan, yang setiap bahannya mengandung protein berkwalitas rendah, bila diberikan dalam kombinasi dapat melengkapi satu dengan lainnya dengan suatu cara penting. Sebagai misal, kwalitas protein dalam jagung adalah rendah karena protein jagung miskin akan lysin dan tryptophan, dua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh hewan babi dan unggas. Susu sanggup memperbaiki defisiensi dalam protein jagung karena susu kaya akan lysin dan tryptophan. Dengan demikian kombinasi jagung dan susu dalam campuran makanan adalah sangat efisien. Efeknya kombinasi tersebut jauh lebih tinggi daripada jagung atau susu sendiri-sendiri. METABOLISMA PROTEIN Lambung merupakan suatu tempat di mana pada berbagai spesies, protein mulai rnula dicerna. Pada ruminansia, abomasum dapat disamakan dengan lambung pada hewan lain dan proventriculus pada burung. Asam hydrochhluric dihasilkan oleh sel-sel lambung dengan demikian memberikan medium asam yang mengaktivir pepsin dan rennin untuk membantu dalam pencernaan protein. Langkah pertama dalam pencernaan protein terjadi bila makanan berhubungan dengan enzym pepsin dari getah lambung. Pepsin memecah protein dalam gugusan yang kurang komplex yaitu proteosa dan pepton. Pada hewan yang muda dan sedang menyusui, enzym rennin menyebakan susu mengental membentuk paracaseinat, yang dapat tingga dalam lambung lebih lama daripada jika susu tersebut tetap menja 1 cair. Oleh sebab itu terjadilah pencernaan yang lebih lengkap. Getah pancreas dialirkan ke duodenum dan mengandung enzym trypsin, chymotrypsin dan carboxypeptidase. Enzym-enzym tersebut meneruskan pencernaan protein, yang dalam lambung dimulai oleh pepsin, memecah zat-zat lebih kompleks menjadi peptida dan akhirnya ke dalam asam-asam amino. XII. Penyerapan Protein dan Asam Amino Pada sebagian besar hewan mammalia maka selama beberapa jam pertama setelah hewan dilahirkan dalam lambungnya tidak dihasilkan asam hydrochloric.

Colostrum, susu yang dihasilkan induk beberapa saat setelah melahirkan, menyediakan zat-zat anti untuk melindungi anak yang baru dilahirkan terhadap penyakit-penyakit, terutama yang menyerang alat pencernaan. Colostrum sangat kaya akan protein. Colostrum sapi mengandung sebanyak 17 persen. Sebagian besar dari protein terdiri dari globulin yang hanya terdapat dalam jumlah sedikit pada susu biasa. Zat-zat anti yang begitu penting bagi anak hewan yang baru dilahirkan menyertai globulin-globulin tersebut. Pada waktu dilahirkan, darah anak hewan praktis tidak mengandung zat-zat anti meskipun zatzat anti tersebut terdapat dalam darah induk. Beberapa saat setelah lahir, globulin yang membawa zat-zat anti dapat melalui dinding usus dan masuk kedalam peredaran darah. Akan tetapi dalam waktu satu atau dua hari usus tidak dapat ditembus oleh globulin. Oleh karena itu anak hewan yang baru dilahirkan membutuhkan kolostrum sebelum hal tersebut terjadi. Di kemudian hari dalam kehidupannya anak hewan itu sendiri akan mengembangkan kekebalan terhadap infeksi-infeksi pencernaan. Pada hewan dewasa praktis semua protein yang dapat dicerna dirombak ke dalam asam amino. Sebagian kecil masih dapat tinggal dalam bentuk peptida yang merupakan kombinasi sederhana dari dua atau lebih asam-asam amino. Asam amino dapat larut dan siap diserap oleh villi dari dinding usus kecil. Asam-asam amino tersebut kemudian masuk ke dalam peredaran darah dan terus dibawa keseluruh bagian dari tubuh. Sejumlah kecil peptida dapat pialn diserap dengan cara yang sama. Bila asam amino yang telah diserap mencapai hati maka yclragian daripadanya digunakan hati untuk sintesis protein jaringan hati atau protein darah. Sebagian besar asam amino mengalir melnliti hati dalam bentuk asam amino bebas. Jadi sebagian besar dari asam amino yang diperlukan cel tubuh dapat berasal dari asam amino yang terdapat dalam plasma. Akan tetapi karena kebutuhan metabolik d n eel untuk asam amino adalah terus menerus, sedangkan penyerapan asam amino dari usus adalah jarang, maka tubuh memerlukan su tu tempat penyimpanan untuk menyimpan asam amino yang banyak pada waktu-

waktu ada kelebihan yang nantinya dapat digunakan oleh cel pada waktu mengalami kekurangan.

XIII. Metabolisma Protein dalam Rumen Ruminansia (sapi, domba dan kambing) mesintesis asam amino dari zatzat mengandung nitrogen yang lebih sederhana melalui bekerjanya microorganisma dalam rumen. Microorganisma tersebut membuat zat-zat yang mengandung nitrogen menjadi protein dalam tubuhnya kemudian microorganisma tersebut dicerna oleh si hewan. Dengan cara demikian ruminansia merubah protein berkwalitas rendah dan juga zat-zat mengandung nitrogen bukan protein (sepertinya urea) menjadi protein berkwalitas tinggi yang terdapat dalam susu dan daging jadi hewan ruminansia mempunyai kedudukan istimewa dalani menyediakan protein yang terbaik (susu dan daging) kepada manusia. Kuda tidak mempunyai rumen tetapi caecumnya membesar di mana beberapa sintesis protein dikerjakan oleh microorganisma. Sintesis protein oleh microorganisma dari zatzat sederhana yang mengandung nitrogen adalah terbatas pada hewan monogastric sepertinya babi, unggas dan manusia. Bukti bahwa microorganisma dalam rumen dapat membuat semua dari kesepuluh asam amino dari urea, asam amino mana adalah esensial untuk pertumbuhan tikus telah diperlihatkan oleh Loosli dan kawan-kawan dengan menggunakan ransum yang hampir bebas protein pada domba. Data pada Tabel 5.6 memperlihatkan bahwa tiap asam amino yang dikeluarkan tubuh adalah tiga sampai sepuluh kali lebih banyak daripada yang diperolehnya. Karena dombadomba tersebut berat badannya bertambah dan dalam keseimbangan nitrogen positif maka asam-asam yang dikeluarkan tidak mungkin berasal dari perombakan jaringan tetapi adalah basil sintesa dalam rumen. Berdasarkan analisis contohcontoh rumen maka kadar berbagai asam-asam amino dalam isi rumen diperkirakan 9 sampai 20 kali lebih besar daripada dalam makanan. Data tersebut hendaknya jangan diartikan bahwa kebutuhan protein dari hewan rurninansia dapat dipenuhi hanya oleh urea atau sumber nitrogen sejenis. Pada anak domba

tidak terdapat pertumbuhan yang normal. Karena data tersebut memperlihatkan bahwa asam amino yang mengandcnrg belerang dapat disintesa dari urea maka dapatlah dibuktikan bahwa suatu sumber belerang diperlukan dalam proses tersebut. XIV. Penggunaan Asam Amino yang Diserap Tubuh Hasil perombakan protein masuk ke dalam peredaran darah dalam bentuk asam-asam amino, sejumlah kecil sebagai amonia dan peptida sederhana. Asamasam amino yang diserap ke dalam darah tersebut digunakan sebagai berikut: TABEL 5.6. KESEIMBANGAN ASAM AMINO SEHARI RATA-RATA DARI DOMBA* (dalam gram)
Asam amino Pengambilan Urin e 0,48 0,18 0,52 0,21
0,48 0,67 0,13 0,69 0,61 0,71

Dikeluarkan Feces
0,06 0,06 0,08 0,012 0,04 0,06 0,01 0,08

Arginin Histidin Isoleucin Leucin Lysin Methionin Phenylalanin Threonin Tryptophan Valin

0,19

0,03 0,05 0,07

0,05 0,00 0,15 0,24

0,02

Jumla h 0,54 0,20


0,58 0,69 0,8:3 0,52 0,73 0,77

0,02

0,2a 0,14

0,01 0,14

*Sumber : Leonard A. Maynard and John K. Loosli, Protein Metabolism in the Rumen, Animal Nutrition, 138, 1973 .

1. Di bawa ke tenunan-tenunan tubuh guna penggantian atau pe bentukan cel-cel baru. Juga turut serta dalam pembentu n enzym-enzym, hormon dan pembentukan air susu. Protein da at disimpan dalam bentuk otot dan penyimpanan dapat diperb sar dengan latihan jasmani. Juga dapat disimpan dalam pla ma darah. 2. Asam amino yang diserap darah dapat juga dideamineer setelah mengalami deaminasi terjadilah asam-asam keton. Sebagai halnya pada lemak dan carbohydrat, protein tubuh selalu mengalami pergantian. Asam-asam amino dari protein tubuh yang dirombak dapat digunakan kembali untuk pembentukan protein yang baru atau dapat digunakan untuk enersi atau diubah ke dalam gabungan-gabungan lainnya. Demikian pula

asam-asam amino yang baru diserap dapat digunakan untuk pembuatan jaringanjaringan baru, digunakan sebagai enersi atau sebagai gabungan-gabungan lainnya. Asam amino yang tidak digunakan untuk pembuatan protein dideaminasi secara oxidatip dengan menghasilkan asam-asam keton. Asam-asam keton digunakan badan sebagai sumber enersi. Sebagian mengikuti jalannya metabolisma carbohydrat dan dapat digunakan untuk pembentukan glycogen dan glucosa atau terus dirombak menjadi carbon dioxida dan air. Sebagian lagi mengikuti jalannya metabolisma lipida. Amonia yang dihasilkan dari proses deaminasi diubah menjadi ureum atau asam urat pada burung dan dikeluarkan dari badan kecuali apabila sebagian dari zat-zat tersehut digunak.rn dalam sintesis dari asam-asarn amino nonesetisial. Dapatlah dinyatakan disini bahwa hasil perombakan protein adalah ureum, asarm unit, carkron dioxida dan air. Banyaknya protein yang dibutuhkan oleh badan tergantung daripada berbagai hal. Hewan yang lebih besar lebih banyak menggunakan protein daripada hewan yang kecil. Anak hewan lebih banyak membutuhkan protein daripada yang dewasa jika diperhatikan besar badannya. Hal ini dapat dimengerti, badan yang bertambah besar itu ban ak memerlukan protein untuk keperluan pertumbuhannya. Demkian pula hewan yang sedang bunting atau hewan yang sedang menghasilkan air susu memerlukan lebih banyak protein daripada hewa yang tidak bunting ataupun yang tidak menghasilkan air susu. Tubuh mempunyai kemampuan yang terbatas untuk menyimpan protein . Apabila jumlahnya sudah cukup kelebihan protein tidak disrmpap sebagai protein tetapi digunakan sebagai enersi atau diubah menjadi lemak dan hydrat arang. Hati adalah tempat penyimpanan protein cadangan. XV. Enersi dari Metabolisma Protein Sebagian besar daripada protein yang dimakan dapat diubah menjadi derivat-derivat carbohydrat atau menjadi metabolit asam lemak dan dapat menyediakan glucosa yang diperlukan untuk mempertahankan kadar gula darah. Bila asam-asam amino yang bermacammacam tersebut diberikan secara sendiri-

sendiri maka sebagian dari asam-asam amino tersebut adalah glucogenic (glycogenic), yaitu menyebabkan terjadinya glucosa dan glycogen sedangkan asam amino lainnya adalah ketogenic dan menyebabkan aceton atau keton-keton lainnya. Daftar dari asam-asami amino glucogenic dan ketogenic yang telah diketahui diperlihatkan pada Tabel 5.7. Suatu bagan yang memperlihatkan bagaimana asam amino glucogenic diubah menjadi carbohydrat disajikan pada Gambar 5.2. Semua asam amino non-esensial adalah glucogenic. Hal ini menunjukkan bahwa proses sintesis asam-asam amino tersebut dari carbohydrat adalah dapatbalik. Asam amino ketogenic adalah semuiinya asam amino esensial. Lemak dan metabolit lemak membanl ci sedikit sekali terhadap sintesis asam-asam amino dalam tubuh hewan. Panas dari pembakaran alanin adalah 387,7 kcal per berat satu grammolecular. Karena berat molekulnya adalah 89,90 maka jumlahnya sama dengan 4,35 kcal/gm. Asam glutamic yang mengandung lebih sedikit carbon dan hydrogen dibandingkan dengan kadar oxygennya mempunyai panas pembakaran sebesar 542,4 untuk berat gram-molekul 147,13. TABEL 5.7. ASAM AMINO GLUCOGENIC DAN KETOGENIC
Glucogenic Alanin Arginin Asam aspartic Cystein Cystin Asam glutamic Glycin Histidin Hydroxyprolin Methionin Prolin Serin Threonin Tryptophan Valin Glucogenic dan ketogenic Isoleucin Lysin Phenylalanin Tyrosin ! Ketogeni Leuci

Hal ini hanya berjumlah sebesar 3,69 kcal enersi yang diperoleh per gram asam glutamic yang digunakan dalam glucogenesis. Nilai 4,1 kcal yang biasanya digunakan untuk mewakili enersi metabolis dari protein menggambarkan suatu

rata-rata dari berbagai asam amino yang bergabung dalam pertautan peptida untuk membentuk protein.

GAMBAR 5.2. KONVERSI ASAM AMINO GLUCOGENIC MENJADI CARBOHYDRAT

DAFTAR PUSTAKA
Parakkasi, Aminudin.1990. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik . Bandung: Angkasa. Tillman, Allen. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar . Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Loosly. 1969. Animal Nutrition 7th Edition. Mc Grawhill: New York