Anda di halaman 1dari 39

Laporan Pendahuluan Praktikum Elektronika 1

Nama NPM Program Studi Kawan Kerja No. Kelompok No. Modul Nama Praktikuim Tanggal Praktikum : Agam Aidil fahmi : 1106065994 : FISIKA : Nur Afifah :8 : Modul 2 : Karakteristik Dioda dan Zener : 13 April 2012

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DEPARTEMEN FISIKA FMIPA UI DEPOK 2012

MODUL 2 KARAKTERISTIK DIODA DAN ZENER


A. TUJUAN Mempelajari dan mengetahui karakteristik dasar dioda B. TEORI DASAR Dioda adalah piranti semikonduktor dengan bahan tipe-n yang menyediakan elektron-elektron bebas dan bahan tipe-p yang disatukan (P-N junction). Dioda merupakan suatu piranti dua elektroda dengan arah arus yang tertentu, dapat juga dikatakan dioda bekerja sebagai penghantar bila tegangan listrik diberikan dalam arah tertentu tetapi dioda akan bekerja sebagai isolator bila tegangan yang diberikan dalam arah berlawanan dari pergerakan elektron pembentuknya. Kristal pn sebagai penyusun dioda akan bekerja jika arus didalamnya hanya dapat mengalir dalam satu arah dan tidak sebaliknya. Hubungan ini disebut dengan rangkaian prategangan maju (forward bias). Pada dioda, kita mengenal potensial barrier yaitu beda potensial pada persambungan. Beda potensial ini menjadi cukup besar untuk menghalangi proses penyebaran difusi selanjutnya dari elektronelektron bebas. Pada suhu ruangan potensial barrier bekerja sekitar 0,7 Volt untuk

0.7 untuk Silikon dan 0,3 Volt untuk Germanium Gambar 2.4

Gambar 2.4 Kurva Dioda Gambar 2.4 merupakan kurva karakteristik dioda pada pra tegangan maju (forward) dan pra tegangan balik (reverse). Dari gambar karakteristik tersebut dapat dianalisa bahwa sebuah dioda akan mengalirkan arus setelah tegangan luar mengatasi potensial barrier, maka arus maju akan menjadi besar. Pada kurva dengan karakteristik balik saat tegangan yang diberikan sama dengan nol, maka tidak ada arus yang mengalir jika tegangan dinaikkan maka arus akan sangat kecil. Saat arus maju terlalu besar maka dioda akan rusak karena disipasi daya terlalu besar. Jika pada arah balik tegangan yang terlalu tinggi akan menimbulkan kegagalan

. (breakdown) listrik pada dioda

Dalam

bidang

elektronika

seringkali

diperlukan

suatu

komponen yang mengalirkan arus jika diberi beda potensial pada satu arah (Forward Bias) dan sebaliknya tidak mengalirkan arus jika diberi beda potensial pada satu arah yang berlawanan (revers Bias). Komponen yang memiliki karakteristik tersebut adalah Dioda. Untuk tegangan yang tidak terlalu tinggi orang banyak menggunakan dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor(dalam hal ini germanium dan silikon). Sedangkan untuk tegangan tinggi digunakan dioda vakum. Dalam percobaan ini kita menyelidiki sifat-sifat dari penggunaan dioda dari bahan smikonduktor saja. Dioda merupakan komponen elektronika yang terbuat dari 2 lapisan semikonduktor yang berbeda jenis dopingnya (lapisan N dan lapisan P). Simbol dari dioda seperti yang terlihat pada gambar 1.1

Dioda akan mengalirkan arus bila diberi beda potensial dimana kaki anoda lebih positif dari katoda dan tidak akan mengalirkan arus jika sebaliknya yaitu kaki anoda lebih negatif dari katoda.

Dioda Zener Variasi khusus dari dioda semikonduktor adalah Doida zener. Dioda zener adalagh diopda khusus yang dirancang untuk berkerja pada daerah breakdown. Dioda ini paling utama bermain sebagai komponen rangkaian regulator tegangan yang menjagaa agar tegangan beban konstan.. secara ideal zener berlaku seola-olah baterai sempurna. Sedang pada aproksimasi selanjutnya, ia memiliki hambatan bulk yang menghasilkan tambahan kecil tegangan. Dioda zener dapat diaplikasikan untuk rangkaian regulator, protektor, peak clipper, dst. Pada dasarnya diode zener adalah diode biasa yang mempunyai tegangan zener (breakdown) yang kecil. Dirancang untuk digunakan sebagai regulator tegangan. Selalu dioperasikan pada daerah reverse pada tegangan dadalnya atau tegangan zenernya (VZ).

C. ALAT 1. Dioda 2. Zener 3. Resistor 4. Potensiometer 5. Osiloskop 6. Multimeter 7. Catu daya 8. Protobord D. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Mempelajari Karakteristik Statik Dioda pada Bias Forward a. Menyusun rangkaian seperti pada gambar 1.2 b. Memasang dioda pada Vs berkisar antara 0 volt sampai 1 volt dengan interval 0,1 volt, dan antara 1 volt sampai 5 volt dengan interval 1 volt. c. Mengukur arus yang mengalir melalui dioda.
D1 1N4001 Vs 0V R1 1k V2 0V D2 1N4001 R2 1k

1N4001 2V7, 4V7, GV2 47 , 1K 1K

Gambar 1.2

Gambar 1.3

2. Mempelajari Karakteristik Statik Dioda pada Bias Revers a. Menyusun rangkaian seperti pada gambar 1.3 b. Memasang dioda pada Vs berkisar antara 0 volt sampai 1 volt dengan interval 0.1 volt, dan antara 1 volt sampai 5 volt dengan interval 1 volt c. Mengukur arus yang mengalir melalui dioda.

3. Rangkaian Regulator Zener a. Membuat rangkaian seprti pada gambar 1.4 denag diodazener 2V7. b. Menaikan tegangan input V dari 0 12 volt dengan interval 1 V, mencata tegangan pada R beban dan arus yang mengalirmelalui zener. c. Mengganti dioda zener dengan tipe 4V7 kemudian ulangi percobaan. d. Mengganti dioda zener dengan tipe 6V2 kemudian ulangi percobaan.

R1 200

V 0V D1 02BZ2.2 R2 1k

Gambar 1.4 Rangkaian Regulator Zener

E. TUGAS PENDAHULUAN 1. Perhatikan gambar 1.2 dan gambar 1.3 dengan menggunakan analisis rangkaian, lengkapi tabel berikut ini ! Sertakan pula penurunannya. I (A) (Dioda forward) 0A 189.061 nA 1.496 nA 10.527 nA 72.94 A 504.125 A 3.476 A 23.625 A 147.375 mA 663.944 mA 1.796 A 1.796 A 22.101 A 44.588 A 67.423 A 44.588 A I (A) (Dioda reverse) 0A 27.355 nA 31.313 nA 31.886 nA 31.969 nA 31.981 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.984 nA 31.985 nA 31.986 nA 31.987 nA

Vs (DC) 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1 2 3 4 5

Gambar Dioda Forward 1. Untuk Vs = 0 dan Vs = 0.1

2. Untuk Vs = 0.2 dan Vs = 0.3

3. Untuk Vs = 0.4 dan Vs = 0.5

4. Untuk Vs = 0.6 dan Vs = 0.7

5. Untuk Vs = 0.8 dan Vs = 0.9

6. Untuk Vs = 1 dan Vs = 2

7. Untuk Vs = 3 dan Vs = 4

8. Untuk Vs = 5

Gambar Dioda Revers a. Untuk V = 0 dan V = 0.1

b. Untuk V = 0.2 dan V= 0.3

c. Untuk V = 0.4 dan V = 0.5

d. Untuk V = 0.6 dan V = 0.7

e. Untuk V = 0.8 dan V = 0.9

f. Untuk V = 1.0 dan V = 2

g. Untuk V = 3 dan V = 4

h. Untuk V = 5

2. Secara teori jelaskan cara kerja rangkaian dioda pada gambar 1.4. kemudian lengakpilah tabel di bawah ini. V 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2V7 VR 0 0.83 1.67 2.5 2.69 2.71 2.73 2.73 2.74 2.75 2.75 2.75 2.76 I 0 1.09 n 1.09 n 2.16 u 3.84 m 8.71 m 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 0.04 0.04 VR 0 0.83 1.67 2.5 3.33 4.17 4.68 4.71 4.72 4.73 4.74 4.74 4.75 4V7 I 0 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.10 n 1.95 m 6.75 m 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 VR 0 0.83 1.67 2.5 3.33 4.17 5 5.83 6.19 6.21 6.22 6.23 6.24 6V2 I 0 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.09 n 4.57 n 2.89 m 7.73 m 0.01 0.02 0.02

Dioda Zener 2V7 A. Tegangan Untuk tegangan sumber 0 V, 1 V, 2 V, dan 3 V

Untuk tegangan sumber 4 V, 5 V, 6 V, dan 7 V

Untuk tegangan sumber 8 V, 9 V, 10V dan 11 V

Untuk tegangan sumber 12 V

B. Arus Untuk tegangan sumber 0 V, 1 V, 2V, dan 3V

Untuk tegangan sumber 4 V, 5V, 6V, dan 7V

Untuk tegangan sumber 8V, 9V, 10V, dan 11 V

Untuk tegangan Sunber 12V

Dioda Zener 4V7 A. Tegangan Untuk Tegangan Sunber 0V, 1V, 2V, dan 3V

Untuk Tegangan Sunber 0V, 1V, 2V, dan 3V

Untuk Tegangan Sunber 8V, 9V, 10V, dan 11V

Untuk Tegangan Sunber 12V

B. Arus Untuk Tegangan Sunber 0V, 1V, 2V, dan 3V

Untuk Tegangan Sunber 4V, 5V, 6V, dan 7V

Untuk Tegangan Sunber 8V, 9V, 10V, dan 11V

Untuk Tegangan Sunber 12V

Dioda Zener 6V2 A. Tegangan Untuk Tegangan Sunber 0V, 1V, 2V, dan 3V

Untuk Tegangan 4V, 5V, 6V, dan 7V

Untuk Tegangan Sunber 8V, 9V, 10V, dan 11V

Untuk Tegangan Sunber 12V

B. Arus Untuk Tegangan Sunber 0V, 1V, 2V, dan 3V

Untuk Tegangan Sunber 4V, 5V, 6V, dan 7V

Untuk Tegangan Sunber 8V, 9V, 10V, dan 11V

Untuk Tegangan Sunber 12V

3. Sebutkan kegunaan dioda pada rangkaian elektronika. Penyearah tegangan Sebagai Filter Mempertahankan tegangan output agar tetap konstan Penghantar sempurna (hambatan nol saat diberi catu maju Seperti penghambat sempurna (hambatan tidak terhingga) saat dicatu balik Dapat mengubah tegangan AC menjadi DC

F. FORMAT DATA PENGAMATAN 1. Percobaan 1 dan 2 I (A) (Dioda forward) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.6 mA 0.6 mA 1.23 mA 2.2 mA 3.7 mA 5.1 mA I (A) (Dioda reverse) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Vs (DC) 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1 2 3 4 5

2. Percobaan 3 V 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2V7 VR 0 0.55 V 0.72 V 0.75 V 0.76 V 0.77 V 0.78 V 0.79 V 0.79 V 0.80 V 0.80 V 0.81 V 0.81 V I 0 0 0.2 mA 0.1 mA 1.1 mA 1.2 mA 1.3 mA 1.8 mA 2 mA 2.5 mA 3.5 mA 4 mA 4 mA VR 0 0.6 V 0.8 V 0.8 V 4.81 V 4.4 V 4V 4V 4.5 V 4.6 V 4.6 V 4.7 V 5V 4V7 I 0 0 0 0 0.05 mA 0.7 mA 0.72 mA 1.3 mA 2.8 mA 3.0 mA 4.0 mA 5 mA 5.3 mA VR 0 0.6 V 0.74 V 0.75 V 0.77 V 0.8 V 0.9 V 1v 2.3 V 3.7 V 4.9 V 5.5 V 6.3 V 6V2 I 0 0 0 0 0 0 0.11 mA 0.12 mA 0.14 mA 0.16 mA 0.18 mA 0.2 mA 0.5 mA

G. TUGAS AKHIR 1. Buatlah table dan grafik dari percobaan yang anda lakukan ! A. Percobaan 1 dan 2 I (A) (Dioda forward) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.6 mA 0.6 mA 1.23 mA 2.2 mA 3.7 mA 5.1 mA I (A) (Dioda reverse) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Vs (DC) 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1 2 3 4 5

I (Dioda Forward & Dioda Reverse)

Grafik Vs(DC) Vs I (Dioda Forward & Dioda Reverse)


6 5 4 3 2 1 0 0 1 2 3 Vs (DC) 4 5 6 Series1 Series2

B. Percobaan 3 V 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2V7 VR 0 0.55 V 0.72 V 0.75 V 0.76 V 0.77 V 0.78 V 0.79 V 0.79 V 0.80 V 0.80 V 0.81 V 0.81 V I 0 0 0.2 mA 0.1 mA 1.1 mA 1.2 mA 1.3 mA 1.8 mA 2 mA 2.5 mA 3.5 mA 4 mA 4 mA VR 0 0.6 V 0.8 V 0.8 V 4.81 V 4.4 V 4V 4V 4.5 V 4.6 V 4.6 V 4.7 V 5V 4V7 I 0 0 0 0 0.05 mA 0.7 mA 0.72 mA 1.3 mA 2.8 mA 3.0 mA 4.0 mA 5 mA 5.3 mA VR 0 0.6 V 0.74 V 0.75 V 0.77 V 0.8 V 0.9 V 1v 2.3 V 3.7 V 4.9 V 5.5 V 6.3 V 6V2 I 0 0 0 0 0 0 0.11 mA 0.12 mA 0.14 mA 0.16 mA 0.18 mA 0.2 mA 0.5 mA

Grafik antara V input terhadap V output

Grafik V input Vs V output


7 6 5 V input 4 3 2 1 0 0 5 V output 10 15 Series1 Series2 Series3

Grafik antara V input terhadap arus

Grafik V input Vs Arus


6 5 4 V input 3 2 1 0 0 5 Arus Listrik 10 15 Series1 Series2 Series3

2. Bandingkan hasil yang diperoleh dari eksperimen dengan yang telah diperoleh sebelumnya di tugas pendahuluan (referensi) ? Perbandingan : A. Percobaan 1 dan 2 : Berdasarkan Tugas Pendahuluan. I (A) (Dioda forward) 0A 189.061 nA 1.496 nA 10.527 nA 72.94 A 504.125 A 3.476 A 23.625 A 147.375 mA 663.944 mA 1.796 A 1.796 A 22.101 A 44.588 A 67.423 A 44.588 A I (A) (Dioda reverse) 0A 27.355 nA 31.313 nA 31.886 nA 31.969 nA 31.981 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.983 nA 31.984 nA 31.985 nA 31.986 nA 31.987 nA

Vs (DC) 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1 2 3 4 5

Berdasarkan Hasil Praktikum. I (A) (Dioda forward) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.6 mA 0.6 mA 1.23 mA 2.2 mA 3.7 mA 5.1 mA I (A) (Dioda reverse) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Vs (DC) 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1 2 3 4 5

B. Percobaan 3 : V 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Berdasarkan Tugas Pendahuluan. 2V7 VR 0 0.83 1.67 2.5 2.69 2.71 2.73 2.73 2.74 2.75 2.75 2.75 2.76 I 0 1.09 n 1.09 n 2.16 u 3.84 m 8.71 m 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 0.04 0.04 VR 0 0.83 1.67 2.5 3.33 4.17 4.68 4.71 4.72 4.73 4.74 4.74 4.75 4V7 I 0 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.10 n 1.95 m 6.75 m 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 VR 0 0.83 1.67 2.5 3.33 4.17 5 5.83 6.19 6.21 6.22 6.23 6.24 6V2 I 0 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.09 n 1.09 n 4.57 n 2.89 m 7.73 m 0.01 0.02 0.02

V 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Berdasarkan Hasil Praktikum. 2V7 VR 0 0.55 V 0.72 V 0.75 V 0.76 V 0.77 V 0.78 V 0.79 V 0.79 V 0.80 V 0.80 V 0.81 V 0.81 V I 0 0 0.2 mA 0.1 mA 1.1 mA 1.2 mA 1.3 mA 1.8 mA 2 mA 2.5 mA 3.5 mA 4 mA 4 mA VR 0 0.6 V 0.8 V 0.8 V 4.81 V 4.4 V 4V 4V 4.5 V 4.6 V 4.6 V 4.7 V 5V 4V7 I 0 0 0 0 0.05 mA 0.7 mA 0.72 mA 1.3 mA 2.8 mA 3.0 mA 4.0 mA 5 mA 5.3 mA VR 0 0.6 V 0.74 V 0.75 V 0.77 V 0.8 V 0.9 V 1v 2.3 V 3.7 V 4.9 V 5.5 V 6.3 V 6V2 I 0 0 0 0 0 0 0.11 mA 0.12 mA 0.14 mA 0.16 mA 0.18 mA 0.2 mA 0.6 mA

3. Apa kesimpulan yang bisa diperoleh dari soal no. 1 ? Kesimpulan untuk Percobaan 1 dan 2 Berdasarkan hasil percobaan mengukur arus dengan dioda yang terpasang secara forward, arus akan terukur pada tegangan 1 hingga 5 Untuk dioda yang terpasang secara reverse, berdasarkan teori dioda yang dipasang revers tidak akan menghasilkan arus atau arus nol. Kesimpulan untuk Percobaan 3 Berdasasarkan hasil pengukuran tegangan yang semakin besar akan menghasilkan tegangan dan arus yang besar pula . 4. Tentukan jenis dioda dengan melihat knee voltagenya ! Jenis dioda yang digunakan dalam praktikum ini berbahan silikon dengan tegangan 0.7 V

H. Analisis. Pada praktikum selanjutnya, praktikan melakukan praktikum modul 2. Praktikum yang praktikan lakukan berjudul Karakteristik Dioda dan Zener . Praktikum ini dilakukan dengan tujuan agar dapat mempelajari dan mengetahui karakteristik dasar dioda. Dalam praktikum ini perlukan pula berbagai macam alat yang dapat mendukung praktikum ini agar pada saat melakukan pengukuran didapatkan hasil yang akurat. Adapun alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Dioda 2. Zener 3. Resistor 4. Potensiometer 5. Osiloskop 6. Multimeter 7. Catu daya 8. Protobord Keterangan : 1. Dioda yang digunakan dalam praktikum ini adalah dioda yang berbahan silikon dengan voltase 0.7. 2. Zener yang digunakan dalam praktikum ini adalah zener yang berbahan silikon dengan voltase 0.7 Seperti biasa sebelum memulai praktikum, praktikan harus mencoba terlebih dahulu rangkaian yang ada pada modul dengan menggunakan software elektronika. Pada kesempatan ini praktikan menggunaka multisinm untuk menguji rangkaian yang ada pada modul. Pada praktikum ini ada 3 percobaan yang harus dilakukan. Untuk yang pertama praktikan melakukan percobaan pada dioda yang terpasang forward. Disini yang praktikan uji adalah apakah arus akan dihasilkan dari voltase 0.1 V hingga 5 V. Berdasarkan teori arus akan mengalir dari 0.8 V sampai 5 V dan itulah yang akan dibuktikan, apakah sesuai dengan teori yang digunakan. 1N4001 2V7, 4V7, GV2 47 , 1K 1K

Lalu untuk percobaan yang kedua, praktikan mengukur arus yang mengalir pada dioda yang terpasang reverse. Menurut teori pula dioda yang terpasang revers tidak akan menghasilkan arus listrik atau nol. Untuk itu praktikan harus membuktikan teori itu. Apakah dapat menjawab teori tersebut. Lalu yang ketiga praktikan mengukur tegangan output dan arus yang dihasilkan dari tengangan input dari 0 V - 12 V dengan 3 buar zener yang berbeda yaitu 2V7, 4V7, 6V2. Analisis Hasil. Percobaan 1 dan 2

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dioda yang dipasang forward akan menghasilkan arus listrik pada 1 sampai 5. Hal ini terjadi karena, arus akan terbaca apabila tegangan sumber lebih besar dari tegangan dioda yang berbahan silikon dengan voltase 0.7 dan arus akan terbaca pula apabila dipasanga forward karena berdasarkan teori arus akan mengalir apabila dipasang forward. Lain halnya apabila dioda dipasang revers karena dioda yang dipasang revers tidak akan menghasilkan arus listrik. Ini sudah terbukti berdasarkan hasil pengukuran praktikan yang tidak menghasilkan arus pada rangkaian yang praktikan buat. Percobaan 3

Berdasarkan hasil pengukuran pada percobaan 3 ini praktikan dapat menyimpulkan bahwa semakin besar tegangan yang diberikan maka tegangan dan arus yang dihasilkan akan semakin besar pula. Ini dapat terjadi berdasarkan terori yaitu tegangan berbanding lurus dengan arus listrik. Analisis Problem. Pada praktikum ini praktikan juga menemukan kendala pada saat praktikan melakukan pengukuran untuk pengisian data pengamatan . Kendala tersebut adalah multimeter yang kurang berfungsi dengan baik. Yang terjadi adalah sulitnya praktikan untuk mengkalibrasi multimeter. Karena kalibrasi multimeter sangat penting untuk dilakukan sebelum praktikum dimulai. Yang berikutnya karena multimeter yang kurang berfungsi maka praktikan juga sulit untuk mengukur tegangan dan arus. Seringkali setiap ingin mengukur tegangan dan

arus, jarum penunjuk tidak bergerak sedikitpun bahkan sekalinya bergerak jarum bergerak melampaui batas maksimum. Seperti halnya pada data pengamatan percobaan 1, pada tegangan 0.8 dan 0.9 seharusnya arus yang dihasilkan terbaca oleh multimeter, akan tetapi jarum penunjuk bergerak hingga melewati batas maksimum yanag ada pada multimeter yang praktikan gunakan. I. Kesimpulan. Pada dioda yang terpasang forward arus terukur pada saat tegangan 1 volt hingga 5 volt Pada dioda yang tyerpasang revers tidak ada arus yang terukur. Pada percobaan 3 semakin besar tegang maka arus listrik yang mengalirpun juga semakin besar karena tegangan berbanding lurus dengan arus listrik. Arus akan mengalir apabila dioda terpasang forward Sebaliknya arus tidak akan ada apabila dioda terpasang revers. Dioda merupakan penyearah tegangan Zener adalah dioda khusus yang dirancang untuk bekerja pada daerah breakdown Zener harus terpasang revers karena apabila terpasang forward akan menjadi dioda biasa. REFERENSI : 1. Malvino, Albert Paul. 1999. Electronic Prinsiples 6th Edition. Tata McGraw Hill publishing Company limited 2. Modul penuntun Praktikum Elektroinika 1. Laboratorium Elektronika Dasar Universitas Indonesia