Anda di halaman 1dari 36

Sesak napas

KELOMPOK 1

SKENARIO
Seorang laki-laki usia 25 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan sesak nafas, penderita terlihat pucat dan kebiruan. Nadi teraba cepat dan lemah

Kata Sulit
Sianosis : diskolorasi kulit dari mukosa akibat Hb tereduksi meningkat dalam darah . biasanya peningkatan deoksiHb dalam darah 5 mg /dl.
Tachikardia : peningkatan denyut nadi di atas 100 kali/menit

Lanjutan . . .
Dispneu : kesulitan bernapas ( napas pendek dan menggunakan otot pernapasan )
Pucat : gangguan perfusi O2 pembuluh darah kulit dan kapiler Nadi lemah : pulsasi yang lemah

Pertanyaan
Jelaskan Anatomi & fisiology sistem pernapasan?
Sebutkan Standar kompetensi dokter? Apa tanda-tanda sesak napas? Apa penyebab sesak napas?

Bagaimana cara menilai kesadaran seseorang ?


Bagaimana patomekanisme gejala? Bagaimana penanganan sesak napas yang trauma dan non trauma?

Apa Komplikasi dan prognosis dari kasus?

Anatomi Pernapasan

Nasi pharing(pars nasalis, pars oralis, pars laringeus) laring trachea percabagan: bronkus kiri dan bronkus kanan bronkiolus alveolus
Paru2 td 2 lobus : pulmo dextra dan pulmo sinistra Dibungkus oleh membran serosa : pleura

Otot2 pernapasan :
Inspirasi :

m. diafragmatica m. interkostal externa m. Sternokleidomastoideus m. pectoralis m. skalenus Expirasi : m. interkostal ext m. rektus abdominus

Pusat pernapasan : pons danmedulla oblongata

Fisiologi Pernapasan

Fg utama : untuk membawa O2 yg diperlukan utk proses metabolisme dari udara bebas ke sel tubuh dan membuang CO2dari sel ke udara bebas Nasi bronkiolus merupakan saluran tempat lewatnya udara pernapasan,menyaring udara, menghangatkan dan proteksi Alveolus : terdapat banyak kapiler2 yg berfg sbg tempat pertukaran O2 dan CO2

STANDAR KOMPETENSI DOKTER INDONESIA

No. 1. 2. 3.

Daftar penyakit Benda asing di hidung Benda asing di trakea Asma Bronkial

Tingkat kemampuan 4A 2 4A

4.
5.

Pneumothorax
PPOK eksaserbasi akut

3A
3B

6.
7. 8. 9. 10. 11.

Edema paru
Infark miokard Gagal jantung akut Gagal jantung kroniik Takikardi Supraventrikular Takikardi Ventrikular

3B
3B 3B 3A 3B 3B

DAFTAR KETERAMPILAN KLINIK


1. 2. 3. 4.

Mengetahui dan menjelaskan Pernah melihat atau didemonstrasikan Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi Mampu melakukan secara mandiri a. Keterampilan yang dicapai saat lulus dokter b. Profisienasi(kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan/atau Pendidikan Dokter Berkelanjutan(PDB)

No.
1. 2. 3.

Keterampilan pemeriksaan dan terapi


Inspeksi pupil (ukuran dan bentuk) Reaksi pupil terhadap cahaya Penilaian tingkat kesadaran dengan skala koma Glasgow (GCS)

Tingkat keterampilan
4A 4A 4A

4.
5.

Penilaian Orientasi
Refleks tendon (bisep, trisep, pergelangan, platela, tumit) Terapi oksigen Pijat jantung luar

4A
4A

6. 7.

4A 4A

8.

Resusitasi cairan

4A

Tanda-tanda sesak napas

Bernapas dengan cuping hidung


Menggunakan otot pernapasan Bunyi tambahan saat pernapasan (whezeeng) Sianosis

Kesadaran menurun

Penyebab Sesak Napas Berdasarkan Letak Kelainan

Kardiak dispneu: IMA fibrilasi atrium Pulmonal dispneu pneumothorax

gagal jantung kiri akut

asma

Hematogenous dispneu

PPOK edema paru akut

Neurogenik dispneu

Penyebab Sesak Napas Berdasarkan adanya trauma atau tidak


Trauma
Benda asing Trauma thorax, misalnya : Pneumothorax Hemothorax

Non Trauma
Asma Keracunan PPOK Pneumonia atelektasis

PATOMEKANISME GEJALA
Syanosis Hb yang tidak mengandung O2 (berwarna biru gelap) --> jumlahnya berlebihan dalam dalam pembuluh darah kulit, terutama dalam kapiler. Sianosis muncul apabila darah arteri berisi 5 gr Hb yang tidak mengandung O2 dalam setiap dl darah.

LANJUTAN . . .
Tachycardi

Umumnya disebabkan oleh :

Sistem saraf otonom & endokrin


Stress (fight or flight) Stimulant (caffein) Penyakit endokrin (pneucromocytoma)

Haemodinamik

Dehidrasi Perdarahan Hipotensi ortostatik Postural ortostatic tachycardia syndrome (POTS)

Cardiac aritmia

Supraventrikular tachycardia Ventrikular tachycardi

Patofisiologi dyspneu

Kekurangan oksigen
Ggn konduksi maupun induksi gas ke paru paru Ggn pertukaran gas dan hipoventilasi Perukaran gas normal,tapi kadar o2

dyspneu
Kelebihan karbondioksida Hiperaktifitas reflex pernafasan emosi

asidosis Penambahan kecepatan metabolisme

Stagnasi dari aliran darah

Pemeriksaan Status Kesadaran


Penilaian Kualitatif
1.

1.

Compos Mentis(GCS: 15-14)

2.

Apatis (GCS: 13-12)

3.
4. 5. 6.

Somnolen(11-10)
Delirium (GCS: 9-7) Sporo coma (GCS: 6-4) Coma (GCS: 3))

2.

Penilaian Kuantitatif dengan GCS ( Glasgow Coma Scale )

1. Menilai respon membuka mata (E)


(4) : spontan
(3) : dengan rangsang suara (suruh pasien membuka mata).

(2) : dengan rangsang nyeri (berikan rangsangan nyeri, misalnya menekan kuku jari)
(1) : tidak ada respon

2. Menilai respon Verbal/respon Bicara (V)


(5) : orientasi baik (4) : bingung, berbicara kacau ( sering bertanya berulang-ulang ) disorientasi tempat dan waktu. (3) : kata-kata saja (berbicara tidak jelas, tapi kata-kata masih jelas, namun tidak dalam satu kalimat. Misalnya aduh, bapak) (2) : suara tanpa arti (mengerang)

(1) : tidak ada respon

3. Menilai respon motorik (M)


(6) : mengikuti perintah (5) : melokalisir nyeri (menjangkau & menjauhkan stimulus saat diberi rangsang nyeri) (4) : withdraws (menghindar / menarik extremitas atau tubuh menjauhi stimulus saat diberi rangsang nyeri) (3) : flexi abnormal (tangan satu atau keduanya posisi kaku diatas dada & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). (2) : extensi abnormal (tangan satu atau keduanya extensi di sisi tubuh, dengan jari mengepal & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). (1) : tidak ada respon

Hasil pemeriksaan tingkat kesadaran berdasarkan GCS disajikan dalam simbol E, V & M, Selanjutnya nilai-nilai dijumlahkan. Nilai GCS yang tertinggi adalah 15 yaitu E4V5M6 dan terendah adalah 3 yaitu E1V1M1

Penanganan untuk Pasien Trauma


1. 2. 3.

Primary Survey: Secara sistematis evaluasi pertama pada pasien trauma : Airway dengan kontrol tulang belakang Breathing Sirkulasi dengan kontrol perdarahan

4.

Disabilitas

AHA 2010 sudah menganjurkan untuk menggunakan penangan dengan system C_A_B, dan tidak lagi menggunakan A_B_C untuk kasus kegawat daruratan. Karena dinilai lebih efektif dan lebih cepat dalam menyelamatkan nyawa seseorang.

Penanganan pasien sesak nafas causa non trauma

Secara garis besar penanganan yang dilakukan hamper sama. Hanya saja pada kasus trauma kita harus memperhatikan tanda-tanda khusus yang terjadi seperti fraktur, atau adanya perdarahan. Sehingga pada waktu melakukan RJP tidak membahayakan nyawa pasien.

Airway dengan Kontrol tulang belakang servikal


Assessment : Look, Listen, Feel.
Amati apakah ada cyanosis, dengarkan apakah ada stridor atau dysphonia.

Pastikan jalan napas paten dan terlindungi Pastikan posisi yang aman untuk tulang belakang servikal, patut curiga adanya trauma tulang belakang servikal pada kasus dengan gangguan kesadaran/defisit neurologi, neck pain, dll Treatment : Bebaskan jalan napas (bila ada obstruksi) : Jaw Thrust,defenitif airway bila perlu Pasang cervical collar

Breathing

Berikan napas bantuan Pada hipoxia berikan suplemantasi Oksigen Pada pneumothorax dapat dilakukan needle thoracostomy untuk mengeluarkan udara

Sirkulasi dengan Kontrol Perdarahan


Assesment :

Raba pulsasi carotic, Capillary Refill time Lakukan pijat jantung bila tidak teraba pulsasi Selama menilai sirkulasi pasien, atasi perdarahan external yang jelas, dapat digunakan Compression bandage. Pada semua pasien trauma perhatikan akses untuk cairan IV Resusitasi cairan dan darah bila perlu, evaluasi

Treatment :

Disabilitas
Assesment, meliputi :

Tingkat kesadaran Reflek Pupil Pergerakan ekstremitas

Secondary Survey (Dilakukan setelah mengatasi keadaan emergensi). Penilaian secara sistematis sesuai trauma pemeriksaan khusus seperti EKG, radiologi, dan Lab

CIRCULATION PRESENT Continue Rescue Breathing

NO CIRCULATION Compress Chest

Check circulation Every minute

100 per minute 15:2 ratio

CHECK RESPONSIVENESS OPEN AIRWAY

Shake and shout

Head tilt / Chin lift Look, listen and feel

CHECK BREATHING

If breathing: recovery position

BREATHE
10 secs only

2 effective breaths Signs of a circulation

External Cardiac Compression

1. 2.

3.
4.

vertically downward 4-5 cm Push hard push fast 100 x/min. Ratio Comp : Vent 30 : 2

Cardiac Compression

Komplikasi
Jika tdk ditangani dengan cepat dan tepat akan menyebabkan Kematian
Mati Klinis dan Mati Biologi

Prognosis
Keberhasilan berdasarkan cepat/tdk penanganan

Telat 1m 4m 10 m

Kemungkinan berhasil 98% 50% 1%