Anda di halaman 1dari 5

Penegakkan Diagnosis

1) Tensilon (Edrophonium Chloride) Test


sensitivitas 71.5%-95% diberikan secara injeksi intravena dipantau adanya perbaikan kekuatan otot kelopak mata dan/ muskulus ekstraokular ES: salivasi dan keringat , nausea, kram perut, fasikulasi otot. Hipotensi dan bradikardi jarang terjadi, bila diistirahatkan dalam posisi supinasi umumnya akan membaik. Bila bradikardi berat (<37 kali per menit) atropin

2) Ice Pack Test


u/ pasien ptosis dengan KI tes edrophonium ice pack diletakkan di atas mata selama 2-5 menit nilai perbaikan ptosis

3) Electrophysiological Tests, meliputi:


Repetitive Nerve Stimulation Tests Neuromuscular Transmission MG (+): antara potensial aksi pertama dan kelima didapatkan penurunan 10% Single-Fiber Electromyography (SFEMG) dapat mengidentifikasi jitter abnormal pada 95%-99% pasien MG. Namun tidak spesifik o/k jitter abnormal juga dapat ditemukan pada penyakit motor neuron, polymyositis, peripheral neuropathy, LEMS dan penyakit neuromuscular lain.

4) Tes imunologik Konsentrasi antibodi antiAchR serum pada MG . Namun , pemeriksaan tidak mampu menentukan keparahan penyakit MG.

5) CT dada atau MRI u/ mengeksklusi thymoma. Penggunaan kontras perlu diperhatikan o/k resiko eksaserbasi myasthenic weakness.

6) Pemeriksaan fungsi tiroid o/k MG seringkali disertai dengan penyakit tiroid.