Anda di halaman 1dari 23

GENTENG

A. PENGERTIAN GENTENG Genteng adalah salah satu unsur bangunan yang berfungsi sebagai penutup atap, agar bangunan tidak kena air hujan, panas matahari, dan secara tradisional terbuat dari bahan lokal seperti lempung atau batu tulis. Bahan modern seperti beron dan plastik juga digunakan dan beberapa genteng lempung (tanah liat) mempunyai lapisan tahan air (waterproof).

B. SEJARAH GENTENG Genteng mulai dikembangkan oleh manusia karena penutup atap sebelumnya dianggap memiliki banyak kekurangan. 1. Sejarah Genteng di Dunia Genteng ditemukan pada awal abad ke-3 SM di Lerna, Yunani. situs ini berisi ribuan puing-puing ubin terakota yang jatuh dari atap. Pada periode Mycenaean, atap genteng didokumentasikan untuk GLA dan Midea. Temuan awal genteng di Yunani kuno yang didokumentasikan berasal dari daerah yang sangat terbatas yaitu sekitar Korintus (Yunani), di mana genteng mulai menggantikan atap jerami di dua kuil Apollo dan Poseidon antara 700-650 SM. karena penyebaran yang sangat cepat, atap ubin tercatat selama lima puluh tahun dalam bukti untuk sejumlah situs besar di sekitar

Mediterania Timur, termasuk Daratan Yunani, Asia Kecil Barat, Selatan dan Tengah Italia. Awalnya, genteng berbentuk S, berukuran agak besar, beratnya sekitar 30 kg. Karena pembuatannya lebih mahal dan tenaga kerja yang dibutuhkan tidak sembarangan, serta pengenalan genteng telah dijelaskan dengan ketahanan api. Maka genteng dibutuhkan untuk memberikan

perlindungan yang diinginkan di kuil yang mahal. Penyebaran teknik genteng dapat dikaitannya dengan meningkatnya simultan dari arsitektur yang monumental di Yunani kuno. Dibutuhkan dinding batu untuk

mendukung berat atap genteng. Dinding digunakan untuk menggantikan mudbrick dan dinding kayu, karena cukup kuat. Di Belanda, Produksi gentengdimulai pada abad ke-14 ketika kota memerlukan perapian. Pada waktu itu kebanyakan rumah terbuat dari kayu dan memiliki atap jerami dan api bisa membakar seluruh kota. Untuk memenuhi permintaan, pembuat atap genteng mulai memproduksi genteng dengan tangan. Banyak dari pabrik-pabrik kecil mengatur produksi dekat sungai baik untuk ketersediaan tanah liat serta kemudahan transportasi. 2. Sejarah Genteng Sokka Jauh sebelum mengenal genteng, sebagian masyarakat di Kabupaten Kebumen telah memiliki keterampilan membuat tembikar. Hal itu didukung jenis tanah di Sokka, Wonosari, Sruweng, dan Klirong yang bagus untuk bahan tembikar. Sebelum abad ke-20, sudah banyak warga yang membuat gerabah untuk alat-alat rumah tangga seperti tungku, gentong, padasan, blengker, jambangan, kendil, cowek, dan jubek dari tanah liat. Bahkan sampai saat ini, keahlian turun-temurun yang konon hasil interaksi dengan kebudayaan China itu masih bertahan. Warisan keahlian membuat gerabah diteruskan masyarakat Gebangsari Kecamatan Klirong yang terkenal sentra gerabah Kebumen. Kerajinan genteng muncul sekitar tahun 1920-an. Saat itu, Pemerintah kolonial Belanda melakukan penelitian untuk memetakan daerah-daerah yang memiliki tanah bagus untuk bahan atap bangunan. Saat itu, dibentuklah Balai Keramik di Bandung. Kebumen merupakan salah satu dari sejumlah daerah yang memiliki potensi sentra genteng. Genteng-genteng tersebut untuk memenuhi pembangunan

infrastruktur termasuk untuk dijadikan atap pabrik gula. Bahkan di Kebumen juga terdapat dua pabrik gula, yakni di Prembun yang bekasnya jadi Pos Polisi Prembun dan di Kebumen yang saat ini menjadi RSUD.

Pengenalan genteng sebagai atap juga dilakukan oleh tim kesehatan Belanda. Misi kesehatan dilakukan karena saat itu terjadi wabah pes. Saat itu, banyak tenaga kerja pribumi yang tidak bisa maksimal karena terserang penyakit tersebut. Terungkap, sebagian besar rumah yang saat itu masih beratap rumbia menjadi penyebab penularan pes. Sebab atap sering dijadikan sarang tikus penyebab pes. Untuk pertama kali, Belanda mendirikan sebuah pabrik genteng di Kebumen persisnya di Pejagoan. Namun saat ini, bekas pabrik sudah tidak bisa dilihat karena sudah menjadi gedung SMP Negeri 1 Pejagoan. Pabrik hancur saat perang kemerdekaan.

C. JENIS-JENIS GENTENG 1. Berdasarkan Bentuknya a. Genteng Lengkung-Cekung Genteng dengan penampang yang berbentuk gelombang tidak simetris, tanpa bagian yang rata seperti genteng keramik, morando, metal, genteng beton. b. Genteng Lengkung-Rata Genteng dengan penampang bagian tengah yang rata dan tepi-tepinya melengkungseperti genteng kodok, plentong. c. Genteng Rata Genteng dengan permukaan yang rata, dengan tepi yang satu beralur dan tepi lainnya berlidah; biasanya dibuat dengan mesin kempa (press) misalnya genteng beton. d. Genteng Beralur Genteng yang pada tepinya mempunyai alur-alur penghubung. e. Genteng Bubung Genteng yang dipakai untuk penutup bubung.

2. Berdasarkan Material Pembentuknya a. Genteng tanah liat 1) Genteng tanah liat Genteng jenis ini terbuat dari tanah liat yang di-press (tekan sedemikian rupa) kemudian dipanaskan dengan bara api dengan derajat kepanasan tertentu. Daya tahan genteng jenis ini sangat kuat sekali. Rangka diperlukan dalam pemasangannya, mekanisme pemasangan kunci/kaitan genteng pada rangka penopang.

Gambar 1. Genteng Tanah Liat Lengkung Rata

Gambar 2. Genteng Kodok

2) Genteng keramik Bahan dasar pembuatan genteng keramik adalah tanah liat melalui proses pembakaran 1.1000C selama 18 jam. Spesifikasi genteng keramik adalah berat 3,2 kg/buah, isi 14 buah/m2, jarak usuk 40 cm, dan sistem sambungan interlock. Berat genteng keramik 42 kg/m2. Genteng ini memiliki warna yang cukup banyak karena pada saat proses finishing-nya dilapisi pewarna pada

bagian atasnya (glasir). Bertumpu pada rangka kayu atau beton.

Gambar 3. Genteng Keramik b. Genteng metal / berbahan logam Genteng metal terbuat dari plat baja metal yang diberi lapisan galvanis (zink). Ada dua model genteng metal yang beredar di pasaran, yaitu genteng metal berlapis pasir kwarsa dan genteng metal di cat. Pemasangan genteng ini tidak jauh beda dengan genteng dari tanah liat. Lebarnya genteng ini mempercepat waktu pengerjaan sebuah rumah, yakni sekitar 410710 cm, dengan ketebalan 0,5 mm. Genting jenis ini biasanya memerlukan sekrup untuk pemasangannya karena secara bobot geteng jenis ini lumayan ringan, 1,5 kg/lembar atau 6,375 kg/m2, sehingga mudah terbawa angin.

Gambar 4. Genteng Metal c. Genteng aspal (bitumen) Bahan baku genteng aspal adalah aspal. Beratnya 10kg/m2. Terdapat 2 bentuk model yaitu model datar yang terbaut pada triplek dan bentuk bergelombang yang dibaut pada rangka atap. Bentuknya yang lebar dan ringan membuat atap ini sering diapakai untuk atap pada bangunan tambahan seperti garasi.

Gambar 5. Genteng Aspal

d. Genteng kaca Genteng ini dipakai agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan secara langsung sehingga menghemat konsumsi listrik untuk penerangan. Material genteng ini terbuat dari kaca. Ketebalan genteng kaca minimal 8 mm. Bratnya antara 25 30 kg/m2. Genteng ini mempunyai bentuk yang terbatas sehingga kompatibel / sesuai dengan beberapa jenis genteng tertentu saja.

Gambar 6. Genteng Kaca

e. Genteng beton Bahan baku genteng beton adalah campuran semen, pasir, dan bahan pengikat, bahan penguat dan bahan pewarna. Berat genteng beton antara 38 42 kg/m2. Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan genteng tanah tradisional. Bagian luarnya diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan lapisan kedap air. Sebenarnya atap ini bisa bertahan lama, tetapi lapisan pelindungnya hanya akan bertahan antara 30 hingga 40 tahun.

Gambar 7. Genteng Beton D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MASING MASING GENTENG DAN PENUTUP ATAP LAIN 1. Kelebihan dan kekurangan genteng: a. Genteng kodok : Kelebihan penggunaan genteng kodok: 1) berbobot ringan, yaitu berkisar antara 1,5 1,8 kg per buah, 2) berharga ringan, 3) cukup kuat untuk diinjak. Kekurangan penggunaan genteng kodok: 1) pemasangannya harus rapi dan teliti karena pola pemasangan zigzag dengan sistem sambung interlock, 2) bila pemasangan rengnya tidak rapi maka gentengnya pun tidak rapi sehingga akan terjadi tempias, 3) jika permukaan genteng tidak di glazur maka akan mudah berlumut maka akan tampak kumuh. b. Genteng plentong : Kelebihan penggunaan genteng pelentong: 1) harga relatif murah, 2) bobot relatif ringan, 1,5 kg/buah.

Kekurangan penggunaan genteng pelentong: 1) sedikit rapuh atau kurang kuat untuk diinjak, 2) mudah terserang lumut sehingga muadah kotor. c. Genteng keramik: Kelebihan penggunaan genteng keramik: a) terdapat banyak warna pilihan, b) tidak mudah pecah, c) memantulkan panas hingga 90%, d) ukuran sama karena diproses pabrikasi. Kekurangan penggunaan genteng keramik : a) harga ralatif mahal, b) keberadaanny belum sampai ke pelosok sehingga bila pecah akan sulit diperoleh. d. Genteng metal : Kelebihan penggunaan genteng metal : a) ringan anti bocor, b) mudah mengikuti bentuk atap, c) hemat biaya rangka atap, d) anti retak dan anti pecah karena tahan terhadap segala cuaca, e) tidak mudah tebakar, f) warna variatif. Kekurangan penggunaan genteng metal : a) pemasangan harus hati-hati saat menginjaknya karena

ketebalannya hanya 0,5 mm, b) harga relatif mahal, c) belum banyak dijumpai di pasaran, d) paku yang digunakan pun berupa paku khusus, e) kesalahan pemakuan akan membuat genteng berlubang. e. Genteng aspal : Kelebihan penggunaan genteng aspal : a) penyerap panas cukup bagus sehingga ruangan lebih sejuk,

b) kedap suara, c) menawan dan terkesan mewah, d) ringan dan lentur, e) harga relatif murah. Kekurangan penggunaan genteng aspal : a) masih sulit diperoleh di pasaran, b) tidak tahan api, c) sulit dilakukan perbaikan dibanding genteng biasa, d) pemasangan memerlukan keahlian sehingga tidak semua tukang dapat melakukannya. f. Genteng kaca : Kelebihan penggunaan genteng kaca : a) terdapat banyak pilhan warna, b) membantu penerangan ruangan lewat atas, c) ukurannya sama karena diproses pabrikasi, d) sebagai atap ruang penelitian tanaman yang memerlukan sinar dan panas tertentu. Kekurangan penggunaan genteng: a) harga relatif mahal, b) mudah pecah, c) tidak semua toko material menjualnya, d) modelnya tidak ada pada semua jenis genteng sehingga bila besar dan modelnya tidak sama tidak dapat dipasang bersama-sama. g. Genteng beton : Kelebihan penggunaan genteng beton : a) terdapat banyak warna pilihan, b) tidak mudah pecah, c) memantulkan panas hinggga 90 %, d) ukurannya sama karena diproses pabrikasi. Kekurangan penggunaan genteng beton : a) harga relatif mahal,

10

b) berat. 2. Keunggulan dan kekurangan penutup atap yang lain : a. Serat fibersemen atau asbes Kelebihan penggunakan serat fibersemen : 1) terdapat banyak pilihan ukuran, baik panjang maupun

gelombnagnya, 2) hemat penggunaan material rangka atap dan kuda-kuda, 3) lebih tahan dibandingkan asbes, 4) ukurannya sama karena diproses pabrikasi, 5) dapat ditambal bila bocor. Kekurangan menggunakan serat fibersemen : 1) terasa panas di dalam ruangan bila dipasang di daerah yang panasnya tinggi, 2) mudah pecah. b. Sirap Kelebihan penggunakan sirap : 1) penyerapan panas cukup bagus sehingga ruangan lebih sejuk, 2) tahan lama karena umur kayu ulin dapat mencapai puluhan bahkan ratusan tahun. Kekurangan menggunakan atap sirap : 1) langka dan sulit diperoleh, 2) sulit diganti bila ada beberapa bagian yang bocor, 3) sulit diperoleh bila akan dilakukan perbaikan atau penggantian, 4) harganya cukup mahal. c. Rumbia Kelebihan penggunakan atap rumbia : 1) terlihat alami, 2) menimbulkan kesan suasanya baru, 3) ringan dan rellatif murah. Kekurangan menggunakan atap rumbia : 1) daya tahan maksimal 4 tahun,

11

2) sulit diperoleh di pasaran, 3) sulit melakukan upaya perbaikan atau penggantian, 4) rawan bocor bila hujan lebat. d. Ijuk Kelebihan penggunakan atap ijuk : 1) terlihat lami dan menimbulkan suasana baru, 2) dapat tahan sampai 80 tahun. Kekurangan menggunakan atap ijuk : 1) sulit melakukan perbaikan atau penggantian, 2) rawann bocor bila hujan. e. PVC Kelebihan penggunakan PVC : 1) sebagai pelindung panas, tetapi cahaya tetap memancar, 2) cukup tahan walaupun tipis. Kekurangan menggunakan PVC : 1) 2) 3) semakin lama semakin pudar sehingga terkesan kumuh, rentan terhadap benturan, harganya cukup mahal.

f. Seng atau metal gelombang Kelebihan penggunakan seng : 1) terdapat banyak pilihan, baik panjang, warna, maupun

gelombangnya, 2) hemat penggunaan material rangka atap dan kuda-kuda, 3) lebih tahan dibandingkan fibersemen, 4) ukurannya sama karena diproses pabrikasi, 5) dapat ditambal bila bocor, 6) pemasangannya dapat dengan sudut 100. Kekurangan menggunakan seng : 1) terasa panas di dalam ruang bila dipasang di daerah panasnya tinggi, 2) mudah berkarat bila jenisnya seng.

12

E. PROSES PEMBUATAN 1. Genteng Keramik a. Tahapan awal Proses pembuatan genteng diawali dengan pengolahan bahan mentah berupa tanah. Pengambilan tanah sebagai bahan baku genteng harus berasaskan kelestarian lingkungan. Bagian lapisan paling atas dari tanah yaitu bunga tanah tidak digunakan sebagai bahan pembuat genteng, hal ini dikarenakan kandungan humus dan unsur hara yang sangat baik untuk tanaman. Pengambilan tanah dilakukan dengan cara menyingkirkan lapisan bunga tanah, dan tanah yang diambil adalah tanah dibagian bawah bunga tanah yaitu kurang lebih kedalaman 25 cm dari permukaan tanah. Pengambilan pun dijaga supaya tidak lebih dari kedalaman satu meter sebagai upaya terhadap pelestarian lingkungan. Proses selanjutnya adalah pembersihan tanah dari material-material pengotor seperti batu, plastik, sampah dll. Setelah cukup bersih tanah kemudian diaduk dengan menambahkan air. b. Pengolahan tanah liat Setelah didapatkan tanah liat, proses selanjutnya adalah penggilingan. Tujuan dari proses ini adalah untuk memperoleh tanah liat yang homogen dengan partikel-partikel yang lebih halus dan merata. Proses penggilingan dilakukan dengan cara memasukkan tanah liat ke dalam mesin penggiling tanah atau lebih dikenal dengan nama molen, pada proses ini juga ditambahkan sedikit pasir laut. Tujuan penambahan pasir laut adalah supaya tanah tidak terlalu lembek sehingga mempermudah proses penggilingan. Penggilingan

berlangsung dalam waktu yang singkat dengan output berupa tanah liat yang telah tercetak kotak-kotak sesuai dengan ukuran genteng yang akan dibuat. Kotak-kotak tanah liat ini biasa dinamakan keweh. Keweh inilah yang pada nantinya merupakan bahan baku sebagai pembuatan genteng.

13

c. Pencetakan genteng Proses selanjutnya adalah pencetakan genteng. Pencetakan genteng dilakukan dengan cara memasukkan keweh ke dalam mesin cetak berupa mesin press ulir. Sebelum dimasukkan, pipihkan dulu kuweh dengan cara dipukul-pukul dengan kayu atau biasa dikenal dengan gebleg. Tujuan dari gebleg adalah mendapatkan keweh yang padat dan juga sesuai dengan ukuran mesin press. Output dari mesin press ini berupa genteng basah dengan bentuk yang masih belum rapi. Proses selanjutnya adalah perapihan dimana bagian tepi genteng diratakan dan dibersihkan dari sisa-sisa tanah liat yang masih menempel akibat proses pengepressan. d. Pengeringan Ada beberapa tahap yang harus dilalui dalam proses pengeringan genteng. Yang pertama adalah proses pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Dimana genteng hasil pengepressan diletakan di dalam rak dalam waktu 2 hari. Proses pengeringan selanjutnya adalah pengeringan dengan menggunakan sinar matahari. Pengeringan ini dilakukan dengan cara menjemur genteng secara langsung di bawah terik matahari selama kurang lebih 6 jam. e. Proses pengeringan Pengeringan genteng selanjutnya berlangsung di dalam tungku. Pengeringan dalam tungku berlangsung selama 2 hari atau 48 jam. Pengeringan dilakukan dengan cara memasukkan genteng ke dalam tungku kemudian dipanaskan dengan menggunakan bahan bakar berupa kayu. Pengeringan ini merupakan pengeringan tahap akhir. Pengeringan ini juga sebagai pra pembakaran. Proses selanjutnya adalah pembakaran. Pembakaran berlangsung selama 12 jam dimana suhu ditingkatkan sampai dengan kurang lebih 8000 C kemudian ditahan pada suhu tersebut.

14

f. Pengglasuran Output dari tungku adalah genteng yang siap pakai, setelah disortir terlebih dahulu tentunya. Untuk genteng ini biasa dinamakan genteng natural, tergantung dari jenisnya. Pada proses kali ini adalah proses untuk pembuatan genteng morando, so dinamakan genteng morando natural. Untuk proses selanjutnya adalah pengglasuran. Glassur berasal dari kata glass yang berarti kaca secara harfiah dapat juga dikatakan proses pengglasuran adalah penambahan lapisan kaca pada permukaan genteng, relatif sama dengan proses coating. Tujuan dari pengglasuran adalah supaya kenampakan genteng yang lebih indah dan artistik. Disamping itu dengan adanya lapisan glassur juga dapat menghindarkan genteng dari lumut. Bahan utama glassur adalah lead oksid atau pbo dengan penambahan matrik berupa fritz atau tepung kaca, penambahan sedikit kwarsa akan meningkatkan kekerasan. Bahan bahan glasur diaduk dengan air sebagai bahan pelarut sampai merata. Adonan bahan glasur kemudian dituangkan ke atas permukaan genteng dengan ketebalan tertentu. Diamkan beberapa saat kemudian masukkan kedalam tungku untuk proses pembakaran tahap 2. g. Pembakaran tahap 2 Proses selanjutnya adalah pembakaran tahap ke 2. Genteng natural yang telah dilapisi bahan glazur segera dimasukkan ke dalam tungku untuk mengalami proses pembakaran. Pembakaran tahap 1 dan 2 relatif sama yang membedakan adalah pada proses pembakaran tahap 2 tidak didahului dengan penggarangan. Pembakaran tahap 2 berlangsung selama 13 jam dengan suhu pembakaran dijaga supaya konstan pada suhu 9000 C. h. Tahapan terakhir Tahap yang terakhir pada proses produksi genteng glasur adalah finishing. Output dari pembakaran tahap 2 berupa genteng glasur yang belum rapi, oleh karena itu diperlukan finishing sebelum genteng siap dipasarkan. Finishing yang dilakukan meliputi pengikiran pada tepi

15

genteng, pengikiran bertujuan untuk merapikan permukaan genteng. Kemudian pengecatan yang bertujuan untuk menutupi bagian samping genteng yang tidak dapat tertutup oleh lapisan glasur. Dan yang terakhir adalah pengepakan, genteng diikat dengan striping band dengan jumlah sepuluh, selain supaya rapi pengepakan ini juga akan memudahkan pengangkutan genteng. 2. Genteng ijuk semen

Gambar 8. Tahapan Membuat Genteng Ijuk Semen

16

F. KELAS GENTENG Berdasarkan Peraturan Genting Keramik Indonesia N.I. 19 tahun 1978, genteng keramik dibagi menjadi 3, yaitu : 1. Genteng tingkat 1 a. Harus mempunyai permukaan yang utuh dan licin. b. Dalam keadaan kering jika dipukul ringan harus berbunyi nyaring. c. Kerapatan pada pemasangan harus baik. d. Warna harus sesuai dengan warna yang dipesan. e. Bila terdapat lapisan tembikar / lapisan pewarna (engobe), lapisan itu harus melekat baik pada genting aslinya. 2. Genteng tingkat 2 a. Harus mempunyai kerapatan yang baik. b. Adanya retak-retak kecil pada pemasangan yang tidak menyebabkan perembesan air diperbolehkan. 3. Genteng tingkat 3 Tidak memenuhi syarat-syarat genting tingkat I dan tingkat II, tetapi masih dapat dipakai.

17

LAMPIRAN

Beberapa gambar contoh genteng yang lain :

Gambar 9. Genteng Palentong

Gambar 10. Genteng Morando Natural

Gambar 12. Genteng Nok Super Gambar 11. Genteng Turbo Red

Gambar 13. Genteng Nok 2 Cabang

Gambar 14. Genteng Nok 3 Cabang

18

Gambar 15. Genteng Nok Samping Kanan

Gambar 16. Genteng Nok Samping Kiri

Gambar 17. Genteng Nok Tertutup

Gambar 18. Genteng Nok Ujung

Gambar 19. Gambar Atap, (a) adalah nok, (b) adalah sisi miring atap.
19

Gambar 20. Contoh Penggunaan Genteng Metal Genteng yang di gunakan nok ujung, atau nok tertutup

Gambar 21. Contoh Penggunaan Genteng Tanah Liat

Genteng yang digunakan nok 3 cabang

Gambar 22. Contoh Penggunaan Genteng Keramik Genteng palentong, genteng morando natural, genteng turbo red digunakan pada bagian atap yang sisi miring (gambar 19, anak panah a), genteng nok 2 cabang,

20

genteng nok 3 cabang, genteng

nok samping kanan, genteng nok tertutup,

genteng nok samping kiri, genteng nok ujung digunakan untuk bagian nok / pertemuan antar 2 atau lebih sisi miring (gambar 19, anak panah b).

Harga Genteng Harga genteng tanah liat : Nama : Genteng Gelombang

Panjang : 32,5 cm Lebar Berat Harga Nama : 25,3 cm : 24 ons : Rp. 1700,: Genteng Wuwung

Panjang : 29,3 cm Lebar Berat Harga : 24 cm : 22 ons : Rp. 5000,-

Harga genteng keramik : Genteng Keramik M CLASS Natural Harga Rp.5.800,-/pcs, HARGA PER APRIL RP.6.150,Genteng Keramik Kanmuri MILENIO Harga Rp.5950,-/pcs, HARGA PER APRIL RP.6.250,Genteng Keramik Kanmri ESPANICA Harga Rp.5.750,-/pcs,HARGA PER APRIL RP.6.000,Genteng Keramik KIA Topaz Natural Harga Rp.5.600,-/pcs, HARGA PER APRIL RP.5.950,-

Harga genteng Metal: warna maroon red dan classic red, hanya dgn harga Rp 58.000/m2 (Batuan), Rp 55.000/m2 (Color).

21

Daftar Pustaka

Suara Merdeka (2010) Abu Ngamar, Pendiri Pabrik Genteng Sokka http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/05/10/108852/AbuNgamar-Pendiri-Pabrik-Genteng-Sokka [diakses pada tanggal 15 April 2011 jam 18.00 WIB]

Wikipedia Tile http://en.wikipedia.org/wiki/Tile [diakses pada tanggal 8 April 2011 jam 13 WIB]

Faizal Rizky (2011) Sejarah genteng http://vaizt876.blogspot.com/sejarah genteng.htm yang bersumber dari

en.wikipedia.org [diakses pada tanggal 15 April 2011 jam 18.02 WIB]

Pepesbebek (2010) Proses pembuatan genteng. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5714710 yang bersumber dari

http://gentengsokka-kebumen.com/article/19287/proses-pembuatan-genteng.html [diakses pada tanggal 15 April 2011 jam 18.04 WIB]

Haryoto. 1995. Membuat Genteng Ijuk Semen. Yogyakarta:Kanisius. ISBN 979-497-480-3

Susanta, Gatut. 2007. Panduan Lengkap Membangun Rumah. Jakarta: Swadaya. Halaman 109-114, 120.

Gambar 6. http://www.waytodeal.com/public/images/buy/large/20090824154012_genteng_k aca_romane_12.jpg dan http://www.waytodeal.com/public/images/buy/large/

20090824154131_genteng_kaca_romane_canal_12.jpg [diakses pada tanggal 10 Mei 2011 jam 08.55 WIB]

22

Gambar 19 Gambar kiri http://img.youtube.com/vi/nnQrpNaDl2A/2.jpg [diakses pada tanggal 10 Mei 2011 jam 09.03 WIB] Gambar kanan http://2.bp.blogspot.com/-rteHRyBQLSc/TaKLJKobitI/AAAAAAAABCw/ 6_Z_zHqT9Rc/s400/atap+01.jpg [diakses pada tanggal 10 Mei 2011 jam 10.48 WIB]

Gambar 20 http://roof-online.com/assets/Genteng_Beton_Flat.JPG [diakses pada tanggal 10 Mei 2011 jam 09.42 WIB]

Gambar 21 http://rangkaatap.com/wp-content/uploads/2009/04/karpusan-300x223.jpg [diakses pada tanggal 10 Mei 2011 jam 09.08 WIB]

Harga genteng Tanah liat http://jualgenteng.com/tag/harga-genteng

Harga Genteng Keramik http://multiniagagenteng.blogspot.com/2010/07/informasi-harga-gentengkeramik-all.html

Harga Genteng Metal http://griyaidola.com/jual-genteng-metal-harga-murah/

23