Anda di halaman 1dari 10

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKALAH ALKALOID STEROID

NURUL QOLBY (15020110297) SATRIANI (15020110315) KELOMPOK 8 KELAS W2A

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR 2013

Latar Belakang Kimia bahan alam adalah satu judul mata kuliah pilihan yang tercantum dalam kurikulum Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ( FMIPA), Universitas Negeri Gorontalo ( UNG ). Di dalam deskripsinya, dinyatakan bahwa mata kuliah ini berisi pembahasan tentang senyawa organic bahan alam. Senyawa organic bahan alam adalah senyawa organic yang merupakan hasil proses metabolisme dalam organism hidup. Senyawa dari jenis ini disebut juga metabolit. Secara sistematik, penyelidikan dalam bidang ini sudah dimulai sejak 200 tahun yang lalu. Pada akhir abad ke-18, Scheele misalnya telah mengekstraksi beberapa senyawa okganik sederhana dari sumbernya, baik dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan, antara lain,gliserol,asam oksalat, asam laktat dan asam sitrat. Pada tahun 1806, Serturner memperoleh morfin dari opium dan 15 tahun kemudian kuinin, Pelletier sinkonin, dan dan Caventou kafein. telah dapat mengisolasi tersebut

striknin, brusin,

Senyawa-senyawa

merupakan bahan alam yang dapat diisolasi untuk pertama kali dalam keadaan murni . Setelah itu, isolasi bahan alam berkembang makin lama makin pesat, terutama setelah penemuan teknik dan instrument yang makin mutakhir. Ada dua jenis metabolit, yakni (a) metabolit primer ( dihasilkan oleh proses metabolism primer ) dan (b) metabolit sekunder ( dihasilkan oleh proses metabolism sekunder ).metabolit primer merupakan bahan utama yang disintesis dan dirombak oleh organism dalam rangka kelangsungan

hidupnya. Contoh metabolit primer, misalnya polisakarida, protein, lemak dan asam-asam inti. Metabolit sekunder merupakan bahan kedua yang

sebenarnya tidaklah seesensial yang pertama dalam keberadaan organism. Namun metabolit ini seringberperan penting dalam mempertahankan kehidupan organism. Sebagai contoh, bahan kimia untuk pertahanan (detoksifikasi), penarik lawan jenis dan yang memungkinkan seekor hewan berkomunikasi dengan anggota lainnya. Bahan bahan ini dapat berupa terpen, alkaloid, atau pigmen. Kimia ( organic ) bahan alam adalah ilmu kimia yang mempelajari senyawa bahan alam atau metabolit hasil metabolism organism hidup. Banyak senyawa organic bahan alam yang memiliki struktur dasar heterosiklik Kimia bahan alam menarik perhatian para ahli karena dalam cabang ilmu ini mereka dapat memperdalam serta memperluas wawasan mereka, terutama dalam bidangyang menyangkut pengujian hipotesis tentang mekanisme reaksi. Bardasarkan latar belakang pengembangan pendidikan dan sebagai syarat untuk megikuti perkuliahan kimia bahan alam ini, maka saya membuat makalah ini. Makalah ini saya lebih khususkan pada pembahasan salah satu metabolit sekunder yakni steroid yang pada intinya merupakan bagian dari terpenoid ( triterpenoid ). Pengertian Umum Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Steroid merupakan

kelompok senyawa yang penting dengan struktur dasar sterana jenuh (bahasa Inggris: saturated tetracyclic hydrocarbon : 1,2-

cyclopentanoperhydrophenanthrene) dengan 17 atom karbon dan 4 cincin. Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, ergosterol,

progesteron, dan estrogen. Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang

membentuk tiga cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin. Lemak sterol adalah bentuk khusus dari steroid dengan rumus bangun diturunkan dari kolestanadilengkapi gugushidroksil pada atom C-3, banyak ditemukan

pada tanaman, hewan dan fungsi. Semua steroid dibuat di dalam sel dengan bahan baku berupa lemak sterol, baik berupa lanosterol pada hewan atau fungsi, maupun berupa sikloartenol pada tumbuhan. Kedua jenis lemak sterol di atas terbuat dari siklisasisqualenadari triterpena. Kolesterol adalah jenis lain lemak sterol yang umum dijumpai. Beberapa steroid bersifat anabolik, dekanoat, 4-androstena-3 antara 17-dion.

lain testosteron, metandienon, nandrolon

Steroid anabolik dapat mengakibatkan sejumlah efek samping yang berbahaya, seperti menurunkan rasio lipoprotein densitas tinggi, yang berguna bagi jantung, menurunkan rasio lipoprotein densitas rendah, stimulasi tumor prostat,

kelainan koagulasi dan

gangguan hati,

kebotakan,

menebalnyarambut,

tumbuhnya jerawat dan timbulnya payudara pada pria. Secara fisiologi, steroid anabolik dapat membuat seseorang menjadi agresif. Steroid adalah salah satu bentuk triterpena termodifikasi, sehingga unit penyusunnya adalah isoprena, yaitu IPP dan DMAPP. IPP dan DMAPP dibiosintesis oleh tubuh dari Asetil Koenzim A, suatu C-2 hasil pelepasan CO2 oleh piruvat pada jalur metabolisme, lewat jalur asam mevalonat atau

deoksisilulosa fosfat.

Unit Unit IPP dan DMAPP bereaksi memanjangkan rantai membentuk C-15, disebut farnesil. Dua FPP (Farnesil Pirofosfat) bergabung ekor-ekor

membentuk skualena. Skualena teroksidasi membentuk epoksida, memungkinkan terjadinya siklisasi membentuk lanosterol. SIFAT STEROID 1) Substitusi oksigen pada atom C-3 yang merupakan sifat khas steroid alam. 2) Subsitusi gugus metil angular pada atom C-10 dan C-13 yang dikenal dengan atom C-18 dan C-19, kecuali pada senyawa steroid dengan cincin A berbentuk benzenoid, seperti pada kelompok esterogen. 2. Struktur Steroid Ada sejumlah besar senyawa lipid yang mempunyai struktur dasar yang sama dan dapat dianggap sebagai derivat perhidrosiklopentanofenantrena, yang terdiri atas 3 cincin sikloheksana terpadu seperti bentuk fenantrena dan sebuah cincin siklopentana yang tergabung pada ujung cincin sikloheksana tersebut. Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincinsikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin. Hormon steroid berasal dari kolesterol dan berstruktur inti

perhidrosiklopentanolfenantren yang terbagi atas tiga cincin sikloheksana. Senyawa steroid terdapat pada hewan, tanaman tingkat tinggi bahkan terdapat pula pada beberapa tanaman tingkat rendah seperti jamur (fungi). Steroid banyak terdapat di alam tetapi dalam jumlah yang terbatas dan mempunyai aktivitas

biologis, yang mempunyai karakteristik tertentu yaitu seperti 1) substitusi oksigen pada atom C-3 yang merupakan sifat khas steroid alam 2) subsitusi gugus metil angular pada atom C-10 dan C-13 yang dikenal dengan atom C-18 dan C-19, kecuali pada senyawa steroid dengan cincin A berbentuk benzenoid, seperti pada kelompok esterogen. Mendengar kata steroid, anabolic steroid, obat perangsang meningkatnya metabolisme hormonal tubuh manusia sehingga menjadi lebih kuat. Steroid ini di dalam dunia olahraga sering menimbulkan kontroversi, mengingat prestasi seseorang dapat meningkat dengan mengkonsumsinya, sementara di pihak lain, konsumsi steroid dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia. Baik yang terdapat di tumbuhan maupun di hewan, merupakan hormon yang larut dalam lemak, dan mempunyai struktur basa tetrasiklo. Struktur basa memiliki empat cincin yang saling terpaut dan terdiri dari tiga cincin sikloheksan dan dan siklopentan tersintesis dari asetil CoA melalui jalur asam mevalonik di dalam metabolisme sel tumbuhan. Perbedaan pre-kursor di jalur asam mevalonik, dalam biosintesis steroid pada tumbuhan dan hewan menghasilkan produk steroid yang berbeda, pada tumbuhan menghasilkan brassinolide dan pada hewan menghasilkan kolesterol, dan yang lain lagi pada cendawan menghasilkan ergosterol.

3.

Manfaat Steroid Dapat digunakan sebagai obat Secara rinci beberapa manfaat steroid pada tumbuhan adalah sebagai

berikut : meningkatkan laju perpanjangan sel tumbuhan menghambat penuaan daun (senescence) mengakibatkan lengkuk pada daun rumput-rumputa menghambat proses gugurnya daun menghambat pertumbuhan akar tumbuhan meningkatkan resistensi pucuk tumbuhan kepada stress lingkungan menstimulasi perpanjangan sel di pucuk tumbuhan merangsang pertumbuhan pucuk tumbuhan merangsang diferensiasi xylem tumbuhan menghambat pertumbuhan pucuk pada saat kahat udara dan endogenus karbohidrat.

KESIMPULAN

Steroid merupakan lipid yang tidak memiliki gugus asam lemak dan bukan termasuk turunan ester. Steroid berupa molekul organik kompleks yang larut dalam lemak. Senyawa ini berperan sebagai komponen utama jaringan sel. Steroid umumnya memiiliki struktur yang terdiri dari atas 3 cincin sikloheksana terpadu seperti bentuk fenantrena (cincin A, B dan C) dan sebuah cincin siklopentana (cincin D) yang tergabung pada ujung cincin sikloheksana. Oleh karena itu, struktur steroid dianggap sebagai derivate perhidrosiklopentanofenantrena. Beberapa contoh steroid dan kegunaannya sebagai berikut: 1) Kolesterol Kolesterol dalam tubuh manusia terdapat dalam darah, empedu, kelenjar adrenal bagian luar, dan jaringan saraf. Kolesterol merupakan komponen utama empedu. Kolesterol larut dalam pelarut organik (eter, kloroform, benzene, dan alcohol panas). Pada konsentrasi tinggi, kolesterol akan mengkristal. Endapan kolesterol dalam pembuluh darah dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Dengan demikian, kelenjar pembuluh darah semakin berkurang. Akibatnya aliran darah terganggu sehingga jantung harus memompa darah lebih keras dari biasanya. Jika ini berlangsung terus-menerus dapat mengakibatkan penyakit jantung. 2. 7-dehidrokolesterol dan ergosterol Apabila dikenai sinar ultra violet, 7-dehidrokolesterol dan ergosterol membentuk vitamin D. oleh karena itu, keduanya berfungsi sebagai provitamin

3. Hormon Kelamin Hormon kelamin laki-laki yang tergolong steroid diantaranya testosterone dan andosteron. Sementara itu, hormone kelamin perempuan yang tergolong steroid di antaranya estrogen dan progesterone. 4. Asam-asam Empedu Asam-asam empedu yang terdapat dalam cairan empedu yaitu asam kolat, asam deoksikolat, dan asam litokolat. Asam-asam empedu dibuat dalam hati dari kolesterol melalui reaksi kimia. Asam-asam empedu bergabung dengan protein membentuk garam-garam empedu yang berfungsi sebagai emulgator. Garamgaram ini membantu proses pencernaan lipid atau lemak dan mengabsorpsi hasil pencernaan melalui dinding usus.

DAFTAR PUSTAKA

K. Murray, Robert dkk. 2009. Biokimia Harper Edisi 27. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Martoharsono, Soeharsono. 1993. Biokimia Jilid I. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Martoharsono, Soeharsono. 1993. Biokimia Jilid II. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Rufaidah, Anis Diyah. 2010. Kimia. Klaten: Intan Pariwara Thenawidjaja, Maggy. 1985. Lehninger Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta: Erlangga http://maswira.wordpress.com/2009/02/01/hormon-steroid--2/ di unduh 15 April 2012 http://www.scribd.com/doc/74751154/Sifat-Steroid di unduh 15 April 2012