Anda di halaman 1dari 3

BUDIDAYA TANAMAN TOMAT (Elviwirda) Pendahuluan Umumnya usaha pertanian yang dilakukan oleh sebagian penduduk di pedesaan, diantaranya

adalah bertanam bayam, sawi, selada, kangkung cabut, terong, cabai merah, tomat dan tanaman semusim lainnya. Diantara tanaman yang diusahakan tersebut yang mudah dilaksanakan adalah budidaya tanaman tomat. Namun demikian produksi yang diperoleh selama ini ditingkat petani masih rendah. Padahal produksi tomat masih bisa ditingkatkan apabila ada sedikit perbaikan tentang teknik budidaya tanaman tomat yang benar yang mampu meningkatkan produksi sehingga adanya pertambahan pendapatan petani. Usahatani tomat yang dilakukan oleh petani umumnya tidak sesuai dengan anjuran budidaya tomat, misalnya jarak tanam yang terlalu rapat kurang lebih 30 x 40 cm, tinggi tanaman yang mencapai 2 m, penggunaan pupuk yang tidak berimbang. Padahal dengan adanya perbaikan teknik budidaya, maka produksi tanaman tomat yang diusahakan akan lebih banyak dari produksi sebelumnya. Syarat Tumbuh Tanaman Tomat Tanaman tomat dapat tumbuh disemua tempat dari dataran rendah sampai datarn tinggi. Hanya saja di daerah basah atau curah hujan tinggi pertumbuhannya kurang baik. Disamping buahnya banyak diserang panyakit, seperti penyakit cendawan dan sebangsanya, sehingga untuk daerah basah dan berudara lembab dianjurkan menanam tomat pada musim kemarau. Selanjutnya tanaman tomat tidak tahan terhadap hujan yang lebat dan tidak suka daerah yang selalu berawan. Tanaman tomat menghendaki iklim kering dengan suhu siang 18 27 oC dan malam hari 15 20 oC. Tanaman tomat tidak cocok tumbuh pada tanah yang tergenang air atau tanah yang becek. Untuk pertumbuhan yang baik, tanaman tomat membutuhkan tanah yang gembur dengan pH 5 6, tanah sedikit gembur dan banyak mengandung humus serta pengairan yang cukup mulai tanam sampai waktu panen Tanaman tomat membutuhkan penyinaran penuh sepanjang harii untuk produksi yang menguntungkan, tetapi sinar matahari yang terik tidak disukai. Selanjutnya bahwa sinar matahari yang dikehendaki tanaman tomat adalah minimal 8 jam per hari dan curah hujan pada kisaran 750 1.250 mm/tahun. Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dilakukan dengan sistem semi konvensional (10 15 cm) yang berguna untuk mencegah terjadinya penguapan yang berlebihan. Lahan yang telah diolah diberikan pupuk kandang. Pembibitan dan Penanaman Pembibitan dilakukan dengan menggunakan perbandingan 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang. Setelah 3-4 minggu pembibitan (4 helai daun) maka bibit siap dipindahkan kelapangan. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 0,60 m x 0,75 m.

Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk menjaga keseimbangan hara didalam tanah sehingga dapat mencapai hasil produksi yang optimal. Selain dilakukan pemupukan melalui tanah maka tanaman tomat juga dilakukan pemupukan melalui daun. Pemupukan melalui daun mempunyai kelebihan jika dibandingkan pemupukan melalui tanah, yaitu larutan hara tanaman yang diberikan akan segera terserap dengan sempurna baik hara makro maupun hara mikro. Umumnya pupuk yang diberikan melalui daun terdiri dari unsur hara makro dan unsur hara mikro. Pemberian pupuk melalui daun akan menghindari persaingan pengambilan unsur hara antara tanaman tomat dengan tanaman lainnya seperti tanaman pengganggu. Pemupukan melalui daun merupakan penambahan dan penyempurnaan pemberian pupuk melalui tanah. Hal ini terutama pada keadaan tertentu, misalnya dalam keadaan tanaman kurang air, maka pemberian pupuk daun akan lebih baik, karena unsur hara yang terdapat ditanah kurang tersedia karena proses kelarutannya yang kecil. Selain keuntungannya, tentu ada juga kekurangannya dari pupuk ini antara lain bila diberikan dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan bagi tanaman. Tidak baik bila diberikan dalam kondisi hujan karena akan terjadi pencucian unsur hara sebelum diserap oleh tanaman. Konsentrasi pupuk yang digunakan harus sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman, karena jika berlebihan akan menyebabkan tanaman menjadi layu yang akan menyebabkan kematian bagi tanaman. Pengaplikasian hara melalui daun, yang perlu diperhatikan antara lain konsentrasi pupuk dan waktu pemberian yang tepat. Menyemprotan pupuk daun harus dihentikan pada saat tunas baru muncul sebab tunas muda ini sangat peka terhadap pupuk terlebih jika konsentrasi melebihi konsentrasi anjuran. Pupuk yang digunakan untuk tanaman tomat adalah urea, TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 250 kg/ha, 150 kg/ha dan 150 kg/ha. Kemudian bibit umur 2 minggu setelah tanam dilakukan penyemprotan pupuk cair Green Agro dan dilanjutkan 14 hari kemudian hingga akhir panen keempat. Interval waktu pemberian pupuk cair ini dianjurkan 1 2 minggu sekali dengan konsentrasi 20 ml/liter air untuk tanaman semusim. Kandungan hara pupuk cair ini adalah sebagai berikut : N = 8900 Mg/L, P202 = 7000 Mg/L, K2O = 26.500 Mg/L, Mg = 2900 Mg/L, Ca = 7850 Mg/L, Fe = 4000 Mg/L, Mn = 155 Mg/L, Bo = 55 Mg/L, Cu = 55 Mg/L, Zn = 60 Mg/L dan Mo = 3 Mg/L. Pemeliharaan Pemeliharaan, meliputi penyiraman, penyulaman, pemasangan ajir, penyiangan serta pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan Decis dan Dithane M-45.

Pemanenan Pemanenan dilakukan pada saat buah telah memenuhi kriteria panen yaitu buah telah berwarna kemerah-merahan sampai merah dan bentuknya padat. Panen dilakukan 4 kali dengan interval waktu 5 kali sehari.