Anda di halaman 1dari 4

Hadinda Fitri Permatasari 125060702111003 A.

Termokimia Termokimia merupakan bagian ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika. Ilmu termokimia digunakan untuk pengukuran dan penafsiran perubahan kalor atau energi yang terjadi dalam proses - proses reaksi kimia, perubahan fase, dan pembentukan larutan. Hal hal yang dipelejari dalam ilmu ini diantaranya adalah perubahan energi yang menyertai reaksi kimia dan reaksi kimia dalam kedudukan kesetimbangan. Fokus bahasan dalam termokimia adalah jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi. Penentuan perubahan panas suatu reaksi secara eksperimen pada umumnya menggunakan kalorimeter. Hal ini karena satuan standar energi panas yang telah digunakan selama bertahun tahun adalah kalori.Sedangkan perubahan panas reaksi kimia yang dinyatakan dalam suatu reaksi disebut persamaan termokimia.

B. Termodinamika Termodinamika dalam arti luas adalah pengkajian hubungan kuantitatif antara kalor dan bentuk lain energi. Seperti energi yang dikaitkan dengan gejala electromagnet, permukaan, dan kimia. Konsep termodinamika merupakan hal mendasar yang penting bagi insinyur, ahli fisika, dan ahli kimia. Berbeda dengan aplikasi termokimia yang digunakan insinyur dalam hal pembakaran serta tenaga dan ahli fisika dengan masalah radiasi juga elektromagnet, ahli kimia menerapkan termodinamika dalam menentukan kelayakan atau kesertamertaan suatu perubahaan kimia. Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu: 1. Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya. Hukum Pertama Termodinamika Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.

2.

3.

Hukum kedua Termodinamika Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya. Hukum ketiga Termodinamika Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

4.

C. Proses Spontan Proses spontan adalah suatu proses yang terjadi dengan sendirinya secara alami. Sebaliknya, proses tidak spontan adalah Dalam suatu reaksi kimia, reaksi bersifat spontan jika 1. Energi tidak berubah dan entropinya positif 2. Entropi tidak berubah dan energinya negatif (energi berkurang setelah terjadi reaksi) 3. Energi berkurang dan entropinya bertambah. Ciri ciri dari proses spontan adalah H < 0 S > 0 G < 0 H = entalpi = energi yang dikandung dalam sistem S = entropi = derajad ketidakaturan sistem. G = energi bebas (energi yang tidak digunakan untuk kerja). G = H T . S Contoh proses spontan dalam kehidupan sehari hari misalnya gula larut dalam air (dalam larutan kristal gula jadi lebih tidak beraturan) D. Proses Endoterm & Eksoterm Proses endoterm merupakan proses kimia yang mengalami reaksi endoterm, begitu pula sebaliknya pada proses eksoterm. Reaksi endoterm merupakan reaksi kimia yang menyerap kalor. Sedangkan reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepaskan atau mengeluarkan kalor. Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan bertambah. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi(Hr). Sehingga, perubahan entalpi merupakan selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi dan menghasilkan H yang positif. Perubahan entalpi untuk reaksi endoterm dapat dinyatakan : H = Hp Hr > 0

Contoh reaksi endoterm adalah N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) + 26,78 Kkal Sebaliknya, pada reaksi eksoterm sistem membebaskan energi sehingga entalpi sistem akan berkurang. Hal ini berarti entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda negatif. Perubahan entalpi untuk reaksi eksoterm dapat dinyatakan : H = Hp Hr < 0 Contoh reaksi eksoterm adalah 2NH3 N2 (g) + 3H2 (g) - 26,78 Kkal E. Entropin Selain perubahan entalpi, perubahan kimia maupun fisika melibatkan suat perubahan dalam ketidakteraturan(disorder) relative dari atom atom, molekul molekul, atau ion ion. Ukuran ketidakteraturan atau keacakan suatu sistem disebut entropi. Entropi juga biasa disebut sebagai derajat ketidakteraturan atau derajat kehancuran. Jika entropi sistem meningkat, komponen sistem menjadi semakin tidak teratur atau random. Selain itu, energi sistem lebih terdistribusi pada range lebih besar. Entropi merupakan fungsi keadaan yang hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir, dan tidak bergantung kepada proses. Dengan meninjau sistem dan lingkungan, terlihat semua proses yang berlangsung dalam arah spontan akan meningkatkan entropi total alam semesta (sistem dan lingkungan). Ini yang disebut dengan hukum kedua termodinamika. Hukum ini tidak memberikan batasan perubahan entropi sistem atau lingkungan, tetapi untuk perubahan spontan entropi total sistem dan lingkungan harus positif. F. Entalpi Entalpi (H) adalah jumlah entropi yang dimiliki sistem pada tekanan tetap. Entalpi dirumuskan sebagai jumlah energi yang terkandung dalam sistem(E) dan kerja (W). H=E+W W=PxV E = energi (joule) W= kerja sistem (joule) V= volume (liter) P= tekanan (atm) Hukum kekekalan energi menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan and tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah bentuk energinya. Nilai energi suatu materi tidak dapat diukur, yang dapat diukur hanyalah perubahan energi (E). Perubahan entalpi adalah perubahan panas dari reaksi pada suhu dan tekanan yang tetap, yaitu selisih antara entalpi zat-zat hasil dikurangi entalpi zat-zat reaktan. Demikian juga halnya dengan entalpi yang tidak dapat diukur, kita hanya dapat mengukur perubahan entalpi (H). H=Hp-Hr

H= perubahan entalpi Hp= entalpi produk Hr= entalpi reaktan Entalpi dinyatakan dalam bentuk energi per massa. Pada umumnya satuan yang digunakan untuk menyatakan entalpi adalah dengan satuan J/Kg. Terdapat berbagai jenis entalpi seperti entalpi pembakaran, entalpi pembentukan, entalpi penguraian, dan masih banyak jenis jenis entalpi lainnya. Berdasarkan nilai entalpinya, terdapat entalpi positif dan entalpi negatif. Entalpi positif terjadi pada reaksi endotermik, dimana reaksi ini mengambil energi dari lingkungan. Energi yang diserap tadi digunakan untuk membuat ikatan. Jumlah energi yang dibutuhkan untuk membuat ikatan lebih besar daripada untuk memutus ikatan. Sedangkan entalpi negatif menunjukkan bahwa reaksi bersifat eksotermik. Reaksi jenis ini membutuhkan lebih banyak energi untuk memutus ikatan daripada membentuk ikatan. Temperatur akan lebih tinggi sebagai hasil dari reaksi eksotermik. Selain entalpi positif dan negatif, terdapat entalpi kisi yang terjadi ketika ion ion dalam keadaan gas bereaksi satu dengan yang lainnya membentuk senyawa kemudian melepaskan entalpi atau mengubah nilai entalpi. G. Energi Bebas Energi bebas adalah jumlah maksimum energi yang dibebaskan pada suatu proses yang terjadi pada suhu tetap dan tekanan bebas. Perubahan energi bebas (G) menunjukkan energi maksimum yang tersedia untuk melakukan kerja. Selama proses berlangsung, kemampuan kerja yang diukur dengan G ini semakin berkurang dan lama kelamaan menjadi nol (G = 0), yaitu pada kondisi kesetimbangan. Kondisi kesetimbangan adalah dua reaksi yang terjadi pada kecepatan yang sama dan tidak ada lagi perubahan konsentrasi. Pada temperatur dan tekanan konstan, G adalah sama dengan G = H T S, dengan T adalah temperatur dalam Kelvin. Tanda G menunjukkan apakah suatu reaksi akan berlangsung spontan atau sebaliknya yaitu (+) untuk spontan, 0 untuk kondisi kesetimbangan, dan (-) untuk tidak spontan,