Anda di halaman 1dari 2

TUMPANG SARI KOL BUNGA DENGAN CABAI MERAH Oleh: Jamal Khalid dan Yusuf Ali Pendahuluan Untuk

mendapatkan produksi yang optimal dalam satuan luas lahan yang minimal maka perlu adanya teknologi penanaman yang dapat memberikan hasil dalam skala yang lebih optimal. Lahan yang tersedia secara minimal tentunya diolah dengan sebaik mungkin dan dimamfaatkan seoptimal mungkin sehingga pada lahan yang sempit dapat ditingkatkan hasil secara optimal yaitu dengan cara memamfaatkan lahan dengan menggunakan sistim penanaman tumpang sari antara 2 jenis tanaman yang dapat ditanam bersamaan tanpa memberikan kerugian satu sama lain. Tanaman yang ditumpang sarikan disuatu lahan diusahakan tanaman yang tidak sejenis sehingga tidak menimbulkan efek yang saling mengganggu . Kubis adalah tanaman yang dianggap cocok ditumpang sarikan dengan tanaman cabai merah karena kubis tanaman yang tumbuhnya rendah dan batangnya tidak tegak tetapi menyebar menutupi tanah. Sedangkan tanaman cabai batangnya tumbuh tinggi keatas dan tidak besinggungan antara kedua tanaman ini (seperti pada gambar). Dilihat dari segi umur tanaman kubis bunga umur panennya lebih pendek dibandingkan dengan cabai yaitu 45-55 hari tergantung varietas dan panennya dalam tempo satu minggu selesai sedangkan cabai merah mempunyai interval waktu panen yang agak lama karena masa berbuahnya tidak sekaligus. Dengan demikian biaya pemeliharaan untuk tanaman cabai selanjutnya dapat diambil dari hasil panen kubis bunga.

Persiapan lahan Bedengan dibuat 1 meter lebar dan panjang 15 meter dan dipasang mulsa MPHP, Benih benih kol bunga yang ditanam yaitu waitsot sedangkan cabai merah menggunakan benih Rhodio Pemupukan pupuk dasar diberikan dalam larikan ditengah bedengan ditabur merata kemudian tutup kembali dengan tanah dan MPHP. Dasis pupuk yang diberikan yaitu 80 gram NPK/tanaman, 1 gram borate/tanaman dan 1 gram kurater/tanaman dikali jumlah tanaman per bedeng sama dengan jumlah pupuk yang diberikan per bedeng Sistim penanaman Untuk cabai merah ditanam 1 baris ditengah-tengah bedeng dengan jarak 33 cm x 33 cm lari ( satu baris). ditanam 10 hari lebih cepat dari kol bunga. Untuk tanaman kubis bunga ditanam dikiri dan kanan tanaman cabai merah secara segi tiga dengan jarak 60 cm x 60 cm.

Pupuk Susulan

Diberikan NPK cair artinya pupuk NPK sebanyak 2,5 kg dilarutkan per 200 liter air dan khusus diaplikasikan untuk tanaman cabai merah saja dengan dosis 250 cc/tanaman untuk tanaman berumur 25 hari dan diulang kembali setelah satu minggu atau 10 hari 1 kali. Aplikasi ini minimal 3 kali. Disamping pemberian pupuk NPK juga diiringi dengan pemberian pupuk organik cair. Pemberian pupuk organik cair dilakukan setelah 2 hari pemberian pupuk NPK cair dengan interval waktu 1 minggu sekali selama 5 kali. Pengendalian hama /penyakit secara Terpadu Pengendalian hama dilakukan apabila populasinya ada, Pengamatan terhadap serangan hama secara kontinyu terus dilakukan, sehingga diharapkan secara dini hama atau penyakit yang menyerang dapat terpantau. Hama yang terdapat pada bunga kol dan cabai merah dikendalikan secara makanis ( pengambilan dengan tangan ) terhadap hama dan bahagian tanaman terserang dibuang dan ditanam. Panen Kubis bunga umur 45 hari sudah dapat dipanen. berat rata-rata bunga kol yang dipanen yaitu 7 one/tanaman. Umur cabai merah mulai dapat dipanen pada umur 90 hari setelah tanam, dan tanaman cabai merah mempunyai umur panen produktif samapi 14 panen dengan interval 2-3 hari satu kali. Kedua tanaman yang ditumpang sari ini dapat meningkatkan produktivitas lahan. Dari hasil percobaan lapang kedua tanaman ini berproduksi dengan baik dan memberi keuntungan yang optimal.