Anda di halaman 1dari 2

Paresis fasialis Nervus fasialis dapat terkena oleh penyebaran infeksi langsung ke kranalis fasialis pada otitis media

akut. Pada otitis media kronis, kerusakan terjadi oleh erosi tulang oleh kolesteatom atau jaringan granulais, disusul infeksi ke dalam kanalis fasialis itu. Pada otitis media akut, operasi dekompresi kanalis fasialis tidak diperlukan. Perlu diberikan antibiotic dosis tinggi dan terapi penunjang lainnya serta menghilangkan tekanan di dalam kavum timpani dengan drainas. Bila dalam jangka panjang waktu tertentu tak ada perbaikan setelah diukur dengan elektrodiaagnostik (misalnya elekromiografi), barulah dipikirkan untuk melakukan dekompresi. Pada otitis media supuratif kronik, tindakan sdekompresi. Pada otitis media supuratif kronik, tindakan sdekompresi harus segera dilakukan tanpa harus menunggu pemeriksaan elektrodiagnostik. Komplikasi di telinga dalam Apabila terdapat tekanan di telinga tengah oleh produk infeksi. Ada kemungkinan produk infeksi itu akan menyebar ke telinga dalam melalui tingkap bulat. Selama kerusakan hanya sampai bagian basalnya saja biasanya tidak menimbulkan keluhan pada pasien. Akan tetapi apabila kerusakan telah menyebar ke koklea akan menjadi masalah.nhal ini sering dipakai sebagai indikasi untuk melakukan miirngitomi segera pada pasien otitis media akut yang tidak membaik dalam empat puluh delapan jam dengan pengobatan medikamentosa saja. Penyebaran oleh proses destruksi, seperti pada kolesteatom atau infeksi langsung ke labirin akan menyebabkan vertigo, mual, muntah, serta tuli syaraf. Fistula labirin dan labirinitis Otitis media supuratif kronik terutama yang dengan kolesteatom dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian vestibular labirin, sehingga terbentuknya fistula.pada keadaan ini infeksi dapat masuk, sehingga terjadi labirinitis dan akhirnya akan terjadi komplikasi tuli total atu meningitis. Adanya fistula di labirin dapat diketahui dengan fistula, yaitu dengan memberikan tekanan udara positif atau negative ke liang telinga melalui otoskop siegel dengan corong telinga yang kedap atu balon karet dengan bentuk elips pada ujungnya yang dimasukkan ke dalam liang telinga. Balon karet dipencetkan udara didalamnya menyebabkan perubahan tekanan udara di liang telinga. Bila fistula yang terjadi masih paten maka akan terjadi kompresi dan ekspansi labirin membrane. Tes fistula positif akan menimbulkan nistagmus atau vertigo. Tes fistula bisa negative, bila fistulanya sudah tertutup oleh jaringan granulasi atau bila labirin sudah mati. Pemeriksaan radiologic tomografi atau CT scan yang terkadang dapat memperlihatkan adanya fistula labirin. Padda fistula labirin atau labirinitis, operasi harus segera dilakukan untuk menghilangkan infeksi dan menutup fistula.

DISKUSI 1. Oti tis media supuratif kronis (OMSK) atau yang sehari-hari disebut congek adalah infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi membrane timpani dan secret yang keluar dari telinga

2.

3.

4. 5.

tengah terus-menerus atau hilang timbul, mungkin encer atau kental, bening, atau berupa nanah. Penyebab OMSK secara umum ialah lingkungan, otitis media sebelumnya, infeksi saluran nafas atas, autoimun, alergi dan gangguan fungsi tuba eustacius. Otitis media akut dengan perforasi membrane timpani menjadi otitis media supuratif kronis apabila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan. Perforasi membrane timpani dapat ditemukan di daerah sentral, marginal, atau atik. Letak perforasi. Letak perforasi di membrane timpani penting untuk menentukan tipe/jenis OMSK. Perforasi pada OMSK tipe bahaya letaknya marginal atau diatik. Sebagian besar komplikasi berbahay atau fatal timbul pada OMSK tipe bahaya. Komplikasi dapat terjdi di telinga tengah, telinga dalam, ekstradural dan system saraf pusat. Terapi OMSK memerlukan waktu lama serta harus berulang-ulang. Secret yang keluar tidak langsung cepat kering atau selalu kambuh lagi. Keadaan ini antara lain