Anda di halaman 1dari 2

ADWY WIRAFLY 1112000504 1F

SURYA Online, PASURUAN - Tim Kajian dan Tim Monitoring KPPU telah menyelesaikan tugasnya untuk mengumpulkan informasi awal tentang struktur pasar dan perilaku usaha dua komoditas penting masyarakat yaitu bawang putih dan suku bunga perbankan. Sebagaimana dimaklumi, bawang putih mengalami kenaikan harga yang signifikan dari rata-rata Rp 25.000 hingga Rp 30 000 per kg pada November tahun lalu, lalu secara estrim naik menjadi Rp 80.000 hingga Rp 100.000 pada Maret ini. "Kenaikan ini tidak wajar dalam kondisi ada penumpukan bawang putih di pelabuhan," jelas Syarkawi Rauf, Komisioner KPPU, dalam rilis kepada Surya Online, Rabu (20/3/2013). Dijelaskan, dari hasil penyelidikan itu patut diduga ada kesengajaan bersama antar pelaku usaha untuk menahan barang untuk mengkondisikan kenaikan harga. "Kondisi ini mengindikasikan kartel," tegasnya. Dia menambahkan bahwa KPPU telah mencermati gejala kenaikan harga ini sejak empat bulan lalu dan kini mulai menyelidikinya. Berdasarkan Pasal 36 UU No 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat jo Perkom 1/2010 tentang tata cara penanganan perkara, penyelidikan dilakukan untuk memperoleh bukti tentang dugaan pelanggaran UU No 5/1999 ini. Hal ini merupakan tahapan pengumpulan bukti untuk menentukan apakah dugaan kartel pengkondisian kenaikan harga bawang putih ini berlanjut ke perkara atau tidak.Dalam 60 hari, maksimal kami akan tahu tentang kelanjutan masalah ini," jelasnya. Sementara itu terkait suku bunga perbankan, tim kajian telah melaporkan kepada Komisi dan telah diputuskan bahwa KPPU akan menyelidiki dugaan kartel atas tingginya suku bunga ini melalui perkara inisiatif. "Kami akan menyelidiki apakah benar tingginya suku bunga perbankan ini karena tingginya overhead cost atau kartel," urai Syarkawi. Tim penyelidik mulai bekerja dan mengumpulkan bukti-bukti dan diharapkan dalam maksimal 60 hari, KPPU dapat menentukan apakah dugaan kartel ini masuk ke perkara atau tidak. Untuk dimaklumi, KPPU berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pencapaian efisiensi ekonomi dan dunia usaha. "Kartel adalah perilaku persaingan tidak sehat yang selain dilarang UU No 5/1999 juga jelas bisa menghambat pencapaian hal ini," jelas Syarkawi

ANALISA : Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal. Dari artikel tersebut kemungkinan bermainnya kartel dalam kenaikan harga bawang memang bisa saja terjadi, karena kartel akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar apabila hal itu benar-benar terjadi. Jika memang terbukti ada praktik kartel, KPPU harus menjatuhkan sanksi tegas kepada para pengusaha yang terlibat dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah juga diharapkan agar dapat memaksimalkan produk dari petani lokal apabila kelangkaan ini terjadi kembali sehingga pasokan tetap stabil.