Anda di halaman 1dari 27

Text reading

DISORDERS CAUSING OROPHARYNGEAL DYSPHAGIA


Pembimbing : dr. Rini Febrianti, Sp.THT-KL Agnestia Ayu utami

Pendahuluan
Disfagia orofaringeal umumnya timbul akibat penyakit

neurologik/myogenik. Dimana disfagia itu sendiri sering menjadi bagian dari sindrom neurologis yg lebih luas. Penyebab disfagia orofaringeal umumnya adalah stroke yang memberi dampak morbiditas, mortalitas dan biaya yang tinggi.

Disfagia ororafingeal terjadi pada 1/3 dari semua pasien

stroke. Pada cedera kepala, parkinsons atau aalzheimers 2040%. Konsekuen yang didapat yaitu masalah malnutrisi, aspirasi, tersedak, pneumonia & kematian. Masalah disfagia orofaringeal ini merupakan masalah besar dan berkembang.

Mencapai 60% dari penghuni panti jompo mengalami

kesulitan makan. Responsif pengobatan tergantung pada tingkat keparahan dan sifat disfungsi mekanik, kognitif & prognosis dari penyakit yang mendasarinya. Disfagia faringeal lebih dari disfagia esofagus, masalah ini melibatkan para ahli radiologi, neurologi, gigi dan ahli pencernaan.

Presentasi & asesment dari orofaringeal disfagia


Kesalahan umumnya pemasangan bolus di leher pd

disfagia faringeal. Jika tdk berhubungan dgn disfungsi daerah oral/faring, pasien dpt melokalisasi daerah disfungsi tsb. Dgn pemasangan bolus di leher tdk bisa membedakan dari faring atau esofagus untuk penyebab disfagia itu.

Kesalahan mungkin bisa krn gejala sensoris dari golbus.

Golbus pd umumnya benjolan tdk nyeri, sulit menelan dan

bagian leher kencang. Efek kecil pd disfagia mungkin disfungsi esofagus. Pasien dgn golbus murni, disfagia, BB menurun umumnya hanya memerlukan evaluasi otolaringologi untuk mengecualikan inflamasi lokal.

Gejala khas dari oral disfungsi : drooling dari mulut akibat

disfungsi dari m.labia & facial. Sialorrhea & xerostomia, dysartria, sulit menelan. Gejala khas dari disfungsi faringeal : regurgitasi postnasal, butuh menelan berulang, aspirasi, disfonia. Nyeri menelan/ radang tenggorokan berulang indikasi dari keganasan.

Dahak langsung dari bolus mrpkan indikasi retensi bolus

di hipofaringeal/cricofaringeal. Durasi, onset & progres dari disfagia menentukan diagnosis. Cth: disfagia maligna sllu dgn riw cepat & penurunan BB. Onset tiba-tiba, sering di hubungkan dgn gejala neurologik atau kasus cerebrovaskular seperti stroke.

Orofaringeal disfagia selalu didasari dgn gang neurologi

sebelumnya, ada riw stroke. Adanya gejala disfungsi otot bulbar/gejala pd batang otak (vertigo, muntah, mual, tinitus, cegukan, diplopia, penurunan kesadaran). Tanda neuromuskular lainnya, disartria, diplopia, gangguan gerak, berdebar, myasthenia, myopati, tremor, ataxia.

Perlu dilakukan palpasi leher untuk massa, KGB, atau

gondok. Tanda operasi sebelumnya biasanya jelas seperti trakeostomi atau radioterapi. Rongga mulut harus diperiksa (gigi palsu, lidah dan orofaring)

Pemeriksaan mata dan gerakan bolamata. Ptosis bilateral

myopati atau myathenia. Ptosis unilateral sindrom horner. Telunjuk dan jari tengah letakkan di kartilago hyoid dan laring, pasien meneguk air.

Evaluasi menelan oral-faring


Videofluoroscopy

Menelan barium. Mengidentifikasi penyebab struktural

disfagia seperti divertikula, web, stenosis atau kanker. Film ini bisa menilai osteophytes atau bar cricopharngeal, yg kemungkinan berhubungan dgn disfagia. Entitas hrs diartikan dgn hati-hati krn umumnya bkn penyebab disfagia.

Film statis jg bisa digunakan tp krn kecepatan dan

kompleksitas menelan orofaringeal maka menjadi tdk memadai. Yang paling umum ialah videofluoroscopy

Videofluoroscopy ini menginformasikan ttg keberadaan

dan tingkat keparahan disfungsi. Hal ini akan membantu menentukan terapi

Nasoendoscopy

Fiberoptic nasoendoscopy ini metodel optimal untuk

identifikasi biopsi kelainan mukosa dan wajib pd semua kasus suspek keganasan. Gastroscope tdk bisa diandalkan dlm mendeteksi kanker glotis dan faring. Terkadang bisa jg dilakukan secara anestesi.

Manometri

Manometri intraluminal dpt mengukur faringeal, mendetek

gagalnya relaksasi UES. Manometri faringeal lebih kompleks drpd manometri esofagus krn asimetri dari tekanan intraluminal direkam dari dlm faring slma menelan dan gerakan faring slma menelan. Terkadang manometri bisa dikombinasi dgn videofluoroscopy.

Normal dan abnormal menelan


Oral-faring membutuhkan sensorik dari orofaring ke

kedua korteks serebral dan medula. Pd disfagia orofaringeal akn mempengaruhi satu atau lebih gangguan. Bisa gangguan menelan atau tdk bisa menelan. Dari keadaan aspirasi bisa bermanifes batuk atau tersedak

Struktural penyebab disfagia orofaringeal


Tumor, bedah kepala leher, radioterapi

Tumor pd lidah, palatum, faring, tonsil dan glotis disertai dgn tonsil. Pemeriksaan radiologi dan nasoendoscopy untuk mendiagnosis. Pembedahan skitar kepala dan leher sperti tumor tiroid yg besar dpt mnyebabkan disfagia. Reseksi bedah kepala dan leher mnyebabkan disfagia orofaringeal

Web postcricoid, stenosis, dan bar cricofaringeal

Lateral faringeal divertikulum


Zenkers divertikulum

Treatmentnya adalah cricopharyngeal myotomy bisa dikombinasi dgn reseksi atau suspensi. Tonjolan tulang leher

Kasus neurogenic dari disfagia orofaringeal


Stroke

Parkinsons
Gangguan saraf gerak Poliomielitis dan sindrom post polio

Kasus myogenic dari disfagia orofaringeal


Myasthenia gravis

Memiliki onset berbahaya. Biasanya otot yg terlibat wajah & laring 70%, faring dan pernapasan serta otot tungkai. Di pengaruh dgn disfagia juga 30-60%. Bisa terjadi atrofi lidah. Bisa dilakukan pemeriksaan videographic Terapi asetilkolinesterase inhibitor dan imunosupresif. Serta menghindari faktor resiko

Inflamasi myopathies

Polimiolitis, dermatomiotosis, inklusi miositosis. Untuk membedakannya dilakukan biopsi otot. Terapinya imunosupresif dgn steroid, azachioprine atau metotexate.

Metabolik miopaty

Penyebabnya hipertiroidisme
Distrofi otot okulofaringeal

Usia 40-70th, gejala awal ptosis bilateral diikuti disfagia. Progesif lambat

Obat yg menyebabkan disfagia orofaringeal


Riwayat obat penting krn aktifitas obat bis ake

sentral/perifer. Pengaruh pd fungsi saraf, neuromuskular, fungsi otot atau produksi saliva & disfagia. Obat bisa merusak fungsi menelan secara tdk langsung menghambat/meningkatkan saliva.

Pd antagonis dopamine seperti phenothiazine &

metoclopramide menyebabkan gang ekstrapiramidal sprti distonia dan diskinesia shgga mngakibatkan disfagia. Fenothiazine menyebabkan tardive diskinesia, dmn gerakan lidah terhambat & gang menelan.

Benzodiazepin nitrozepam & clorazepam menebabkan

disfagia esofagus. Nitrazepam berulang utk terapi epilepsi myoclonic pd anak mnyebabkan bronkospasme dan gagal nafas. Eritromisin dpt memperburuk myastenia dan disfagia.

Manajemen dari disfagia orofaringeal


Manajemen prinsipel

Pilihan pembedahan
Injeksi botox Modifikasi diet dan terapi menelan Gastrotomi endoskopi perkutan