Anda di halaman 1dari 25

Fibroadenoma Mammae Sinistra

Kelompok D1

Anggota kelompok
Rani Frasputy Hallan (102007178) Ritan Yapnita (102008163) Fadly Carnady Lase (102009161) Laurence (102010014) Meilan Tahir Refra (102010026)

Dinto Purwandanu (102010104)


Nathania Suharti (102010153) Ricco Marsel (102010198)

Dalton Nagangi (102010301)


Eswary Mani Raj (102010390)

Skenario 2
Seorang wanita berusia 20 tahun datang ke

poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan pada payudara kirinya yang semakin membesar sejak 6 bulan yang lalu. Pada status lokalis, didapatkan benjolan pada kuadran lateral bawah dari payudara kiri berukuran 2x2 cm, konsistensi kenyal, batas tegas, tidak melekat pada kulit, tidak ada nyeri tekan.

Identifikasi istilah
-

Rumusan masalah
Wanita usia 20 tahun terdapat benjolan pada

payudara kiri yang semakin membesar. Benjolan didapat konsistensi kenyal, batas tegas, tidak melekat pada kulit, tidak ada nyeri tekan.

Analisis masalah
Anamnesis Pemeriksa an Fisik Penunja ng Wd/: fibroadenoma mammae sinistra Dd/: Ductal ca mammae in situ Lobular ca mammae in situ Etiologi

Prognosis Payudara kiri wanita usia 20 tahun dengan benjolan membesar

Komplikasi

Penatalaksan aan Patofisiologi

Epidemiolo gi

Hipotesis
Wanita berusia 20 tahun dengan keluhan

benjolan pada payudara kiri yang makin membesar dengan ukuran 2x2 cm, konsistensi kenyal, batas tegas, tidak melekat pada kulit, tidak ada nyeri tekan menderita penyakit fibroadenoma mammae (FAM).

Sasaran pembelajaran
Mahasiswa dapat mengerti, mengetahui, dan dapat

menjelaskan berkaitan fibroadenoma mammae antara lain: Anamnesis PF dan PP Dd/ dan Wd/ Etiologi Epidemiologi Patofisiologi Penatalaksaanaan Komplikasi Prognosis

Anamnesis
Identitas Sudah menikah/belum Sudah memiliki anak/belum? Bila sudah apakah asi lancar/tidak? Riwayat penyakit sekarang Benjolan payudara kiri Ukuran 2x2 cm Batas tegas Tidak melekat pada kulit Tidak ada nyeri tekan Haid teratur tidak? Keluar cairan dari puting susu/tidak?

Anamnesis (2)
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat terkena penyakit ini sebelumnya? Operasi sebelumnya?

Riwayat penyakit keluarga


Riwayat keluarga terkena kanker?

Riwayat sosial Riwayat pengobatan

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi payudara

Palpasi payudara
Palpasi KGB regional
Aksila Mammaria eksterna Subskapularis di posterior aksila; Sentral di bagian pusat aksila; Apikal di ujung atas fossa aksilaris

Leher

Pemeriksaan Fisik (2)

Pemeriksaan penunjang
USG mammae

Terutama berperan pada payudara yang

padat Membedakan apakah tumor itu solid/kistik Nilai ketepatan USG untuk lesi kistik adalah 98-100%, sedangkan untuk lesi solid seperti fibroadenoma adalah 78-85%. Tumor ganas nilai ketepatan diagnostik USG masih dibawah mamografi yaitu, hanya 6278%

Pemeriksaan penunjang (2)


Mamografi Mengenal secara dini keganasan Dapat ditemukan benjolan kecil sekalipun

Indikasi Mamografi : Adanya benjolan pada payudara Adanya rasa tidak enak pada payudara Pada penderita dengan riwayat risiko tinggi untuk mendapatkan keganasan payudara Pembesaran kelenjar aksiler yang meragukan Adanya penyebab metastasis tanpa diketahui asal tumor primer Teknik Pembuatan : kranio-kaudal dan medio-lateral/medio-lateral-obliq

Tumor jinak mamografi memberikan tanda : Lesi degan densitas meningkat, batas tegas, licin, dan teratur, adanya halo, kadangkadang tampak perkapuran yang kasar.

Pemeriksaan penunjang (3)


Pemeriksaan Sitologi

Sediaan diperoleh dari pungsi dengan jarum

(FNAB) Tumor Marker Dipakai bila diagnosis sudah ditegakkan Digunakan untuk monitor terapi serta progresivitas tumor

Diagnosis kerja
Fibroadenoma mammae 1. Wanita muda, umumnya 20 tahun pertama 2. Benjol bulat, padat, kenyal, dapat digerakkan 3. Tidak nyeri 4. Tumor semakin membesar 5. Ukuran FAM berkisar 1-5 cm. Ada yang sampai 15 cm yang dinamakan Giant FAM

Diagnosis banding

Etiologi
Tumor payudara yang akan berkembang menjadi kanker payudara : 1. Perubahan genetik 2. Pengaruh hormon (estrogen) 3. Faktor lingkungan. 4. Usia

Epidemiologi
Sering pada wanita umur 21-25 tahun (muda)

5% pada wanita menopause


Tumor tunggal 80 % Tumor multiple 10% -15 %

9% populasi wanita terkena fibroadenoma

Patofisiologi
Tumor dapat terjadi karena mutasi dalam DNA sel

Pada jaringan fibrosa dan jaringan epitel


Proliferasi sel dan hyperplasia yang abnormal Tumor yang membentuk lobus - lobus Anaplasia Rangsangan estrogen meningkatkan ukuran

Penatalaksanaan
MEDIKA MENTOSA

Hanya diberikan jika pasien mengeluh gejala-

gejala simptomatik, seperti : Demam : Antipiretik Nyeri : Analgesik Bila dipengaruhi oleh peningkatan kadar hormon estrogen, bisa diberikan : Anti-Estrogen untuk menurunkan kadar estrogen yang berlebihan.

Penatalaksanaan (2)
NON-MEDIKA MENTOSA

Biopsi

jarum halus (tindakan pertama pada pembedahan) Potong beku 15 menit (menentukan hasil) Tumor jinak : radioterapi/kemoterapi (ukuran tumor besar) Tumor ganas : bedah kuratif Kuratif (bedah): mastektomi radikal klasik dan bedah konservatif eksisi tumor luas Paliatif : Rekonstruksi payudara (prosedur operasi plastik) - Salah satu jenis : implan payudara Pemulihan kasus atau diagnosa harus tepat baru dilakukan tindakan selanjutnya

Komplikasi
Sebagian besar jadi ca mamae

Metastase melalui kelenjar limfe dan kelenjar

getah bening

Prognosis
Prognosis FAM biasanya baik, walaupun pasien

FAM memiliki resiko lebih besar untuk mengidap kanker payudara nantinya. Benjolan yang tidak dibuang harus diperiksakan secara teratur

Kesimpulan
Wanita berusia 20 tahun dengan keluhan

benjolan pada payudara kiri yang makin membesar dengan ukuran 2x2 cm, konsistensi kenyal, batas tegas, tidak melekat pada kulit, tidak ada nyeri tekan menderita fibroadenoma mammae (FAM).