Anda di halaman 1dari 8

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN TEKELAN (Chromolaena odorata) TERHADAP AGREGASI PLATELET PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvergicus

L.) STRAIN WISTAR dr. Maimun Z.A, M.Kes, SpPK., Dr.drg. Nur Permatasari, MS., I Wayan Arya Mahendra Karda

ABSTRAK Trombosis adalah suatu keadaan patologis dimana terjadi pembentukan bekuan darah (trombus) pada pembuluh darah yang sehat, atau terjadi setelah pembuluh darah mengalami cedera yang cukup ringan. Ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) mengandung senyawa flavonoid jenis quercetin yang mampu menurunkan insiden kejadian penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti bahwa pemberian ekstrak etanol daun tekelan mampu menghambat agregasi platelet pada tikus putih (Rattus norvergicus L.) strain Wistar. Daun tekelan diperoleh dari UPT Materia Medika Batu dan diekstraksi menggunakan larutan etanol 80%. Penelitian ini menggunakan desain Randomized Posttest Only Controlled Group untuk mengamati penurunan agregasi platelet selama 30 hari yang dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan Laboratorium Sentral RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Dua puluh ekor tikus dibagi secara random menjadi empat kelompok perlakuan masing masing lima ekor. Perlakuan penelitian tersebut adalah 0, 100, 250, dan 500 mg/kgBB ekstrak etanol daun tekelan yang diberikan peroral. Sampel darah diambil sebelum dan sesudah perlakuan melalui vena ekor tikus untuk dibuat hapusan darah tepi. Analisa data menggunakan uji One Way ANOVA. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian ekstrak etanol daun tekelan tidak memberikan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (P>0.05). Dapat disimpulkan hipotesis bahwa pemberian ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) mampu menghambat agregasi platelet pada tikus Wistar tidak terbukti. Kata Kunci: Ekstrak daun tekelan, agregasi platelet, Tikus Wistar, Trombosis ABSTRACT Thrombosis is a pathological condition in which blood clotting occurs in healthy blood vessels or occurs after a relatively minor blood vessel injury. Ethanol extract of tekelan leaf (Chromolaena odorata) contain flavonoid substances quercetin which has the ability to reduce cardiovascular incidence. This research was conducted to study effects of ethanol extract of tekelan leaf for its capacity to inhibit platelet aggregation in white rat. The leaf extract was prepared by macerating leaf powder in 80% ethanol solution for overnight and then evaporated sufficiently until the extract was obtained. At the commencement of the research, 20 rats were grouped randomly into four of five animals each and were drenched with 0, 100, 250, and 500 mg/kg BW leaf extract orally according to treatment imposed. The experimental period lasted for 30 days which was held 1

in The Laboratory of Pharmacology Faculty of Medicine, Universitas Brawijaya. Blood samples were taken from each rat before and after treatment to study the platelet aggregation by blood smear preparation which was done in Central Laboratory of Saiful Anwar Hospital Malang. Randomized Posttest Only Control Group was used as design of this research and data obtained were analyzed using One Way ANOVA test. The result showed that there was no significant difference between groups (P>0.05). It could be concluded that the hypothesis of anti aggregation effect of ethanol extract of tekelan leaf has not been proved. Key words: Tekelan leaf extract, platelet aggregation, white Rat Wistar thrombosis

PENDAHULUAN Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Salah satu penyebab terjadinya penyakit kardiovaskuler adalah karena proses trombosis. Trombosis adalah suatu keadaan patologis dimana terjadi pembentukan bekuan darah (trombus) dalam pembuluh darah yang sehat, atau terjadi setelah pembuluh darah mengalami cedera yang relatif ringan.1 Penatalaksaan medikamentosa pada trombosis berupa obat-obatan golongan anti koagulan, antitrombosit, dan trombolitik. Efek efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat obatan ini diantaranya perdarahan, reaksi hipersensitivitas, trombositopenia, rasa mual, muntah dan diare.2 Salah satu cara alternatif untuk mencegah dan menghancurkan trombus adalah dengan menggunakan zat aktif yang terdapat dalam tanaman obat tradisional. Flavonoid jenis flavonol (terutama quercetin) yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur, diketahui memiliki efek anti oksidan, endothelium-independent vasodilatation, proteksi fungsi endotel terhadap stres oksidatif, dan efek anti agregasi platelet.3 2

Efek anti agregasi platelet terjadi melalui beberapa mekanisme di antaranya penghambatan enzim siklooksigenase (COX1 dan COX2) dan lipooksigenase serta peningkatan prostasiklin dan NO.4 Chromolaena odorata (L) King and Robinson termasuk familia Astereceae dan dikenal dengan nama tekelan atau gulma siam. Ekstrak kasar daun Chromolaena odorata memiliki efek antioksidan dan bersifat protektif terhadap kerusakan endotel. Efek yang dihasilkan ini kemungkinan disebabkan oleh kandungannya yang tinggi akan flavonoid, saponin, dan tannin.5 Lebih lanjut untuk maksud tersebut diperlukan adanya penelitian mengenai potensi ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) terhadap agregasi platelet pada tikus putih (Rattus norvergicus L.) strain wistar. METODE PENELITIAN Desain Penelitian. Pada penelitian ini digunakan metode true experimental design dengan post test only controlled group design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) 100, 250, dan 500 mg/kgBB. Variabel tergantung dalam penelitian ini

adalah jumlah platelet/trombosit yang beragregasi pada hapusan darah tepi. Prosedur Ekstraksi. Serbuk halus daun tekelan didapat dari UPT Materia Medika, Batu. Sejumlah 100 gram serbuk halus daun tekelan (Chromolaena odorata) direndam dengan etanol sampai mengendap lalu lapisan atas campuran etanol dengan zat aktif yang sudah tercampur dipisahkan dengan cara penyaringan menggunakan kertas saring. Hasil penyaringan dimasukkan dalam labu evaporator. Dilakukan proses evaporasi sehingga etanol dan zat aktif terpisah. Hasil yang diperoleh kirakira seperempat dari bahan alam kering. Kemudian hasil ekstraksi dimasukkan dalam botol plastik kecil dan disimpan dalam freezer. Pembuatan Hapusan Darah Tepi Dan Pewarnaan Wright. Sampel yang digunakan berasal dari darah vena ekor tikus yang diambil menggunakan skalpel dan jarum 21G. Satu tetes atau 0.5 cc darah dibuat hapusan langsung darah tepi tanpa anti koagulan dan dilanjutkan dengan pewarnaan Wright menggunakan larutan Wright dan penyangga/buffer. Pembuatan hapusan darah tepi ini dilakukan sebelum dan setelah pemberian ekstrak etanol daun tekelan. Penghitungan Jumlah Agregat Platelet. Pengamatan preparat menggunakan mikroskop cahaya

dengan pembesaran lensa objektif 100 kali dalam 10 lapangan pandang. Penghitungan secara kualitatif kecenderungan derajat agregasi platelet dilakukan oleh peneliti di Laboratorium Sentral RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Analisis Data. Data-data hasil yang diperoleh, dikelompokkan dan diuji kemaknaannya dengan program SPSS 15.0 for Windows menggunakan One Way Anova untuk membandingkan rerata selisih jumlah agregat platelet pada tiap kelompok perlakuan. Uji statistik dilakukan pada derajat kepercayaan 95% dengan = 0,05. Hasil uji statistik dinyatakan bermakna bila P < 0,05.

HASIL PENELITIAN Penghitungan Jumlah Agregat Trombosit. Penghitungan jumlah agregat platelet dilakukan dengan mengamati hapusan langsung darah tepi tanpa anti koagulan dengan mata telanjang. Penghitungan jumlah agregat platelet tersebut dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Penilaian efek anti agregasi platelet pada tikus dinilai dari kecenderungan jumlah platelet yang beragregasi. Hasil pengamatan agregasi platelet yang diperoleh dari semua kelompok baik kontrol negatif maupun perlakuan adalah sebagai berikut

Gambar 5.1 Gambaran Hapusan Darah Tepi Tikus Pembesaran Lensa Objektif 100x dengan Pengecatan Wright (Panah : agregat platelet) 4

Keterangan

1 : kontrol negatif sebelum (kiri) dan setelah (kanan) perlakuan 2 : ekstrak etanol daun tekelan 100 mg/kgBB sebelum (kiri) dan setelah (kanan) perlakuan 3 : ekstrak etanol daun tekelan 250 mg/kgBB sebelum (kiri) dan setelah (kanan) perlakuan 4 : ekstrak etanol daun tekelan 500 mg/kgBB sebelum (kiri) dan setelah (kanan) perlakuan

Tabel 5.1. Rerata Selisih Jumlah Agregat Platelet Sebelum dan Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Daun Tekelan (Chromolaena odorata)
Kelompok Perlakuan Kontrol Negatif (Pakan standar) Pakan standar + ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) 100 mg/kgBB Pakan standar + ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) 250 mg/kgBB Pakan standar + ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) 500 mg/kgBB -0.460 0.114 0.600 0.365 Rerata SD 0.600 0.385 -0.280 0.622

Hasil Analisis Data. Data yang didapatkan dari penelitian ini dianalisis dengan metode uji statistika One Way ANOVA. Sebelum melakukan analisis data dengan uji ANOVA, maka harus dipenuhi dahulu syarat-syarat dalam melakukan uji One Way ANOVA untuk lebih dari 2 kelompok data yang tidak berpasangan. Syarat uji One Way ANOVA adalah distribusi data harus normal dan varians data harus sama. Uji statistik pertama yang dilakukan adalah untuk menentukan normalitas data dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov, didapatkan bahwa data kelompok tidak menyebar secara normal (uji OneSample Kolmogorov-Smirnov P>0.05). Langkah selanjutnya adalah menentukan apakah data memiliki varian yang berbeda atau 5

tidak dengan menggunakan uji homogenitas. Pada tabel uji homogenitas didapatkan hasil bahwa data memiliki varian yang sama (P>0.05) dengan nilai P = 0.057. Dengan demikian selanjutnya dapat dilakukan pengujian ANOVA. Analisis dengan menggunakan uji One Way ANOVA bertujuan untuk menilai perbedaan agregasi platelet antar kelompok dengan cara melihat nilai signifikansi (P). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa nilai P = 0.159 dan berdasarkan hasil tersebut maka P>0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan agregasi platelet yang bermakna antar kelompok.

PEMBAHASAN Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pemberian ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) terhadap agregasi platelet antar perlakuan (P>0.05). Hasil yang tidak signifikan ini diduga disebabkan karena penelitian ini dilakukan dengan tidak menambahkan zat prokoagulan seperti ADP, epinefrin, trombin atau tromboksan A2. Mediator mediator ini pada penelitian sebelumnya diberikan guna mencapai suatu keadaan hiperkoagulasi yang meningkatkan kemampuan platelet untuk 6 beragregasi. Platelet yang teraktivasi oleh zat zat prokoagulan berpengaruh pada kejadian infark miokard serta penyakit kardiovaskuler lainnya.7 Aktivitas abnormal dari platelet dapat disebabkan oleh inflamasi akut, infeksi, sepsis, dan endotoxemia yang akan menyebabkan suatu keadaan hiperkoagulasi.8 Keadaan ini dapat menyebabkan proses trombosis. Penelitian ini tidak menggunakan model tikus yang telah diberikan diet aterogenik. Diet aterogenik yang tinggi lemak dan karbohidrat menyebabkan LDL terakumulasi sehingga kadar LDL darah menjadi tinggi. Tingginya kadar LDL dalam darah merupakan faktor penyebab terjadinya kerusakan endotel. Kerusakan endotel juga disebabkan oleh karena terbentuknya radikal bebas. Kerusakan endotel akan diikuti proses inflamasi dengan dikeluarkannya zat - zat proinflamasi serta mampu meningkatkan radikal bebas.7 Pelepasan Reactive Oxygen Species (ROS) sebagai respon 6

inflamasi atau kerusakan dinding pembuluh darah mempengaruhi fungsi platelet secara tidak langsung karena ROS mendegradasi NO. Sebaliknya platelet juga bisa menghasilkan ROS. Metabolisme AA melalui jalur siklooksigenase berkontribusi terhadap produksi ROS oleh platelet yang teraktivasi. NADPH oksidase juga berperan pada pembentukan ROS.7 Flavonoid diduga memiliki sifat sebagai antioksidan. Hal ini terjadi karena flavonoid mampu mencegah peningkatan kadar radikal bebas (ROS) dengan cara menstabilkan kekurangan elektron dari radikal bebas tersebut.4 Penurunan kadar ROS ini menyebabkan terjadinya peningkatan NO yang memberikan efek protektif terhadap kejadian penyakit kardiovaskuler. Flavonoid juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida plasma sehingga mampu dijadikan sebagai agen hipolipidemia. Masih dalam penelitian yang sama, flavonoid juga meningkatkan kolesterol HDL serta menurunkan level kolesterol LDL sehingga menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler.9 Kadar flavonoid ekstrak etanol daun tekelan berada di bawah kadar saponin dan tanin.5 Dalam penelitian yang sama, ekstrak etanol daun tekelan setelah diuji phytochemical screening didapatkan bahwa flavonoid yang terkandung berada pada kadar rendah atau slightly present. Daun tekelan (Chromolaena odorata) memiliki kandungan flavonoid jenis flavonol dan flavanone.10 Kualitas hapusan darah tepi pada penelitian ini dipengaruhi oleh kecepatan pembuatan slide dan cara pengambilan darah. Penelitian ini masih menggunakan cara sederhana dalam pemeriksaan agregasi platelet. Jika slide dibuat

sedikit terlambat dan terjadi kesulitan saat pengambilan darah (pengambilan darah berulang) maka platelet akan bergerombol dan akan mempengaruhi hasil. Selain itu perlu juga diketahui bentuk dan jenis spesifik dari flavonoid yang terkandung dalam ekstrak etanol daun tekelan. KESIMPULAN

2.

3.

4. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan hipotesis bahwa pemberian ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) mampu menghambat agregasi platelet pada tikus putih (Rattus norvergicus L.) strain wistar tidak terbukti. SARAN Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai jenis dan bentuk spesifik dari flavonoid ekstrak daun tekelan yang efektif terhadap penghambatan agregasi platelet. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan dosis ekstrak etanol daun tekelan (Chromolaena odorata) yang lebih bervariasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap agregasi platelet. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode pengukuran agregasi platelet menggunakan agregometer dan pengukuran agregasi menggunakan ADP.

5.

6.

7.

8.

DAFTAR PUSTAKA 1. Cortan, Ramzy S., Stanly L. Robbins dan Vinay Kumar. 7 9.

2007. Buku Ajar Patologi Volume 1, Jakarta: EGC Dewoto HR. Antitrombotik. Dalam: Buku Farmakologi dan Terapi. Edisi 5, Jakarta: ECG; 2008. hal. 813 Perez-Viscaino F and Duarte J. Flavonols and Cardiovascular Disease. Molecular Aspects of Medicine, 2010, p.478-494 Cook NC and Samman S. Flavonoids Chemistry, Metabolism, Cardioprotective Effects, and Dietary Sources. Journal of Nutrition and Biochemistry, 1996, p.6676 Ngozi IM, Jude IC, Catherine IC. Chemical Profile of Chromolaena odorata L. (King and Robinson) Leaves. Pakistan Journal of Nutrition, 2009, 8(5): 521-524 Wu CM, Wu SC, Chung WJ, Lin HC, Chen KT, Chen YC, Hsu MF, Yang JM, Wang JP, Lin CN. Antiplatelet Effect and Selective Binding to Cyclooxygenase (COX) by Molecular Docking Analysis of Flavonoids and Lignans. International Journal of Molecular Sciences. 2007. 8: 830 - 841 Davi G and Patrono C. Mechanisms of Disease : Platelet Activation and Atherothrombosis. The New England Journal of Medicine. 2007. 357: 2482 2494. Furie B and Furie BC. Mechanisms of Disease : Mechanisms of Thrombus Formation. The New England Journal of Medicine, 2009, 359(9): 938- 949 Ogbonnia SO, Mbaka GO, Anyika EN, Osegbo OM, Igbokwe NH. Evaluation of

Acute Toxicity in Mice and Subchronic Toxicity of Hydroethanolic Extract of Chromolaena odorata (L.) King and Robinson (Fam. Asteraceae) in Rats. Agriculture and Biology Journal of North America, 2010, 1(5): 859-865 10. Wollenweber E, Dorr M, Muniappan R. Exudate Flavonoids in a Tropical Weed, Chromolaena odorata (L.) R. M. King et H. Robinson. Biochemical Sptematics and Ecology Vol. 23, 1995, 7(8): 873-874