ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

R DENGAN LUKA BAKAR DI RUANG ANGGREK RSU KARDINAH TEGAL Nama mahasiswa Pengkajian Ruang Tangggal Pengkajian Identitas Pasien Nama & Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Suku & bangsa Bangsa Alamat Diagnosa Medis Tanggal Masuk RM : Tn. R 20 th : Islam : Perguruan tinggi : Mahasiswa : Jawa, Indonesia : Indonesia : Pangkah, Rt 06 Rw 07, Kec. Pangkah, Kab. Tegal : Combustio : 4 Agustus 2010 : 248882 : Lambang Setyo Rini : Luka Bakar : Anggrek, 15 : 5 Agustus 2010, Pkl 08.00 WIB

Identitas Penangggung Jawab Nama & umur Alamat Pekerjaan : Ny. F, 42 th : Pangkah Rt 06 Rw 07, Kec. Pangkah, Kab. Tegal : Guru : Ibu Kandung

Hubungan dengan pasien

luka terdapat pus.RIWAYAT KEPERAWATAN / KESEHATAN 1. Pasien pernah mengalami luka bakar karena terkena knalpot di bagian betis tetapi segera sembuh dengan diberi obat luka bakar oleh tetangganya yang perawat.30. kulit pasien melepuh disertai bullae. pasien mengeluh lukanya gatal pada area yang terbakar. Pasien tidak pernah mengalami sakit serius. dia hanya mengalami sakit biasa seperti batuk. Luka dengan derajat 2 dalam seluas 20% dari permukaan tubuh. 2. Pasien tidak nafsu makan.50C. Keluhan Utama Pasien mengalami luka bakar yang disebabkan oleh ledakan tabung gas dengan luas di bagian seluruh lengan kanan dan kiri serta sedikit di bagian dada depan. Pasien mengatakan nyerinya seperti ditusuk – tusuk dan menetap. Dari pengukuran TTV didapatkan data sebagai berikut : TD 130/90 MmHg. pasien mengatakan lukanya nyeri skala 6. pasien mengatakan detak jantungnya lebih cepat dari biasany. ia hanya habis setengah porsi tiap kali makan. RR 24x / menit. WIB Pada saat dikaji. Nadi 84x / menit.. minum sebanyak 5 gelas per hari. pasien mengatakan lukanya gatal. dan pasien kelihatan menahan sakitnya. Suhu 38. pasien tampak kelelahan. . Riwayat Kesehatan / Keperawatan Sekarang Pasien datang ke Rumah Sakit pada tangggal 5 Agustus 2010 pukul 04. pasien mengatakan nyeri nya skala 6. 3. pilek dan diare dan biasanya pasien membeli obat di warung untuk mengatasinya. Riwayat Kesehatan / Keperawatan masa lalu Pasien sebelumnya belum pernah mengalami luka bakar yang separah ini dan belum pernah dibawa ke Rumah sakit. kondisi luka kotor dan banyak jaringan yang mati karena terbakar.

6. POLA FUNGSI KESEHATAN 1. Riwayat Kesehatan / Keperawatan Keluarga Salah satu angggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami luka bakar.4. . Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan Menurut pasien. Riwayat Kesehatan Lingkungan Menurut pasien lingkungan dirumahnya kurang begitu memadai dari segi kesehatan kerena kurangnya ventilasi pada setiap ruangan dan rumah pasien dekat dengan industri pabrik gula dimana terdapat pembuangan limbah disekitarnya dan terkadang limbah tersebut mengakibatkan penyakit ganggguan pernafasan dan tidak ada tempat sampah khusus dirumah pasien karena biasanya keluarga pasien membakar sampah tersebut di kebun belakang rumahnya. sakit adalah adanya kelainan/ sesuatu abnormal didalam tubuh sedangkan sehat adalah tidak adanya keluhan apapun. keluarga dan teman sebayanya karena pasien memiliki sifat yang baik kepada setiap orang. begitu juga dengan penyakit degeneratif lainnya tetapi ayah pasien memiliki penyakit diabetes mellitus. 5. Riwayat Psikososial Untuk saat ini pasien mempunyai masalah dengan keadaan sosialnya baik interaksi dengan masyarakat.

2.Pasien mengkonsumsi tembakau tetpi tidak sering. Pasien mengatakan ia sudah pernah mengalami luka bakar ringan sebelumnya tetapi ia tidak tahu bagaimana perawatannya. dan bergerak dari tempat tidur tetapi pasien tidak ketergantungan. 3. Pasien rentan alergi terhadap suhu dingin dan pasien mudah terserang flu pada suhu tersebut. pasien tidak mengkonsumsi alkohol. ia dapat menata dirinya dengan baik dan ini berarti berada dalam tingkat kemampuan skala 0 yang berarti mandiri. menggunakan toilet. Pola Aktifitas Sebelum sakit Dalam beraktifitas sebelum pasien mengalami luka bakar. Selama sakit Tetapi setelah terkena luka bakar. Pola Nutrisi Dan Metabolik Sebelum sakit Sebelum sakit pasien tidak sedang menjalani diet khusus. pasien cenderung melakukan segala hal dengan bantuan keluarganya dan perawat yang bertugas seperti makan. nafsu makan baik yaitu 3x sehari sebanyak 1 piring dan pasien tidak memilih – . hanya 2 batang sehari .

Pola Istirahat Tidur . Selama sakit Pasien tidak sedang mengalami diet khusus ataupun mengkonsumsi makanan tertentu.milih makanan. mengkonsumsi air sebanyak 7 gelas setiap hari. Pasien mengaku pola makannya cukup baik. Pasien cenderung tidak nafsu makan dan ia hanya habis setengah porsi tiap kali makan. Berat badan pasien turun 2 kg dari 57 kg menjadi 55 kg. Warna feses agak kecoklatan. 5. Pasien mengatakan BAK 4x sehari dan konsistensi urin sedikit dan berwarna agak kehitaman. Pasien makan 3x sehari dan mengkonsumsi air hanya 5 gelas tiap harinya. tidak berlendir atau berdarah. Selama sakit Tetapi setelah terkena luka bakar. Pasin mengalami konstipasi ringan dan pasien mengatakan anusnya sedikit nyeri saat BAB. berbentuk padat agak keras. Pasien mengalami muntah dan kesulitan pada saat menelan dan ia mengatakan tengggorokannya terasa kering. Pengeluaran urin sebanyak 6x sehari dengan warna kuning jernih. Pola Eliminasi Sebelum sakit Pola defekasi pasien sebelum terkena luka bakar adalah BAB 1x tiap harinya dengan konsistensi feses padat. berwarna kuning dan BAB pada pagi hari. pola defekasi pasien sebanyak 1x tiap 2 hari yaitu pada siang hari. 4.

dan bicara normal. cepat lelah. Pasien juga tidak mengalami gangguan pendengaran ataupun penglihatan atau juga penciuman. Selama sakit Tetapi setelah mengalami luka bakar pasien menjadi susah tidur karena badanya panas dan tidak nyaman dengan lukanya sehingga jam tidurnya menurun menjadi 4 jam pada malam hari dan pada saat bangun kepalanya menjadi pusing. Selama sakit Saat ini pasien dalam kedaan sadar dan mudah berorentasi. Pasien terkadang mengorok pada saat kecapean dan pasien sering mengalami ganggguan tidur insomnia. jelas dan tidak berputar-putar. tidak kacau mental. Pasien merasa segar saat bangun tidur dan biasanya pasien mendengarkan musik sebagai pengantar tidurnya. 6. 7. Pola Kognitif Persepsi Sebelum sakit Sebelum sakit pasien merupakan orang yang mudah berorientasi dan tidak mengalami gangguan dalam bicara. Pola Toleransi dan Koping Terhadap Stress . mengantuk. dan sering menguap.Sebelum sakit Kebiasaan tidur pasien sebelum sakit adalah 7 jam pada malam haridari jam 11 malam sampai jam 6 pagi dan tidak pernah tidur siang.

dan pasien memiliki peran yang baik sebagai anak dan kakak. Persepsi Diri / Konsep Diri Dengan adanya luka bakar ini pasien takut dan cemas akan keadaan dirinya terutama kesembuhan dan kepulihan kulitnya dan pasien takut hal ini akan mengggangu citra tubuhnya dan aktivitas sehariharinyadimana luka bakar dapat menyebabkan kecacatan pada kulit ataupun warna pigmen kulit yang berbeda.Sebelum sakit Pasien lebih suka diam dan tidur apabila ada masalah atau mengalami stress tetapi tidak jarang pula ia menceritakan masalahnya pada ibunya dan setelah itu pasien merasa lega. . 8. 9. Pola Hubungan dan peran Sebelum sakit Saat ini pasien terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tingggi swasta. 10. Pola Seksual dan reproduksi Pasien tidak menjawab saat ditanya dan mengatakan malu menjawabnya. Selama sakit Pasien lebih banyak diam daripada bercerita kepada anggota keluarganya karena pasien sedang megalami sakit.

Suhu 38. Pola Nilai dan Keyakinan Sebelum sakit Pasien beragama islam dan menjalankan ibadahnya setiap waktu. Keadaan Umum Ekspresi wajah pasien saat dilakukan pengkajian terlihat kesakitan menahan nyeri tetapi meskipun begitu pasien dalam kesadaran kompos mentis. RR 24x / menit. ..Pasien mudah berinteraksi dengan orang lain. Pemeriksaan TTV TD 130/90 MmHg. Selama sakit Pasien tidak dapat menjalankan kewajiban seperti biasanya dikarenakan keteerbatasan gerak dan lukanya yang tidak boleh terkena air. 2. PEMERIKSAAN FISIK 1. pasien mengatakan suka mengaji pada malam hari. 11. pasien memiliki hubungan yang baik dengan teman – temannya dan juga dengan keluarganya. Nadi 84x / menit. ia merasa malu dan agak menghindari teman-temannya karena sakit yang dideritanya. Selama sakit Selama sakit pasien tidak dapat menjalankan perannya seperti sebelumnya.50C.

ada pus dan sedikit lecet. rambut rata. tidak ada ketombe Kulit : Turgor kulit sedang. Pemeriksaan Dada Paru Inspeksi Palpasi Perkusi : Bentuk dada simetris. pada bagian yang terkena luka bakar terdapat bullae. Kelenjar getah bening : kelenjar getah bening tidak mengalami pembengkakan. Mulut dan mukosa bibir : Tampak kering Leher : tidak mengalami pembengkakan kelenjar tiroid ataupun nyeri tekan. hidung tidak ada polip atau secret dan fungsi penciuman baik. terdapat banyak jarigan mati. kuku kaki dan tangan pendek dan terawat dengan baik. Rambut dan Kelenjar Getah Bening Rambut : Pasien berambut hitam lurus. 5.3. Mata dan telinga : Tidak ada kotoran. terdapat luka bakar : Terdapat nyeri tekan : Tidak dilakukan perkusi karena terdapat luka bakar . pendek. warna kuku putih tidak kekuning kuningan. Pemeriksaan Kulit. Pemeriksaan Kepala dan Leher Kepala dan rambut : Kepala agak lonjong. 4. tidak ada luka.

Pemeriksaan Anggota Gerak Dan Neurologi Ekstremitas atas : pasien tidak dapat menggerakkan tangannya sehubungan dengan adanya luka bakar pada seluruh lengan kiri dan kanan serta sedikit pada bagian dada depan. Kekuatan otot 2. warna kulit sawo matang : Tidak ada nyeri tekan pada organ-organ di dalam abdomen Perkusi : Bunyi perut timpani. . luka kotor dan banyak jaringan yang mati. pus. pada tangan terdapat bullae disertai lepuh. Pemeriksaan Abdomen Inspeksi Palpasi : Bentuk perut rata. terdapat luka bakar : Terdapat nyeri tekan : Tidak dilakukan perkusi karena terdapat luka bakar Auskultasi : Bunyi jantung nyaring 6.Auskultasi : Bunyi nafas vesikuler Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Bentuk dada simetris. pada tangan kanan yang tidak terkena luka bakar dipasang infus RL. Auskultasi : Bising usus 14x / menit 7.

TERAPI . kaki tetap berfungsi dengan baik.Ekstremitas bawah : Pada ekstremitas bawah tidak terdapat gangguan dalam mobilisasi.

. Jenis / Nama Obat Fluid RL dengan Analgetik diclophnac sodium Antibiotik chepalosporin Aturan Pakai 15 tetes / menit Injeksi IV dosis 0.60 meg/Dl Hasil Pemeriksaan 11....Tanggal PENGELOMPOKAN DATA 5 agustus 2010 .... 2...5 cc. 3.2 g/dL Tanda Tangan Yang Mengkaji......63 meg/dL 4......... 2x sehari IV dosis 0...5 cc 2x sehari PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan laboratorium tanggal 5 agustus Pkl 07.............00 WIB Jenis Pemeriksaan Hemoglobin Nilai Normal N : Lk 14-18 g/d Pr 12-14 g/dL Leukosit LED 1 jam LED 2 jam Glukosa seriosa Clorida Kalium Calsium 4000-11000/mm3 Kurang dari 20mm Kurang dari 35 mm 4600/mm3 20 mm 109 mm 153 mg/dL 110 meg/dL 3....NO 1.

Ps mengatakan minum 5x sehari 57kg menjadi 55kg .Ps tampak kesakitan pada daerah luka bakar Ps Ps nyerinya skala 6 menahan nyeri seluruh lengan kanan dan mengatakan .pasien terlihat kelelahan .NO 1.Suhu 38. terdapat pus.Ps mengatakan nyeri .Ps mengatakan sakit . Nutrisi .Ps mengatakan mual saat makan saat menelan .50C .BB pasien turun 2kg dari nyerinya menetap dan dada depan seperti ditusuk-tusuk 2. KEBUTUHAN MASLOW Nyeri DS DO .. Resiko tinggi Ps Ps mengatakan mengatakan melebarnya area badannya demam infeksi luka lukanya gatal 3.kulit melepuh disertai bullae .turgor kulit sedang .mukosa mulut kering ANALISA DATA ...ps mengatakan makan habis setengah porsi . luka masih kotor .Terdapat banyak jaringan yang mati.Luka bakar terdapat di mengtatakan kiri dan sedikit di bagian .

Luka bakar terdapat di seluruh lengan kanan dan kiri dan sedikit di bagian dada depan . pus.Ps mengtatakan nyerinya menetap dan seperti ditusuktusuk DO .50C DO 3. DS Ps mengatakan badannya Resiko tinggi melebarnya area infeksi luka Luka kotor demam Ps mengatakan lukanya gatal kulit melepuh disertai bullae Terdapat banyak jaringan mati.Ps tampak kesakitan menahan nyeri .Ps mengatakan nyeri pada daerah luka bakar .pasien terlihat kelelahan PROBLEM Nyeri akut ETIOLOGI Luka bakar / combustio 2.NO 1 DATA DS .Ps mengatakan nyerinya skala 6 . dan luka masih kotor Suhu 38. DS Ps mengatakan mual saat Gangguan nutrisi kurang dari Anoreksia makan .

Nyeri akut berhubungan dengan luka bakar ditandai dengan : DS : Ps mengatakan nyeri pada daerah luka bakar Ps mengatakan nyerinya skala 6 Ps mengtatakan nyerinya menetap dan seperti ditusuk-tusuk ..Ps mengatakan makan habis setengah porsi .- Ps mengatakan sakit saat kebutuhan menelan dan tenggrokan kering . Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan luka kotor 3... Nyeri akut berhubungan dengan luka bakar 2.mukosa mulut kering PRIORITAS MASALAH 1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Ps mengatakan minum 5x sehari DO .BB pasien turun 2kg dari 57kg menjadi 57kg .turgor kulit sedang .

Resiko tinggi melebarnya area infeksi luka berhubungan dengan luka kotor ditandai dengan : DS DO kulit melepuh disertai bullae Terdapat banyak jaringan mati. Gangguan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia ditandai dengan : DS Ps mengatakan mual saat makan Ps mengatakan sakit saat menelan dan tenggrokan kering ps mengatakan makan habis setengah porsi Ps mengatakan minum 5x sehari DO BB pasien turun 2kg dari 57kg menjadi 55kg .50C Ps mengatakan badannya demam Ps mengatakan lukanya gatal 3. pus dan luka masih kotor Suhu 38.DO : Ps tampak kesakitan menahan nyeri Luka bakar terdapat di seluruh lengan kanan dan kiri dan sedikit di bagian dada depan pasien terlihat kelelahan 2.

- turgor kulit sedang mukosa mulut kering .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful