Anda di halaman 1dari 2

D.

Penebah (Thresher)

Fungsi : 1. Hoisting crane : Mengangkat dan menuangkan buah masak ke Autofeeder 2. Thresher : Melepaskan brondolan dari tandan 3. Bunch crusher : Melepaskan brondolan yang masih terikut dalam tandan kosong. Spesifikasi Alat : Kapasitas hoisting crane = 5 ton/unit Putaran Autofeeder maksimal 2 rpm (gear box dilengkapi dengan tipe variable speed) Thresher kapasitas 30 ton TBS/jam= 1.9-2,0 meter, panjang = 3,5 meter, dan dindingnya berupa kisi-kisi dengan jarak =50 mm. Bunch crusher dapat mengolah seluruh tandan kosong.

Pengoperasian : a. Interval penuangan Hoisting crane harus kontinu dengan perhitingan =60 menit : (30 ton/jam 2,5 ton/lori) = 5 menit. Operator Hoisting crane harus mempunyai sertifikat dari Depnaker. Hoisting crane harus diperiksa 1x setahun oleh Depnaker (PNKK) b. Rpm Thresher disetel 23. Semakin besar tandan, semakin cepat putaran. c. Membersihkan kisi-kisi tromol sebelum mengolah agar brondolan yang sudah terpisah dari tandan kosong cepat jatuh ke bottom fruit conveyer. d. Mengambil contah untuk dianalisa setiap 2 jam sebanyak 5 tandan kosong yang keluar dari tromol thresher.

4 Pengawasan Operasional a. Norma % kattekopan = 0,5 %, brondolan ikut/lekat dalam tandan kosong = 2,5 % dan kandungan minyak dalam tandan kosong =1,85 % terhadap contoh. b. Pastikan bahwa seluruh tandan kosong melalui (masuk kedalam) Bunch Crusher sehingga seluruh bagian brondolan yang masih lengket dalam tandan kosong dapat terkutip.

5 Trouble Shooting a. Persentase kattaopen diatas norma kemungkinan disebabkan : -Tekanan steam perebusan rendah

-Holding time yang terlalu singkat -Buah abnormal yang tidak bisa membrondol -pembuangan steam terlalu lambat akibat pipa outlet terlalu kecil -Pembuangan udara (di dalam rebusan dan di sela-sela tandan ) tidak sempurna -Pengumpanan ke Autofeeder tidak merata dan meampaui kapasitas (over load ) -Putaran tromol Thresher tidak sesuai dengan berat tandan -Pembuangan air kondeset perebusan tidak sempurna

b. Brondolan ikut tandan kosong yang lebih tinggi dari norma kemungkinan disebabkan karena : -Buah belum memenuhi criteria matang panen -Holding time terlalu singkat -Tekanan steam perebusan rendah -Temperatur tidak tercapai akibat pembuangan udara/air kondensat tidak tuntas -Peengumpan buah ke Thresher terlalu banyak -Putaran tromol Thresher tidak sesuai ( terlalu cepat/lambat) -Pembuangan steam terlalu lambat akibat pipa outlet terlalu kecil c. Kandungan minyak dalam tandan kosong yang lebih tinggi dari norma kemungkinan disebabkan: -Holding time terlalu lama -Penuangan Autofeeder terlalu banyak d. Jika seluruh tandan kosong tidak melalui Bunch Crusher sehingga masih ada brondolan yang ikut dalam tandan kosong. -Kapasitas Bunch Crusher < dibandingkan dengan produksi dari tandan kosong Thresher.