Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.

D DENGAN DEMAM BERDARAH DI RUANG BOUGENFILE RS BHAKTI ASIH BREBES Nama Mahasiswa Pengkajian Ruang Tanggal Pengkajian I. Identitas Pasien Nama Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Suku Bangsa Alamat Tanggal Masuk RS Diagnosa Medis II. Identitas Penanggung Jawab Nama Umur Alamat Pekerjaan Hubungan dengan pasien : Ny. S : 43 tahun : Wanareja, RT 05 RW 03 Pemalang : PNS : Ibu Pasien : An. D : 5 tahun : Islam : : : Jawa : Indonesia : Wanareja, RT 05 RW 03 Pemalang : 30 Mei 2010 : Demam Berdarah : M. Firdaus Syabana : Kasus Demam Berdarah : Garuda : 25 Mei 2010

Riwayat Keperawatan / Kesehatan : 1. Keluhan Utama An. D saat di kaji mengatakan badannya panas

2. Riwayat Kesehatan / Keperawatan sekarang Ibu klien mengtakan anaknya mengeluh tidak enak badan dan kurang nafsu makan sejak tanggal 24-05-2010, disertai dengan, badan panas, tidak nafsu makan dan tidak mau minum. Panas berkurang setelah minum obat paracetamol, tapi hanya sebentar kemudian panas lagi. Pada tanggal 25-05-2010 dibawa ke RS. Bhakti Asih dan dirawat inap. Pada saat fikaji pasien mengeluh tidak enak badan, lemas dan panas tinggi sampai 38C. 3. Riwayat Kesehatan / Keperawatan masa lalu a. Riwayat pemakaian obat : Ibu klien mengatakan sebelum klien dibawa ke RS klien diberi paracetamol yang dibelinya di apotik dekat rumahnya. b. Klien sebelumnya belum pernah mengalami demam seperti ini, ibu klien mengatakan bahwa anaknya belum pernah di rawat di RS 4. Riwayat Kesehatan / Keperawatan Keluarga Di dalam keluarga klien, semuanya tidak pernah mengalami penyakit seperti yang di derita oleh klien. Menurut ibu klien anggota keluarganya sering mengalami demam tetapi hanya demam biasa tidak seperti klien. Di dalam kel;urga klien tidak ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit keturunan, dank lien tidak mempunyai alergi. 5. Riwayat Kesehatan Lingkungan Lingkungan di RS bersih, nyaman tidak ada sampah, dan suasananya juga tenang. 6. Riwayat Psikososial Tidak ada masalah psikologis yang dialami pasien. Pasien menunjukkan sikap baik pada perawat dan mudah berkomunikasi dengan orang lain.

7. Riwayat Imunisasi Imunisasi : Ibu klien mengatakan An. D mendapatkan imunisasi lengkap : BCG, Polio 3x, DPT 3x Campak 1x dan Hepatitis 3x dan pemberian imunisasinya sesuai dengan waktunya. POLA FUNGSI KESEHATAN 1. Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan Klien biasanya jajan sembarangan ketika dirumah, klien sering bermain di dekat sungai. 2. Pola Aktifitas Latihan Klien kalau di rumah biasa melakukan aktifitasnya dengan sendiri misalnya, mandi, makan, memakai pakaian Pada saat di Rumah Sakit Klien biasanya kalau makan di suapi ibunya, tidak biasa memakai baju sendiri, dan kalau mandi dimandikan ibunya. 3. Pola makan Sebelum klien sakit klien biasanya makan 3X sehari, klien makan dengan lahap. Paa saat Klien sakit Ibu klien mengatakan bahwa anaknya susah kalu diberi makanan, biasanya klien hanya mau makan setengah porsi saja dalam sekali makan. 4. Pola Eliminasi Menurut Ibu klien sebelum anaknya sakit, klien selalu rutin Bab 1X dalam sehari, dan BAK 4X sehari, pada saat sakit ibu klien mengatakan mengatakan bahwa anaknya BAB yaitu 2X sehari, tidak ada konstipasi, BAK 4X sehari. 5. Pola Istirahat dan Tidur Menurut ibu klien, sebelum klien sakit klien biasa tidur malam jam 9 dan bangun jam 5 pagi, dan biasa tidur siang 2 jam.

Ibu klien mengatakan ketika klien sakit, klien tidur jam 10 malam kemudian bangun jam 6 pagi, dan jarang tidur siang Pasien tidak pernah mengalami gangguan tidur. 6. Pola Kognitif Persepsi Keluarga sangat khawatir dan cemas terhadap penyakit anaknya dan sangat mengharapkan klien cepat sembuh, apapun akan dilakukan oleh keluarga untuk kesembuhan anaknya. 7. Persepsi Diri / Konsep Diri Pasien selalu percaya diri, tidak ada perasaan cemas hanya saja takut dengan jarum suntik. 8. Pola Keyakinan Menurut ibu klien, klien selalu berdoa di saat klien mau tidur. Ibu klien menganggap penyakit yang didereita klien adalah suatu cobaan dari Tuhan, dan ibu klien percaya bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. PEMERIKSAAN FISIK 1. Keadaan Umum klien tanpak lemah 2. TTV : S : 38 C N : 80 X/menit RR : 28X/menit TD : 100/80mmHg 3. Pemeriksaan kulit Kuit tampak kering 4. Pemeriksaan kepala dan leher a. Kepala :

Bentuk kepala mesosephal, bersih, tidak ada lesi, rambut hitam lurus, muka merah. b. Mata : Isokor, reflek pupil simetris, konjungtiva anemis, sclera tidak ikteric, tidak ptosis, koordinasi gerak mata simetris dan mampu mengikuti pergerakan benda secara tak terbatas. c. Hidung : Simetris, bersih, tidak ada polip hidung, tidak ada epistaksis, ada lendir sedikit. d. Telinga : Simetris, bersih, tidak ada tanda peradangan ditelinga/ mastoid. Cerumen tidak ada, reflek suara baik dan tidak berdengung. e. Mulut : Bibir tidak cyanosis, bibir kering, tremor tidak ditemukan, tonsil tidak membesar, tidak ada stomatitis dan agak berbau. f. Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar thiroid, tidak ditemukan distensi vena jugularis. 5. Pemeriksaan dada a. Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi : Bentuk dada simetris : Ekspansi dada kanan dan kiri seimbang : Sonor

Auskultasi : Vesikuler b. Jantung Inspeksi Palpasi : Tidak ada pembesaran jantung : Bentuk dada simetris

Perkusi

Auskultasi : Bunyi jantung normal 6. Sistem Respirasi Bentuk dada normal, Pergerakan napas simetris,bunyi nafas vesikuler tidak ada retraksi otot bantu nafas tidak ada, tidak terdapat pernapasan cuping hidung, batuk tidak ada, sputum tidak ada. 7. Sistem Genitourinary Bentuk alat kelamin normal dan bersih, frekuensi BAK 3-4x /hari, warna kuning agak pekat, produksi urin 500 cc /hari. 8. Sistem Gastrointestinal Mulut : mukosa bibir kering, lidah hiperemik, rongga mulut bersih dan tidak ada caries. Abdomen : bentuk normal, kembung, peristaltik lambung 8x/menit, terdapat nyeri tekan daerah hepar dan asites positif serta klien merasa mual. Nafsu makan menurun, anak hanya mau makan 3 sendok makan, minum tidak suka, harus dipaksakan baru mau minum. BAB : 1x /hari, konsistensi lembek, bau khas feses, warna kuning, 9. Sistem muskuloskeletal dan integument Kemampuan pergerakan sendi terbatas dengan dipasang infus.Kulit pucat, turgor baik,tidak ada oedema, akral hangat, tidak ada deformitas, keempat ekstremitas simetris, kekuatan otot baik. Pethikae bekas rumple leed, tidak terdapat perdarahan spontan pada kulit. 10. Sistem pengindraan Mata :Pupil isokor, reflek cahaya positif, konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik, tidak menggunakan kacamata. Hidung Telinga : Bentuk normal : Tidak berbau, pendengaran normal.

11. Sistem Endokrin Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan pembesaran kelenjar parotis.

PROGRAM TERAPI Hari/ Tanggal : 26 Mei 20010 NO 1. 2. JENIS/NAMA OBAT Infus D5 1200 cc Vit B compleks ATURAN PAKAI 24 jam 3x sehari

PEMERIKSAAN PENUNJANG Hasil Pemeriksaan Laboratorium Hari / Tanggal Jenis Pemeriksaan Leukosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit : Nilai Normal 4000-10000mm3 13,5-18,0 g/dl 37,0-43,0 150000-400000 26 Mei 20010 Hasil Pemeriksaan 5000 /mm3 14,00 g/dl 37,0 130000

PENGELOMPOKAN DATA

Pola kesehatan
Keluhan Utama : Peningkatan suhu tubuh

DATA SUBJEKTIF Ny. S mengatakan badan anaknya panas Ny. S mengatakan anaknya tidak mau makan, klien makan hanya setengah porsi dalam 1 kali makan ibu klien mengatakan mengatakan bahwa anaknya BAB yaitu 2X sehari, tidak ada

DATA OBJEKTIF Suhu : 38C An. D tampak lemah, makan hanya mau setengah porsi saja

Pola Nutrisi dan Metabolik

Pola Eliminasi

1. BAB konsistensi lembek dan berwarna kuning 2. Urin berwarna

konstipasi, BAK 4X sehari. Ny. S mengatakan anaknya kalau makan di suapi Pola Aktifitas Latihan ibunya, tidak biasa memakai baju sendiri, dan kalau mandi dimandikan. Pemerisaan Penunjang : Pemeriksaan Laboratorium Trombosit ANALISA DATA NO Analisa Data DS : Ny. S mengatakan anaknya tidak mau makan, klien makan hanya setengah 1 porsi dalam 1 kali makan DO : An. D tampak lemah, makan hanya mau setengah porsi 2 tiap kali makan DS : Ibu klien mengatakan badan anaknya panas. DO : Badan Terasa panas dengan suhu 38 C Peningkatan suhu tubuh Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Masalah _

kuning dan berbau khas Amoniak Tampak semua aktivitasnya di bantu keluarga seperti makan, minum dan ke kamar mandi.

Trombost : 130000

Etiologi

Anoreksia

Proses infeksi virus dengue

TTV : S : 38C Nadi : 85x / menit TD : 110 /80 RR ; 20 x / menit DS : Ibu Klien mengatakan anaknya tidak mau minum dan badan 3 anaknya panas DO : Turgor kulit kering, Mukosa bibir kering, Suhu klien 38C DIAGNOSA KEPERWATAN 1. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, ditandai dengan DS : Ibu klien mengatakan anaknya tidak mau makan, tidak mau minum susu. DO : An. D tampak lemah, makan hanya mau setengah porsi setiap makan 2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh, ditandai dengan DS : Ibu Klien mengatakan anaknya tidak mau minum dan badan anaknya panas DO : Turgor kulit kering, Mukosa bibir kering, Suhu klien 38C 3. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi virus dengue, ditandai dengan DS : Ibu klien mengatakan badan anaknya panas. DO : Badan terasa panas S : 38C TTV S : 38C Nadi : 85x / menit Kekurangan Volume Cairan Peningkatan suhu tubuh

TD : 110 /80 RR ; 20 x / menit

PRIORITAS MASALAH Berdasarkan konsep TRIAGE, maka diprioritaskan: 1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi virus dengue, ditandai dengan DS : Ibu klien mengatakan badan anaknya panas. DO : Badan klien panas dengan suhu 38C TTV S : 38C Nadi : 85x / menit TD : 110 /80 RR ; 20 x / menit 2. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, ditandai dengan DS : Ibu klien mengatakan anaknya tidak mau makan, hanya mau makan setengah porsi saja.. DO : An. D tampak lemah, makan hanya mau setengah porsi setiap makan 3. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh, ditandai dengan DS : Ibu Klien mengatakan anaknya tidak mau minum dan badan anaknya panas DO : Turgor kulit kering, Mukosa bibir kering, Suhu klien 38C

INTERVENSI Hari/ Tgl Senin, 25-05-2010 Jam09.00 Diagnosa Tujuan / Keperawatan Kriteria Hasil Peningkatan setelah suhu dengan proses dengue tubuh dilakukan keperawatan 3x24 jam suhu normal 37C Kriteria : TTV khususnya suhu dalam batas normal (36C 37C), Membran mukosa basah, nadi dalam batas normal (80- 100 x/mnt). berhubungan tindakan asuhan Intervensi 1.Berikan kompres biasa / kran 2.Anjurkan klien minum 1500 2000 ml 3.Anjurkan untuk memakai pakaian tipis menyerap keringat. 4.Observasi intake dan out put 5.Kolaborasi untuk pemberian Senin, 25-05-2010 Jan 09.00 Nutrisi kebutuhan tubuh dengan Setelah tindakan asuhan keperawatan kebutuhan antipiretik 1.Kaji keluhan 1.Menentukan mual, muntah atau penurunan nafsu makan 2.Berikan intervensi selanjutnya. 2.Mengurangi kelelahan dan klien mencegah yang dan air Rasional 1.Kompres mengganti karena panas pengeluaran urine guna pembuangan panas lewat urine. 3.Memberikan nyaman memperbesar penguapan panas. 4.Deteksi terjadinya kekurangan volume tubuh. 5.Antipireik berguna bagi panas. penurunan cairan rasa dan akan cairan TTd

tubuh yang keluar

untuk banyak 2.Memacu

infeksi virus tubuh kembali

kurang dari dilakukan

berhubungan 3x24 jam

anoreksia

nutrisi tubuh terpenuhi Kriteria : Tidak ada tanda-tanda malnutrisi, Nafsu makan meningkat, porsi makanan yang disajikan mampu dihabiskan klien mual dan muntah berkurang

makanan yang mudah ditelan mudah cerna 3.Berikan makanan porsi kecil tapi sering. 4.Hindari makanan yang merangsang dan mengandung gas. 5.Kolaborasi pemberian cairan parenteral 6.Menganjurkan untuk memberi makanan kesukaan klien 1.Observasi Vital sign setiap jam atau lebih 2.Observasi capillary refill 3.Observasi intake dan

perdarahan gastrointestinal. 3.Menghindari mual dan muntah. 4.Mencegah terjadinya distensi pada yang menstimulasi muntah. pemasukan lebih banyak. 6.Nutrisi parenteral sangat diperlukan jika intake peroral sangat kurang. yang lambung dapat

(pedas / asam) 5.Memungkinkan

Senin, 25-05-2010 Jam 09.00

kekurangan volume cairan dengan peningkatan suhu tubuh

Tujuan : Tidak terjadi devisit voume cairan / syok hipovolemik. Setelah dilakukan

1.Mengetahui kondisi fluktuasi 2.Indikasi keadekuatan sirkulasi perifer. dan cairan mengidentifikasi intra vaskuler.

berhubungan Tidak terjadi

tindakan asuhan keperawatan 3x24 jam klien mau minum, input dan output volume cairan seimbang. Kriteria : Input dan output seimbang, Vital sign dalam batas normal (TD 110/70 mmHg, N: 80120x/mnt), Tidak ada tanda presyok, Akral hangat, Pulsasi kuat.

output, catat jumlah, warna, konsentrasi dan BJ urine. 4.kolaborasi pemberian cairan intra vena, plasma atau darah. 5.Anjurkan anak untuk banyak minum 15002000 ml /hari (sesuai toleransi)

3.Penurunan haluaran urine / urine yang pekat dengan peningkatan BJ diduga dehidrasi. 4.Untuk pemenuhan kebutuhan tubuh peroral. 5.Meningkatkan jumlah tubuh mencegah terjadinya hipovolemik syok cairan untuk ciran

IMPLEMENTASI Hari / Tanggal/Jam Senin, 30-05-2011 Jam 09.00 No Dx 1 Impementasi 1. Memberikan kompres air biasa Respon DS : ibu klien mengatakan badan anaknya sudah tidak panas lagi DO : Suhu tubuh kembali normal 37 C. DS : ibu klien mengatakan sudah mengajnurkan anaknya untuk minum air putih DO : klien sudah mau minum 6 gelas sehari DS: Ibu pasien mengatakan sudah menganjurkan kepada klien untuk mengganti pakaiannya yang menyerap keringat. DO : Klien sudah menggunakan pakaian yang menyerap keringat TTd

09.10

2. Menganjurkan klien untuk banyak minum 1500 2000 ml

09.15

3. Mengnjurkan untuk memakai pakaian yang tipis dan menyengat keringat.

09.20

4. Mengobservasi intake dan out DS : put DO : volume cairan tubuh terpenuhi 5. Berkolaborasi untuk DS : pemberian antipiretik Kompres akan memberikan DO : Suhu Tubuh 37C pengeluaran panas secara induksi. 1. Mengkaji keluhan mual, DS : pasien mengatakan muntah atau penurunan nafsu sekarang sudah tidak mual makan dan muntas lagi. DO : tidak ada perdarahan pada gastrointestinal.

09.25

Senin, 25-05-2010 Jam 09.30

09.35

2. Menganjurkan klien makan DS : ibu klien mengatakan

makanan yang mudah mudah cerna

sudah memberikan pasien bubur DO : Klien makan makanan ang diberikan oleh RS

09.40

3. Menganjurkan keluarga DS : menurut ibu klien, klien untuk memberikan makan sudah mau menghabiskan pada klien dengan porsi kecil makanan dalam porsi kecil tapi sering. DO : klien sudah mau menghabiskan makanan daam porsi kecil 4. Menganjurkan klien untuk DS : Ibu klien mengatakan menghindari makanan yang anaknya tidak suka dengan merangsang (pedas / asam) makanan yang pedas dan mengandung gas. DO : Klien tidak memakan makanan yang pedas 5. Menganjurkan klien diberi DS: makanan kesukaannya Menurut ibu klien, anaknya suka sekali dengan ayam goring DO : Kebutuhan nutrisi terpenuhi

09.42

09.45

Senin, 30-05-2010 Jam 09.45

1. Mengobservasi Vital setiap jam atau lebih

sign DS : Ibu klien mengatakan anak saya sekarang badannya sudah tidak panas lagi. DO : Suhu 37 C

Adit

09.48

2. Mengobservasi refill

capillary DS : DO : Capillary refill normal yaitu 2 detik

Adit

09.50

09.54 09.59

3. Mengobservasi intake dan DS : Ibu Pasien mengatakan output, catat jumlah, warna, klien BAK 4X sehari. konsentrasi.. DO : warna urine kuning bening, jumlah 4 L / hari 4. Berkolaborasi dalam DS : pemberian cairan intra vena DO : Pemberian Infus D5 1200 cc 24 jam. 5. Menganjurkan anak untuk DS : Menurut Ibu klien banyak minum 1500-2000 ml anaknya sudah mau minum /hari (sesuai toleransi) air . DO : Klien minum air putih 6 gelas / hari

Adit

Adit

Adit

EVALUASI Hari / Tanggal Senin, 25-052010 Jam 10.00 Senin, 25-052010 Jam 10.10 2 No dx 1 Evaluasi S : ibu klien mengatakan panas badan anaknya sudah menurun. O : S 37 C, membran mukosa basah, A : badan masih terasa hangat P :.pertahankan intervensi S : Ibu klien mengatakan nafsu makan mulai meningkat O :Tidak ada tanda-tanda malnutrisi. Nafsu makan meningkat Porsi makanan yang disajikan hampir habis 1 porsi Mual dan muntah sudah tidak ada.. A : Makan habis porsi P : pertahankan intervensi Senin, 25-052010 Jam 10.20 3 S : Ibu klien mengatakan anaknya sudah mau minum banyak. O : Klien minum air putih 5 gelas dan 2 gelas susu/24jam TD : 120/80 Nadi :110 x/mt Turgor kulit baik. Kulit tidak kering. Mukosa mulut basah. Capilarry refill < 3 detik. Badan teras hangat Pulsasi kuat. A : masalah teratasi sebagian P : pertahankan intervensi Adit Adit Adit TTd