Anda di halaman 1dari 18

1. Menentukan satuan yang digunakan.

2. Untuk menganalisis portal 2D maka digunakan 2D frames

3. Jika menggunakan portal frame dimensions untuk menggabarkan model geometri, maka akan tidak fleksibel dalam menentukan jarak tiap bentang dan ketinggian tiap lantai. Untuk mempermudah pengambaran maka geometri maka beri tanda centang pada Use Costume Grid Spacing and Locate Origin

4. Masukkan data model geometri portal.

5. Hasil model geometri portal 2D.

6. Input data material propertis untuk beton.

7. Input data material propertis untuk sengkang.

. 8. Input data material propertis untuk tulangan utama.

9. Input data Section propertis untuk balok dak.

10. Input data tulangan untuk balok dak.

11. Input data Sectin propertis untuk balok lantai.

12. Input data tulangan untuk balok lantai.

13. Input data section propertis untuk kolom.

14. Input data tulangan untuk kolom

15. Desain load patterns diisi hanya beban dead karena beban yang berikan adalah beban ultimate (qu).

16. Define load cases diisi hanya beban dead karena beban yang diberikan adalah beban ultimate (qu)

17. Load Case Data

18. Data kombinasi pembebanan, karena beban kita sudah dalam bentuk beban ultimate (qu) maka nilai scale factor yang digunakan 1

19. Menentukan jenis perletakan. Perletakan yang dipilih adalah jepit.

20. Memberikan input data pembebanan berupa beban merata untuk balok dak.

21. Memberikan input data pembebanan segitiga yang nilainya dikalikan 2 dari besaran nilai yang dihitung, karena pada balok tersebut menerima 2 beban segitiga yang sama.

22. Memberikan input data pembebanan berupa beban merata untuk balok lantai.

23. Memberikan input data pembebanan segitiga yang nilainya dikalikan 2 dari besaran nilai yang dihitung, karena pada balok tersebut menerima 2 beban segitiga yang sama.

24. Selanjutnya dapat kita run.

25. Output sap 2000 berupa deformasi

26. Output sap 2000 berupa reaksi perletakan

27. Output sap 2000 berupa diagram normal

28. Output sap 2000 berupa diagram lintang.

29. Output sap 2000 berupa diagram momen.

30. View/revise preferences,faktor reduksi disesuaikan dengan SNI 03 2847 2002

31. View/revise overwrites, untuk framing Type digunakan Sway Ordinary

32. Pada Select design combos, add COMB1.

33. Desain output pilih longitudinal reinforcing untuk mengetahui luas tulangan utama.

34. Hasil desain output sap 2000 berupa As perlu.

35. Selanjutanya pada sub menu desaing pilih verify all member passed Jika tulisan all member passed maka semuanya dapat dianalisa (memenuhi syarat). Jika ada tulisan 2 frame not passed maka ada 2 batang yang error sehingga harus diubah section properties.

36. Jika ingin melihat data lebih detail dapat mengklik kanan pada balok maka akan muncul jendela informasi desain balok. Kemudian pilih summary.