Anda di halaman 1dari 8

2012

M. Nur Qomaruddin
alfiyahibnumalik@gmail.com

[SIMULASI & ANALISIS]


Respons transien plant orde dua dengan beberapa macam sinyal uji Dokumen ini adalah arsip intelektual M. Nur Qomaruddin dari Yayasan Masjidillah Indonesia

mnurqomaruddin.blogspot.com

18 April 2012

1 Spesifikasi Plant
Dalam simulasi ini, digunakan tiga macam plant orde dua. Spesifikasi masing-masing plant yang digunakan ditampilkan dalam Tabel 1.
Tabel 1 Spesifikasi plant

PARAMETER Gain Overall (K) Redaman ( ) Frekuensi ( )

PLANT 1 0.8 0.3 15

PLANT 2 1 0.4 12

PLANT 3 0.8 0.2 12

2 Analisis
2.1 Respons transien terhadap masukan Sinyal Step
Respons Transien Plant I 1.4 Output Input 1.2

Keluaran

0.8

0.6

0.4

0.2

0.5

1.5

2 2.5 3 Waktu (detik)

3.5

4.5

Dengan masukan sinyal unit step, respons transien plant 1 mencapai nilai steady-state dalam waktu 0,8 detik setelah mengalami dua kali osilasi dan error steady-state sebesar 0.2 atau 20%. Plant ini mengalami overshoot maksimum sebesar 37,5% terhadap keadaan steadystate. Hasil simulasi ini menyatakan bahwa plant dapat mengikuti sinyal masukan yang konstan.

2|Halaman

mnurqomaruddin.blogspot.com
Respons Transien Plant II 1.4 Output Input 1.2

18 April 2012

Keluaran

0.8

0.6

0.4

0.2

0.5

1.5

2 2.5 3 Waktu (detik)

3.5

4.5

Berdasarkan grafik respons transien plant 2, diketahui bahwa plant ini mencapai nilai steadystate dalam waktu 0.8 detik, seperti plant 1, tetapi hanya melalui sekali osilasi dan memiliki error steady-state nol. Jumlah osilasi yang dialami plant 2 lebih kecil dari plant 1 karena frekuensi alami ( ) plant 2 lebih rendah. Overshoot maksimum yang dialami oleh plant ini mencapai 25%, lebih kecil daripada yang dialami oleh plant 1. Perbedaan nilai overshoot maksimum ini terjadi karena perbedaan nilai redaman ( ) antarkedua plant. Hasil simulasi ini menyatakan bahwa plant dapat mengikuti sinyal masukan yang konstan.

3|Halaman

mnurqomaruddin.blogspot.com
Respons Transien Plant III 1.4 Output Input 1.2

18 April 2012

Keluaran

0.8

0.6

0.4

0.2

0.5

1.5

2 2.5 3 Waktu (detik)

3.5

4.5

Berbeda dengan plant 1 dan plant 2, plant 3 ini baru mencapai nilai steady-state pada waktu 1.6 detik setelah mengalami tiga kali osilasi. Error steady-state plant ini adalah tidak nol karena ada perbedaan antara nilai input dan output dalam steady-state sebesar 20%. Overshoot maksimum yang dialami plant ini mencapai 50%, nilai overshoot yang sangat besar. Jika dibandingkan dengan plant 1 dan plant 2, respons transient plant 3 paling lama mencapai steady-state, paling banyak melakukan osilasi, dan paling besar overshoot maksimumnya padahal frekuensi natural plant ini sama dengan plant 2 dan bahkan lebih kecil daripada plant 1. Nilai redaman yang hanya 0.2 adalah penyebab tingginya overshoot maksimum yang dialami plant sehingga membuat respons plant membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai steady-state. Meskipun demikian, dari hasil simulasi ini, plant dapat mengikuti sinyal masukan yang konstan.

4|Halaman

mnurqomaruddin.blogspot.com

18 April 2012

2.2 Masukan Sinyal Ramp


Respons Transien Plant I 5 4.5 4 3.5 3 Output Input

Keluaran

2.5 2 1.5 1 0.5 0

0.5

1.5

2 2.5 3 Waktu (detik)

3.5

4.5

Hasil simulasi untuk plant 1 dengan sinyal masukan ramp menunjukkan bahwa plant ini tidak dapat mengikuti sinyal masukan yang berubah naik terhadap waktu. Grafik ini menampilkan bahwa respons plant perlahan menyimpang dari sinyal masukan. Semakin besar waktu pengamatan maka semakin besar pula penyimpangan antara sinyal masukan dengan respons plant.

5|Halaman

mnurqomaruddin.blogspot.com
Respons Transien Plant II 5 4.5 4 3.5 3 Output Input

18 April 2012

Keluaran

2.5 2 1.5 1 0.5 0

0.5

1.5

2 2.5 3 Waktu (detik)

3.5

4.5

Tidak seperti plant 1, repons transient plant 2 dapat mengikuti sinyal masukan ramp seiring peningkatan waktu dan amplitude sinyal masukan. Meskipun demikian, terdapat perbedaan sebesar 0.05 detik antara sinyal input dan output yang merepresentasikan nilai parameter delay dari plant untuk sinyal masukan yang berubah naik terhadap waktu.

6|Halaman

mnurqomaruddin.blogspot.com
Respons Transien Plant III 5 4.5 4 3.5 3 Output Input

18 April 2012

Keluaran

2.5 2 1.5 1 0.5 0

0.5

1.5

2 2.5 3 Waktu (detik)

3.5

4.5

Berdasarkan grafik ini, dapat disimpulkan bahwa plant 3 tidak dapat mengikuti sinyal masukan yang berubah naik terhadap waktu. Terdapat penyimpangan antara sinyal masukan dan keluaran plant yang semakin besar seiring dengan peningkatan waktu.

2.3 Masukan Sinyal Sinusoidal


Respons Transien Plant I 1 0.8 0.6 0.4 0.2 Output Input

Keluaran

0 -0.2 -0.4 -0.6 -0.8 -1

5 Waktu (detik)

10

15

7|Halaman

mnurqomaruddin.blogspot.com
Respons Transien Plant II 1.5 Output Input 1

18 April 2012

0.5

Keluaran

-0.5

-1

-1.5

5 Waktu (detik)

10

15

Respons Transien Plant III 1 0.8 0.6 0.4 0.2 Output Input

Keluaran

0 -0.2 -0.4 -0.6 -0.8 -1

5 Waktu (detik)

10

15

Dengan mengamati ketiga grafik hasil simulasi ini, ditarik sebuah kesimpulan bahwa ketiga plant dapat mengikuti sinyal masukan yang berubah terhadap waktu atau sinusoidal dan tidak memiliki delay untuk sinyal masukan dengan frekuensi 1 rad/det. Perbedaan amplitude antara sinyal masukan dan keluaran disebabkan oleh parameter gain overall dari masingmasing plant. Respons transient untuk plant 2 terlihat benar-benar tepat mengiringi sinyal masukan sinusoidal karena gain overall plant 2 ini adalah 1. 8|Halaman