Anda di halaman 1dari 19

Cara kerja mesin cuci Mesin cuci sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di rumah tangga.

Cara kerja mesin cuci ini sangat sederhana dan mudah dipahami. Mesin cuci digerakan oleh motor listrik satu fasa. Motor ini dapat bergerak dua arah untuk mengucek pakaian saat di cuci. Motor dihubungkan ke bak cuci atau agitator dengan belt dan roda pemutar (pully). Mesin cuci ada yang pengisiannya dari depan, biasanya mesin cuci ini proses pencucian pakaian sudah otomatis mulai dari tahap pencucian sampai pengeringan. Yang kedua mesin cuci yang pengisiannya dari atas, ada yang otomatis ada juga yang tidak. Tapi pada prinsipnya cara kerja mesin cuci baik yang manual maupun otomatis hampir sama. Cara kerja mesin cuci otomatis Pertama pakaian kotor dimasukan kedalam drum atau bak mesin cuci. Kontrol (alat elektronik yang mengatur semua pergerakan mesin cuci) akan mendeteksi berapa berat dari pakaian (dengan mengetahui berapa beban motor), setelah berat pakaian diketahui kontrol akan mengatur level air, waktu cuci, waktu bilas, waktu pengeringan, dan membuka katup air masuk (water inlet valve). Setelah level air tercapai katup air masuk akan ditutup dan agitator mulai berputar untuk menciptakan putaran air. Bila kontrol telah mendeteksi waktu cuci habis, motor akan berhenti memutar agitator dan katup buang pun dibuka sehingga air hasil pencucian dibuang keluar. Setelah air buangan di buang, drum tempat pakaian akan berputar untuk membuang sisa-sisa air yang ada di dalam pakain. Setelah itu katup bilas ditutup dan katup air masuk dibuka air pun masuk ke drum mesin cuci, bila level sudah sampai katup air masuk pun ditutup dan mesin cuci pun mulai membilas. Jika waktu bilas sudah habis, maka kontrol akan membuka katup buang dan air bilasan pun keluar. Setelah itu proses pengeringan pun dilakukan dengan jalan memutar drum mesin cuci. Jika waktu pengeringan sudah habis maka mesin cuci pun berhenti secara otomatis dan proses pencucian telah selesai. Berikut ini adalah komponen-komponen mesin cuci dan kegunaanya. 1. Leveling feet berfungsi untuk mengatur kedataran mesin cuci agar saat mesin cuci beroperasi tidak terjadi getaran atau vibrasi. 2. Motor berfungsi untuk memutar agitator yang akan mencuci pakaian 3. Agitator merupakan bilah yang dapat bergerak memutar bolak balik, berfungsi untuk menciptakan pusaran air 9untuk mengucek pakaian) 4. Drum merupakan tempat pakain kotor yang akan dicuci 5. Lid switch berfungsi untuk mengontrol apakah tutup (lid) dalam keadaan terbuka atau tertutup. Bila tutup mesin cuci terbuka maka mesin cuci tidak bisa beroperasi, switch ini berfungsi sebagai pengaman 6. Control dan Monitor merupakan otak dari mesin cuci. Pada mesin cuci otomatis alat ini dapat mengatur waktu pencucian, waktu bilas, level air, dan waktu pengeringan. Dengan alat ini mesin cuci akan bekerja otomatis mulai dari pakaian kotor masuk sampai kering. 7. Water inlet valve berfungsi mengatur air yang masuk ke mesin cuci berdasarkan perintah alat kontrol 8. Drain Hose merupakan saluran buang dari air hasil pencucian Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya derajat hidup manusia, kebutuhan home appliances, khususnya mesin cuci, juga mengalami peningkatan. Jika

dulu orang-orang terbiasa mencuci pakaian sendiri, kini dengan perkembangan teknologi, masyarakat cenderung memanfaatkan fasilitas mesin cuci. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu singkat, puluhan stel pakaian, celana jeans, selimut, gordyn, bahkan bed cover, kembali bersih seperti semula tanpa mengeluarkan keringat. Selain itu, tuntutan kepraktisan dan harga yang semakin terjangkau menjadi pemicu utama akan kebutuhan mesin cuci. Saat ini beberapa produsen telah mengeluarkan berbagai tipe mesin cuci, mulai dari mesin semi otomatis, otomatis, bahkan full otomatis. Ini merupakan tren positif, sehingga masyarakat dapat memilih mesin cuci sesuai dengan kebutuhannya. Namun, di balik kepraktisan dan keunggulan teknologinya, mesin cuci terkadang mengalami kerusakan atau tidak bekerja maksimal. Ini disebabkan karena usia pakai (life time), kesalahan dalam mengoperasikan, dan kurangnya perawatan. Betapa repotnya jika mesin cuci yang biasa digunakan bermasalah, bahkan untuk mencari tukan service pun gampang-gampang susah. Padahal, untuk mendeteksi kerusakan dan memperbaikinya cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun. Untuk itu, diperlukan pengetahuan yang cukup agar mesin cuci yang kita gunakan selalu dalam kondisi prima. Mesin cuci sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di rumah tangga. Cara kerja mesin cuci ini sangat sederhana dan mudah dipahami. Mesin cuci digerakan oleh motor listrik satu fasa. Motor ini dapat bergerak dua arah untuk mengucek pakaian saat di cuci. Motor dihubungkan ke bak cuci atau agitator dengan belt dan roda pemutar (pully). Mesin cuci ada yang pengisiannya dari depan, biasanya mesin cuci ini proses pencucian pakaian sudah otomatis mulai dari tahap pencucian sampai pengeringan. Yang kedua mesin cuci yang pengisiannya dari atas, ada yang otomatis ada juga yang tidak. Tapi pada prinsipnya cara kerja mesin cuci baik yang manual maupun otomatis hampir sama. Cara kerja mesin cuci otomatis Pertama pakaian kotor dimasukan kedalam drum atau bak mesin cuci. Kontrol (alat elektronik yang mengatur semua pergerakan mesin cuci) akan mendeteksi berapa berat dari pakaian (dengan mengetahui berapa beban motor), setelah berat pakaian diketahui kontrol akan mengatur level air, waktu cuci, waktu bilas, waktu pengeringan, dan membuka katup air masuk (water inlet valve). Setelah level air tercapai katup air masuk akan ditutup dan agitator mulai berputar untuk menciptakan putaran air. Bila kontrol telah mendeteksi waktu cuci habis, motor akan berhenti memutar agitator dan katup buang pun dibuka sehingga air hasil pencucian dibuang keluar. Setelah air buangan di buang, drum tempat pakaian akan berputar untuk membuang sisa-sisa air yang ada di dalam pakain. Setelah itu katup bilas ditutup dan katup air masuk dibuka air pun masuk ke drum mesin cuci, bila level sudah sampai katup air masuk pun ditutup dan mesin cuci pun mulai membilas. Jika waktu bilas sudah habis, maka kontrol akan membuka katup buang dan air bilasan pun keluar. Setelah itu proses pengeringan pun dilakukan dengan jalan memutar drum mesin cuci. Jika waktu pengeringan sudah habis maka mesin cuci pun berhenti secara otomatis dan proses pencucian telah selesai. Berikut ini adalah komponen-komponen mesin cuci dan kegunaanya. 1.Leveling feet berfungsi untuk mengatur kedataran mesin cuci agar saat mesin cuci beroperasi tidak terjadi getaran atau vibrasi.

2.Motor berfungsi untuk memutar agitator yang akan mencuci pakaian 3.Agitator merupakan bilah yang dapat bergerak memutar bolak balik, berfungsi untuk menciptakan pusaran air 9untuk mengucek pakaian) 4.Drum merupakan tempat pakain kotor yang akan dicuci 5.Lid switch berfungsi untuk mengontrol apakah tutup (lid) dalam keadaan terbuka atau tertutup. Bila tutup mesin cuci terbuka maka mesin cuci tidak bisa beroperasi, switch ini berfungsi sebagai pengaman 6.Control dan Monitor merupakan otak dari mesin cuci. Pada mesin cuci otomatis alat ini dapat mengatur waktu pencucian, waktu bilas, level air, dan waktu pengeringan. Dengan alat ini mesin cuci akan bekerja otomatis mulai dari pakaian kotor masuk sampai kering. 7.Water inlet valve berfungsi mengatur air yang masuk ke mesin cuci berdasarkan perintah alat kontrol 8.Drain Hose merupakan saluran buang dari air hasil pencucian Beberapa komponen yg belum disebutkan : 1.Water level control, mengukur ketinggian air yg sesuai dengan jumlah cucian. 2.Brake motor (rem) untuk menghentikan putaran motor, terutama setelah proses spin. 3.Kalau ada water inlet valve(7), maka harus ada water outlet valve. 4.Komponen yg tidak kalah pentingnya, adanya filter, baik pada water inlet maupun pada drum cucian. Pada jenis mesin tertentu, ada Heater & Blower untuk mengeringkan pakaian sampai benar2 kering, hingga tinggal di setrika saja (tidak perlu dijemur). Demikian tambahan dari saya. Cara kerja mesin cuci ini sangat sederhana dan mudah dipahami klo memang kita tau ilmunya..hhehe.. Mesin cuci digerakan oleh motor listrik satu fasa. Motor ini dapat bergerak dua arah untuk mengucek pakaian saat di cuci. Motor dihubungkan ke bak cuci atau agitator dengan belt dan roda pemutar (pully). Mesin cuci ada yang pengisiannya dari depan, biasanya mesin cuci ini proses pencucian pakaian sudah otomatis mulai dari tahap pencucian sampai pengeringan. Yang kedua mesin cuci yang pengisiannya dari atas, ada yang otomatis ada juga yang tidak. Tapi pada prinsipnya cara kerja mesin cuci baik yang manual maupun otomatis hampir sama. Cara kerja mesin cuci otomatis Automatic Washing Machine Pertama pakaian kotor dimasukan kedalam drum atau bak mesin cuci. Kontrol (alat elektronik yang mengatur semua pergerakan mesin cuci) akan mendeteksi berapa berat dari pakaian (dengan mengetahui berapa beban motor), setelah berat pakaian diketahui kontrol akan mengatur level air, waktu cuci, waktu bilas, waktu pengeringan, dan membuka katup air masuk (water inlet valve). Setelah level air tercapai katup air masuk akan ditutup dan agitator mulai berputar untuk menciptakan putaran air. Bila kontrol telah mendeteksi waktu cuci habis, motor akan berhenti memutar agitator dan katup buang pun dibuka sehingga air hasil pencucian dibuang keluar. Setelah air buangan di buang, drum tempat pakaian akan berputar untuk membuang sisa-sisa air yang ada di dalam pakain. Setelah itu katup bilas ditutup dan katup air masuk dibuka air pun masuk ke drum mesin cuci, bila level sudah sampai katup air masuk pun ditutup dan mesin cuci pun mulai

membilas. Jika waktu bilas sudah habis, maka kontrol akan membuka katup buang dan air bilasan pun keluar. Setelah itu proses pengeringan pun dilakukan dengan jalan memutar drum mesin cuci. Jika waktu pengeringan sudah habis maka mesin cuci pun berhenti secara otomatis dan proses pencucian telah selesai. Itu dia cara kerja mesin cuci or washing machine,baca juga ya Komponen Mesin Cuci Cara kerja mesin cuci otomatis. Pada dasarnya manual atau otomatis hampir sama dalam hal cara kerjanya. Mesin cuci digerakan oleh motor listrik satu fasa. Motor ini dapat bergerak dua arah untuk mengucek pakaian saat di cuci. Motor dihubungkan ke bak cuci atau agitator dengan belt dan roda pemutar (pully). Pertama pakaian kotor dimasukan kedalam drum atau bak mesin cuci. Kontrol (alat elektronik yang mengatur semua pergerakan mesin cuci) akan mendeteksi berapa berat dari pakaian (dengan mengetahui berapa beban motor), setelah berat pakaian diketahui kontrol akan mengatur level air, waktu cuci, waktu bilas, waktu pengeringan, dan membuka katup air masuk (water inlet valve). Setelah level air tercapai katup air masuk akan ditutup dan agitator mulai berputar untuk menciptakan putaran air. Bila kontrol telah mendeteksi waktu cuci habis, motor akan berhenti memutar agitator dan katup buang pun dibuka sehingga air hasil pencucian dibuang keluar. Setelah air buangan di buang, drum tempat pakaian akan berputar untuk membuang sisa-sisa air yang ada di dalam pakain. Setelah itu katup bilas ditutup dan katup air masuk dibuka air pun masuk ke drum mesin cuci, bila level sudah sampai katup air masuk pun ditutup dan mesin cuci pun mulai membilas. Jika waktu bilas sudah habis, maka kontrol akan membuka katup buang dan air bilasan pun keluar. Setelah itu proses pengeringan pun dilakukan dengan jalan memutar drum mesin cuci. Jika waktu pengeringan sudah habis maka mesin cuci pun berhenti secara otomatis dan proses pencucian telah sele

Gambar ini merupakan diagram wiring mesin cuci semiotomatis yang banyak digunakan. Cara kerja: SW dan off(timerwash) adalah timer yang memiliki 3 kabel (tanpa alarm) dengan kontak penggunaan kapasitor secara seri terhadap gulungan(start atau main) sehingga putaran motor dapat berputar ke kanan atau kekiri. Sedangkan Off(timer spin) adalah timer untuk bagian pengering dilengkapi switch door guna memutuskan secara mendadak/emergency bila terjadi hal tidak diinginkan,misal posisi pakaian tidak seimbang akan mengakibatkan kegaduhan bahkan merusak bodi mesin cuci itu sendiri...

Sistem ini memiliki keunggulan dalam hal kekuatan putaran.

Timer ini memiliki minimal 4 kabel (tanpa alarm) serta terdapat input (tidak boleh SC=Sort Circuit) dan Output(boleh SC) oleh sebab itu pemasangan input dan output tidak boleh terbalik dalam pemasangan. Sistem ini bekerja dengan pergantian kutub baik gulungan utama(main) atau gulungan bantu(start), misal gambar diatas kerjanya: bila M1 diberi fasa dan M2 diberi netral maka motor berputar kekanan(asumsi) dan sebaliknya M1 diberi netral dan M2 diberi fasa maka motor berputar kekiri(asumsi)...

Tip Mencari Kerusakan

Dalam melakukan troubleshoting (mencari kerusakan) langkah pertama kita harus : 1. Cek sumber listrik terlebih dahulu. 2. Cek kabel listrik (amati kondisi fisik/cek kabel dengan multi-tester atau tes pen). 3. Cek instalasi sistem peralatan (diagram wiring) 4. Cek sifat/karakteristik komponen pada peralatan listrik.

Timer Mekanik mesin cuci semiotomatis


Ada 2 timer dipasaran, yaitu : 1.Timer dengan 3 kabel (sistem pergantian serial kapasitor terhadap gulungan). 2.Timer dengan 4 kabel (sistem pergantian kutub) rangkaiannya : kita tunggu !!!

Troubleshooting Wash Machine


Secara umum mesin cuci dibagi atas 2: 1. Semiautomatis (pakai timer mekanik) 2. Otomatis (Pakai digital) Kerusakan umum : - Mesin cuci mati total alias nggak bisa dipakai - Bocor(baik bodi maupun selang pembuangan) - Konsleting

Kerusakan khusus : - bagian spin suka tidak berfungsi. - bila diset timer nggak mau mutar. Untuk menjawab salah satu di atas nantikan episode selanjutnya ...

Troubleshooting Untuk Listrik


Dalam melakukan trobleshooting ada beberapa tahapan : 1. Tahap Analisis : kita tanyakan apa gejala kerusakan, kapan rusaknya, dimana masangnya, dan lain-lain. 2. Tahap Perencanaan(planning) : kita harus memiliki pengetahuan tentan kemungkinan kerusakan seperti mungkin nggak ada listrik, mungkin kabelnya putus, mungkin longgar, dll. 3. Tahap pengukuran (measure) : agar kemungkinan tadi tidak banyak maka kita persempit dengan melakukan pengukuran/pengamatan. Jadi harus ingat (APM=Analisis-Planning-Measure) !!! Jangan merusak nama teknisi kita.

Pemasangan Kabel Fasa


Dalam menginstalasi jala-jala listrik penerangan kita tidak boleh lupa pemasangan fasa pada beban seperti : 1. Fitting lampu : fasa harus di tengah, bila dibodi maka pada waktu kita akan membuka bola lampu maka akan ke strum. 2. Kotak-kontak : fasa harus ada di sebelah kanan atau atas (tergantung penempatan kotak-kontak). Agar lebih jelasnya baca PUIL 2000 Dalam panel kontrol mesin cuci semi otomatis terdiri dari : 1. Timer wash.(mencuci) 2. Timer spin.(mengeringkan) 3. Kontrol normal dan kuat/strong serta membuang air (drain). Bentuk model kontrol ada yang diputar ada juga digeser.

Ini contoh mesin cuci semiotomatis dimana banyak digunakan oleh masyarakat sekarang ini.

Tema : 1. Bagaimana cara menggunakan mesin cuci jenis ini ? 2. Bagaimana cara perawatan secara instan ? 3. Teknik maintanance dan repair ? Ikuti episode selanjutnya ...

Jumat, 30 Oktober 2009


Pengatur Kecepatan pada Blender
Pengaturan kecepatan pada blender terdiri dari dua cara yaitu : 1. dengan menggunakan komponen dioda. 2. dengan penambahan gulungan /koil. Kedua cara di atas sebenarnya dapat dikaji sebagai komponen hambatan(resistansi). Dan mengapa tidak langsung dengan komponen resistor ??? Nanti jawabannya !!!. Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 02:50 0 komentar Link ke posting ini

Minggu, 06 September 2009


Mesin Cuci Selalu bocor.
Mesin cuci semi otomatis terdapat knop drain untuk menguras air dalam bak cuci. Bila knop ini posisi drain maka klep akan mengerut(ada per). Hal ini akan menyebabkan bocor oleh sebab itu dibiasakan putar ke posisi normal. Selain itu juga pakaian yang dicuci kadang ada uang koin, koin ini akan masuk ke dalam saluran buang dan menahan klep karet akibatnya bocor juga. Untuk menyelesaikan masalah tersebut kita harus membongkar klep karet dan membersihkan saluran airnya dari kotoran koin serta kita tarik-tarik pernya agar enggang. itulah tipnya jangan lupa, yah!!! Oh. bila pipanya retak atau rusak oleh tikus kita harus tambal dengan lem PVC. Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 22:12 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Pompa Air kecil Merk National (125Watt)


Bila anda menemukan kasus pompa air awalnya berputar kadang-kadang berhenti/tertahan.

Hal ini bisa diakibatkan oleh beberapa sebab (sesuai urutan yang benar/SOP): 1. Kipasnya tertahan. 2. Ada kotoran pada kipas propeller. 3. Sealnya karatan. 4. Lachernya rusak. 5. Kapasitornya jelek. Urutan di atas jangan sampai lupa, karena jika terbalik akan lama perbaikannya. Trim's. Don"t miss it Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 22:04 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Selasa, 18 Agustus 2009


Konstruksi Motor Universal
Inilah konstruksi secara umum motor universal (Blender, mixer, kipas angin, dll.) Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 20:28 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Pengaturan Kecepatan Blender


Kecepatan putaran blender ternyata ada beberapa cara, antara lain : 1. Dengan menambah koil/gulungan, karena gulungan ibaratnya tahanan sehingga putaran akan lambat. 2. Dengan menambah komponen dioda, karena dengan penambahan komponen dioda hasil keluaran akan dc dan tegangan turun (belum diukur) pastinya dibawah tegangan listrik. Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 19:13 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Minggu, 12 Juli 2009


Kerusakan Pada Blender Merk Philips
Kerusakan pada blender merk philip yang harganya relatif mahal dibandingkan dengan merk lain merupakan tantangan karena memang fasilitas yang disajikan sangat mengesankan. Fasilitas yang ada : 1. Ada switch untuk wadah, bila wadahnya belum pas tidak akan berfungsi, maka harus betul betul pemasangan wadahnya. Dengan adanya switch ini banyak yang menyangka blender rusak namun sebenarnya hanya belum pas memasangnya. 2. Bagian motor bagian bawah mudah copot bearing ballnya sehingga bila diputar akan terdengar bunyi ribut. Hal dapat di atasi dengan menekan jangan sampai rotornya goncang dan dipastikan bearing ball tidak longgar(bila longgar harus diganti). demikian informasi tekniknya ....

Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 17:48 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Selasa, 23 Juni 2009


Blender.
Blender adalah alat rumah tangga yang banyak digunakan masyarakat. Alat ini memiliki komponen utama, yaitu : 1. Wadah (gelas/fiber) didalamnya terdapat baling-baling pisau. 2. Konentor sebagai penghubung antara motor dengan wadah. 3. Motor listrik (motor universal) yang terdapat macam-macam jumlah gulungan koil medan secara seri. 4. Panel kontrol kecepatan berupa saklar/switch yang terhubung ke jumlah gulungan masing-masing. Kecepatan dapat diatur akibat dari : Makin sedikit jumlah gulungan (ekivalent dengan resistansi), makin cepat putaran motor. Untuk lebih jelas diagram wiring blender. Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 23:19 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Motor Universal
Dalam buku teori tentang istilah motor universal ini jarang ditampilkan, namun disini kita akan lebih mengerti posisi motor universal. Alasan menggunakan istilah "Universal", artinya motor ini dapat digunakan sumber tegangan dc(directing current) dan ac (alternating current). Dalam teori motor dc terbagi atas : 1. Motor dc dengan rangkaian seri koil medan dengan armatur (arm). 2. Motor dc dengan rangkaian paralel koil medan dengan arm 3. Motor dc dengan rangkaian kombinasi (coumpund). Ketiga rangkaian tersebut memiliki keunggulan masing-masing (disesuaikan dengan penggunaannya). Keunggulan dilihat dari : Torsi(kekuatan putaran), kecepatan (speed), pengaturan speed, dll. Untuk lebih jelasnya kita tunggu episode selanjutnya .........!!!! Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 23:10 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Alat ukur Jangka sorong digital


Fungsinya : untuk mengukur ketebalan kawat/email .... Nah sekarang alat ukur dengan menggunakan sistem digital lebih akurat dan lebih mudah membacanya... Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 18:12 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Kamis, 04 Juni 2009


Diagram wiring Mesin Cuci Semiotomatis
Pada saat ini sistem kerja rangkaian mesin cuci semiotomatis terbagi atas : 1. Timer wash dengan sistem pergantian kapasitor seri terhadap gulungan(start atau main). 2. Timer wash dengan sistem pergantian kutub gulungan. Untuk lebih jelas lihat gambar. Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 19:02 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Selasa, 26 Mei 2009


Panel Kontrol mesin cuci semiotomatis
Dalam panel kontrol mesin cuci semi otomatis terdiri dari : 1. Timer wash.(mencuci) 2. Timer spin.(mengeringkan) 3. Kontrol normal dan kuat/strong serta membuang air (drain). Bentuk model kontrol ada yang diputar ada juga digeser. Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 20:37 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Selasa, 19 Mei 2009


Mesin Cuci Semiotomatis
Ini contoh mesin cuci semiotomatis dimana banyak digunakan oleh masyarakat sekarang ini. Tema : 1. Bagaimana cara menggunakan mesin cuci jenis ini ? 2. Bagaimana cara perawatan secara instan ? 3. Teknik maintanance dan repair ? Ikuti episode selanjutnya ...

Minggu, 06 September 2009


Mesin Cuci Selalu bocor.
Mesin cuci semi otomatis terdapat knop drain untuk menguras air dalam bak cuci. Bila knop ini posisi drain maka klep akan mengerut(ada per). Hal ini akan menyebabkan bocor oleh sebab itu dibiasakan putar ke posisi normal. Selain itu juga pakaian yang dicuci kadang ada uang koin, koin ini akan masuk ke dalam saluran buang dan menahan klep karet akibatnya bocor juga. Untuk menyelesaikan masalah tersebut kita harus membongkar klep karet dan membersihkan saluran airnya dari kotoran koin serta kita tarik-tarik pernya agar enggang. itulah tipnya jangan lupa, yah!!! Oh. bila pipanya retak atau rusak oleh tikus kita harus tambal dengan lem PVC. Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 22:12 0 komentar Link ke posting ini Label: informasi lanjutan...

Pompa Air kecil Merk National (125Watt)


Bila anda menemukan kasus pompa air awalnya berputar kadang-kadang berhenti/tertahan. Hal ini bisa diakibatkan oleh beberapa sebab (sesuai urutan yang benar/SOP): 1. Kipasnya tertahan. 2. Ada kotoran pada kipas propeller. 3. Sealnya karatan. 4. Lachernya rusak. 5. Kapasitornya jelek. Urutan di atas jangan sampai lupa, karena jika terbalik akan lama perbaikannya. Trim's. Don"t miss it Diposkan oleh Yusep Rusmawan di 22:04 0 komentar Link

Bagi sebagian orang pekerjaan mencuci pakaian mulai dari merendam, mengucek, membilas, memeras hingga mengeringkan adalah pekerjaan yang cukup menguras tenaga dan waktu, apalagi jika terdapat noda pada pakaian yang sulit dihilangkan. Itu cerita masa lalu, pada saat ini pekerjaan mencuci bisa dilakukan dengan lebih santai dan menyenangkan dengan adanya mesin cuci. Bagi mereka yang saat ini mempertimbangkan untuk memakai mesin cuci maka sebelum memilih produk yang diinginkan, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui jenis mesin cuci yang ada dipasaran saat ini sehinga dapat menyesesuaikan dengan kebutuhan dan ketersedaan dana yang ada. Pada saat ini dipasaran terdapat tiga jenis mesin cuci, yaitu twin tube atau dua tabung, top loading dan front loading. Proses kerja dari masing-masing mesin cuci tersebut beserta kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut :

I. Mesin cuci twin tube

Sesuai dengan namanya, pada mesin cuci ini terdapat dua tabung yang berjajar dengan posisi vertikal (tegak), kedua tabung tersebut masing-masing adalah : Tabung pertama adalah tabung cuci/bilas berfungsi untuk melaksanakan proses pencucian dan pembilasan. Didalam tabung cuci/bilas ini pada bagian bawah terdapat peralatan yang disebut pulsator, yang digerakkan oleh motor listrik. Proses pencucian atau pembilasan terjadi karena pada waktu tabung cuci/bilas berisi cucian, air dan deterjen, kemudian pulsator diputar oleh motor listrik maka akan mengakibatkan terjadinya pusaran air yang mampu membawa seluruh cucian perputar bersama air didalam tabung cuci/bilas tersebut. Keadaan ini menghasilkan daya cuci karena seolaholah cucian seperti sedang dikucak-kucak, apalagi apabila putaran pulsator diatur pada posisi dua arah/bolak balik maka daya cucinya semakin kuat karena setiap berganti arah putaran seperti disentak. Tabung kedua disebut tabung pengering (dryer) berfungsi untuk mengeringkan pakaian yang telah dicuci pada tabung cuci/bilas merupakan tabung yang berlubang-lubang yang diputar oleh motor listrik. Proses pengeringan terjadi karena pada waktu tabung pengering berisi cucian dan diputar oleh motor listrik dengan kecepatan tingggi (bisa mencapai 1.200 rpm) akan menyebabkan timbulnya gaya sentrifugal yang mampu menekan cucian pada dinding tabung pengering dan melemparkan air pada cucian tersebut keluar melalui lubang-lubang yang terdapat pada tabung pengering tersebut. Karena kecepatan putaran dari pulsator dan dryer tidak sama, maka masing-masing digerakkan oleh motor listrik dan sistim transmisi sendiri-sendiri, sehingga pada mesin cuci jenis ini mempunyai dua buah motor listrik. Mesin cuci ini juga dilengkapi dengan panel kontrol yang terdiri dari :

Wash/rinse timer, yaitu peralatan yang digunakan untuk mengatur waktu proses pencucian/pembilasan akan berlangsung. Knop wash action, berfungsi untuk mengatur putaran dari pulsator, bisa bekerja dengan putaran satu arah atau putaran dua arah /bolak balik. Pada umumnya putaran satu arah digunakan untuk proses pencucian yang ringan/tidak terlalu kotor, sedangkan putaran dua arah/bolak balik digunakan untuk cucian yang berat/lebih kotor. Knop drain, berfungsi untuk membuang air dari dalam tabung cuci/bilas. Dryer timer, yaitu peralatan yang digunakan untuk mengatur waktu proses pengeringan akan berlangsung.

Mesin cuci selalu dilengkapi dengan saluran untuk mengalirkan air bersih yang akan digunakan pada proses pencucian dan selang yang berfungsi untuk mengalirkan air limbah yang dikeluarkan/dibuang dari mesin cuci tersebut. Adapun proses pencucian pada mesin cuci jenis twin tube dilakukan sebagai berikut : 1. Atur knop drain pada posisi menutup, buka kran sehingga air bersih mengalir kedalam tabung cuci/bilas. Isi air sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan buku petunjuk, selanjutnya campurkan deterjen kedalam air bersih didalam tabung cuci/bilas atau isikan pada tempat yang telah disediakan sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan buku petunjuk. 2. Masukkan pakaian yang akan dicuci kedalam tabung cuci/bilas, jangan memasukkan pakaian melibihi kapasitas mesin cuci, karena bisa menyebabkan kerusakan akibat mesin cuci bekerja terlalu berat. Selain itu juga daya kerja mesin cuci menjadi kurang efektif sehingga hasil kerjanya menjadi tidak optimal. 3. Hubungkan stop kontak mesin cuci dengan sumber aliran listrik, atur arah putaran pulsator sesuai dengan kondisi pakaian yang akan dicuci (putaran searah atau bolak balik), kemudian atur wash/rinse timer sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan buku petunjuk. 4. Apabila waktu pencucian telah tercapai, maka timer akan mematikan kerja pulsator sehingga proses pencucian berhenti. 5. Atur knop drain pada posisi membuka sehingga air deterjen yang ada didalam tabung cuci/bilas akan mengalir keluar melalui selang pembuang. 6. Pindahkan cucian dari tabung cuci/bilas ketabung pengering (dryer), tutup kembali tabung pengering, dan atur dryer timer sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan buku petunjuk sehingga proses pengeringan awal akan berlangsung. Putaran tabung pengering pada waktu bekerja cukup tinggi, sehingga apabila dryer dibiarkan dalam keadaan tidak terlindungi dapat membayakan pemakai, oleh karena itu sebagai pengaman pabrik memasang switch yang akan mengatur agar supaya dryer tidak dapat beroperasi apabila tutup tabung dryer dalam keadaan terbuka. 7. Sambil menunggu proses pengeringan awal, atur kembali knop drain keposisi menutup dan isi tabung cuci/bilas dengan air sampai batas yang ditentukan. 8. Apabila waktu pengeringan awal telah tercapai, maka timer akan mematikan proses pengeringan. 9. Buka tutup tabung pengering, pindahkan kembali cucian ketabung cuci/bilas. 10. Atur kembali wash/rinse timer sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan buku petunjuk sehingga proses pembilasan akan berlangsung. Selama proses

pembilasan ini air bisa dibuang sama sekali dengan membuka knop drain untuk kemudian diganti dengan air baru, atau air bersih dibiarkan tetap mengalir karena pada tabung cuci/bilas terdapat lubang pelimpah sehingga kelebihan air akan keluar dari mesin cuci melalui selang pembuang. 11. Apabila waktu pembilasan telah tercapai, maka timer akan mematikan proses pembilasan. 12. Pindahkan lagi cucian kedalam tabung pengering, tutup kembali tabung pengering, atur dryer timer sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan buku petunjuk, dan biarkan proses pengeringan akhir berlangsung. 13. Apabila waktu pengeringan akhir telah tercapai, maka timer akan mematikan proses pengeringan. 14. Buka kembali tutup tabung pengering dan keluarkan cucician untuk untuk dijemur agar benar-benar kering. Kekurangan dari mesin cuci jenis twin tube adalah :

Masih banyak memerlukan campur tangan manusia (tidak otomatis) seperti memindakan cucian dari tabung cuci/bilas ke tabung pengering dan sebaliknya. Karena proses pencucian dan pembilasan terjadi dengan memusarkan cucian didalam air, pada pakaian dengan bahan tertentu bisa berubah bentuk. Misalnya baju kaus dengan bahan katun lengannya menjadi lebar atau sering kancing baju menjadi lepas.

Kelebihan dari mesin cuci jenis twin tube adalah :

Bisa melakukan perendaman dan pencucian pendahuluan pada bagian-bagian pakaian yang kotor sekali seperti leher, ketiak dan ujung lengan baju, pantat dan ujung kaki celana dsb. secara manual, baru yang lainnya serahkan pada mesin cuci. Bisa menambahkan cucian pada waktu proses pencucian. Alokasi waktu pencucian, pembilasan dan pengeringan mudah diatur sesuai dengan kondisi cucian. Apabila ada kerusakan pada salah satu motor listriknya, mesin cuci masih bisa difungsikan. Misalnya motor listrik penggerak pulsatornya yang rusak maka dryernya masih bisa dipakai dan sebaliknya. Harga mesin cuci jenis ini cukup terjangkau.

II. Mesin cuci top loading

Ini adalah istilah salah kaprah yang terlanjur populer dinegeri kita ini. Kalau diartikan sebenarnya twin tub juga termasuk jenis top loading, hanya karena pada mesin cuci ini memiliki satu buah tabung saja maka untuk membedakannya diberi nama top loading (kenapa namanya kok nggak singgle tube saja ya?). Konsep dasar dari mesin cuci jenis top loading ini adalah menggabungkan tabung cuci/bilas dan tabung pengering pada mesin cuci twin tube menjadi satu, sehingga tidak perlu memindahkan cucian dari tabung cuci/bilas ketabung pengering dan sebaliknya. Dengan demikian pada mesin cuci jenis ini tabungnya hanya ada satu yang bentuk pisiknya seperti tabung pengering pada mesin cuci jenis twin tube yaitu tabung yang berlubang-lubang namun permukaannya tidak rata karena terdapat tonjolan dibeberapa tempat, dan dimensinya juga lebih besar karena semua proses mulai pencucian, pembilasan dan pengeringan akan berlangsung didalam tabung ini. Bahan tabung umumnya stainless steel dan sama seperti pada mesin cuci jenis twin tube pada bagian dalam bawah tabung terdapat pulsator, dimana tabung dan pulsator ini digerakkan oleh satu motor listrik. Sama seperti pada mesin cuci jenis twin tube, proses pencucian atau pembilasan terjadi karena pada waktu pulsator diputar oleh motor listrik maka akan mengakibatkan terjadinya pusaran air yang mampu membawa seluruh cucian perputar bersama air didalam tabung tersebut. Bahkan pada mesin cuci jenis top loading ini tabungnya juga berputar dengan arah putaran yang berlawanan dengan arah putaran dari pulsator yang katanya ini dapat meningkatkan efektifitas pencucian. Begitu juga proses pengeringan terjadi setelah air deterjen/air bilas dibuang maka tabung pengering yang berisi cucian diputar oleh motor listrik dengan kecepatan tingggi (bisa mencapai 1.200 rpm) akan menyebabkan timbulnya gaya sentrifugal yang mampu menekan cucian pada dinding tabung pengering dan melemparkan air pada cucian tersebut keluar melalui lubang-lubang yang terdapat pada tabung pengering tersebut. Panel kontrol pada mesin cuci top loading berbeda sekali dengan panel kontrol pada mesin cuci twin tube. Semua proses keja kerja mulai pengaliran air, pemberian deterjen, pencucian, pembuangan air bekas cucian, pengeringan awal, pengaliran air bilas, pembilasan, penggunaan pelembut dan pengeringan akhir semuanya diatur secara otomatis oleh mesin cuci baik secara semi komputerize maupun full computerize. Pada awalnya filosfi dari perubahan panel kontrol mesin cuci twin tube ke mesin cuci top loading adalah menggabungkan knob-knob pada panel kontrol mesin cuci twin tube menjadi satu alat, sehingga sebelum dioperasikan kita perlu mengatur waktu pencucian, waktu pengeringan awal, waktu pembilasan dan waktu pengeringan akhir. Namun pada mesin cuci top loading yang lebih modern hal itu sudah ditiadakan dan diganti dengan pilihan proses pencucian sesuai dengan bahan dari pakaian/cucian yang akan dicuci atau tingkat kerja proses pencucian mulai ringan, sedang, normal, berat dan sangat berat.

Dengan demikian cara menggunakan mesin cuci ini menjadi sangat mudah dan simple sekali yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Masukkan cucian kedalam mesin cuci. Isi deterjen dan softener, sesuai dengan kebutuhan. Masukkan stop kontak aliran listrik dan buka kran air. Pilih program pencucian. Tekan knob start agar mesin cuci memulai proses kerja.

Dan sudah, tinggalkan mesin cuci karena semua proses pencucian akan berlangsung tanpa memerlukan campur tangan kita, sampai nanti kalau proses pencucian selesai kita tinggal mengambil cucian untuk dijemur. Namun pada waktu proses pencucian selesai pintu mesin cuci tidak bisa langsung dibuka, harus ditunggu beberapa menit dulu baru bisa dibuka (sekitar 2 sampai 3 menit). Kekurangan dari mesin cuci jenis top loading adalah :

Harga dari mesin cuci jenis ini lebih mahal dibandingkan dengan jenis twin tube. Seperti pada mesin cuci twin tube, proses pencucian dan pembilasan terjadi dengan memusarkan cucian didalam air, sehingga pada pakaian dengan bahan tertentu bisa berubah bentuk. Misalnya baju kaus dengan bahan katun lengannya menjadi lebar atau sering kancing baju menjadi lepas. Apabila proses pencucian sudah dimulai tidak bisa menambahkan cucian karena pintu mesin cuci tidak dapat dibuka.

Kelebihan dari mesin cuci jenis top loading adalah :

Bisa melakukan perendaman dan pencucian pendahuluan pada bagian-bagian pakaian yang kotor sekali seperti leher, ketiak dan ujung lengan baju, pantat dan ujung kaki celana dsb. baru yang lainnya serahkan pada mesin cuci, sebelum mesin cuci dionkan dan start. Seluruh proses pencucian diatur secara otomatis oleh mesin cuci, tidak memerlukan campur tangan manusia lagi kecuali menjemur, sehingga bisa ditinggal mengerjakan pekerjaan lain.

III. Mesin cuci front loading

Perbedaan mendasar pada mesin cuci jenis front loading dengan mesin cuci jenis twin tube dan front loading adalah : - Posisi tabung pada mesin cuci front loading adalah horisontal, dengan arah putaran vertikal.

- Hanya ada satu tabung, yaitu tabung stainles steel yang berlubang-lubang seperti pada mesin cuci jenis top loading, yang mempunyai tonjolan dibeberapa tempat. - Tabung tidak dilengkapi dengan pulsator. Daya cuci pada mesin cuci jenis ini dihasilkan akibat cucian yang basah dengan air deterjen dibawa berputar oleh tabung secara vertikal. Karena kecepatan putaran tabung pada waktu proses mencuci didesain tidak terlalu cepat, maka pada waktu posisi cucian tersebut sampai pada puncak putaran, cucian tersebut akan jatuh kebagian tabung yang dibawah sehingga menimbulkan efek seperti digilas, apalagi arah putaran tabung selalu berubah-ubah, maka efektifitas penggilasan cucian ini menjadi lebih intensif. Apabila proses pencucian/penggilasan telah selesai, maka air deterjen dibuang dan diganti dengan air bersih untuk melakukan proses pembilasan. Begitu juga proses pengeringan terjadi setelah air deterjen/air bilas dibuang dan tabung pengering yang berisi cucian dan diputar oleh motor listrik dengan kecepatan tingggi (bisa mencapai 1.200 rpm) akan menyebabkan timbulnya gaya sentrifugal yang mampu menekan cucian pada dinding tabung pengering dan melemparkan air pada cucian tersebut keluar melalui lubang-lubang yang terdapat pada tabung pengering tersebut. Panel kontrol pada mesin cuci front serupa dengan panel kontrol pada mesin cuci front loading, karena semua proses keja kerja mulai pengaliran air, pemberian deterjen, pencucian, pembuangan air bekas cucian, pengeringan awal, pengaliran air bilas, pembilasan, penggunaan pelembut dan pengeringan akhir semuanya diatur secara otomatis oleh mesin cuci baik secara semi komputerize maupun full computerize. Hanya diperlukan menentukan pilihan proses pencucian sesuai dengan bahan dari pakaian/cucian yang akan dicuci atau tingkat kerja proses pencucian mulai ringan, sedang, normal berat dan sangat berat. Bahkan pada mesin cuci modern saat ini apabila tingkat pencucian seperti itu dianggap kurang, masih ada opsi untuk menambah waktu pencucian, waktu pembilasan dan mencuci dengan mengatur temperatur air yang digunakan dalam proses pencucian. Demikian juga pemberian deterjen dan softener sudah diatur secara otomatis oleh mesin cuci yang disesuaikan dengan berat dari cucian yang akan dikerjakan. Cara menggunakan mesin cuci ini sangat mudah dan simple sekali yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Masukkan cucian kedalam mesin cuci. Periksa persediaan deterjen dan softener, tambah bila kurang. Masukkan stop kontak aliran listrik dan buka kran air. Onkan mesin cuci kemudian pilih program pencucian. Tekan knob start agar mesin cuci memulai proses kerja.

Dan sudah, tinggalkan mesin cuci karena semua proses pencucian akan berlangsung tanpa memerlukan campur tangan kita, sampai nanti kalau proses pencucian selesai kita tinggal mengambil cucian untuk dijemur. Namun pada waktu proses pencucian selesai

pintu mesin cuci tidak bisa langsung dibuka, harus ditunggu beberapa menit dulu baru bisa dibuka (sekitar 2 sampai 3 menit). Bahkan ada mesin yang dilengkapi dengan program time delay dengan beberapa pilihan yaitu : 3 jam, 6 jam dan 9 jam. Artinya apabila dipilih program time delay 9 jam, maka awal proses pencucian akan diatur sehingga proses pencucian akan selesai 9 jam kedepan, jadi apabila penyetelan tersebut dilakukan pada pukul 21.00 malam kemudian ditinggal tidur, maka keesokan harinya pada pukul 06.00 proses pencucian telah selesai sehingga siap dijemur. Kekurangan dari mesin cuci jenis front loading adalah :

Harga dari mesin cuci jenis ini lebih mahal dibandingkan dengan dua jenis mesin cuci lainnya. Apabila proses pencucian sudah dimulai tidak bisa menambahkan cucian karena pintu mesin cuci tidak dapat dibuka. Pada waktu memasukkan dan mengeluarkan cucian harus dengan membungkuk.

Kelebihan dari mesin cuci jenis top loading adalah :


Proses mencuci/membilas dengan cara menggilas cucian dipercaya lebih efektif dibandingkan dengan cara memusarkan cucian didalam air deterjen/air bersih. Kemungkinan terjadi perubahan bentuk pada pakaian dengan bahan tertentu, misalnya baju kaus dengan bahan katun lengannya menjadi lebar atau sering kancing baju menjadi lepas bisa direduksi. Seluruh proses pencucian diatur secara otomatis oleh mesin cuci, tidak memerlukan campur tangan manusia lagi kecuali menjemur, sehingga bisa ditinggal mengerjakan pekerjaan lain.

Demikian bahasan tentang mesin cuci yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan dapat memberikan wacana bagi anda yang memerlukan, sehingga dapat memilih sesuai dengan keperluan. Karena orang Jawa bilang Ono rego, ono rupo artinya kalau kita memilih yang canggih tentunya harganya akan mahal, sebaliknya kalau dana kita terbatas ya pilih saja yang sederhana. Semoga bermanfaat dan terimakasih. Ditulis dalam IPTEK | Kaitkata: mesin cuci