Anda di halaman 1dari 28

TUGAS DR.

LUKNIS SABRI

KELAS IBU HAMIL SEBAGI SALAH SATU IMPLEMENTASI GERAKAN SAFE MOTHERHOOD DI INDONESIA

LINTJE RUNTUWAILAN NIP

PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA


2011 2012

PENDAHULUAN Maraknya bencana alam seperti tanah longsor,banjir gempa,tsunami dan lain lain ,ahir akhir ini telah memperparah kondisi sosaial,ekonomi dan lingkungan ditanah air kita. Pencemaran lingkungan ,pengundulan hutan,pengungsi an dan wabah penyakit serta KLB telah terjadi disebagaian besar negara kita.Konflik sosial yang berkepanjangan telah menimbulkan kerusuhan dan pertikaian ,stress,gangguan jiwa dan kemiskinan Kondisi tersebut diatas turut meningkatkan masalah kesehatan seperti tingginya angkakematian,terutama kematian ibu sebesar 307/100.000 (SKRT 2001)dan kematian bayi sebesar 35/1000 kelahiran hidup (SKDI 2002-2003). Demikian juga tingginy angka kesakitan akhir ahkir ini ditandai dengan munculnya kembali berbagai penyakit lama seperti malaria dan tubercolosis paru,merebaknya berbagai penyakit baru yang bersifat pandemik seperti HIV/AIDS,SARS dan flu burung,serta masih endemisnya penyakit penyakit diare dan demam berdarah Sehubungan dengan hal tersebut,Pemerintah telah menetapkan PP Nomor tahun 2005 tentang rencana Pembangunan jangka panjang Menengah Nasional RPJMN) 2004-2009 dengan sasaran yang harus diicapai sebagai berikut : Meningkat umur harapan hidup dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun Menurunnya angka kematian bayi dari 45 menjadi 26/1000 kelahiran hidup Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 menjadi 226/100.000 kelahiran hidup Menurunnya prevalensi gizi kurang anak balita dari 25,8 % menjadi 20% Dengan telah ditetapkan sasaran tersebut,maka Depertemen Kesehatan segera merumuskan Visi yaitu Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dengan misi Membuat rakyat sehat yang akan dicapai melalui strategi ,mengerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat,meningkatkan akses masyarakat terhadap p,meningkatkan p elayanan yang berkualitas,meningkatkan sistim survaeilans,monitoring dan informasi kesehatan ,meningkatkan pembiayaan kesehatan.

Langka nyata untuk mewujutkan sasaran tersebut,telah diterbitkan SK Menkes No564/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga,dengan mengambil kebijakan bahwa seluruh desa di Indonesia menjadi desa siaga pada akhir tahun 2008.

Pengembangan Desa Siaga mencakup upaya lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa meyiapsiagakan menghadapi masalah kesehatan , ,memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih sehatdan sehat diwilayahnya. Oleh karena itu maka dalam pengembangan nya diperlukan langkah langkah edukatif,yaitu upaya mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang berupa masalahkesehatan diwilayahnya dan bagaimana proses pemecahan nya. Kriteria Desa siaga adalah apabilah desa tersebut telah memiliki sekurang kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (POSKESDES) Poskesdes merupakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk didesa dalam rangka mendekatkan /menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Adapun pelayanan meliputi upaya upaya promotif ,preventif dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela lainnya. Berdasarkan pertimbangan tersebut,maka ditetapkan petugas akan dibina adalah bidan desa,karena bidan desa merupakan tenagakesehatan yang paling dekat dengan masyarakat dan tinggal bersama dengan masyarakat tersebut.

TINJAUAN PUSTAKA PERAN DAN FUNGSI KADER KESEHATAN DAN TOMADALAM PENGEMBANGAN RW SIAGA A.PERAN DAN FUNGSI KADER KESEHATAN Kader terlibat dalam pelaksanan RW Siaga melalui kegiatan UKBM yang ada termasuk PIK keluarga. Dalam bahasan kali ini peran kader tersebut sebagai berikut 1.Peran sebagai pelaku penggerakan masyarakat dalam ha a.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS) B.Pengamatan terhadap masalah kesehatan RW C.Upaya penyehatan lingkungan d.Peningkatan kesehatan ibu,bayi dan Anak balita e.Pemasyarakatan kadarzi 2.Peran tambahan dalam hal .Membantu petugas kesehatan dalam penyiapan masyarakat menghadapi bencana Untuk menjalankan perannya sebagai pengembangrw Siaga maka fungsi kader yaitu 1.membantu tenaga kesehatan dalam pengelolaan RW SIAGA melalui kegiatan UKBM 2.Membantu memantau kegiatan dan evaluasi RW Siaga seprti mengisi register ibu dan anak,mengisi KMS dan lain lain . 3. Membantu mengembangkan dan mengelola UKBM lain serta hal hal yang terkait lainnya seperti

A. PHBS. B. Pengamatan kesehatan berbasis masyarakat C. Penyehatan lingkungan D .Kesehatan ibu ,bayi dan anak balita e.keluaga sadar gizi f. JPKM

B. PERAN DAN FUNGSI TOKOH MAYARAKAT Dlam pengembangan RW Siaga,tokoh masyarakat berpera sebagai pemberdaya masyarakat dan penggali sumber daya untuk kesinambungan dan kelangsungan RW Siaga,serts upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat Berbasisi masyarakat (UKBM) lainnya,dan mempunyai fungsi: 1.Menggagali sumber daya untuk kelangsungan penyelenggaraan RW Siaga 2.Menaunggi dan membina kegiatan RW Siaga 3.Menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan RW Siaga 4.Memberi kan dukungan dalam pengelolaan RW Siaga 5.Mengkoordinasi penggerakan masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan dan UKBM yangada. 6. Bila memungkinkan juga memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana

Pelatihan kader kesehatan dan tokoh masyarakat dalam pengembangan rw siaga tahun 2009 Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta website: www.dinkes-dki.go.id-e-mail : dinkes@ dikes-dki.go.id Pusdaldukkes:

POLA MAKAN DAN BERAT BADAN IBU HAMIL TRI SEMESTER III MEMPENGARUHI TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN DIRUMAH BERSALIN PUSKESMAS BAMBU APUS II KECAMATAN CIPAYUNG JAKARTA TIMUR TAHUN 2012

LINTJE RUNTUWAILAN NANI RUKMANA 100510101 SRI MUSFIROH 100510112

NIM 100510098 NIM .NIM

PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA 2011 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Visi

pembangunan Indones ia jangka

nasional dalam

tahun

2005-2025 Undang 2005-

sebagaimana Republik Pembangunan

ditetapkan

Undang

Nomor 17 2007 tentang Rencana Panjang NasionalTahun

2025

adalah

INDONESIA

YANG

MANDIRI,MAJU,ADIL

MAKMUR Untukmewujutkan Visi tersebut ditetapkan 8(delapan) arah pembangunan jangka panjang ,salah satunya adalah Mewujutkan bangsa yang berdaya saing, Untuk

mewujutkan bangsa yang berdaya saing,salah satu arah yang ditetapkan adalah mengedepankan pembangunan sumber daya manusia,yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia(IPM) Unsur unsur penting bagi peningkatan IPM adalah derajat kesehatan,tingkat pendidikandan Pertumbuhan ekonomi.Derajat kesehatan dan

pendidikan pada hakekatnya adalah investasi. Bagi terciptanya sumber daya manusia berkualitas,yang selanjutnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.dan menurunkan tingkat kemiskinan .

Dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya,pembangunan kesehatan harus diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup Sehat bagi setiap orang .Oleh sebab itu,pembangunan kesehatan dalam kurun waktu lima tahun kedepan(Tahun 2010-2014) harus lebih diarahkankepada beberapa hal prioritas. Pembangunan kesehatan juga tidak terlepas dari

komitmen Indonesia sebagai warga masyarakat Dunia untuk ikut merealisasi tercapainya Millenium Developmen Goal (MDGs). Dalam MDGs tersebut ,kesehatan dapat dikatakan

sebagai unsur dominan karena dari delapan agenda MDGs lima diantaranya berkaitan langgung dengan kesehatan ,dan tiga yang lain berkaitan,Secara tidak langsung. Lima agenda yang berkaitan langgung dengan

kesehatan adalah agenda ke1 (memberantas kemiskinan dan kelaparan ),Agenda ke 4(Menurunkan angka kematian anak), Agenda ke5(Menngkatkan HIV san kesehatan ibu),Agenda penyakit

ke6(Memerangi

AIDS,Malaria,dan

lainnya),serta Agenda ke 7(melestarikan lingkungan).

Berkaitan dengan hal tersebut Udang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009Tentang kesehatan mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran ,kemauan dan kemampuan hidup sehat. Masyarakat yang setinggi tingginya, investasi bagi

pembangunan sumber daya yang produktif secara sosial dan ekomomis. Setiap orang berhak atas kesehatan dan setiap orang mempunyai akses atas hak yang daya samadalam dibidang memperoleh kesehatan . Dalam dasawarsa 1979an-1980an,Pemerintah kesehatan melalui sektor telah sumber

berhasil menggalang peran aktif dan memberdayakan masyarakat pembangunan (PKMD).Pada dibidang saat gerakan Desa Kesehatan itu,seluruh masyarakat

pemerintah

terkait ,organisasi kemasyarakatan dunia usaha,serta

para pengambil keputusan dan pemangku kepentingan, (stakeholde)lain,bahu didesa dan kelurahan untuk membangun membahu keehatan mengerakan,memfasilitasi,dan membantu masyarakat sendiri.akan tetapi,akibat terjadi krisis ekonomi dan faktor faktor lain,gerakan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan itu Berangsur angsur melemah.Namun demikian ,semangat masyarakat tampaknya tidak hilang sama sekali.Sisa sisa semangat itu tercermindari masih bertahan nya organisasi Tim Penggerak danKesejakteraan keluarga (Tim penggerak PKK) Masih adaanya dasa wisma,dan masih berkembangnya Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat(UKBM) dibanyak desa dan kelurahan.

Walaupun

harus

menghadapi

berbagai

kendala,Tim Pos

Peenggerakpkk

masih

berjuang

menghidupkan

Pelayanan Terpadu(Posyandu)sehingga saat ini 84,3 % desa dan kelurahan memiliki posyandu aktif. Mulai tahun 2006 yaitu ditetapkan keputusan Menteri Kesehatn Nomor 564/Menkes/SK/VIII/2006 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengembangan RW Siaga.

Sampai dengan tahun 2009 tercatan 42.295 desa dan kelurahan siaga(56,1%)dari 75.410 desa dan kelurahanyang ada diIndonesia telah memulai upaya mewujutkan Desa Siaga dan kelurahan Siaga. N amun demikian banyak diantaranya yang belum berhasil menciptakan Desa Siaga atau Kelurahan Siaga yang sesunggunya ,yang disebut sebagai Desa Siaga atau Kelurahan Siagaaktif atau kelurahan siaga aktif. Hal ini dapat dipahami ,karena pengembangan dan pembinaan Desa Siaga dan Kelurshsn Siaga yang menanut konsep pemberdayaan masyarakat memang Perlu suatu proses. Jumlah RW SIAGA yang ada diProvinsi Siaga aktif 1818 RW . Untuk kecamatan Cipayung dengan 56 RW yang DKI JAKARTA

tahun 2010 dari Jumlah RW 2696 ,Yang mempunyai RW

ada,yang strata purnama 22 mandirinya 34 RW .

Dalam

pelaksanaan kecamatan

RW

Siaga/Kelurahan masyarakat

siaga belum

Puskesmas

cipayung

memanfaatkan fasilitas kesehatan dasar yang ada diRW Siaga/Kelurahann Siaga dengan alasan tidak ada tenaga kesehatn yang melayani 24 jam ,juga tidak ada dukungan lintas sektor dalam program RW Siaga/Kelurahan Siaga jadi seakan akan program ini hanya sektor kesehatan. Dalam kegiatan pelaksanaan RW Siaga kami memakai 10 indikator PHBS, untuk melihat masalah apa yang ada diRW/Kelurahan dengan melakukan SMD dan MMD. Atas dasar pertimbangan diatas,dirasa perlu untuk menganalisis kegiatan program pelaksanaan RW Siaga /Kelurahan Siaga. Dengan demikian target SPM harus dimaknai sebagai tercapainya 80% Desa dan Kelurahan Siaga menjadi Desa dan Kelurahan Aktif.

1.1 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang,masalah tsb diatas ,permasalahan yang timbul dalam penelian ini adalah belum diketahui dengan pasti analisisPelaksanaan RW Siaga /KelurahaN Siaga timur. 1.2 Pertanyaan penelitian di Kecamatan Cipayung jakarta

1. Apakah sudah memiliki forum Desa dan Kelurahan Siaga yang berjalan setiap bulan tetapi belum secara rutin setiap triwulan. 2. Apakah ada kemudahan akses pelayanan dasar ? 3. Apakah UKBM yang ada < 2 dan > 3 yang aktif 4. Apakah dukungan danakegiatan RW Siaga /Kelurahan Siaga <2 sumber>3 Sumber

5. Apakah ada peran serta masyarakat aktif <2 Ormas>3 Ormas 6. Apakah ada peraturan desa atau peraturan Bupati/Wali Kota ? 7. Apakah ada pembinaan /pendataan PHBS <40% atau >70%

Tujuan Penelitian 1.1.1Tujuan Umum Diketahui/menganalisis pelaksanaan RW Siaga/Keluran Siaga diKecamatan cipayung Jakarta Timur.

1.1.2Tujuan Khusus 1.Diketahuinya sudah memiliki forum Desa dan Kelurahan yang berjalan setiap bulan tetapi belumsecara rutin setiap bulan 2. Diketahuinya adanya peningkatan jumlah kunjungan ke pelayanan

dasar melalui RW Siaga/Kelurahan Siaga. 3. DiketahuI kegiatan UKBM sudah lebih dari tiga yang aktif 4. Diketahui dukungan dana kegiatan RW Siaga sudah melebihi dari 4sumber 5. Diketahui ada peran serta masyarakat lebih dari 3 ormas 6. Diketahui Apakah sdg mempyai SK 7. Diketahui ada pembinaan PHBS diatas 70 % Rumah tangga yang ada

Manfaat Penelitian Bagi Institusi puskesmas Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas dan lintas sekto terkait Dari ketiga Kelurahan Lubang Buaya,Keluran Bambu Apus serta Setu dalam meningkatkan strata Kegiatan RW Siaga manfaat atau sebagai bahan masukan dalam pendiikan paska sajana Kesehatan Reproduksi

Bagi Masyarakat Memberi manfaat, menambah pengetahuan, dan wawasan dan mau memanfaatkan sarana Pelayanan dasar di RW Siaga /Kelurahann Siaga. Manfaat bagi Puskesmas Meningkatkan cakupan program kesehatan Optimimalisasi fungsi Puskesmas Menurunkan angka kesakitan dan kematian Meningkatkan citra Puskesmas sebagai ujuk tombak pelayanan kesehatan.

Ruang lingkup Masyarakat, kader,Toma,Tenaga Kesehatan

TINJAUAN PUSTAKA.

DESA DAN KELURAHAN SIAGA Desa dan kelurahan siaga adalah bentuk pengembangan dari Desa Siaga yang telah dimulai sejak tahun 2006.Desa Siaga atau Kelurahan Siaga adalah Desa yang disebut dengan nama lain atau kelurahan yang Penduduk dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberi pelayaan setiap hari melalui Pos Kesehatan Desa (POSKESDES) atau sarana kesehatan yang ada diwilayah tersebut seperti,Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (PUSTU),Pusat Kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) atau sarana sarana kesehatan lainnya. Penduduk mengembangkan UKBM dan melaksanakan survailans berbasis masyarakat (meliputi pemantauan penyakit ,kesehatan ibu dan anak, gizi, lingkungan dan perilaku ). kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana,serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakat menerapkan Perilaku hidup Bersih san Sehat .(Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif Depkes RI Pusat Promosi Kesehatan Tahun 2010)

Pengertian Desa siaga adalah desa yang penduduknya memilikikesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah masalahKesehatan, bencana

kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.(Depkes RI Badan pengembangan SDM Kesehatan Bidan Poskesdes kurikulum pelatihan bidan Poskesdes dalam pengembangan Desa Siaga.Depkes RI 2007) Desa yang dimadsud disini dapat berarti kelurahan atau nagari atau istilah istilah lain bagi kesatuan masyarakat hukum yang memilikibatas batas wilayah,yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat,berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Depkes RI tahun 2007.

latar Belakang RW Siaga Dibentuk atas dasar masalah-masalah kesehatan seperti : Masih tingginya kematian bayi Masih tingginya kematian ibu Masih ada kasus kurang gizi Lingkungan hidup cenderung rusak yang berdampak terhadap kesehatan Masih sering terjadi penyakit menular menjadi wabah (diare, demam berdarah, dsb) Beberapa jenis penyakit kasusnya meningkat kembali (TB Paru, malaria dsb) Munculnya penyakit-penyakit baru: HIV/AIDS, SARS, flu burung,flu babi, kecanduan narkoba, kecelakaan di jalan raya dsb. Berbagai bencana terjadi di negeri ini dan akan terjadi terus sejalan dengan pemanasan global dan perubahan iklim.

Sebagian besar masyarakat masih belum per-PHBS (< 30% Rumah Tangga PHBS)

Pengertian RW SIAGA ADALAH RW YANG PENDUDUKNYA MEMILIKI KESIAPAN SUMBER DAYA, KEMAMPUAN DAN KEMAUAN UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI MASALAHMASALAH KESEHATAN, BENCANA DAN KEGAWAT DARURATAN / KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) SECARA MANDIRI.

SITUASI TERKINI

Kelurahan koja dan su suatu kejadian dalam waktu cepat nter jaya bentuk RW Siaga Kelurahan koja dan kelurahan sunter jaya membentuk RW Siaga.Ini dilakukan tujuannya untuk mewujutkan kemandirian individu dalam bidang kesehatan agar dapat memberikan reaksi pembentukan KA suatu kejadian dalam waktu cepat dan tepat Selain itu keberadaan RW Siaga ini juga bisa memberikan bantuan dengan segera seperti perhatian terhadap gizi anak ,wanita hamil yang akan melahirkan ,penjelasan ASI.maupun PembentukanKP ASI serta layanan kesehatan lainnya.Bahkan keberadaan ya juga siap menghadapi bencana atau gawat darurat. Menurut lurah sunter jaya Reza Pahlevi bahwa RW Siaga itu memangsangat dibutuhkan setiap wilayah. Karena karena keberadaan mereka itu bersentuhan dengan warga sehingga mereka lebih cepat mengetahui wilayah nya masing masing.Penggurus RW siaga ini 24 jam melayani masyarakat,jadi masyarakat yang merasa dalam

keadan kesulitan saya harap langgung melapor .jika hal ini sudah berbentuk saya jamin hal hal yang tidak kita tidak inginkan akan cepat teratasi. Hal senada juga diungkapkan Lurah Koja Muhammad Andri.Bahwa RW Siaga adalah RW yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya,baik kemampuan dan kemauan untuk mencegah ,mengatasi masalah kesehatan ,bencana dan kegawadaruratan maupun kejadian luar biasa( KLB) secara mandiri. Jadi dengan adanya RW Siaga ini tingkat partisipasi warga dan kepeduliannya harus bisa menunjukkan bersama sama. Poskota media independen online tanggal 12 januari 2012.