Anda di halaman 1dari 9

TUGAS AUDITING & ATESTASI

Program Audit untuk Pengujian Substantif Investasi Pada PT Asuransi Ramayana Tbk.

Oleh: Hashifah Siregar 12/343253/EE/06314

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA 2013
Pemahaman Tentang Bisnis Klien

PT Asuransi Ramayana Tbk. didirikan tanggal 6 Agustus 1956 dengan Akta Notaris Raden Meester Soewandi No. 14 dan disahkan dengan Penetapan Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 15 September 1956 No. J.A.5/67/16 dengan nama PT Maskapai Asuransi Ramayana. Tujuan didirikannya perusahaan asuransi tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan proteksi atas barang-barang impor dan ekspor NV Agung yang saat itu dipimpin oleh F.S. Harjadi dan R.G. Doeriat. Nama PT Asuransi Ramayana mulai digunakan setelah diadakan perubahan nama dengan Akta Notaris Muhani Salim, SH No. 95 dan disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman No. C.2.5040-HT01.04.TH 86 tanggal 19 Juli 1986. Pada tahun 1990 Perusahaan memperoleh Surat Ijin Emisi Saham dari Bapepam No. SI-078/SHM/MK.01/1990 tanggal 30 Januari 1990 untuk melaksanakan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 2 (dua) juta lembar saham. Pada tahun yang sama, Perusahaan mendapatkan persetujuan dari Bapepam No. 1638/PM/1990 tanggal 19 September 1990, untuk mencatatkan sahamnya secara parsial pada Bursa Efek Jakarta sebanyak 1 (satu) juta lembar saham dengan nilai nominal masing-masing Rp 1.000 per saham. Pada tanggal 8 Desember 2000 Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada tanggal 10 Desember 2001 Perusahaan telah menandatangani Perjanjian tentang Pendaftaran Efek bersifat ekuitas di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. SP-108/PE/KSEI/2001 tanggal 10 Desember 2001 untuk melakukan konversi saham menjadi catatan elektronik (scriptless trading). Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 20 Pebruari 2002 perdagangan saham perusahaan yang terjadi di Bursa Efek akan diselesaikan dengan menggunakan layanan C-BEST (The Central Depository and Book entry Settlement System) atau dengan cara pemindahbukuan dalam sistem KSEI.

Pada tanggal 5 Oktober 2005 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pemegang saham menyetujui untuk membuka Kantor Cabang Syariah sebagai tanggapaan atas semakin banyaknya permintaan jasa asuransi yang berbasis syariah. Perusahaan memiliki 28 Kantor Cabang / Unit dan 7 Perwakilan dengan jumlah karyawan sebanyak 600 orang.

VISI Mewujudkan rasa aman, nyaman dan terlindungi MISI Membangun perusahaan yang kokoh dan terpercaya dengan:

Memberikan layanan yang berkualitas kepada tertanggung. Memastikan hasil yang optimal bagi Pemegang Saham. Memenuhi ketentuan dan peraturan yang terkait dengan bisnis perusahaan. Membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan mitra bisnis. Menciptakan interaksi kerja yang saling mendukung dan lingkungan kerja yang kondusif.

Memastikan kesejahteraan karyawan

Risiko Bawaan (Inharent Risk) pada Perusahaan Asuransi Risiko bawaan adalah kerentanan suatu asersi terhadap kemungkinan salah saji yang material, dengan asumsi tidak terdapat pengendalian internal yang terkait. Risiko bawaan yang paling menonjol pada perusahaan asuransi adalah: 1. Adanya klaim yang palsu (Fraudulent Claim) Klaim yang palsu dari nasabah merupakan risiko bagi perusahaan asuransi, klaim palsu terkait dengan asersi keberadaan dan keterjadian 2. Kegagalan perusahaan asuransi dalam berinvestasi (Investment Risk) Premi yang dibayarkan nasabah akan diinvestasikan oleh perusahaan asuransi yang merupakan cara perusahaan asuransi untuk mendapatkan keuntungan, namun ada risiko gagal atas investasi tersebut. Jika investasi perusahaan asuransi gagal, maka asuransi dapat menderita kerugian. Hal ini terkait dengan asersi Penilaian, yaitu penilaian investasi. Dasar Pemilihan Akun Signifikan Dilihat dari laporan posisi keuangan PT Asuransi Ramayana Tbk. (ASRM) akun yang signifikan berdasarkan jumlahnya adalah akun investasi yang terdiri dari deposito berjangka,

efek ekuitas tersedia untuk dijual, sukuk, obligasi dimiliki hingga jatuh tempo, investasi saham asosiasi dan investasi saham pada perusahaan lain. Akun investasi berjumlah sebesar 37,65% dari total aset. Akun investasi juga merupakan akun yang sangat khas (highly related) dari perusahaan asuransi dan merupakan unsur penting dari operasi perusahaan. Perusahaan asuransi melakukan investasi sebagai cara menempatkan dana yang dimiliki perusahaan dan untuk menambah laba. Dana asuransi yang diinvestasikan terdiri dari dana pemegang saham dan dana yang terkumpul dari peserta asuransi, hasil dari investasi inilah yang nantinya akan menjadi keuntungan bagi perusahaan asuransi. Karena khasnya dan pentingnya akun investasi ini pada perusahaan asuransi maka dipilihlah akun investasi sebagai signifikan. Tujuan Audit Tujuan audit spesifik untuk audit atas investasi masing-masing dari kelima kategori asersi laporan keuangan: Asersi Keberadaan atau Keterjadian Pendapatan keuntungan yang dan Tujuan Audit Saldo Akun investasi, Investasi jangka pendek dan kerugian jangka panjang yang dicatat serta merupakan investasi yang akun

direalisasi, dan yang

keuntungan penahanan

kerugian ada pada tanggal laporan belum posisi keuangan.

direalisasi termasuk dalam laba yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa yang terjadi berjalan. Kelengkapan Pengaruh transaksi investasi berjalan laba-rugi dari dan selama terhadap semua Semua investasi jangka selama periode

peristiwa pendek dan jangka panjang periode termasuk dalam akun

laporan investasi di laporan posisi

komprehensif keuangan.

termasuk dalam akun-akun laporan komprehensif. laba-rugi

Hak dan Kewajiban

Semua investasi yang dicatat dimiliki oleh entitas yang melaporkan.

Penilaian atau Alokasi

Pendapatan

investasi,

dan Investasi

dilaporkan

di

keuntungan serta kerugian laporan posisi keuangan pada yang direalisasi dan belum nilai wajar, harga pokok, direalisasi dilaporkan pada biaya jumlah yang benar. yang diaamortisasi,

atau jumlah yang ditentukan oleh metode ekuitas, sama untuk investasi tertentu.

Penyajian dan Pengungkapan

Saldo

investasi

telah dan

diidentifikasi

diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan. Pengungkapan telah dengan dibuat yang tepat

berkenaan pihak

investasi

berelasi, dasar untuk menilai investasi, dan penggadaian investasi sebagai agunan.

Program Audit Program audit menyatakan bahwa prosedur audit yang diyakini merupakan hal yang penting untuk mencapau tujuan audit. Maksud dari suatu program audit adalah untuk mengatur secara sistematis prosedur audit yang akan dilaksanakan selama audit berlangsung. Berikut ini merupakan program audit untuk asersi investasi pada PT Asuransi Ramayana Tbk. (ASRM): Jenis Pengujian Pengujian Substantif Tujuan Audit Saldo Akun EO C RO VA PD

1. Mendapatkan pemahaman atas bisnis dan Prosedur Awal industri serta menentukan: a. Signifikasi saldo dan transaksi investasi bagi entitas b. Kebijakan entitas untuk menginvestasikan kelebihan saldo kas c. Pendorong mempengaruhi ekonomi akuisisi kunci entitas yang atas

investasi termasuk kemampuan entitas untuk memanfaatkan kas yang mengalir dari aktivitas pembiayaan dan untuk

menghasilkan arus kas bebas, d. Standar industri sejauh mana investasi penting bagi entitas dan dampaknya

terhadap laba 2. Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan investasi yang akan mendapat

pengujian lebih lanjut. a. Menelusuri saldo awal akun aset dan ekuitas investasi ke kertas kerja tahun sebelumnya b. Menelaah aktivitas dalam semua akun laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif yang berkaitan dengan investasi serta menyelidiki ayat jurnal yang tampak tidak biasa dari jumlah atau sumbernya. c. Mendapatkan skedul investasi yang

disiapkan klien dan menentukan bahwa hal itu secara akurat merupakan catatan

akuntansi mendasar yang dilakukan dengan cara: melakukan footing dan crossfooting

skedul serta merekonsiliasi total ke saldo buku besar dan buku besar pembantu. menguji kecocokan pos-pos pada skedul itu dengan ayat jurnal dalam akun buku besar dan buku besar pembantu.

prosedur analitis

3. Melaksanakan prosedur analitis a. Menghitung rasio: Investasi jangka pendek terhadap total aset lancar Investasi jangka pendek terhadap total aset Tingkat pengembalian menurut

klasifikasi investasi b. Menganalisis hasil-hasil rasio dibandingkan dengan tahun pengharapan sebelumnya, berdasarkan jumlah data yang

dianggarkan, dan data lainnya. Pengujian rincian transaksi 4. Memvouching ayat jurnal dalam akun investasi dan pendapatan serta ekuitas yang berkaitan. 5. Menginspeksi dan menghitung sekuritas yang ada di tangan. Pengujian rincian saldo 6. Mengkonfirmasi sekuritas yang ditahan oleh pihak lain 7. Menghitung kembali pendapatan investasi yang dihasilkan. 8. Menentukan kekayaan klasifikasi sekuritas untuk yang ditahan sampai jatuh-tempo,

sekuritas yang diperdagangkan, dan sekuritas yang tersedia untuk dijual dengan mengacu kepada: a. Dokumentasi yang menyatakan maksud manajemen b. Apakah dengan dinyatakan c. Kemampuan manajemen untuk menahan sekuritas hutang hingga jatuh tempo d. Representasi tertulis dari manajemen yang mengkonfirmasikan klasifikasi yang tepat dari sekuritas. 9. Mendapatkan bukti yang mendukung nilai wajar investasi pada tanggal laporan posisi keuangan, termasuk tetapi tidak terbatas pada: a. Harga pasar kutipan yang diperoleh dari publikasi keuangan b. Estimasi nilai wajar yang diperoleh dari pialang-dealer dan sumber pihak ketiga lainnya. c. Evaluasi kelayakan model penilaian tindakan maksud manajemen manajemen sejalan yang

Penyajian

dan

10. Membandingkan penyajian laporan dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia. a. Menentukan apakah saldo investasi telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan b. Menentukan kelayakan pengungkapan yang berkaitan dengan dasar penilaian untuk investasi, kerugian komponen yang keuntungan dan atau belum

pengungkapan

direalisasi

direalisasi, investasi pihak berelasi, dan investasi yang digadaikan.