PANDUAN PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) DI SMA NEGERI 72 JAKARTA

Disusun Oleh : Agus Salim, MA

SMA NEGERI 72
Jl. Prihatin Komplek TNI AL Kodamar Jakarta 2009

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat yang tidak terhingga kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Panduan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini. Pada tahun Pelajaran 2005/2006 penulis mendapat tugas sebagai pembina sains dalam kegiatan ektrakurikuler di SMA Negeri 72 Jakarta. Salah satu strategi yang penulis tempuh dalam mengemban tugas itu adalah menghidupkan kembali Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 72 Jakarta. Pengalaman penulis membina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 72 Jakarta dan ditunjang dengan workshop-workshop yang penulis ikuti menumbuhkan pemikiran dan konsep-konsep pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dalam benak penulis. Namun karena tuntutan kerja di bidang lain cukup besar maka pengembangan pemikiran dan konsep-konsep itu tidak mendapat ruang perhatian yang layak. Setelah beberapa tahun berlalu, muncul keinginan dalam hati penulis untuk menghimpun kembali konsepkonsep pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang pernah ada dan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Panduan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang ada di tangan pembaca merupakan hasil dari keinginan penulis tersebut. Semoga Panduan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang penulis susun ini bermanfaat. Penulis berharap semoga jerih payah penulis

dalam menyusun panduan ini dicatat sebagai amal shalih di sisi Allah SWT. Jakarta. April 2009 Penulis . Amiin.

M. D. D. F. C. B. L. PENGERTIAN 16 18 18 7 9 10 11 11 13 14 14 14 14 16 BAB 2 KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) TUJUAN DISELENGGARAKANNYA KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) INDIKATOR KEBERHASILAN PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA . K.DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN A. C. B. J. LATAR BELAKANG LANDASAN PENGERTIAN TUJUAN SASARAN i iii 1 1 3 3 4 5 6 6 MANFAAT KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) KURIKULUM PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) STANDAR PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) STRATA PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) STRATEGI PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) PELAKSANA PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) SASARAN PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) WAKTU PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) BIAYA PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) EVALUASI PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) PELAPORAN PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) (KIR) BAB 3 LATIHAN DASAR PENELITIAN A. H. G. I. E. E. A.

E. C. D. JENJANG LATIHAN DASAR PENELITIAN MATERI LATIHAN DASAR PENELITIAN INDIKATOR KEBERHASILAN LATIHAN DASAR PENELITIAN 18 20 22 24 26 STRATEGI PENYELENGGARAAN LATIHAN DASAR PENELITIAN 21 BAB 4 PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN .B.

berilmu. berakhlak mulia. LATAR BELAKANG. sehat. Keseluruhan mata pelajaran yang terdapat dalam kegiatan intrakurikuler merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang bertujuan mengembangkan aspek intelektual (logika). mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kegiatan intrakurikuler dirancang sejumlah mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik. kecakapan berpikir rasional (thinking skill). Untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional itu maka diselenggarakan kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler di setiap jenjang pendidikan. kreatif. Dalam cakupan yang lebih luas kegiatan intrakurikuler bertujuan mengembangkan kecakapan hidup ( life skill) peserta didik yang meliputi kecakapan mengenal diri sendiri ( self awareness). Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.BAB 1 PENDAHULUAN A. cakap. kecakapan sosial . sikap (etika) dan psikomotor (praktika) peserta didik.

Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang melatih peserta didik agar mencapai kecakapan akademis memiliki fungsi strategis memperkuat kegiatan-kegiatan intrakurikuler. Keberadaan kegiatan ekstrakurikuler menjadi sangat penting mengisi kekurangan-kekurangan yang dimiliki kegiatan intrakurikuler.(social skill). B. menghubungkan variable dan kecakapan melakukan penelitian merupakan kecakapan yang diprioritaskan di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). kecakapan vokasional (vocational skill) dan kecakapan akademis (academic skill). Kegiatan ekstrakurikuler merupakan pengembangan lebih lanjut dari meteri-materi pelajaran yang dilakukan di luar jam pelajaran dan terjadwal. LANDASAN. . Kecakapan akademis yang di dalamnya meliputi kecakapan mengidentifikasi variable. Keterbatasan jumlah jam pelajaran yang tersedia bagi setiap mata pelajaran menjadi salah satu faktor penghambat tercapainya kecakapan akademis yang dituntut. Karena itu dapat dimengerti bahwa kegiatan ekstrakurikuler tidak dapat dipisahkan dari kegiatan intrakurikuler. Hal itu disebabkan karena peserta didik di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dipersiapkan melanjutkan pendidikan ke jenjang Pendidikan Tinggi. Dari pandangan ini dapat dipahami bahwa Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) semestinya menjadi ekstrakurikuler wajib bagi setiap peserta didik di jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Atas.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 4. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 2. . Karya Ilmiah adalah suatu karya yang dihasilkan melalui metodologi berfikir yang runut. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan terstruktur dan menghasilkan karya yang bersifat Ilmiah. 1. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).1. C. Karya Ilmiah. PENGERTIAN. mengikuti kaidah penalaran yang logis. rasional dan bersifat koheren atas bagian-bagiannya. D. 2. Panduan Pengelolaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini disusun dengan tujuan : 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan. TUJUAN. Mengaitkan program kerja ekstrakurikuler dengan program kerja intrakurikuler.

Guru Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). 4. serta masyarakat dalam kegiatan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Menumbuh-kembangkan peran guru. 3. 3. mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan kegiatan pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Wakil Kepala SMA Negeri 72 Jakarta bidang Kurikulum. 6. 2. Kepala SMA Negeri 72 Jakarta. Mengupayakan dan mewujudkan adanya sarana dan prasarana yang memadai dan situasi yang kondusif dalam menunjang pelaksanaan pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). SASARAN. Sasaran pengguna panduan pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini adalah : 1.2. E. Memantau. Wakil Kepala SMA Negeri 72 Jakarta bidang Kesiswaan. 4. alumnus. Menyamakan persepsi dan tindakan dalam pola pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta dalam upaya peningkatan kecakapan akademis peserta didik. . 5. Mendorong Manajemen SMA Negeri 72 Jakarta agar lebih mantap menetapkan kebijakan dan pengaturan program-program sekolah dalam penyusunan rencana kegiatan Sekolah untuk meningkatkan kecakapan akademis peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

6. Peserta didik. . Masyarakat.5.

Meningkatkan kepekaan peserta didik terhadap masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitarnya.2. Tujuan khusus diselenggarakannya kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Negeri 72 Jakarta adalah : 2. Meningkatkan pengetahuan mengenai prosedur penelitian ilmiah. Meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai cara berpikir ilmiah. terbuka. dan skeptis. Tujuan Umum diselenggarakannya Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah membina dan mengembangkan sikap ilmiah peserta didik sehingga peserta didik bersikap dan bertindak berdasarkan proses berpikir ilmiah yang tercermin dalam sifat-sifat : berpikir sistematis. TUJUAN DISELENGGARAKANNYA KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). jujur. berani. 2.1.3. Tujuan Khusus. 1.BAB 2 KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) A. . rasional. kritis. toleran. Tujuan Umum. objektif. realistis. 2. 2. kreatif.

b. optimis. kreatif. Wahana untuk menempa kematangan sikap dan kepribadian. j. Meningkatkan daya nalar terhadap fenomena-fenomena alam. bertanggung jawab. h. a. i. Menumbuhkan sifat-sifat ilmiah.5. g. dan skeptis. kritis.4. peran serta peserta yang didik ada dalam di upaya masalah-masalah lingkungan 2. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi lisan melalui pengalaman diskusi. k. terbuka. Meningkatkan wawasan Ilmu Pengetahuan. Mengenal cara-cara berorganisasi. Keberadaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang dikembangkan di sekolah memiliki berbagai manfaat bagi pesserta didik. Manfaat Kelompok Ilmiah Remaja bagi peserta didik adalah : Meningkatkan rasa ingin tahu terhadap fenomena alam. MANFAAT KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). debat dan presentasi Ilmiah. guru pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) maupun bagi sekolah. Meningkatkan keterampilan menguasai Ilmu Pengetahuan. jujur. toleransi. Meningkatkan kreativitas. Meningkatkan minat baca. berani. di antaranya : 1. e. B. . Meningkatkan pengalaman peserta didik dalam melakukan penelitian tentang berbagai persoalan yang menarik minatnya. Meningkatkan memecahkan sekitarnya. c.2. f. Meningkatkan daya kritis. d.

o. Memfungsikan sekolah sebagai tempat pengembangan riset dan penelitian. Manfaat Kelompok Ilmiah Remaja bagi guru pembina adalah : Menambah wawasan Ilmu Pengetahuan. c. a. Mengenal sikap dan perkembangan pribadi peserta didik lebih mendalam. . a. e. Meningkatkan rasa ingin tahu terhadap Ilmu Pengetahuan. Meningkatkan minat baca. b. Meningkatkan keterampilan menulis. Menambah Remaja (KIR). Menambah pengetahuan dalam menunjang Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah. Manfaat Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) bagi sekolah : Memberikan nilai tambah dan nilai unggul kompetitif bagi sekolah. keterampilan membimbing Kelompok Ilmiah 3. Meningkatkan situasi dan kondisi sekolah yang kondusif untuk belajar. n. f. c. d. 2. b. Membuka kesempatan untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lang lebih tinggi. Menjadi benih dan rintisan kelompok Sains Club. m.l. Ajang uji coba prestasi.

Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar dalam pembinaan Kelompok ilmiah Remaja (KIR) ditampilkan dalam tabel berikut : No 1 Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip dasar Penelitian Ilmiah Kompetensi Dasar 1. 3 Menerapkan konsep dan prinsip dasar Penelitian Ilmiah Kuantitatif D. Melakukan Pengolahan data . Menerapkan Penulisan Karya Ilmiah 1. Melakukan Pengumpulan Data.d. Memperluas hubungan kerja sama sekolah dengan institusiinstitusi lain. . 3. Menyusun rancangan Penelitian 2. 2. KURIKULUM PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). Menyusun Usulan (proposal) Penelitian . Menerapkan Bahasa sebagai sarana berpikir ilmiah 3. 2 Menerapkan konsep dan prinsip dasar Penelitian Ilmiah Kualitatif. Mendeskripsikan Hakekat Penelitian Ilmiah 2. 1. Menyusun Laporan Penelitian. STANDAR PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). C.

Mencapai SK 3 2. Telah Melakukan lebih dari 5 kali penelitian 2 Kompetensi Madia 3 Kompetensi Paripurna E. STRATEGI PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). Strata pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ditampilkan dalam tabel berikut : No 1 2 3 4 Strata Pra Peneliti Peneliti Pemula tingkat 1 Peneliti Pemula tingkat 2 Peneliti Pemula tingakt 3 Kriteria Belum mencapai Kompetensi Mencapai Kompetensi Minimal Mencapai Kompetensi Madia Mencapai Kompetensi Paripurna F. Dalam melaksanakan pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Mencapai SK 2 2. STRATA PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). Telah Melakukan 3 – 5 kali penelitian 1. strategi yang perlu dilakukan antara lain : 1. Telah Melakukan 1 – 2 kali penelitian 1. Mencapai SK 1 2.Standar pembinaan Kelompok ilmiah Remaja (KIR) ditampilkan dalam tabel berikut : No 1 Jenis Kompetensi Kompetensi Minimal Kriteria Kompetensi 1. . Tahap Persiapan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

Metode Penelitian. antara lain : Komunikasi. Informasi dan edukasi tentang Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Menyusun program kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Inventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana penunjang kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Pemetaan Pengetahuan dan keterampilan penelitian pada peserta didik. Laboratorium Penunjang. antara lain : Kepustakaan tentang Penelitian. 2. Tahap Pelaksanaan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). . yaitu : Penentuan Koordinator Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Seminar dan Workshop. Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan. Latihan Dasar Penelitian (LDP). Teknik Penulisan Karya Ilmiah.Untuk melaksanakan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 72 Jakarta. Menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai instansi. Latihan Motivasi (Motivation Training) tentang Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Penentuan Guru Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). hendaknya pada awal tahun ajaran dipersiapkan beberapa hal.

Pelaksana kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Negeri 72 Jakarta adalah : . Evaluasi hanya dilakukan jika program pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) telah berjalan dalam satu periode tertentu (per tahun ajaran) sesuai dengan tahapan program.3. Lomba-lomba Penelitian. hambatan dan kendala apa saja yang dihadapi dalam pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan bagaimana cara-cara mengatasinya. Evaluasi ditekankan pada aspek hasil (out-put). Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah program Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) telah mencapai sasaran yang diharapkan. Monitoring bertujuan untuk mengetahui apakah program pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) berjalan sebagaimana yang direncanakan. G. Kegiatan monitoring diarahkan pada proses pelaksanaan program agar jika terjadi penyimpangan atau ada kendala dapat segera dibenahi dan diberi bantuan untuk mengatasi masalah tersebut. Montoring digunakan sebagai umpan balik untuk penyempurnaan program yang telah ditetapkan. Bimbingan Penelitian. PELAKSANA PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). BimbinganPenulisan Karya Ilmiah. Seminar Hasil Penelitian. Monitoring dan Evaluasi Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

: Aktifis dan anggota OSIS. I. Penanggung Jawab : Kepala SMA Negeri 72 Jakarta. J. BIAYA PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). yaitu pada hari ……………… dengan durasi 2 x jam mata pelajaran (90 menit). buku-buku. 4. 2. H. maupun kesejahteraan guru Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). EVALUASI PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). Sasaran Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah peserta didik SMA Negeri 72 Jakarta. Pembina KIR: Wakil Kepala SMA 72 Bidang Kesiswaan. SASARAN PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). 3. Kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dilaksanakan 1 (satu) kali dalam sepekan. 5. . : Guru-guru SMA Negeri 72 yang ditunjuk. Biaya Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Negeri 72 Jakarta dibebankan kepada Anggaran Pembiayaan dan Belanja Sekolah (APBS) dan sumber dana lainnya yang tidak mengikat yang digunakan untuk penunjang kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) baik berupa kegiatan administratif. WAKTU PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR).1. K. Pembina KIR Guru Pembina Pembantu : Guru SMA Negeri 72 yang ditunjuk. Koord.

2.Evaluasi Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dilaksanakan dengan beberapa tahap. 3. Tingkat kemajuan keberhasilan peserta didik dalam setiap Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). yaitu : 1. Evaluasi Pekanan. Evaluasi Semester dan Tahunan dilakukan oleh Wakil Kepala SMA Negeri 72 Jakarta Bidang Kesiswaan. dan mencatatnya di lembaran/blangko yang sudah Hasil evaluasi prestasi peserta didik dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dalam satu semester dapat dipertimbangkan dan atau digunakan sebagai nilai psikomotor mata pelajaran sesuai bidang Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang diambil oleh peserta didik yang bersangkutan. Evaluasi Bulanan. . Evaluaisi pekanan dilakukan oleh guru Pembina yaitu dengan mengevaluasi kehadiran peserta didik di setiap penyelenggaraan Pembinaan disediakan. Evaluasi bulanan dilakukan oleh Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yaitu dengan memperhatikan : Tingkat kehadiran peserta didik dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Evaluasi Semester dan Tahunan.

2. L.Hasil evaluasi tingkat kehadiran peserta didik dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dalam satu semester dapat dipertimbangkan dan atau digunakan sebagai nilai afektif mata pelajaran sesuai bidang Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang diambil oleh peserta didik yang bersangkutan. INDIKATOR KEBERHASILAN PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). . Peserta didik dapat melakukan penelitian sederhana sesuai prosedur penelitian ilmiah. PELAPORAN PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR). 3. M. Laporan Semester dan Tahunan dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan disampaikan kepada kepala SMA Negeri 72 Jakarta. Laporan pekanan dilakukan oleh Guru Pembina kepada Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Laporan kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) disusun secara periodik sebagai berikut : 1. 2. Indikator keberhasilan dalam pelaksanaan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Negeri 72 Jakarta adalah : 1. Diperoleh pemetaan pengetahuan dan keterampilan penelitian pada peserta didik. Laporan bulanan dilakukan oleh Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) disampaikan kepada Wakil Kepala SMA Negeri 72 Jakarta bidang Kesiswaan.

4. Meningkatnya sikap hidup ilmiah pada peserta didik. BAB 3 LATIHAN DASAR PENELITIAN .3. Peserta didik dapat menyusun karya ilmiah. 5. Meningkatnya kesadaran peserta didik terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya dan berusaha mencari penyelesaiannya.

Latihan Dasar Penelitian adalah kegiatan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik sehingga peserta didik mampu melakukan penelitian ilmiah. Di dalam Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) terdapat 3 (tiga) jenjang Pelatihan Dasar Penelitian. Latihan Dasar Penelitian II. . B. yaitu : 1. JENJANG LATIHAN DASAR PENELITIAN. Latihan Dasar Penelitian I. PENGERTIAN. Peserta didik yang telah mencapai Kompetensi Minimal (SK 1) dan telah memiliki pengalaman melakukan 1 – 2 kali penelitian diberi predikat sebagai Peneliti Pemula Tingkat 1. Peserta didik dinyatakan lulus Latihan Dasar Penelitian I jika peserta didik yang bersangkutan memperoleh seluruh materi Latihan Dasar Penelitian I dan peserta didik yang bersangkutan memiliki pengalaman melakukan 1 – 2 kali penelitian sederhana.A. 2. Latihan Dasar Penelitian I diselenggarakan dengan tujuan menghantarkan peserta didik mencapai Kompetensi Minimal (SK 1) dan memotivasi peserta didik melakukan penelitian dasar.

Latihan Dasar Penelitian II diselenggarakan dengan tujuan menghantarkan peserta didik mencapai Kompetensi Madia (SK 2) dan memotivasi peserta didik melakukan penelitian. MATERI LATIHAN DASAR PENELITIAN. Latihan Dasar Penelitian III. Peserta didik yang telah mencapai Kompetensi Madia (SK 2) dan telah memiliki pengalaman melakukan 3 – 5 kali penelitian diberi predikat sebagai Peneliti Pemula Tingkat 2. Peserta didik yang telah mencapai Kompetensi Paripurna (SK 3) dan telah memiliki pengalaman melakukan lebih dari 5 kali penelitian diberi predikat sebagai Peneliti Pemula Tingkat 3. 3. C. Peserta didik dinyatakan lulus Latihan Dasar Penelitian II jika peserta didik yang bersangkutan memperoleh seluruh materi Latihan Dasar Penelitian II dan peserta didik yang bersangkutan memiliki pengalaman melakukan 3 – 5 kali penelitian. Latihan Dasar Penelitian III diselenggarakan dengan tujuan menghantarkan peserta didik mencapai Kompetensi Paripurna (SK 3) dan memotivasi peserta didik melakukan penelitian. . Peserta didik dinyatakan lulus Latihan Dasar Penelitian III jika peserta didik yang bersangkutan memperoleh seluruh materi Latihan Dasar Penelitian III dan peserta didik yang bersangkutan memiliki pengalaman melakukan lebih dari 5 kali penelitian sederhana.

Materi Latihan Dasar Penelitian II. b. f. c. Teknik Sampling. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. b. Menyusun daftar pustaka. 2. f. e.Latihan Dasar Penelitian yang terdiri dari 3 (tiga) jenjang merupakan Latihan Dasar Penelitian yang terpadu. b. Praktik Wawancara. Materi dalam Latihan Dasar Penelitian I mencakup : a. d. Materi Latihan Dasar Penelitian I. instrument penelitian :kuesioner dan 3. Bahasa sebagai sarana berfikir ilmiah. e. Menyusun wawancara. Materi Latihan Dasar Penelitina III. Di dalam setiap Latihan Dasar Penelitian itu dirancang materi-materi pembinaan sebagai berikut : 1. . Menyusun Rancangan Penelitian. Menyusun catatan kaki (footnote). Menyusun Proposal Penelitian. Metodet Penelitian Eksperimen. Teknik Sampling. Materi dalam Latihan Dasar Penelitian II mencakup : a. c. Materi dalam Latihan Dasar Penelitian III mencakup : a. Hipotesis. Pemanfaatan statistik deskriptif sederhana : persentase. Hakekat Penelitian Ilmiah. d.

d. 2.c. Seluruh peserta didik yang telah lulus Latihan Dasar Penelitian II wajib mengikuti Latihan Dasar Penelitian III. Penelitian Kuantitatif. Seluruh peserta didik wajib mengikuti Latihan Dasar Penelitian I. Kompetensi Madia dan Kompetensi Paripurna . 6. Latihan Dasar Penelitian dengan tujuan menghantarkan peserta didik mencapai Kompetensi Minimal. D. E. STRATEGI PENYELENGGARAAN LATIHAN DASAR PENELITIAN. Untuk mencapai target Latihan Dasar Penelitian. maka strategi yang harus ditempuh adalah : 1. 3. e. Teknik uji hipotesis. 4. Latihan Dasar Penelitian II diselenggarakan jika terdapat sekurang-kurangnya 25 % peserta didik telah lulus Latihan Dasar Penelitian I. Seluruh peserta didik yang telah lulus Latihan Dasar Penelitian I wajib mengikuti Latihan Dasar Penelitian II. Statistik Inferensi. Latihan Dasar Penelitian I diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun pelajaran. 5. Latihan Dasar Penelitian III diselenggarakan jika terdapat sekurang-kurangnya 25 % peserta didik telah lulus Latihan Dasar Penelitian II. INDIKATOR KEBERHASILAN LATIHAN DASAR PENELITIAN.

3. 2. 60 % peserta didik yang telah mengikuti Latihan Dasar Penelitian termotivasi untuk mendalami penulisan hasil penelitian ilmiah. BAB 4 PENUTUP . 60 % peserta didik yang telah mengikuti Latihan Dasar Penelitian terbiasa memcahkan masalah melalui pemikiran analitis atau pemikiran sintetis.dapat dikatakan berhasil jika mencapai indicator keberhasilan sebagai berikut : 1. 60 % peserta didik yang telah mengikuti Latihan Dasar Penelitian termotivasi untuk melakukan penelitian ilmiah.

Melalui buku panduan ini diharapkan adanya kesamaan pandangan dan pemahaman dalam upaya pencapaian kecakapan akademis peserta didik. saran serta masukan yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan panduan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat menunjang tercapainya target pendidikan nasional itu adalah kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Sebagai sebuah program kegiatan. . terarah dan terpadu. Target pencapaian kecakapan akademis peserta didik sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional diupayakan dengan berbagai kegiatan terencana. Sebagai sebuah panduan yang disusun dengan tergesa-gesa. maka dapat dipastikan di dalamnya terdapat berbagai kekurangan. Karena itu disusunlah panduan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Buku panduan ini hendaknya dipahami dan dilaksanakan oleh semua elemen SMA Negeri 72 Jakarta sehingga target tercapainya kecakapan akademis peserta didik dapat terpenuhi. proses pendidikan harus dilaksanakan sepanjang hayat melalui berbagai upaya dan strategi. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) hendaknya ditunjang oleh sebuah panduan. Kritik.Sebagai sebuah proses yang berkesinambungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful