P. 1
CVT MIO

CVT MIO

|Views: 205|Likes:
Dipublikasikan oleh Yudi Eka Putra
Cara Merawat CVT pada motor MIO
Cara Merawat CVT pada motor MIO

More info:

Published by: Yudi Eka Putra on Jun 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2015

pdf

text

original

Yamaha Mio sukses memegang pasar matik nasional meski sekarang memiliki banyak pesaing.

Kemudahan operasional, dimensi kecil serta bentuk yang up to date jadi kunci sukses matic 113,7 cc ini. Terlepas dari itu semua, beragam tips harian bisa dilakoni sendiri lho. Berikut prosesnya : 1. Perpanjangan Umur Pakai VBELT Sejatinya V-Belt mesti rutin diganti setiap pemakaian 15 ribu km. Tetapi, tidak jarang sebelum angka tersebut, V-Belt terpaksa diganti karena sudah terkikis atau melar disebabkan oleh kelalaian perawatan. Sebaiknya rutin untuk membersihkan filter penyaring debu di cover CVT. Dengan pembersihan bensin, kotoran debu yang sering mengakibatkan V-Belt selip bisa dihilangkan dengan cepat. 2. Cek Kandungan Oil-Air Box Filter Karbu Setiap box filter karbu Mio selalu dilengkapi detektor air dan oli. Lewat detektor berbahan karet transparan ini, pengguna bisa melakukan pengecekan apakah box filter Karbu dipenuhi oli ataupun air. Jika jawabannya ya, segera bongkar dan bersihkan box filter karbu. 3. Rutin Ganti Oli Transmisi CVT Di dalam CVT terdapat pula susunan gigi transmisi. Agar awet dan berfungsi dengan baik, maka harus rutin melakukan penggantian setiap jarak tempuh 10 ribu km sebanyak 100cc. 4. Rutin Cek Aki Hindari Korosi Aki punya peranan dominan buat mendukung kelistrikan, terutama penyalaan mesin dengan bantuan starter elektrik. Sering-seringlah memeriksa kondisi aki, mulai dari ketinggian air hingga kondisi baut +/- nya. Jika lengah, kutub-kutub dipenuhi kerak pengundang koros. Jika terlanjur bersihkan kerak dengan air panas secara rutin. 5. Perluas Lubang Irigasi Bagasi Bagasi dilengkapi dua buah lubang kecil di pojokpojoknya. Lubang ini adalah lubang irigasi yang fungsinya untuk saluran pembuangan air yang terjebak di bagasi. Agar lebih maksimal, perluas lubang ini dengan bor ukuran baut 12. 6. Gampang Setel Karbu Posisi karburator Mio tersembunyi dalam bodi, tepatnya di bawah bagasi yang dikelilingi side body dan under seat kover. Nah cara praktis untuk memperbesar atau memperkecil putaran RPM lewat karbu, cukup buka jok lalu buka penutup karet panjang di dasar bagasinya. Setel karbu lewat lubang itu dengan modal obeng. 7. Jaga Kedap Air Cop Busi Posisi busi termasuk sulit dijangkau, selain itu juga posisinya tepat di belakang lubang angin under seat kover sehingga rentan terkena air. Itu sebabnya cop busi dibuat kedap air dengan dilengkapi bibir karet. Agar lebih oke, jangan ganti dengan sembarang cop, selain itu untuk menjaga kekedapannya, gunakan bantuan sealer yang dioles mengelilingi bibir cop busi. 8. Selamatkan Nomer Mesin Nomer mesin terdapat di dinding atas blok CVT, namun sayang posisinya tepat di tepi dinding ban. Otomatis area ini sering ditempa kotoran air maupun debu. Agar tak gampang rusak terjangkit korosi, segera amankan dengan pelapisan pernis 9. Usir Berisik Cakram Terkadang cakram mengeluarkan bunyi srek-srek yang diikuti seretnya putaran roda. ini diakibatkan geseran piringan cakram dengan kampas rem. Orsinya separuh bagian kampas rem disisi piston kaliper diganjal plat. Ganjalan separuh ini menyebabkan miringnya keping kampas rem akibat luasan dorongan

yang tidak merata dari piston kaliper, lama-lama ketebalan kampas akan berbeda dan seterusnya kemiringan keping kampas akan menggeser piringan hingga mengeluarkan bunyi tersebut. Simak tips dan cara merawat motor mio dari A-Z tips hariannya : 1. Perpanjangan Umur Pakai V-BELT :Sejatinya V-Belt kudu rutin diganti setiap pemakaian 15 ribu km, namun nggak jarang sebelum angka tersebut, V-Belt terpaksa diganti karena udah terkikis atau melar yang banyak disebabkan oleh kelalaian perawatan. 2. Cek Kandungan Oil-Air Box Filter Karbu : Setiap box filter karbu Mio selalu dilengkapi detektor air dan oli. Lewat detektor berbahan karet transparan ini, kamu bisa melakukan pengecekan apakah box filter Karbu Mio kamu dipenuhi oli ataupun air. 3. Rutin Ganti Oli Transmisi CVT : Di dalam CVT terdapat pula susunan gigi transmisi. Agar awet dan berfungsi dengan baik, kamu kudu rutin melakukan penggantian setiap jarak tempuh 10 ribu km. Ternyata olinya nggak harus oli khusus CVT kok, pake aja oli SAE 40 yang juga digunakan sebagai oli pelumas mesin. hanya sebanyak 100cc. 4. Rutin Cek Aki Hindari Korosi : Aki punya peranan dominan buat mendukung kelistrikan, terutama penyalaan mesin dengan bantuan starter elektrik. periksa aki mulai dari ketinggian air hingga kondisi baut +/- nya. Jika lengah, kutub2 dipenuhi kerak pengundang koros. 5. Perluas Lubang Irigasi Bagasi : Bagasi Mio dilengkapi dua buah lubang kecil di pojok-pojoknya. Lubang ini adalah lubang irigasi yang fungsinya untuk saluran pembuangan air yang terjebak di bagasi. Agar lebih maksimal, perluas lubang ini dengan bor ukuran baut 12. Biaya | Lama Pengerjaan : - | 5 menit Perlengkapan : Bor Listrik 6. Gampang Setel Karbu : Posisi karburator Mio ngumpet dalam bodi, tepatnya dibawah bagasi yang dikelilingi side body dan under seat kover. Nah cara praktis untuk perbesar/perkecil putaran RPM lewat karbu, cukup buka jok lalu buka penutup karet panjang di dasar bagasinya. Setel karbu lewat lubang itu dengan modal obeng doang.

7. Jaga Kedap Air Cop Busi :Posisi Busi Mio termasuk sulit dijangkau, selain itu juga posisinya tepat dibelakang lubang anginunder seat kover. Otomatis rentan terkena air dari lubang tersebut. Itu sebabnya cop busi dibuat kedap air dengan dilengkapi bibir karet. Biaya | Lama Pengerjaan : 10 Ribu | 10 menit Perlengkapan : Lem Sealer, Obeng (+) 8. Selamatkan Nomer Mesin : Nomer Mesin Mio terdapat di dinding atas blok CVT, namun sayang posisinya tepat di tepi dinding ban. Otomatis area ini sering ditempa kotoran aik air maupun debu. Agar nggak gampang rusak terjangkit korosi, segera amankan dengan pelapisan pernis Biaya | Lama Pengerjaan : 15-25Ribu | 5 menit Perlengkapan : Cat semprot clear, pen brush atau spray gun, pernis 9. Rawat Kover Plastik Hitam :Orsi-nya, kover Mio nggak seluruhnya menggunakan plastik berlapis cat. Beberapa diantaranya menggunakan bahan plastik berwarna hitam seperti back deck kover, foot board hingga under seat kover. Yang jadi masalah bagian ini susah dibersihkan apalagi keseringan tergores. Tips ampuh murah meriah adalah dengan bantuan semir sepatu. Biaya | Lama Pengerjaan : 5-10 Ribu | 30 menit Perlengkapan : Semir sepatu hitam, sikat semir sepatu,lap pembersih 10. Usir Berisik Cakram : Terkadang cakram Mio mengeluarkan bunyi srek-srek yang diikuti seretnya putaran roda. ini diakibatkan geseran piringan cakram dengan kampas rem. Orsinya separuh bagian kampas rem disisi piston kaliper diganjal plat. TIPS : Menangkalnya cukup sederhana kok, yang paling gampang dengan melepas plat pengganjalnya agar permukaan keping plat-nya rata. Tapi kamu kudu nyetel ulang kalipernya agar tarikan tuas rem-nya nggak terlalu dalam. Jika ngga pengen repot, penuhi aja pengganjalnya dengan bantuan tambahan plat tipis yang direkatkan lem besi.

Muncul Bunyi Decitan dari CVT Skutik mungkin gra".. 1. Ada cairan. Adanya sejenis oli atau cairan yang lama menguap dan bikin licin mengganggung mekanisme kerja puli depan atau belakang. jadi, gesekan belt dan puli depan-belakang tidak sempurna. Trus, pemakaian gemuk yang berlebihan atau salah, juga bisa bikin selip. Muncul selip karena gemuk yang berlebihan dan enggak sesuai spesifikasi, muncrat ke komponen yang bergesekan dengan sabuk. 2. Perawatan filter. Lho, apa hubungannya filter dengan decitan CVT? Umumnya pemilik skutik, bilang Slamet dari Education Service Supervision PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, tidak merawat filter karena ada tumpukan debu atau kotoran sampai komponen penyaring itu kotor. "Filter yang kotor bikin sedikit ruang untuk udara masuk ke bagian dalam CVT. Di sini yang bikin temperatur tinggi di atas toleransi. Efeknya, overheat bagian dalam CVT dan dampak jangka panjangnya bikin selip," papar Handy Hariko, Deputy GM Technical Service PT Astra Honda Motor (AHM). Nah, dengan panas yang melebihi batas bikin gemuk di beberapa komponen mencair lebioh cepat. Nah, gemuk yang menempel di piring drive-driven space, jika kena gesekan sabuk atau belt bakal menimbulkan gejala selip. Makanya, saran Slamet, setiap servis berkala jangan lupa bersihkan filter. 3. Perlakukan mekanik. Hal lain yang bikin selip karena perlakukan mekanik yang enggak peduli sama kebersihan tangan. Cuek sama tangan yang penuh bekas oli atau cairan apapun. Saat bongkar pasangnan komponen CVT, tanpa sadar bekas oli tangan mekanik nempel di komponen CVT. 4. Cairan lain. Slamet dan Handy Hariko sepakat bahwa enggak semua belt cleaner buat mobil cocok dipakai pada motor. Coba lihat sabuk di mobil dan motor. kalau di mobil rata-rata terbuka, sedang CVT di skutik tertutup. Sehingga cairan di mobil lebih cepat mengering.

Kalau enggak sabar menunggu belt cleaner khusus buat CVT skutik, ada cara paling simpel. Pakai saja alkohol di atas 70%. Gunakan setelah CVT dibongkra habis dan dipasang kembali. Masalah bergetar tidak hanya karena Vbelt nya saja tetapi merupakan system cvt nya. Jangan berharap ganti belt terus bergetar hilang. CVT kan terdiri dari variator depan dan clutch yg dibelakang, nah berputarnya kedua item tsb hrs sinkron kalo ga ya jadi bergetar aja.Belt hanya media penghubung pemutarnya saja. Bergetar bisa jadi dari variator yg terdiri dari rumah roller dan rollernya. Bisanya roller sudah pada peyang tapi belum diganti.trs bisa jadi rumah roller sudah kemakan shg pergerakan roller ga smooth. Cek bushing variator,oblak atau tidak. Yang sering terjadi juga rumah kopling sudah peyang (ini pasti terjadi pada mio yg sering buat kebutan dan freestyle) tandanya bisa dilihat warnanya kebiruan krn kena panas. Mio yg sudah lama biasanya uda mulai pada ganti. Ini biang getar utama. Kalo ganti set dengan spatu koplingnya ya. Cek poros koplingnya dengan clutch setnya oblak ga?. Kalo porosnya memang oblak. Cek bearing di cover cvtnya kalo sdh oblak yg menimbulkan getaran. Belt uda aus dan molor jg bisa buat getar.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->